cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 381 Documents
Pola Komunikasi Anak Dalam Menangani Pasien Demensia Untuk Menciptakan Pemahaman Pasien Shelomitha Anjani; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the communication patterns and interpersonal communication between family members (children and grandchildren) and dementia patients in the context of caregiving during medical treatment. The research method employed is qualitative, using a phenomenological approach and a constructivist paradigm. Data was collected through in-depth interviews and participant observation involving three informants who actively accompany dementia patients. The findings reveal that communication is not merely an exchange of messages, but also involves emotional, psychological, and social aspects. The characteristics of interpersonal communication identified include openness, empathy, emotional support, a positive attitude, and equality. Meanwhile, the communication patterns observed consist of two-way and one-way communication, circular patterns, and adaptive patterns. These patterns reflect the ability of family members to adjust their communication style to the cognitive decline experienced by the patients. Communication in this context serves not only to convey information but also to strengthen emotional bonds and maintain meaningful social connections. This study highlights the importance of patient, empathetic, and flexible communication in supporting patients with dementia to foster understanding and comfort despite existing limitations. Keywords: Communication Patterns, Interpersonal Communication, Dementia, Family Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi dan komunikasi interpersonal antara anggota keluarga (anak dan cucu) dengan pasien demensia dalam konteks pendampingan saat menjalani perawatan medis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap tiga informan yang secara aktif mendampingi pasien demensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi tidak hanya berupa pertukaran pesan, tetapi juga melibatkan aspek emosional, psikologis, dan sosial. Karakteristik komunikasi interpersonal yang ditemukan meliputi keterbukaan, empati, dukungan emosional, sikap positif, dan kesetaraan. Sementara itu, pola komunikasi yang terbentuk terdiri dari pola dua arah dan satu arah, pola sirkular, serta pola adaptif. Pola-pola ini mencerminkan kemampuan anggota keluarga dalam menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi pasien yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dan menjaga keterhubungan sosial yang bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi yang sabar, empatik, dan fleksibel dalam mendampingi pasien demensia agar tercipta pemahaman dan kenyamanan di tengah keterbatasan yang ada. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Demensia, Keluarga.
Analisis Strategi Komunikasi Persuasif Tim Business Development Pada CV. Sumber Urip Farm Dalam Menjaga Kepercayaan Mitra Diana Setiana; Yusmawati; Muherni Asri Utami
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Agribusiness is one of the most widely pursued sectors in Indonesia, including by CV Sufarm, a company engaged in the distribution and partnership of agricultural products. A common issue arises when product quality declines upon reaching markets or supermarkets, which often leads to rejections by partners. This situation affects the continuity of cooperation. To address this problem, Sufarm strives to maintain product quality through the role of the Quality Control (QC) team and by implementing persuasifve communication with partners. This study aims to examine the persuasive communication strategies employed by the Business Development team of CV Sumber Urip Farm in maintaining partner trust. The research method used is descriptive qualitative with data collected through interviews. The findings show that Sufarm’s persuasive communication strategies follow five stages. First, delivering information clearly and relevantly, either simply in traditional markets or more formally through catalogs, brochures, and product samples in modern markets. Second, providing more detailed explanations about products and distribution processes. Third, building confidence through transparency, openness, and maintaining quality. Fourth, persuading partners through regular visits and personal approaches. Fifth, achieving mutual commitment through price agreements, routine evaluations, and consistent follow-ups. These stages align with Johnson Alvonco’s theory of persuasive communication. The persuasifve communication strategies applied by Sufarm play a significant role in maintaining partner trust and building long-term business relationships. Keywords : Persuasive communication, communication strategy, business communication, partner trust, Business Development. Abstrak Usaha pertanian menjadi salah satu yang cukup banyak dilakukan di Indonesia, salah satunya oleh CV. Sufarm sebuah perusahaan distribusi dan kemitraan hasil pertanian.  