cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
PEREMPUAN DAN RITUAL GURU PIDUKA DALAM CERPEN “SURAT DARI PURI” KARYA WIDIASA KENITEN Ni Putu Ekatini Negari
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.173.107-112

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan dan perjuangan seorang  perempuan dalam menghadapi tantangan masyarakat adatnya. Perjuangan yang berat seorang perempuan  menghadapi tantangan dalam masyarakat adatnya menjadi masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan teori sastra feminis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud ketidakadilan bagi perempuan terlihat dalam kekerasan emosional dan pelecehan seksual. Sebaliknya, wujud perjuangan perempuan meliputi berani menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani,  bertanggung jawab kepada anak, serta  bersedia mendidik dan mengasuh anak dengan kasih sayang, termasuk merawat anak sakit walaupun ditelantarkan oleh laki-laki. Ritual Guru Piduka dengan sesajen dipersembahkan kepada para dewa atau leluhur untuk memohon maaf atas kesalahan yang telah diperbuat agar mampu melaksanakan kehidupan dengan baik.
TINDAK TUTUR DIREKTIF MENYURUH TOKOH PROTAGONIS DALAM NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA KARYA TERE LIYE/DIRECTIVE MEASURING OF PROTAGONIC CHARACTERS IN BIDADARI-BIDADARI SURGA NOVEL KARYA TERE LIYE Mia Salfita; Ngusman Abdul Manaf
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.504.111-120

Abstract

AbstrakPenelitian terhadap novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye ini bertujuan untuk menjelaskan kesantunan tindak tutur menyuruh pada tokoh protagonis dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Data penelitian ini adalah tindak tutur direktif menyuruh pada tokoh protagonis dalam novel tersebut. Data dikumpulkan dengan cara membaca dan memahami novel, mencatat kata, frasa, klausa, dan kalimat tokoh yang dapat dirumuskan sebagai bagian dari tuturan maupun tindak tutur menyuruh, dan menginventarisasikan data berdasarkan masalah-masalah tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Data dianalisis dan dibahas berdasarkan teori pragmatik. Dalam penelitian ini ditemukan sembilan tuturan tindak tutur direktif menyuruh, yang menunjukkan bahwa tokoh protagonis dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye cenderung melakukan tindak tutur menyuruh secara santun. Strategi bertutur tokoh utama dalam novel cenderung menggunakan tindak menyuruh kepada adik-adiknya. Kata kunci: tindak tutur direktif menyuruh, pragmatik, novel, Bidadari-Bidadari Surga AbstractThis research on the novel Bidadari-Bidadari Surga by Tere Liye aims to explain the politeness of the speech acts of the protagonist in Tere Liye's novel Bidadari-Bidadari Surga. This type of research is qualitative research using descriptive methods. The data source in this research is the novel Bidadari-Bidadari Surga by Tere Liye. The data of this research are directive speech acts ordered to the protagonist in the novel. Data were collected by understanding the novel, noting down words, phrases, clauses, or sentences that can be formulated as part of speech acts, and making an inventory of the data based on the problems of directive speech acts contained in Tere Liye's novel Bidadari-Bidadari Surga. Data were analyzed and based on pragmatic theory. The results of this study shows nine directive ordered speech act utterances, which indicate that the protagonist in the novel Bidadari-Bidadari Surga by Tere Liye tends to perform speech acts politely. The strategy of telling the main character in the novel tends to use commands to order his younger siblings. Keywords: directive speech act ordered, pragmatic, novel, Bidadari-Bidadari Surga 
INTERPRETASI SEGMEN BUNYI BAHASA JAWA KUNA: ANALISIS SPEECH ANALYZER DAN FITUR DISTINGTIF Ni Ketut Ratna Erawati
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.79.225-238

