cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Formulasi Sediaan Antijerawat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dalam Bentuk Gel Romelli, Hamalatul Qur’ani; Darsono, Farida L; Soegianto, Lisa
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i1.2395

Abstract

The purpose of this study was to determine the concentration of papaya (Carica papaya L.) leaf extract which gave antibacterial activity and to determine the effect of increasing concentrations of papaya (Carica papaya L) leaf extract on physical quality, effectiveness of antibacterial inhibition and stability in the gel form. The antibacterial activity was tested using the well method. The evaluations consist of physical quality tests including organoleptic, pH, homogeneity, dispersion and viscosity; effectiveness (antibacterial activity); safety; acceptability and stability (organoleptic, pH and viscosity). The results showed that the higher the concentration of extract of papaya leaf, the higher the antibacterial activity and also influenced its physical quality and the stability. The concentration of papaya leaf extract (Carica papaya L) which have the highest antibacterial activity is 30%. The increasing of the concentration of papaya leaf extract (Carica papaya L.) affected the physical quality (pH, viscosity and dispersion), the effectiveness (antibacterial activity) and stability (pH stability and viscosity stability). The best formula in this study is formula 2 (papaya leaf extract 20%) which fulfill requirements of physical (organoleptic), pH, viscosity, dispersion, homogeneity, have antibacterial activity, safety and stability test
Review: Sintesis Senyawa Turunan Andrografolid pada Gugus Hidroksil C-14 Sabila, Rusydina; Megantara, Sandra; Saputri, Febrina Amelia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2508

Abstract

Andrografolid merupakan suatu diterpenoid lakton yang terkandung dalam tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai senyawa aktif utama. Andrografolid memiliki banyak aktivitas biologis, diantaranya sebagai antiinflamasi, antikanker, hepatoprotektor, antioksidan, antidiabetes, antihiperlipidemia, antibakteri, dan antivirus. Untuk meningkatkan sifat fisikokimia dan mengoptimalkan aktivitas terapeutik dari andrografolid, diperlukan modifikasi struktur andrografolid. Pada review ini akan dibahas mengenai metode yang dapat dilakukan dalam memodifikasi struktur andrografolid terutama pada gugus hidroksil C-14 dan membandingkan potensi dari aktivitas biologisnya setelah dimodifikasi. Terdapat dua metode modifikasi yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu untuk menghasilkan senyawa 3,19-isopropiliden andrografolid yang kuat terhadap serangan nukleofil dan cara kedua yaitu langsung mereaksikannya dengan klorida asam dengan bantuan amina tersier seperti trietilamin dan piridin. Dari hasil review didapatkan bahwa modifikasi terhadap gugus hidroksil C-14 dapat meningkatkan potensi aktivitas biologis andrografolid dan metode yang paling baik untuk memodifikasi andrografolid pada gugus hidroksil C-14 yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu serta mereaksikannya dengan klorida asam atau anhidrida asam agar diperoleh rendemen yang lebih banyak.
Analisis Implementasi Pelayanan Informasi Obat Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit DR. Soedarso Pontianak Tahun 2020 Puspasari, Heny; Suryaningrat, Dani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2629

Abstract

Pelayanan informasi obat merupakan suatu kegiatan untuk memberikan pelayanan informasi obat yang akurat dan objektif dalam hubungannya dengan perawatan pasien, pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya menunjang budaya pengelolaan dan penggunaan obat secara rasional. Pelayanan kefarmasian adalah salah satu syarat dari pengobatan untuk mencapai tujuan keberhasilan terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai realisasi implementasi pelayanan informasi obat pasien rawat jalan di rumah sakit umum dr Soedarso Pontianak tahun 2020 dengan target yang diinginkan sesuai standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian analisis deskriftif dengan unit analisis bagian instalasi farmasi rumah sakit. Pengambilan data secara prosfektif kepada sejumlah pasien rawat jalan yang mendapat resep dari dokter dengan pemberian kuesioner serta pengamatan langsung. Hasil dari penelitian diketahui bahwa pelayanan informasi obat pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Soedarso, masih terjadi kesenjangan negatif atau realisasinya belum mencapai target yang diinginkan sebesar 97% untuk indikator efek samping obat dan 99% untuk kepatuhan minum obat. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masih kurang lengkapnya pelayanan informasi obat oleh pertugas farmasi kepada pasien dalam memberikan komponen informasi obat seperti jenis sediaan obat, khasiat obat dan terutama pada efek samping obat dan informasi kepatuhan minum obat.
Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate Parwitha, Ida Ayu Andri; Siswodihardjo, Siswandono
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2676

