cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 381 Documents
Representasi Gangguan Kesehatan Mental Dalam Film Sampai Nanti Hanna Satria Radiansyah; Rindana Intan Emeilia; Siti Qona’ah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health is an important aspect that is often poorly understood by society. This disorder can affect a person's emotions, thought patterns and behavior, and negatively impact social relationships and well-being. Lack of awareness causes sufferers to feel isolated without support. Film as a mass communication medium plays a role in conveying social problems emotionally and persuasively. This research analyzes the representation of mental health disorders in the film Until Later Hanna using Charles Sanders Peirce's semiotic theory. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, documentation and literature study. The results of the research show that this film represents representation through visual symbols, facial expressions, dim light, expressions of sadness, passive body gestures, Objects through emotional situations, stress, trauma, emotional pressure, Interpretants through Hanna's mental pressure due to verbal violence and unhealthy household relations. In addition, analysis of data (representamen), Objects and Interpretants from this film shows symptoms of mental disorders such as unhealthy emotions. stable, anxiety and inner stress. This film is an effective medium for building awareness and empathy for mental health problems. Keywords : Representation, Mental Health, Film, Semiotics, Peirce.   Abstrak Kesehatan mental merupakan aspek penting yang seringkali kurang dipahami oleh masyarakat. Gangguan ini dapat memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang, serta berdampak negatif pada hubungan sosial dan kesejahteraan. Kurangnya kesadaran menyebabkan penderita merasa terisolasi tanpa dukungan. Film sebagai media komunikasi massa berperan dalam menyampaikan permasalahan sosial secara emosional dan persuasif. Penelitian ini menganalisis representasi gangguan kesehatan mental dalam film Sampai Nanti Hanna menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan representamen melalui simbol visual, ekspresi wajah, cahaya remang, ekpresi kesedihan, gestur tubuh pasif, object melalui situasi emosional, stres, trauma, tekanan emosional, Interpretant melalui tekanan mental Hanna akibat kekerasan verbal dan relasi rumah tangga yang tidak sehat. Selain itu, analisis data (representamen), objek dan interpretan dari film ini menunjukkan gejala gangguan jiwa seperti emosi yang tidak stabil, kecemasan dan stres batin. Film ini menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran dan empati terhadap masalah kesehatan mental.
Representasi Budaya Aborigin Melalui Video Musik “Milkumana” Oleh Band King Stingray Tanto Tri Sugi Shadewo; Ferrari Lancia; Andi Banus Achir
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the representation of Aboriginal culture in the music video Milkumana by the band King Stingray, an Australian music group known for combining elements of modern music with Yolngu culture. The purpose of this study is to understand how elements of local culture are represented visually and symbolically in the music video, and how their meanings can be interpreted through Charles S. Peirce's semiotics. The method used is a qualitative approach with Peirce's semiotic model analysis, which examines signs through three main elements: representamen, object, and interpretant. The music video Milkumana is analyzed by paying attention to visual elements such as natural landscapes, social behavior, and the use of traditional musical instruments involved in the video. The results show that Milkumana not only displays Aboriginal culture as a visual identity, but also as a form of living cultural expression. The elements of the beach and red soil represent a spiritual connection with nature and ancestors, while the scenes of helping each other reflect the social values typical of the Yolŋu community. The presence of traditional musical instruments such as the yidaki and bilma are symbols of cultural ties. Thus, Milkumana's music video is understood as a meeting place between tradition and modernity, as well as a medium of cultural resistance against the dominance of mainstream narratives. This work shows that music and visuals can be important means of maintaining, voicing, and celebrating local cultural identity. Keywords: Cultural Representation, Aboriginal, Music Video. Abstrak Penelitian ini membahas representasi budaya Aborigin dalam video musik Milkumana oleh band King Stingray, grup musik asal Australia yang dikenal menggabungkan elemen musik modern dengan budaya suku Yolngu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana unsur-unsur budaya lokal direpresentasikan secara visual dan simbolik dalam video musik tersebut, serta bagaimana makna-maknanya dapat ditafsirkan melalui semiotika Charles S. Peirce. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik model Peirce, yang mengkaji tanda melalui tiga elemen utama: representamen, objek, dan interpretan. Video musik Milkumana dianalisis dengan memperhatikan unsur-unsur visual seperti lanskap alam, perilaku sosial, serta penggunaan alat musik tradisional yang terlibat dalam video. Hasilnya menunjukkan bahwa Milkumana tidak hanya menampilkan budaya Aborigin sebagai identitas visual semata, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi budaya yang hidup. Elemen pantai dan tanah merah merepresentasikan hubungan spiritual dengan alam dan leluhur, sedangkan adegan tolong-menolong mencerminkan nilai-nilai sosial khas komunitas Yolŋu. Kehadiran alat musik tradisional seperti yidaki dan bilma menjadi simbol keterikatan budaya. Dengan demikian, video musik Milkumana dipahami sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas, sekaligus sebagai media perlawanan kultural terhadap dominasi narasi arus utama. Karya ini memperlihatkan bahwa musik dan visual dapat menjadi sarana penting dalam menjaga, menyuarakan, dan merayakan identitas budaya lokal. Kata Kunci : Representasi Budaya, Aborigin, Video Musik.
Locket Sebagai Media Life Update Visual Antar Teman Grup Studi Pada Grup CLC (Communication Love Connection) Faza Sava’Atul Ulya; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of using the Locket application as a widget-based social media platform that enables users to share real-time photos exclusively with their closest friends. Within the CLC group context, this application provides a more private, spontaneous, and personal visual communication space compared to public social media platforms that often create social pressure. The purpose of this study is to understand how Locket is used as a visual life update medium among close friends and how such visual interactions foster emotional closeness among users. The study applies the Uses and Gratifications theory to analyze media usage motives and the Visual Communication theory to interpret the role and meaning of images in digital interactions. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were obtained through interviews with five active members of the CLC group who regularly use Locket. The findings reveal that the use of Locket is driven by users’ needs for self-expression, maintaining social closeness, and presenting emotional presence through real-time visuals. The photos shared are not merely documentation but serve as representations of identity and emotional expression that strengthen personal relationships without the performative pressure of public media. Keywords: Locket, visual life update, visual communication, Uses and Gratifications, close friends.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan aplikasi Locket sebagai media sosial berbasis widget yang memungkinkan pengguna berbagi foto secara real-time hanya kepada teman-teman terdekat. Dalam konteks pertemanan kelompok CLC, aplikasi ini menjadi ruang komunikasi visual yang lebih privat, spontan, dan personal dibandingkan media sosial publik yang sarat tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Locket digunakan sebagai media life update visual dalam lingkar pertemanan dekat, serta bagaimana interaksi visual tersebut membentuk kedekatan emosional antar pengguna. Teori yang digunakan adalah Uses and Gratifications untuk menganalisis motif penggunaan media, serta teori Komunikasi Visual untuk memahami peran dan makna gambar dalam interaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara terhadap lima anggota grup CLC yang aktif menggunakan Locket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Locket didorong oleh kebutuhan untuk mengekspresikan diri, menjaga kedekatan sosial, serta menghadirkan kehadiran emosional melalui visual yang dikirim secara real-time. Foto yang dibagikan tidak sekadar menjadi dokumentasi, melainkan representasi identitas dan ekspresi emosi yang memperkuat hubungan personal tanpa tekanan performatif dari media publik.   Kata kunci: Locket, life update visual, komunikasi visual, Uses and Gratifications, teman dekat.
