cover
Contact Name
Stralen Pratasik
Contact Email
stralente@unima.ac.id
Phone
+6285124006074
Journal Mail Official
edutik@unima.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 2798141X     EISSN : 2798141X     DOI : -
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles 302 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Jaringan Komputer Kelas X TKJ SMK Kristen Imanuel Laikit Julio Paulus Tutu; Arje Cerullo Djamen; Herry Sumual; Verry Ronny Palilingan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.411

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Jaringan Komputer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berdasarkan hasil observasi di SMK Kristen Imanuel Laikit, proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang menyebabkan rendahnya minat, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website pada mata pelajaran Jaringan Komputer kelas X TKJ SMK Kristen Imanuel Laikit serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran interaktif yang memuat materi, video pembelajaran, simulasi, permainan edukatif, dan evaluasi berbasis website. Pengujian dilakukan melalui validasi ahli media, ahli materi, dan uji usability kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dan memperoleh respons positif dari pengguna. Media ini mampu membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, meningkatkan minat belajar, serta mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis website yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran Jaringan Komputer di SMK Kristen Imanuel Laikit.  ABSTRACT The use of technology in education is one of the efforts to improve the quality of the learning process, especially in the Computer Network subject in Vocational High Schools (SMK). Based on the results of observations at SMK Kristen Imanuel Laikit, the learning process is still dominated by conventional methods which cause low interest, motivation, and student involvement in learning. This study aims to develop interactive website-based learning media for the Computer Network subject for class X TKJ SMK Kristen Imanuel Laikit and to determine the level of feasibility of the developed media. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model consisting of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The resulting product is an interactive learning media containing materials, learning videos, simulations, educational games, and website-based evaluations. Testing was carried out through validation by media experts, material experts, and usability tests for students. The results showed that the developed learning media met the feasibility criteria and received positive responses from users. This media is able to help students understand the material more easily, increase learning interest, and support more interactive and flexible learning. Thus, the developed website-based interactive learning media is suitable for use as a supporting medium for Computer Network learning at Imanuel Laikit Christian Vocational School.
Etika Komunikasi Daring Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangkaraya dalam Perkuliahan Zoom Rahmah Wulan Sari; Afrila Nor Azizah; Nurhizni; Jara; Youri Freya Flariza; Ivan Borneva; Yonatan Ari Santoso
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.413

Abstract

ABSTRAK               Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penerapan Etika Komunikasi (netiket) dalam perkuliahan online via Zoom pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Palangka Raya. Dalam perkuliahan online penerapan netiket di ruang digital dianggap penting untuk memastikan interaksi akademik agar berlangsung secara efektif, tertib, dan produktif. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif. Teknik Pengumpuan Data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah di lakukan menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa telah menerapkan perilaku komunikatif yang baik seperti penggunaan bahasa yang sopan, menyalakan kamera saat perkuliahan berlangsung dan memperhatikan diksi ketika berbicara. Namun, demikian masih ditemukan perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip netiket dalam perkuliahan online seperti keterlambatan bergabung ke sesi zoom, tidak menyalakan kamera tanpa keterangan, berpakaian kurang sopan, serta kurang aktif dalam merespon dosen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan netiket dalam perkuliahan online sangat berpengaruh terhadap kualitas interaksi akademik dan efektivitas pembelajaran online, sehingga diperlukan kesadaran serta panduan etika digital yang jelas di lingkungan kampus. ABSTRACT              This study aims to examine and analyze the application of Communication Ethics (netiquette) in online lectures via Zoom for students of the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), Palangka Raya University. In online lectures, the application of netiquette in digital space is considered important to ensure that academic interactions take place effectively, orderly, and productively. This study uses a Qualitative Research Method with a Descriptive Approach. Data Collection Techniques are carried out through observation, interviews, and documentation studies. Based on the results of the research that has been conducted, it shows that most students have implemented good communicative behavior such as using polite language, turning on the camera during lectures and paying attention to diction when speaking. However, there are still behaviors that are not in accordance with the principles of netiquette in online lectures such as being late to join zoom sessions, not turning on the camera without permission, dressing immodestly, and being less active in responding to lecturers. This study concludes that the application of netiquette in online lectures greatly influences the quality of academic interactions and the effectiveness of online learning, so awareness and clear digital ethics guidelines are needed in the campus environment.
Pengaruh Tim Media Sosial terhadap Engagement pada Perusahaan Industri Esports RRQ Wina Tobing; Leonard Dharmawan; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.414

