cover
Contact Name
Muhammad Nur Alam
Contact Email
m.nur.alam@unm.ac.id
Phone
+6285294880569
Journal Mail Official
m.nur.alam@unm.ac.id
Editorial Address
Mallengkeri Raya Street, Parang Tambung, District. Tamalate
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Illea
ISSN : -     EISSN : 30898277     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
ILLEA Journal adalah media publikasi ilmiah yang berfokus pada penelitian, kajian literatur, dan pembahasan dalam bidang ilmu kesehatan, seperti kesehatan masyarakat, kedokteran, keperawatan, farmasi, dan bidang terkait lainnya. ILLEA sendiri disadur dari kata ILE yang berarti "obat" dalam bahasa daerah suku To Konjo yang merupakan salah satu suku di bagian selatan dari Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bulukumba bagian timur. ILLEA Journal ini diterbitkan secara berkala oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia) 3 kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Ruang lingkup (scope) jurnal ini mencakup topik-topik spesifik pada bidang kesehatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, kedokteran, ataupun sains kesehatan yang mungkin akan mencakup artikel tentang epidemiologi, kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, biomedis, bioinformatika, farmasi, sains medis, kimia farmasi, kimia klinis, dan lain-lain. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menyebarkan pengetahuan ilmiah terbaru kepada para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan di bidang kesehatan. Jurnal-jurnal ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi penelitian yang dapat diakses dan diverifikasi oleh komunitas akademik. Selain itu, ILLEA juga berperan dalam mendukung inovasi klinis dan kebijakan kesehatan berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Setiap artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini telah melalui proses peer review untuk memastikan validitas dan kontribusinya terhadap literatur ilmiah. Dalam pengelolaan jurnal ini, ILLEA Journal yang diterbitkan oleh ETDC Indonesia bekerjasama secara resmi dengan Universitas Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa yang menaungi beberapa program studi di bidang kesehatan seperti Prodi Kebidanan dan Keperawatan. Kerjasama ini dibuktikan dengan adanya Memorandum of Agreement (MoA) antara pihak ILLEA-ETDC dan pihak Universitas Syekh Yusuf Al-Makassari, Gowa (MoA ILLEA ETDC-USY)
Articles 59 Documents
ANALISIS KONSENTRASI BAKTERI COLIFORM PADA AIR DANAU MAWANG GOWA SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH: ANALISIS KONSENTRASI BAKTERI COLIFORM PADA AIR DANAU MAWANG GOWA SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH Nurjannah Oktorina Abdullah; ST Aisyah Humaerah; Nururrahmah
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.4861

Abstract

Ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan penting di Indonesia, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang belum memadai. Masyarakat di sekitar Danau Mawang memanfaatkan air danau untuk berbagai keperluan domestik dan ekonomi sehingga kualitas air menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Salah satu indikator pencemaran mikrobiologis pada perairan adalah keberadaan bakteri coliform yang dapat menunjukkan adanya kontaminasi dari limbah domestik maupun aktivitas manusia di sekitar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi bakteri coliform pada air Danau Mawang serta menilai potensi danau tersebut sebagai sumber air baku bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium terhadap kandungan bakteri coliform pada sampel air danau, serta pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terkait kualitas air dan sumber pencemaran perairan. Analisis difokuskan pada aspek kualitas mikrobiologi sebagai dasar dalam menilai potensi pemanfaatan Danau Mawang sebagai sumber air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun 1, stasiun 2, stasiun 3, stasiun 4, dan stasiun 5 masih memenuhi standar baku mutu dengan konsentrasi coliform antara 0 CFU/100 mL – 104 CFU/100. Variasi konsentrasi Bakteri coliform ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah domestik. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan pemantauan kualitas air secara berkala untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah risiko terjadinya pencemaran di Danau Mawang.
PREDIKSI PROFIL FARMAKOKINETIK DAN TOKSISITAS SENYAWA STILBENOID MENGGUNAKAN pkCSM Wahyuni Agus; Fauziah Hasdin
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.4945

