cover
Contact Name
Nugra Irianta Denashurya
Contact Email
ndenashurya@faperta.untan.ac.id
Phone
+62816330029
Journal Mail Official
sustainability.nexus@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture
ISSN : -     EISSN : 30908221     DOI : https://doi.org/10.26418/snja
Core Subject : Agriculture,
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture terbit pertama kali pada tahun 2025. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. Fokus utama jurnal ini adalah publikasi hasil penelitian di bidang pertanian, termasuk agronomi, agroteknologi, agribisnis (sosial ekonomi pertanian), ilmu dan teknologi pangan, ilmu tanah, peternakan, dan bidang terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan-temuan ilmiah terbaru yang dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan sektor pertanian, baik di Indonesia maupun secara global. Dengan proses peer review, Sustainability Nexus: Journal of Agriculture menyediakan wadah bagi para peneliti untuk berbagi inovasi dan solusi terkait isu-isu pertanian modern, serta perkembangan teknologi di sektor tersebut. Diharapkan jurnal ini dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Sustainability Nexus: Journal of Agriculture mempublikasi isu utama berupa artikel penelitian, artikel review and semua penelitian dalam cakupan bidang pertanian. Periode terbit jurnal ini pada bulan Maret, Juni, Oktober dan Desember.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2025): December" : 10 Documents clear
Potensi Kewirausahaan Ecoprint: Studi Survei di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Saharani, Rahma; Andayani, Pitri
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99314

Abstract

Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain berbasis alam yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai estetika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, minat, serta potensi kewirausahaan ecoprint di kalangan mahasiswa kehutanan dan usahawan muda. Metode penelitian menggunakan survei kuantitatif deskriptif terhadap 54 responden yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, wirausaha, dan ibu rumah tangga. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup, dan data dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (81,5%) telah mengenal ecoprint, dengan media sosial sebagai sumber informasi utama (40,7%). Minat terhadap produk ecoprint sangat tinggi, ditunjukkan oleh 83,3% responden yang memilih skor 3–4 dari skala 1–4. Faktor utama ketertarikan meliputi keunikan dan nilai artistik (61,1%) serta ramah lingkungan (55,6%). Sebanyak 88,9% responden menilai ecoprint memiliki potensi usaha menjanjikan, dengan target pasar utama wisatawan (50%) dan anak muda (31,5%). Strategi promosi yang dianggap paling efektif adalah media sosial (59,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa ecoprint berpeluang besar dikembangkan sebagai usaha kreatif berbasis bahan lokal dengan mengedepankan strategi pemasaran digital dan desain khas daerah.
Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pare pada Tanah Podsolik Merah Kuning Fany, Ade; Anggorowati, Dini; Darussalam, Darussalam
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98366

Abstract

Tanaman pare (Momordica charantia, L) merupakan tanaman semusim yang bersifat merambat dan termasuk komoditas tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang potensial dikembangkan sebagai usaha tani. Namun, produktivitas tanaman pare di tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) masih rendah akibat tanah yang masam dan miskin hara. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui teknik pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk NPK. Pemangkasan pucuk bertujuan untuk menekan pertumbuhan vegetative tanaman agar tanaman fokus ke pembentukan bunga dan buah, sedangkan pupuk NPK berperan menyediakan unsur hara esensial untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemangkasan pucuk pada ruas yang berbeda dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pare pada tanah podsolik merah kuning. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan pucuk dengan simbol (P) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = pemangkasan pucuk ruas ke-6, p2 = pemangkasan pucuk ruas ke-9, p3 = pemangkasan pucuk ruas ke-12 dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 14 g/tanaman, n2 = 300 kg/ha setara dengan 21 g/tanaman, n3 = 400 kg/ha setara dengan 28 g/tanaman. Hasil penelitian ini adalah diduga interaksi pemangkasan pucuk ruas ke-9 dan pupuk NPK dosis 300 kg/ha setara dengan 21 g/tanaman dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pare yang terbaik pada tanah podsolik merah kuning
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan Biostimulan Ekstrak Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Tanah Aluvial Febriana, Febriana; Surachman, Surachman; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99017

