Medical Journal of Soeradji
Medical Journal of Soeradji (MJS) merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dengan akses terbuka (open access) yang diterbitkan oleh RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian asli (original research article) dan laporan kasus (case report) yang relevan di bidang kedokteran dan kesehatan. Fokus utama jurnal ini adalah menyebarluaskan ilmu pengetahuan berbasis bukti (evidence-based medicine) untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien. Bidang dan Tema Publikasi Medical Journal of Soeradji menerima naskah dari berbagai disiplin ilmu kesehatan dengan pembagian tema sebagai berikut: 1. Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Dasar Bidang ini mencakup penelitian dan laporan kasus yang berkaitan dengan: * Biokimia, biologi molekuler, dan genetika kesehatan * Anatomi, fisiologi, farmakologi, dan patologi * Mikrobiologi, parasitologi, imunologi, dan bioteknologi medis * Penelitian dasar yang mendukung pengembangan diagnostik, terapi, atau teknologi kesehatan 2. Ilmu Klinik dan Praktik Pelayanan Kesehatan Bidang ini mencakup penelitian dan laporan kasus di berbagai bidang layanan medis dan keperawatan, antara lain: * Penyakit dalam, Bedah, Anak, Kebidanan dan kandungan, Saraf, THT, Mata, Kulit dan kelamin, Jiwa, Radiologi dan Forensik. * Keperawatan medikal-bedah, maternitas, anak, gawat darurat, dan komunitas * Farmasi klinik, fisioterapi, dan pelayanan gizi klinik * Diagnosis, terapi, manajemen kasus klinis, serta evaluasi efektivitas dan keamanan terapi berbasis bukti 3. Pendidikan dan Pengembangan Profesi Kesehatan Bidang ini berfokus pada inovasi dan pengembangan sistem pendidikan tenaga kesehatan, meliputi: * Kurikulum dan metode pembelajaran di pendidikan kedokteran dan tenaga kesehatan * Evaluasi kompetensi, asesmen klinis, dan pengembangan profesional berkelanjutan * Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan pelatihan klinis * Etika, profesionalisme, dan peningkatan mutu pendidikan di bidang kesehatan 4. Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Bidang ini menyoroti aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, antara lain: * Epidemiologi penyakit menular dan tidak menular * Manajemen dan kebijakan sistem kesehatan * Keselamatan pasien, mutu layanan, dan surveilans penyakit * Kesehatan lingkungan, gizi masyarakat, serta perilaku dan promosi kesehatan 5. Riset dan Inovasi Pelayanan Kesehatan Bidang ini mencakup pengembangan dan penerapan inovasi di berbagai aspek sistem pelayanan kesehatan, seperti: * Inovasi teknologi medis, digitalisasi layanan, telemedicine, dan rekam medis elektronik * Optimalisasi prosedur diagnostik, tata laksana, atau sistem rujukan * Peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan manajemen fasilitas kesehatan * Pengembangan model pelayanan interprofesional lintas profesi kesehatan
Articles
22 Documents
Dislokasi Patella Lateral Pada Anak Perempuan Usia 15 Tahun : Studi Kasus
Pulungan, Ndilalah;
Hidayatullah, Rona;
Ramadan, Mohamad Alif
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/sc2fna29
Latar Belakang : Dislokasi patella merupakan bagian dari subluksasi intermiten hingga dislokasi yang ditandai dengan deformitas dan keterbatasan gerak pada lutut. Prevalensi dari dislokasi patella sebesar 2% hingga 3% dari keselurahan kasus cedera lutut yang berpotensi mengarah ke dislokasi patella, kasus ini sering kali terjadi pada perempuan usia muda. Penyebab tersering dari kasus ini adalah cedera ligament Vastus Medial Oblique (VMO) dan Medial Patellofemoral (MPFL). Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memaparkan terkait kasus dislokasi patella yang cukup langka dan manajemen operatif pada pasien Deskripsi Kasus : Seorang Perempuan usia 15 tahun jatuh bertumpu pada kaki kanan dan jatuh hingga ke lantai. Segera setelah kejadian, pasien merasakan nyeri pada lutut kanan. Pada pemeriksaan fisik lokalis didapatkan adanya beberapa tanda dislokasi. Pada pemeriksaan rontgen genu dextra posisi antero-posterior, didapatkan adanya dislokasi patella mengarah ke bagian lateral dari genu dextra. Selanjutnya dilakukan tindakan operatif oleh dokter ortopedi. Tindakan operatif yang dilakukan yakni reposisi patella dan repair VMO ligament. Kesimpulan : Pemilihan tindakan operatif berupa repair VMO ligament dapat menurunkan morbiditas dislokasi berulang pada patella dan mempercepat penyembuhan dengan bantuan rehabilitasi post operatif Kata Kunci : Dislokasi, Patella, Operatif, VMO Ligament
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Bayi Sungsang di RS Soeradji Tirtonegoro : Studi Kasus
Santoso, Shifa Aliffiana;
Permatasari, Devi;
Elsera, Chori;
Hamranani, Sri Sat Titi