Abstract

Stilbenoid merupakan kelompok senyawa fenolik bahan alam yang memiliki beragam aktivitas biologis, namun pengembangannya sebagai kandidat obat memerlukan evaluasi farmakokinetik dan keamanan. Penelitian ini bertujuan memprediksi profil farmakokinetik dan toksisitas senyawa stilbenoid menggunakan pendekatan komputasi. Objek penelitian berupa 15 senyawa stilbenoid alami dan turunannya, yaitu Resveratrol, Pterostilbene, Piceatannol, Oxyresveratrol, Pinosylvin, Gnetol, Rhapontigenin, Isorhapontigenin, Dihydroresveratrol, Trans-stilbene, Trimethoxystilbene, Tetramethoxystilbene, Gnetin C, Ampelopsin A, dan Hopeaphenol. Struktur senyawa diperoleh dari PubChem dalam format SMILES, kemudian dianalisis menggunakan pkCSM untuk memprediksi parameter absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas (ADMET). Hasil menunjukkan seluruh senyawa memiliki absorpsi usus tinggi (>85%). Senyawa monomer seperti Pterostilbene, Pinosylvin, dan Trans-stilbene menunjukkan permeabilitas membran, distribusi jaringan, serta penetrasi blood-brain barrier yang lebih baik dibandingkan stilbenoid oligomer. Semua senyawa diprediksi sebagai inhibitor CYP3A4, sedangkan tidak menghambat CYP2D6. Stilbenoid monomer umumnya memiliki clearance lebih tinggi dibandingkan oligomer. Sebagian besar senyawa tidak hepatotoksik dan tidak menyebabkan sensitisasi kulit, meskipun beberapa menunjukkan prediksi mutagenisitas positif. Disimpulkan bahwa Pinosylvin, Piceatannol, dan Pterostilbene merupakan kandidat paling potensial untuk pengembangan lanjutan berdasarkan keseimbangan profil farmakokinetik dan keamanan awal.
Pengaruh Intensitas Paparan Influencer Lingkungan Terhadap Perubahan Kesadaran dan Perilaku Lingkungan Mahasiswa di Kota Makassar ST AISYAH HUMAERAH HUMAERAH; Sri Aenunnisa. M; Ulfatuh Saliha; Norariza; Siti Nuryulandari; Muh. Affif
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5039

Abstract

Perkembangan media sosial memperluas akses informasi lingkungan, namun tidak otomatis mengubah perilaku nyata mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas paparan influencer lingkungan terhadap kesadaran dan perilaku ramah lingkungan mahasiswa di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 26 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat paparan media sosial yang tinggi serta sering terpapar konten influencer lingkungan, yang berdampak pada meningkatnya kesadaran, pemahaman, dan sikap positif terhadap isu lingkungan. Namun, peningkatan tersebut tidak sepenuhnya diikuti oleh konsistensi perilaku, sehingga muncul kesenjangan antara kesadaran dan praktik. Konten yang sederhana dan mudah diterapkan terbukti lebih efektif dibandingkan konten yang kompleks. Dengan demikian, influencer memiliki potensi sebagai agen perubahan, tetapi tanpa strategi komunikasi yang tepat, pengaruhnya cenderung berhenti pada level kesadaran, bukan tindakan nyata.
Implementasi Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Berbasis TEBA Dalam Penurunan Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Suci; Husnul Khatimah; Nurul Annisa; Nahda Amelia; Izzatul Jannah; Dion Septian; Sri Magfirah HS
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5054

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan peningkatan risiko penyakit berbasis lingkungan. Program TEBA (Tempat Olah Sampah Setempat) dikembangkan sebagai upaya pengelolaan sampah dari sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis TEBA dalam menurunkan timbulan sampah serta risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik yang dilaksanakan pada Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan TEBA, sebanyak 66,6% responden menghasilkan sampah organik lebih dari 2 kg per hari, sedangkan setelah penerapan sebanyak 93,3% responden tidak lagi membuang sampah organik. Selain itu, perilaku pemilahan sampah meningkat dari 26,7% menjadi 100%. Penurunan timbulan sampah dan peningkatan pemilahan berimplikasi pada berkurangnya penumpukan sampah, bau, serta media berkembangnya mikroorganisme dan vektor penyakit. Dengan demikian, implementasi TEBA efektif dalam menurunkan timbulan sampah dan berkontribusi terhadap penurunan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths pada Feses Balita Stunting dengan Metode Sedimentasi Menggunakan Ekstrak Ubi Ungu (Ipomoea batatas L.) Subakir Salnus
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5060

