cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 639 Documents
Upaya Taman Nasional Bali Barat dalam Penanganan Perubahan Iklim melalui Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 berdasarkan Paris Agreement Natasya Ayu; Abid Rohman
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/zk5smc26

Abstract

Perubahan iklim mendorong terbentuknya Paris Agreement sebagai bentuk kerja sama internasional dalam mitigasi perubahan iklim. Indonesia kemudian menerjemahkan komitmen tersebut melalui kebijakan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dengan sektor kehutanan sebagai sektor utama penurunan emisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dalam mendukung FOLU Net Sink 2030 sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TNBB melaksanakan berbagai upaya melalui perlindungan kawasan, rehabilitasi ekosistem, rehabilitasi mangrove, pengukuran stok karbon, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan seperti belum adanya legalisasi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), keterbatasan monitoring karbon, dan belum tersedianya dokumen teknis pengelolaan mangrove. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Paris Agreement di tingkat lokal tidak hanya bergantung pada komitmen nasional, tetapi juga pada kapasitas tata kelola dan kelembagaan di tingkat lokal. Kata Kunci: Paris Agreement, FOLU Net Sink 2030, Taman Nasional Bali Barat, Perubahan Iklim, Multilevel Climate Governance
Pengaruh Work-Life Balance dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT Jangkar Global Groups Jakarta Timur Siti Komariah; Susan Rachmawati; Roydawaty Bunga Sihol
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/jc8e3n34

