cover
Contact Name
Indah Aprianti
Contact Email
indahaprianti@pharm.untan.ac.id
Phone
+6282250636452
Journal Mail Official
jpop@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal Pharmacy of Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : 30895723     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Pharmacy of Tanjungpura (JPOP) merupakan media publikasi penelitian yang mencakup seluruh aspek ilmu farmasi yang orisinal, inovatif, dan berbasis ilmiah. JPOP menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diutamakan) dalam beberapa jenis artikel, yaitu: Naskah penelitian original Tinjauan literatur Tinjauan sistematis Jurnal ini memberikan wadah bagi Peneliti, Apoteker, Akademisi, dan Praktisi yang ingin berkontribusi pada bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi dengan menerima berbagai bidang multidisplin, seperti: Teknologi Farmasi dan Farmasetika Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmakologi dan Toksikologi Biologi Farmasi Farmasi Klinis dan Komunitas
Articles 50 Documents
STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN MIGRAINE PATIENTS WITH COMORBIDITIES AT TANJUNGPURA UNIVERSITY HOSPITAL PONTIANAK Yuandini, Neisya; Susanti, Ressi; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migraine patients have the potential of drug interactions due to polypharmacy-related comorbidities. Drug interactions can trigger therapeutic failure because they can affect drug effectiveness. This study aims to assess interacting drugs as well as the type and severity of drug interactions in migraine patients at Tanjungpura University Hospital Pontianak. This study was a non-experimental study with a descriptive cross-sectional design. Data were collected retrospectively through 25 medical records of migraine patients in 2022-2023 with a purposive sampling technique. The results show that drugs with potential interactions in migraine patients with comorbidities are ergotamine+caffeine, ibuprofen, metampirone+diazepam, diclofenac sodium, paracetamol, valproic acid, propranolol, and amitriptyline. The types of potential drug interactions found are pharmacodynamic (39.62%), pharmacokinetic (30.18%), and unknown (30.18%), with moderate (62.26%), minor (30.18%), and major (7.54%) severity. This study conclude that ergotamine+caffeine is the drug with the most potential interactions. The most potential interactions are pharmacodynamic interactions and moderate interactions.
PERAN APOTEKER DALAM KEBERHASILAN PROSES MENYUSUI : NARATIVE REVIEW Haulaini, Shahiroh
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan rekomendasi Pemerintah Indonesia maupun WHO. ASI merupakan makanan pertama bayi yang memiliki kandungan paling lengkap dan mudah dicerna. Namun Ibu sebagai pemberi ASI perlu menjaga kesehatan karena selain makanan dan minuman produk lain sepeti obat dapat ikut dialirkan melalui ASI, oleh karena itu apoteker memiliki peran dalam proses pelayanan kefarmasian pada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untukk memahami peran apoteker dalam keberhasilan proses menyusui pada ibu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Narrative Literature Review, sumber literatur di akses melalui MEDLINE dan Science Direct dengan memasukkan kata kunci "pharmacy role AND breastfeeding". Empat literatur digunakan dalam proses analisis. Hasil analisis terhadap literatur ditemukan bahwa peran apoteker terhadap keberhasilan proses menyusui pada ibu adalah berkaitan dengan peran apoteker sebagai fasilitator layanan kefarmasian ibu menyusui, peran apoteker dalam proses pencarian informasi berbasis bukti, peran apoteker dalam pengembangan kemampuan professional secara berkelanjutan dan dukungan implementasi strategi serta regulasi dalam praktik pelayanan kefarmasian pada ibu menyusui.
EKSPLORASI MIKROBA PENGHASIL PROTEASE PADA AREA LAHAN GAMBUT DI SEKITAR KOTA PONTIANAK Iswahyudi, Iswahyudi
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Protease merupakan enzim yang banyak diperlukan oleh industri, diantaranya adalah industri makanan, farmasi, detergent dan pengolahan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroba penghasil protease dari area lahan gambut di sekitar Pontianak. Sampel tanah gambut dari beberapa lokasi lahan gambut akan diinokulasikan pada media SM agar untuk mendeteksi adanya potensi aktivitas proteolitik. Dari lima sampel tanah dari lima lokasi lahan gambut yang berbeda di area pinggiran kota Pontianak, didapatkan satu sampel yang menunjukkan adanya aktivitas proteolitik. Ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada media yang mengandung protein. Sampel yang positif mengandung aktivitas enzim proteolitik selanjutnya dikultivasi pada media cair dan disimpan pada suhu minus 200 celsius untuk penelitian lebih lanjut.Kata Kunci: Protease, gambut.
EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA BALITA DI INSTALASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEJARWO PONTIANAK Jagad, Galuh Sekar; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan infeksi pneumonia dengan terapi antibiotik yang tepat dan efektif akan menentukan keberhasilan pengobatan serta menghindari hal-hal yang merugikan seperti biaya pengobatan mahal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan biaya ialah dengan studi farmakoekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi profil penggunaan antibiotik dan menganalisis antibiotik yang paling cost-effective pada pasien balita pneumonia rawat jalan di RS Bhayangkara Anton Soejarwo Pontianak. Metode yang digunakan merupakan non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif data yang diambil secara retrospektif yaitu berupa data rekam medik pasien pneumonia rawat jalan di RS Bhayangkara Anton Soerjarwo pada periode Januari "“ Desember 2022 dengan jumlah 72 sampel.   Hasil penelitian ini terbanyak rentang usia 1-5 tahun (63,89%) dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (62,50%) dibandingkan perempuan (37,50%) dan efektivitas terapi tunggal (76,92%) efektivitas terapi kombinasi (85,71%) Kesimpulan penelitian ini yaitu profil penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita yang di rawat jalan di RS Bhayangkara Anton Soejarwo Pontianak ialah ampicillin (40,28%), amoxicillin (16,67%), cefixime (23,61%), cefadroxil (9,72%)   dan kombinasi ampicillin+ cefixime (9,72%)   dan berdasarkan nilai ACER, maka dapat disimpulkan bahwa antibiotik tunggal Rp.19.858,-   lebih cost-effective daripada antibiotik kombinasi Rp.42,818,- dan diantara terapi antibiotik tunggal ialah ampicillin dengan nilai ACER Rp. 13.395,-   dan nilai ICER dari ampicillin ke cefixime Rp.1.581,35,- sedangkan nilai ICER ampicillin ke ampicillin+cefixime Rp.2.654,86,-
Uji Aktivitas Enzim pada buah Mangga (Mangifera indica L) erwansani, enggy; Reynaldi, Muhammad Andre; Yuswar, Muhammad Akib; Najini, Robby
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Mangga tidak hanya dikenal karena rasanya yang manis, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Mangga mengandung enzim amilase dan enzim katalase, yang mempunyai peran dalam proses pencernaan dan reaksi biokimia pada tubuh manusia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui secara detail faktor-faktor yang mempengaruhi aktivasi enzim, dengan fokus pada pengaruh pH, suhu, dan konsentrasi yang berbeda-beda. Metode: Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode eksperimental, di mana dilakukan pencampuran larutan pada berbagai tingkat pH, yaitu pH 2, pH 7,4, dan pH 9. Selain itu, suhu juga bervariasi dengan pengaturan pada 100 °C, 37 °C, 25 °C, dan 4 °C. Penelitian ini juga melibatkan penggunaan konsentrasi yang berbeda untuk melihat dampaknya terhadap aktivitas enzim. Hasil: Penelitian ini menghasilkan bukti yang jelas bahwa aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut, yaitu pH, suhu, dan konsentrasi. Setiap variasi dalam pengaturan kondisi eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat aktivitas enzim yang terukur. Kesimpulan: Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dibuktikan bahwa aktivitas dari enzim memang bisa terpengaruhi oleh pH, suhu, dan konsentrasi. Setiap uji yang dilakukan menunjukkan kompleksitas interaksi antara faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi kinerja enzim. Penelitian ini dapat memberikan kondisi optimal untuk memaksimalkan aktivitas enzim dalam berbagai aplikasi biokimia.
REVIEW: THE EFFECT OF VARIOUS COMBINATIONS OF GROWTH REGULATORY SUBSTANCES (ZPT) IN EMBRYOGENIC CALLUS INDUCTION Andrea, Vincent
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Callus induction is the early stage of an outside systemic culture method which purpose to make and multiply callus cells en masse. Callus is a very important source of plant material in plant regeneration because every plant cell has the capability to form new singles. This review article is an effort to develop studies in plant cell and tissue culture technology, namely callus induction of plant regeneration responses in vitro. The method used is to conduct an online search using GoogleChrome on the Google Scholar site with the keywords "Tissue Culture", " Biotechnology", "Callus Induction", and "Regeneration". The sources obtained were national journals selected based on inclusion criteria, namely journals published in the last 10 years with research articles or original articles with correlations or similarities in the content of the articles. The research results show that 2,4-D is an auxin or growth regulator which is always used in embryogenic callus induction. The use of this powerful auxin can be combined with several other growth regulators such as NAA, IBA, kinetin, and BAP.
