cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 157 Documents
Pengembangan E-Comic Basak Terhadap Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Hafidz Baharuddin Yusuf; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of developing the BASAK e-comic learning media on improving students’ critical thinking skills and learning outcomes through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review involved 30 scientific articles published between 2020 and 2025, following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020) guidelines. The results indicate that the use of e-comics consistently produces positive effects on the enhancement of students’ critical thinking and learning performance, particularly at the elementary and secondary education levels. E-comics effectively improve students’ ability to analyze, evaluate, and draw conclusions through engaging narratives and interactive visuals. In addition, students’ learning outcomes increased by an average of 15–30% after using e-comics in the learning process. These findings are supported by Mayer’s multimedia learning theory, which suggests that the combination of text and images facilitates dual-channel processing, thereby strengthening conceptual understanding and memory retention. However, most of the reviewed studies were limited by quasi-experimental designs, short intervention durations, and the use of non-standardized instruments for measuring critical thinking. Therefore, further research using randomized experimental designs and larger sample sizes is recommended to examine long-term effectiveness. Overall, the SLR findings confirm that the BASAK e-comic represents an effective digital learning innovation for enhancing critical thinking and learning outcomes, aligning with the demands of 21st-century education. Keywords: BASAK e-comic, critical thinking, learning outcomes, digital learning, SLR   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan media e-comic BASAK terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap 30 artikel ilmiah terbitan tahun 2020–2025 dengan menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-comic secara konsisten memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar dan menengah. Media e-comic terbukti meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, serta kemampuan menyimpulkan informasi melalui konteks naratif yang menarik dan visual yang interaktif. Selain itu, rata-rata peningkatan hasil belajar siswa mencapai 15–30% setelah penggunaan e-comic dalam proses pembelajaran. Keberhasilan ini dijelaskan melalui teori pembelajaran multimedia Mayer, di mana kombinasi teks dan gambar memfasilitasi pemrosesan ganda (dual coding) sehingga memperkuat pemahaman konseptual dan retensi memori. Namun, sebagian besar penelitian masih terbatas pada desain kuasi-eksperimen dengan durasi intervensi yang singkat dan instrumen pengukuran berpikir kritis yang belum terstandarisasi. Dengan demikian, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen acak dan cakupan sampel yang lebih luas untuk menguji efektivitas jangka panjang. Secara keseluruhan, hasil SLR ini menegaskan bahwa e-comic BASAK merupakan inovasi pembelajaran digital yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, serta relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Kata kunci: e-comic BASAK, berpikir kritis, hasil belajar, pembelajaran digital, SLR
Pengembangan Media Augmented Reality (Ar) Berbasis Model Pembelajaran Metatips Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Ipa Kelas V Di SD Nisriinaa Firyaal Lahfah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this study is to analyze the development and effectiveness of Augmented Reality (AR)-based learning media integrated with the METATIPS learning model to improve conceptual understanding in elementary science education. This research adopts a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA protocol, which involves identification, screening, eligibility, and inclusion stages. Literature was collected from national and international databases such as Google Scholar, SINTA, Springer, Elsevier, and Wiley, covering publications from 2020 to 2025. From an initial total of 1,033 studies, a final selection of 15 journals met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The findings reveal that the integration of AR in science learning significantly enhances students’ conceptual understanding, learning motivation, and metacognitive awareness. The METATIPS model, which emphasizes metacognition, exploration, learning strategies (tips), monitoring, and reflection, supports students in developing critical thinking and self-regulation during learning. The combination of AR technology and the METATIPS framework creates a student-centered and reflective learning experience, where AR acts as a visual exploration tool and METATIPS provides a strategic cognitive structure for managing the learning process. However, most studies still focus on implementation and evaluation, while conceptual research on curriculum integration of AR and METATIPS remains limited. Future studies are recommended to develop adaptive media designs and teacher training programs to optimize the pedagogical and technological synergy in elementary science education. Keywords: Augmented Reality, METATIPS Learning Model, Science Learning, Metacognition, Systematic Literature Review.   Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan dan efektivitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang diintegrasikan dengan model pembelajaran METATIPS dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA, yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Literatur dikumpulkan dari berbagai basis data nasional dan internasional seperti Google Scholar, SINTA, Springer, Elsevier, dan Wiley dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Dari total awal 1.033 artikel, diperoleh 15 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AR dalam pembelajaran IPA secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kesadaran metakognitif siswa. Model METATIPS yang menekankan pada metakognisi, eksplorasi, strategi belajar (tips), pemantauan, dan refleksi terbukti mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan regulasi diri siswa selama proses pembelajaran. Kombinasi antara teknologi AR dan kerangka METATIPS menciptakan pembelajaran yang reflektif dan berpusat pada siswa, di mana AR berfungsi sebagai sarana eksplorasi visual dan METATIPS sebagai struktur strategi kognitif dalam mengelola proses belajar. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada penerapan dan evaluasi, sedangkan kajian konseptual mengenai integrasi AR dan METATIPS dalam kurikulum masih terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan desain media yang adaptif serta pelatihan guru guna mengoptimalkan sinergi pedagogis dan teknologi dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Kata kunci: Augmented Reality, Model Pembelajaran METATIPS, Pembelajaran IPA, Metakognisi, Systematic Literature Review.
Systematic Literature Review Pengembangan Kurikulum Adaptif Sekolah Dasar Di Era Digital Triyani; Keriyah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology requires education systems, particularly at the elementary level, to adapt their curricula to meet the demands of the 21st century. This study aims to identify trends, approaches, models, challenges, and opportunities in the development of adaptive curricula through a Systematic Literature Review (SLR). The review analyzed scholarly articles published between 2013 and 2025, focusing on elementary schools in Indonesia. Findings indicate that adaptive curriculum development is commonly carried out through the integration of information and communication technology (ICT), material modification, media, and evaluation methods, as well as the application of inclusive principles. Major obstacles include limited digital infrastructure, low teacher digital literacy, and regional disparities between urban and rural schools. Nevertheless, adaptive curricula have proven effective in enhancing student engagement and comprehension. This study offers policy recommendations for inclusive, technology-based educational reforms and highlights the need to strengthen teacher capacity in addressing digital challenges in elementary education. Keywords: adaptive curriculum, elementary school, digital era, inclusive education, educational technology. Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut sistem pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar, untuk menyesuaikan kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, pendekatan, model, tantangan, dan peluang dalam pengembangan kurikulum adaptif berbasis digital melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap berbagai artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2025, dengan fokus pada sekolah dasar di Indonesia. Hasil telaah menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum adaptif banyak dilakukan melalui integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), modifikasi materi, media, dan metode evaluasi, serta penerapan prinsip inklusivitas. Kendala yang umum ditemui mencakup keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kompetensi digital guru, serta disparitas wilayah antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Meski demikian, kurikulum adaptif terbukti meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Hasil studi ini memberikan rekomendasi kebijakan pendidikan berbasis teknologi yang inklusif dan kontekstual, serta mendorong penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan dasar. Kata Kunci: Kurikulum Adaptif, Sekolah Dasar, Era Digital, Pendidikan Inklusif, Teknologi Pendidikan.
Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Aplikasi Zep Quiz untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Nurlita Lestari; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the results of a literature review on the use of digital learning media based on the Zep Quiz application in the learning process in elementary schools. This study was conducted to determine the feasibility, effectiveness, and attractiveness of Zep Quiz as an innovative and enjoyable digital learning medium. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) by searching articles from Google Scholar using the keyword "Zep Quiz Application Development" for the period 2020-2025. From the selection results, four articles that met the criteria were obtained, which were then analyzed based on research findings and review results. The analysis showed that the use of Zep Quiz was highly feasible and effective in increasing student interest and learning outcomes. The application of gamification elements in this medium created an interactive, competitive, and enjoyable learning environment. Keywords: Digital learning media, Zep Quiz application, Changes in the state of matter, Learning interest Learning outcomes   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kajian literatur mengenai penggunaan media pembelajaran digital berbasis aplikasi zep quiz dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan, efektivitas, dan daya Tarik zep quiz sebagai media pembelajaran digital yang inovatif dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literatur Review (SLR) dengan menelusuri artikel dari google scholar menggunakan kata kunci “Pengembangan Aplikasi Zep Quiz” pada rentang waktu 2020-2025. Dari hasil seleksi diperoleh 4 artikel yang memenuhi kriteria, kemudian dianalisis berdasarkan hasil penelitian dan hasil review. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan zep quiz dinyatakan sangat layak dan efektif dalam meningkatkan minat serta hasil belajar siswa. Penerapan elemen gamifikasi dalam media ini menciptakan suasana belajar yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan. Kata Kunci : Media pembelajaran digital, Aplikasi zep quiz, Perubahan wujud benda, Minat belajar, Hasil belajar.
Pengembangan Kurikulum Berbasis Deep Learning Di SD Siti Ruby’atul Adawiyah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this study is to conduct a systematic review and analysis of current issues related to the integration of Deep Learning (DL) into the elementary school curriculum. As part of the development of artificial intelligence (AI), DL has transformative potential in elementary education through data-driven learning, student behavior analysis, and personalized instruction. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method, which consists of journal selection, screening and inclusion processes, keyword coding, data extraction, and final analysis of the selected journals. From a total of 2,874 articles found in various international and national databases between 2015 and 2025, 12 final journals were obtained based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that DL significantly improves student engagement, conceptual understanding, and 21st-century skills. However, challenges remain, including teacher readiness, the availability of digital infrastructure, and the lack of an explicit DL curriculum model. Current research focuses largely on the effectiveness and theory of DL, while the development of practical models and socio-cultural adaptations remains scarce. These findings can serve as recommendations for researchers, policymakers, and educators in designing elementary school curricula that are inclusive, adaptive, and integrated with AI. Keywords: deep learning, artificial intelligence, curriculum development, elementary education, systematic literature review   Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah melakukan kajian sistematis dan analisis terhadap isu terkini terkait integrasi Deep Learning (DL) ke dalam kurikulum sekolah dasar. Sebagai bagian dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), DL memiliki potensi transformatif dalam pendidikan dasar melalui pembelajaran berbasis data, analisis perilaku siswa, dan personalisasi instruksional. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang terdiri dari seleksi jurnal, proses screening dan inklusi, pengkodean berdasarkan kata kunci, ekstraksi data, dan analisis akhir dari jurnal yang terpilih. Dari total 2.874 artikel yang ditemukan di berbagai database internasional dan nasional antara tahun 2015 hingga 2025, diperoleh 12 jurnal final berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DL secara signifikan meningkatkan keaktifan siswa, pemahaman konsep, serta keterampilan abad ke-21. Namun demikian, tantangan masih ditemukan pada kesiapan guru, ketersediaan infrastruktur digital, dan belum adanya model kurikulum DL yang eksplisit. Fokus riset saat ini masih banyak berkutat pada efektivitas dan teori DL, sedangkan pengembangan model praktis dan adaptasi sosial-budaya masih jarang diteliti. Temuan ini dapat menjadi rekomendasi bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan pendidik dalam merancang kurikulum SD yang inklusif, adaptif, dan terintegrasi dengan AI.   Kata Kunci: deep learning, kecerdasan buatan, pengembangan kurikulum, pendidikan dasar, kajian literatur sistematis