Abstract

Kualitas sumber daya manusia menjadi penentu keberhasilan sebuah perusahaan. Keseimbangan work-life balance yang terjaga dengan baik dapat mendorong peningkatan kinerja, sementara stres kerja yang tinggi cenderung menurunkan produktivitas. Di PT Jangkar Global Groups Jakarta Timur, minimnya penerapan work-life balance dinilai berpotensi memicu stres kerja yang pada akhirnya menurunkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan tersebut, menggunakan pendekatan kuantitatif statistik dengan populasi 36 responden dan teknik sampel jenuh. Data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hipotesis pertama secara parsial work-life balance berpengaruh positif thitung 3,361>ttabel 2,034 dan signifikansi 0,002 <0,05 terhadap kinerja karyawan. Hipotesis kedua secara parsial stres kerja tidak berpengaruh signifikan thitung -0,808 < ttabel 2,034 dan nilai signifikansi 0,425>0,05 terhadap kinerja karyawan. Hipotesis ketiga secara simultan work-life balance dan stres kerja berpengaruh signifikan dengan nilai fhitung 5,803>ftabel 3,28 dengan signifikansi 0,007<0,05 terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian penerapan work-life balance dan manajemen stres kerja terbukti penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Meskipun stres kerja tidak secara langsung memengaruhi kinerja karyawan. Kata Kunci: work-life balance, stress kerja, kinerja karyawan   Abstract The quality of human resources is a key determinant of a company's success. A well-maintained work-life balance can boost performance, whereas high levels of work-related stress tend to reduce productivity. At PT Jangkar Global Groups in East Jakarta, a lack of work-life balance practices is considered a potential trigger for work-related stress, which ultimately diminishes employee performance. This study aims to analyze the impact of work-life balance and work-related stress on employee performance at the company, employing a quantitative statistical approach with a population of 36 respondents and a saturated sampling technique. Data were processed using SPSS version 27. The results indicate that, regarding the first hypothesis, work-life balance has a significant positive partial effect on employee performance (t-count 3.361 > t-table 2.034; significance 0.002<0.05). Regarding the second hypothesis, work-related stress does not have a significant partial effect on employee performance (t-count -0.808 < t-table 2.034; significance 0.425>0.05). Regarding the third hypothesis, work-life balance and work-related stress have a significant simultaneous effect on employee performance (F-count 5.803 > F-table 3.28; significance 0.007<0.05). Thus, the implementation of work-life balance and work-related stress management is proven important for enhancing employee performance, even though work-related stress itself does not directly affect performance. Keywords: work-life balance, work stress, employee performance
Implementasi Program PKK dalam Meningkatkan Kapasitas Perempuan sebagai Agen Pemberdayaan Masyarakat di Haji Tamim, Kota Bandung Tisha Aulia Putri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/yd2mwm81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kapasitas perempuan sebagai agen pemberdayaan masyarakat di Haji Tamim, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pengurus dan anggota PKK serta pihak yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PKK di tingkat RW telah memiliki struktur organisasi dan beberapa bidang kegiatan, tetapi pelaksanaannya masih belum optimal. Kegiatan PKK lebih banyak berfokus pada koordinasi rutin dan dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya melalui kegiatan Posyandu dan pencegahan stunting. Sementara itu, kegiatan pemberdayaan dalam bidang pendidikan, lingkungan, pengelolaan sampah, dan pengembangan kapasitas perempuan masih terbatas serta belum dilaksanakan secara mandiri dan rutin. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, jumlah kader yang terbatas, serta masih adanya ketergantungan terhadap program dari tingkat kelurahan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan partisipasi perempuan, pembagian peran yang lebih jelas, serta pengembangan kegiatan PKK yang lebih mandiri dan berkelanjutan agar perempuan dapat berperan lebih optimal sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: program PKK, Pemberdayaan Perempuan, Kapasitas Perempuan, Pemberdayaan Masayarakat, Partisipasi Masyarakat.
Pengaruh Promo Tanggal Kembar dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen E-Commerce Shopee Jakarta Timur Muhammad Thufeil Athallah; Susan Rachmawati; Roydawaty Bunga Sihol
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/pf7g8f37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Promo Tanggal Kembar (X₁) dan Kualitas Pelayanan (X₂) terhadap Keputusan Pembelian (Y) konsumen e-commerce Shopee di Jakarta Timur, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert secara daring kepada 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Yamane dengan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Promo Tanggal Kembar tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (t hitung 0,722 < t tabel 1,984; sig. 0,472 > 0,05), dengan kontribusi hanya sebesar 3,81%. Sebaliknya, Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (t hitung 6,217; sig. < 0,001) dan menjadi variabel paling dominan dengan kontribusi sebesar 43,69%. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (F hitung 43,835; sig. < 0,001), dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,475, yang berarti 47,5% variasi Keputusan Pembelian dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 52,5% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Kata Kunci: Promo Tanggal Kembar, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian, E-commerce, Shopee Abstract This study aims to determine and analyze the effect of Twin Date Promotion (X₁) and Service Quality (X₂) on Purchasing Decisions (Y) among Shopee e-commerce consumers in East Jakarta, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative method, with primary data collected through an online Likert-scale questionnaire from 100 respondents determined using the Yamane formula with a purposive sampling technique. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results show that, partially, Twin Date Promotion had no significant effect on Purchasing Decisions (t-count 0.722 < t-table 1.984; Sig. 0.472 > 0.05), contributing only 3.81%. In contrast, Service Quality had a significant effect on Purchasing Decisions (t-count 6.217; Sig. < 0.001) and was the most dominant variable, contributing 43.69%. Simultaneously, both variables had a significant effect on Purchasing Decisions (F-count 43.835; Sig. < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.475, indicating that 47.5% of the variation in Purchasing Decisions is explained by the model, while the remaining 52.5% is explained by other factors outside the model. Keywords: Twin Date Promotion, Service Quality, Purchasing Decision, E-commerce, Shopee
Peran Duta Baca dalam Menguatkan Kesadaran Kesetaraan Gender Melalui Tata Kelola Literasi di Kabupaten Bandung Erisya Siti Khodijah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/122zt515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Duta Baca Kabupaten Bandung dalam menguatkan kesadaran dan praktik kesetaraan gender melalui aktivitas tata kelola literasi di tingkat lokal. Kajian ini penting dilakukan karena Kabupaten Bandung telah memiliki Perda No.24 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan daerah di Kabupaten Bandung, sehingga sangat penting untuk melihat nilai dan implementasi kebijakan kesetaraan gender dapat diperkuat melalui keterlibatan aktor lokal non-negara. Dalam konteks tersebut, Duta Baca memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan kesadaran kesetaraan gender dalam setiap jengkal kehidupan melalui aktivitas literasi, khususnya di lingkungan perpustakaan daerah dan masyarakat pemustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap Duta Baca Kabupaten Bandung Periode 2025 dan seorang pegiat literasi Duta Baca, didukung dengan studi dokumen Undang-undang, artikel, dan data yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemilihan Duta Baca yang mengharuskan satu pasang duta laki-laki dan perempuan di setiap angkatan, peran Duta Baca sebagai teladan (role model) bagi kedua gender, serta kolaborasinya dengan program dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Arsip turut memperkuat kesadaran kesetaraan gender di kalangan stakeholder, meliputi pemerintah daerah, komunitas literasi, dan masyarakat. Dalam implementasinya ditemukan kesenjangan pada tahap seleksi finalis 2026 yang didominasi peserta perempuan, menunjukkan bahwa kesetaraan gender selama ini lebih ditegakkan pada tahap keluaran (output) ketimbang keseluruhan proses seleksi, dan seluruh capaian masih bergantung pada komitmen tidak tertulis, bukan regulasi formal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik bagi kajian ilmu sosial dan hubungan internasional mengenai peran aktor lokal non-negara (non-state local actor) dalam pengarusutamaan isu gender di level daerah, sekaligus menjadi bahan evaluatif bagi pentingnya keberlanjutan program Duta Baca ke depan.   Kata Kunci: Duta Baca; Kesetaraan Gender; Tata Kelola Literasi; Aktor Lokal Non-Negara; Kabupaten Bandung
Analisis Dampak Fenomena Fatherless Terhadap Pola Interaksi Anak Usia Dini di TK Al-Kautsar Kecamatan Cikancung Nasywaa Maitsaa Athiyah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/r6gn9903