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini mengkaji peran tim media sosial Rex Regum Qeon (RRQ) dalam membangun engagement audiens di industri esports Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap Social Media Specialist divisi Valorant RRQ, penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi digital, karakteristik audiens, serta efektivitas platform yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim media sosial RRQ menerapkan strategi berbasis tren, pendekatan emosional, dan publikasi konten secara konsisten dengan frekuensi minimal satu konten per hari. Konsep visibility diterapkan untuk menarik perhatian audiens dalam dua hingga tiga detik pertama melalui thumbnail yang kuat dan pemilihan kata kunci emosional. Keterlibatan audiens mencakup tiga tahapan yaitu konsumsi, kontribusi, dan kreasi konten. Instagram menjadi platform utama karena fitur interaksinya yang paling mendukung komunikasi dua arah, dengan target engagement rate sebesar tiga persen per konten. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan engagement ditentukan oleh strategi yang terintegrasi, pemahaman mendalam terhadap audiens, serta pengelolaan komunitas yang berkelanjutan. ABSTRACT  This study examines the role of the Rex Regum Qeon (RRQ) social media team in building audience engagement in the Indonesian esports industry. Using a descriptive qualitative approach with semi-structured interviews with RRQ's Valorant division Social Media Specialists, this study aims to analyze digital communication strategies, audience characteristics, and the effectiveness of the platforms used. The results show that the RRQ social media team implements a trend-based strategy, an emotional approach, and consistent content publication with a minimum frequency of one content per day. The concept of visibility is applied to capture audience attention in the first two to three seconds through strong thumbnails and the selection of emotional keywords. Audience engagement encompasses three stages: consumption, contribution, and content creation. Instagram is the primary platform due to its interactive features that best support two-way communication, with a target engagement rate of three percent per content. This study confirms that successful engagement is determined by an integrated strategy, a deep understanding of the audience, and sustainable community management.
Analisis Pemanfaatan Konten TikTok Tribun Bogor dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Berita Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 Audrey Bunga Zahira; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.422

Abstract

ABSTRAK                Perkembangan media sosial di era digital telah mendorong perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya di kalangan Generasi Z. TikTok tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber informasi berita oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan konten TikTok Tribun Bogor dalam memenuhi kebutuhan informasi berita pada mahasiswa Sekolah Vokasi IPB angkatan 61. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan mahasiswa aktif yang pernah mengakses konten TikTok Tribun Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki peran cukup signifikan dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa karena dianggap praktis, cepat, dan mudah diakses. Penyajian konten yang singkat dengan dukungan elemen visual dan audio membuat informasi lebih mudah dipahami. Namun, keterbatasan durasi konten menyebabkan informasi yang disampaikan belum sepenuhnya mendalam sehingga mahasiswa masih memerlukan media lain sebagai sumber informasi tambahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok berfungsi sebagai media informasi awal yang efektif dalam menjangkau audiens muda di era komunikasi digital. ABSTRACT              The development of social media in the digital era has changed the pattern of information consumption, especially among Generation Z. TikTok is no longer used solely as an entertainment platform but has also become a source of news information for students. This study aims to analyze the utilization of Tribun Bogor TikTok content in fulfilling the news information needs of students at the IPB Vocational School batch 61. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of in-depth interviews, observation, and documentation. The informants were active students who had accessed Tribun Bogor TikTok content. The findings show that TikTok plays a significant role in fulfilling students’ information needs because it is considered practical, fast, and easily accessible. The presentation of short news content supported by visual and audio elements makes information easier to understand. However, the limited duration of TikTok content causes the information delivered to be less comprehensive, encouraging students to seek additional information from other media sources. This study indicates that TikTok functions effectively as an initial information medium in reaching young audiences in the digital communication era.
Analisis Fitur DM Notes sebagai Media Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Komunikasi Digital Media Sekolah Vokasi IPB Alya Nurul Izzati Izzati; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.424

