cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
DIKSI DALAM BUKU KUMPULAN PUISI SURAT KOPI KARYA JOKO PINURBO SEBAGAI BAHAN AJAR Kun Andyan Anindita; Soediro Satoto; Sumarlam Sumarlam
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.241.67-78

Abstract

AbstrakPenelitian ini menguraikan tentang diksi yang dipilih oleh Joko Pinurbo dalam sepuluh puisi yang bertemakan surat dan tergabung dalam buku kumpulan puisi Surat Kopi dengan menggunakan pendekatan stilistika. Puisi-puisi tersebut antara lain “Surat Cukur”, “Surat Kopi”, “Surat Kau”, “Surat Batu”, “Surat Pulang”, “Surat Libur”, “Surat Sarung”, “Surat Malam”, “Surat Senyap”, “Surat Kabar”. Pendekatan stilistika dipilih karena stilistika merupakan salah satu disiplin ilmu linguistik yang mengkaji keunikan atau kekhasan pemakaian bahasa dalam karya sastra terutama puisi yang dapat mendatangkan efek-efek tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian jenis deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menyangkut penjelasan mengenai aspek yang akan dideskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sepuluh puisi yang bertemakan surat tersebut terdapat 4 jenis diksi yang digunakan yaitu diksi denotasi, konotasi, konkret, dan abstrak. Diksi denotasi dan konkret menjadi diksi yang banyak digunakan dalam sepuluh puisi tersebut. Hal ini menimbulkan efek yang tidak membingungkan bagi pembaca karena sangat minim menggunakan bahasa kias. Puisi terlihat nampak terang dan tidak menimbulkan banyak tafsir namun tetap menjanjikan kedalaman makna. Dengan demikian, sepuluh puisi Joko Pinurbo dalam kumpulan puisi ini dapat digunakan sebagai bahan pengajaran sastra Indonesia bagi para siswa. Kesederhanaan puisi-puisi tersebut dapat memudakan para siswa untuk belajar dan mencoba membuat puisi sendiri dengan diksi yang tidak rumit seperti diksi denotasi dan konkret yang tidak banyak memainkan bahasa kias. This research was aimed to describe dictions in Joko Pinurbo’s poem anthology entitled Surat Kopi using stylistics study for teaching material. Questions that must be answered in this research were (1)what kinds of dictions used by the poet (2) whether this anthology was sufficient as teaching material. This research qualitative method with listening-taking note technique. From the result of the analysis, it could be concluded that this anthology used denotation, connotation, concrete, and abstract dictions. Denotation and concrete dictions were used the most thus the poems could be easily understood, simple, yet promised a depth of meaning. Surat Kopi was appropriate to be literature teaching material based on the simple structure yet deep in meaning and message presented to the readers. The poems in this anthology could be used by students to learn about how to make their own poems using denotation and concrete dictions, using less figurative language as seen in Surat Kopi.Keywords: dictions, stylistics, teaching material
Mengungkap Bentuk dan Fungsi Feminisme Liberal dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais Gazali Gazali; Ulinsa Ulinsa; Iqlima Iqlima
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.889.249--263

Abstract

This research aims to describe the forms and functions of liberal feminism in the novel "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais. It employs a qualitative descriptive research design using the liberal feminist theory approach. The data is sourced from the 2015 edition of the novel "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais. Data collection is conducted through reading and note-taking techniques. Data analysis consists of three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data reduction is intended to sharpen, categorize, guide, and eliminate unnecessary data. Data presentation is carried out by grouping the data according to their respective sub-sections related to liberal feminism. The conclusion-drawing step is based on organizing information using inductive techniques. Based on the research findings, the forms and functions of liberal feminism are identified. The functions and forms of liberal feminism mutually support each other, particularly in the fields of politics, culture, economy, and society.  AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi feminisme liberal dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori feminisme liberal. Data bersumber   dari novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais cetakan tahun 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dimaksudkan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data sesaui dengan sub-babnya masing-masing yang berkaitan dengan feminisme liberal. Adapun langkah penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pengorganisasian informasi dengan menggunakan teknik induktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk dan fungsi feminisme liberal. Fungsi dan bentuk feminism liberal tersebut saling mendukung, yaitu bidang politik, budaya, ekonomi, dan sosial.
NASALIZATION IN BALINESE VERBS/PENASALAN VERBA BAHASA BALI I Nyoman Udayana
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.643.339-348

