cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
Pembangunan WebGIS Untuk Menampilkan Informasi Hotspot Sebagai Bentuk Pemantauan Terjadinya Kebakaran Hutan Dan Lahan Dengan Memanfaatkan Opensource Library Leaflet JavaScript (Studi Kasus: Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan) Lisakiyanto, Diya Rochima; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1763

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan menjadi bencana yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah Pulau Sumatera. Ogan Komering Ilir menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah titik panas penyebab kebakaran hutan dan lahan yang tergolong tinggi setiap tahunnya. Upaya pencegahan penting dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh karhutla pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya dengan membangun suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) sebaran lokasi titik panas/hotspot sebagai bentuk early warning and detection system berbasis web (WebGIS) dengan memanfaatkan data VIIRS Nightfire (VNF) dari teknologi penginderaan jauh satelit Suomi-NPP dengan sensor aktif Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) yang telah diolah dengan algoritma Nightfire. Library dari Leaflet JavaScript berperan penting dalam menambah fungsionalitas dari WebGIS dengan berbagai pilihan plugin yang tersedia dan source code yang mudah dibaca untuk membuat informasi spasial berbasis web yang lebih interaktif. Prototype dari WebGIS dengan nama OKIApi telah berhasil dibangun dan memiliki beberapa fitur utama seperti menampilkan informasi sebaran lokasi titik panas/hotspot yang telah diklasifikasikan berdasarkan temperature; tingkat prioritas pemadaman kebakaran dan tingkat kerawanan area mudah terbakar berdasarkan jenis penutupan lahan; rute menuju lokasi hotspot dan/atau kantor pemadam kebakaran; grafik estimasi luas area terbakar dari source footprint hotspot; dan grafik jumlah hotspot perhari yang telah diklasifikasikan berdasarkan temperature. Nilai presentase kelayakan web untuk uji fungsionalitas sebesar 100% dengan predikat sangat baik, uji usabilitas sebesar 91,5% dengan predikat sangat baik, dan uji portabilitas sebesar 100% dengan predikat sangat baik.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Jalur Alternatif Menghindari Daerah Rawan Longsor (Studi Kasus: Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat) Wardhani, Dena Prapanca; Hariyanto, Teguh; Bioresita, Filsa
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1764

Abstract

Abstrak: Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang cukup sering terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar, diantaranya infrastruktur transportasi berupa jalan dimana salah satu aspek yang penting dan vital untuk mempercepat laju pembangunan nasional. Analisis ini dilakukan dengan cara perhitungan metode skoring dan pembobotan pada parameter-parameter penyebab tanah longsor dengan mengacu pada Katalog Metodologi Penyusunan Peta Geo Hazard milik Badan Informasi Geospasial, serta dilakukan analisis terhadap ruas jalan nasional yang akan terdampak bencana tanah longsor tersebut. Setelah itu dilakukannya penentuan jalur alternatif untuk menghindari bencana tanah longsor tersebut yang berbasiskan Sistem Informasi Geografis (SIG). Terdapat empat parameter utama dalam penentuan potensi tanah longsor dan penentuan jalur alternatif ini yakni tutupan lahan, curah hujan, geologi atau jenis tanah dan kemiringan tanah. Metode pengolahan dengan mempertimbangkan skor setiap kelas parameter dan pembobotan sebesar 20% tutupan lahan, 20% curah hujan, 30% jenis geologi, serta 30% kelerengan tanah akan didapatkan informasi potensi longsor dengan rentang 0,8-1,375 dikategorikan rendah, 1,375-1,95 kategori menengah, 1,95-2,525 untuk kategori tinggi dan rentang 2,525-3,1 untuk kategori sangat tinggi. Melalui hasil potensi tanah longsor tersebut, dilakukan penentuan jalur alternatif menggunakan proximity analysis berbasis SIG. Adanya peta potensi tanah longsor ini serta penentuan jalur alternatif ini dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan terhadap adanya potensi tanah longsor, serta rekomendasi pengalihan jalur apabila terjadi terputusnya akses jalan akibat bencana tanah longsor.
Analisis Perbandingan Nilai Chart Datum Berdasarkan Lama Waktu Pengamatan di Stasiun Pasut Prigi Dewantara, Dany Okta; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1765