Abstract

Masalah kekurangan gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya infeksi Soil Transmitted Helminths (STH). Infeksi kecacingan ini masih banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan dapat berkontribusi terhadap gangguan status gizi serta kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan antosianin dari ekstrak ubi ungu sebagai pewarna alternatif dalam pemeriksaan telur cacing STH pada balita stunting di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan desain observasi laboratorik yang bersifat deskriptif kategorik. Pengumpulan data diawali dengan pemberian kuesioner untuk menentukan responden yang sesuai dengan kriteria penelitian. Dari proses tersebut diperoleh 19 responden balita stunting. Sampel feses kemudian diperiksa menggunakan metode sedimentasi dengan pewarnaan ekstrak antosianin dari ubi ungu. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji statistik frekuensi. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan 4 dari 19 sampel positif mengandung telur cacing Ascaris lumbricoides. Telur fertil ditemukan pada sampel berkode 1 dan 3, sedangkan telur infertil ditemukan pada sampel berkode 8 dan 11. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi kecacingan pada balita stunting di Kecamatan Ujung Bulu dan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, sebesar 21,1%. Selain itu, ekstrak antosianin dari ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai pewarna dalam pemeriksaan telur cacing STH. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya, khususnya dalam bidang parasitologi dan sains kesehatan.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Allamanda cathartica L. terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes sp. dan Culex sp. Subakir Salnus
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5061

Abstract

Pengendalian jentik nyamuk merupakan salah satu strategi penting untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis vektor. Daun allamanda mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin yang berpotensi menimbulkan efek larvasida. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas ekstrak etanol daun Allamanda cathartica L. terhadap mortalitas jentik nyamuk setelah 24 jam pajanan. Penelitian menggunakan desain observasi laboratorik dengan tipe post test-only non-equivalent control group. Ekstrak daun dibuat melalui maserasi etanol 99,8% dan diencerkan menjadi konsentrasi 5%, 15%, 25%, dan 35%; akuades digunakan sebagai kontrol negatif. Setiap kelompok berisi 23 jentik dan pengujian dilaporkan dilakukan tiga kali dengan hasil yang sama. Mortalitas jentik pada kontrol 0% dan konsentrasi 5% adalah 0%, konsentrasi 15% sebesar 8,70%, konsentrasi 25% sebesar 52,17%, dan konsentrasi 35% sebesar 100%. Regresi probit binomial menunjukkan hubungan dosis-respons yang kuat antara konsentrasi ekstrak dan kematian jentik, dengan estimasi LC50 sebesar 23,72%, LC80 sebesar 28,44%, dan LC90 sebesar 30,91%. Ekstrak daun allamanda menunjukkan aktivitas larvasida yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dengan konsentrasi 35% sebagai perlakuan paling efektif dalam kondisi penelitian ini.
REVIEW: POLYCYCLIC AROMATIC HYDROCARBON CONTAMINATION IN MARINE LIFE AND ITS IMPLICATIONS FOR FOOD SAFETY AND PUBLIC HEALTH: REVIEW : KONTAMINASI POLIKLIK HIDROKARBON AROMATIK PADA BIOTA LAUT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEAMANAN PANGAN SERTA KESEHATAN MASYARAKAT Fauziah Hasdin; Wahyuni Agus
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5077

Abstract

Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are persistent organic compounds that extensively contaminate marine environments as a result of anthropogenic activities such as industrial processes, transportation, fossil fuel combustion, and petroleum exploration. The hydrophobic and lipophilic properties of PAHs enable these compounds to accumulate easily in sediments and marine biota tissues, thereby increasing their potential to enter the human food chain. This article aims to examine PAH contamination in marine biota and its impacts on food safety and public health. The study employed a narrative review approach by analyzing scientific publications published between 2015 and 2025 obtained from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases. The review findings indicate that PAHs in marine environments originate from both petrogenic and pyrogenic sources and subsequently accumulate in aquatic organisms through bioaccumulation and biomagnification processes. Exposure to PAHs in marine biota causes oxidative stress, reproductive disorders, tissue damage, and deterioration of aquatic ecosystem quality. Furthermore, the consumption of seafood contaminated with PAHs may increase the risk of cancer, immune system disorders, and other health problems in humans. Therefore, PAH contamination in marine environments represents a serious threat to food safety and public health. Environmental monitoring, pollution source control, and the implementation of stricter food safety regulations are essential to minimize the adverse impacts of PAHs on ecosystems and human health.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR MENGENAI BAHAYA JAJANAN TIDAK SEHAT Puspita Dewi; Nur Afiaty Mursalim
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5134

