cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
REPRESENTASI KOLONIALISME DALAM TJERITA NJI PAINA KARYA H. KOMMER Diah Meutia Harum
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.72.155-169

Abstract

                                                The study describes the life in colonial era using the theory of postcolonialism. This theory is used to reveal the facts of the story in a short story titled Tjerita Nji Paina by H. Kommer about representation and treatment of natives by colonialist society in those days. The short story of Tjerita Nji Paina brings the theme of domination and hegemony against indigenous and women. H. Kommer was one of the writers of the Dutch East Indies who often criticize the Dutch colonial government, especially against sugar businessmen. His works voiced opposition to the sugar businessman who oppressed the indigenous workers from that period. This research try to reveal the image of colonialism through the description of the figures contained in this story by using the theory of characterization. There are three figures described in this study. Each character represents superior and inferior binary opposition in colonial society in the Indies at that time. Furthermore, postcolonial theory from Edward Said used to reveal hegemony and domination of the natives by the Dutch colonials. From the theory used to the Tjerita Nji Paina text it is seen that hegemony and dominance got the legitimacy from the Dutch rulers who deceived the character Niti as subordinates at the sugar factory to hand over his daughters to become “nyai” or concubine to the character of Mr. Briot, his superior at the sugar factory. AbstrakPenelitian yang menggambarkan kehidupan di era kolonialial ini menggunakan teori poskolonialisme. Teori ini digunakan untuk mengungkapkan fakta cerita dalam cerita pendek berjudul Tjerita Nji Paina karya H. Kommer tentang representasi dan perlakuan terhadap pribumi oleh masyarakat kolonialis di masa itu. Cerpen Tjerita Nji Paina membawakan tema dominasi dan hegemoni terhadap pribumi dan terhadap perempuan. H. Kommer adalah salah satu penulis di zaman Hindia Belanda yang sering mengkritik pemerintah pendudukan Belanda, khususnya terhadap kaum pengusaha gula. Karya-karyanya menyuarakan perlawanan terhadap pengusaha gula yang menindas pekerja pribumi di masa itu  Penelitian ini mencoba mengungkap gambaran kolonialisme itu melalui deskripsi tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita ini dengan menggunakan teori penokohan. Ada tiga tokoh yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Setiap tokoh merepresentasikan oposisi biner superior dan inferior dalam masyarakat kolonial di Hindia Belanda pada masa itu. Selanjutnya, digunakan teori poskolonial oleh Edward Said untuk melihat hegemoni dan dominasi terhadap kaum pribumi oleh kolonial Belanda. Dari teori yang digunakan terhadap teks Tjerita Nji Paina terlihat bahwa hegemoni dan dominasi mendapat legitimasi dari penguasa Belanda yang memperdaya tokoh Niti sebagai bawahan di pabrik gula untuk menyerahkan anak gadisnya menjadi nyai atau gundik dari tokoh Tuan Briot, atasannya di pabrik.   
MODALITAS EPISTEMIK PENGUNGKAP PERKIRAAN (SHI) SOUDA DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK Nurfitri Nurfitri; Yuyu Yohana Risagarniwa; Puspa Mirani Kadir
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.144.57-66

Abstract

Konstruksi kalimat bahasa Jepang terdiri atas proposisi medai) dan modalitas( modariti). Modalitas epistemik adalah semua yang menunjukkan sikapepistemik pembicara terhadap informasi atau peristiwa (proposisi). Verba bantu (shi) souda adalah bentuk yang termasuk ke dalam modalitas epistemik dan melekat pada kata dasar (/goki) verba dan ajektiva sehingga bekerja dalam kalimat predikatif ( /jutsugo bun). Secara semantis, verba bantu (shi) souda digunakan untuk mengungkapkan perkiraan pembicara berdasarkan tanda. Verba bantu ini dipadankan dengan adverbia kelihatannya, tampaknya, dan sepertinya dalam bahasa Indonesia. Padanan verba bantu (shi) souda dalam bahasa Indonesia mengalami transposisi karena perbedaan tipologi bahasa. Secara sintaksis, verba bantu (shi) souda berada di belakang proposisi, sedangkan adverbia kelihatannya, tampaknya dan sepertinya dapat berpindah posisi dalam bahasa Indonesia. Secara semantis, verba bantu (shi)souda dengan adverbia kelihatannya, tampaknya, dan sepertinya memiliki kesamaan makna semantis. Verba bantu (shi) souda menunjukkan perkiraan berdasarkan tanda, sedangkan adverbia kelihatannya, tampaknya, dan sepertinya menunjukkan keteramalan inferensial. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari novel Norwegian Wood, Botchan, Shin Suikoden, dan novel karya Kicchin.
FACTORS HINDERING THE ACHIEVEMENT OF ENGLISH COMMUNICATIVE COMPETENCE Sebastianus Menggo; I Nyoman Suparwa; I Gede Astawa
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.235.137-152

