cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 188 Documents
Instagram dan Influencer sebagai Tonggak Tranformasi Digital Public Relations UKWMS Fernando, Juan Filbert
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.6092

Abstract

Penelitian ini berfokus melihat bagaimana pelaku public relation UKWMS melakukan transformasi pada digital public relations dengan memunculkan social media specialist sebagai salah satu istilah baru yang melekat di masyarakat saat ini untuk mempertahankan eksistensi kinerja seorang public relations untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki. Kemajuan teknologi digital melahirkan berbagai media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri hingga melahirkan komunikasi yang tidak dapat dipisahkan oleh jarak. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dalam memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dengan in-depth interview serta observation participatory kepada pelaku digital public relation di UKWMS untuk mengetahui bagaimana proses aktivitas dari transformasi digital public relation yang saat ini dikenal sebagai social media specialist melalui perubahan perilaku yang ditimbulkan dalam dunia kerja dari seorang public relations konvensional dalam era digital, dan memaksimalkan kulitas kinerja pada era digital untuk meminimalisir hilangnya seorang public relations di sosial masyarakat, dengan kemampuan untuk berkolaborasi dengan pihak – pihak eksternal serta mengikuti perubahan gaya komunikasi melalui digitalisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa langkah untuk melakukan transformasi digital pr merupakan hal yang harus dijalankan di era digital saat ini, agar tidak tertinggal dan mampu memanfaatkan teknologi komunikasi yang secara terkhusus mampu untuk membangun community relations UKWMS.
Penggunaan Media Sosial dalam Aktivitas Digital PR Hotel-hotel di Kota Kupang Tuhana, Veki Edizon; Sanga, Abner P.R.; Ara, Roky Konstantin
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.6098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media sosial dalam aktivitas digital PR pada hotel-hotel di kota Kupang. Penelitian tentang digital PR di berbagai daerah sudah banyak dilakukan dengan metode dan temuan yang cukup beragam. Namun berdasarkan pantauan tim peneliti ke beberapa jurnal penelitian khususnya penelitan terkait dengan aktivitas digital PR pada hotel-hotel masih sangat jarang dilakukan khususnya di Kota Kupang. Meskipun media sosial telah banyak digunakan dalam PR digital di berbagai kota besar, studi spesifik di Kupang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivisme (kualitatif) dan metode observasi (pada teks media sosial) dan wawancara dalam pengumpulan data. Jumlah hotel dan informan yang diteliti ada enam di kota Kupang. Fokus penelitian ini untuk menemukan penggunaan media sosial pada hotel-hotel di kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam aktivitas digital PR di arahkan pada informasi persuasif yaitu iklan atau promosi dan informasi umum yang dilakukan di hotel-hotel. Selain itu dampak yang ditumbulkan adalah adanya keterlibatan publik dalam memberikan tanggapan dan penggunaan lebih dari satu akun media sosial dalam menginformasikan produk dan jasa yang ditawarkan di Hotel-hotel di kota Kupang.
Pemberitaan Strategi Respon Perusahaan dalam Isu Boikot di Sosial Media Hartiana, Theresia Intan Putri
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.6114

