cover
Contact Name
Indah Aprianti
Contact Email
indahaprianti@pharm.untan.ac.id
Phone
+6282250636452
Journal Mail Official
jpop@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal Pharmacy of Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : 30895723     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Pharmacy of Tanjungpura (JPOP) merupakan media publikasi penelitian yang mencakup seluruh aspek ilmu farmasi yang orisinal, inovatif, dan berbasis ilmiah. JPOP menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diutamakan) dalam beberapa jenis artikel, yaitu: Naskah penelitian original Tinjauan literatur Tinjauan sistematis Jurnal ini memberikan wadah bagi Peneliti, Apoteker, Akademisi, dan Praktisi yang ingin berkontribusi pada bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi dengan menerima berbagai bidang multidisplin, seperti: Teknologi Farmasi dan Farmasetika Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmakologi dan Toksikologi Biologi Farmasi Farmasi Klinis dan Komunitas
Articles 50 Documents
PENGGUNAAN MEDIA SELEKTIF CHROMAGAR UNTUK DETEKSI BAKTERI PENGHASIL ESBL PADA SAMPEL URIN PASIEN ISK DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA Putri, Selvi Wahyuni; Iswahyudi, Iswahyudi; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antimikroba merupakan tantangan global yang semakin meningkat. Penekanan khusus telah diberikan pada bakteri gram negatif yang memproduksi enzim yang memberikan resistensi terhadap antibiotik β-Lactam, seperti sefalosporin generasi ketiga monobaktam dan karbapenem. Bakteri penghasil ESBL yang paling umum dan sering dianggap sebagai penyebab utama dari Infeksi Saluran Kemih (ISK), sehingga ESBL dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi, peningkatan biaya perawatan kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai media skrining ESBL telah tersedia secara komersial, beberapa di antaranya menggunakan teknologi kromogenik untuk mendeteksi ESBL. Media skrining ESBL ini dirancang untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri penghasil ESBL di antara seluruh famili Enterobacteriaceae. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK yang dirawat di RS Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya. Sampel urin diinokulasikan pada media ChromAgar, kemudian sampel diinkubasi pada kondisi aerob pada suhu 32oC selama 24 jam. Setelah diinkubasi 24 jam, maka pada media pertumbuhan terlihat pertumbuhan koloni bakteri, terutama berupa bakteri penghasil ESBL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat bakteri penghasil ESBL pada pasien ISK yang dirawat inap di RS Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya.Kata kunci: ISK, Bakteri penghasil ESBL, ChromAgar ESBL
PENGGUNAAN MEDIA SELEKTIF CHROMAGAR UNTUK DETEKSI BAKTERI PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM β- LACTAMASE (ESBL) PADA SAMPEL URIN PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA (UNTAN) Revana, Antonia Quinta
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKlebsiella pneumoniae merupakan masalah serius pada kesehatan manusia, berdasarkan terjadinya peningkatan penyakit infeksi saluran kemih (ISK) dan terjadinya resistensi antibiotik. K. pneumoniae termasuk kedalam kelompok bakteri enterobacteriaceae yang merupakan penghasil Extended Spectrum β-lactamase (ESBL). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat K. pneumoniae penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK di Rumah Sakit UNTAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan tahapan pembuatan media selektif ChromAgar, pengambilan sampel urin pasien ISK, inokulasi sampel yang menggunakan dua sampel urin dari pasien ISK serta analisis hasil data secara kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya bakteri K. pneumoniae ESBL pada sampel urin pasien ISK di Rumah Sakit UNTAN ditandai dengan adanya pertumbuhan koloni bakteri K. pneumoniae. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat K. pneumoniae pada sampel urin pasien ISK di Rumah Sakit UNTAN.Kata kunci: ESBL, Infeksi Saluran Kemih, Media Selektif Chromagar, Resistesi Antibiotik
LIGAND-BASED ANALYSIS OF COMPOUNDS ON GARLIC USING SWISS SIMILARITY Reynaldi, Muhammad Andre