Pesan Visual Dalam Poster Infografis Kampanye Anti Illegal Inrepoted And Unrelgulated Fishing Pada Instagram @DitjenPSDKP (Analisis Semiotika Roland Barthes) Fitria Wijaya Dewi; Susilowati; Selvy Maria Widuhung
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore how visual messages are constructed in infographic posters of the Anti-Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing campaign published by the Directorate General of Marine and Fisheries Resources Surveillance (Ditjen PSDKP) through its official Instagram account, @ditjenpsdkp. The campaign serves as a form of public communication that educates society, particularly fishermen, about the importance of using legal and environmentally friendly fishing gear. This research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis. The analysis focuses on two selected infographic posters relevant to the campaign theme. The technique applies Barthes’ three layers of meaning: denotation (literal meaning), connotation (cultural meaning), and myth (ideological meaning).The results indicate that visual elements such as illustrations of fishermen, layout composition, color, checkmark symbols, and persuasive text play significant roles in constructing the campaign message. The three layers of meaning reinforce each other in delivering educational and persuasive visual communication. The myth layer emerges as the most dominant, forming a narrative that portrays law-abiding fishermen as a symbol of integrity and professional identity. Keywords: visual message, infographic poster, IUU Fishing campaign, Ditjen PSDKP, Roland Barthes semiotics Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan visual dikonstruksi dalam poster infografis kampanye Anti Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) melalui akun Instagram resmi @ditjenpsdkp. Kampanye ini merupakan bentuk komunikasi publik yang mengedukasi masyarakat, khususnya nelayan, mengenai pentingnya penggunaan alat tangkap ikan yang legal dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan pada dua poster infografis yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan tema kampanye. Teknik analisis data mengacu pada tiga lapisan makna Barthes, yaitu: denotasi (makna literal), konotasi (makna kultural), dan mitos (makna ideologis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual seperti gambar tokoh nelayan, tata letak, warna, simbol centang, serta teks ajakan memainkan peran penting dalam membentuk pesan kampanye. Ketiga lapisan makna yang dianalisis saling mendukung dalam menyampaikan pesan visual yang edukatif dan persuasif. Lapisan mitos menjadi makna paling dominan, karena membentuk narasi bahwa nelayan yang taat hukum adalah simbol integritas dan identitas profesional yang ideal. Kata kunci: pesan visual, poster infografis, IUU Fishing, kampanye publik, semiotika Roland Barthes
Pengaruh Tagline dan Brand Ambassador Song Hye Kyo terhadap Citra Brand Susu Collagena pada Generasi Milenial Kharlina Oktaviani; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the strong role of television as the main promotional medium, as well as the vital function of the tagline and brand ambassador in shaping positive consumer perceptions, especially among the Millennial Generation who are the primary target market for the Collagena milk product. This quantitative survey-based study aims to analyze (1) the partial effect of the Tagline (X₁), (2) the partial effect of Brand Ambassador Song Hye Kyo (X₂),and (3) the simultaneous effect of both variables on the Brand Image (Y) of  Collagena milk among millennials in Jl. SD Inpres RT 008/RW 006, Pulo Gebang Sub-district, Cakung District, East Jakarta. The research employs the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) Theory framework, where the promotional variables act as stimuli processed by consumers. The study sample consisted of 110 Millennial respondents selected through a purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires, literature review, and documentation. Data analysis was performed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that both the tagline and brand ambassador, partially and simultaneously, have a significant influence on Brand Image. The Brand Ambassador proved to be the most dominant variable (β = 0,649) The Coefficient of Determination R² value of 0.889 suggests that 88.9% of the variation in Brand Image is explained by these two independent variables. The study concludes that the appropriate marketing communication strategy employed by Collagena effectively creates a very positive perception and strong brand image among millennials. Keywords : Tagline, Brand Ambassador, Brand Image, Song Hye Kyo,   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya peran media televisi sebagai sarana promosi utama, serta fungsi vital tagline dan brand ambassador dalam membentuk persepsi positif konsumen, khususnya di kalangan Generasi Milenial yang merupakan target pasar utama produk susu Collagena. Penelitian kuantitatif berbasis survei ini bertujuan menganalisis (1) pengaruh tagline (X₁), (2) pengaruh brand ambassador Song Hye Kyo (X₂) secara parsial, dan (3) pengaruh kedua variabel secara simultan terhadap citra brand (Y) susu Collagena pada generasi milenial di Jalan SD Inpres RT 008/RW 006, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), di mana variabel promosi bertindak sebagai stimulus yang diolah konsumen. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis dat dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tagline dan brand ambassador secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap citra brand. Brand ambassador terbukti menjadi variabel yang paling dominan (β = 0,649). Nilai Koefisien Determinasi R² sebesar 0,889 mengindikasikan bahwa 88,9% variasi citra brand dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Kesimpulannya, strategi komunikasi pemasaran Collagena yang tepat mampu membentuk persepsi dan citra brand yang sangat positif di kalangan milenial. Kata Kunci : Tagline, Brand Ambassador, Citra Brand, Song Hye Kyo