Abstract

Abstract Balinese has two forms in relation to nasal pre xes. First, the initial segment of the verb root can be assimilated with the homorganic nasal and both coalesce. Second, the nasal pre x still assimilates with the rst segment of the verb root but forms a CC cluster. The data source of this study is Balinese dictionaries and analyzed by Optimality Theoretic (OT) so it was found that the af x nasal did not form a cluster with the rst segment of the verb root uniformly occurred in verbs where the rst segment is obstruent both voiced and voiceless while the one forming the cluster is the rst segment of a verb root which is realized by a sonorant. The rst phenomenon can be handled by the constraint * NC (obs) while the second one by violates linearity constraint, namely, Align-L (root) constraint. OT analysis also predicts that the ungrammaticality of an output verb structure ngmaang ‘to give’ due to fact that the correct underlying form baang is confused with its corresponding surface form. Keywords: nasalization, obstruent, sonorant, OT analysis Abstrak Bahasa Bali mempunyai dua bentuk dalam kaitannya dengan pre x nasal. Pertama, segmen awal dari akar verba bisa berasimilasi dengan nasal yang homorganik dan keduanya berkoalisi. Kedua, nasal pre ks masih berasimilasi dengan segmen pertama akar verba, tetapi membentuk klaster CC. Sumber data penelitian ini adalah Kamus Bahasa Bali dan dianalisis dengan Optimality Theoretic (OT) sehingga didapatkan bahwa nasal a ks yang tidak membentuk klaster dengan segmen pertama akar verba secara seragam hanya terjadi pada verba yang mana segmen pertamanya adalah obstruent, baik bersuara maupun tak bersuara sedangkan yang membentuk klaster adalah segmen pertama verba yang direalisasikan oleh segmen bertipe sonorant. Yang pertama bisa ditangani oleh konstrein *NC (obs), sedangkan yang kedua adalah secara jelas melangggar konstrein linieritas, yaitu Align-L (root). Analisis OT juga memprediksi ketidakgramatikalan bentuk-output verba ngmaang ‘memberi’ yang bentuk dasarnya yang benar adalah baang dikacaukan dengan bentuk output-nya. Kata kunci: penasalan, hambatan, sonoran, Analisis OT
STRATEGI PEMARKAHAN KEDEFINITAN DALAM BAHASA INDONESIA/DEFINITENESS MARKING STRATEGIES IN INDONESIAN Ketut Widya Purnawati; Ketut Artawa; Ni Luh Putu Krisnawati
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.563.121-134

Abstract

AbstrakBahasa Indonesia tidak memiliki pemarkah kedefinitan yang khusus. Namun, bahasa Indonesia memiliki sejumlah kata yang dapat berfungsi sebagai pemarkah nomina. Penelitian ini berfokus pada fungsi pemarkah nomina dalam bahasa Indonesia sebagai pemarkah kedefinitan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian agih dengan teknik utamanya, yaitu teknik bagi unsur langsung. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan bersumber pada korpus corpora leipzig dan sejumlah teks fiksi berupa novel dan kumpulan cerita pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki sejumlah pemarkah nomina berupa (1) demonstrativa dasar, ini dan itu; (2) demonstrativa turunan begini dan demikian; (3) keterangan waktu yang berperilaku sebagai nomina, tadi; (4) verba tersebut; (5) artikula, si dan sang. Selain artikula, semua pemarkah nomina muncul setelah nomina yang dimarkahi. Dari pemarkah nomina yang telah teridentifikasi tersebut, ada lima pemarkah nomina yang dapat berfungsi sebagai pemarkah kedefinitan, yaitu ini, itu, tadi, tersebut, dan si. Berkaitan dengan strategi pemarkahan kedefinitan dalam bahasa Indonesia, ditemukan pula bahwa bahasa Indonesia mengijinkan adanya pemarkah definit ganda dan juga mengijinkan pengulangan nomina definit tanpa pemarkah pada penyebutan ulang setelah penyebutan nomina berpemarkah definit.Kata kunci: relasi anaforis, pemarkah nomina, demonstrativa, pemarkah definit, kedefinitan AbstractIndonesian language does not have a special definit marker. However, the Indonesian language has a number of words that can function as noun markers. This study focuses on the function of noun markers in Indonesian as definite markers. This research is a qualitative descriptive research by using distributional methods with parapharase technique as the main techniques. Data were collected using a note-taking method from the Leipzig corpora and a number of fictional texts in the form of novels and short story collections. The results show that the Indonesian language has a number of noun markers in the form of (1) basic demonstrative, ini and itu; (2) derived demonstrative, begini and demikian; (3) temporal adverbia that behaves like a noun, tadi, (4) verb tersebut; (5) article, si and sang. Based on the noun markers that have been identified, there are five noun markers that can be used as definite markers, those are ini, itu, tadi, tersebut, dan si. It was also found that Indonesian allows the occurrence of double definite markers and also allows the repetition of definite nouns without any marker for the following occurrence of the nouns with definite marker(s). Keywords: Anaphoric relation, noun marker, demonstrative, definite marker, definiteness 
CERPEN "MATINYA SEORANG PENARI TELANJANG" KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA DALAM PERSPEKTIF SLAVOJ ŽIŽEK Ahmad Zamzuri
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.226.1-16

