cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,509 Documents
Ibm PELATIHAN ASUHAN SPIRITUAL BAGI PERAWAT DI RSI SITI HAJAR MATARAM TAHUN 2016 Irwan Hadi; Sopian Halid; Dian Istiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya Spiritualitas dalam kesehatan dapat dilihat dari batasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1984 yang menyatakan bahwa aspek agama (spiritual) merupakan salah satu unsur dari pengertian kesehatan seutuhnya. Bila sebelumnya pada tahun 1947, Sehubungan dengan pentingnya dimensi agama dalam kesehatan, maka pada tahun 1984 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan, dimensi agama sebagai salah satu dari empat pilar kesehatan ; yaitu kesehatan manusia seutuhnya meliputi : sehat jasmani/fisik (biologi), sehat secara kejiwaan (psikiatrik/psikologi),sehat secara sosial, dan sehat secara spiritual (kerohanian/agama). Dengan kata lain manusia yang sehat seutuhnya adalah manusia yang beragama dan hal ini sesuai dengan fitrah manusia (Clinebell dalam Hawari, 2002).Aspek spiritual harus diperhatikan dalam perawatan selain aspek fisik dan psikososial karena menurut beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan spiritual berpengaruh terhadap kesehatan dan perawatan, diantaranya ; penelitian Stoll dalam Carpenito (2000), berdoa sendiri atau dengan orang terdekat dilaporkan sebagai strategi koping yang baik/positif. Melalui doa orang dapat mengekspresikan perasaan, harapan dan kepercayaanya kepada Tuhan. Perawatan spiritual yang dirasakan dapat langsung mempengaruhi kualitas penyembuhan seseorang, atau kualitas individu dan pengalaman kematian keluarga Individu dengan tingkat spiritual yang tinggi dan baik cenderung mengalami ansietas pada tingkat yang rendah, dan beberapa pasien dengan penyakit terminal yang dipersiapkan spiritualnya dengan baik, meninggal dunia dalam keadaan damai dan tenang. Aspek pertama yang harus diperhatikan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien adalah peningkatan pengetahuan perawat tentang perawatan spiritual pasien dan manfaatnya, sebab sikap positif atau negatif seseorang terhadap suatu obyek, sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan seseorang terhadap manfaat obyek tersebut (Ancok Jamaludin dalam Notoatmodjo,1997).
GAMBARAN PROFIL TOTAL POTEIN TERLARUT UNTUK MELIHAT HUBUNGAN KEKERABATAN Aedes sp. ISOLAT KENDAL Tulus Ariyadi; Andri Sukeksi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus ( DBD ) di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tahun 1968 di Surabaya. Di JawaTengah terjadi 7.144 kasus sedangkan di Kabupaten Kendal masuk dalam 20 kota / kabupaten yang angka kematian akibat DBD sebesar > 2 %. Pada daerah endemis sering kali dilakukan program pemberantasan nyamuk terutama dengan fogging menggunakan berbagai insektisida yang berdampak pada resisitensi vektor, sedangkan pada daerah non endemis jarang / tidak pernah dilakukan program ini. Hasil kajian Analisis profil proteinya menunjukkan perbedaan pola pita pada masing – masing konsentrasi insektisida dan status resistensinya. Analisis profilprotein ini sangat penting dalam rangka menentukaan hubungan kekerabatan dalam satu strainmakluk hidup.  Tujuan penelitian ini adalah untuk visualisasi profil protein Aedes sp menggunakan SDS –PAGE dari berbagai daerah di kab. Kendal. Obyek penelitian adalah larva dan nyamuk Aedes spdari 3 wilayah di Kab.Kendal. Hasil penelitian menunjukkan pola pita antar profil protein terdapat variasi dalam jumlah dan ketebalan pita protein baik larva dan nyamuk. Pita protein spesifik muncul sebanyak 3 – 11dengan BM antara 250 – 15 kDa. Hasil ini memberikan gambaran bahwa pada satu spesies yangsama di wilayah tertentu terdapat variasi profil protein yang memungkinkan adanya keragaman hayati dalam mengungkap hubungan kekerabatan antar spesies tersebut. Kata Kunci : Aedes sp, Profil Total Protein, Kab. Kendal.
