cover
Contact Name
Abdul Rahman Ramadhan
Contact Email
abdulrahmanramadhan95@gmail.com
Phone
+6285162544800
Journal Mail Official
maktabahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Perum. Griya Permata Buana B-03 Kec. Kaliwates, Kab. Jember, Jawa Timur 68132
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin
Published by Syamilah Publishing
ISSN : 31091113     EISSN : 3108978X     DOI : -
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin bertujuan menjadi media publikasi dan sumber rujukan ilmiah yang berfokus pada artikel ilmiah berbagai jenis penelitian seperti Penelitian Murni, Studi Kasus Klinis, Tinjauan Pustaka, Ulasan Artikel, Resensi Buku, maupun Perspektif, Opini, dan Komentar, tentang isu kontemporer maupun fenomena sosial di masyarakat yang berkaitan dengan studi Ilmu Keislaman. Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin menerima manuskrip dengan ruang lingkup penelitian yang tidak terbatas pada topik-topik seperti Al-Quran dan Tafsir, Ilmu Hadis, Ilmu Fikih Ushul Fikih, Ilmu Akidah, Peradaban Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Politik Islam, Pemerintahan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Psikologi Islam, Sejarah Islam, Pendidikan Islam dan Konseling, Sosiologi Islam, Teologi Islam, Moderasi Beragama, Studi Komparatif Agama dan topik lainnya dalam ruang lingkup studi ilmu keislaman.
Articles 22 Documents
Thoughts on Islamic Education According to the Perspective of Buya Hamka: Pemikiran Pendidikan Islam Menurut perspektif Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) Saparudin; Muhammad Syaifudin; Nandang Syarif Hidayat; Wan Luthfiyah
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): August
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pemikiran pendidikan Islam menurut Buya Hamka agar dapat diterapkan dalam dunia pendidikan masa kini yang penuh dengan masalah ketimpangan nilai-nilai dan akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan, yaitu mengumpulkan buku-buku karya Buya Hamka sebagai data primer serta buku-buku dan karya tulis lainnya tentang Buya Hamka seperti jurnal, skripsi, dan tesis, untuk kemudian dikaji dan dianalisis hingga menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini dibatasi pada pemikiran-pemikiran Buya Hamka mengenai pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pemikiran Buya Hamka tentang pendidikan Islam menekankan pada upaya maksimal dalam menumbuhkan dan memperkuat kepribadian individu. Dari hasil kajian ini, penulis menyusun proses munculnya pemikiran Buya Hamka, yang menunjukkan keterkaitan antara pemikiran pendidikan Buya Hamka dengan perjalanan hidupnya. Selanjutnya, penulis melakukan analisis terhadap pemikiran Buya Hamka yang dikaitkan dengan kondisi saat ini, menemukan relevansi pemikiran pendidikan Islam Buya Hamka dengan kondisi terkini, dan menyimpulkan bahwa penerapan pemikiran ini dapat membawa bangsa menuju kehidupan yang lebih baik.
Study of KH Ahmad Dahlan's Thoughts Regarding the Basics of Islamic Education: Telaah Pemikiran KH Ahmad Dahlan Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Islam Mulyanto Abdullah Khair; Nur Ali Rahmatullah; Warih Nurul Hidayati; Solekhah Nur Afifah
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): August
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji pemikiran K.H. Ahmad Dahlan tentang dasar-dasar pendidikan islam yang meliputi pemikiran pendidikan islam, dasar-dasar pendidikan islam dan menganalisis pemikirian salah satu tokoh yang memiliki pengaruh terhadap pendidikan islam di Indonesia yang bernama K.H. Ahmad Dahlan. Pemikirannya banyak dijadikan rujukan oleh kalangan pendidik karena pembaharuannya tentang dasar-dasar pendidikan islam yang masih relevan sesuai zamannya. Pendidikan Islam yang diharapkan oleh KH. Ahmad Dahlan adalah upaya pembinaan pribadi muslim sejati yang bertaqwa, baik sebagai 'abd maupun khalifah fil al-ardh. Untuk mewujudkan gagasan ini, KH. Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan muatan kurikulum yang memadukan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama Islam. Tujuan pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan adalah membentuk individu yang paham ilmu agama serta ilmu umum, serta memiliki akhlak yang mulia dan berwawasan luas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Kepustakaan (Library Research). Dengan teknik pengumupulan data dokumentasi yaitu penggalian bahan-bahan pusaka yang kohoren dengan objek pembahasan yang dimaksud. Sedangkan analisis data yang dipakai menggunakan analisis deskiptif ( descriptive analysis) sehingga menghasilkan temuan bahwa pemikiran pendidikan islam dan dasar-dasar pendidikan islam  K.H. Ahmad Dahlan melahirkan pemikiran yang bersifat intelektual di zaman modern seiring berkembangnya kemajuan pendidikan islam.