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini berkaitan dengan subjek. Tujuan penelitian ini mengetahui pergerakan subjek dalam cerita pendek Matinya Seorang Penari Telanjang karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitian ini menggunakan teori subjek Slavoj Žižek. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antar lain 1) penentuan objek material dan objek formal penelitian. Objek material penelitian ini adalah cerita pendek Matinya Seorang Penari Telanjang karya Seno Gumira Ajidarma. Sementara, objek formal penelitian berkaitan dengan subjek Žižekian; 2) melakukan pengumpulan data melalui tahapan membaca cerita pendek secara berulang-ulang untuk memahami cerita, mengumpulkan data dengan model simak terhadap kata, kalimat, dan paragraf, yang berkaitan dengan subjek Žižekian; Setelah tahap pengumpulan data, tahap berikutnya adalah analisis data. Pada tahap analisis, data akan dianalisis menggunakan metode analisis wacana kritis (critical discourse analysis), yakni analisis dengan menggunakan seluruh perangkat kebahasaan dan menghubungkan data temuan dengan kerangka teoritik Slavoj Žižek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek melakukan tindakan radikal berupa menjadi stripper (penari telanjang) yang secara common sense itu melawan dimensi simbolik atau sosial. Selanjutnya, subjek mengalami lack dan mengejar yang imajiner sehingga subjek mengalamai sinis, yaitu tahu begitu salah, tetapi pura-pura tidak tahu bahwa itu salah, dan kynicism, yaitu menolak simbolik kampungan melalui ironi dan sarkasme. Terakhir, subjek pada akhirnya tidak mampu melawan yang simbolik.
PEREMPUAN YANG TERMARGINALKAN DALAM CERPEN “MENUJU KAMAR DURHAKA“ DAN “BERITA DARI PARLEMEN” KARYA UTUY TATANG SONTANI Nurweni Saptawuryandari
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.15.39-48

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Utuy Tatang Sontani menggambarkansosok perempuan yang termarginalkan dalam cerpennya yang berjudul “Menuju KamarDurhaka” dan “Berita dari Parlemen”, dengan cara menganalisis sikap, ucapan, dan tindakanyang dialami dan dilakukan tokoh perempuan. Dalam kedua cerpennya, Utuy Tatang Sontanimenggambarkan rakyat kecil yang umumnya adalah tokoh perempuan selalu mengalamikesengsaraan dan kesialan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Metodeyang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karyasastra, yang menggambarkan tokoh perempuan, yang selalu mengalami keterpurukan dankesengsaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Menuju Kamar Durhaka” dan“Berita dari Parlemen” menggambarkan perempuan sebagai sosok yang termarginalkan danselalu mengalami penderitaan.
MATERIALISME HISTORIS DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK Muhammad Alfian
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.385.1-16