Abstract

Keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak, di mana kehadiran figur ayah memiliki peran yang sangat krusial bagi aspek emosional, sosial, dan moral. Namun, fenomena ketiadaan figur ayah atau istilah fatherless baik secara fisik maupun psikologis semakin marak terjadi di Indonesia, termasuk lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang menjadi penyebab terjadinya fatherless, dampak, serta pola interaksi anak usia dini di TK Al-Kautsar. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, data di kumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru kelas, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama fatherless yang terdiri dari perceraian, kematian, pekerjaan ayah di luar kota, serta budaya patriarki yang mengakibatkan adanya batasan anatara ayah dalam pengasuhan pada anak. Dampak yang teridentifikasi antara lain rendahnya kepercayaan diri, kesulitan ekspresi emosional, ketergantungan tinggi pada figur otoritas, serta kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Pola interaksi anak fatherless ditandai dengan hambatan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya dan kebutuhan akan validasi emosional yang lebih intensif. Kata Kunci: Fatherless, Anak Usia dini, Patriarki
Analisis Tata Kelola Global UN Women Terhadap AI-Generated Non-Consensual Intimate Images (AIG-NCII) Sebagai Bentuk Kekerasan Berbasis Gender dalam Konteks Perkembangan Generative Artificial Intelligence Periode 2023-2025 Nurfaridah Maryani
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4b035x35

Abstract

Pesatnya perkembangan Generative Artificial Intelligence memunculkan fenomena yang meresahkan berupa AI-Generated Non-Consensual Intimate Images (AIG-NCII), salah satu bentuk Technology-Facilitated Gender-Based Violence yang secara tidak proporsional menyasar perempuan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola global yang dijalankan UN Women dalam merespons AIG-NCII sepanjang periode 2023-2025, mencakup urgensi tata kelola tersebut, kebijakan dan strategi yang ditempuh, upaya konkret yang dijalankan, hingga tantangan yang dihadapi dalam prosesnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan, mengumpulkan data dari dokumen resmi UN Women, artikel ilmiah, serta pemberitaan media daring yang kredibel, yang kemudian dianalisis memakai teknik analisis isi kualitatif dan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AIG-NCII mengalami pertumbuhan yang eksponensial sepanjang 2023-2025, meluas dari kalangan selebritas hingga menyasar siswa sekolah, anggota parlemen, dan masyarakat umum, dengan sifatnya yang lintas negara sekaligus lintas platform membuat regulasi nasional semata menjadi tidak memadai. UN Women merespons persoalan ini lewat pendekatan safety by design serta memperluas cakupan akuntabilitas ke seluruh ekosistem perantara digital, sembari menjalankan sejumlah inisiatif konkret seperti UN Women's AI School dan berbagai chatbot pendukung korban seperti Sophia, OlimpIA, dan KEMI. Meski demikian, otoritas epistemik UN Women sebagai aktor non-hukum menghadapi keterbatasan nyata, mulai dari regulasi yang tertinggal, ketimpangan gender dalam industri teknologi, ketergantungan pada kesediaan platform swasta, hingga variasi norma budaya antarnegara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola global yang efektif terhadap AIG-NCII tidak cukup hanya dengan merumuskan norma dan rekomendasi kebijakan, tetapi juga memerlukan mekanisme penegakan yang nyata di tengah keterbatasan otoritas UN Women sebagai aktor antarpemerintah yang tidak memiliki kewenangan mengikat. Kata Kunci: UN Women, AIG-NCII, Technology-Facilitated Gender-Based Violence, tata kelola global, Generative AI
Analisis Dampak Perkawinan Anak Terhadap Kesempatan Pendidikan Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender di Kabupaten Sukabumi Nurma Amelia Misbah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/mfq2ge64