Permasalahan yang sering muncul adalah menurunnya kualitas produk ketika sampai di pasar atau supermarket sehingga tidak jarang produk ditolak (reject) oleh mitra. Kondisi ini berdampak pada keberlangsungan kerja sama. Untuk menghadapi masalah tersebut, Sufarm berupaya menjaga kualitas produk melalui peran tim Quality Control (QC) serta melakukan komunikasi yang persuasif dengan mitra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif tim Business Development pada CV. Sumber Urip Farm dalam menjaga kepercayaan mitra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif Sufarm berjalan melalui lima tahapan. Pertama, penyampaian informasi secara jelas dan relevan, baik dengan cara sederhana di pasar tradisional maupun lebih formal menggunakan katalog, brosur, dan sampel produk di pasar modern. Kedua, penjelasan lebih rinci mengenai produk dan proses distribusi. Ketiga, membangun keyakinan melalui transparansi, keterbukaan, dan menjaga kualitas. Keempat, mengajak atau membujuk mitra lewat kunjungan rutin dan pendekatan personal. Kelima, mencapai komitmen bersama melalui kesepakatan harga, evaluasi rutin, serta tindak lanjut yang konsisten. Tahapan ini sejalan dengan teori komunikasi persuasif Johnson Alvonco. Strategi komunikasi persuasif yang dilakukan Sufarm berperan penting dalam menjaga kepercayaan mitra serta membangun hubungan bisnis jangka panjang.   Kata Kunci : komunikasi persuasif, strategi komunikasi, komunikasi bisnis, kepercayaan mitra, Business Development.
Pemanfaatan Konten Produk Cool Airmesh Sling Dalam Meningkatkan Brand Awareness Pada Akun Tiktok @petitemimi.official Fathya Adinda Putri; Susilowati; Selvy Maria Widuhung
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media, particularly TikTok, has become a highly effective platform for building and increasing brand awareness through engaging, creative, and interactive audio-visual content. This research is motivated by the growing number of brands utilizing social media as a promotional tool, including local brands such as Petite Mimi. The aim of this study is to understand how the use of content featuring the Cool Airmesh Sling product on the TikTok account @petitemimi.official can enhance audience brand awareness, based on relevant marketing communication theories. The method used is descriptive qualitative research, with data collection techniques including observation, direct interviews with related parties, and documentation of uploaded content. The results of the study indicate that the content promoting the Cool Airmesh Sling product successfully builds a strong brand identity through visual consistency, clear message delivery, and emotional relevance to the audience's conditions and needs. Moreover, the increase in brand awareness is evident from the number of views, positive audience responses, and brand recognition identified during interviews. However, the main challenge lies in maintaining consistent interaction with the audience to preserve the relationship and continuously enhance brand loyalty. Thus, strategically designed and relevant content can serve as an effective tool to strengthen a brand's position on social media. Keywords: Brand Awareness, Content Product, TikTok, Cool Airmesh Sling Abstrak Media sosial, khususnya TikTok, telah menjadi platform yang sangat efektif dalam membangun dan meningkatkan brand awareness melalui konten audio-visual yang menarik, kreatif, dan interaktif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya brand yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, termasuk brand lokal seperti Petite Mimi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan konten produk Cool Airmesh Sling pada akun TikTok @petitemimi.official dapat meningkatkan brand awareness audiens, berdasarkan teori-teori komunikasi pemasaran yang relevan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara langsung dengan pihak terkait, serta dokumentasi konten yang diunggah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten produk Cool Airmesh Sling mampu membentuk identitas merek yang kuat melalui konsistensi visual, penyampaian pesan yang jelas, serta relevansi emosional dengan kondisi dan kebutuhan audiens. Selain itu, peningkatan brand awareness juga terlihat dari jumlah tayangan (viewers), respons positif dari audiens, serta pengenalan merek yang teridentifikasi saat wawancara dilakukan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga konsistensi dalam interaksi dengan audiens agar hubungan tetap terjaga dan loyalitas terhadap merek dapat terus meningkat. Dengan demikian, konten yang dirancang secara strategis dan relevan dapat menjadi alat yang efektif dalam memperkuat posisi merek di media sosial. Kata kunci: Brand Awareness, Konten Produk, TikTok, Cool Airmesh Sling
