cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
Perbandingan Komponen Pasang Surut dengan Analisis Harmonik antara Satelit Altimetri Jason-2 dan Jason-3 dengan Stasiun Pasang Surut pada Perairan Jawa Febriansyah, Muhammad Nahdi; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1753

Abstract

Teknologi satelit altimetri memiliki peran penting dalam studi oceanografi pada pengamatan pasang surut. Dalam penelitian ini digunakan satelit altimetri Jason-2 dan Jason-3 untuk menghitung SSH yang di interpolasikan diatas titik normal untuk menentukan 9 konstanta pasang surut di daerah perairan Jawa. Dalam penentuan konstanta pasang surut digunakan analisis harmonik metode Least Square dengan menerapkan frekuensi aliasing karena perbedaan interval waktu pengamatan. Hasil komponen pasang surut yang didapat dibuat Co-Tidal untuk mengetahui persebaran amplitudo dan fase komponen pasang surut. Kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil komponen dari data pengamatan stasiun pasang surut, didapatkan RMSE paling besar yaitu sebesar 0.176 m pada komponen pasang surut P1 dan RMSE terkecil yaitu sebesar 0.018 m pada komponen pasang surut M4.
Analisis Kenaikan Muka Air Laut Terhadap El-Niño Southern Oscillation (ENSO) di Laut Jawa Menggunakan Data Satelit Altimetri Cryosat-2 Naibaho, Loly Kurnia; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1754

Abstract

Kenaikan permukaan air laut atau sea level rise akibat perubahan iklim adalah salah satu masalah serius pada saat ini. Air laut yang bersentuhan langsung dengan wilayah pesisir membuat wilayah tersebut menjadi rentan terhadap lingkungan. Salah satunya Laut Jawa di Indonesia dengan cakupan yang cukup luas akan memberi banyak dampak di wilayah pesisir Pulau Jawa bila adanya kenaikan permukaan laut. Untuk pengamatan tersebut dilakukan perhitungan sea level anomaly (SLA) agar membantu dalam memberi pemahaman permukaan laut serta perubahannya dari waktu ke waktu. Perhitungan SLA menggunakan data dari Satelit Cryosat-2. Cryosat-2 adalah satelit altimetri yang dirancang untuk misi pengamatan lapisan es dan oseanografi yang baik di laut. Serta satelit yang memiliki muatan utama SIRAL (SAR Interferometer Radar Altimetri) dan tingkat akurasi yang sangat baik walaupun tidak memiliki micorwave radiometer. Dari penilitian ini diharapkan mengetahui sea level variability permukaan Laut Jawa dari tahun 2011 sampai dengan 2019. Didapatkan berdasarkan perhitungan regresi linier tren SLA Cryosat-2, Laut Jawa mengalami penurunan sebesar 27,9746 mm dengan laju -3,55 mm/tahun. Hal ini disebabkan oleh fenomena El-Niño Southern Oscillation (ENSO). Hasil perhitungan koefisien korelasi dari detrended sea level anomaly (SLA) dan Multivariate ENSO Index (MEI) adalah -0,6451 yang menandakan korelasi antara keduanya memiliki hubungan cukup namun tidak searah. Semakin tinggi index MEI maka nilai SLA akan semakin rendah di Laut Jawa, begitupun sebaliknya.
Evaluasi Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Semarang Tengah Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Awaluddin, Moehammad; Yuwono, Bambang Darmo; Nugraha, Arief Laila; Amarrohman, Fauzi Janu; Extiana, Kiky; Nugrahanto, Prasetyo Odi
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1755

Abstract

Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Semarang No. 7 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau. Proses penataan ruang terbuka hijau Kota Semarang dalam peraturan tersebut meliputi proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian. Peraturan daerah tersebut berisi antara lain perencanaan luasan ruang terbuka hijau untuk setiap klasifikasi ruang terbuka hijau di setiap kecamatan di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan Citra Satelit World-View 2 tahun 2016 untuk membuat klasifikasi penggunaan lahan ruang terbuka hijau. Hasil klasifikasi Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Semarang Tengah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Semarang No. 7 tahun 2010 sejumlah 11 klasifikasi dengan luas total 75,849 Hektar. Evaluasi hasil klasifikasi Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Semarang Tengah terhadap Peraturan Daerah Kota Semarang No. 7 tahun 2010 menunjukkan empat kawasan yang luasannya memenuhi yaitu perdagangan dan jasa, pendidikan, rekreasi dan olahraga, dan jalur jalan. Sedangkan untuk kawasan sempadan sungai, areal halaman/pekarangan perumahan. areal taman lingkungan permukiman, areal ruang hijau jalan, perkantoran dan fasilitas umum, pemakaman, serta pertamanan dan lapangan belum memenuhi luas rencana pada peraturan tersebut.
Pemetaan Zonasi Kerawanan Banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kabupaten Berau, Kalimantan Timur) Karondia, Loryena Ayu; Fitrian, Rahma; Hizkia, Hizkia
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1756