Abstract

Menurut riset yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perairan laut selatan Jawa Timur memiliki potensi terjadinya tsunami. Maka dari itu perlu diadakan kajian yang lebih mendalam yang hasilnya bisa dijadikan sebagai data pelengkap untuk menggambarkan kondisi laut pada masa mendatang. Salah satu fenomena yang bisa dijadikan acuan untuk mengetahui kondisi perairan suatu daerah yaitu dengan mengamati pasang surut suatu wilayah perairan, yang dapat diaplikasikan dengan melakukan pengamatan pasut untuk menentukan nilai chart datum di daerah tersebut. Penelitian ini berisi perbandingan nilai chart datum (MSL, HHWL, dan LLWL) dari data 15 hari, satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, dan dua tahun di Perairan Prigi. Metode yang digunakan adalah metode least square. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mempertimbangkan efisiensi pengamatan pasut terutama dalam penentuan durasi pengamatan. Data Stasiun Prigi menunjukkan bahwa lama pengamatan pasut tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai MSL, namun berpengaruh signifikan terhadap nilai HHWL dan LLWL yang dihasilkan. Sehingga nilai prediksi MSL jangka panjang yang baik dapat diperoleh dari Pengamatan selama 15 hari atau satu bulan saja. Sedangkan nilai prediksi HHWL dan LLWL semakin baik ketika pengamatan dilakukan semakin lama. Selisih atau perbedaan nilai MSL terbesar di Stasiun Prigi yaitu 0,63 meter. Lalu perbedaan nilai HHWL terbesar yaitu 1,176 meter. Kemudian perbedaan nilai LLWL terbesar yaitu 1,106 meter.
Studi Pergeseran Koseismik Gempa Pasaman M6.1 2022 Menggunakan Data Pengamatan GPS harian Maulida, Putra; Putra, Rizkiya; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1766

Abstract

Sesar Sumatra merupakan patahan aktif yang telah menyebabkan banyak gempa di sepanjang Pulau Sumatra dalam 15 tahun terakhir. Sesar Sumatra terbagi menjadi 19 segmen yang memanjang dari utara hingga selatan Pulau Sumatra. Setelah gempa besar pada zona subduksi M9.2 Sumatra-Andaman pada tahun 2004, banyak gempa-gempa yang terjadi di sepanjang Sumatra bagian barat. Beberapa gempa ini belum terdefinisi sebelumnya pada sumber gempa di Indonesia terutama gempa dengan sumber di daratan. Gempa Pasaman M6.1 pada tanggal 25 Februari 2022 merupakan salah satu gempa yang belum diketahui sebelumnya. Gempa dengan mekanisme sesar geser ini telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di kota Pasaman, Sumatra Barat. Kami menggunakan data pengamatan dari stasiun GPS yang telah terpasang di barat Sumatra untuk menganalisis pergeseran yang diakibatkan oleh gempa ini. Data pengamatan GPS diolah dengan menggunakan perangkat lunak GAMIT-GLOBK untuk menghasilkan koordinat harian. Selanjutnya dengan menggunakan deret waktu harian, kami mengestimasi pergeseran akibat gempa Pasaman M6.1. Pergeseran sebesar 17 cm ke arah tenggara terjadi pada stasiun CPSM yang terletak 27 km dari epicenter gempa, sedangkan pada stasiun lainnya tidak ditemukan pergeseran yang signifikan. Pada komponen vertikal tidak ditemukan pergeseran yang signifikan menunjukkan bahwa gempa ini murni sesar geser. Hasil analisis dari rentetan foreshock dan aftershock dengan magnitudo lebih besar dari 4.5 menunjukkan bahwa pergeseran dari data harian tidak terkontaminasi oleh gempa-gempa susulan setelah gempa utama dikarenakan pengaruhnya yang tidak signifikan. Hasil perbandingan pemodelan menggunakan model half-space dan data stasiun CPSM menunjukkan adanya potensi deformasi susulan yang dipicu oleh postseismic beberapa jam setelah gempa ini terjadi. Pergeseran koseismik dari data hariannya ini tidak menutup kemungkinan terpengaruh juga deformasi lokal yang mungkin diakibatkan oleh pergerakan tanah.
Pembuatan Model Geoid Lokal Menggunakan Data Gayaberat Airborne dan Model Geoid Global (EGM2008) (Studi Kasus: Pulau Bali) Kusum, Muhammad Rafly Putra; Anjasmara , Ira Mutiara; Pahlevi , Arisauna Maulidyan
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1767