Human Essence and Spiritual Need: A Comparative Analysis of Religious Doctrine and Human Nature Afiralda, Iffa; Hasibuan, Renni
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The exploration of human essence and the intrinsic spiritual need has become increasingly crucial in understanding how religious doctrines shape and reflect the fundamental nature of humanity, highlighting the ongoing interplay between belief systems and human identity across different cultures and philosophies. This research utilizes library research methods by analyzing primary data such as research books and theses, and secondary data including relevant books, articles, and journals. The data is analyzed using both deductive and inductive approaches.  The result research shows that humans, with all their unique capacities and abilities, have a fundamental need for religion and religious doctrine. From the perspective of religion and philosophy, humans are recognized as multifaceted beings capable of rational thought, speech, cooperation in society, and the pursuit of spiritual meaning. Religion provides moral, psychological, and social guidance that helps humans achieve physical and mental well-being in this life and the next. These findings imply that a deep understanding of human essence and spiritual needs, through religious doctrine, can provide valuable guidance for the development of educational policies and social interventions that support human physical and mental well-being in a religious and philosophical context.
The Role of Tafsir in Understanding the Concept of Tawhid in the Qur'an: A Study of the Verses of Faith: Peran Tafsir dalam Memahami Konsep Tauhid dalam Al-Qur'an: Kajian atas Ayat-Ayat Akidah Yulan Permata Sari; Ali Akbar
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran tafsir dalam memahami konsep tauhid yang terdapat dalam Al-Qur'an, dengan fokus pada ayat-ayat utama seperti Surah Al-Ikhlas dan Ayat Kursi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melibatkan analisis literatur dari sumber-sumber tafsir klasik dan kontemporer seperti karya Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan Al-Baghawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir berperan penting dalam memberikan penjelasan mendalam tentang makna teologis dan kontekstual tauhid, menjadikannya prinsip yang holistik dan dinamis dalam kehidupan seorang Muslim. Penafsiran ayat-ayat tersebut menekankan keesaan Allah dan menolak segala bentuk kesyirikan, sekaligus menggambarkan implikasi praktis tauhid dalam perilaku dan ibadah sehari-hari. Kesimpulannya, tafsir tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis tentang tauhid tetapi juga mengarahkan umat Islam untuk mengimplementasikan keimanan ini dalam semua aspek kehidupan, menghindari pengaruh yang bertentangan dengan prinsip tauhid.
Obligation to Submit Collateral in Banking Law No. 10 of 1998 from the Maqashid Syariah: Kewajiban Penyerahan Jaminan dalam Undang-undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 Perspektif Maqashid Syariah M. Safri Machfudin; Indonesia, Indonesia
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui implementasi maqashid syariah dalam penyerahan jaminan menurut undang-undang nomor 10 tahun 1998. Bahwa agunan merupakan jaminan yang diserahkan nasabah kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan dengan menggunakan prinsip Syariah. Adanya sebuah penyerahan jaminan dikarenakan akad tersebut mengandung risiko, oleh karena itu undang-undang perbankan mengatur tentang penyaluran kredit dan pembiayaan Syariah. Perlunya implementasi maqashid syariah dalam penyerahan jaminan untuk memastikan bahwa nasabah dan bank saling berkomitmen untuk saling menjaga jiwa dan harta demi keberlangsungan sebuah akad. Upaya implementasi maqashid Syariah dalam penyerahan jaminan juga dapat dilakukan dengan memperhatikan manajemen risiko dari penyaluran kredit atau pembiayaan Syariah. Selain itu pihak bank dan nasabah juga memperhatikan aspek-aspek maqashid syariah seperti: dilarang mencuri dan sanksi atasnya, dilarang curang dan berkhianat di dalam berbisnis, dilarang riba, dilarang memakan harta orang lain dengan cara yang bathil dan berkewajiban untuk mengganti barang yang telah rusak. Dengan adanya hal itu semua pihak nasabah dan bank merasa terjamin harta dan jiwanya dalam penyerahan jaminan.