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana yang seringkali melanda wilayah di Indonesia tidak terkecuali untuk Kabupaten Berau. Kabupaten Berau merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur yang setiap tahunnya seringkali dilanda banjir setiap musim penghujan. Dihimpun dari berita linimasa, bencana banjir seringkali melanda beberapa wilayah di Kabupaten Berau dan berdampak negatif terhadap kondisi infrastruktur, lahan pertanian dan juga perkebunan. Meskipun tidak ditemukan nilai rupiah yang pasti terkait kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir, namun menjadi sangat penting pemetaan zonasi banjir mengingat kejadian banjir di Kabupaten Berau yang terus terjadi setiap tahunnya. Parameter yang digunakan untuk menentukan kerentanan banjir terdiri dari tekstur tanah, curah hujan, ketinggian lahan, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Dari pemetaan parameter kerentanan banjir yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa Kabupaten Berau didominasi dengan kelas kerawanan sedang yaitu seluas 8725,56 km2 atau sebesar 40,16% dari luas wilayah Kabupaten Berau, kemudian kelas kerawanan kurang rawan dengan luas wilayah 5820,76 km2 atau sebesar 26,79%, kerawanan tidak rawan yaitu seluas 3596,39 km2 atau sebesar 16,55%, dan kelas kerawanan rawan seluas 3402,08 km2 atau 15,66%. Sedangkan tingkat kerawanan yang terendah yaitu kelas kerawanan sangat rawan yaitu dengan luas 182,82 km2 atau sebesar 0,84% dari luas wilayah Kabupaten Berau. Dihimpun dari 17 data titik aktual kejadian banjir yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021 di beberapa wilayah di Kabupaten Berau, menunjukkan hasil bahwa area yang masuk dalam kategori zona rawan banjir sesuai dengan kondisi aktual banjir Kabupaten Berau. Peta Zonasi Rawan Banjir Kabupaten Berau yang sudah dihasilkan ini diharapkan dapat menjadi rujukan pihak stakeholder dalam melakukan perencanaan pembangunan dan tindak mitigasi bencana di Kabupaten Berau.
Pengaruh Perubahan Batas Desa Terhadap Alokasi Formula Dana Desa di Kabupaten Melawi Novianti, Febi; Sutanta, Heri
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1757

Abstract

Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu kebijakan di bidang ekonomi. Dalam pembagian ADD terdapat alokasi formula yang berkaitan dengan aspek teknis yaitu perhitungan luas wilayah. Luas wilayah yang valid dapat diperoleh melalui kebijakan satu peta (KSP), akan tetapi Kabupaten Melawi sebagai salah satu Kabupaten yang berada di wilayah Indonesia ternyata masih menggunakan berbagai versi peta dalam praktiknya. Salah satu alasan penggunaan berbagai versi peta ini disebabkan belum adanya batas desa yang bersifat definitif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap berbagai versi peta batas desa yang digunakan dan pengaruhnya tehadap kebijakan alokasi formula dana desa di Kabupaten Melawi. Penelitian ini menggunakan metode overlay melalui sistem informasi geospasial terhadap berbagai versi peta batas Kabupaten Melawi yaitu dari Rupa Bumi Indonesia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Melawi serta Badan Pusat Statistik Indonesia. Berdasarkan penelitian didapati 218 kondisi segmen batas yang sama di antara ketiga peta tersebut, sedangkan 16 segmen hanya berbatasan pada DPUPR dan BPS, 20 segmen hanya berbatasan pada RBI dan BPS, 15 segmen hanya berbatasan pada RBI dan DPUPR, 31 segmen hanya berbatasan pada RBI, 29 segmen hanya berbatasan pada DPUPR, dan 20 segmen hanya berbatasan pada BPS. Kemudian berdasarkan perbandingan luas terhadap data luas wilayah DPMD diperoleh hasil yaitu seluruh desa mengalami perubahan luas wilayah, dengan perubahan tertinggi terjadi pada Desa Balai Agas. Terakhir, terdapat 7 desa pada perbandingan RBI dan DPMD, 6 desa pada perbandingan DPUPR dan 7 desa pada perbandingan BPS yang mengalami perubahan dengan nominal di atas Rp.100.000.000,-. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat terlihat besarnya pengaruh perubahan batas desa terhadap alokasi formula dana desa sehingga penataan batas dan penerapan KSP dalam berbagai kebijakan di bidang spasial perlu segera dilaksanakan.
Deteksi Perubahan Suhu Permukaan Tanah dan Hubungannya dengan Pengaruh Albedo dan NDVI Menggunakan Data Satelit Landsat-8 Multitemporal di Kota Palu Tahun 2013 - 2020 Kurniadin, Nia; Yani, Muhammad; Nurgiantoro, Nurgiantoro; Annafiyah, Annafiyah; Prasetya, F. V. Astrolabe Sian; Insanu, Radik Khairil; Wumu, Romansah; Suryalfihra, Shabri Indra
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1758