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kmunculnya peristiwa boikot beberapa merk global di sosial media, atau disebut online firestorm. Online firestorm merupakan serangan tiba-tiba dari sejumlah besar komentar negatif dari mulut ke mulut dan perilaku mengeluh terhadap seseorang, perusahaan, atau kelompok di jaringan media sosial. Online firestorm menjadi perspektif dalam melihat krisis perusahaan dengan berkembangangnya media sosial. Hashtag #boikotprodukisrael, #boikotisrael menjadi trending topic di twitter sejak adanya beberapa dugaan global brand diduga terafiliasi dengan Israel. Tentunya, munculnya gerakan boikot di sosial media turut memunculkan pemberitaan di beberapa media massa. Pada akhirnya apa yang diperbincangan sebagai online firestorm tersebut dapat berubah menjadi skandal dan ancaman reputasi bagi organisasi. Berpijak pada situational crisis communication theory (SCCT), penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon global brand atas online firestorm dalam seruan boikot yang dituliskan oleh media online dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. SSCT menjelaskan bahwa strategi dalam merespon krisis yang dialami perusahaan ada 3 cara 1) penyangkalan (deny response strategy), (2) mengurangi (diminish response strategy) dan (3) membangun kembali (rebuild response strategy. Hasil dari intepretasi data, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi utama merepson online firestorm dalam seruan boikot yang dituliskan Kumparan.com dan Kompas.com adalah deny crisis respose strategies dengan attact the accuser dan scapegoat. Sedangkan secondary crisis response strategies strategies dilakukan dengan reminder dan victimage.
Analisis Kualitatif terhadap Fenomena "Peringatan Darurat Garuda Biru": Memahami Peran Framing dan Resonansi Emosional dalam Membentuk Opini Publik Nawar, Muhammad Fayad
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.6144

Abstract

Munculnya simbol Peringatan Darurat Garuda Biru di Indonesia mencerminkan dinamika komunikasi politik yang terus berkembang di era digital. Fenomena ini meluas di berbagai platform media sosial, termasuk Twitter, Instagram, dan Facebook, sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan konstitusional dan ketidakpuasan terhadap kondisi politik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi simbol Garuda Biru dalam membentuk persepsi politik, khususnya di kalangan generasi muda. Menggunakan metode analisis pembingkaian dan evaluasi viralitas konten, studi ini mengevaluasi bagaimana media sosial membentuk pandangan politik dan memengaruhi wacana publik di ruang digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Garuda Biru berfungsi sebagai alat framing visual yang memperkuat solidaritas kolektif melalui resonansi emosional dan viralitas konten. Media sosial tidak hanya mempercepat penyebaran isu politik tetapi juga membingkai narasi secara efektif, memobilisasi publik secara emosional dan kognitif. Simbol ini terutama berfungsi untuk menyampaikan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah, memperkuat solidaritas lintas kelompok, dan membangkitkan identitas nasional. Studi ini memberikan wawasan baru tentang peran media sosial sebagai katalis perubahan transformatif dalam kesadaran politik masyarakat kontemporer, dengan menekankan pentingnya penggunaan simbol visual dalam komunikasi politik digital.
Unlocking Agrotourism Potential: Navigating Contemporary Development Communication Challenges in Tamanmartani Village Murti, Desideria Murti Cempaka Wijaya; Yurkova, Darya
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.5966

Abstract

The aim of this study is to understand the intricate relationship between development communication in village government level to develop agrotourism, village entreprise, and engage the community in the same time. There are two stages of this project. First, the study learned the statusquo of the village officials’ programs to develop agrotourism by examining the area’s customes, culinary traditions, and cultural heritage. Through learning the exisiting programs, this study can understand the communication tactics in promoting community engagement. Second, the study looked at the issues surround the development communication by exploring the obstacles that the stakeholders faced. Through qualitative methods, the study discovered the internal obstacles in the complex web of subdistrict government level. The results show three important process to improve agrotourism from establishment, identification, and development. Meanwhile there are wide range of challenges which restrict the agrotourism from infrastructural, capacity, stakeholder collaboration, and leadership. The findings of this research can be userful for scholars and practitioners in development communication especially in the landscape of agrotourism program in the village.. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kompleksitas hubungan dalam komunikasi pembangunan yang dihadapi oleh pemerintah kalurahan dalam mengelola agrowisata untuk mendukung usaha mereka dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap penting. Pertama, penelitian meneliti langkah-langkah status quo yang telah diambil oleh pejabat desa untuk memanfaatkan agrowisata dengan melihat pada aspek adat, tradisi kuliner, dan warisan budaya daerah. Kedua, penelitian ini meneliti isu-isu kompleks yang hadir dalam bidang komunikasi pembangunan, khususnya terkait dengan menarik wisatawan ke desa agrowisata. Penelitian kami menggunakan metodologi kualitatif dapat menambah pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan komunikasi dalam jaringan kompleksnya pemerintahan desa. Hasil penelitian menunjukkan tiga proses penting dalam meningkatkan usaha agrowisata yakni pendirian, identifikasi, dan pengembangan. Sementara itu, tantangan yang membatasi mulai dari infrastruktur, kapasitas, kolaborasi pemangku kepentingan, dan kepemimpinan. Temuan ini dapat bermanfaat bagi akademisi dan praktisi dalam menelaah komunikasi pembangunan khususnya dalam pengembangan lanskap agrowisata.
Pengaruh Literasi Digital terhadap Literasi Kesehatan Digital Tenaga Kesehatan di Indonesia Destrity, Nia Ashton; Rakhmawati, Fariza Yuniar; Alfira, Nisa
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.6040