The Controversy Of Hisab and Rukyat in Determining the Islamic Calendar in the Modern Era Contemporary Jurisprudence Approach: Kontroversi Hisab dan Rukyat dalam Penentuan Kalender Islam di Era Modern Pendekatan Fikih Kontemporer Muhammad Akbar Herman; Qadir Gassing; Muhammad Shuhufi
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui Kelebihan dan Kekurangan antara Hisab dan Rukyat dan Konsepsi Titik Temu Hisab dan Rukyat di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan:  Kelebihan metode hisab yaitu mampu menentukan posisi bulan secara akurat tanpa terpengaruh oleh kondisi cuaca seperti mendung atau kabut. Dengan hisab, dapat diketahui waktu terjadinya ijtimak dan posisi bulan di atas ufuk. Sedangkan Rukyat sesuai dengan tuntunan dalam al-Qur'an dan hadis, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk melihat hilal sebagai tanda awal bulan baru. Kekurangan metode hisab yaitu metode ini hanya mengandalkan perhitungan matematis tanpa memperhatikan apakah hilal benar-benar terlihat di langit, yang bisa menjadi sumber kontroversi. Sedangkan rukyat sangat bergantung pada kondisi cuaca seperti kabut, hujan, dan debu dapat menghambat pengamatan hilal, mengurangi kecerahan, dan mengaburkan citra hilal, PBNU maupun PP Muhammadiyah menunjukkan bahwa ijtihad ilmiah dan penyesuaian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan adalah penting. Kerjasama dan dialog antara kedua metode, baik hisab maupun rukyat, dapat membantu mencapai kesepakatan yang lebih baik dalam penetapan waktu-waktu penting dalam Islam, sambil tetap menghormati tradisi dan prinsip-prinsip syariat,  kehadiran pemerintah sebagai lembaga pemersatu dalam penetapan awal bulan Hijriyah sangatlah penting untuk menjaga kesatuan umat, menerapkan prinsip maslahah, serta menciptakan kepatuhan hukum dan ketertiban sosial.
Challenges of Information Technology from an Islamic Law Perspective: Tantangan Teknologi Informasi Perspektif Hukum Islam Muhammad Akbar Herman; Qadir Gassing; Abdul Rahman R
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui dampak teknologi informasi bagi kehidupan manusia, tantangan ilmu-ilmu islam terhadap perkembangan teknologi dan penggunaan teknologi informasi perspektif hukum islam. Hasil penelitian ini menunjukkan: Dampak positif teknologi informasi dan komunikasi adalah mudahnya melakukan aktivitas jual-beli melalui e-commerce atau perdagangan online berkat adanya internet. Salah satu contoh dampak negatif teknologi informasi dan komunikasi terlihat dari makin sulitnya melindungi anak-anak dari pengaruh buruk konten di internet, Faktor yang menjadi tantangan ilmu-ilmu keIslaman di tengah perkembangan sains modern, di antaranya adalah ambivalensi teknologi, kalangan umat Islam masih banyak yang hanya menekankan pada studi pustaka daripada studi terhadap realitas sosiokultur dan belum ada paradikma yang jelas tentang posisi nilai normatif, eksistensi dan struktur keilmuan Islam, Islam tidak mengenal adanya pembagian bidang-bidang kehidupan manusia, sehingga bidang pengembangan teknologi informasi pun juga merupakan bagian integral kehidupan seorang muslim secara utuh yang harus diorientasikan kepada paradigma kehidupan tauhid. Penguasaan terhadap teknologi informasi dan pemanfaatannya seoptimal mungkin menjadi penting bagi setiap muslim sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dengan demikian aplikasi teknologi selayaknya sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai Islam serta diabadikan kepada nilai-nilai kemanusiaan
Konsep Etika Sosial Keberagamaan Perspektif Nurcholish Madjid Muhammad Iqbal; Ammar Fauzi
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika sosial keberagamaan merupakan prinsip yang mengatur hubungan manusia dalam konteks sosial berdasarkan nilai-nilai agama, seperti keadilan, toleransi, dan persaudaraan. Konsep ini menekankan pentingnya harmoni dalam masyarakat plural melalui sikap saling menghormati dan keterbukaan terhadap perbedaan. Etika sosial keberagamaan juga berfungsi sebagai panduan untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang berkeadaban. Namun, realitas sosial di Indonesia menunjukkan masih adanya persoalan intoleransi, seperti yang terjadi dalam peristiwa penggerudugan dan pengeroyokan terhadap mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) yang