PENGARUH PELATIHAN MENGGUNAKAN MODUL TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN, MINAT DAN PERILAKU DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA WANITA USIA 20-40 TAHUN DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Yustiana Olfah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background:Breast cancer is a malignant tumor from the breast glands, lymph channels and supporting breast tissue and can cause death in women. Breast cancer is one of the abnormalities in the breast that is often feared. Statistics show that more women worldwide develop breast cancer than any other type of cancer risk factors were related to the incidence of breast cancer and has been widely accepted by the cancer specialist (oncologist) in the world, namely age, unmarried, age of first birth, age of menarche,age of menopause, history of illness, family history, oral contraceptives (Hawari, 2004). Various ways of preventing the risk of breast cancer, by providing training modules along with leaflets about breast cancer and how early detection by breast self-examination.Objective:Knowing the influence of training using the modules on breast cancer knowledge, interests and behavior in performing breast self-examination (BSE) in women aged 20-40 years in DIYMethods:Quasi-experimental research is "Pre test Post test with Control Design". Sample studies conducted accidental sampling. Design is no comparison group (control), training modules provided with two modules consisting of knowledge about breast cancer and realized modules. The first observation to determine the knowledge, interests and behavior before and after training using the modules is given to the treatment group and the comparison using leaflets. Test hypotheses using t-test, ANOVA andgeneral linear model with degrees of significance p <0.05 means that there is a significant effect between the two variables, then H1 is accepted. The statistical test is to be used with SPSS for Windows.Results:The results of this study indicated that knowledge and interest in the treatment group and the comparison p> 0.05. While the behavior of the treatment group and the comparison p <0.05.Conclusion:There is a training effect on breast cancer using the module behavior in performing breast self- examination (BSE) in women aged 20-40 years in the province of DIY knowledge and interest in and to no effect.
PEMBUATAN TEPUNG GADUNG (DIOSCOREA HISPIDIA DENNST) MELALUI PROSES PERENDAMAN MENGGUNAKAN EKSTRAK KUBIS FERMENTASI Catur Ayu Wulandari; Wikanastri Hersoelistyorini; Nurhidajah Nurhidajah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yam tubers besides for consumption directly, can also be processed into flour. Soaking treatment using fermented cabbage extract was predicted to give effect on the reduction of HCN level of yam flour. The purpose of this research is to know the effect of soaking using fermented cabbage extract to the level of proximate, amylose, HCN and the characteristic of organoleptic of yam flourincluding color, flavor, and texture. This research was an experiment and designed using RAL method. Data analysis was using ANOVA test and Post Hoc advanced test with level of confidence 95 %, whereas organoleptic was using Friedman test and advanced test using Wilcoxon. Proximateand HCN level were determined based on the best treatment of organoleptic test and amylose level, where organoleptic was determined based on panelist assessment results. Analysis result of amylose showed the lowest percentage 28.32% on 96 hours of soaking. Analysis result for the lowest HCN level was 43.09 ppm on 96 hours of soaking. Assessment result of organoleptic showed the bestacceptance level, which is on 96 hours of soaking (2.78). The conclusion are the longer soaking led to the lower level of amylose, HCN, but increase the characteristic of organoleptic and increase protein nutrition content of yam flour.Key words: yam flour, fermented cabbage extract, HC
