cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 378 Documents
Hubungan Kehamilan Remaja dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabukan Aulia Rahmah; Hapisah; Megawati; Yuniarti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting is a serious health issue affecting children's growth and development. Teenage pregnancy is a major risk factor that is often associated with the incidence of stunting. This study aims to determine the relationship between teenage pregnancy and the incidence of stunting in the working area of UPTD Puskesmas Tabukan. Methods: This study used an analytical observational design with a case-control approach, involving 192 children under five (96 stunted, 96 non-stunted). Data were collected from maternal and child health books, pregnancy registers, and EPPGBM records, and analyzed using the chi-square test.Results: Of the 96 children who experienced stunting, 44.8% of their mothers had been pregnant during adolescence. The chi-square test results showed a significant relationship between teenage pregnancy and stunting (p = 0.000) with an odds ratio of 4.5.Conclusion: Teenage pregnancy is associated with the incidence of stunting. Reproductive health education and improved access to health services for adolescents are needed to reduce the incidence of stunting.   Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kehamilan remaja merupakan faktor risiko utama yang sering berhubungan dengan kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehamilan remaja dan kejadian stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabukan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol, melibatkan 192 balita (96 stunting, 96 tidak stunting). Data dikumpulkan dari buku KIA, register kehamilan, dan catatan EPPGBM, serta dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Dari 96 balita yang mengalami stunting, 44,8% ibu mereka hamil pada usia remaja. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kehamilan remaja dan stunting (p = 0,000) dengan rasio odds 4,5 kali. Kesimpulan: Kehamilan remaja berhubungan dengan kejadian stunting. Edukasi reproduksi dan peningkatan akses layanan kesehatan bagi remaja perlu dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Kata Kunci: Stunting, Kehamilan Remaja, Balita, Puskesmas Tabukan
Penerapan Model Blended Learning Dengan Menggunakan Google Classroom Untuk Mendukung Pemahaman Konsep Matematika Materi Perbandingan Trigonometri Lailatus Shajidah; Suesthi Rahayuningsih; Ulil Nurul Imanah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the limited number of studies on the implementation of the Blended Learning model utilizing Google Classroom to improve understanding of mathematical concepts, particularly in the area of trigonometric ratios. This gap is important because it significantly impacts students' ability to understand concepts and apply them in problem-solving scenarios. The purpose of this study is to evaluate the use of the Blended Learning model through Google Classroom, as well as student engagement and understanding of mathematical concepts related to trigonometric ratios. This research was conducted using a quantitative descriptive approach involving 13 10th-grade vocational high school students, with a One-Shot Case Study design. Data collection was conducted by observing teacher and student activities, as well as administering a conceptual understanding test. Findings from the observations indicate that the implementation of the learning process by the teacher achieved a score of 90.63%, which is categorized as "Very Good". Student engagement, as assessed through six random samples, exceeded 88.33%, which is categorized as "Very Active", both in online learning sessions through Google Classroom and face-to-face interactions. The conceptual understanding test results showed that 15.38% of students were in the "Very High" category, while 84.62% of students were in the "High" category, with a classical completion rate of 100%. These findings indicate that the Google Classroom-based Blended Learning model effectively encourages active student participation and supports their understanding of mathematical concepts. Abstrak Penelitian ini berangkat dari masih minimnya kajian mengenai penerapan model Blended Learning dengan menggunakan Google Classroom dalam mendukung pemahaman konsep matematika, terutama pada materi perbandingan trigonometri. Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menguasai konsep sekaligus menggunakannya untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Blended Learning dengan menggunakan Google Classroom, menganalisis aktivitas siswa, serta menilai pemahaman konsep matematika pada materi perbandingan trigonometri. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif pada 13 siswa kelas X di salah satu SMK, menggunakan desain One Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes pemahaman konsep. Hasil observasi menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran oleh guru sebesar 90,63% (kategori “Sangat Baik”). Aktivitas siswa pada enam sampel acak berada di atas 88,33% (kategori “Sangat Aktif”), baik dalam pembelajaran daring di kelas menggunakan Google Classroom maupun tatap muka. Tes pemahaman konsep menunjukkan 15,38% siswa berada pada kategori “Sangat Tinggi” dan 84,62% pada kategori “Tinggi” dengan ketuntasan klasikal 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa model Blended Learning dengan menggunakan Google Classroom dapat mendukung keterlibatan aktif siswa dan pemahaman konsep matematika. Kata Kunci: Blended Learning, Google Classroom, aktivitas siswa, pemahaman konsep, perbandingan trigonometri.