sedang melaksanakan ibadah doa Rosario di sebuah rumah kontrakan di Jalan Ampera, Setu, Tangerang Selatan. Kemudian peristiwa penyegelan Masjid Ahmadiah, oleh Kasatpol PP Kabupaten Garut menutup paksa Masjid Ahmadiah. Dan penganiayaan kelompok Syiah, sekelompok laskar intoleran dengan memakai penutup kepala membubarkan sebuah acara doa di Mertodranan, Pasarkliwon, Solo. Peristiwa ini menggambarkan perlunya pendekatan baru untuk memperkuat etika sosial keberagamaan guna mengatasi konflik berbasis agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, dengan menganalisis karya-karya tulis dan pemikiran Nurcholish Madjid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nurcholish Madjid menawarkan konsep etika sosial keberagamaan yang inklusif, dengan menekankan pentingnya dialog antaragama, penguatan nilai-nilai kemanusian universal, serta tanggung jawab sosial dalam beragama. Kesimpulan dari penilitan ini adalah bahwa konsep etika sosial keberagamaan Nurcholish Madjid relevan sebagai solusi dalam menghadapi tantangan intoleransi di masyarakat. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan tercipta harmoni dalam kehidupan beragama dan sosial.
History and Concepts of the Maliki School of Jurisprudence: Sejarah dan Konsep Pemikiran Fikih Mazhab Maliki Itayatul Jannah
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari empat mazhab yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang keislaman yaitu imam malik. Salah satu keistimewaannya adalah kepakarannya dalam ilmu fikih dan hadis. Dengan pemahaman mendalam serta metode ijtihadnya, Imam Malik menjadi ulama yang terkenal di berbagai penjuru dunia. Banyak orang dari berbagai daerah datang untuk menimba ilmu darinya, hingga majelisnya selalu dipenuhi oleh para pencari ilmu. Beliau memberikan fatwa dan mengajar hingga usia sekitar 70 tahun. Para ulama sepakat mengenai akhlak, kemuliaan, ketakwaan, serta komitmennya terhadap sunnah. Mazhab Maliki memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari mazhab lainnya dan turut memengaruhi perkembangannya. Pertama, Mazhab Maliki mengacu pada praktik keagamaan masyarakat Madinah, mengingat kota tersebut adalah tempat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Kedua, mashilah al mursalah dijadikan sumber hukum oleh imam malik, yaitu pertimbangan kemaslahatan yang tidak secara eksplisit ditentukan dalam syariat. Ketiga, beliau berpegang pada fatwa para sahabat (qaul shahabi), yang merupakan generasi awal Islam dan memiliki kedekatan dengan Nabi serta kaum Ansar. Keempat, Imam Malik menerapkan istihsan dalam berbagai persoalan, seperti sistem jaminan pekerja, dukungan terhadap pemilik usaha roti dan penggilingan, kesetaraan biaya layanan umum, serta persyaratan saksi dalam pelaksanaan qishas. Kelima, beliau memberikan kedudukan khusus bagi sunnah dalam menetapkan hukum.
Sharia Based Psychosocial Counselling Model for Single Mothers: Model Pendampingan Psikososial Berbasis Syariah untuk Ibu Tunggal Abdul Rahman Ramadhan
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of single mothers in Indonesia has become a significant concern in family law studies, especially in the context of psychosocial issues they face. Single mothers often encounter various psychological stressors, including economic, social, and psychological stress. This study explores the effectiveness of a Sharia-based psychosocial counseling model for single mothers to address these challenges. The research employs a qualitative approach, involving a comprehensive review of relevant literature and secondary data to examine the role of Sharia principles in enhancing mental resilience, financial management, and social support. The results suggest that integrating Sharia principles in counseling provides not only psychological support but also spiritual guidance that empowers single mothers to overcome life's challenges. Programs that incorporate financial education, emotional resilience training, and community support can significantly reduce stress and improve their overall well-being. This study contributes to understanding how Sharia-based psychosocial counseling can be adapted to meet the needs of single mothers in contemporary society, promoting both mental health and social inclusion.

Page 2 of 3 | Total Record : 22