cover
Contact Name
Indah Aprianti
Contact Email
indahaprianti@pharm.untan.ac.id
Phone
+6282250636452
Journal Mail Official
jpop@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal Pharmacy of Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : 30895723     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Pharmacy of Tanjungpura (JPOP) merupakan media publikasi penelitian yang mencakup seluruh aspek ilmu farmasi yang orisinal, inovatif, dan berbasis ilmiah. JPOP menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diutamakan) dalam beberapa jenis artikel, yaitu: Naskah penelitian original Tinjauan literatur Tinjauan sistematis Jurnal ini memberikan wadah bagi Peneliti, Apoteker, Akademisi, dan Praktisi yang ingin berkontribusi pada bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi dengan menerima berbagai bidang multidisplin, seperti: Teknologi Farmasi dan Farmasetika Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmakologi dan Toksikologi Biologi Farmasi Farmasi Klinis dan Komunitas
Articles 50 Documents
PENETAPAN KADAR VITAMIN C DALAM SEDIAAN TABLET, SIRUP DAN EMULSI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DENGAN VARIASI FASE GERAK Kurniawan, Hadi; Zaskia, Nayla; Perkasa, Muhammad Rifki; Izzati, Alvi; Luthfiyyah, Nabila; Alilatulbariza, Nailah; Gunawan, Alvin
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 3, No 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin larut air yang berperan penting untuk fungsi imun, sintesis kolagen, dan perlindungan sel dari stres oksidatif. Penetapan kadarnya dalam sediaan farmasi penting untuk menjamin mutu dan stabilitas produk. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar vitamin C dalam tablet, sirup, dan emulsi menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan variasi fase gerak. Analisis dilakukan menggunakan kolom C18 (250 mm × 4,6 mm), detektor UV 244 nm, suhu kolom 35 °C, dan laju alir 1 mL/menit. Fase gerak yang digunakan meliputi: buffer asetat pH 3,5:asetonitril (98:2), buffer asetat pH 3,5:metanol (98:2), dan buffer fosfat pH 3,5:asetonitril (98:2). Hasil menunjukkan bahwa pemilihan fase gerak memengaruhi resolusi, waktu retensi, dan sensitivitas analisis. Pada perlakuan I, kadar vitamin C dalam sirup hanya 20,68% dan tidak valid untuk tablet. Perlakuan II menghasilkan 5,66% (tablet) dan 58,2% (sirup), sedangkan perlakuan III menghasilkan 57,97% (tablet) dan 4,39% (sirup), yang semuanya tidak memenuhi syarat Farmakope Indonesia. Sampel emulsi tidak mengandung vitamin C, sesuai label produk. Oleh karena itu, diperlukan optimasi dan validasi metode lebih lanjut untuk memperoleh hasil yang akurat dan andal. Kata Kunci : Vitamin C, Fase Gerak, KCKT
UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF SAKARIN ES TEH X JALAN SEPAKAT 2 KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA DENGAN METODE TITRASI ASAM BASA Haq, Hutama Abdillah; Ramadhani, Wasiila; Venturini, Fernanda Aisya; Kurniawati, Eka; Khairunisa, Vera; Suptya, Irzha Putra; Kurniawan, Hadi
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas perdagangan yang meningkat di Jalan Sepakat 2 mendorong para pedagang untuk saling bersaing dan menjual produknya dengan harga murah untuk menarik konsumen. Sehingga pedagang mencari cara untuk menekan harga modal produksinya, salah satunya dengan mengganti gula menjadi sakarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kadar pemanis buatan sakarin pada minuman es teh X yang dijual di Jalan Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, menggunakan metode titrasi asam basa. Sakarin, pemanis buatan yang umum digunakan pada produk minuman, memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam kadar tinggi. Uji kualitatif menunjukkan keberadaan sakarin pada tiga dari lima sampel es teh X melalui perubahan warna menjadi hijau fluoresen saat diuji dengan reagen resorsinol. Selanjutnya, uji kuantitatif dengan metode titrasi menghasilkan kadar sakarin berkisar antara 111-117 mg/kg, yang melebihi batas aman menurut Peraturan BPOM RI No. 4 Tahun 2014, yaitu 100 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa sampel es teh X yang dianalisis mengandung kadar sakarin berlebih yang dapat berpotensi mengancam kesehatan konsumen. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memeriksa keamanan pangan serta mendorong pengawasan lebih lanjut terhadap penggunaan pemanis buatan dalam produk jajanan  minuman