Analisis Persepsi Remaja Di Kecamatan Mampang Prapatan Terhadap Konten Agama Islam Pada Platform Media Sosial Instagram @Pemuda_Hijrah_Org Muhammad Farhan; Yusmawati; Muherni Asri Utami
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media as a digital public space has become a strategic tool for conveying religious messages, especially among teenagers who are active users of digital platforms. Religious messages shared on social media platforms like Instagram can shape audience perceptions, including those of teenagers. This study aims to understand teenagers' perceptions of Islamic religious content shared through the Instagram account @pemuda_hijrah_org. The study employs a qualitative approach and involves ten teenage informants residing in Mampang Prapatan Subdistrict, South Jakarta. Data was collected through in-depth interviews. The results of the study indicate that the process of teenagers' perceptions of religious content involves three stages: attention, organization, and interpretation-evaluation. Teenagers are attracted to the content due to its appealing appearance and lighthearted language style, then selectively organize the messages based on their spiritual and emotional needs. In the interpretation and evaluation stage, adolescents begin to interpret the content as a form of self-reflection that motivates positive changes in attitude and behavior. Internal factors such as personal experiences and psychological conditions, as well as external factors such as visual presentation, delivery style, and accessibility flexibility, play a decisive role in this perception process.   Keywords: perception, digital dakwah, adolescents, Instagram, religious content   Abstrak Media sosial sebagai ruang publik digital menjadi sarana strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, terutama bagi kalangan remaja yang merupakan pengguna aktif platform digital. Pesan dakwah yang disampaikan pada media sosial seperti instagram dapat membentuk persrepsi audiens termasuk audiens remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja terhadap konten dakwah Islam yang disampaikan melalui akun Instagram @pemuda_hijrah_org. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, serta melibatkan sepuluh informan remaja yang berdomisili di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses persepsi remaja terhadap konten dakwah mencakup tiga tahap: atensi, organisasi, dan interpretasi-evaluasi. Remaja tertarik pada konten karena tampilannya yang menarik dan gaya bahasa yang ringan, lalu mengorganisasi pesan secara selektif berdasarkan kebutuhan spiritual dan emosional mereka. Pada tahap interpretasi dan evaluasi, remaja mulai memaknai konten sebagai bentuk refleksi diri yang memotivasi perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik. Faktor internal seperti pengalaman pribadi dan kondisi psikologis, serta faktor eksternal seperti tampilan visual, gaya penyampaian, dan fleksibilitas akses menjadi penentu dalam proses persepsi tersebut. Kata kunci: persepsi, dakwah digital, remaja, instagram, konten keagamaan
Makna Pesan Kampanye Dalam Format Short video “Katakan Tidak Pada Narkoba” Badan Narkotika Nasional Melalui Media Sosial Instagram (Analisis Wacana Michel Foucault) Nazla Sabila Sudrajat; A Yuda Triantanto; Akhmad Syafrudin Syahri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis, titled "The Meaning of Campaign Messages in the Short video Format 'Say No to Drugs' by the National Narcotics Agency through Instagram Social Media," aims to analyze how campaign messages conveyed through short videos can educate the public about the dangers of drug abuse, particularly on social media platforms. The research employs Michel Foucault's discourse analysis approach to understand the meanings embedded in these messages. Additionally, the research includes an analysis of trends and patterns of drug abuse in Indonesia based on research data conducted throughout 2023-2024. This is crucial for understanding the social and cultural contexts that influence drug abuse behaviors within the community. By utilizing discourse analysis methods, this study seeks to identify how power and knowledge interact in the delivery of campaign messages. The research is expected to contribute to the development of more effective communication strategies in anti-drug campaigns and enhance public awareness about the dangers of drug abuse. Overall, this thesis not only focuses on the content of the messages but also on the delivery