Abstract

Parasetamol merupakan obat analgesik lini pertama yang digunakan dalam tata laksana nyeri. Penggunaan obat tersebut dalam jangka waktu panjang dengan dosis besar berpotensi memunculkan efek samping hepatotoksik. Guna meminimalkan efek samping dan meningkatkan aktivitas analgesik dari Parasetamol maka dilakukan modifikasi struktur –OH pada gugus parasetamol. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis senyawa O-(isoleusil)parasetamol melalui reaksi Schotten Baumann antara Parasetamol dan Isoleusil klorida. Senyawa sintesis tersebut diuji aktivitas analgesiknya pada Mencit. Pemurnian senyawa hasil sintesis melalui proses rekristalisasi menggunakan campuran pelarut etanol:air (1:2) dan diperoleh senyawa berbentuk serbuk berbau menyengat dengan rendemen hasil 32%. Setelah senyawa terbukti murni maka dilanjutkan dengan identifikasi struktur senyawa menggunakan spektrofotometer inframerah dan spektrometer 1H-NMR. Hasil uji menunjukkan bahwa senyawa hasil síntesis sesuai yang diharapkan. Pengujian aktivitas analgesik senyawa dilaksanakan pada Mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12,5; 25; 50; 100; 200 mg/kg BB diberikan secara intraperitoneal dan parasetamol dengan dosis sama sebagai senyawa pembanding. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 O-(isoleusil) parasetamol 50 mg/kg BB dan ED50 parasetamol adalah 66 mg/kg BB. Berdasarkan nilai ED50 dapat disimpulkan bahwa O-(isoleusil)parasetamol memiliki aktivitas analgesik yang lebih tinggi dibanding parasetamol. Hasil uji statistik Tukey HSD menunjukkan bahwa aktivitas analgesik parasetamol dan O-(isoleusil)parasetamol tidak berbeda bermakna.
Sintesis dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa 4,4’-dinitrodibenzalaseton dengan Metode DPPH Jessica, Jessica; Budiati, Tutuk; Caroline, Catherine
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v8i2.2761

Abstract

Senyawa dibenzalaseton dan turunannya yaitu senyawa 4,4’-dinitrodibenzalaseton adalah salah satu jenis antioksidan sintetik dan tergolong ke dalam analog Kurkumin. Senyawa Dibenzalaseton dan 4,4’-dinitrodibenzalaseton merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas yang disintesis melalui reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dengan perbandingan Benzaldehida/4-nitrobenzaldehida dan Aseton adalah 2:1 mEq dengan menggunakan katalis NaOH. Hasil sintesis dilakukan uji kemurnian dan uji identifikasi struktur dengan menggunakan spektroskopi Inframerah. Persentase rendemen hasil sintesis dibenzalaseton dan 4,4’-dinitrodibenzalaseton adalah sebesar 92,30% dan 96,70%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, dengan senyawa Kurkumin dan Vitamin C sebagai pembanding dan hasilnya dinyatakan dengan nilai IC50. Perolehan rata-rata nilai IC50 dari senyawa dibenzalaseton, 4,4’-dinitrodibenzalaseton, kurkumin dan vitamin C secara berturut-turut adalah 66 mM, 1,6 mM, 0,074 mM, dan 0,0846 mM. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan senyawa 4,4’-dinitrodibenzalaseton lebih besar dibanding dengan senyawa dibenzalaseton. Nilai IC50 yang rendah dari senyawa kurkumin menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh Kurkumin lebih tinggi dari senyawa hasil sintesis. Potensi antioksidan yang dihasilkan oleh dan 4,4’-dinitrodibenzalaseton terhadap vitamin C adalah sebesar 5,28%.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Madu Hutan (Apis dorsata) Kapuas Hulu dengan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Syafitri, Youni; Wasanti, Indira Ha'in; Puspasari, Heny
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i1.2775