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa MTs Dalam Menyelesaikan Soal Kontekstual Materi Aritmetika Sosial Ditinjau Dari Kemampuan Matematika Amanda Zalsabella Putri; Suesthi Rahayuningsih; F Feriyanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the numeracy skills of MTs students in solving contextual problems on social arithmetic material based on their level of mathematical ability (high, medium, low). The method used was descriptive qualitative with three seventh-grade students selected purposively based on their End-of-Semester Summative Assessment scores. The research instruments included a numeracy skills test and a validated interview guide. Data were analyzed through data reduction and conclusion drawing. The results showed that students with high mathematical ability used basic numbers and mathematical symbols, analyzed information presented in graphs, tables, charts, or diagrams, as well as interpreted the analysis results and made decisions. Students with medium ability arranged calculation steps systematically and used table information for calculations, but still made errors in calculating percentages, showed inconsistency in symbol usage, and provided incomplete results. Meanwhile, students with low ability only recognized numbers and mathematical symbols in general, did not process table information into new data, and had limited understanding of percentage formulas, resulting in inaccurate and incomplete answers. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa di Indonesia, yang berdampak dalam menyelesaikan soal matematika berbsis kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa MTs dalam menyelesaikan soal kontekstual materi aritmetika sosial berdasarkan tingkat kemampuan matematika (tinggi, sedang, rendah). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek tiga siswa kelas VII yang dipilih secara purposive berdasarkan nilai Sumatif Akhir Semester. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan numerasi dan pedoman wawancara yang telah divalidasi. Data analisis melalui reduksi data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi menggunakan bilangan dan simbol matematika dasar, menganalisis informasi yang ditampilkan dari grafik, tabel, bagan, atau diagram serta menginterpretasikan hasil analisis dan membuat keputusan. Siswa dengan kemampuan sedang menyususn langkah perhitungan secara runtut dan menggunakan informasi tabel untuk perhitungan, tetapi masih terdapat kesalahan menghitung persentase, ketidakkonsistenan penggunaan symbol, serta penyampaian hasil yang kurang lengkap, sednagkan siswa dengan kemampuan rendah hanya mengenali bilangan dan simbol matematika secara umum, tidak mengolah informasi tabel menjadi data baru serta kurang memahami rumus persentase sehingga hasil tidak akurat dan kurang lengkap. Kata kunci: Kemampuan numerasi; soal kontekstual; aritmetika sosial; kemampuan matematika
Efektivitas Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Metode Drill And Practice Terhadap Kemampuan Numerik Siswa SMK Materi Aritmatika Dasar Syafitri Wenda Pratama; Suesthi Rahayuningsih; Deka Anjariyah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numerical ability is a basic mathematical skill needed by vocational high school (SMK) students to support both learning and workplace readiness. However, many students still face challenges, especially in basic arithmetic. This study examined the effectiveness of a differentiated learning model using the drill and practice method to improve students’ numerical ability. The participants were eleventh-grade students from the TKJ, TKR, and OTKP programs at SMK Nasional Mojosari. A quantitative descriptive method with a One-Shot Case Study design was applied, focusing on teacher activity, student activity, and students’ test results as indicators of effectiveness. Data were collected through classroom observations and numerical ability tests, then analyzed by calculating percentage scores. Students were grouped into low, medium, and high categories based on initial test results, and each group received learning activities suited to their level. The findings showed teacher activity at 93.93%, student activity at 93.65%, and numerical test results at 92.86%, all categorized as very good. These results indicate that differentiated learning with drill and practice is effective in strengthening students’ numerical ability in basic arithmetic and supports their preparation for the workplace. Abstrak Kemampuan numerik adalah kemampuan dasar dalam matematika yang dibutuhkan siswa SMK untuk mendukung pembelajaran dan kesiapan kerja, namun pada praktik nyatanya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan terutama pada materi aritmatika dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran diferensiasi berbasis metode drill and practice dalam mendukung kemampuan numerik siswa SMK. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI gabungan TKJ, TKR, dan OTKP di SMK Nasional Mojosari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain One Shot Case Study yang melibatkan tiga indikator efektivitas, yaitu aktivitas guru dan siswa, serta hasil tes kemampuan numerik siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung persentase nilai hasil observasi aktivitas siswa dan guru, serta nilai hasil tes kemampuan numerik siswa. Pembelajaran dilaksanakan dengan mengelompokkan siswa diklasifikasikan menurut hasil tes kemampuan awal dalam kategori kemampuan rendah, sedang, dan tinggi yang masing-masing mendapatkan perlakuan dalam pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru memperoleh persentase 93,93%, aktivitas siswa 93,65%, dan hasil tes kemampuan numerik 92,86% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran diferensiasi berbasis drill and practice efektif dalam mendukung kemampuan numerik siswa pada materi aritmatika dasar sebagai bekal siswa dalam dunia kerja.  Kata kunci: pembelajaran diferensiasi, drill and practice, kemampuan numerik, efektivitas pembelajaran.  