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 2 (2024): MJS (Desember)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/qf4m8y61
Latar Belakang: Kehamilan sungsang merupakan kondisi letak janin memanjang dengan kepala berada di fundus uteri dan bokong berada di dasar rongga rahim. Prosedur Sectio Caesarea merupakan prosedur yang cepat dan mudah, namun memiliki bahaya komplikasi. Upaya perawatan umum yang dilakukan perawat di Ruang Melati 1 terhadap pasien pasca operasi Sectio Caesarea secara komprehensif untuk menjamin keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi. Deskripsi Kasus : Kedua pasien menjalani operasi Sectio Caesarea dan mengalami nyeri, kelelahan, serta kecemasan pasca persalinan. Kasus pertama melahirkan secara darurat setelah gagal melahirkan spontan dan mengalami perdarahan dan anemia, sedangkan kasus kedua menjalani operasi karena kontraksi palsu dan kesulitan menyusui karena mastitis. Kedua pasien menerima terapi obat, dan intervensi keperawatan fokus pada pencegahan perdarahan, infeksi, manajemen nyeri, serta edukasi. Evaluasi dilakukan selama 3 hari, menunjukkan perbaikan kondisi keduanya. Kesimpulan: Penelitian kasus asuhan keperawatan pada ibu post Sectio Caesarea di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten mengidentifikasi masalah utama seperti nyeri, risiko infeksi, gangguan mobilitas, dan kecemasan. Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas, dan risiko infeksi, dengan tambahan masalah menyusui dan perdarahan pada beberapa kasus. Intervensi selama tiga hari, termasuk observasi, terapi, edukasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, berhasil memperbaiki kondisi pasien, menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, dan mengurangi kecemasan
Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten
Wulandari, Gesti;
Zukhri, Saifudin;
Sat Titi Hamranani, Sri;
Noor Khayati, Fitriana
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 2 (2024): MJS (Desember)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/zs49r750
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit ginjal tahap akhir yang disebabkan oleh hilangnya fungsi tubuh untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan, elektrolit sehingga mengakibatkan tingginya kadar ureum dalam darah yang membutuhkan terapi hemodialisa. Hemodialisis merupakan pengobatan seumur hidup yang sering menimbulkan dampak buruk pada pasien terutama kesehatan mental. Dampaknya bisa menimbulkan komplikasi yang berkepanjangan, penurunan produktivitas dan perubahan mood negative. Persepsi penderita tentang kualitas hidupnya yang semakin buruk dapat memperberat penyakitnya Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode: Jenis penelitian ialah deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 138 orang. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Metode analisis yaitu dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 69 responden (50,0%) memiliki kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik, 57 responden (41,3%) memiliki kualitas hidup baik pada domain psikologis, 63 responden ( 45,7%) memiliki kualitas hidup sedang pada domain hubungan sosial, dan 81 responden (58,7%) memiliki kualitas hidup baik pada domain lingkungan. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien hemodialisis dalam kategori baik dengan presentase (52,2%)
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Bahaya Anemia
Nur Indranettasa, Anes;
Elsera, Chori;
Agustiningrum, Ratna;
Sawitri, Endang
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 2 (2024): MJS (Desember)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/0m2fgv67
Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil sangat berisiko terhadap kehamilan dimana anemia dapat mengakibatkan bahaya pada saat hamil, melahirkan, nifas dan terhadap janin. Bahaya anemia pada kehamilan di Indonesia masih cukup tinggi. Data terakhir tahun 2022, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil adalah sebesar 86,2% dan prevalensi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Klaten adalah sebesar 9,19%. Salah satu faktor yang mempengaruhi pada kehamilan yaitu pengetahuan ibu tentang bahaya anemia. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia di RSU ‘Aisyiyah Klaten. Metode : Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional pada 93 responden dengan waktu 3 hari. Hasil : Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia adalah baik yaitu sebanyak 58 responden (62,4%), Pengetahuan ibu cukup sebanyak 30 Responden (32,3%), sedangkan pengetahuan ibu kurang hanya 5 responden (5,4%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia di RSU ‘Aisyiyah Klaten dalam kategori baik.