Abstract

Bahasa Jawa Kuna merupakan salah satu dialek temporal yang pernah ada di Indonesia, khususnya di Jawa.. Bahasa tersebut diperkirakan berkembang dari abad IX hingga akhir abad XV. Secara tipologi fonologis, bahasa Jawa Kuna memiliki sistem tujuh vokal dasar. Dari i sudut tipologi morfologis, bahasa tersebut termasuk tipe aglutinasi dengan ciri utamanya, yaitu satu kata terdiri dari satu atau lebih morfem sebagai pembentuknya. Bahasa yang  aglutinatif memiliki kata dasar dan morfem terikat sebagai pembentuk kata menampakkan ciri analisis yang bersifat morfofonemik. Dengan demikian, dalam proses pembentukan kata sering terjadi proses perpaduan morfem yang berdampak pada perubahan fonem. Oleh karena itu, telaah  morfem-morfem dan variasi fonem yang cukup banyak cocokdianalisis berdasarkan fonologi generatif. Secara fonologis, perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dapat ditelusuri dengan tepat berdasarkan teori fitur distingtif dan metode mekanik speechanalyser. Cara tersebut digunakan untuk menelaah dan menginterpretasi pelafalan segmen bunyi dalam bahasa Jawa Kuna. Di samping itu, segmen bunyi yang telah terjadi dalam tuturan yang ada dalam teks bahasa Jawa Kuna dapat dijelaskan secara lebih tuntas. Berdasarkan hasil telaahan, segmen bunyi terutamavokal dalam bahasa Jawa Kuna, seperti: segmen /u/ yang diikuti dengan /i/ berubah menjadi /w/, segmen bunyi /a/ diikuti /i/ menjadi /e/, dan segmen /i/ diikuti /a/ menjadi /y/.  Perubahan-perubahan seperti itu tentu memiliki kelas dan fitur bunyi yang saling mempengaruhi. Hal seperti itu  perlu dikaji lebih detail karena secara kasat mata satu segmen tunggal sebenarnya merupakan dua buah fonemmerger yang mengalami proses fonologis.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVASI MASYARAKAT DI KOTA TABANAN, BALI UNTUK MENGGUNAKAN ALIH KODE I Nengah Sukayana
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.140.15-23

Abstract

Masyarakat di kota Tabanan mayoritas tergolong dwibahasawan karena setidak-tidaknya mereka menguasai bahasa Bali (sebagai bahasa ibu) dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua yang didapatkan melalui pendidikan formal di sekolah. Sebagai dwibahasawan, dalam berkomunikasi mereka akan menyesuaikan diri dengan topik, situasi, serta lawan bicaranya untuk memilih bahasa yang cocok atau pantas digunakan. Tentunya sebagai dwibahasawan, mereka akan lebih leluasa untuk memilih bahasa yang lebih sesuai bila dibandingkan dengan seorang yang ekabahasawan. Dari kajian yang dilakukan, ternyata masyarakat di kota Tabanan telah melakukan alih kode dalam berkomunikasi, baik antarwarga Tabanan maupun dengan warga di luar Tabanan. Adapun faktor-faktor yang memotivasi mereka untuk beralih kode sebagai berikut. (a) Kehadiran orang ketiga yang tidak mengenal atautidak mengerti bahasa Bali. (b) Adanya pergantian topik untuk menonjolkan suasana kebalian. (c) Adanya peralihan suasana dari suasana santai ke suasana formal. (d) Adanya pengutipan kode yang digunakan dalam teks.
Identitas dan Spirit Hidup ke Inspirasi Literasi Budaya: Studi Hikayat Hang Tuah Mu’jizah Mu’jizah; Erlis Nur Mujiningsuh
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.955.40--52

Abstract

Manuscripts in the Advancement Act are the second elements of the ten elements of culture. Among the manuscripts, one of them is the Hikayat Hang Tuah by the noble work which has become a Malay identity. This saga has a privilege in the hearts of its people. As a work of fiction, this saga traverses the world of facts and the existence of the character Hang Tuah is a role model for the Malay nation and his strong character as a hero becomes the spirit for the life of his people and becomes a source of inspiration in cultural literacy. This research aims to explore the features of Hikayat Hang Tuah as a work of historical literature which has become an encouragement so that the saga is transformed into various forms of transfers that increase cultural literacy. Qualitative methods are used in this research. From the results of the research it is known that this saga has proven itself to be a noble work which from the 18th to the 21st century has always been appreciated and used as research material by researchers from various countries. The myths and historical elements of Hang Tuah's character become an encouragement that never goes away in the supporting community who regard Hang Tuah's figure as not only a cultural hero, but also a hero in history. This feature shows that the saga is manifested through imagination and a factual setting with historical events. This community trust is a force in increasing and developing cultural literacy. AbstrakManuskrip dalam Undang-Undang Pemajuan menjadi unsur kedua dari sepuluh unsur budaya. Di antara manuskrip itu salah satunya Hikayat Hang Tuah karya adiluhung yang menjadi identitas Melayu. Hikayat ini mempunyai keistimewaan di dalam hati masyarakatnya. Sebagai karya fiksi, hikayat ini melintasi dunia fakta dan keberadaan tokoh Hang Tuah menjadi teladan bangsa Melayu dan karakternya yang kuat sebagai hero menjadi spirit bagi kehidupan masyarakatnya dan menjadi sumber inspirasi dalam literasi budaya. Penelitian ini bertujuan menggali keistimewaan Hikayat Hang Tuah sebagai karya sastra sejarah yang telah menjadi penyemangat sehingga hikayat itu bertransformasi ke dalam bentuk aneka alih wahana yang meningkatkan  literasi budaya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hikayat ini membuktikan dirinya sebagai karya adiluhung yang sejak abad ke-18 hingga abad ke-21 selalu diapresiasi dan dijadikan bahan penelitian oleh peneliti berbagai negara. Mitos dan unsur sejarah tokoh Hang Tuah menjadi penyemangat  yang tak pernah padam di dalam masyarakat pendukungnya yang menganggap tokoh Hang Tuah bukan hanya sebagai pahlawan budaya, melainkan pahlawan dalam sejarah. Keistimewaan itu memperlihatkan bahwa hikayat diejawantah melalui imajinasi dan latar faktual dengan peristiwa sejarah. Kepercayaan masyarakat ini menjadi kekuatan dalam meningkatkan dan pengembangan literasi budaya.
Grammatical Structures and Relational Dynamics in Sundanese: An SFL Perspective Wachyudi, Kelik; Gunawan, Wawan; Sudana, Dadang; Lukmana, Iwa
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4270.100--108