KADAR PROTEIN KISTA ARTEMIA CURAH YANG DIJUAL PETAMBAK KOTA REMBANG DENGAN VARIASI SUHU PENYIMPANAN Endang Triwahyuni Maharani; Yusrin -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan nutrisi Artemia terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, air dan abu. Protein merupakan kandungan terbesar dapat mencapai 58,58%., sehingga peranannya sebagai pakan sangat dibutuhkan. Kandungan protein di dalam artemia Kista artemia sebagai pakan ikan alami yang telah diawetkan dengan cara pembekuan dibawah suhu 0°C, ditiriskan pada suhu ruang yang memiliki suhu antara 28°C – 31°C, dan pengeringan menggunakan alat ataupun dengan sinar matahari langsung yang suhunya 60°C. Sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap kandungan protein berdasarkan suhu penyimpanannya. Sampel penelitian diambil secara purporsif yaitu kista artemia tidak bermerk (curah) yang dibeli dari petambak artemia di kota Rembang sebanyak 100 gram dalam keadaan kering angin kemudian diambil ± 2 gram untuk penetapan kadar air yang dilakukan secara duplo, diambil ± 15 gram dan dibagi menjadi 15 bagian yang setiap 5 bagian disimpan pada suhu   -20°C, 31°C dan 60°C selama 48 jam kemudian pada setiap suhu penyimpanan ditetapkan kadar proteinnya sebanyak 5 kali menggunakan metode kjeldahl.Hasilnya sebagai berikut: 1) Kadar protein pada kista artemia setelah penyimpanan pada suhu - 20°C selama 48 jam adalah 46,77 %; 2) setelah penyimpanan pada suhu 31°C selama 48 jam adalah 46,40 %; 3)  setelah penyimpanan pada suhu 60°C selama 48 jam  adalah 41,57 %; 4) Tidak ada pengaruh suhu terhadap kadar protein pada penyimpanan suhu -20°C dengan 31°C, ada pengaruh suhu terhadap kadar protein pada penyimpanan suhu -20°C dengan 60°C, dan ada pengaruh suhu terhadap kadar protein pada penyimpanan suhu 31°C dengan 60°C.Kata Kunci: kadar protein, kista artemia curah, variasi penyimpanan suhu
ANALISA KEPUTUSAN PENDAMPINGAN ANAK USIA 28 HARI – 6 TAHUN YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Nugrah Dwi Novendi; Emi Nurlaela; Herni Rejeki
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decision to mentor a young children is the result of constant thought of escorting the children by the father and or the mother or as a form of assuming their responsibility. The goal of this study is to determine the relationship among being employed, anxiety, able to care, and psychological closeness of the family leader to word the decision to mentor children aged 28 days - 6 years who are treated at the Islamic Hospital of PKU Muhammadiiyah Pekajangan of Pekalongan district. This research uses descriptive analytical design by applying Cross Sectional approach. The Sampling technique uses accidental sampling. The number of respondents are as many as 36 people. The  results of bivariate statistical tests uses the chi square with α < 5% to determine the relationship among being employed, anxiety, able to care, and psychological closeness of the family leader to word the decision to mentor children aged 28 days - 6 years who are treated at the Islamic Hospital of PKU Muhammadiiyah Pekajangan of Pekalongan district. The result shows that there is a relationship between employment with the decision to mentor children with ρ value 0.040, there is a relationship between the anxiety of family leader with the decision to mentor of corresponding children with ρ value 0.048, there is a relationship between the able to care with the decision to mentor children with ρ value 0.048 and there is no relationship between psychological closeness of the family leader and the children with the decision to mentor children with ρ value 1.000. Therefore, the hospital is expected to provide facility for children escorting and to improve child care programs.Keywords : children aged 28 days-6 years, decision to mentor, hospitalization.