Komunikasi Persuasif Customer Service Dalam Meningkatkan Pemahaman Produk Kepada Konsumen Di XL Center Puri Indah Mall Tin Ayu Amilya Ainun Nisya; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excellent Customer service is one of the key factors in maintaining customer satisfaction, including in the telecommunications industry. XL Center Puri Indah Mall, as a Customer service Center, often faces various customer complaints such as signal issues, expensive package prices, MyXL application problems, and unfriendly services, requiring persuasive communication strategies in delivering product information. This study aims to analyze how persuasive communication by Customer service can improve product understanding among consumers at XL Center Puri Indah Mall. This research uses a qualitative method with an interpretive paradigm through observation, in-depth interviews, and documentation techniques involving Customer service informants and consumers who have used the services. The results show that the application of persuasive communication through the ethos, pathos, and logos approach helps Customer service to explain product information more convincingly and clearly to consumers. Persuasive communication strategies also help reduce consumer complaints related to product misunderstandings, improve consumer understanding of services, and encourage customer trust and loyalty towards XL Center Puri Indah Mall. Keywords: persuasive communication, customer service, product understanding, XL Center.   Abstrak Pelayanan Customer service yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepuasan pelanggan, termasuk dalam industri telekomunikasi. XL Center Puri Indah Mall sebagai pusat pelayanan pelanggan sering menghadapi berbagai keluhan konsumen seperti masalah sinyal, harga paket mahal, kendala aplikasi MyXL, hingga pelayanan yang kurang ramah, sehingga memerlukan strategi komunikasi persuasif dalam menyampaikan informasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan Customer service dapat meningkatkan pemahaman produk kepada konsumen di XL Center Puri Indah Mall. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma interpretif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada informan Customer service dan konsumen yang telah menggunakan layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi persuasif melalui pendekatan ethos, pathos, dan logos membantu Customer service dalam menjelaskan informasi produk dengan lebih meyakinkan dan mudah dipahami oleh konsumen. Strategi komunikasi persuasif juga membantu mengurangi keluhan konsumen terkait ketidakpahaman produk, meningkatkan pemahaman konsumen terhadap layanan, serta mendorong kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap XL Center Puri Indah Mall. Kata kunci: komunikasi persuasif, customer service, pemahaman produk, XL Center.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Canva Dengan Fitur Gamifikasi Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar Dwi Nasykhatul Muffidah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the result of a literature review on the development of Canva-based electronic students worksheets (E-LKPD) with gamification features in elementary school learning. The purpose of this review is to determine the feasibility, effectiveness, and attractiveness of E-LKPD as an innovative digital learning medium. The method used in this study is a Systematic Literature Review (SLR) by searching articles from google scholar using the keywords “Canva-based E-LKPD” and “gamification”, covering publications from 2020 to 2025. After the selection process, ten relevant studies that met the criteria were analyzed based on their objectives, methods, samples, and result. The findings indicate that the Canva-based E-LKPD is highly percentages exceeding 90%. Moreover, the integration of gamification features significantly enhances students’ motivation, active participation, and learning outcomed. Canva provides easy access and flexibility in designing engaging and interactive learning media. There fore, it can be concluded that Canva-based E-LKPD with gamification features is an innovative, effective, and feasible learning medium that fosters active, creative, and enjoyable learning experiences in the digital learning era. Keyword: Canva-based E-LKPD, Gamification.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kajian literatur mengenai pengembangan E-LKPD berbasis Canva dengan fitur gamifikasi pada pembelajaran di sekolah dasar. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan, efektivitas, dan daya tarik E-LKPD sebagai media pembelajaran digital  yang inovatif. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel dari google scholar menggunakan kata kunci “E-LKPD berbasis Canva” dan “gamifikasi” pada rentang waktu publikasi tahun 2020-2025. Dari hasil seleksi diperoleh sepuluh artikel yang memenuhi kriteria, kemudian dianalisis berdasarkan tujuan, metode, sampel, dan hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis Canva dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli materi dan desain dengan persentase di atas 90%. Selain itu, penerapan fitur gamifikasi terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, dan hasil belajar peserta didik. Canva memberikan kemudahan akses serta fleksibilitas dalam perancangan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis Canva dengan fitur gamifikasi merupakan media pembelajaran inovatif yang efektif, layak, dan mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan di era pembelajaran digital. Kata Kunci: E-LKPD berbasis Canva, Gamifikasi.