Pengembangan Media Komik Digital Untuk Meningkatkan Minat Baca Dan Hasil Belajar Siswa Sukma Latifah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this study is to review the development and research findings concerning the implementation of digital comic-based learning media to enhance reading interest and learning outcomes among elementary school students. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) method guided by the PRISMA 2020 protocol, consisting of journal identification, screening, eligibility assessment, inclusion, data extraction, and thematic analysis. Literature searches were conducted through reputable databases, including Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and Sinta, covering publications from 2020 to 2025. The initial search identified 1,247 studies, which were filtered according to inclusion and exclusion criteria, resulting in 15 final articles analyzed using the PICOC (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Context) framework. The findings reveal that the use of digital comics as learning media significantly improves students’ reading interest, motivation, literacy skills, and academic performance across various subjects such as science, mathematics, language, and civic education. Furthermore, integrating local culture, Problem-Based Learning (PBL), and Education for Sustainable Development (ESD) within digital comics enhances students’ critical thinking, collaboration, and cultural literacy. However, the studies also highlight limitations such as small-scale trials, teacher readiness, and lack of technological infrastructure. Future research should focus on developing more interactive, adaptive, and culturally relevant digital comic models, incorporating augmented reality (AR) and long-term evaluation to strengthen their pedagogical impact in primary education. Keywords: digital comic, reading interest, learning outcomes, primary education, systematic literature review. Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menelaah perkembangan dan hasil penelitian terkait implementasi media pembelajaran berbasis komik digital dalam meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA 2020, yang mencakup proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, inklusi, ekstraksi data, serta analisis tematik terhadap hasil studi yang terpilih. Penelusuran literatur dilakukan melalui beberapa basis data kredibel, yaitu Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, dan Sinta, dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari hasil pencarian awal sebanyak 1.247 artikel, diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga tersisa 15 artikel yang dianalisis lebih lanjut menggunakan kerangka PICOC (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Context). Hasil kajian menunjukkan bahwa media komik digital berkontribusi signifikan dalam meningkatkan minat baca, motivasi belajar, kemampuan literasi, serta hasil belajar akademik siswa pada berbagai mata pelajaran seperti sains, matematika, bahasa, dan pendidikan karakter. Integrasi kearifan lokal, Problem-Based Learning (PBL), dan Education for Sustainable Development (ESD) dalam pengembangan komik digital terbukti mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan literasi budaya siswa. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji coba berskala kecil dan belum menelaah efektivitas jangka panjang serta kesiapan guru dalam penerapan media ini. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan model komik digital yang lebih interaktif, adaptif, dan kontekstual, serta memanfaatkan teknologi inovatif seperti augmented reality (AR) guna memperkuat efektivitas pembelajaran di sekolah dasar. Kata kunci: komik digital, minat baca, hasil belajar, sekolah dasar, systematic literature review.
Pengembangan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMRI) Dengan Konteks Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas III Najwa; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this research is to examine the development and findings regarding the implementation of the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach through traditional games to enhance students’ mathematical problem-solving skills in elementary schools. The study employs a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol, which includes journal identification, screening, inclusion, keyword-based data coding, data extraction, and comprehensive analysis of selected studies. Literature was collected from international and national databases, including Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and SINTA, covering publications from 2020 to 2025. An initial search identified 1,128 articles, which were filtered according to inclusion and exclusion criteria, resulting in 15 final journals analyzed. The findings reveal that integrating traditional games such as congklak, engklek, dengklaq, and lore within the PMRI framework significantly improves students’ mathematical understanding, logical reasoning, motivation, and active participation in learning. However, studies focusing on curriculum design, digital adaptation, and teacher competency development remain limited, indicating potential areas for future research. This study suggests that future investigations should explore the development of adaptive PMRI models that integrate local cultural contexts and digital technology to enhance problem-solving abilities and creativity in mathematics learning at the primary level. Keywords: realistic mathematics education, PMRI, traditional games, problem-solving skills, elementary school, systematic literature review.   Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menelaah perkembangan dan temuan terkait implementasi Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) melalui permainan tradisional dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang mencakup tahap identifikasi jurnal, penyaringan, inklusi, pengkodean data berdasarkan kata kunci, ekstraksi data, serta analisis menyeluruh terhadap jurnal yang terpilih. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data internasional dan nasional, termasuk Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, dan SINTA, dengan periode publikasi antara 2020 hingga 2025. Dari pencarian awal sebanyak 1.128 artikel, dilakukan penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 15 jurnal final yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi permainan tradisional seperti congklak, engklek, dengklaq, dan lore dalam kerangka PMRI secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep matematika, penalaran logis, motivasi belajar, dan partisipasi aktif siswa. Namun, penelitian yang berfokus pada pengembangan desain kurikulum, adaptasi digital, dan kompetensi guru masih terbatas, sehingga membuka peluang penelitian lanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar kajian di masa depan mengembangkan model PMRI adaptif yang mengintegrasikan konteks budaya lokal dan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kata kunci: pembelajaran matematika realistik, PMRI, permainan tradisional, kemampuan pemecahan masalah, sekolah dasar, systematic literature review.