Abstract

The advancement of information and communication technology requires healthcare professionals to have strong digital competencies in consuming, acting upon, and producing digital health information. In Indonesia, some social media content created by healthcare professionals has been deemed unethical or unwise, highlighting the importance of digital literacy in this sector. Although studies on digital literacy and digital health literacy exist, research specifically focusing on Indonesian healthcare professionals is still limited. This study aims to analyze the influence of digital literacy on digital health literacy among healthcare professionals. Using a survey method, an online questionnaire was distributed to 387 respondents. The findings indicate that respondents’ levels of digital literacy and digital health literacy are moderate. While respondents generally perceive themselves as proficient in technical digital skills, they report lower confidence in broader digital competencies such as sharing opinions, participating in online activities, and protecting themselves from internet-related risks. Although they demonstrate stronger operational skills, they encounter challenges in navigating digital health information, evaluating the reliability of information, safeguarding personal privacy, and adding self-generated content. These results confirm that digital literacy significantly influences digital health literacy, emphasizing the need for healthcare professionals to develop comprehensive digital skills. Strong digital capabilities are essential for engaging effectively with digital health information and establishing credibility as sources on social media. The study underscores the urgent need to enhance digital capacity, particularly in device security, information navigation, content creation, digital participation, and protection from privacy breaches and other online risks. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut tenaga kesehatan untuk memiliki kompetensi digital dan keterampilan dalam mengonsumsi, mengambil tindakan atas, serta memproduksi informasi kesehatan digital. Beberapa tahun terakhir, terdapat sejumlah konten media sosial oleh tenaga kesehatan di Indonesia yang dinilai kurang etis dan bijak. Sejumlah studi mengenai literasi digital dan literasi kesehatan digital telah dilakukan. Namun, di Indonesia masih terbatas studi mengenai literasi digital dan literasi kesehatan digital tenaga kesehatan. Riset ini ditujukan untuk menguji dan menganalisis pengaruh literasi digital terhadap literasi kesehatan digital pada tenaga kesehatan. Metode survei dilakukan melalui kuesioner daring kepada 387 tenaga kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa secara umum, literasi digital dan literasi kesehatan digital responden berada pada tingkat moderat. Responden cenderung menilai diri mereka lebih memiliki keterampilan teknis digital dibandingkan kompetensi digital yang mencakup berbagi opini, berpartisipasi, dan perlindungan dari risiko penggunaan internet. Responden lebih unggul dalam keterampilan operasional, namun menghadapi tantangan dalam menavigasi, mengevaluasi reliabilitas, melindungi privasi, dan menambahkan konten yang telah diproduksi sendiri. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi kesehatan digital, menunjukkan bahwa kemampuan digital yang baik menjadi elemen penting bagi tenaga kesehatan untuk mendukung keterlibatan mereka memanfaatkan internet dalam konteks kesehatan serta partisipasi aktif sebagai sumber informasi di media sosial. Studi ini memperkuat urgensi peningkatan kapasitas digital terutama terkait keamanan perangkat digital, navigasi dan produksi pesan, partisipasi dalam aktivitas digital, dan perlindungan privasi serta risiko lain dari penggunaan internet.
Pembacaan Ulang Teori Pembelajaran Sosial Bandura sebagai Strategi Komunikasi dalam Konteks Pembelajaran Literasi Digital Lansia Sarbani, Yohanes Adven; Satyawati, Niken Pupy; Lumakto, Giri; Teteki, Dwitasari B.
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.7190