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN BORAKS DALAM ES CENDOL DI KECAMATAN SUNGAI RAYA Zalianti, Alya; Azra, Irfan Yumardi; Pasaman, Ima Kristo Miatus; Nursapni, Salma; Irianti, Putriana Shalum; Wibowo, Farras Husna; Kurniawan, Hadi
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBahan Tambahan Pangan (BTP) adalah zat yang ditambahkan ke dalam makanan untuk menjaga kualitas seperti tekstur, konsistensi, penampilan, aroma, rasa, dan tingkat keasaman. Boraks termasuk dalam bahan tambahan yang dilarang penggunaannya dalam makanan karena berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Konsumsi boraks dapat menyebabkan gejala seperti batuk, iritasi mata, muntah, kesulitan bernapas, bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya boraks dalam cendol dengan metode kualitatif, yaitu uji nyala api dan uji kertas tumerik. Sampel diambil secara purposive sampling dari empat lokasi berbeda di wilayah Sungai Raya, Pontianak. Hasil uji kertas tumerik menunjukkan bahwa keempat sampel cendol tidak mengalami perubahan warna dari kuning menjadi merah, mengindikasikan hasil negatif. Uji nyala api juga menghasilkan warna nyala yang tidak berwarna hijau, menegaskan bahwa keempat sampel negatif mengandung boraks. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa cendol yang diuji tidak mengandung boraks.Kata kunci : Boraks, Cendol, Uji Nyala, Uji Kertas Tumerik  ABSTRACTFood Additives (BTP) are substances added to food to maintain its quality, such as texture, consistency, appearance, aroma, taste, and acidity level. Borax is one of the additives prohibited in food due to its potential health risks. Consuming borax can lead to symptoms like coughing, eye irritation, vomiting, difficulty breathing, and even death. This study aims to analyze the presence of borax in cendol using qualitative methods, specifically the flame test and turmeric paper test. Samples were collected using purposive sampling from four different locations in Sungai Raya, Pontianak. The turmeric paper test results indicated no color change from yellow to red in all four cendol samples, suggesting negative results. Similarly, the flame test did not produce a green flame, confirming that the samples were free of borax. Therefore, the study concludes that the tested *cendol* samples do not contain borax.Keywords : Borax, Cendol, Flame Test, Tumeric Paper Test
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Ikan Gabus (Channa Striata) Dan Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) Menggunakan Butil Hidroksil Toluen Dan Vitamin C Sebagai Antioksidan Mardiansyah, Furqaan; Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan salep kombinasi fase air ekstrak ikan gabus dan madu kelulut terbukti memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka. Sediaan salep ekstrak ikan gabus dan madu kelulut pada orientasi menunjukkan bahwa adanya ketidakstabilan pada sediaan. Hal ini ditandai dengan adanya bau tengik, sehingga ditambahkan BHT dan Vitamin C untuk mencegah terjadinya proses oksidasi sehinga tidak terjadi bau tengik. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati apakah penambahan BHT dan Vitamin C sebagai antioksidan dapat mencegah terjadinya proses oksidasi pada sediaan terhadap sifat fisik dan kestabilan salep pada suhu 40 ±2 °C dan RH 75 ±5% selama penyimpanan 28 hari. Evaluasi yang dilakukan berupa uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya proteksi dan bilangan asam kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS. Hasil menunjukkan bahwa formula 3 (BHT 0,1% dan Vitamin C 0,1%) merupakan formula yang terbaik karena memenuhi syarat uji stabilitas fisik sediaan salep yaitu menghasilkan sediaan yang homogen, bertekstur kental, memiliki daya proteksi yang baik, bilangan asam 10,02 mg, rata-rata daya lekat 54 detik dan daya sebar 5,07 cm. Analisis SPSS menunjukkan bahwa Semua formula memiliki perbedaan yang signifikan antara daya sebar dan daya lekat terhadap waktu penyimpanan (P0,05).