Konsumerisme sebagai Bentuk Identitas Sosial Remaja Urban Di Era Media Sosial Nindi Aulia; Anasta Nafsi; Ani Sari Fatimah; Ayu Azra Nadhifa; Siti Aminah Caniago
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the phenomenon of consumerism and the role of social media in shaping self-image and consumptive lifestyles among urban youth. Consumerism is no longer viewed merely as an economic activity but as a symbolic practice that represents social identity, status, and cultural values. Through social media, adolescents construct an idealized self-image to gain social recognition, often leading to excessive and impulsive consumption. This phenomenon is reinforced by the influence of digital trends, influencers, and the convenience of e-commerce, which collectively promote a culture of display and social conformity. However, social media also provides opportunities for self-reflection and digital literacy that can guide individuals toward more mindful and sustainable consumption patterns. Therefore, understanding symbolic consumption is essential to analyze how young people construct their identities amid the pressures of a consumer-driven digital culture. Keywords:   Consumerism, Social Media, Self-Image, Urban Vouth, Symbolic Consumption   Abstrak Penelitian ini membahas fenomena konsumerisme dan peran media sosial dalam pembentukan citra diri serta gaya hidup konsumtif di kalangan remaja urban. Konsumerisme tidak lagi dipandang sekadar aktivitas ekonomi, melainkan sebagai praktik simbolik yang merepresentasikan identitas sosial, status, dan nilai budaya. Melalui media sosial, remaja menampilkan citra diri ideal untuk memperoleh pengakuan sosial, yang sering kali mendorong perilaku konsumtif berlebihan. Fenomena ini diperkuat oleh pengaruh influencer, tren digital, serta kemudahan akses e-commerce yang menumbuhkan budaya pamer dan konformitas sosial. Namun, media sosial juga membuka peluang refleksi diri dan literasi digital yang dapat mengarahkan konsumsi ke arah lebih bijak dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemahaman tentang konsumsi simbolik menjadi penting untuk menilai bagaimana remaja membangun identitas di tengah tekanan budaya konsumtif era digital. Kata kunci:  Konsumerisme, Media Sosial, Citra Diri, Remaja Urban, Konsumsi Simbolik
Developing Comic Strip-Based Learning Media For Writing Assignments Nuriyah Welia Purnama Sari; Istiqamah Ardila; M Saufi Rahman
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop comic strip as a media learning focused on improving the writing skills of seventh-grade students at MTsN 3 HSU. This media is designed to address issues found during the initial observation, such as students' low interest in writing, limited vocabulary, and difficulty understanding English sentence structures. The development of this media adopts the Research and Development (R&D) model proposed by Borg and Gall, with stages that include needs analysis, planning, development of the initial product, expert validation, initial trial, product revision, main field trial, and final revision. The developed media contains comics with an engaging adventure storyline, characters that match the students' characteristics, and is accompanied by writing tasks that train vocabulary usage, basic grammar, and sentence construction skills. The results of validation from media and material experts show that the developed comic strip meets the "worthy" criteria as a learning media. The initial trial, which involved a small group of students, demonstrated that this media was able to attract students' interest, make it easier for them to understand writing material, and improve their ability to construct good sentences. The main field trial conducted with a larger group of students showed a significant improvement in the students' writing skills, including idea development, the use of more varied vocabulary, and better grammar understanding. In addition, students gave positive responses to the visually appealing design, easily understandable characters, and tasks that were challenging yet enjoyable.This study concludes that comic strip-based learning media is an effective and innovative alternative to improve the writing skills of seventh-grade students at MTsN 3 HSU. This media not only helps students improve their writing skills but also fosters higher learning motivation through an engaging visual and narrative approach. Therefore, the use of comic strips as learning media is recommended for implementation in English writing instruction at the junior high school level.
