cover
Contact Name
Novi Paramitasari MS
Contact Email
apmabhm@gmail.com
Phone
+6285732799688
Journal Mail Official
apmabhm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Taman Praja No.25, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077083     DOI : https://doi.org/10.47575/apma
APMa Journal Pengabdian Masyarakat publishes articles on: Community Development Community Based on Research Community Service Learning
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2: Juli 2024" : 8 Documents clear
Mengatasi Tantangan Gizi: Peran Kunci Masyarakat dalam Pencegahan Stunting Solikhah; Nindy, Vigita
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.575

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memerangi stunting. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan terkait Mengatasi Tantangan Gizi melalui Peran Kunci Masyarakat dalam Pencegahan Stunting. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 6 Februari 2024.  Kegiatan  dihadiri 15 orang di Dusun Nglinggo Timur, Pagerharjo, Kecematan Samigaluh,  Kabupaten Kulon Progo DIY,  yang  dilaksanakan  di  rumah  kepala  dusun. Tim PkM terdiri  satu ketua PkM dan  dibantu  oleh  9  mahasiswa  Kuliah  Kerja  Nyata  Reguler  119  dari unit  ditempatkan  di Nglinggo Timur, Pagerharjo  Kecamatan Samigaluh,  Kabupaten Kulon Progo DIY. Kegiatan PkM ini berjalan lancar, dan masyarakat terlibat aktif dalam penyuluhan, seperti yang ditunjukkan oleh diskusi interaktif peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa masyarakat lebih tahu dan tahu bagaimana mencegah stunting dan bahwa mereka semakin peduli dengan pengelolaan bahan pangan. Kedepan, edukasi terus dilakukan secara kontinyu untuk emnurunkan angka stunting.
Penyuluhan Kesehatan Mental sebagai Upaya Promotiv Preventif Kesehatan Mahendra, Pipiet; D Saing, Sitti Nur Masyithah; Khafid, Yudis Asfar; Rhomadon, Ashari; Poniasih, Ami; Saleh, Ria Amelia; Hakim, Anisa Al; Putri, Irkhamni Nabila Amalia; Djannah, Sitti Nur; Solikhah, Solikhah
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.578

Abstract

Kesehatan mental seseorang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, di mana keadaan mental yang sehat tidak terlepas dari kesehatan fisik yang baik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental tidak hanya mengacu pada tidak adanya penyakit, tetapi juga pada keadaan sejahtera di mana individu mampu mengembangkan kemampuannya dan mengatasi tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Definisi ini menjadi dasar bagi rencana aksi kesehatan mental yang mencakup promosi kesehatan mental, pencegahan dan pengobatan penyakit mental, serta rehabilitasi. Rencana ini menekankan aspek perkembangan anak-anak dan remaja, seperti kemampuan mengelola pikiran dan emosi, membangun hubungan sosial, dan keterampilan belajar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain eksperimen dengan evaluasi pre-test dan post-test. Jumlah peserta sebanyak 163 orang dengan menggunakan Kuesioner Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Pengetahuan mahasiswa meningkat setelah intervensi, dengan skor pre-test rata-rata 86,73 dan skor post-test rata-rata 88,95. Uji statistik dengan uji alternatif Wilcoxon menunjukkan nilai P=0,000, mengindikasikan hubungan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Pendidikan kesehatan jiwa dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
Tingkat Penerimaan Konsumen dan Karakteristik Mutu Produk Inovasi Rempeyek Ikan Ningrum, Maya Puspita; Fitria, Rizqy Wahyu; Pujirahayu, Serli
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.582

Abstract

Rempeyek atau peyek adalah sejenis makanan pelengkap dari kelompok gorengan, dimana secara umum rempeyek selalu diisi dengan biji kacang tanah atau kedelai, ikan teri, dan udang. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi baru yaitu peyek ikan gabus dengan menggunakan ikan gabus sebagai bahan tambahannya. Namun pada proses penjualan ke mitra mengalami suatu kendala yaitu banyak masyarakat yang belum mengetahui produk baru inovasi rempeyek ikan gabus. Sehingga pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap produk inovasi rempeyek ikan gabus yang diolah dengan 2 varian berbeda dengan pengujian organoleptik meliputi parameter rupa, rasa, bau, dan tekstur. Hasil pengujian menunjukkan dari ke 2 varian rempeyek ikan gabus didapatkan lebih dari 6 untuk semua aspek nilai rata-rata ujinya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa produk inovasi rempeyek ikan gabus tersebut mendapatkan penilaian yang baik dan dapat diterima di kalangan masyarakat.
Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat Melalui Kegiatan CTPS Prihastini, Lilis; Yulianto, Budi; Prasetyo, Aries; Sujangi
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.648