Abstract

Digital literacy is crucial for older adults to maintain independence and social connectedness. However, skill gaps, psychosocial barriers, and limited adaptive communication strategies hinder their participation. This article aims to develop a communication strategy framework based on Bandura’s Social Learning Theory to enhance elderly digital literacy learning. The study employs a targeted theoretical review of five relevant studies from Scopus, SpringerLink, Google Scholar, ScienceDirect, and DOAJ. The thematic synthesis identifies six key strategies: presenting relatable role models, providing verbal and emotional reinforcement, creating supportive learning environments, using real-life scenarios, strengthening outcome expectations, and applying personalized adaptive approaches. Each strategy is linked to Bandura’s core components: observational learning, modeling, and the strengthening of self-efficacy. Bandura's Social Learning Theory as a communication strategy is important in empowering the elderly to face the challenges of the digital world because it builds their intrinsic motivation to learn and strengthens their self-confidence. ABSTRAK Literasi digital menjadi kebutuhan krusial bagi lansia untuk mempertahankan kemandirian dan keterhubungan sosial. Namun, kesenjangan keterampilan, hambatan psikososial, dan keterbatasan komunikasi edukatif adaptif menghambat partisipasi mereka. Artikel ini bertujuan menyusun kerangka strategi komunikasi berbasis Teori Pembelajaran Sosial Bandura untuk memperkuat pembelajaran literasi digital lansia. Kajian dilakukan melalui targeted theoretical review terhadap lima studi relevan dari basis data Scopus, SpringerLink, Google Scholar, ScienceDirect, dan DOAJ. Analisis sintesis mengidentifikasi enam strategi utama: menghadirkan model sebagai teladan, penguatan verbal dan emosional, penciptaan lingkungan belajar yang mendukung, penggunaan skenario kehidupan nyata, penguatan outcome expectations, serta pendekatan personal dan adaptif. Setiap strategi terkait dengan komponen utama Bandura, yaitu observational learning, modeling, dan penguatan self-efficacy. Teori Pembelajaran Sosial Bandura sebagai strategi komunikasi menjadi penting dalam memberdayakan lansia dalam menghadapi tantangan dunia digital karena membangun motivasi intrinsik lansia untuk belajar dan memperkuat rasa percaya diri.
Dari Inovasi ke Penghentian (Analisis Adopsi Inovasi Presenter Artificial Intelligence (AI) di tvOne) Ikhwan, Muhammad; Prihatmadi, Sekarseta
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.7271