Abstract

Masalah penelitian ini berkaitan dengan produksi dan konstestasi ideologi. Penelitian bertujuan untuk menguraikan struktur ideologi yang diproduksi oleh novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dengan menggunakan teori materialisme historis Terry Eagleton. Teori ini melihat produksi ideologi dari relasi antara konstituen eksternal, konstituen internal (teks), dan sejarah. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat dan studi kepustakaan; analisis data dengan teknik analisis konten. Hasil penelitian membuktikan bahwa novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah: (1) artikulasi dari dominasi kekuasaan rezim yang fasis dan otoritarian. Dominasi ideologi rezim kekuasaan cenderung berpihak pada kapitalisme yang feodal, sehingga kaum proletar didiskualifikasi dari penguasaan bahan dan alat produksi, khususnya bahasa, politik, dan ekonomi. Produksi sastra dikontrol secara ketat sebagai legitimasi rezim kekuasaan terhadap ideologi dominan. Melalui pengolahan pengalaman-pengalaman pengarang dalam kondisi tersebut, terjadi penciptaan estetik yang melahirkan novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan genre realisme sosial sebagai cara untuk melawan rezim kekuasaan dengan personifikasi tradisi mistis dan lokalitas; dan (2) ideologi teks terikat dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang mengimplikasikan kritik terhadap rezim kekuasaan dengan cara mengontestasikan ideologi humanisme terhadap dikotomi ideologi dominan negara dan komunisme. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produksi ideologi dengan melihat faktor-faktor historis di luar teks, yang diinteraksikan dengan teks, bersifat resistensi terhadap kemanusiaan dan subversif terhadap formasi sosial.
RESISTANSI PEREMPUAN PAPUA DI LINGKUNGANNYA DALAM ROMAN ISINGA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Puji Retno Hardiningtyas
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.127.143-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resistansi perempuan dalam melawan ketidakadilan lingkungan dan persoalan ekologi yang dihadapi perempuan dalam kaitannya dengan pengelolaan alam pada roman Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Metode pustaka dan teknik baca dan catat digunakan untuk menggumpulkan data penelitian. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik interpretatif dan analisis kontens. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan humanistik dengan teori ekofeminisme. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perempuan dan alam memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat Papua. Perjuangan perempuan Papua dalam membebaskan diri dari kekerasan, terutama yang bersumber dari struktur dan budaya masyarakat, kondisi alam, dan adatnya telah melahirkan resistansi posisi perempuan. Sistem patriarkat yang dianut oleh masyarakat Papua memosisikan perempuan sebagai pekerja, pengolah bahan makanan, dan penjual hasil panen. Perempuan Papua menghadapi tantangan tersebut dengan menguasai peran sebagai produsen, konsumen, pendidik, pengampanye, dan komunikator terhadap pelestarian alam. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan memiliki energi yang berpotensi dalam menjaga intergritas, menyejajarkan posisi antara perempuan dan laki-laki, serta mengambil peran sosial untuk menyadarkan masyarakat Papua dalam menjaga lingkungannya. 
How Effective Is Blended Learning for Short Courses In Language and Art for International Students? Arnailis Arnailis; Nurmalena Nurmalena; Awerman Awerman; Murniati Murniati; Firdaus Firdaus; Hasnah Hasnah
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1244.151--161