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah adalah praktik kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari baik selama siswa berada di kelas maupun di luar kelas. PHBS di sekolah perlu mendapatkan perhatian terutama anak usia tingkat sekolah dasar, karena masa tersebut anak-anak rentan terhadap penyakit infeksi dan masih tingginya in absentia siswa dikarenakan penyakit berbasis lingkungan. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS. Metode yang digunakan pre-test dilanjutkan ceramah dan tanya jawab menggunakan power point mengenai pencegahan Stuntung, selanjutnya diakhiri dengan post-test. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini responden yang memperoleh skor baik padapre-test sebesar 71,8% meningkat menjadi 96,8% responden pada hasil skor post-test. Sehingga didapatkan simpulan terdapat peningkatan skor responden antara pre-test dan post-test. Perlu adanya promosi kesehatan yang lebih intensif tentang CTPS sehingga adanya perubahan perilaku pada siswa.
Sosialisasi GERCEP Stunting (Gerak Cegah dan Penanganan Stunting) Prasetyo, Aries; Indraswati, Denok; Handoyo; Sujangi
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.649

Abstract

Stunting dan masalah kekurangan gizi lainnya masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang diperhatikan secara global. Sebanyak 149,2 juta balita di dunia diperkirakan mengalami stunting. Masih adanya balita yang stunting di Desa Mitra maka perlu dilakukannya peningkatan pengetahuan tentang stunting sebagai pencegahan.  Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang Stunting. Metode yang digunakan pre-test dilanjutkan ceramah dan tanya jawab menggunakan power point mengenai pencegahan Stuntung, selanjutnya diakhiri dengan post-test. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini responden yang memperoleh skor baik pada pre-test sebesar 73,7% meningkat menjadi 97,4% responden pada hasil skor post-test. Sehingga didapatkan simpulan terdapat peningkatan skor responden antara pre-test dan post-test dan warga mitra terutama ibu balita  untuk menerapkan pola asuh makan balita yang benar.
Edukasi Pencegahan Penularan HIV/AIDS pada Remaja Karang Taruna di Desa Kerik Utami, Yeni; Ramadhanintyas, Karina Nur
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.650

Abstract

HIV/AIDS menjadi salah satu penyakit yang sangat membunuh dikalangan remaja. Hal tersebut dikarenakan perilaku seks bebas pada remaja dan penggunaan narkoba. Pergaulan bebas pada remaja menjadi resiko untuk tertular penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS karena remaja tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi dan seks. Berdasarkan study pendahuluan pada 10 remaja karang taruna yang ada di desa Kerik didapatkan sebanyak 8 orang remaja karang taruna mengatakan bahwa mereka tidak tahu tentang penyakit HIV/AIDS dan dalam keluarga mereka tidak ada tempat berbagi dan bertanya tentang masalah yang mereka hadapi seperti tentang seks dan kesehatan reproduksi. Sedangkan 2 orang remaja karang taruna mengatakan bahwa mereka tahu sedikit tentang penyakit HIV/AIDS dari internet dan dari anggota keluarga tidak pernah menjelaskan tentang seks dan kesehatan reproduksi. Peningkatan pengetahuan kepada remaja dapat dilakukan dengan pemberian edukasi kesehatan tentang HIV/AIDS.
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Sekolah Dasar Caesar, David Laksamana; Dewi, Ervi Rachma; Mubaroq, M. Husni; Irawan, Adytia Fery; Suryaningtyas, Amanda Fitria; Kurniasari, Annisa; Muayana; Yunanda, Shelvia
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.652

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku seseorang yang mengutamakan Kesehatan untuk mencapai kehidupan yang lebih berkualitas. Banyak kegiatan yang merupakan bagian dari PHBS, salah satunya adanya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Perilaku CTPS pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu upaya untuk mencetak generasi yang cerdas dan sehat, yang terbebas dari berbagai penyakit menular, salah satunya adalah diare. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui Gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan ini dilakukan pada siswa sekolah dasar di Desa Kandangmas yaitu pada SDN 2 Kandangmas dan SDN 4 Kandangmas. Jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 158 siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3. Beberapa metode kegiatan yang digunakan antara lain ceramah, pemutaran video, simulasi, ice breaking, dan diskusi. Hasl kegiatan menunjukan, kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengkombinasikan berbagai macam metode ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang cuci tangan pakai sabun. Selain aspek pengetahuan, siswa juga sudah bisa mempraktikan Gerakan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
Edukasi Pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan Widianto, Heru; Ratnawati, Riska; Apriliani , Eltigeka Devi
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.653

Abstract

Penerapan JKN di khalayak umum masih dianggap kurang baik, dimana faktornya yakni karena kurangnya penyuluhan untuk meningkatkan wawasan masyarakat mengenai program ini. Hal ini mampu berdampak pada implementasi program yang tidak cukup dipahami khalayak luas. Kegiatan tersebut ditujukan guna memberikan efukasi kepada khalayak tentang manfaat BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan yaitu pre-test sebelum penyuluhan dengan materi jaminan kesehatan (BPJS Kesehatan) dan post-test guna mengevaluasi setelah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pasca pengedukasian, masyarakat memiliki wawasan yang lebih tinggi yakni 76% (19 orang) wawasannya baik sedangkan 8% (2 orang) wawasannya masih rendah. Kegiatan yang dilakukan dalam wujud pengkomunikasian, penginformasian, maupun pengedukasian melalui sosialisasi mengenai pentingnya BPJS Kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat menggunakan Jaminan Kesehatan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan sosialisasi secara intersif serta berkelanjutan guna mendukung peningkatan wawasan khalayak mengenai program BPJS, terutama mengenai prosedur rujukan dan cakupan layanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8