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garlic (Allium sativum) is widely recognized for its bioactive compounds with potential therapeutic effects. This study aimed to conduct a ligand-based analysis of active garlic compounds using SwissSimilarity to identify structural similarities with known bioactive molecules. The compounds analyzed included allicin, alliin, and diallyl sulfide. Molecular structures were obtained from the PubChem database and analyzed through SwissSimilarity by selecting the "Bioactive molecules" class and applying the "Combine LigandExpo" screening method. The results showed that allicin exhibited a high similarity score (0.845) with 3-(prop-2-ene-1-sulfinyl)-propene-1-thiol, known as a glutathione reductase inhibitor, as well as other structures related to antibacterial and antioxidant activities. Alliin demonstrated a high similarity to S-acetonylcysteine (0.992) and cysteine-S-acetamide, suggesting potential antiviral and immunomodulatory properties through interactions with human and viral proteins. Diallyl sulfide showed similarity with tetramethylthiuram monosulfide (0.701) and amyl nitrite, indicating possible effects on the cardiovascular system. This study confirms that a ligand-based computational approach can effectively identify the pharmacological potential of garlic compounds and provides a scientific basis for further development of natural product-based drug candidates.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENGHASIL ESBL PADA SAMPEL URIN PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA Armabar, Muhammad Diko
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik dianggap sebagai krisis dalam pengobatan modern. Selama 2 dekade terakhir, basil gram negatif penghasil Extended Spectrum β-Lactamase (ESBL) telah muncul sebagai masalah utama dalam berbagai situasi ini. ESBL didefinisikan sebagai enzim yang diproduksi oleh bakteri tertentu yang mampu menghidrolisis antibiotika golongan sefalosporin serta efektif melawan antibiotika betalaktam. Salah satu infeksi yang sering disebabkan oleh bakteri penghasil ESBL yaitu Infeksi Saluran Kemih (ISK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri penghasil ESBL pada pasien ISK serta mengetahui hasil Identification (ID) dan Antimicrobial Susceptibility (AST) pada sampel urin pasien ISK yang dirawat inap di Rumah Sakit Kartika Husada. Sampel urin diinokulasikan pada media ChromAgar, kemudian dilakukan uji ID dan AST menggunakan metode Phoenix BD. Hasil ID senyawa biokimia pada bakteri P. aeruginosa memetabolisme karbohidrat, protein, dan asam amino, pada K. pneumoniae memetabolisme karbohidrat, protein dan asam amino. Hasil pada uji AST menunjukkan bahwa kedua bakteri tersebut resisten terhadap beberapa antibiotik golongan penisilin dan sefalosforin generasi III, dan IV. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK yang dirawat inap di Rumah Sakit Kartika Husada serta didapat hasil identifikasi dan karakterisasi berupa senyawa biokimia dan uji kepekaan antibiotik bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK yang dirawat di Rumah Sakit Kartika Husada.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN VERTIGO DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Purba, Gloria Septia
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian vertigo menimbulkan kekhawatiran terhadap kerasionalan pengobatan sehingga perlu dilakukan identifikasi pengobatan menggunakan DRPs untuk memastikan pasien mencapai tujuan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan obat dan menentukan persentase kejadian potensial DRPs pada pasien vertigo di instalasi rawat jalan RS Universitas Tanjungpura Pontianak. Desain penelitian ini yaitu cross-sectional yang bersifat deskriptif. Data diambil secara retrospektif melalui 110 rekam medis pasien vertigo tahun 2023 dengan teknik purposive sampling. Kejadian potensial DRPs diklasifikasikan sesuai kriteria PCNE kemudian data jenis dan jumlah persentase DRPs dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan obat vertigo yang terbanyak digunakan adalah Betahistin (79,09%), Dimenhidrinat (37,27%), dan Flunarizin (30,90%). Jenis kejadian DRPs yang ditemukan adalah potensi interaksi obat (56%), dosis obat terlalu rendah (29%), indikasi yang tidak diobati (12%), dan obat tanpa indikasi (3%). Kesimpulan penelitian ini adalah Betahistin menjadi obat yang paling diresepkan dan kejadian DRPs terbanyak adalah interaksi obat dan dosis obat terlalu rendah.Kata kunci: betahistin, drug related problems (DRPs), interaksi obat, vertigo