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonium L.) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi.. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Pancaroba Jl Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang,Kabupaten Kuburaya,Kalimantan Barat. Penelitian dimulai pada tanggal 20 Februari 2025 sampai 25 April 2025. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. faktor pertama adalah dosis Pupuk Kandang ayam (a) dan faktor kedua konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut dengan kode (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf.Perlakuan Pupuk Kandang Ayam adalah (a1) 10 ton/ha setara 40 gram/polybag, (a2) 20 ton/ha setara 80 gram/polybag, (a3) 30 ton/ha setara 120 gram/polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut yaitu (b₁) 1 ml / liter air, (b₂) 2 ml / liter air, b₃ 3 ml / liter air. Variabel Pengamatan dalam penelitian ini antara lain :Tinggi tanaman (cm),Jumlah daun per rumpun (helai),Jumlah umbi per rumpun, Jumlah anakan per rumpun Berat umbi segar per rumpun (g) dan Berat umbi kering angin per rumpun (g). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perlakuan pupuk kandang ayam dan biostimulan ekstrak rumput laut memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan/per rumpun, jumlah umbi/per rumpun, berat segar/per rumpun, berat kering angina/per rumpun. 17,44 Berat umbi kering/rumpun tertinggi 29,89 g meningkat 99,26% dibanding perlakuan terendah 15,00 g ,sedangkan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata.
Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan hasil Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada Tanah Aluvial Wahyuni, Anis; Zulfita, Dwi; Simamora, Cico Jhon Karunia
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk KCl yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil rosella pada tanah aluvial. Perlakuan penelitian ini merupakan dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing (P) terdiri dari P1: pupuk kandang kambing 15 ton/ha, P2: pupuk kandang kambing 20 ton/ha, P3: pupuk kandang kambing 25 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (K) terdiri dari K1: pupuk KCl 100 kg/ha, K2: pupuk KCl 150 kg/ha, K3: pupuk KCl 200 kg/ha. Variabel yang amati meliputi Tinggi tanaman (cm), Diameter batang (cm), Jumlah cabang, Umur berhunga (HST), Berat kering tanaman (g), Volume akar (cm ³), Jumlah bunga pertanaman, berat bunga segar per tanaman (g), Berat bunga kering (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ditemukan dosis interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk KCl yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil rosella pada tanah aluvial tetapi interaksi pupuk kandang kambing dosis 25 ton/ha setara dengan 125 g/tanaman dan pupuk KCl dosis 100 kg/ha sudah dapat mengingkatkan pertumbuhan tanaman rosella pada tanah aluvial. Sedangkan interaksi antara pupuk kandang kambing dosis 15 ton/ha setara dengan 75 g/tanaman dan pupuk KCl dosis 100kg/ha setara dengan 25 g/tanaman sudah dapat meningkatkan hasil rosella pada tanah alluvial
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga Terhadap Pemberian Biostimulan Ekstrak Rumput Laut dan KCl Pada tanah Ultisol Archendy, Andre Doggy; Surachman, Surachman; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99396

Abstract

Kubis bunga atau kembang kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) merupakan satu diantara jenis komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini bertujan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemberian biostimulan ekstrak rumput laut dan pupuk KCl untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil terbaik kubis bunga pada tanah ultisol. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis biostimulan ekstrak rumput laut dengan simbol (B) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu B1 = 3 ml/liter air, B2 = 5 ml/liter air, B3 = 7 ml/liter air dan faktor yang kedua adalah KCl dengan simbol (K) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu K1 = 100 kg/ha atau 2,5 g/polybag, K2 = 200 kg/ha atau 5 g/polybag, K3 = 300 kg/ha atau 7,5 g/polybag. Hasil penelitian ini adalah terdapat interaksi biostimulan ekstrak rumput laut 3 ml/liter air dan pupuk KCl 200 kg/ha setara dengan 5 g/polybag dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kubis bunga yang terbaik pada tanah ultisol.
Pengaruh Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Labu Madu pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lala, Maria Elisabet; Syahputra, Edy; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98869

Abstract

Labu madu (Cucurbita moschata L.) merupakan tanaman hortikultura yang kaya akan nutrisi. Pertumbuhan dan hasil labu madu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media tumbuh tanaman. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam memiliki kendala, diantaranya yaitu sifat fisik dan kimia tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan interaksi dari dosis fiber kelapa sawit dan KNO3 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3 masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Adapun perlakuan yang dimaksud yaitu: faktor pertama yaitu Fiber Kelapa Sawit (F) terdiri dari 3 taraf perlakuan, f1 (10 ton/ha setara 468 g/polybag), f2 (20 ton/ha setara 937 g/polybag), f3 (30 ton/ha setara 1.406 g/polybag). Faktor kedua yaitu KNO3 (K), k1 (150 kg/ha setara 7 g/tanaman), k2 (250 kg/ha setara dengan 12 g/tanaman) dan k3 (350 kg/ha setara dengan 16 g/tanaman). Variabel pengamatan yang diamati adalah volume akar, luas daun, berat kering tanaman, panjang buah, diameter buah, dan berat buat per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi fiber kelapa sawit dosis 10 ton/ha setara 468 g/polybag dan pupuk KNO3 dosis 150 kg/ha setara 7 g/tanaman sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil labu madu pada tanah Podsolik Merah Kuning.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Terhadap Aplikasi Pupuk N,P,K dan Giberelin pada Lahan Gambut Pratama, Dian Shanty; Hernowo, Kukuh
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98604