Abstract

Gempa yang diikuti tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu pada 28 September 2018. Sejak saat itu, Kota Palu yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, menjadi pusat perhatian dunia. Berbagai kajian dilakukan untuk memperoleh informasi dari berbagai aspek, antara lain aspek terestrial, perubahan tutupan lahan, batuan, dan perubahan iklim. Teknologi penginderaan jauh memberikan kontribusi yang baik bagi proses penelitian, terutama untuk penelitian yang mencakup wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu kajian yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh adalah kajian Suhu Permukaan Tanah (SPT) dengan menggunakan data satelit Landsat-8 multitemporal di Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi SPT Kota Palu dari data satelit Landsat-8 multitemporal (2013-2020) dan hubungan antara LST dengan Albedo dan NDVI. Kanal Merah, Biru, NIR, SWIR1 dan SWIR2 digunakan untuk mendapatkan nilai albedo dan NDVI. Nilai emisivitas tanah dan vegetasi serta kanal termal digunakan untuk menentukan nilai LST. Selanjutnya koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui korelasi antara LST dengan Albedo dan NDVI. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata peta sebaran LST dari tahun 2013 hingga 2020. Dari 30 titik sampel penelitian nilai LST antara 17,00 oC sampai 43,27 oC, rata-rata R2 antara LST dan NDVI adalah 0,657 (korelasi kuat), dan R2 antara LST dan Albedo 0,069 (korelasi sangat lemah).
Analisa Kerentanan Pesisir Kota Semarang menggunakan algoritma CVI (Coastal Vulnerability Index) Karondia, Loryena Ayu; Handoko, Eko Yuli; Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1759

Abstract

Kenaikan muka air laut merupakan salah satu penyebab permasalahan penting yang memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi pesisir juga terhadap ekosistem pesisir. Selain kenaikan permukaan laut, terdapat pula parameter yang membentuk kerentanan pesisir yang meliputi geomorfologi pantai, elevasi daratan di sekitar pesisir, perubahan garis pantai, pasang surut air laut, dan tinggi gelombang. Dihimpun dari berita linimasa, pesisir Semarang seringkali terdampak banjir rob yang menyebabkan area pesisir tergenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa setiap parameter dalam algoritma Coastal Vulnerability Index (CVI) yang berperan dalam membentuk kerentanan pesisir. Algoritma CVI merupakan algoritma yang cukup popular digunakan dalam berbagai macam literatur yang meneliti terkait kerentanan pesisir yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Hal tersebut dikarenakan parameter yang digunakan dalam algoritma CVI mencakup lanskap dari area pesisir berupa geomorfologi, kelerengan, dan juga perubahan garis pantai serta juga interaksi antara daratan yang berada dalam pesisir dengan kenaikan muka air laut, pasang surut air laut, dan tinggi gelombang. Dari pehitungan algoritma CVI didapat hasil bahwa kerentanan pesisir Semarang berada pada kategori sangat tinggi dengan score kerentanan berkisar 45,644. Dimana semua parameter yang ada pada algoritma CVI, menjadikan pesisir Semarang berada pada kategori sangat rentan.
Pemetaan Bahaya Erosi Di Area Lingkar Tambangan Di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Purnama, Syaiful Muflichin; Malolok, Ardhia Reyna Stella
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1760

