cover
Contact Name
Budi Tri Santosa
Contact Email
btsantosa@unimus.ac.id
Phone
+6281358266662
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama II, R. 306, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya
ISSN : 20866100     EISSN : 2503328X     DOI : 10.26714/lensa
Articles 222 Documents
Mengulik Akar Kritis dalam Analisis Wacana Kritis dan Implementasinya Terhadap Teks Berita (Exploring Critical Roots in Critical Discourse Analysis and Its Implementation on News Text) Aswadi Aswadi
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.697 KB) | DOI: 10.26714/lensa.8.2.2018.176-188

Abstract

Paradigma atau pemikiran kritis memandang bahwa individu tidaklah dianggap sebagai subjek yang netral yang bisa menafsirkan secara bebas sesuai dengan pikirannya karena dipengaruhi oleh kekuatan sosial yang ada di masyarakat. Bahasa/teks merupakan representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema wacana tertentu, maupun strategi di dalamnya. Reproduksi realitas dalam suatu teks pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh bahasa, simbolisasi pemaknaan dan politik penandaan. Praksis sosial memerlukan makna dan makna tidak bisa lepas dari bahasa. Makna mempertajam serta memengaruhi segala sesuatu yang dilakukan seseorang, maka semua praktik sosial tidak bisa lepas dari dimensi wacana.Analisis wacana termasuk dalam kategori paradigma kritis.Oleh karenanya, istilah analisis wacana kritis hadir untuk membedah kuasa-kuasa dalam teks. Analisis wacana kritis digunakan untuk membongkar kuasa yang ada dalam setiap proses bahasa, batasan yang diperkenankan menjadi wacana, perspektif yang digunakan, dan topik yang dibicarakan, yang dalam berupa teks berita. Analisis wacana kritis yang digunakan mengacu pada model Van Dijk. Kata kunci: kritis, analisis wacana kritis, teks beritaABSTRACTParadigm or critical view considers that an individual is not considered a neutral subject who can interpret freely according to his mind because it is influenced by the social forces that exist in society. Language/text is a representation that plays a role in shaping a particular subject, a particular theme of discourse, as well as a strategy in it. Reproduction of reality in a text is basically strongly influenced by language, meaning symbolization, and political tagging. Social praxis requires meaning and meaning cannot be separated from language. Meaning can strengthen and influence everything that a person does, all social practices cannot be separated from the dimensions of discourse. Discourse analysis belongs to the category of critical paradigms. Therefore, the term critical discourse analysis is present to analyze the powers in the text. Critical discourse analysis is used to uncover the power that exists in each language process, the boundaries that are allowed to become discourse, the perspectives used, and the topics discussed, which in this study are news texts. Critical discourse analysis used refers to the Van Dijk model.
A MORPHOLOGICAL ANALYSIS OF ENGLISH COMPOUND WORDS IN TOLSTOY’S GOD SEES THE TRUTH, BUT WAITS Chusni Hadiati
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.311 KB)

Abstract

Compounding adalah salah satu proses pembentukan kata dalam sebuah bahasa (O’Grady, 1996). Compounding bisa dikategorikan sebagai endocentric maupun exocentric. Endocentric dikatakan lebih produktif daripada exocentric (Katamba, 1994:320). God Sees The Truth, But Waits adalah cerita pendek yang menggunakan compounding dalam narasinya. Endocentric compounding yang ditemukan dalam cerita pendek ini ada 60 yang terdiri dari compound verb (46), compound adjective (4) dan compound noun (10). Masing–masing compound ini memiliki unsur pembentuk yang terdiri dari: verba, nomina, preposisi, adjectiva.
NEGOTIATION OF MEANING IN THE ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE CLASSROOM INTERACTION Martinus Lafu Salu
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.309 KB) | DOI: 10.26714/lensa.4.1.2014.29-42