Abstract

Jagung manis (Zea mays, L.) adalah salah satu komoditi tanaman pangan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dosis dan interaksi terbaik antara pupuk N,P,K dengan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berlangsung dari bulan Februari sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktorial. Faktor pertama pupuk N,P,K dengan 3 taraf perlakuan yaitu "p" _"1" = Urea 150 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha, "p" _"2" = Urea 200 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha, "p" _"3" = Urea 250 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha, dan faktor kedua adalah konsentrasi giberelin dengan 3 taraf perlakuan yaitu "g" _"1" = 10 ppm, "g" _"2" = 20 ppm, "g" _"3" = 30 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N,P,K dan konsentrasi giberelin terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Pemberian kombinasi dosis pupuk N,P,K Urea 250 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha dan konsentrasi giberelin 20 ppm memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun terhadap Pemberian Bokasi Klaras Pisang dan Pupuk K pada Tanah Aluvial Yuni, Oktaviani; Anggorowati, Dini; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99078

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah dari famili cucurbitaceae yang populer ditanam oleh petani Indonesia. Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan bokasi klaras pisang. Penelitian ini bertunjuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi klaras pisang dan pupuk KNO3 yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan jalan Sepakat II, di depan asrama Bengkayang, berlangsung selama 3 bulan dimulai dari tanggal 25 april "“ 17 juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokasi klaras pisang (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1= 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, a3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor yang kedua yaitu pupuk kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan k1= 200 kg/ha setara dengan 7 g/tanaman, k2= 300 kg/ha setara dengan 11 g/tanaman, k3= 400 kg/ha setara dengan 15 g/tanaman. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari valume akar, berat kering, diameter batang, jumlah buah per tanaman, diameter buah, Panjang buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara bokasi klaras pisang 10 ton/ha dan pupuk KNO3 200 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk berat buah per buah.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe Merah Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Puyuh dan N, P, K Pada Tanah Gambut Simarmata, Haris Ganda Saputra; Darussalam, Darussalam; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.100109

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah pada tanah gambut dan Mendapatkan interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan tanaman jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 01 Mei sampai 31 Agustus 2024 pada lokasi yang terletak di jl. Parit haji mukhsin 2 Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang puyuh (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk anorganik (n) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah adalah, p1(10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag), p2(20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag), p3(30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag) dan n1(Urea 40 kg/ha, SP-36 35 kg/ha, KCl 37,5 kg/ha setara dengan Urea 0,64 g, SP-36 0,56 g, KCl 0,6 g/tanaman), n2(Urea 80 kg/ha, SP-36 70 kg/ha, KCl 75 kg/ha setara dengan Urea 1,28 g, SP-36 1,12 g, KCl 1,2 g/tanaman), n3(Urea 160 kg/ha, SP-36 140 kg/ha, KCl 150 kg/ha setara dengan Urea 2,56 g, SP-36 2,24 g, KCl 2,4 g/tanaman). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada interaksi pupuk kandang burung puyuh dosis 30 ton/ha dan pupuk 160 urea, 140 SP-36, 150 kg/ha KCl dapat meningkatkan hasil jahe merah yang terbaik pada tanah Gambut.
Pengaruh Bokasi Limbah Lidah Buaya dan Pupuk KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lestari, Lestari; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98824

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi yaitu setiap 100 g bahan mentah terung mengandung 26 kalori, 1 g protein, 0,2 g hidrat arang, 25 IU vitamin A, 0,04 G vitamin B dan 5 g vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi pelepah lidah buaya dan pupuk KNO3 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat II ujung depan Asrama Bengkayang Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 8 Maret 2025 - 21 Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah bokasi pelepah lidah buaya (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1=10 ton/ha setara dengan 50 g/tanaman, b2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/tanaman, b3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/tanaman dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (k) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1= 150 kg/ha setara dengan 6 g/tanaman, k2= 200 kg/ha setara dengan 8 g/tanaman, k3= 250 kg/ha setara dengan 10 g/tanaman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokasi limbah lidah buaya 10 ton/ha dan pupuk KNO3 150 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah PMK.

Page 1 of 1 | Total Record : 10