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak perkawinan anak terhadap kesempatan pendidikan perempuan dalam perspektif kesetaraan gender di Kabupaten Sukabumi. Perkawinan anak masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada terbatasnya akses perempuan terhadap pendidikan serta menghambat terwujudnya kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, dan penelitian terdahulu yang relevan. Kajian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak serta dampaknya terhadap meningkatnya angka putus sekolah, rendahnya kesempatan perempuan melanjutkan pendidikan, dan semakin besarnya ketimpangan gender dalam bidang pendidikan. Selain itu, penelitian ini memberikan gambaran mengenai pentingnya peran pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah perkawinan anak serta meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan guna mewujudkan kesetaraan gender. Kata Kunci: perkawinan anak; pendidikan perempuan; kesetaraan gender.   Abstract This article aims to examine the impact of child marriage on women’s educational opportunities from the perspective of gender equality in Sukabumi Regency. Child marriage remains a social issue that limits girls’ access to education and hinders the achievement of gender equality. This study employs a literature review by examining relevant journals, books, regulations, and previous studies. The review identifies the factors contributing to child marriage and its impact on increasing school dropout rates, limiting women’s opportunities to continue their education, and reinforcing gender inequality in education. In addition, this study highlights the importance of the roles of the government, families, and communities in preventing child marriage and improving women’s access to education in order to promote gender equality. Keywords: child marriage; women’s education; gender equality.
Suara Digital, Kesadaran Generasi Muda Pengaruh Gerakan MeToo terhadap Gen Z mengenai Kekerasan Berbasis Gender Ridda Alsun Putri Argara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/vpakq744

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan informasi, membangun solidaritas, dan merespons berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan berbasis gender. Salah satu gerakan digital yang memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan perhatian terhadap isu tersebut adalah gerakan #MeToo. Gerakan ini memberikan ruang bagi korban untuk menyuarakan pengalaman kekerasan dan pelecehan seksual sekaligus mendorong terbentuknya kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan #MeToo di media sosial terhadap kesadaran Generasi Z (Gen Z) mengenai kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada responden Gen Z. Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat hubungan antara intensitas paparan terhadap konten #MeToo di media sosial dengan tingkat kesadaran responden mengenai bentuk, dampak, serta upaya pencegahan kekerasan berbasis gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan dalam memperluas akses Gen Z terhadap informasi mengenai kekerasan berbasis gender dan mendorong meningkatnya perhatian terhadap isu tersebut. Gerakan #MeToo tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyampaian pengalaman, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pembentukan opini, dan penguatan solidaritas sosial. Dengan demikian, gerakan #MeToo menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap kekerasan berbasis gender.  Kata kunci: #MeToo, media sosial, Gen Z, kekerasan berbasis gender, kesadaran.
Legitimasi Kepemimpinan Perempuan di Ruang Politik: Studi Kasus Kepemimpinan Sherly Tjoanda Sebagai Gubernur Maluku Utara Mugi Rizkia Rizal
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/wdetjc50

Abstract

Penelitian ini membahas legitimasi kepemimpinan perempuan di ruang politik melalui studi kasus Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan masyarakat terhadap kepemimpinan Sherly Tjoanda serta melihat bagaimana legitimasi kepemimpinannya terbentuk sebagai perempuan di tengah lingkungan politik yang masih dipengaruhi oleh budaya patriarki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima masyarakat Maluku Utara serta studi literatur yang meliputi dokumen resmi, artikel jurnal, buku, dan pemberitaan yang relevan. Analisis penelitian menggunakan konsep Interactive Leadership Judy B. Rosener (1990) yang menekankan komunikasi, partisipasi, kerja sama, dan hubungan antara pemimpin dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap Sherly Tjoanda tidak semata-mata ditentukan oleh identitasnya sebagai perempuan, tetapi juga berkaitan dengan penilaian terhadap kemampuan, pengalaman, komunikasi, dan tanggung jawab kepemimpinannya. Legitimasi Sherly terbentuk melalui mandat elektoral sekaligus diperkuat oleh penerimaan dan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, kasus Sherly Tjoanda menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang memperoleh legitimasi politik ketika mampu memperoleh dukungan, membangun kepercayaan, dan menjalankan kepemimpinan yang dapat diterima oleh masyarakat. Kata kunci: legitimasi politik, kepemimpinan perempuan, interactive leadership, Sherly Tjoanda, Maluku Utara.