Abstract

The objective of this study is to investigate the progress and ability of English for international students who are less fluent when they learn English to make it easier to understand art learning materials that are compatible with media understanding during face-to-face or online learning. This research was conducted on international students of the Indonesian Institute of Arts Padangpanjang during the pandemic. Data collection is carried out using distribution methods using listening techniques and analysis of results with average calculations. The findings of this study show that international students with lower levels of English proficiency who receive instruction through online learning platforms show better learning outcomes than their peers who receive instruction through offline means. This conclusion is reached through hypothesis testing. The use of online learning media for teaching groups of students who have open interpersonal communication, results in better English learning outcomes for that group of students than the use of offline learning media for the same group of students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemajuan dan kemampuan bahasa Inggris bagi siswa internasional yang kurang lancar ketika mereka belajar bahasa Inggris agar lebih mudah memahami materi pembelajaran seni yang sesuai dengan pemahaman media selama pembelajaran tatap muka atau online.. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa internasional Institut Seni Indonesia Padangpanjang di masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode distribusi dengan menggunakan teknik menyimak dan analsis hasil dengan perhitungan rata-rata. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa internasional dengan tingkat kecakapan bahasa Inggris yang lebih rendah yang menerima pengajaran melalui platform pembelajaran online menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan rekan mereka yang menerima pengajaran melalui cara offline. Kesimpulan ini dicapai melalui pengujian hipotesis. Penggunaan media pembelajaran online untuk pengajaran kelompok siswa yang memiliki komunikasi interpersonal terbuka, menghasilkan hasil belajar bahasa Inggris yang lebih baik untuk kelompok siswa tersebut daripada penggunaan media pembelajaran offline untuk kelompok siswa yang sama.
BENTUK DAN LATAR BELAKANG MUNCULNYA HATE SPEECH DALAM BAHASA ARAB: ANALISIS MORFOLOGI DAN PRAGMATIK Muhammad Yunus Anis
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.447.119-134

Abstract

Penelitian ini mengelaborasi lebih dalam satuan kebahasaan yang selama ini digunakan oleh masyarakat dalam mengungkapkan ujaran kebencian dalam bahasa Arab. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satuan kebahasaan yang ada dalam koran berbahasa Arab, baik berupa kata, frasa, maupun kalimat yang menjadi unsur penting munculnya sebuah ujaran kebencian. Penelitian ini menggunakan pendekatan bahasa, khususnya dalam ranah morfologis dan pragmatis. Ranah morfologis terkait dengan kosakata yang digunakan dalam mengungkapkan ujaran kebencian bahasa Arab. Adapun ranah pragmatis terkait beberapa kasus yang menjadi latar belakang utama munculnya ujaran kebencian dalam bahasa Arab. Rumusan masalah pertama dalam penelitian ini terkait dengan bagaimana bentuk-bentuk ujaran kebencian dalam bahasa Arab ditinjau dari satuan bahasa yang menyusunnya. Adapun rumusan masalah kedua dalam penelitian ini berhubungan dengan bagaimana latar belakang munculnya ujaran kebencian dalam bahasa Arab. Metode penelitian dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) analisis data, dan (3) laporan hasil. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat beberapa satuan kebahasaan yang ada dalam beberapa koran berbahasa Arab yang terkoneksi pada media sosial Instagram. Analisis data diterapkan dengan menggunakan metode distribusional yang diperkuat dengan metode analisis konten. Adapun laporan hasil dilakukan secara informal dalam bentuk deskripsi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa secara struktural bentuk ujaran kebencian dapat berupa kata, frasa, dan kalimat (predikatif). Adapun secara pragmatis, ujaran kebencian dapat dilatarbelakangi oleh ujaran yang melanggar prinsip kesantunanThis research will elaborate comprehensively the units of language which had been used by Arab people to express the hatred. The main data in this research had been collected by observing the units of language in Arab Daily Newspaper. In this case, the units of language can be divided into: word, phrase, and sentence which emerged as the main cause of hatred speech. This research dominantly used the approaches in morphology and pragmatic. The morphology analysis related with the construction of hate speech based on the elaboration of units of language. Meanwhile, the pragmatic analysis tried to elaborate some cases which had been justified as the main causal factors in Arabic hate speech. The method in this research had been divided into three basic steps, (1) collecting the data, (2) analyzing the data, and (3) reporting the result. The first step had been used the observation and recording/ noting the units of language which classified as hatred speech in Arabic daily news. The data had been focused in the Arabic daily news which connected to social media of Instagram. The data analysis had been divided into two main steps, such as distributional method and content analysis of hatred speech in Arabic language. The final step was reporting the result which had been used the informal method and description reporting. The result of the research had been concluded that the hatred speech in Arabic language can be expressed by using the units of language, such as: (1) the word, (2) the phrase, and (3) the sentence (predicative construction). Finally, based on the pragmatic approach, the causal factor of hate speech in Arabic language can be defined by the speech which contravened the principles of politeness. Keywords: hatred, speech, morphology, pragmatic, politeness

Page 4 of 21 | Total Record : 201