COMMUNITY EMPOWERMENT OF UNDERGROUND RIVER WATER MANAGEMENT IN PUCUNG VILLAGE, EROMOKO, WONOGIRI, CENTRAL JAVA - Priyono; Kuswaji Dwi Priyono; Choirul Amin; Arif Jauhari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pucung village located in the Mount Sewu karst region which is the area near the top with a height of 550 m dpal. The village has a population of 544 families with 4,190 people which more than half (2,350 people) have difficulty getting clean water for daily use. The average income of families is IDR 600,000 per month. When the dry season comes, they have to lose half of their income to buy water. Although since 2013 the lifting of underground river water fromthe Suruh Cave successfully meet the needs of clean water in the Pucung village, however, the distribution of water encountered some constraints, namely: first, the pumping discharge is still a little so that the availability of water for the population is still lacking; and second, the unevendistribution of water causing social problems such as jealousy between residents who already get water to residents who do not get water. Therefore, it is necessary to empowering the communities to manage water resources of the underground river in Pucung so that water needs fulfilled in a fair and equitable. This paper was written from the results of the implementation of the community service program conducted by the Faculty of Geography UMS. Community empowerment is done in the form of trainingand assistance to the community Pucung in managing water resources of the underground river. The issue of lack of water flow can be solved with increased discharge pumping, that is by increasing the capacity of submersible pumps from 1.5 HP to 2 HP. This replacement is able toincrease the pumping discharge from the previous 0.9 liters to 1.2 liters per second per second. The time it takes to fill a tank with a capacity of 12,000 liters using a 1.5 HP pump takes 3 hours 42 minutes, whereas with pump 2 HP takes 2 hours 47 minutes. This means that an increase in the capacity of the pump provides a pumping efficiency. While the problem of uneven distribution of water caused by a less orderly management, resolved by the establishment of a community-based organization named "Tirta Goa Suruh". The establishment of the organization accompanied by the establishment of organizations ranging from discussion,the selection board, management training organization, technical skills training to setup and use vertical work tool and equipment maintenance. Moreover, also conducted training for the youth of Pucung village the introduction of vertical work equipment, their installation and usage, so that they are expected to become the next generation board Tirta Suruh Goa. Keywords: community empowerment, water resource management, underground river
ANALISIS KENDALA POTENSIAL PENERAPAN TOTAL QUALITY SERVICE PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA Aftoni Sutanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala potensial dalam penerapan Total QualityService (TQS) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Yogyakarta. Responden dalam penelitian iniadalah seluruh pejabat rumah sakit yang dianggap mampu untuk mengevaluasi kendala potensial dalampenerapan TQS. Teknik samplin dalam penelitian ini menggunkan teknik sensus atau sampling jenuh. Metodeanalisis data menggunakan analisis rata-rata (mean). Jika mean suatu faktor lebih besar dari 3 berarti faktortersebut merupakan kendala potensial penerapan TQS, sedangkan jika mean suatu faktor kurang dari 3 berartifaktor tersebut bukan merupakan kendala potensial penerapan TQS.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang menjadi kendala potensial penerapan TQS di RSUDKota Yogyakarta hanya ada satu yaitu faktor infrastruktur karena nilai mean lebih besar 3. Sedangkan faktoryang lain yaitu faktor pekerja dan budaya, faktor manajerial dan faktor organisasional bukan merupakan kendalakarena nilai mean kurang dari 3. Penilaian secara keseluruhan penerapan TQS pada RSUD Kota Yogyakartasebesar mean 2,63 yang artinya bahwa secara umum keseluruhan faktor pada RSUD Kota Yogyakarta tidakmenghadapi kendala potensial dalam penerapan TQS.
PEMETAAN KOMPETENSI-KOMPETENSI DI DUNIA KERJA BIDANG MEKANIK OTOMOTIF RODA DUA Bambang Prawiro; Herman Saputro; C. Sudibyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pengembangan SMK yang dicanangkan oleh Departemen PendidikanNasional, yaitu pada tahun 2015 rasio jumlah SMK dan SMU diharapkan berubah menjadi70:30. Kebijakan ini merupakan suatu topik kajian yang cukup menarik untuk dilakukanpenelitian. Pemilihan kebijakan pengembangan SMK tersebut bukan hal yang salah tetapisaat ini dari data yang ada hanya 60% dari lulusan SMK yang dapat terserap di lapangankerja, lebih dilematis lagi ketika 60% tersebut tidak semuanya bekerja sesuai dengan jurusanyang ditekuni semasa Sekolah. Masalah ini sering dijumpai pada siswa SMK bidang keahlianOtomotif.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitiankulitatif eksploratif yang bertujuan untuk menggali secara luas tentang kompetensikompetensidi dunia kerja pada bidang Otomotif.Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa secara garis besar kompetensi mekanikotomotif roda 2 dapat dikelompokkan menjadi 1. Kompetensi dasar mekanik, 2. Kompetensiprofesional dan 3. Kompetensi sikap. Kompetensi dasar mekanik yaitu kompetensi yangberhubungan dan menunjang dengan kompensi profesional. Kompetensi profesional yaitukompetensi utama yang berkaitan dengan profesi mekanik roda 2. Kompetensi sikap yaitukompetensi yang berhubungan dengan prilaku dan sikap kerja.