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Statistika  Ditinjau Dari Self Confidence Friskha Nur Hida Rotus Sya’roni; Suesthi Rahayuningsih; Ulil Nurul Imanah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe students’ mathematical representation ability in solving statistics problems based on high, medium, and low levels of self confidence. The research employed a descriptive qualitative approach with three Grade XI students from MA Pesantren Al Ghoits, selected through a self confidence questionnaire to categorize them into high, medium, and low levels. From each category, one student was chosen based on equal mathematical ability (as indicated by report card scores) and good communication skills. Data were collected through written tests and interviews, and analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques, with time triangulation used for validation. The results showed that students with high self confidence consistently met all indicators of mathematical representation ability, from presenting information in tables and graphs, writing mathematical equations, to explaining the problem-solving process in a logical and contextual manner. Students with medium self confidence demonstrated good ability in visual and symbolic representation but provided less depth in verbal explanations. Meanwhile, students with low self confidence showed limitations in conveying ideas fully, expressed hesitation in writing mathematical expressions, and experienced difficulty explaining problem-solving steps in written form. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal statistika ditinjau dari tingkat self confidence tinggi, sedang, dan rendah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek tiga siswa kelas XI MA Pesantren Al Ghoits. Pemilihan subjek dilakukan melalui penyebaran angket self confidence yang mengelompokkan siswa ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Dari masing-masing kategori ditetapkan satu siswa dengan kemampuan matematika yang setara berdasarkan nilai rapor serta didukung dengan kemampuan komunikasi yang baik. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan validasi menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa dengan self confidence tinggi mampu memenuhi seluruh indikator representasi matematis secara konsisten, meliputi penyajian informasi dalam bentuk tabel dan grafik, penulisan persamaan matematika, serta penjelasan proses penyelesaian menggunakan bahasa yang logis dan sesuai konteks. Siswa dengan self confidence sedang menunjukkan hasil yang cukup baik pada representasi visual dan simbolik, namun penjelasan verbalnya kurang mendalam. Sementara itu, siswa dengan self confidence rendah mengalami keterbatasan dalam menyampaikan ide secara lengkap, ragu dalam menuliskan ekspresi matematika, serta kesulitan menjelaskan langkah penyelesaian soal secara tertulis.  Kata kunci : Kemampuan representasi matematis, Statistika, Self – confidence.