FORMULATION OF FACE PACK POWDER USING SIMPLEX LATTICE DESIGN METHOD Fitri, Aulia Kemala; Pratiwi, Liza; Nurbaeti, Siti Nani
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face pack powder is a cosmetic preparation that has been developed in the pharmaceutical industry. In powder dosage formulations, the important components used are binders. This study aimed to obtain an optimal formulation of face pack powder with a combination of binders. The binders combined in this study were carbopol, hydroxypropyl methylcellulose (HPMC), and sodium carboxymethyl cellulose (CMC-Na). The binder combination in the formula was predicted with simplex lattice design (SLD) mehod of Design-Expert ® software. The applied method for making the face pack powder was wet granulation based on 13 runs of software with responses in the form of pH and moisture content. The results showed that the pH of the preparations was in the range of 5.2-6.3 and that the water content was 1.54-2.87%. The pH and water content data were then entered into the software to obtain the optimum composition with a carbopol : HPMC : CMC-Na ratio of 3:1:1. The optimum formulation of the face pack powder is with white color, smooth texture, vanilla scent, pH 5.4, and 1.64% moisture content. The optimum formula data was then analyzed using one-sample t-test to verify that the predicted formula and the experimental results do not differ significantly (p0.05) so that it could be used to design the optimum formula
FORMULATION AND EVALUATION OF FUNCTIONAL BEVERAGES INSTANT POWDER COMBINATION OF THE BUAS-BUAS LEAVES (Premna serratifolia L.), SECANG WOOD (Caesalpina sappan L.) AND GINGER Rhizome (Zingiber officinale R.) Putri, Dinda Marlinda; Isnindar, Isnindar; Luliana, Sri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BACKGROUND: The use of buas-buas leaves (Premna serratifolia L.), sappanwood (Caesalpina sappan L.) and ginger rhizomes (Zingiber officinale R.) as raw materials for instant powder drink is to make it easier to serve and has health benefits. OBJECTIVE: This study aims to determine the physical characteristics and the level of public preference for instant powder drinks. METHOD: This research is an experimental study with sugar crystallization as a method of making instant powder made in 4 different formulas. Data collection was carried out to respondents through questionnaires with a total of 20 respondents. Data analysis was performed using Oneway ANOVA on the SPSS program. RESULTS: The results showed that the resulting powder had a yellow to orange color with a distinctive aroma of wild leaves, the powder had a smooth and dry texture. CONCLUSION: The four formulas met the physical properties requirements of instant powder and F2 became the most preferred formula.Keywords: buas-buas leaves, sappan, ginger, instant powder
Studi of factors that affect enzyme activity in Avocado fruit (Persea americana) Reynaldi, Muhammad Andre; Erwansani, Enggy; Yuswar, Muhammad Akib; Najini, Robby
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avocado contains lipase enzyme. Enzymes can be found in avocado seeds. Factors that can affect Alanin Transaminase (ALT) enzyme activity are temperature increase, pH, substrate concentration, enzyme concentration, inhibitors and storage time. The study aims to investigate the effect of various factors of temperature, pH, and substrate concentration on enzyme activity. Research on factors that affect enzyme activity in avocado fruit was carried out by enzyme preparation in 3 stages of testing the effect of temperature, pH, and substrate concentration. The results of observations made in testing several factors. Observations show that temperature has a significant effect on changes in color and viscosity of the sample. Avocado is a source of various enzymes such as lipase, polyphenol oxidase, and peroxidase. These enzymes play an important role in various biochemical reactions in fruit. Research conducted shows that enzymes in avocado have a role as biocatalysts that can accelerate chemical reactions.