Abstract

Sistem GPS (Global Positioning System) sudah banyak diaplikasikan, terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi. Geoid merupakan permukaan dasar geodesi fisik yang didefinisikan sebagai permukaan ekipotensial yang berhimpit dengan tinggi permukaan laut rata-rata. Geoid juga merupakan referensi tinggi yang dipakai dalam penentuan tinggi orthometrik. Studi kasus yang diambil pada penelitian ini mencakup seluruh wilayah Pulau Bali. Penulis melihat bahwa masih minim informasi ataupun penelitian tentang model geoid Pulau Bali sehingga melakukan penelitian ini. Lokasi yang digunakan dalam penelitian meliputi seluruh wilayah Pulau Bali. Data yang digunakan berupa model geoid global EGM2008 yang mewakili komponen gelombang panjang, DEMNAS Pulau Bali yang mewakili komponen gelombang pendek, dan nilai gayaberat airborne yang mewakili komponen gelombang menengah. Pengolahan komponen gelombang panjang mendapatkan nilai anomali gayaberat sebesar -10mGal hingga 150mGal. Pengolahan komponen gelombang pendek mendapatkan nilai anomali gayaberat yang cukup kecil yaitu sebesar -50mGal hingga 0mGal. Pengolahan komponen gelombang menengah didapatkan nilai Free Air Anomaly (FAA) pada ketinggian terrain sebesar -100mGal hingga 300mGal. Kesimpulan yang didapatkan yaitu data anomali gayaberat free-air di Pulau Bali yang didapatkan dari pengukuran gayaberat airborne dapat dioptimalkan sebagai komponen gelombang menengah dalam proses pemodelan geoid Pulau Bali. Proses pemodelan geoid dilakukan dengan penjumlahan kontribusi dari data model geoid global (EGM2008), data DEMNAS, dan data anomali gayaberat free-air, sehingga dihasilkan model geoid total serta anomali gayaberat dan undulasi geoid pada tiap komponen gelombang. Uji akurasi model geoid total dengan 184 titik jalur validasi di Pulau Bali menghasilkan akurasi sebesar 52.5 cm dengan standar deviasi sebesar 28.9 cm. Nilai akurasi dari model geoid total yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan model geoid global (EGM2008).
Pemodelan Quasigeoid Lokal Bali dari Data Gayaberat Teristris Menggunakan Formula Hotine Triarahmadhana, Bagas; Heiani, Leni Sophia; Putra, Widy
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1768

Abstract

Quasigeoid lokal pulau Bali di definisikan menggunakan persamaan Hotine. Data yang digunakan kombinasi data gangguan gayaberat hasil pengukuran terestris, gayaberat lautDTU17, EGM2008 derajat 360 dan SRTM15dengan berbagai variasi jarak spheris diuji untuk menghasil quasigeoid teliti. Variasi jarak spherisyangdigunakan sebesar 0.1 , 0.3 , 0.5 , 0.7 , 0.9 , 1.1 , dan 1.3 . Quasigeoid dikoreksi dengan fungsi anomali gayaberat Bouguer untuk mendapatkan model geoid. Validasi geoid dibandingkan dengan 154 titik co-site GNSS/sipat datar teliti sepanjang jalur yang menghubungkan stasiun pasang surut laut Celukan Bawang ke Tanjung Benoa. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa geoid dengan jarak spheris 0.9  paling akurat dengan nilai standar deviasi sebesar 20,9 cm. Standar deviasi menunjukkan bahwa terjadi pola penurunan nilai dari jarak spheris 0.3  ke 0.9 . Kondisi tersebut dapat disebabkan karena optimalisasi eliminasi kesalahan trunkasi gangguan gayaberat. Meskipun demikian, penelitian yang lebih komprehensif diperlukan untuk menunjukkan pengaruh hubungan antara jarak spheris dan interval data gayaberat yang tersedia.
Studi Tentang Implementasi LiDAR Pada Perencanaan Jalan Tol Ruas Aceh-Sigli Hayuningsih, Annisa Farida; Setyawan, Afradon Aditya; Wiranata, Halim
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1769