Abstract

Erosi tanah adalah proses yang terjadi secara alami akibat fenomena geologi yang berhubungan dengan daur hidrologi. Bagian daur hidrologi yang berkaitan dengan terjadinya erosi yaitu limpasan air permukaan. Limpasan air permukaan yang berulang mengakibatkan air melepaskan dan menghilangkan tanah sehingga partikel tanah memburuk. Kabupaten Berau dikenal menyimpan berbagai jenis mineral dan batubara yang terkandung di dalamnya. Formasi geologi yang menyusun sebagian besar adalah batuan sedimen, sehingga cenderung rentan terhadap gerak massa batuan. Ditambah dengan aktifitas pertambangan cut and fill dengan pengambilan material tanah dan kemudian dipindahkan dengan cara ditimbun memiliki risiko terjadinya longsor di area pertambangan maupun di wilayah lingkar tambang.  Melalu metode USLE dan Sistem Informasi Geografis mengidentifikasi distribusi spasial dan menghitung luasan bahaya erosi di wilayah lingkar tambang Kabupaten Berau. Tingkat Bahaya Erosi (TBE) diklasifikasikan menjadi 5 (lima) yaitu tingkat 1 erosi sangat ringan, tingkat 2 erosi ringan, tingkat 3 erosi sedang, tingkat 4 erosi berat, dan tingkat 5 erosi sangat berat. Bahaya erosi level I (sangat ringan) dengan perkiraan kehilangan tanah (soil loss) kurang dari atau sama dengan 15 ton/ha dengan luas area 211.627,5 ha. Kelas ini tersebar di sekitar Kecamatan Tanjung Redeb, Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Teluk Bayur, Kecamatan Gunung Tabur, Kecamatan Kelay, Kecamatan Segah serta dibeberapa titik di Kecamatan Pulau Derawan. bahaya erosi kelas IV (sangat berat) memiliki luasan 8.517,7 Ha terkonsentrasi di beberapa area pertambangan dan lingkar tambang terdekat dari lokasi pertambangan seperti di Kecamatan Tanjung Redeb, Kecamatan Sambaliung, dan Kecamatan Gunung Tabur.  
Analisis Interval Jarak Profil Melintang Terhadap Perhitungan Volume pada Jalan Lurus dan Jalan Berkelok Azzumardi , Ilham Alfin; Budisusanto , Yanto; Yuwono, Yuwono
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1761

Abstract

Kegiatan perhitungan volume galian dan timbunan pada pekerjaan jalan raya umumnya digambarkan pada sebuah gambar profil melintang sesuai dengan rencana perkerasan jalan. Jarak antar profil melintang jalan ditentukan dengan interval jarak tertentu yang diberi tanda dengan notasi STA. Adanya perbedaan interval jarak antar STA di setiap instansi pelaksana proyek akan mempengaruhi nilai volume galian dan timbunan yang diperoleh. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis interval jarak profil melintang dalam perhitungan volume menggunakan metode penampang rata-rata serta pengaruhnya pada jalan lurus dan jalan berkelok. Hasil perhitungan volume pada setiap interval akan dibandingkan dengan data yang dianggap benar. Data perhitungan volume yang dianggap benar adalah hasil perhitungan manual volume data profil interval STA 25 meter. Selisih volume hasil perhitungan dengan volume yang dianggap benar akan dianalisis menggunakan standard deviasi dan uji toleransi ASTM (American Society for Testing and Material) dengan batas toleransi sebesar 2,78%. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, pada jalan lurus memiliki standard deviasi volume cut sebesar 367,350 m3 dan standard deviasi volume fill sebesar 326,187 m3. Sedangkan pada jalan berkelok memiliki standard deviasi volume cut sebesar 80,372 m3 dan standard deviasi volume fill sebesar 227,323 m3. Hal tersebut menunjukkan bahwa, perubahan penggunaan interval dalam perhitungan volume pada jalan lurus memiliki pengaruh yang lebih besar daripada jalan berkelok. Sedangkan pada uji toleransi ASTM, hanya pada interval 25 meter yang memenuhi toleransi. Pada jalan lurus, prosentase selisih volume cut sebesar 0,040% dan volume fill sebesar 0,074%, sedangkan pada jalan berkelok memiliki prosentase selisih volume cut sebesar 0,170% dan volume fill sebesar 1,196%.
Analisis Pembuatan Peta Orthomosaic Menggunakan Perangkat Lunak Open Source WebODM Hapriansyah, Sultan Alifian; Hidayat , Husnul
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1762

Abstract

Fotogrametri merupakan suatu seni dan ilmu sains dalam membuat informasi 3D dari hasil foto. Untuk mendapatkan informasi 3D, software fotogrametri membutuhkan lebih banyak informasi seperti orientasi dan parameter kamera dari foto yang didapatkan dari dua foto atau lebih yang saling bertampalan. Hasil akhir dari proses tersebut berupa lines, surfaces, texture maps, dan model 3D. Pada penelitian yang dilakukan oleh penulis, data yang digunakan adalah data foto udara dan GPS wilayah Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Pasuruan – Jawa Timur. Sofware yang digunakan dalam penelitian ini adalah WebODM versi 2.4.12. Pada dasarnya pengolahan data dimulai dari import images, import control point, build point clouds, build mesh, build terrain model, dan build orthomosaic. Nilai yang didapatkan WebODM untuk RMSe horisontal sebesar 1,841 m dan RMSe vertikal sebesar 1,139 m, dan nilai resolusi WebODM sebesar =6cm/piksel. Berdasarkan hasil penelitian ini, skala dan kelas yang paling sesuai dengan PERKA BIG Nomor 6 Tahun 2018 dan PERKA BIG Nomor 1 Tahun 2020 adalah skala 1:5.000 kelas 2.