Pengembangan Modul Eksperimen Berbasis Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA pada Materi Perubahan Wujud Benda Ida Rahmawati; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presents a systematic literature review (SLR) on the development of a Student Worksheet (SW)-based experimental module to improve science learning activities and outcomes on the topic of changes in state of matter. The SLR method follows the PRISMA 2020 guidelines for the identification, selection, and synthesis of empirical studies and R&D published between 2020 and 2025. Searches were conducted through Google Scholar, academic repositories, and education journals. The synthesis results indicate that experimental SW that focus on science process skills, guided inquiry, and multimedia integration consistently improve student learning activities and outcomes. The SW design that includes structured experimental steps, safety guidelines, assessment rubrics, and student reflections provides the greatest contribution to effectiveness. This article concludes with recommendations for SW experimental design for teachers and researchers. Keywords : Student worksheets, Science experiments, Changes in the state of matter, Learning activities, SLR learning outcomes   Abstrak Penelitian ini menyajikan tinjauan sistematik literatur (Systematic Literature Review – SLR) mengenai pengembangan modul eksperimen berbasis Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkaykan aktivitas dan hasil belajar IPA pada materi perubahan wujud benda. Metode SLR mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk identifikasi, seleksi, dan sintesis studi empiris serta R&D yang dipublikasikan antara 2020-2025. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar, repositori akademik, dan jurnal pendidikan. Hasil sintisesis menunjukkan bahwa LKS ekperimen yang berorientasi pada keterampilan proses sains, guided inquiry,dan integrasi multimedia secara konsisten meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Desain LKS yang memuat langkah eksperimen terstruktur, panduan keselamatan, rubrik penilaian, dan refleksi siswa memberi kontribusi terbesar terhadap efektivitas. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi desain LKS eksperimen bagi guru dan peneliti. Kata Kunci : Lembar kerja siswa, Eksperimen ipa, Perubahan wujud benda, Aktivitas belajar, Hasil belajar SLR
Pengembangan Media Pop-Up Book Berbasis Strategi Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD pada Mata Pelajaran IPAS Nurbaetullah Karnita; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to systematically review research findings concerning the development of pop-up book media based on the reciprocal teaching strategy to enhance elementary school students’ critical thinking skills, particularly in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS). The research method employed is a Systematic Literature Review (SLR) using data sources from Google Scholar and the Directory of Open Access Journals (DOAJ), covering studies published between 2020 and 2025. The selection process involved identification, screening, and synthesis of ten relevant articles that met the inclusion criteria: studies focusing on elementary education, the use of pop-up book media or reciprocal teaching strategy, and assessment of critical thinking skills. The synthesis results indicate that pop-up books effectively improve conceptual understanding and learning motivation through contextual three-dimensional visualization. Meanwhile, the reciprocal teaching strategy promotes higher-order thinking skills through its four phases: predicting, questioning, clarifying, and summarizing. The integration of both approaches creates a meaningful synergy that fosters active, collaborative, and engaging learning experiences. This study recommends developing an interactive digital pop-up book integrated with the reciprocal teaching stages to support IPAS learning aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. Keywords: Pop-up Book Media; Reciprocal Teaching Strategy; Critical Thinking Skills; IPAS; Elementary School.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis hasil-hasil studi yang membahas pengembangan media pop-up book berbasis strategi reciprocal teaching dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Google Scholar dan Directory of Open Access Journals (DOAJ) pada rentang tahun 2020–2025. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan analisis sintesis terhadap 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian dengan konteks pembelajaran SD, penggunaan media pop-up book atau strategi reciprocal teaching, serta pengukuran kemampuan berpikir kritis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media pop-up book efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan motivasi belajar melalui visualisasi tiga dimensi yang kontekstual. Sementara itu, strategi reciprocal teaching terbukti mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui tahapan predicting, questioning, clarifying, dan summarizing. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan sinergi yang signifikan dalam membangun pembelajaran aktif, kolaboratif, dan bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan media pop-up book berbasis digital interaktif yang dipadukan dengan tahapan reciprocal teaching untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran IPAS sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Media Pop-up Book; Strategi Reciprocal Teaching; Kemampuan Berpikir Kritis; IPAS; Sekolah Dasar.