Abstract

Jalan tol merupakan salah satu infrastruktur yang berperan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui program Nawacita, Indonesia membangun infrastruktur jalan tol yang tersebar di seluruh daerah. Pada proses pembangunan jalan tol, diperlukan perencanaan jalur tol yang baik. Teknologi LiDAR merupakan salah satu teknologi penginderaan jauh yang mampu menghasilkan data point clouds obyek-obyek yang dipindai. Kumpulan data point clouds tersebut digunakan untuk membangun Digital Terrain Model (DTM) dan peta kontur. Pada penelitian bertujuan untuk melakukan studi terhadap implementasi teknologi LiDAR pada proses perencanaan jalur tol ruas Aceh-Sigli. Dari penelitian ini dihasilkan akurasi peta kontur yaitu 0.29. Berdasarkan standar Peraturan Badan Informasi Geospasial Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Teknik Ketelitian Peta Dasar, peta kontur dengan interval 1 meter ini termasuk pada kategori peta RBI kelas 2. DTM yang dihasilkan dari penelitian ini mampu menyajikan kondisi topografi lokasi pembangunan jalan tol secara detail. Obyek-obyek yang mampu disajikan oleh DTM pada penelitian ini antara lain, obyek rumah, vegetasi, jaringan kabel, dan infrastruktur lainnya. Informasi obyek yang disajikan oleh DTM tersebut bermanfaat untuk mendesain jalur tol. Berdasarkan hasil penelitian ini, teknologi LiDAR dapat dimanfaatkan untuk memetakan kondisi topografi kawasan pembangunan jalan tol agar jalan tol yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Toll roads are one of the infrastructures that play a role in helping improve the community's economy. Through the Nawacita program, Indonesia builds toll road infrastructure spread throughout the region. In the toll road construction process, good toll lane planning is needed. LiDAR technology is a remote sensing technology capable of generating point clouds of scanned objects. The collection of point clouds is used to build a Digital Terrain Model (DTM) and contour maps. This study aims to conduct a study on the implementation of LiDAR technology in the planning process of the Aceh-Sigli toll road section. From this research, the accuracy of the contour map is 0.29. Based on the standards of the Geospatial Information Agency Regulation Number 6 of 2018 concerning Basic Map Accuracy Technical Guidelines, this contour map with 1-meter intervals is included in the RBI class 2 map category. The objects that can be presented by DTM in this study include houses, vegetation, cable networks, and other infrastructure. The object information presented by the DTM is useful for designing toll roads. Based on the results of this study, LiDAR technology can be used to map the topographic conditions of the toll road construction area so that the resulting toll road has good quality.
Pengaruh Australian Summer Moonson pada Precipitable Water Vapour di Jawa Timur Tahun 2015-2020 Handoko, Eko Yuli; Maulida, Putra; Kurniawan , Akbar; Dermawan, Anak Agung Adhi
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1770

Abstract

Precipitable Water Vapor merupakan parameter iklim penting yang menunjukkan kelembaban yang tersedia di atmosfer dan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi karena terbentuk oleh penguapan/evapotranspirasi dari permukaan ke atmosfer, dapat mengembun menjadi awan dan dapat kembali kembali ke permukaan dalam bentuk presipitasi. Precipitable Water Vapor dapat dipengaruhi fenomena alam seperti siklus monsun. Saat ini, teknologi Sistem Satelit Navigasi Global saat ini dapat digunakan untuk mendapatkan nilai Precipitable Water Vapour. penelitian ini bertujuan menganalisa korelasi pengaruh monsun musim panas Australia dengan variasi PWV di Jawa Timur selama 5 tahun (2015 – 2020). Perbandingan Precipitable Water Vapor hasil pengukuran GPS dengan PWV alat Radiosonde dengan periode dan lokasi yang sama menunjukkan korelasi yang kuat (Corr = 0,9) dengan RSME sebesar 0,02 m. Sedangkan korelasi baik secara spasial dan temporal PWV pada stasiun CORS Jawa Timur bagian timur menunjukkan korelasi yang cukup kuat (Corr = 0.2 hingga 0,6) dengan monsun musim panas Australia dan korelasi semakin lemah pada stasiun CORS Jawa Timur bagian tengah dan barat.
Analisis Pemetaan Skala 1:1000 Menggunakan Data Unmanned Aerial Vehicle (UAV) (Studi Kasus: Waduk Selorejo - Kabupaten Malang) Cahyono, Agung Budi; Handayani, Hepi Hapsari; Nurwatik , Nurwatik
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1771