Abstract

This study aims to describe and identify various types of relational processes found in Sundanese. The analysis is conducted using the perspective of Functional Systemic Linguistics, with a special focus on the transitivity system in the Sundanese language structure. The research method used is a qualitative descriptive approach. The data collection technique in this research is sourced from Mangle magazine. The data analysis technique involves classifying the clauses into attributive and identifying relational processes based on the transitivity system in Functional Systemic Linguistics. The results show that the texts in the Sundanese-language Mangle magazine contain typical Sundanese relational processes. The types of relational processes found are attributive and identifying relational processes. Each of these types is further divided into more specific categories: intensive, possessive, and circumstantial. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi berbagai jenis proses relasional yang terdapat dalam bahasa Sunda. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif Linguistik Sistemik Fungsional, dengan fokus khusus pada sistem transitivitas dalam struktur bahasa Sunda. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini bersumber majalah Mangle. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengklasifikasikan klausa-klausa ke dalam proses relasional atributif dan identifikatif berdasarkan perspektif sistem transitivitas dalam Linguistik Sistemik Fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks-teks dalam majalah Mangle berbahasa Sunda mengandung proses relasional khas bahasa Sunda. Jenis proses relasional yang ditemukan adalah proses relasional atributif dan proses relasional identifikatif. Masing-masing dari kedua jenis proses relasional tersebut selanjutnya terbagi lagi menjadi tipe-tipe yang lebih spesifik, seperti intensive, possessive, dan circumstantial.
NILAI EDUKATIF CERITA “BE JELEG TRESNA TELAGA”: MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA Cokorda Istri Sukrawati
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.187.229-241

Abstract

Penelitian ini membicarakan nilai-nilai edukatif dalam cerita “Be Jeleg Tresna Telaga” sebagai salah satu upaya memperkuat karakter bangsa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam salah satu cerita rakyat Bali, yaitu “Be Jeleg Tresna Telaga”. Kajian nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam cerita itu dianalisis dengan teori pragmatik. Pendekatan pragmatik memberikan perhatian utama terhadap peranan pembaca. Selain itu, pendekatan pragmatik  juga mempertimbangkan implikasi pembaca melalui berbagai kompetensinya. Dengan mempertimbangkan indikator karya sastra dan pembaca, maka masalah-masalah yang dapat dipecahkan melalui pendekatan pragmatik, di antaranya berbagai tanggapan masyarakat tertentu terhadap sebuah karya sastra, baik sebagai pembaca eksplisit maupun implisit dan secara sinkronis maupun diakronis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perpustakaan karena teks yang diteliti telah didokumentasikan dalam bentuk sebuah buku, yaitu kumpulan buku cerita rakyat Bali karya Suparta, berjudul Satua Bali. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat empat penerapan nilai edukatif yang diperoleh dalam cerita rakyat tersebut, yaitu cinta tanah air, demokratis, religius, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut bersifat universal sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter kuat sehingga mampu menghadapi berbagai pengaruh dalam kehidupan dalam era globa saat ini.
Keterampilan Menulis Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review dan Bibliometric Analysis Nurazizah, Siti Alivia; Darmayanti, Mela
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4236.337-358