Abstract

Madu hutan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Madu hutan mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat di dalam madu hutan (Apis dorsata). Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan ekstrak etanol 96% madu hutan Kapuas Hulu dan hasil fraksinasi menggunakan pelarut air panas dengan suhu 40oC untuk identifikasi KLT dan ekstrak metanol madu hutan Kapuas Hulu untuk identifikasi spektrofotometri UV-Vis. Kemudian dilakukan uji fitokimia yang menunjukkan ekstrak madu hutan positif mengandung senyawa flavonoid. Identifikasi flavonoid dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan eluen BAA (3:1:1) untuk mengetahui nilai Rf. Hasil KLT menunjukkan senyawa flavonoid madu hutan (Apis dorsata) mengandung Luteolin nilai Rf 78 dan Trisin nilai Rf 73 dari jenis flavon,Dihidrokuersetin nilai Rf 78 dari jenis flavanon, dan Isolikuiritigenin-4 glukosida nilai Rf 61 dari jenis khalkon. Dilanjutkan dengan ekstrak metanol diuji dengan KLT dielusi dengan beberapa pelarut yaitu n-heksan : etanol (8:2), n-heksan : etil asetat (8:2), BAA (3:1:1), dan BAA (4:1:5) diperoleh eluen dengan pemisahan terbaik yaitu BAA (4:1:5), kemudian dilanjutkan pemisahan dengan metode kromatografi kolom gravitasi. Hasil isolat dengan warna yang pekat dari hasil kromatografi kolom gravitasi kemudian diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis UV-Vis isolat dengan puncak terbaik menghasilkan 2 puncak pada λ 235,4 nm (pita II) dan pada λ 381,9 nm (pita I) yang diduga senyawa khalkon atau auron. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrak madu hutan mengandung senyawa flavonoid jenis flavanon yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, anti jamur dan antibakteri. Jenis flavon berfungsi sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas, serta jenis khalkon berfungsi sebagai antibakteri, antiplatelet, antiulceratif, antimalaria, antikanker, antiviral, antileismanial, antioksidan, antihiperglikemik, immunomodulator, dan antiinflamasi
Formulasi Ekstrak Kering Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Sebagai Masker Wajah dalam Bentuk Peel-Off Gel Wattimena, Jeane Hobertina; Darsono, Farida L.; Hermanu, Liliek S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2792

Abstract

Kulit wajah memerlukan pemeliharaan yang khusus karena kulit wajah merupakan organ yang sensitif terhadap perlakuan dan rangsangan. Berbagai faktor lingkungan seperti cuaca, kosmetik, makanan obat-obatan, serta faktor stres dan kelelahan dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan kulit wajah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan kulit adalah dengan menggunakan sediaan kosmetik perawatan wajah (skin care) yaitu masker wajah. Bahan alam yang dapat digunakan adalah delima (Punica granatum L.). Kandungan tanin pada kulit buah delima berfungsi sebagai adstrigensia yang banyak digunakan sebagai pengencang kulit dalam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima terhadap mutu fisik, efektivitas dan keamanan sediaan masker wajah dalam bentuk gel peel-off. Konsentrasi yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima (Punica granatum L.) mempengaruhi hasil uji secara signifikan, terhadap hasil uji mutu fisik sediaan yaitu pH, viskositas dan daya sebar; efektivitas sediaan yaitu waktu kering, kekencangan masker, elastisitas lapisan film dan kemudahan dibersihkan serta stabilitas sediaan yaitu stabilitas pH dan viskositas dari sediaan masker wajah bentuk gel peel-off. Sediaan yang terbaik adalah sediaan dengan konsentrasi ekstrak 10%.
Analisa Pengendalian Persediaan Dengan Metode EOQ, JIT dan MMSL DiInstalasi Farmasi Rumah Sakit XXX Kota Mojokerto Doso, Tri; Sunarni, Titik; Herdwiani, Wiwin
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2793