Abstract

Media companies, lately, increasingly use artificial intelligence (AI) in news production. an example is the use of AI presenters on tvOne. This study wants to see how the adoption of AI presenters on tvOne. The analysis of research findings uses the theory of innovation diffusion, especially the innovation-decision process model, namely from the stages of knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. The Technology Acceptance Model (TAM) theory is also used as a supporting theory. This study uses a case study method, through observation, in-depth interviews, and literature studies. The results, the innovation decision process can be seen in the characteristics of the innovator's values and the influence of socio-economic values. At the persuasion stage, innovators and users are aware of the importance of eradicating deepfakes. From a psychological perspective, the use of AI presenters is based on the desire of tvOne management to make their media a leader in the use of AI technology. At the decision stage, it is realized by showing AI presenters on TV screens, news portals, and 3 social media platforms. At the implementation stage, AI presenters encounter several obstacles. Such as production speed factors that cannot be met, the difficulty of coordination between providers and users of AI presenters, and low audience acceptance. So at the confirmation stage, the AI presenter was finally stopped or discontinued. From the TAM theory, the decision to adopt an AI presenter is based on the aspects of Intention to Use, Usage Behavior, Perceived Usefulness, and Perceived Ease of Use. ABSTRAK Perusahaan media, akhir akhir semakin banyak menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita. Salah satunya pemanfaatan presenter AI di TvOne. Penelitian ini ingin melihat bagaimana adopsi presenter AI di tvOne. Analisis temuan penelitian menggunakan teori difusi inovasi, khususnya model inovation-decision procces, yakni dari tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi dan konfirmasi. Teori Technology Acceptance Model (TAM) juga digunakan sebagai teori pendukung. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasilnya, dari sisi pengetahuan, proses keputusan inovasi terlihat pada karakteristik nilai pribadi inovator dan pengaruh dari nilai sosial ekonomi. Pada tahapan persuasi, invator dan pengguna (manajemen tvOne) memiliki kesadaran tentang pentingnya memberantas deepfake (berita palsu). Dari sisi keuntungan relatif produksi presenter AI bisa menekan biaya produksi berita. Dari sisi psikologis, pengguaan presenter AI didasarkan atas keinginan manajemen tvone untuk menjadikan medianya sebagai pemimpin (pionir) dalam pemanfaatan teknologi AI. Pada tahapan keputusan diwujudkan dengan penayangan presenter AI di layar TV, portal berita, dan 3 platform media sosial. Pada tahap implementasi, presenter AI menemui beberapa kendala. Seperti faktor kecepatan produksi yang tidak bisa dipenuhi, sulitnya koordinasi antara penyedia dengan pengguna presenter AI, dan rendahnya penerimaan khalayak. Maka pada tahap konfirmasi, presenter AI di tvone akhirnya dihentikan atau discontinuance. Dari sisi teori TAM, keputusan adopsi presenter AI didasarkan atas aspek Intention to Use, Usage Behaviour, Perceived Usefulness, dan Perceived Ease of Use.
Seeing vs Experiencing: Generation Z’s Needs and Satisfaction in Consuming 2D vs VR News Citraningtyas, Clara Evi Candrayuli; Utami, Isti P. T.; Budiharjo, Slamet
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.7299

Abstract

This study aims to examine the comparative experience of Generation Z as potential news consumers when utilizing two-dimensional (2D) and virtual reality (VR) news sources. What are their needs, and if those needs are fulfilled. Participants in the study were students between the ages of 18 and 21 who were enrolled in one of ten different study programs and lived in urban regions of Jabodetabek Indonesia. The study makes use of the concept of Gratification Sought, which encompasses five different aspects of needs: cognitive, affective, personal identity/interactive needs, social interaction and integration, and tension relief. The study employs a mixed-method approach, and the data gathering procedure is carried out through the use of questionnaires. A number of conclusions concerning the needs and levels of satisfaction related with the consumption of 2D and VR news can be identified from the outcomes of the study. Virtual reality media succeeds in fulfilling affective needs and delivering higher levels of satisfaction on identity and social connection when compared to 2D media. Nonetheless, there are limitations in adequately addressing cognitive needs. Meanwhile, 2D media remains a robust option for informational and cognitive needs, but it has a tendency to inadequately address affective needs and managing tension. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman komparatif Generasi Z sebagai calon konsumen berita saat menggunakan sumber berita dua dimensi (2D) dan realitas virtual (VR). Penelitian ini mengeksplorasi apa kebutuhan mereka dalam mengkonsumsi berita dan sejauh mana kebutuhan tersebut terpenuhi. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18 hingga 21 tahun yang terdaftar dalam salah satu dari sepuluh program studi dan tinggal di wilayah perkotaan Jabodetabek di Indonesia. Penelitian ini mengadopsi konsep Gratification Sought yang mencakup lima aspek kebutuhan: kognitif, afektif, identitas pribadi/kebutuhan interaktif, interaksi dan integrasi sosial, serta pelepasan ketegangan. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran, dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian mengungkap sejumlah temuan terkait kebutuhan dan tingkat kepuasan yang berkaitan dengan konsumsi berita 2D dan VR. Media VR terbukti lebih mampu memenuhi kebutuhan afektif serta memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dalam aspek identitas dan koneksi sosial dibandingkan dengan media 2D. Namun, media VR memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan kognitif secara memadai. Di sisi lain, media 2D tetap menjadi pilihan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan informasi dan kognitif, meskipun cenderung kurang optimal dalam mengakomodasi kebutuhan afektif dan pengelolaan ketegangan..  
Komunikasi Persuasif Berbasis AI: Strategi Retorika Chatbot dalam Adopsi Bitcoin oleh Mahasiswa Tjahyana, Lady Joanne
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.7332