PENGARUH ALFA TOKOFEROL DAN VITAMIN C TERHADAP STABILITAS FISIK SALEP EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) DAN MADU KELULUT (Heterotrigona itama) Argo, Septian Fernando; Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak ikan gabus dan madu kelulut memiliki kemampuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Salep dengan bahan aktif ekstrak ikan gabus dan madu kelulut menunjukan adanya proses okidasi yang dapat membuat sediaan menjadi tengik. Penambahan Alfa Tokoferol dan Vitamin C diharapkan dapat mencegah proses oksidasi sehingga sediaan tidak menjadi tengik. penelitian menggunakan uji stabilitas dipercepat pada penyimpanan 28 hari suhu 40 ± 20 ºC dan RH 75 ± 5%. Variasi konsentrasi Alfa tokoferol dan Vitamin C yang digunakan adalah   0,005% : 0,01% ; 0,005% : 0,1% ; 0,05% : 0,1% ; 0,05% : 0,01% kemudian dilakukan pengujian sifat fisik salep pada hari ke 0, 3, 7, 14, 21 dan 28. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya proteksi dan uji bilangan asam kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan SPSS. Hasil uji stabilitas dipercepat memenuhi kriteria sediaan fisik yang baik pada semua uji kecuali pada daya sebar. formula yang memberikan hasil paling optimal adalah F4. Pada uji bilangan asam F4 memiliki bilangan asam yang paling kecil (9,62 mg KOH/g)
ANALYSIS OF THE INTERACTION OF ALICIN BINDINGS ON PPARG USING MOLECULAR DYNAMICS SIMULATION Reynaldi, Muhammad Andre; Faradilla, Aulia; Nurbaeti, Siti Nani; IH, Hariyanto; Fajriaty, Inarah; Riza, Hafrizal
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allicin is one of the compounds contained in garlic which previous research predicted could be obtained using PPARG (Peroxisome Proliferatr Activated Receptor Gamma). However, short research requires further analysis, namely molecular dynamics. This research aims to analyze the interaction of allicin binding to PPARG used molecular dynamics. The dynamic molecular method used Gromac 2023 software with the chemical structure of allicin obtained from Pubchem data, while PPARG data was obtained from RCSB website. The results obtained from this study indicate that allicin interacts with similar amino acids as pioglitazone. However, its energy affinity is not as great as pioglitazoe. Based on the results of this research, it shows that allicin is predicted to be able to interact with PPARG in a molecular dynamic mannerKeywords: Allicin, PPARG, Molecular dynamics.
EFEKTIVITAS BIAYA GOLONGAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO PONTIANAK Alkadrie, Syarifah Elvina Febriana; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan variasi harga obat antihipertensi merupakan faktor yang penting dalam pengambilan kebijakan untuk menetapkan terapi yang efektif pada pasien hipertensi. Metode farmakoekonomi yang digunakan untuk menganalisis pedoman terapi hipertensi salah satunya ialah Cost Effectiveness Analysis (CEA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi profil pengobatan (Angiotensin Receptor Blocker) ARB dan menganalisis efektivitas biaya golongan ARB pada pasien hipertensi rawat jalan di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian diperoleh jumlah populasi pasien hipertensi sebanyak 828 pasien. Pasien yang didapatkan sebagai sampel penelitian berjumlah 97 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan 731 orang yang tidak memenuhi kriteria inklusi karena mempunyai penyakit penyerta. Pada penelitian ini golongan ARB yang digunakan ialah Candesartan dan Irbesartan. Pasien yang paling banyak menderita penyakit hipertensi yaitu dari umur 46-55 tahun dengan jenis kelamin terbanyak yaitu laki- laki.Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB tunggal yaitu Candesartan dan golongan ARB kombinasi yaitu Amlodipin+Candesartan. Golongan ARB tunggal dengan persentase efektivitas sebesar 82,22% dengan biaya obat sebesar Rp. 103.630,17, sedangkan antihipertensi golongan ARB kombinasi dengan persentase efektivitas sebesar 94,23%, dengan biaya obat sebesar Rp. 87.971,33 pada pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.  Kata kunci : ARB Kombinasi; ARB Tunggal; Efektivitas; Hipertensi