Problematika Panggilan Ghaib Dalam Perkara Perceraian Melalui Radio Di Era Digitalisasi Pada Pengadilan Agama Amuntai Yuliana Fitria; Ahdiyatul Hidayah; Ramlan Thalib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sometimes the whereabouts of one party is unknown, such cases are called ghaib cases. In dealing with these cases, the Amuntai Religious Court applies a ghaib summoning mechanism, one of which uses radio. However, in the current era, radio faces challenges due to changes in society that access information tends to use digital media. This study aims to determine the ghaib summoning mechanism and identify issues in using radio for such summons. This research uses a descriptive qualitative approach. To collect the necessary data, researchers employed various methods, including observation, interviews and documentation. The results showed that ghaib summons are carried out by posting the summons on the notice board and announcing it through the Gema Kuripan Amuntai Radio Station twice with an interval of one month, a court session is then held after three months from the last announcement. In addition, The Amuntai Religious Court also utilises digital media such as the official website. Based on this research, it can be concluded that even though the summoning of ghaib cases via radio is still used for cost-efficiency, it faces several obstacles, particularly with public preference shifting toward digital. Therefore, innovation is needed to remain relevant to the times. Keywords: Amuntai Religious Court, Digitalisation, Divorce, Ghaib Summons, Radio Abstrak Terkadang terdapat perkara dimana salah satu pihaknya tidak diketahui lagi alamatnya, perkara seperti ini disebut perkara ghaib. Dalam hal ini, Pengadilan Agama Amuntai menerapkan mekanisme pemanggilan ghaib yang salah satunya menggunakan radio. Namun, di era saat ini, penggunaan media radio menghadapi berbagai tantangan karena terjadinya perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi yang lebih cenderung menggunakan media digital. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui mekanisme pemanggilan perkara ghaib di Pengadilan Agama Amuntai serta mengidentifikasi problematika radio dalam menyampaikan panggilan perkara ghaib. Metode yang digunaka dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis pada data empiris. Data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanggilan ghaib dilakukan dengan cara menempelkan relas panggilan di papan pengumuman dan menyiarkannya melalui Stasiun Radio Gema Kuripan Amuntai sebanyak dua kali dengan selang waktu satu bulan, dan sidang baru dilaksanakan setelah tiga bulan dari pengumuman terakhir. Selain itu, Pengadilan Agama Amuntai juga memanfaatkan media digital seperti website resmi. Penelitian ini menunjukan bahwa meskipun pemanggilan ghaib melalui radio masih digunakan karena pertimbangan efisiensi biaya, namun  dalam praktiknya menghadapi sejumlah kendala, seperti masyarakat yang lebih tertarik mengakses informasi melalui media digital daripada menggunakan radio. Sehingga diperlukan inovasi dalam sistem pemanggilan ghaib agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. Kata kunci: Digitalisasi, Panggilan Ghaib, Pengadilan Agama Amuntai, Perceraian, Radio.

Page 8 of 16 | Total Record : 157