Abstract

This study aims to analyze how rhetorical strategies—ethos, logos, and pathos—are applied in an AI chatbot to educate university students about Bitcoin and encourage its adoption wisely. The AI chatbot was developed using the Chatfuel platform and integrated with WhatsApp as the primary communication medium. In this study, the AI chatbot was tested on 117 students from Petra Christian University with basic knowledge of AI. The researcher evaluated the AI chatbot effectiveness through qualitative content analysis and a survey. The results indicate that the AI chatbot adjusts its communication approach based on user characteristics and question types. The ethos strategy was effective in building trust, while logos was preferred for providing logical clarity, particularly for technical and investment-related questions. Pathos was used to evoke emotional awareness regarding Bitcoin's risks. Gender-based analysis showed that female students responded more to ethos and pathos, whereas male students were more inclined toward logos. Additionally, the chatbot utilized logos for basic knowledge questions, pathos and logos for risk-related inquiries, and a combination of ethos and logos for security and investment-related questions.These findings confirm that AI chatbots can enhance students' financial literacy by effectively adapting their communication strategies. This study contributes to the understanding of AI-driven communication in financial education and opens opportunities for developing more personalized and interactive AI chatbots in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi retorika ethos, logos, dan pathos diterapkan dalam chatbot AI untuk mengedukasi mahasiswa mengenai Bitcoin serta mendorong adopsinya secara bijak. Chatbot AI dikembangkan menggunakan platform Chatfuel dan diintegrasikan dengan WhatsApp sebagai media komunikasi utama. Dalam penelitian ini, chatbot AI diuji pada 117 mahasiswa Universitas Kristen Petra yang memiliki keahlian penggunaan AI , dan kemudian peneliti mengevaluasi efektivitas chatbot AI melalui analisis isi kualitatif dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot AI menyesuaikan pendekatan komunikasinya berdasarkan karakteristik pengguna dan jenis pertanyaan. Strategi ethos terbukti efektif dalam membangun kepercayaan, sementara logos lebih dihargai dalam memberikan kejelasan logis, terutama untuk pertanyaan teknis dan investasi. Pathos digunakan untuk membangkitkan kesadaran emosional terkait risiko Bitcoin. Analisis berbasis gender menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan lebih merespons ethos dan pathos, sedangkan mahasiswa laki-laki lebih cenderung merespons logos. Selain itu, chatbot menggunakan logos untuk pertanyaan dasar, pathos dan logos untuk pertanyaan risiko, serta kombinasi ethos dan logos untuk pertanyaan tentang keamanan dan investasi.Temuan ini menegaskan bahwa chatbot AI dapat meningkatkan literasi keuangan mahasiswa dengan menyesuaikan strategi komunikasinya secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang komunikasi berbasis AI dalam pendidikan keuangan dan membuka peluang untuk pengembangan chatbot yang lebih personal dan interaktif di masa depan.