Abstract

 English communicative competence is one of the prime preferences for learners in this current century, including tourism academy students. As the consequence, learners are equipped by relevant skills including how to articulate English communicative competence insight effectively. Learners are encouraged to fulfill the of micro and macro components of English communicative competence and minimize the factors hindered to be a competent English speaker. The aims of this research were to analyze the factors hindering communicative competence and disclose the micro and macro component problems of English communicative competence at the fourth semester of hotel department students enrolled in three-year diploma program in Denpasar tourism academy. This was descriptive-quantitative study and involved 30 students and one English lecturer as respondents at this college. Data were collected through in-depth interview, questionnaire, field observation, and students’ English communicative competence document. Then, data were analysed by using software program, Excel Chart Data Series. The result indicates that internal factors were more affecting than external factors and micro components were more complicated than macro components in the students’ English communicative competence.
Storynomics: Intertextuality between Anime Naruto and Branding of a Creative Industry Product I Gusti Ayu Agung Istri Gita Saraswati Jelantik; Ida Ayu Laksmita Sari; I Nyoman Rauh Artana
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.839.94--105

Abstract

This study aims to analyze the relationship between anime Naruto's text and creative and cultural industries in the creative industry products derived from anime Naruto. The method in this study is an informal method. There are three theories used, namely the storynomics theory proposed by Mckee (2018), the intertextual theory proposed by Kristeva (1980), and the semiotic theory proposed by Barthes (1957). Based on the results of the study, it is found that the word Naruto and Konoha village symbols are widely used in promoting a product. In addition, the psychological influence of the Naruto character affects the audience's interest in buying the product. Intertext also plays an important influence in product creation because the products sold are modified items that appear in the anime. Furthermore, the objects in the anime have existed since ancient times, one of which is hitaiate. In Japanese society, hitaiate is more popularly known as hachimaki. This hachimaki is often used by students, craftsmen and supporters of sports competitions. AbstrakPenelitian ini berjudul “Storynomics: Hubungan Intertekstual AnimeNaruto dengan BrandingSebuah Produk Industri Kreatif”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara teks anime Naruto dengan industri kreatif dan budaya yang terkadung dalam produk industri kreatif yang berasal dari animeNaruto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode informal. Teori yang digunakan ada tiga yaitu teori storynomicsyang dikemukakan oleh Mckee (2018), teori intertekstual yang dikemukakan oleh Kristeva (1980), dan teori semiotika yang dikemukakan oleh Barthes (1957). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa banyaknya kata Naruto dan simbol desa Konoha yang digunakan dalam mempromosikan sebuah produk. Selain itu pengaruh psikologi tokoh Naruto mempengaruhi minat audiens untuk membeli produk tersebut. Interteks juga memegang pengaruh penting dalam penciptaan produk karena produk yang dijual merupakan hasil modifikasi dari barang-barang yang muncul dalam anime. Selanjutnya, benda-benda yang terdapat dalam animepada kenyataannya benda tersebut sudah ada sejak zaman dahulu salah satunya adalah hitaiate. Dalam masyarakat Jepang hitaiatelebih populer dengan sebutan hachimaki. Hachimakiini sering digunakan oleh para pelajar, pengerajin kayu dan para pendukung perlombaan olahraga.
STRATA SOSIAL MASYARAKAT JAWA SEBAGAI BAHASA NONVERBAL STATIS : KAJIAN ETNOPRAGMATIK Pranowo Pranowo; Ratna Susanti
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.548.135-150