methods and their impact on society, making it a valuable reference for stakeholders involved in drug abuse prevention efforts in Indonesia. Keywords: Michel Foucault, Instagram social media, National Narcotics Agency, SayNoToDrugs. Abstrak Penelitian ini berjudul "Makna Pesan Kampanye dalam Format Short video 'Katakan Tidak pada Narkoba' Badan Narkotika Nasional Melalui Media Sosial Instagram" bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesan kampanye yang disampaikan melalui video pendek yang memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya di platform media sosial. Dalam konteks ini, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana Michel Foucault untuk memahami makna yang terkandung dalam pesan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mencakup analisis tren dan pola penyalahgunaan narkoba di Indonesia berdasarkan data riset yang dilakukan sepanjang tahun 2023-2024. Perkara ini menjadi krusial guna menyelami lingkup kemasyarakatan dan kultural yang mendasari tindakan penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah komunitas. Melalui penerapan pendekatan analisis wacana, studi ini berupaya menelaah bagaimana otoritas dan wawasan saling berkelindan dalam proses penghantaran pesan kampanye. Riset ini diantisipasi mampu menyumbangkan pemikiran pada perancangan siasat komunikasi yang lebih berdaya guna dalam kampanye penolakan narkoba, sekaligus menumbuhkan pemahaman publik mengenai risiko narkoba. Secara komprehensif, kajian ini tidak semata-mata menitikberatkan isi pesan, namun turut menyoroti metode penghantarannya beserta pengaruhnya bagi komunitas, agar bisa dijadikan acuan untuk berbagai pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam usaha penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.   Kata Kunci : Michel foucault, Media sosial Instagram, Badan Narkotika Nasional, SayNoToDrugs.
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film “Ancika: Dia yang Bersamaku 1995” Muhamad Alfian Maulana Akhsan; Arina Muntazah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Study Aims To Determine The Denotative Meaning, Connotative Meaning, And Ideological Values ​​Contained In The Film Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 Using Roland Barthes's Semiotic Theory. The Research Method Used Was Descriptive Qualitative, With Data Collection Techniques Through Scene Observation, Documentation, And Literature Review. Barthes's Semiotic Analysis Was Used To Interpret The Signs In The Film Through Three Stages Of Meaning: Denotation, Connotation, And Myth. The Results Show That At The Denotative Level, The Film Depicts The Social And Emotional Relationship Between The Characters Dilan And Ancika Factually. At The Connotative Level, The Film Represents Cultural Values ​​Such As Views On Love, Loyalty, And The Position Of Women In Social Relations. Meanwhile, At The Mythical Level, The Film Conveys Patriarchal Ideology, The Romanticism Of Sacrifice, And The Spirit Of Youth Nationalism Through Demonstration Scenes That Reflect The Social Conditions Of Indonesia In The 1990s. This Research Shows That Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 Functions Not Only As A Medium Of Entertainment But Also As A Cultural Communication Medium That Conveys Moral, Social, And Ideological Messages To The Public.   Keywords : Roland Barthes' Semiotics, Denotation, Connotation, Myth, Ancika Film. Abstrak Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Makna Denotasi, Konotasi, Dan Nilai-Nilai Ideologis Yang Terdapat Dalam Film Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 Dengan Menggunakan Teori Semiotika Roland Barthes. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Kualitatif Deskriptif Dengan Teknik Pengumpulan Data Melalui Observasi Adegan Film, Dokumentasi, Serta Studi Pustaka. Analisis Semiotika Barthes Digunakan Untuk Menafsirkan Tanda-Tanda Dalam Film Melalui Tiga Tahapan Makna, Yaitu Denotasi, Konotasi, Dan Mitos. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Pada Tingkat Denotasi, Film Menggambarkan Hubungan Sosial Dan Emosional Antara Tokoh Dilan Dan Ancika Secara Faktual. Pada Tingkat Konotasi, Film Ini Merepresentasikan Nilai-Nilai Budaya Seperti Pandangan Terhadap Cinta, Kesetiaan, Dan Posisi Perempuan Dalam Relasi Sosial. Sedangkan Pada Tingkat Mitos, Film Memuat Ideologi Patriarki, Romantisme Pengorbanan, Serta Semangat Nasionalisme Pemuda Melalui Adegan Demonstrasi Yang Mencerminkan Kondisi Sosial Indonesia Tahun 1990-An. Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Media Hiburan, Tetapi Juga Sebagai Media Komunikasi Budaya Yang Menyampaikan Pesan Moral, Sosial, Dan Ideologis Kepada Masyarakat.   Kata Kunci : Semiotika Roland Barthes, Denotasi, Konotasi, Mitos, Film Ancika.