In Silico Study of Cephalosporin against Penicillin binding Protein Zikri, Tan Muhamad; Wijianto, Bambang; Sari, Rafika
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Antibiotic resistance is increasing in almost all classes of antibiotics, including cephalosporins. The purpose of research is to find the QSAR equation of cephalosporin against penicillin binding protein and obtain the modified compound which is predicted to have better activity than other cephalosporin drugs through the QSAR equation and docking study. The research was started by analyzing QSAR using the BUILDQSAR program, then the QSAR equation was obtained which was used to design new compounds from the cephalosporin group that were more potent. The results of the new design cephalosporin are docked using the Autodock Vina program to determine the antibacterial potential and binding to receptors. Receptor validation was using the pymol program. The best formula of QSAR is -LOG 1/IC50 = - 0.0419 ( ± 0.0109) HYDRATION ENERGY - 6.2516 ( ± 3.0111) qN10 + 0.0523 ( ± 0.0159) POLARIZABILITY - 5.2468 ( ± 1.3254) qC2 + 0.6014 ( ± 0.9884) qC3 + 0.0020 ( ± 0.0010) HEAT OF FORMATION - 5.5042 ( ± 1.6295) qN7 + 2.1201 ( ± 0.7903). Three cephalosporin-modified ligands from QSAR equation and study of literature is named TBS 1, TBS 2, TBS 3. The Ligands is modified by the subtitution of electron withdrawing group in C3 and subtitution of structure that increase the antibacterial activity in C9 and C11. Log1/IC50 score of TBS 1, TBS 2 and TBS 3 are 8.4, 7.9 and 6.4 which is higher than another cephalosporin's derrivates Log1/IC50 score. four ligands including cefmetazole as control positive are docked with PBP2a as receptor. The score docking (afinity) of the TBS 1, TBS 2, TBS 3 and cefmetazole are -7.5, -7.4 -7.5 and 6.8. It Shows the cephalosporin-modified ligand have better activity than cefmetazole against PBP2a receptor. The conclusion of the research is the QSAR equation's is found and three cephalosporin-modified is predicted to have better antibacterial activity.
IDENTIFIKASI BAKTERI EXTENDED SPECTRUM β- LACTAMASE PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA Setyasari, Prisilia Anggita
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) sebagian besar disebabkan oleh bakteri penghasil Extended Spectrum β-Lactamase (ESBL). Pengobatan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi adanya bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK serta melakukan identifikasi bakteri penghasil ESBL dengan menggunakan BD Phoenix M50. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan dengan mengambil sampel urin pasien ISK untuk dilakukan identifikasi menggunakan media ChromAgar ESBL, identifikasi/ID secara biokimia dan uji kepekaan antibiotik/AST menggunakan BD Phoenix M50. Hasil penelitian ini menunjukan adanya bakteri penghasil ESBL yaitu sampel 1 Klebsiella pneumoniae dan sampel 2 Escherichia coli. Hasil yang diperoleh berupa bakteri gram negatif pada BD Phoenix M50 didasarkan adanya senyawa biokimia substrat gram negatif yaitu karbohidrat, asam amino dan protein. Hasil uji kepekaan antibiotik pada sampel 1 dan sampel 2 menunjukkan bahwa golongan β-lactam mengalami resistensi antibiotik terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode BD Phoenix M50 dapat melakukan identifikasi berupa senyawa biokimia substrat gram negatif dan uji kepekaan antibiotik pada bakteri penghasil ESBL sampel urin pasien ISK yang dirawat di Rumah Sakit UNTAN.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PELAJAR SMAN 1 PUTUSSIBAU TENTANG PENGGUNAAN NAPZA Pratiwi, Puput Dian; Susanti, Ressi; Purwanti, Nera Umilia