Abstract

Artikel ini membahas strata sosial masyarakat Jawa sebagai bahasa nonverbal statis yang dikaji secara etnopragmatik. Kajian ini merupakan kajian interdisipliner antara teori etnografi dan pragmatik. Teori etnografi adalah kajian yang menggambarkan budaya suatu masyarakat, sedangkan kajian pragmatik pada dasarnya menggambarkan penggunaan bahasa berdasarkan konteks. Dengan demikian, kajian etnopragmatik adalah kajian penggunaan bahasa berdasarkan konteks budaya masyarakat pemiliknya. Tujuan penelitian adalah menggambarkan wujud, fungsi, dan makna pragmatik yang terdapat dalam strata sosial masyarakat Jawa. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan perekaman. Analisis data dilakukan melalui langkah konkret (a) identifikasi data, (b) klasifikasi data, dan (c) interpretasi data. Temuan hasil penelitian berupa (a) strata sosial tingkat kepriyayian, (b) strata sosial kedudukan seseorang di dalam masyarakat, (c) strata sosial yang diungkapkan secara metaforis, (d) strata sosial dalam memilih jodoh, (e) strata sosial temu trah, dan (d) strata sosial bias gender.This article aims to identify the social strata of Javanese society as a static nonverbal language that is studied ethnopragmatically. This study is an interdisciplinary study of ethnographic and pragmatic theories. The theory of ethnography is a study that describes the culture of a society, while pragmatic studies basically describe the use of language based on context. Thus, ethnopragmatics review is the study of language use based on the cultural context of the owner’s community. The purpose of this study is to describe the form, function, and pragmatic meaning contained in the social strata of Javanese society. The design used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques used were observation, interviews, and recording. The data collection techniques used were carried out for two months (January-February 2020) by recording public speech in the Sleman area of Yogyakarta as a random sampling informant Data analysis was performed through concrete steps, namely: (a) data identification, (b) data classification, and (c) data interpretation. Data validity test was used data triangulation techniques, namely data triangulation and theory’s triangulation. The findings of the research are (a) social strata at the community level, (b) social strata of a person’s position in society, (c) social strata expressed metaphorically, (d) social strata in choosing a mate, (e) social layers of meeting, and (d) social strata of gender bias. Keywords: nonverbal language, ethnopragmatics, social level
BAHASA PERGAULAN SEHARI-HARI ETNIS CINA DI TABANAN I Nengah Sukayana
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.168.25-35

Abstract

Etnis Cina di kota Tabanan hidup membaur dengan masyarakat Bali yang mayoritas menggunakan bahasa Bali sebagai  bahasa ibu. Etnis Cina berusaha menguasai bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Bali. Tulisan ini mengkaji frekuensi dan faktor yang memotivasi etnis Cina di Tabanan menggunakan bahasa Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  frekuensi dan mengetahui faktor-faktor motivasi penggunaan bahasa Bali oleh etnis Cina di Tabanan. Teori yang dijadikan acuan dalam tulisan ini adalah teori fungsional yang dikemukakan oleh Bell. Dalam pengumpulan  data digunakan metode wawancara dengan teknik rekam dan catat, dibantu dengan kuesioner. Dalam analisis data digunakan metode kuantitatif dengan teknik statistik berupa tabel. Dalam penyajian analisis digunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Bali paling kerap digunakan oleh etnis Cina. Faktor yang memotivasi mereka untuk menggunakan bahasa Bali, yaitu lingkungan, mata pencaharian, kemanfaatan bahasa, dan kurangnya penguasaan para leluhur mereka terhadap bahasa Cina.
EKSISTENSI PUISI INDONESIA DI BALI PADA ERA KOLONIAL I Nyoman Darma Putra
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.192.171-182

Abstract

Kontribusi Bali pada masa-masa awal perkembangan sastra Indonesia dikenal sebatas karya-karya Panji Tisna. Hal ini tidak mengherankan karena tahun 1930-an Panji Tisna sudah menulis beberapa novel seperti Sukreni Gadis Bali (1936) yang diterbitkan Balai Pustaka dan menjadi karya klasik yang masih mengalami cetak ulang sampai sekarang. Sebetulnya, di luar karya Panji Tisna ada banyak puisi yang dipublikasikan penulis Bali di media massa seperti Surya Kanta, Bali Adnyana, dan Djatajoe, terbit di Singaraja pada era kolonial, 1920-an hingga awal 1940-an. Makalah ini mengidentifikasi puisi Indonesia penyair Bali yang terbit pada zaman kolonial dan menganalisis tema-temanya dikaitkan secara intertekstual dengan wacana sosial yang berkembang saat itu. Makalah ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, puisi penyair Bali ikut memperkaya khasanah sastra Indonesia pada masa awal pertumbuhannya. Kedua, kehadiran puisi penyair Bali di media massa lokal ikut memperkenalkan sastra nasional di daerah Bali. Ketiga, puisi penyair Bali dijadikan media bagi penulisnya untuk mengartikulasikan kepedulian sosial, misalnya masalah pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan dan kekhawatiran masyarakat Bali yang tidak siap menghadapi dampak pariwisata.  
MODEL REKREASI-PROKREASI BERBASIS CERITA RAKYAT DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI IMAJINATIF Cahyono, Bambang Eko Hari; Hadi, Panji Kuncoro; Lovenia, Rosse Vista
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4412.409-426