EFEKTIFITAS FREKUENSI LATIHAN DALAM MENINGKATKAN KEPADATAN MASSA TULANG PADA WANITA MENOPAUSE Siti Mulidah; Asrin -; Welas Haryati; Dina Indrati Dyah Sulistyowati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kejadian osteoporosis  meningkat sehubungan dengan masa puncak pembentukan tulang sampai 30 tahun telah terlampaui. Setelah umur 30 tahun, wanita mengalami kehilangan massa tulang rata-rata sekitar 0,5 % - 1 % per tahun dan kehilangan massa tulang pada wanita lebih awal dan cepat dibandingkan pria. Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian osteoporosis ini antara lain : kurangnya mineral, latihan, vitamin D, nutrisi dan perubahan hormonal.Tujuan :  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan frekuensi latihan dalam meningkatan kepadatan massa tulang pada wanita menopause.Metode : Jenis penelitian ini adalah kuasi eksprimen dengan desain staticcomparison pre & post test group design. Populasi penelitian adalah  wanita menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja II Kabupaten Banyumas sebanyak 304 jiwa, jumlah sampel 30 yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok (masing-masing 10 responden). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji One Way Anova.Hasil : Wanita menopause  pada penelitian ini menunjukkan 50% mengalami osteoporosis, 33,3% mengalami osteopenia, dan 16,7%  normal. Gambaran kepadatan massa tulang sebelum diberikan latihan menunjukkan 50% memiliki ZSkor > -2,5, 33,3% memiliki Z-Skor –1 sd.-2,5, dan 16,7%. memiliki Z-Skor < 1. Gambaran kepadatan massa tulang setelah diberikan latihan dengan frekuensi sekali seminggu menunjukkan  40% memiliki Z-Skor > -2,5 dan masing-masing 30% memiliki Z-Skor  –1 sd. –2,5 dan  Z-Skor < -1. Latihan frekuensi dua kaliseminggu menunjukkan ada 60% memiliki Z-Skor -1 sd. -2,5,  30% memiliki ZSkor > -2,5, dan 10% memiliki Z-Skor < -1. Latihan denganfrekuensi tiga kali seminggu menunjukkan 60% memiliki Z-Skor > -2,5 dan masing-masing 30% memiliki Z-Skor  -1 sd. –2,5 dan Z-Skor <. -1. Frekuensi latihan sekali seminggu, 2 kali seminggu, dan 3 kali seminggu  tidak berbeda siqnifikan dalam meningkatkan kepadatan massa tulang pada wanita menopause. Namun demikian, frekuensi latihan 2 kali seminggu lebih baik (siq = 0,820) dibanding frekuensi latihan 1 kali seminggu (siq = 0, 969) dan 3 kali seminggu (siq = 0,931).Kesimpulan : Separuh dari wanita menapause di Wilayah Kerja PuskesmasSokaraja II Kabupaten Banyumas sudah mengalami osteoporosis. Untukmeningkatkan kepadatan massa tulang wanita menopause latihan 2 kali seminggu paling efektif dilakukan.dibandingkan 1 kali seminggu dan 3 kali seminggu.

Filter by Year

2004 2021


Filter By Issues
All Issue 2021: Proceeding The 12th International Conference On Lesson Study (ICLS-XII) 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA) 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017 2017: Proceeding International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (I-SOCMED) 2017 “ 2017: Proceeding International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (I-SOCMED) 2017 â 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN 2016: Proceeding of International Seminar on Education Technology (ISET) 2016 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE 2015: Prosiding Bidang Pendidikan,Humaniora dan Agama The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Bidang Teknik dan Rekayasa The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Student Paper Presentation The 2nd University Research Colloquium 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN 2014: PROSIDING | Seminar & Call For Paper “Tata Kelola Organisasi dan Arah Pembangunan Ekonomi Indo 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL STATISTIKA 2013 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH 2013: PROSIDING: SEMINAR INTERNASIONAL LINGUISTIK TRANSDISIPLINER 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan 2010: Sain, Teknologi, Kimia Sosial dan Humaniora, Kimia 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN More Issue