Abstract

Keterampilan menulis menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang penting dan harus dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar. Dengan menulis siswa dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan literatur keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar dalam rentang tahun 2013-2023 dan juga untuk mengetahui solusi alternatif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) dan analisis bibliometrik. Diperoleh 136 artikel yang berhubungan dengan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar. Artikel-artikel berasal dari database Google Scholar yang dikumpulkan dari aplikasi perangkat lunak Publish or Perish (PoP) dan divisualisasikan dengan bantuan aplikasi Vosviewer. Hasil temuan menunjukkan bahwa penelitian bidang keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar dalam rentang tahun 2013-2023 bersifat fluktuatif dan banyak dipublikasikan pada jurnal Didaktika Dwija Indria. Subtopik yang sering diteliti dalam bidang keterampilan menulis adalah model pembelajaran. Permasalahan yang sering terjadi pada keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar terdapat pada aspek organisasi isi tulisan, tata dan gaya bahasa, struktur dan kosa kata, serta ejaan dan tanda baca. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar yaitu model picture and picture, model TTW, model example non example, model make a match, serta model PAKEM. Dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis yaitu media gambar, powerpoint interaktif, puzzle, serta media pop-up. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka rekomendasi ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih dalam dan luas lagi, khususnya pada kajian upaya dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar.
IDENTITAS BUDAYA DAN NILAI DEMOKRASI DALAM CERITA ASAL USUL TUJUH SUBSUKU MENTAWAI Tri Amanat
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.958.41-60

Abstract

Identitas budaya merupakan suatu hal yang penting dalam masyarakat tradisional seperti Mentawai. Namun, kontestasi antara subsuku seringkali menimbulkan potensi perpecahan dan friksi antara suku dan subsuku dalam masyarakat tradisonal seperti di Mentawai. Melalui sastra khususnya cerita asal-usul nenek moyang dan suku, kami mencoba menggali persoalan identitas dan demokrasi pada tujuh kelompok subsuku di Siberut Selatan. Data pokok yang digunakan dalam studi ini berasal dari cerita asal-usul, baik yang terungkap di dalam mitos, legenda, dongeng, maupun kisah-kisah sejarah yang disampaikan secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis, sebuah pendekatan yang mengutamakan cara pandang penutur asli di dalam memahami fenomena-fenomena budaya. Kerangka teori tentang identitas budaya dan nilai-nilai demokratis diperoleh secara selektif dari pandangan-pandangan ahli di bidangnya. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis data berupa analisis kualitatif dengan subjek kajian tujuh subsuku di Siberut Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan cerita asal-usul nenek moyang dan suku di Siberut Selatan, dapat dijelaskan bahwa masyarakat Mentawai terbuka pada perubahan, religius di dalam menghadapi persoalan-persoalan eksistensial kehidupan, termasuk di dalam relasi mereka dengan Tuhan, sesama, dan alam. Masyarakat subsuku di Siberut Selatan melalui masa transisi dari masyarakat yang tradisional ke masyarakat semi modern yang mengusung nilai demokrasi dalam menyelesaikan konflik secara musyawarah dan mufakat atau menjauh dari konflik horizontal dengan cara membangun tempat tinggal yang baru dan subsuku yang baru. Dengan demikian, patut disadari bahwa di dalam jiwa masyarakat tradisional, telah terbangun identitas budaya dan sistem nilai demokrasi yang tidak kalah dengan masyarakat modern
MAKNA NARASI PERSONA DALAM LIRIK KABANTI KULISUSU Zakiyah Mustafa Husba
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.201.189-204

Abstract

Fenomena laut yang terkandung di dalam sebuah puisi bukan suatu hal yang baru bagi masyarakat pesisir. Sastra dan laut bagi masyarakat pesisir adalah sebuah kenyataan. Semua yang terkandung dalam puisi pada dasarnya merupakan sebuah re eksi dari kebiasaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat penuturnya. Kabanti merupakan salah satu jenis puisi lisan yang dilakukan oleh masyarakat pesisir di Buton Utara. Kegiatan bertutur menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh nelayan di Desa Lantagi, Kulisusu, khususnya sebelum melakukan kegiatan melaut. Salah satu cara untuk mengungkapkan berbagai pengalaman hidup suatu masyarakat dapat dilakukan dengan menganalisis karya-karyanya. Pengungkapan ini tentunya untuk mengetahui cara masyarakat pesisir bersastra, berseni, berkreasi tentang berbagai hal, mengabarkan sebuah peristiwa, menceritakan sebuah pengalaman, dapat diketahui melalui cara-cara penggunaan bahasa penciptanya. Penelitian ini difokuskan pada tanda dan makna yang dianalisis melalui pendekatan semiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan berbagai hal tentang kehidupan nelayan melalui pengalaman persona penyair kabanti. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam Kabanti Kulisusu terdapat sebuah hubungan harmonis antara manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Hubungan ini khususnya ditandai dengan adanya penggunaan simbol dan motif yang menunjukkan ekspresi dan kecintaan manusia pada laut, ungkapan perasaan cinta antara sesame manusia, dan perjuangan hidup manusia dalam memperoleh kebahagiaan. 

Page 5 of 21 | Total Record : 201