Fraktur Pelvis Young Burgess Antero Posterior Compression (APC) Tipe I : Studi Kasus
Salsabila, Sajidah;
Pulungan , Ndilalah;
Hidayatullah, Rona
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/ahfpes44
Latar Belakang : Fraktur pelvis atau cedera pelvis secara umum disebabkan oleh trauma energi tinggi, kecelakaan lalu lintas atau terjadi setelah jatuh dari ketinggian. Fraktur pelvis dapat terisolasi atau berhubungan dengan cedera ortopedi lain atau cedera organ lainnya Pada pasien dengan polytrauma, cedera pelvis tidak jarang terjadi.1,2,3 Kejadian fraktur pelvis dilaporkan sekitar 2% dan 8% dari seluruh kasus patah tulang. Frekuensi frakur patah tulang pada pasien multiple trauma mencapai 25%.4 Deskripsi Kasus : Seorang wanita usia 20 tahun datang setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas mengendarai sepeda motor menabrak pohon kemudian jatuh ke jurang. Pasien mengeluhkan nyeri di pubis dan selangkangan. Pemeriksaan radiografi pelvis proyeksi AP (gambar 1) didapatkan hasil bahwa terdapat fraktur ramus superior pubis sinistra dan suspek subluksasi joint dextra menyebabkan mild diastasis pubis. Pasien didiagnosis fraktur pelvis young-burgess APC 1. Kemudian pasien dilakukan tatalaksana definitive ORIF dan repair tendon. Kesimpulan : Cedera pelvis mencakup spekturm cedera yang luas, mulai dari cedera energi rendah hingga energi tinggi. Cedera energi tinggi dapat menyebabkan lesi pelvis displaced dan berkaitan dengan penyebab morbiditas dan mortalitas. Sistem klasifikasi Young-Burgess banyak digunakan dalam kasus cedera pelvis karena dapat memandu tatalaksana awal dan fiksasi definitive. Tatalaksana awal dilakukan dengan pemasangan pelvic binder. Tatalaksana definitive cedera pelvis membutuhkan stabilisasi anterior dan/atau fiksasi posterior tergantung tipe cedera. Kata Kunci : Pelvis, Fraktur Young-Burgess
Pengaruh Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Kejadian Stunting
Lidiana, Exda Hanung;
Hartutik, Sri
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/23d6q488
LATAR BELAKANG: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat malnutrisi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar. Angka stunting di Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia dan peringkat kedua di Asia Tenggara. Berdasarkan data akhir Januari 2021 yang diperoleh dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, persentase kasus stunting di Solo masih sekitar 2,77% dari total 31.453 balita di Solo dengan jumlah 1.059 kasus TUJUAN: untuk mengetahui pengaruh sosial ekonomi keluarga terhadap stunting di wilayah kerja DKK Surakarta. METODE: metode penelitian kuantitatif menggunakan Metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectionaldengan jumlah sampel 96 responden. HASIL: Mayoritas pendapatan lebih dari 2 juta sebanyak 62%, pendidikan mayoritas SMA sebanyak 47,0%, pekerjaan mayoritas sebanyak swasta 8% sedangkan kejadian stunting mayoritas tidak mengalami stunting sebanyak 91,7% dan terdapat pengaruh pendidikan terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Surakarta dengan nilai p 0,000. KESIMPULAN: Terdapat pengaruh pendidikan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Kata Kunci : Stunting, Keluarga, Sosial ekonomi
Pendekatan Model Adaptasi Roy dalam Pengkajian dan Diagnosis Keperawatan pada CAD-3VD pro CABG: Studi Kasus
Nugroho, Rico Maulana;
Herawati, Tuti;
Adam, Muhammad;
Irianti, Ana Dwi
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 2 (2024): MJS (Desember)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/r78crb50
Latar Belakang: Penyakit jantung dan pembuluh darah menyebabkan kematian paling tinggi di seluruh dunia. Penyakit jantung koroner seringkali secara cepat merenggut nyawa. Berbagai tatalaksana mulai dari terapi obat hingga bedah pintas koroner dapat dilakukan. Bedah pintas koroner seringkali menjadi opsi final ketika intervensi koroner perkutan belum berhasil merevaskularisasi infark miokard. Banyak hal yang harus pasien dan keluarga pertimbangkan dalam informed consent tindakan ini. Pengkajian keperawatan komprehensif mencakup fungsi fisiologis, konsep diri, peran, dan interdependensi melalui pendekatan Model Adaptasi Roy (MAR) sangat dibutuhkan untuk mendapatkan data pasien secara lengkap dan menegakan diagnosis keperawatan yang tepat. Deskripsi Kasus : Pasien Tn. A, laki-laki, 66 tahun dengan datang dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas. Selanjutnya pasien dilakukan kateterisasi koroner dan didapatkan Coronary Artery Disease with 3 Vessels Disease post failed Percutaneous Coronary Intervention in Left Anterior Descending with Chronic Total Occlusion (CAD-3VD Failed PCI LAD CTO) dan direncanakan tindakan lanjut operasi bedah pintas koroner (CABG). Kesimpulan: Hasil pengkajian menunjukkan data fungsi fisiologis dan ketiga fungsi psikososial pasien beserta stimulus fokal, kontekstual, dan residual, sehingga didapatkan 17 diagnosis keperawatan. Pengkajian keperawatan dengan pendekatan MAR membantu perawat dalam menegakkan diagnosis berpusat pada pasien dan keluarga. Di masa mendatang pengembangan digitalisasi pengkajian MAR dengan peningkatan kecerdasan buatan dapat memfasilitasi perawatan pasien secara utuh.