Mendukung Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pengembangan Bahan Ajar Digital Flipbook Berkearifan Lokal Zulfa Elia Mafaza; Deka Anjariyah; Ulil Nurul Imanah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to create a digital teaching resource in the form of a flipbook that utilizes local knowledge to help students improve their critical thinking skills in the context of sequences and arithmetic series. The lack of teaching resources that integrate local culture and the low critical thinking abilities of students are the main driving forces behind this research. This study uses the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate) by Thiagarajan. The research subjects are 10th-grade students of SMA Islam Diponegoro. Data collection techniques include expert validation, teacher and student response questionnaires, as well as critical thinking ability tests based on indicators of interpretation, analysis, evaluation, and inference. The research results show that the developed teaching materials meet the very valid criteria with a percentage of 94%, meet the very practical category with a percentage of 84% from student responses and 85% from teacher responses, and are highly effective with a classical completeness percentage of 70%. Therefore, the digital flipbook teaching material with local wisdom is highly recommended for use in mathematics learning to support students' critical thinking abilities. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menciptakan sumber daya ajar digital bergaya flipbook yang memanfaatkan pengetahuan lokal untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam hal deret dan deret aritmatika. Minimnya sumber daya ajar yang mengintegrasikan budaya lokal dan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa menjadi pendorong utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) oleh Thiagarajan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Islam Diponegoro. Teknik pengumpulan data meliputi validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis berdasarkan indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase sebesar 94%, memenuhi kategori sangat praktis dengan persentase sebesar 84% dari respon siswa dan 85% dari respon guru, dan sangat efektif dengan persentase ketuntasan klasikal 70%. Oleh karena itu, bahan ajar digital flipbook berkearifan local baik digunakan dalam pembelajaran matematika untuk mendukung kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci : Bahan ajar digital, flipbook, kearifan lokal, berpikir kritis, barisan dan deret aritmatika  
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia > 6 Sampai 12 Bulan Di Wilayah Puskesmas Padang Batung Mariah; Rafidah; Megawati; Vonny Khresna Dewi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding is the practice of providing only breast milk to infants from birth until 6 months without additional food or drink, except for medications. At Padang Batung Health Center, exclusive breastfeeding coverage increased from 50% in 2023 to 64.3% in 2024, but remains below the national target of 80%. This study aimed to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status of infants aged >6 to 12 months. An analytic observational study with a case-control design was conducted on 112 infants (1:1). The variables were exclusive breastfeeding and nutritional status, with secondary data analyzed using the chi-square test. Results showed that among 72 infants (64.3%) who received exclusive breastfeeding, 9.8% were malnourished, 80.4% had good nutrition, and 9.8% were obese, while of the 40 infants (35.7%) without exclusive breastfeeding, 20% were malnourished, 70% had good nutrition, and 10% were obese. Chi-square analysis revealed a significant relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status (p<0.05). In conclusion, exclusive breastfeeding is significantly associated with the nutritional status of infants. Abstrak ASI eksklusif merupakan pemberian hanya Air Susu Ibu kepada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali obat-obatan. Di Puskesmas Padang Batung, cakupan ASI eksklusif meningkat dari 50% pada tahun 2023 menjadi 64,3% pada tahun 2024, namun masih di bawah target nasional sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia >6 hingga 12 bulan. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain case-control pada 112 bayi (1:1). Variabel penelitian meliputi pemberian ASI eksklusif dan status gizi, dengan data sekunder yang dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 72 bayi (64,3%) yang memperoleh ASI eksklusif, 9,8% mengalami gizi kurang, 80,4% gizi baik, dan 9,8% obesitas; sedangkan 40 bayi (35,7%) yang tidak memperoleh ASI eksklusif terdiri dari 20% gizi kurang, 70% gizi baik, dan 10% obesitas. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan status gizi bayi. Kata kunci: ASI eksklusif, status gizi, bayi.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Telaga Langsat Sylvina Wulansari; Rubianti Hipni; Rusmilawaty; Hapisah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, particularly during the first 1,000 days of life. One of the key risk factors is noncompliance with appropriate complementary feeding (MP-ASI) in terms of timing, nutrition, and hygiene. This study aimed to examine the relationship between compliance with complementary feeding (MP-ASI) and the incidence of stunting among toddlers at Telaga Langsat Public Health Center. A quantitative cross-sectional design was employed with 37 respondents, consisting of mothers or caregivers of children aged 6–24 months, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements, and analyzed with the Chi-Square test. The results showed that most respondents complied with complementary feeding practices (67.6%), while the prevalence of stunting was recorded at 35.1%. The Chi-Square test revealed a significant relationship between MP-ASI compliance and the incidence of stunting (p = 0.007). In conclusion, compliance with MP-ASI significantly contributes to reducing stunting cases. Therefore, strengthening education and monitoring of MP-ASI practices is essential to support stunting prevention efforts at the community level. Abstrak Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu faktor risiko yang berperan adalah ketidakpatuhan dalam pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat waktu, bergizi, dan higienis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan mengonsumsi MP-ASI terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Langsat. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang merupakan ibu atau pengasuh balita usia 6–24 bulan, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh dalam pemberian MP-ASI (67,6%), sedangkan prevalensi stunting tercatat sebesar 35,1%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p = 0,007). Kesimpulannya, kepatuhan dalam pemberian MP-ASI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi serta pemantauan kepatuhan pemberian MP-ASI guna mendukung pencegahan stunting di tingkat masyarakat. Kata Kunci: MP-ASI, Kepatuhan, Stunting, Balita
Hubungan Status Gizi Terhadap Pola Makan Dan Aktivitas Fisik  Pada Siswa SMP Negeri 3 Samarinda Tahun 2025 Suryani; Aminah Toaha; Nino Adib C
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of nutritional problems among Indonesian adolescents shows an increasing trend, with data from the 2023 Indonesian Health Survey showing overweight reaching 12.1% and obesity 4.1%. To analyze the relationship between dietary patterns and physical activity with nutritional status of students at SMP Negeri 3 Samarinda. Cross-sectional study on 54 seventh-grade students using SQ-FFQ questionnaire, PAQ-A, and anthropometric measurements. The majority of respondents (48.1%) had good nutritional status, but 44.4% experienced undernutrition. Spearman correlation showed a strong relationship between dietary patterns and nutritional status (r = 0.799; p = 0.000) and physical activity with nutritional status (r = 0.876; p = 0.000). There is a significant positive correlation between balanced dietary patterns and adequate physical activity with optimal nutritional status in adolescents. Abstrak Prevalensi masalah gizi pada remaja Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat, dengan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan overweight mencapai 12,1% dan obesitas 4,1%. Untuk menganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi siswa SMP Negeri 3 Samarinda menggunakan metode cross-sectional pada 54 siswa kelas VII menggunakan kuesioner SQ-FFQ, PAQ-A, dan pengukuran antropometri. Mayoritas responden (48,1%) memiliki status gizi baik, namun 44,4% mengalami gizi kurang. Hasil korelasi Spearman menunjukkan hubungan kuat antara pola makan dengan status gizi (r = 0,799; p = 0,000) dan aktivitas fisik dengan status gizi (r = 0,876; p = 0,000) sehingga terdapat korelasi positif signifikan antara pola makan seimbang dan aktivitas fisik adekuat dengan status gizi optimal remaja.  Kata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Status Gizi, Remaja, Korelasi
Penerapan Metode Qiro’ah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas XI MIPA I  MAN 3 Magetan Nabil Yahsa; Rina Dian Rahmawati; Aufia Aisa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the process of Arabic language learning at MAN 3 Magetan, particularly with the implementation of Qiro'ah method. The problems found include obstacles experienced by students in learning Arabic and the presence of Qiro'ah method as a solution to these obstacles. This research is a qualitative study with observation and interviews with the Madrasah authorities. The object of the study is XI MIPA I with a total of 32 students. Data is collected through interviews and observations and then analyzed. The observation guidelines are as follows: 1) Observing the state of teaching and learning activities in the classroom, 2) Observing the teacher delivering material and methods, 3) Conducting interviews with relevant parties. The results show that the Qiro'ah method can be an effective alternative in Arabic language learning in class XI MIPA I MAN 3 Magetan, especially in improving students' ability to read Arabic texts. Although there are some obstacles faced, such as students' limited ability, school facilities that need to be improved, and teaching staff's ability that needs to be honed, the researcher believes that with proper analysis, comprehensive solutions, and strong cooperation from all parties, the implementation of Qiro'ah method can run smoothly and effectively. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran bahasa Arab di MAN 3 Magetan, khususnya dengan penerapan metode Qiro’ah. Permasalahan yang ditemukan meliputi kendala-kendala yang dialami peserta didik dalam belajar bahasa Arab dan hadirnya metode Qiro’ah sebagai solusi atas kendala tersebut. Penelitiaan ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan observasi dan wawancara dengan pihak Madrasah. Objek yang diteliti adalah kelas XI MIPA 1 dengan total 32 siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi kemudian dianalisis. Adapun pedoman observasi adalah sebagai berikut: 1) Mengamati keadaan kegiatan belajar-mengajar di kelas 2) Mengamati Guru menyampaikan materi beserta metodenya 3) Melakukan wawancara kepada yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Qiro'ah dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas XI MIPA I MAN 3 Magetan ini, terutama dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca teks bahasa Arab. Meskipun terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti kurangnya kemampuan siswa, fasilitas sekolah yang perlu ditingkatkan, dan kemampuan tenaga ajar yang perlu diasah, peneliti yakin bahwa dengan analisis yang tepat, solusi yang komprehensif, dan kerja sama yang kuat dari semua pihak, implementasi metode Qiro'ah dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Kata Kunci: Penerapan, Metode Qiro'ah, Pembelajaran Bahasa Arab

Page 2 of 38 | Total Record : 378