MINUMAN PROBIOTIK TEPACHE DARI FERMENTASI KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L.) MENGGUNAKAN VARIASI JENIS DAN KONSENTRASI GULA Najini, Robby; Purwanti, Nera Umilia; Mufida, Amanda Rosidatul; Kurniawan, Ardi; Alghifary, M Husain Haekal; Syalsabila, Regitha Rianda; Nuraini, Risa; Safitri, Wulan
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman  tepache  tidak terdapat resep baku dalam pembuatannya dan penggunaan gula  dapat meningkatkan tingkat kesukaan pada minuman tersebut. Oleh karena itu, dilakukanlah percobaan  ini  untuk menentukan formula yang paling disukai dengan digunakannya variasi jenis dan konsentrasi gula yang digunakan..  Pembuatan  tepachedilakukan dengan cara fermentasi selama 3 hari (72 jam) dengan menggunakan dua jenis gula, yaitu gula merah dan gula pasir dengan konsentrasi  pada masing-masing jenis gula, yaitu  100, 200, serta 300 gram.  Setelah dilakukan fermentasi selama 3 hari (72 jam), didapatkanlah minuman  tepachedengan karakteristik rasa, aroma, dan warna yang berbeda-beda  berdasarkan hasil rekapitulasi uji hedonik yang dilakukan.  Formula P2 merupakan formula yang paling disukai karena memiliki rasa asam dan manis yang seimbang.
PENGGUNAAN GOOGLE FORM SEBAGAI ALAT SURVEI EVALUASI KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN PNEUMONIA DI WILAYAH KOTA PONTIANAK ningsih, yetiutari; Rizkifani, Shoma; Yuswar, Muhammad Akib
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut dengan lini pertama pengobatannya adalah antibiotik, sehingga perlu dikaji kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS). Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase regimen terapi dan besar persentase tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta mengetahui perbedaan signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi pada kepatuhan pengobatan pasien Pneumonia balita di Wilayah Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional (potong lintang) yang bersifat analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner MARS dan data dianalisis menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien menggunakan monoterapi (70,2%), dan tingkat kepatuhan tinggi (80,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi terhadap kepatuhan pasien pneumonia, dengan nilai (RR = 0,354; 95% CI = 0,125-1,004). Kesimpulan penelitian ini adalah persentase regimen terapi yang banyak diresepkan adalah monoterapi, dan kepatuhan pasien masuk dalam kategori kepatuhan tinggi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi terhadap kepatuhan pasien pneumonia di Wilayah kota Pontianak
PENGARUH MALNUTRISI TERHADAP PERILAKU DAN INDEKS ORGAN PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PAKAN FORMULASI RENDAH PROTEIN Anto, Verdi Ardi
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi merupakan suatu keadaan kedakseimbangan energi, protein, dan nutrisi lain yang berdampak buruk pada bentuk, fungsi, dan klinik tubuh. Asupan nutrisi yang buruk berpotensi menyebabkan kelainan metabolik, perubahan fisiologis, penurunan fungsi organ, serta hilangnya massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi malnutrisi terhadap perilaku dan indeks organ tikus. Hewan uji terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok maizena dan kelompok tapioka. Induksi pakan dilakukan 15 hari dimana kelompok normal diberikan pakan CP551, sedangkan dua kelompok perlakuan masing-masing diberikan pakan formulasi yang telah dirancang rendah protein. Perilaku tikus diamati pada sebuah platform datar pada hari ke-0 sebelum perlakuan dan hari ke-15 setelah perlakuan selesai. Tikus kemudian diterminasi dan dilanjutkan dengan pengamatan indeks organ. Organ yang diamati berupa limfa, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal. Hasil pengamatan perilaku pada kelompok perlakuan menunjukkan adanya perubahan aktivitas motorik, dan intensitas defekasi serta urinasi yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok normal yang diberi pakan tinggi protein. Pengamatan indeks organ menunjukkan peningkatan signifikan (p0,05) pada organ hati dan paru antara kelompok perlakuan dan kelompok normal. Pemberian pakan formulasi rendah protein dapat mempengaruhi perilaku dan indeks organ tikus akibat dari kondisi malnutrisi yang terjadi.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS DALAM JAJANAN SEMPOL AYAM YANG BEREDAR DI KOTA PONTIANAK Sianjung, Mayesa Helena Nangdara; Safitri, Siti Alya; Ratnasari, Della; Willy, Yosefa; Mutiadiva, Utin; Kurniawan, Hadi
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Salah satu bahan berbahaya yang kerap ditambahkan dalam makanan adalah boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan boraks secara kualitatif pada jajanan sempol ayam yang beredar di Kota Pontianak. Penelitian bersifat observasional dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sebanyak enam sampel sempol ayam diambil dari enam kecamatan di Pontianak melalui metode cluster sampling. Identifikasi dilakukan menggunakan uji kertas turmerik dan uji nyala api. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lima dari enam sampel tidak mengandung boraks, sedangkan satu sampel (S3) memberikan hasil positif pada uji kertas turmerik tetapi negatif pada uji nyala api. Perbedaan hasil ini menunjukkan kemungkinan keberadaan boraks dengan kadar rendah yang tidak terdeteksi pada uji nyala api. Penelitian ini menunjukkan perlunya analisis kuantitatif lebih lanjut untuk memastikan kadar boraks dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan boraks dalam pangan.