Abstract

Pengendalian persediaan (managemen inventory) obat sangat penting karena persediaan obat merupakan permasalahan yang sangat krusial dalam manajemen operasional rumah sakit. Hal ini dikarenakan pengendalian persediaan obat yang tepat dapat berdampak yang kuat terhadap perolehan kembali atas investasi agar dapat melayani pasien dengan baik. Maka persediaan perlu dikelola dengan metode diantaranya Economic Order Quantity (EOQ), Just In Time ( JIT), dan Minimum Maximum Stock Level (MMSL). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengendalian persediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX Kota Mojokerto serta pengaruh metode EOQ, JIT, dan MMSL terhadap nilai persediaan dan Inventory Turn Over Ratio (ITOR).Rancangan penelitian ini dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif di Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX tahun 2016-2018. Analisa hasil dengan melakukan pengelompokan persediaan berdasarkan kategori ABC yang selanjutnya diterapkan metode EOQ, JIT, dan MMSL kemudian dibandingan nilai persediaan dan ITOR antara nilai riil dengan nilai perhitungan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai persediaan pada tahun 2016-2018 diperoleh nilai persediaan paling efisien dengan selisih paling besar bila dibandingkan dengan nilai persediaan riil yaitu pada metode EOQ dengan nilai persediaan Rp 15.262.175.782,00. Sedangkan pada perhitungan ITOR diperoleh nilai 28,26 kali. Hal ini berarti bahwa pengendalian persediaan pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX sudah efisien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengendalian persediaan obat dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX Kota Mojokerto sudah efisien bila dibandingkan dengan menggunakan metode EOQ.
Pengaruh Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Pediatri Penyakit Diare di Puskesmas “X” Wilayah Surabaya Timur Missa, Margareta Maria Alacoque; Surdijati, Siti; Trisnani, Retno
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2794

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering menjadi Kejadian Luar Biasa ( KLB ) karena dapat menyebabkan kematian. Penyebab utama kematian diare adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses. Penyakit diare masih menjadi masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap tingkat pengetahuan pasien penyakit diare di Puskesmas “X” Wilayah Surabaya Timur periode Maret hingga Agustus 2019. Penelitian bersifat deskriptif dan Analisis metode paired sample T test dengan pengambilan data secara purposive sampling. Sumber data adalah pasien pediatri penyakit diare dengan rentang usia 0-17 tahun. Hasil penelitian dari 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu jumlah responden berjenis kelamin laki-laki (7,5%) dan perempuan (92,5%), sebagian besar berusia 31-35 tahun (47,5%) dan 25-30 tahun (27,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi sebelum KIE diperoleh tingkat pengetahuan baik (15%), tingkat pengetahuan cukup (77 %) , dan tingkat pengetahuan kurang sebesar (7,5 %). Sesudah KIE diperoleh tingkat pengetahuan baik (75%), dan tingkat pengetahuan cukup (25%). Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap pasien pediatri penyakit diare yang dilakukan di puskesmas “X” Wilayah Surabaya Timur.
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Etanol Limbah Ketapang (Terminalia catappa) dengan Metode DPPH Jasman, Hafifah; Rahmawati, Ayu; Herli, M. Azhari
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 8 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v8i1.2825

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa) diketahui mengandung flavanoid yang dapat menangkal radikal bebas karena adanya gugus kromofor (ikatan rangkap terkonjugasi). Flavonoid mempunyai kemampuan untuk menyumbangkan atom hidrogen kepada senyawa radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi etanol Limbah Ketapang (Terminalia catappa) yang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi etanol Limbah Ketapang (Terminalia catappa) ditentukan dengan mengukur % inhibisi dan nilai IC50 (inhibitory concentration 50%) menggunakan spektrofotometer UV. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat limbah ketapang (Terminalia catappa) memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 -28,521 ppm. Sedangkan fraksi etanol limbah ketapang (Terminalia catappa) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 32,53 ppm. Pembanding kuersetin memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 17,68 ppm.

Page 10 of 18 | Total Record : 172