Abstract

UAV Fotogrametri telah dipergunakan di berbagai sektor, salah satunya adalah untuk pemetaan dasar di Waduk Selorejo di desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah kerjasama Departemen Teknik Geomatika ITS dengan Perum Jasa Tirta I dalam rangka inventarisasi data dan kegiatan Mata Kuliah Kemah Kerja tahun 2022. Akuisisi data foto ini dilakukan dengan menggunakan wahana UAV jenis tipe rotor QuadCopter Dji Phantom 4 Pro sebanyak 3 unit. Berdasarkan pemotretan udara yang dilakukan di area wisata Waduk Selorejo, didapatkan hasil sebanyak 678 buah foto udara. Wilayah pemetaan mencakup bagian Selatan wilayah Waduk Selorejo. Perencanaan kontrol koordinat dilakukan terhadap 4 GCP (Ground Control Point) dan misi terbang pada 4 buah misi terbang. Misi terbang 1 dan 2 digunakan untuk pengolahan Blok I, misi terbang 2 dan 3 digunakan untuk pengolahan Blok II, serta misi terbang 3 dan 4 digunakan untuk pengolahan Blok III. Didapatkan hasil tinggi terbang rata-rata adalah 150 meter hingga didapatkan nilai Ground Sampling Distance (GSD) 4.23 cm/piksel. Dari hasil pengolahan data, didapatkan Circular Error (CE) 90% senilai 0.0602 meter dan memenuhi standar ketelitian peta RBI yang berada di rentang skala 1:1000 dan 1:2500 berdasarkan perka BIG No. 6 Tahun 2018.
Pembuatan Peta Wisata Waduk Selorejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur Yuwono, Yuwono; Pratomo, Danar Guruh; Pribadi , Cherie Bhekti; Khomsin, Khomsin; Kurniawan, Akbar; Anjasmara , Ira Mutiara
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1772

Abstract

Sektor pariwisata dapat mendatangkan pemasukan untuk suatu daerah dan juga berakibat positif bagi masyarakat sekitarnya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Di Indonesia sangat banyak destinasi wisata, baik wisata alam, wisata budaya, wisata pendidikan, dan sebagainya.Waduk Selorejo merupakan salah satu objek wisata yang berada di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waduk ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta. Objek wisata disini lebih tepat sebagai wisata keluarga. Pengelola yang dalam hal ini Perum Jasa Tirta berusaha untuk meningkat jumlah kunjungan wisata, salah satunya dengan menggelar pagelaran yang disukai dan diminati rakyat. Promosi pariwisata dilakukan dengan harapan memberikan hasil yang memuaskan pengunjung dan kontribusi pendapatan yang dapat membantu perusahaan untuk mempertahankan fungsinya sebagai pengelola infrastruktur sumber daya air. Selain untuk wisata, waduk juga untuk irigasi, PLTA, keperluan sehari hari masyarakat hilir yang membutuhkan air. Mengingat pentingnya fungsi waduk ini dan untuk menjaga kerbelangsungan kondisi air waduk dari pendangkalan misalnya, juga untuk membantu perencanaan pengembangan secara fisik daerah wisata ini, tentu dibutuhkan peta. Peta yang dapat menggambarkan integrasi antara kondisi daerah darat dan kondisi waduk (perairan) tersebut dapat dibuat integrasi dari Peta Topografi dan Peta Batimetri. Metode yang digunakan pada pembuatan Peta Topografi adalah dengan mengukur kondisi topografi daerah tersebut dengan peraltan Total Station, GPS, dan Waterpass. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan koordinat. Selanjutnya koordinat diplot dengan skala tertentu yang diberi keterangan atau infomasi tambahan untuk menjadikan Peta Topografi. Untuk pembuaatan Peta Batimetri, pada prinsipnya sama tahapannya dengan pembuatan peta topografi, namun peralatan yang digunakan adalah alat ukur kedalaman dasar perairan (Echosounder) dan untuk positioning digunakan Global Positioning System (GPS). Integrasi dari dua peta ini akan dibuat Peta Wisata yang dapat membantu Pengelola Waduk Selorejo untuk memonitoring waduk dan juga untuk bahan pengembangan fisik daerah tersebut.