Abstract

Studi ini difokuskan pada negosiasi makna di dalam bahasa Inggris sebagai interaksi kelas bahasa asing. Dua pertanyaan penelitiannya adalah: 1) Tipe-tipe transaksi, pertukaran,perpindahan dan tindakan apakah yang terjadi pada negosiasi makna dalam bahasa Inggris sebagai sebuah Interaksi Kelas Bahasa Asing antara dosen dan mahasiswa? 2) Sampai padatingkatan apakah dosen dan mahasiswa memerankan peranan di dalam proses negosiasi makna dalam bahasa Inggris sebagai sebuah Interaksi Kelas Bahasa Asing? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Subjek studi ini adalah dosen dan mahasiswa semester enam padaProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris pada kelas Metodologi Penelitian. Analisis ini pada dasarnya didasarkan pada analisis wacana kelas yang diajukan oleh Sinclair dan Coultharddengan sistem yang disebut: transaksi, pertukaran, perpindahan, dan tindakan. Hasil dari studiini menunjukkan bahwa (a) tiga tipe transaksi pokok yang terjadi pada wacana kelas EFL adalah; 1) melaporkan transaksi sebanyak 44 kali (45,36%), 2) memunculkan transaksisebanyak 35 kali (35.05 %), dan 3) mengarahkan transaksi sebanyak 19 kali (19.59 %). (b) Tipe-tipe pertukaran yang terjadi pada wacana kelas EFL meliputi 14 jenis pertukaran, yangterjadi sebanyak 128 kali, tetapi yang paling sering terjadi adalah membatasi (boundary), yaitu sebanyak 51 kali (39.84 %) dari keseluruhan kejadian pertukaran, sedangkan memperkuat (reinforce) dan menerima (accept) menempati posisi terendah, yaitu satu kali (0.78 %) dari keseluruhan kejadian pertukaran. (c) Tipe-tipe perpindahan yang terjadi pada wacana kelas EFL di dalam kelas Metode Penelitian adalah: 1) Perpindahan Awal (pembukaan) terjadi sebanyak 36 kali (37.5 %), 2) Perpindahan Respon (memberikan jawaban) terjadi sebanyak 34 kali (35.42 %), dan Perpindahan Umpan-balik (tindak lanjut) terjadis sebanyak 26 kali (27.08 %).(d) Pada tipe-tipe tindakan yang terjadi pada wacana kelas EFL, terdapat 22 jenis tindakan yang terjadi, sebanyak 1.106 kali, tetapi yang paling sering terjadi adalah yang membenarkan(acknowledge), yaitu sebanyak 238 kali (21.52 %) dari seluruh kejadian tindakan, sementara memeriksa (check) menempati posisi terendah yaitu 3 kali (0.27 %) dari seluruh kejadiantindakan. Peran dosen dan mahasiswa di dalam proses negosiasi makna antara lain: 1) proses ritual yang dilakukan oleh dosen, sebanyak 8 kali (53.33 %), proses ritual yang dilakukan oleh mahasiswa, sebanyak 7 kali (46.67 %); sementara ritual negosiasi yang dilakukan sebanyak 12kali dibagi ke dalam Data I sebanyak 6 kali atau 50 % dan Data II sebanyak 6 kali atau 50 % pula. Diharapkan bahwa hasil dari studi ini akan memberikan informasi kepada para dosenbahsa Inggris di Indonesia sebagai konteks EFL mengenai beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan makna negosiasi antara dosen dan mahasiswa di dalam wacana kelas. Partisipasi mahasiswa di dalam wacana kelas EFL tergantung kepada bagaimana dosen menciptakan situasi, dengan menggunakan metode-metode yang tepat, karakteristik mahasiswa, serta alat-alat instruksi pilihan serta tidak didominasi oleh dosen. Kata Kunci: Wacana Kelas, Negosiasi Makna, Interaksi Kelas, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, Metodologi Penelitian
Analisis Kata Tabu dan Klasifikasinya di Lirik Lagu Eminem pada Album `The Marshal Mathers LP` Laily Nur Affini
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.246 KB)