Pengembangan E-Modul Terhadap Kemampuan Membaca Dan Keterampilan Kolaborasi Hanatun Janah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this study is to analyze the development and research trends related to the implementation of electronic modules (e-modules) in improving reading ability and collaboration skills among elementary school students. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA protocol, encompassing identification, screening, eligibility, and inclusion stages. Literature was collected from credible international and national databases Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, ResearchGate, Springer, and SINTA covering publications from 2020 to 2025. An initial search yielded 1,087 articles, filtered using inclusion and exclusion criteria based on the PICOC framework. Fifteen final journals were analyzed descriptively and thematically. The findings reveal that e-modules significantly enhance students’ reading comprehension, motivation, and literacy engagement through interactive digital design, contextual content, and multimedia integration. Simultaneously, project-based and inquiry-based e-modules strengthen students’ collaboration, communication, and group responsibility in digital learning environments. Most studies applied Research and Development (R&D) or experimental methods, emphasizing e-module validity, practicality, and effectiveness. However, limited research integrates both reading and collaboration skills holistically or develops context-adaptive models tailored to local needs. This study highlights the need for future e-module innovations focusing on interactive, collaborative, and culturally relevant designs that empower teachers and students in digital-based learning ecosystems. Keywords: e-module, reading ability, collaboration skills, elementary school, systematic literature review. Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan dan tren penelitian terkait penerapan e-modul dalam meningkatkan kemampuan membaca dan keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan acuan protokol PRISMA yang mencakup tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Literatur dikumpulkan dari basis data nasional dan internasional yang kredibel Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, ResearchGate, Springer, dan SINTA dengan rentang publikasi tahun 2020 hingga 2025. Dari pencarian awal sebanyak 1.087 artikel, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sesuai kerangka PICOC, hingga diperoleh 15 jurnal final yang dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman bacaan, motivasi literasi, dan keterlibatan siswa melalui desain digital interaktif, konten kontekstual, serta integrasi multimedia. Secara bersamaan, e-modul berbasis proyek dan inkuiri juga memperkuat keterampilan kolaborasi, komunikasi, serta tanggung jawab kelompok dalam pembelajaran digital. Sebagian besar penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dan eksperimen, dengan fokus pada validitas, kepraktisan, dan efektivitas e-modul. Namun demikian, masih terbatas penelitian yang mengintegrasikan kemampuan membaca dan kolaborasi secara holistik atau mengembangkan model e-modul yang adaptif terhadap konteks lokal. Penelitian ini merekomendasikan agar pengembangan e-modul ke depan berfokus pada desain yang interaktif, kolaboratif, serta relevan dengan budaya dan kebutuhan peserta didik, sehingga dapat memperkuat ekosistem pembelajaran digital yang inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: e-modul, kemampuan membaca, keterampilan kolaborasi, sekolah dasar, systematic literature review.

Page 7 of 39 | Total Record : 381