Hubungan Turnover Time Dengan Utilitas Kamar Operasi Di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Hasan, Rais;
Maria, Alvin;
Yunardhianto, Farizal
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/2q64td38
LATAR BELAKANG: Salah satu indikator mutu kamar operasi adalah utilisasi yang merupakan indikator dalam manajemen operasional kamar operasi. Tingkat utilisasi kamar operasi memiliki dampak besar pada produktivitas, pekerja dan kepuasan pasien. Adapun utilisasi kamar operasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu turnover time TUJUAN: Mengetahui hubungan antara turnover time dengan utilitas kamar operasi dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kepuasan pasien. METODE: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan waktu pengambilan data mulai dari Mei hingga Juli 2024. HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata utilisasi kamar operasi pada bulan Mei-Juni 2024 sebesar 73.40%. Sebagian besar kamar operasi memiliki turnover time dalam kategori baik (72.22%). Terdapat hubungan antara turnover time dan utilisasi kamar operasi (p value<0.05). KESIMPULAN: Gambaran utilisasi kamar operasi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro masih kurang efektif, tetapi turnover time kamar operasi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sudah baik. Kata Kunci : Utilisasi, turnover time, kamar operasi
Efek Terapi Bermain Terhadap Tingkat Kecemasan Pre-Operatif Anak Usia Prasekolah Dengan General Anestesi Di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Dwi Wahyuningsih, Noviani;
Sari, Intan Monita
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/h7vnn382
LATAR BELAKANG: Gangguan kecemasan pada anak yang akan menjalani tindakan pembedahan masih menjadi masalah yang cukup signifikan, 75% anak yang dirawat di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten menunjukkan perilaku kurang kooperatif terhadap tindakan medis yang akan dilakukan. Meskipun rumah sakit ini telah banyak menangani kasus bedah pada anak, intervensi terapi bermain untuk mengurangi kecemasan pre- operatif belum pernah dilakukan TUJUAN: Mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan pasien anak pra sekolah pre operatif dengan general anestesi di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. METODE: Jenis penelitian pra eksperimen dengan desain One Group pretest and posttest design. Sampel penelitian sejumlah 40 responden dilakukan dengan teknik consecutive sampling, menggunakan instrument kecemasan SCAS-P (skala kecemasan anak pra sekolah). Pengambilan data dilakukan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten pada bulan April- Agustus 2024. HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan terapi bermain, gangguang cemas mengalami penurunan skala gangguan cemas yaitu kecemasan ringan menjadi sebanyak 72,5%, kecemasan sedang sebanyak 17,5%, kecemasan berat sebanyak 10%. Berdasarkan hasil uji t-test diketahui tingkat signifikansi nilai p = 0,000 (p < 0,05) sehingga ada pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan anak pra sekolah pre operatif dengan general anestesi di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. KESIMPULAN: Pemberian tindakan terapi bermain berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasa anak usia pra sekolah pre operatif dengan general anestesi di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Kata Kunci : terapi bermain, kecemasan, pra sekolah, general anestesi
Gambaran Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral (ARV) Pada Pasien HIV AIDS Di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
Aurellia , Shafa Andhanie;
Putri, Arithasari
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 2 No 1 (2025): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70605/9jmvyj02
LATAR BELAKANG: HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan menjadi penyebab utama kematian. Terapi antiretroviral (ARV) menjadi pengobatan utama yang efektif dalam menekan jumlah virus dalam tubuh dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Namun, keberhasilan terapi sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin. Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan resistensi obat, peningkatan risiko penularan, dan memperburuk kondisi pasien. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tingkat kepatuhan ODHA dalam mengonsumsi ARV TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) penderita HIV/AIDS di Klinik VCT CST dr. Soeradji Tirtornegoro. METODE: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan responden berjumlah 42 responden. Cara pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada responden menggunakan kuesioner SMAQ (Simplified Medication Adherence Questionnare). HASIL: Hasil penelitian didapatkan tingkat kepatuhan ODHA dalam minum obat ARV di Klinik VCT RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sebanyak 31 orang (73,81%). Tingkat kepatuhan tertinggi ditemukan pada responden dengan pendidikan terakhir SMA/SLTA (84%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (81,82%), dan lama terapi lebih dari 1 tahun (78,26%). KESIMPULAN: Tingkat kepatuhan ODHA di Klinik VCT RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sebesar 73,81%. Kata Kunci : ODHA, Antiretroviral (ARV), Kepatuhan, SMAQ