Abstract

This research is dedicated for readers in the field of linguistics and has a purpose to reveal taboo words based on a certain theory and the classifications. The analysed taboo words exist in Emeninem’s album,The Marshall Mathers LP. A theory employed in the analysis is using TimothyJay theory where taboo words are differentiated in seven classifications; cursing, profanity, blasphemy, obscenity, sexual harassment, vulgar language, name-calling and insult.The data was taken into two parts, primary and secondary. The primary data is the lyric itself and the secondary data is taken from books, articles and dictionary. The result of the analysis shows a revelation of the taboo words classifications, shown up in a table.
E-MAIL GROUP TO IMPROVE STUDENT’S WRITING HABIT, WHY NOT? Dewi Wahyu Mustikasari
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.034 KB)

Abstract

Kurangnya kepercayaan diri dalam mengungkapkan perasaan secara tertulis menjadi kendala yang dihadapi siswa ketika menulis. Selain itu, terbatasnya jumlah  kosakata yang siswa miliki menjadi halangan dalam menulis. E-mail group dapat digunakan untuk meningkatkan kebiasaan menulis siswa. Siswa dapat berkomunikasi, berdiskusi dan beropini dengan temannya melalui dunia maya, bahkan dengan orang di seluruh dunia. Satu hal yang penting, siswa juga tidak perlu malu untuk mengungkapkan perasaan. Penggunaan internet dan e-mail adalah salah satu dari usaha yang dilakukan guru untuk mengaplikasikan Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran bahasa Inggris.
PENINGKATAN KECEPATAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER PADA SISWA KELAS V SD 1 JEKULO KABUPATEN KUDUS Enny Dwi Lestariningsih; - Suhartono; Catur Karya Agus Priono S
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1693.805 KB) | DOI: 10.26714/lensa.5.2.2015.132-154

Abstract

According to the initial test result in Year V, SD Negeri 1 Jekulo, Kudus Regency, it is known that the ability of speed reading and comprehension in Year V of the school was low. There were stillseveral students that had a low abilities of reading. There were only 31 students (68.89%) out of 45 students that achieved scores the same or higher than 70. Meanwhile, the number of students who got scores under 70 was 14 (31.11%). It is estimated that the students l ow abilities were due to thelack of variations of learning models of reading so that the motivations of the students to learn were low. A solution is needed to cope with such a condition in order to enhance the ability of reading comprehensions. The sol ution of f ered in this research is co mputer-based learning model as an effortof enhancing the ability of reading comprehensions in the Year V, SD Negeri 1 Jekulo. The problem in this research is that Can the ability of reading comprehensions be improved af terattending reading comprehensions learning through computer-based learning model using learning CDs? based on the research, the purpose of the research is to improve the students reading comprehension skills through computer-based learning model using learning CDs. The type of this research is classroom action research) using a qualitative method in form of recycle consisting of learning cycles. There are two cycles used in this research, such as classical learning management andindividual learning. The result of this research is that the computer-based learning method using learning CDs is able to improve the ability of reading speed and comprehension of the students of Year V, SD Negeri 1 Jekulo, Kudus Regency.Keywords: reading speed, learning model, computer
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) TO TEACH SPOKEN RECOUNTS IN SENIOR HIGH SCHOOL Eri Rusnawati
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.382 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan metode Communicative Language Teaching/CLT untuk pembelajaran spoken recount. Penelitian ini menelaah data yang kualitatif. Penelitian ini mengambarkan fenomena yang terjadi di dalam kelas. Data studi ini adalah perilaku dan respon para siswa dalam pembelajaran spoken recount dengan menggunakan metode CLT. Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuaro yang terdiri dari 34 siswa. Observasi dan wawancara dilakukan dalam rangka untuk mengumpulkan data dalam mengajarkan spoken recount melalui tiga aktivitas (presentasi, bermain-peran, serta melakukan prosedur). Dalam penelitian ini ditemukan beberapa hal antara lain bahwa CLT meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran recount. Berdasarkan pada grafik peningkatan, disimpulkan bahwa tata bahasa, kosakata, pengucapan, kefasihan, serta performa siswa mengalami peningkatan. Ini berarti bahwa performa spoken recount dari para siswa meningkat. Andaikata presentasi ditempatkan di bagian akhir dari langkah-langkah aktivitas, peforma spoken recount para siswa bahkan akan lebih baik lagi. Kesimpulannya adalah bahwa implementasi metode CLT beserta tiga praktiknya berkontribusi pada peningkatan kemampuan berbicara para siswa dalam pembelajaran recount dan bahkan metode CLT mengarahkan mereka untuk memiliki keberanian dalam mengonstruksi komunikasi yang bermakna dengan percaya diri.
Teacher’s Directive Expressions Analysis in English Teaching Classes Haryanto Haryanto; Husni Mubarok
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.482 KB) | DOI: 10.26714/lensa.8.1.2018.22-42