Konten Visual Dalam Membangun Citra Merek People Meet Denim (PMD) Di Instagram Bagus Hajianto; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fashion industry in Indonesia is experiencing rapid growth, marked by the increasing interest of the public in clothing as a form of self-expression. One fashion product that continues to grow significantly is denim. In such a competitive industry, brand image plays a crucial role in shaping consumer perception and loyalty. People Meet Denim (PMD), a local denim-based brand, actively utilizes Instagram as a visual communication medium to build its brand image, particularly among digitally active younger generations.This study aims to understand how visual content on PMD’s Instagram contributes to building and strengthening its brand image in the eyes of its audience. The research uses a qualitative method with a descriptive approach, involving in-depth interviews with consumers, Followers, and individuals who were previously involved in PMD’s content creation. The results show that PMD consistently delivers a strong and unique visual identity, maintains product quality, and fosters emotional engagement with its audience by responding to trends and feedback. PMD’s visual strategy on Instagram proves to be effective in enhancing its image as an authentic, modern, and relevant local brand in the dynamic digital fashion industry. Keywords: Visual Content, Brand Image, Instagram, Denim, Local Brand, Visual Communication Abstrak Industri fashion di Indonesia mengalami perkembangan pesat, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap busana sebagai bentuk ekspresi diri. Salah satu produk yang terus mengalami pertumbuhan signifikan adalah denim. Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif, citra merek (brand image) menjadi elemen penting dalam membentuk persepsi dan loyalitas konsumen. People Meet Denim (PMD), sebagai brand lokal berbasis denim, secara aktif memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi visual untuk membangun citra mereknya, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten visual di akun Instagram People Meet Denim (PMD) berperan dalam membentuk dan memperkuat citra merek di mata audiens. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam kepada konsumen, pengikut, serta individu yang pernah terlibat dalam pengelolaan konten People Meet Denim (PMD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa People Meet Denim (PMD) secara konsisten menghadirkan identitas visual yang khas, menjaga kualitas produk, serta membangun keterlibatan emosional melalui respons terhadap tren dan masukan audiens. Strategi visual yang diterapkan People Meet Denim (PMD) di Instagram terbukti efektif dalam memperkuat brand image sebagai brand lokal yang otentik, modern, dan relevan di tengah persaingan industri fashion digital. Kata Kunci : Konten Visual, Citra Merek, Instagram, Denim, Brand Lokal, Komunikasi Visual
Analisis Citra Dinas Kelurahan Pancoran Mas Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kelurahan Pancoran Mas Kota Depok (Studi Kualitatif Mengenai Komunikasi Pelayanan Publik) Alya Haerunisha; Yusmawati; Muherni Asri Utami
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Government communication not only serves as an administrative tool but also functions as a key strategy in building public trust and strengthening relationships between the government and society. In public service, effective communication plays an important role in shaping public perceptions of service quality and the image of government institutions. This study aims to analyze the image of the Pancoran Mas Sub-district Office based on public perceptions of its communication in public service delivery. The research uses a qualitative descriptive approach, with in-depth interviews conducted with six informants who have accessed public services. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on perception theory. The results show that the formation of the sub-district office’s image occurs through three stages of perception: exposure, attention, and interpretation. In the exposure stage, the community becomes familiar with the service through direct interaction with officials. The attention stage focuses on staff friendliness, clarity of procedures, and service effectiveness. The interpretation stage indicates that the sub-district office’s image is generally positive, as officers are perceived as communicative and polite, although there are weaknesses in time efficiency and infrastructure. In conclusion, the image of the Pancoran Mas Sub-district Office is viewed positively, with suggestions to improve efficiency, public communication, and staff training to strengthen the institution’s positive image. Keywords: Image, Perception, Society, Communication, Public Service, Pancoran Mas Sub-District Abstrak Komunikasi pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai sarana administratif, tetapi juga merupakan strategi penting dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dalam konteks pelayanan publik, komunikasi yang efektif berkontribusi langsung terhadap pembentukan persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan, termasuk citra lembaga pemerintah di tingkat kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis citra Dinas Kelurahan Pancoran Mas berdasarkan persepsi masyarakat terhadap komunikasi pelayanan publik yang diberikan. Citra institusi pemerintah sangat erat kaitannya dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Komunikasi publik yang efektif menjadi kunci dalam membangun kepercayaan, transparansi, serta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan warga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan warga Kelurahan Pancoran Mas yang pernah mengakses layanan publik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang kemudian dikaitkan dengan teori persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan citra Dinas Kelurahan Pancoran Mas melalui tiga tahap persepsi, yaitu eksposur, perhatian, dan interpretasi. Pada tahap eksposur, masyarakat mulai terpapar pengalaman pelayanan melalui interaksi langsung dengan aparatur. Pada tahap perhatian, warga lebih menyoroti aspek keramahan petugas, kejelasan prosedur, serta efektivitas alur layanan. Sementara itu, pada tahap interpretasi, masyarakat menilai citra kelurahan cukup positif karena petugas dinilai komunikatif dan ramah, namun masih terdapat kelemahan pada aspek efisiensi waktu, sarana prasarana, serta konsistensi pelayanan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa citra Dinas Kelurahan Pancoran Mas dipersepsikan positif oleh masyarakat, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Saran yang diajukan adalah perlunya peningkatan efisiensi pelayanan, optimalisasi komunikasi publik, pengembangan sarana prasarana, serta evaluasi dan pelatihan berkelanjutan bagi aparatur kelurahan untuk memperkuat citra positif di mata masyarakat. Kata kunci: Citra, Persepsi, Masyarakat, Komunikasi, Pelayanan Publik, Kelurahan Pancoran Mas
Strategi Komunikasi Program Kampung Iklim Dalam Mendorong Partisipasi Generasi Z Pada Kegiatan Sosial Sarah Rizqi Aprilia; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing concern over climate change has prompted the Indonesian government to implement the community-based Climate Village Program (ProKlim). However, participation from Generation Z in this program remains relatively low, despite their significant potential as agents of change. This study aims to examine the communication strategies of ProKlim in encouraging Generation Z’s involvement in environmental social activities in RW 03, Cempaka Putih Timur. The research adopts a qualitative approach by applying the AIDDA communication model (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) and Lasswell’s communication theory (Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect). The findings show that the communication strategy comprehensively covers all elements of communication. Communicators employ both direct approaches and social media, delivering messages in a simple and easily understood manner. Although digital media utilization is not yet optimal, the approach has begun to attract the attention and interest of Generation Z and foster real actions. These findings indicate that the implemented communication strategy has the potential to significantly enhance Generation Z’s participation in future environmental sustainability efforts. Keywords: Communication Strategy, Climate Village Program, Generation Z, AIDDA Abstrak Perubahan Iklim yang kian mengkhawatirkan mendorong implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) berbasis komunitas oleh pemerintah Indonesia. Namun, partisipasi Generasi Z dalam program ini masih tergolong rendah, meskipun mereka memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi ProKlim dalam mendorong keterlibatan Generasi Z pada kegiatan sosial lingkungan di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan model komunikasi AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) dan unsur komunikasi Lasswell (Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah mencakup seluruh unsur komunikasi secara menyeluruh. Komunikator menggunakan pendekatan langsung dan media sosial dengan penyampaian pesan yang sederhana dan mudah dipahami. Meskipun pemanfaatan media digital belum maksimal, pendekatan ini mulai berhasil menarik perhatian dan minat Generasi Z serta mendorong tindakan nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan berpotensi meningkatkan partisipasi Generasi Z secara lebih signifikan dalam upaya keberlanjutan lingkungan di masa depan. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Program Kampung Iklim, Generasi Z, AIDDA
Membangun Indentitas Pemain Game Mobile Legends di Tim Sleep Hunters Muhammad Zidan Fakhrezi; Muhammad Irfan; Faikoh Umairoh
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the construction of digital identity among players in Sleep Hunters, a semi-professional e-sports team actively competing in the game Mobile Legends: Bang Bang. Digital identity is not merely a form of self-representation in virtual media, but rather a product of symbolic interaction, social communication, and active participation within online communities. Employing a qualitative approach with a case study strategy, this research utilizes in-depth interviews, participant observation, and documentation to gain a comprehensive understanding of how players construct their identity within the team context. The findings reveal that player identity is shaped by a combination of role performance within the team, gaming style, involvement in digital content creation, and responses to community expectations. Through the lens of symbolic interactionism, this study highlights how in-game symbols such as avatars, strategic terms, and team communication patterns are collectively interpreted and contribute to both individual and group self-conception. In the context of Sleep Hunters, digital identity serves not only as a means of expression but also as a mechanism for strengthening solidarity, social structure, and professionalism within the semi-professional e-sports environment. The study concludes that in a competitive virtual setting, digital identity is a reflective and dynamic process rooted in social meaning constructed through shared experiences and continuous community engagement. Keywoards: Digital identity, Mobile Legends, Sleep Hunters, symbolic interaction, e-sports community, qualitative case study Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses konstruksi identitas digital para pemain dalam tim e-sport semi-profesional Sleep Hunters, yang aktif berkompetisi dalam game Mobile Legends: Bang Bang. Identitas digital tidak hanya terbentuk sebagai bentuk representasi personal di media virtual, tetapi juga merupakan hasil dari interaksi simbolik, komunikasi sosial, dan partisipasi aktif dalam ekosistem komunitas daring. Melalui pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, penelitian ini memanfaatkan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai dinamika pembentukan identitas pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas pemain dibentuk melalui perpaduan antara peran dalam tim, gaya bermain, keterlibatan dalam pembuatan konten digital, serta respon atas ekspektasi komunitas online. Dengan menggunakan perspektif teori interaksionisme simbolik, penelitian ini menyoroti bagaimana simbol-simbol dalam permainan seperti avatar, istilah strategi, hingga gaya komunikasi tim dimaknai secara kolektif dan turut membentuk citra diri baik secara individu maupun kelompok. Identitas digital dalam konteks tim Sleep Hunters tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penguatan solidaritas, struktur sosial, dan profesionalitas dalam dunia e-sport semi-profesional. Temuan ini memperlihatkan bahwa dalam lingkungan virtual yang kompetitif, identitas digital merupakan proses reflektif dan dinamis yang berakar pada makna sosial yang dibangun melalui pengalaman bersama dan partisipasi aktif dalam komunitas game. Kata Kunci: Identitas digital, Mobile Legends, Sleep Hunters, interaksi simbolik, komunitas e-sport, studi kasus kualitatif

Page 6 of 39 | Total Record : 381