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi jajanan tidak sehat pada anak usia sekolah dasar menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk kesehatan ginjal. Konsumsi minuman manis, makanan tinggi garam, dan jajanan dengan bahan tambahan pangan berbahaya secara berlebihan dapat meningkatkan beban kerja ginjal dan memicu kerusakan organ tersebut sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa kelas 1 dan 2 SD Perumnas 1 mengenai bahaya jajanan tidak sehat bagi kesehatan ginjal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner pre-test dan post-test kepada responden. Data yang diperoleh dilakukan analisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 82,83 (pre-test) menjadi 94,33 (post-test) atau peningkatan sebesar 13,88%. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori pengetahuan baik. Media video terbukti efektif sebagai sarana edukasi karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Diharapkan edukasi melalui video dapat menjadi strategi promotif-preventif dalam upaya perlindungan kesehatan ginjal anak sejak dini. The habit of consuming unhealthy snacks among elementary school-age children is a serious concern because it has the potential to cause long-term health impacts, including kidney health. Excessive consumption of sugary drinks, high-salt foods, and snacks with harmful food additives can increase the workload of the kidneys and trigger organ damage from an early age. This study aims to determine the level knowledge among first and second grade elementary school students at SD 1 Perumnas regarding kidney health and the importance of kidney protection through educayional video media. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-postest approach involving 30 respondents. Data were analyzed descriptively and presented in the form frequency distribution and percentages for each variable studied. The results showed an increase in knowledge scores from 82.83 to 94.33 or an increase of 13.88%. After all intervention, all respondents were categorized as having good knowledge. Video media proved effective because it was able to convey information attractively and easily understood by elementary school children. Therefore, education through video media is expected to become a promotive-preventive strategy in effort to protect children’s kidney health from an early age.
NANOMATERIAL BERBASIS GRAFENA UNTUK DETEKSI SENYAWA HIDROKARBON AROMATIK POLISIKLIK: REVIEW Satria Putra Jaya Negara; Andi Eka Kartika
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5194

Abstract

Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) merupakan senyawa pencemar organik yang bersifat toksik, mutagenik, dan karsinogenik sehingga memerlukan metode deteksi yang sensitif dan selektif. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan nanomaterial berbasis grafena dalam aplikasi sensor untuk deteksi PAH. Objek kajian meliputi grafena, graphene oxide (GO), reduced graphene oxide (rGO), dan graphene quantum dots (GQDs) yang diaplikasikan pada sensor elektrokimia, fluoresensi, dan surface-enhanced Raman scattering (SERS). Metode yang digunakan berupa studi literatur dari berbagai artikel ilmiah terkait pengembangan sensor berbasis grafena untuk deteksi PAH pada sampel lingkungan dan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa material berbasis grafena memiliki luas permukaan tinggi, konduktivitas listrik yang baik, serta kemampuan transfer elektron yang cepat sehingga mampu meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sensor. Kombinasi grafena dengan nanopartikel logam dan material lainnya menghasilkan batas deteksi hingga tingkat nanomolar serta aplikasi yang baik pada sampel nyata seperti air sungai, partikulat udara, urin, dan produk pangan. Dengan demikian, nanomaterial berbasis grafena merupakan material yang sangat menjanjikan dalam pengembangan sensor modern untuk deteksi PAH secara cepat, sensitif, dan efisien meskipun masih terdapat tantangan terkait stabilitas, selektivitas, dan reproduksibilitas sintesis material
RECONCEPTUALIZING LEARNING MEDIA AS COGNITIVE–PEDAGOGICAL SYSTEMS: MULTIMODAL ENGAGEMENT OF GENERATION Z STUDENTS IN HEALTHCARE MARKETING EDUCATION Jeki Purnomo; Irfan Kurniawan; Azharatul Jannah
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5198

Abstract

Background: The increasing digitalization of higher education has positioned learning media as a central component of instructional design, particularly among Generation Z learners who exhibit strong multimodal and self-regulated learning behaviors. Despite widespread use of printed modules and presentation slides, limited research has examined how these media function as integrated cognitive systems within health administration education. Purpose: This study explores how Generation Z students interpret, use, and combine learning media formats (modules, slides, and blended use) within a Healthcare Marketing course, focusing on their role in shaping cognitive engagement, understanding, and learning strategies. Methods: A qualitative descriptive–interpretive design was implemented using in-depth interviews, optional focus groups, and document review. Data were analyzed through reflexive thematic analysis to identify patterns of media use, pedagogical meaning, and contextual interaction. Results: Students consistently positioned modules as the primary source of conceptual depth and academic reliability, while slides functioned as cognitive scaffolding tools that supported attention and comprehension during lectures. A dominant finding was the emergence of a sequential blended strategy, where students used slides during class and modules for post-class elaboration. Learning effectiveness was further mediated by environmental conditions and instructional delivery, indicating that media cannot be separated from context. Conclusion: Learning media in Generation Z cohorts operate as an integrated cognitive system rather than discrete tools, requiring alignment between media design, instructional delivery, and learning environment. This study contributes to instructional design literature by demonstrating that effective health education must move beyond single-media approaches toward structured multimodal integration grounded in cognitive and contextual realities.Abstrak diketik dengan dua Bahasa secara berurutan, yaitu Indonesia dan Inggris.