Abstract

This paper aimed at finding out the types of teacher‟s directive expressions at two schools and describing the realizations of directive expressions in English teaching. This research was designed as a qualitative and comparative study. The subjects of the research were English teachers at one Senior High School (first School) at Semarang city and one (second school) at Jepara city. The data of this research were gained through recording, observation and interview. The result showed that there were 11 illocutionary kinds found in the teacher‟s directive expressions at the first school, and 8 illocutionary types in teacher‟s directive expressions at the second school. The most illocutionary kind found in the conversation of teaching activity in both schools was question. The directive‟s expression in both schools used direct and indirect utterances. The teachers of first school more often used language instruction in the classroom because they applied varieties of directive expression. Meanwhile, the teachers at the first school used little directive expressions in English teaching because they did not apply varieties of directive‟s expressions. The implication in teaching learning English process is that teacher-centered and student-centered type of learning depends on the frequency of production of directive expressions. More directives the teacher expresses, more center the learning by the teacher. On the other hand, less directives the teacher expresses, less center the learning by the teacher.
Tindak Tutur Ilokusi Ridwan Kamil dalam 'Talkshow Insight' di CNN Indonesia (The Form and Type of Illocutionary Speech Acts Ridwan Kamil in the 'Insight Talkshow' at CNN Indonesia) Veranita Ragil Sagita; Teguh Setiawan
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.191 KB) | DOI: 10.26714/lensa.9.2.2019.187-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur ilokusi, dan (2) jenis tindak tutur ilokusi di CNN Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang diucapkan oleh Ridwan Kamil pada acara talkshow insight di CNN Indonesia periode 2017-2018. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Instrumen penelitian kemudian divalidasi oleh expert judgment. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dan metode agih. Berdasarkan analisis data dapat ditarik dua simpulan. Pertama, bentuk tindak tutur ilokusi yang ditemukan berupa deklaratif, imperatif, dan interogatif. Kedua, jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan berupa asertif, direktif, komisif, dan ekspresif.Kata kunci: pragmatik, tindak tutur, ilokusi, dan talkshow. ABSTRACT This study aims to describe (1) the form of illocutionary speech acts, and (2) the types of illocutionary speech acts on CNN Indonesia. This research is a type of qualitative description research. The data source in this study is the utterances uttered by Ridwan Kamil on talkshow insights on CNN Indonesia for the 2017-2018 period. The data collection technique in this study is the skillful free listening technique (SBLC) and note taking technique. The research instrument used in this study was the researcher himself (human instrument). The research instrument was then validated by expert judgment. The data analysis technique in this study uses the pragmatic equivalent method and the agih method. Based on data analysis, two conclusions can be drawn. First, the forms of illocutionary speech acts found are declarative, imperative, and interrogative. Second, the types of illocutionary speech acts found were assertive, directive, commissive, and expressive.
Analisis Reduplikasi Bahasa Jawa Pada Novel Dom Sumurup Ing Banyu Yunita Nugraheni
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.512 KB) | DOI: 10.26714/lensa.2.1.2012.%p

Abstract

Reduplication is one of the morfological process by which the stem or the root of the word is repeated. In this paper, the writer found the form of reduplication of Javanesse on the novel entitle Dom Sumurup ing Banyu. The research was done by collecting the data from the novel. The data classified into five groups of reduplication, namely; Dwilingga, Dwilingga salin swara, Dwipurwo, Dwiwasana, trilingga, and the combination of reduplication and affixation. Keywords: reduplication, stem, root, affixation

Page 9 of 23 | Total Record : 222