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain atau yang dikenal dengan istilah NAPZA adalah barang terlarang yang dapat merusak tubuh yang dapat mengganggu susunan saraf pusat, kesehatan fisik, psikis, ketagihan, ketergantungan bahkan kematian. Pengetahuan yang kurang tentang NAPZA dapat mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Penyuluhan tentang NAPZA kepada pelajar merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Kefektifan dari penyuluhan dapat diketahui dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan yang dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan sehingga dapat diketahui perubahan tingkat pengetahuan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pelajar SMAN 1 Putussibau tentang NAPZA sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Responden berpengetahuan kurang sebelum penyuluhan sebesar 75,73% kemudian menurun menjadi 6,80%. Responden berpengetahuan cukup sebelum penyuluhan 20,39% setelah penyuluhan menurun menjadi 20,39%. Responden berpengetahuan baik sebelum penyuluhan 3,88% kemudian meningkat menjadi 72,81%. Intervensi berupa penyuluhan secara tatap muka terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan NAPZA yang dibuktikan dengan Uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value < 0,05 yang menyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAL TIGA PONTIANAK Triana, Rina
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat mengakibatkan morbiditas serta mortalitas. Salah satu pengendalian kasus hipertensi dapat dilakukan melalui pelayanan informasi obat (PIO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat kepatuhan serta hubungan PIO dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi. Metode quasi experimental rancangan pretest-posttest control group dan teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sebanyak 36 responden. Pengambilan data berasal dari pretest dan posttest menggunakan kuesioner ARMS. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji wilcoxon, mann-whitney, kendall"™s tau-b, dan chi-square. Hasil penelitian ini adalah : (1) Karakteristik responden dominan ditemukan pada perempuan sebanyak 66,7%, usia ≥ 60 tahun sebanyak 75%, pekerjaan IRT sebanyak 38,9%, dan tingkat pendidikan SMA sebanyak 33,3%. (2) Tingkat kepatuhan pasien hipertensi setelah diberikan intervensi adalah kepatuhan rendah sebanyak 27,8% dan kepatuhan tinggi sebanyak 72,2%. (2) Hubungan antara PIO dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi didapatkan sebesar p = 0,031 (p 0,05) dan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0, 423. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terjadi perubahan tingkat kepatuhan rendah menjadi kepatuhan tinggi dan terdapat hubungan pelayanan informasi obat berupa leaflet dan video dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Pal Tiga Pontianak serta memiliki keeratan hubungan yang cukup dan berarah positif.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI INFLUENZA PADA SISWA KELAS X DAN XI DI SMA NEGERI 01 SANGGAU LEDO Kurniawati, Tri Oktawinata
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk mengobati diri sendiri untukmengatasi keluhan yang sedang dideritanya sebelum melakukan konsultasi kepada tenagakesehatan. Swamedikasi biasanya dilakukan pada penyakit ringan seperti influenza.Pengetahuan sangat berpengaruh terhadap perilaku dalam melakukan swamedikasi influenza,apabila pengetahuan dalam melakukan swamedikasi baik, maka dalam berperilakuswamedikasi akan menjadi baik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahuitingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi influenza pada siswa kelas X dan XI diSMA Negeri 01 Sanggau Ledo. Penelitian ini menggunakan metode observasional denganrancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik, dan pengumpulandata dengan cara menyebarkan kuesioner kepada siswa/i yang masih tercatat aktif sebagaisiswa SMA Negeri 01 Sanggau Ledo. Sampel yang diperoleh sebanyak 90 responden yangmemenuhi kriteria inklusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 63% respondenmemiliki tingkat pengetahuan yang baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 3%memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil dari perilaku swamedikasi influenzamenunjukkan bahwa 33% berperilaku baik, 56% berperilaku cukup, dan 1% berperilakukurang. Hasil hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi influenzayaitu memiliki taraf signifikansi sebesar 0,03 0,05. Hasil kesimpulan dari penelitian inimenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan denganperilaku swamedikasi influenza.