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikanimplementasi model rekreasi-prokreasi berbasis cerita rakyat, kemampuan menulis teks narasi imajinatif siswa, dan keunggulan serta kelemahan model rekreasi-prokreasi berbasis cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran, yaitu metode penelitian deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Lokasi penelitian dipilih secara purposif berdasarkan klaster kualitas sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Magetan, SMP Negeri 2 Sukomoro, dan SMP Negeri 2 Poncol. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII pada masing-masing sekolah. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes menulis teks narasi imajinatif, pedoman observasi, dan panduan wawancara. Jenis sumber data yaitu 3 orang guru matapelajaran bahasa Indonesia dan 6 orang siswa danaktivitas kegiatan pembelajaran menulis teks narasi imajinatif. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, dan analisis model interaktif untuk data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa guru telah menerapkan model pembelajaran sesuai dengan sintaksnya. Selain itu, juga ditemukan bahwa kemampuan menulis teks narasi imajinatif siswa tergolong baik dengan diterapkannya model rekreasi-prokreasi berbasis cerita rakyat. Model ini memiliki keunggulan, yaitu dapat mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan, mengembangkan kreativitas siswa melalui berpikir kritis dan mencipta, sedangkan kelemahan yang ditemukan berkaitan dengan masalah teknis dan prosedural.
NILAI BUDAYA DALAM UNGKAPAN IDIOMATIS BAHASA MELAYU JAMBI DIALEK MELAYU BUNGO PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK Dodi Oktariza; Dedi Efendi
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.524.109-120

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai budaya yang ditemukan dalam ungkapan-ungkapan idiomatis bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap,  yaitu tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Metode yang dipilih dalam pengumpulan data adalah metode simak dan cakap dengan beberapa teknik pendukung diantaranya teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik pancing, dan teknik rekam. Pada tahap analisis penulis menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif dengan berpijak dari metode analisis kontekstual dalam menjelaskan makna dari  nilai budaya yang dimaksud dari ungkapan-ungkapan idiomatis tersebut. Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis, penulis memilih   menggunakan metode informal. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam ungkapan idiomatis  bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo mengandung nilai-nilai budaya yang telah lama berkembang di tengah-tengah masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo. Adapun nilai-nilai budaya tersebut secara prinsip mencerminkan sikap atau pandangan hidup  dari masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo  yang dikategorikan baik maupun tidak baik. Selain itu,  ungkapan-ungkapan idiomatis yang digunakan oleh  masyarakat Melayu Jambi dialek Melayu Bungo juga  mengandung ajaran etika, moral, dan sopan santun.
STRUKTUR KETAKSADARAN KOLEKTIF TOKOH UTAMA DALAM NOVEL THE SWEET SINS KARYA RANGGA WIRIANTO PUTRA Alfian Rokhmansyah; Ratna Asmarani
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.321.221-236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur ketaksadaran kolektif tokoh utama (Rei) dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra. Dalam analisis ini digunakan teori kepribadian Jung, yaitu konsep struktur ketaksadaran kolektif dalam jiwa manusia yang meliputi persona, anima-animus, shadow, dan self. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dari analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, tokoh Rei menggunakan persona sebagai cara untuk menyesuaikan diri di lingkungannya. Kedua, shadow dalam diri Rei merupakan pengalaman yang ditolak karena tidak sesuai dengan moral atau norma yang berlaku. Ketiga, tokoh Rei memproyeksikan anima dalam dirinya bukan kepada perempuan tetapi pada sesama laki-laki. Keempat, self dalam diri Rei ditunjukkan dalam bentuk perjuangan untuk mencapai keseimbangan taraf kesadaran dan ketaksadaran saat berpisah dengan pasangannya. Struktur ketaksadaran tokoh Rei memengaruhi kon ik yang terjadi dalam dirinya maupun dengan tokoh yang lain. 

Page 2 of 21 | Total Record : 201