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini membahas penggunaan fitur DM Notes Instagram sebagai media komunikasi interpersonal pada mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB. Perkembangan media sosial yang semakin pesat mendorong munculnya berbagai fitur komunikasi digital, salah satunya DM Notes Instagram yang memungkinkan pengguna membagikan pesan singkat secara semi privat kepada mutual followers maupun close friends. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan DM Notes, mengetahui alasan mahasiswa memilih fitur tersebut, serta mengidentifikasi unsur komunikasi interpersonal yang muncul dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada tujuh informan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DM Notes digunakan sebagai media untuk mengekspresikan perasaan, suasana hati, lirik lagu, pesan tersirat, hingga aktivitas sehari-hari. Fitur ini dianggap lebih santai, sederhana, dan personal dibandingkan Instagram Story maupun chat langsung. Selain itu, DM Notes juga mampu menciptakan komunikasi dua arah melalui respons dan percakapan lanjutan di Direct Message. Penelitian ini menemukan adanya unsur komunikasi interpersonal berupa keterbukaan, empati, umpan balik, dan kedekatan hubungan sosial antar pengguna. Namun demikian, terdapat keterbatasan berupa jumlah karakter yang terbatas dan potensi kesalahpahaman akibat pesan yang multitafsir. Secara keseluruhan, DM Notes tidak hanya menjadi fitur tambahan di Instagram, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi interpersonal digital di kalangan mahasiswa. ABSTRACT  This study discusses the use of Instagram DM Notes as a medium of interpersonal communication among students of Digital Communication and Media, Vocational School IPB. The rapid development of social media has encouraged the emergence of various digital communication features, one of which is Instagram DM Notes, a short-text feature that allows users to share messages semi-privately with mutual followers or close friends This research aims to describe the use of DM Notes, identify the reasons students choose the feature, and analyze the interpersonal communication elements that emerge through its use. The study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews with seven student informants. The results show that DM Notes are commonly used to express feelings, moods, song lyrics, indirect messages, and daily activities. The feature is considered more personal, simple, and relaxed compared to Instagram Stories or direct chats. In addition, DM Notes can encourage two-way interaction and trigger further conversations through Direct Messages. The findings also reveal interpersonal communication elements such as openness, empathy, feedback, and social closeness among users. However, limitations such as restricted character count and the potential for misunderstandings were also identified. Overall, DM Notes function not only as an additional Instagram feature but also as a digital interpersonal communication medium among students.
Persepsi Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 terhadap Pemanfaatan Media Sosial Digital sebagai Sarana Komunikasi Ekspresif Yusnia Charolin Zebua; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.425

Abstract

ABSTRAK              Kehadiran media sosial telah membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyampaikan perasaan, pemikiran, dan pengalaman pribadi melalui berbagai bentuk komunikasi yang bersifat ekspresif. Mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial memanfaatkan berbagai platform untuk menyampaikan perasaan, pengalaman, dan pemikiran pribadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 terhadap komunikasi ekspresif di media sosial sebagai sarana ekspresi diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian berjumlah enam mahasiswa dari berbagai program studi di Sekolah Vokasi IPB University. Berdasarkan temuan penelitian, mahasiswa menilai media sosial sebagai media yang lebih nyaman digunakan untuk mengungkapkan diri dibandingkan berkomunikasi secara tatap muka. Bentuk komunikasi ekspresif yang paling sering digunakan meliputi Instagram Story, video TikTok, repost konten, caption, dan tulisan di platform X/Twitter. Respons audiens seperti like, komentar, dan views turut memengaruhi kondisi emosional serta cara mahasiswa membangun konten di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan identitas sosial dan ekspresi diri mahasiswa di era digital. ABSTRACT               The development of social media in the digital era has created new spaces for students to express themselves through expressive communication. As active social media users, students utilize various platforms to convey feelings, experiences, and personal thoughts. This study aims to determine the perceptions of Vocational School IPB University students batch 61 toward expressive communication on social media as a means of self-expression. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques including in-depth interviews, documentation, and literature study. The informants consisted of six students from different study programs at IPB Vocational School. The results showed that social media is perceived as a space that facilitates self-expression compared to direct communication. The most frequently used forms of expressive communication include Instagram Stories, TikTok videos, reposted content, captions, and writings on X/Twitter. Audience responses such as likes, comments, and views also influence students’ emotional conditions and the way they create content on social media. This study concludes that social media functions not only as a communication medium, but also as a space for self-expression and social identity formation among students in the digital era.
Pengaruh Experiential Marketing terhadap Minat Kunjung Ulang di Pengobatan Alternatif Sugiono Palembang Defita Khoirunnisa; Fera Indasari; Badarudin Azarkasyi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.426

Abstract

ABSTRAK  Sektor kesehatan alternatif di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat, ditandai dengan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap praktik pengobatan nonmedis yang dianggap lebih personal, holistik, dan terjangkau. Di tengah dominasi era pemasaran digital, Pengobatan Alternatif Sugiono Palembang menjadi fenomena unik: tanpa memiliki platform pemasaran digital apapun, praktik ini mampu menarik sekitar 15.280 pasien per tahun dengan 39% di antaranya berasal dari luar kota dan provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Experiential Marketing terhadap minat kunjung ulang pasien Pengobatan Alternatif Sugiono. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain asosiatif, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 15.280 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert (1–5) dengan 20 item untuk variabel Experiential Marketing dan 12 item untuk variabel Minat Kunjung Ulang. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Grand theory yang digunakan adalah Stimulus-Organism-Response (S-O-R) dari Mehrabian dan Russell (1974). Hasil penelitian membuktikan bahwa Experiential Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjung Ulang dengan persamaan regresi Y = 2,330 + 0,600X, nilai t hitung = 18,096 > t tabel = 1,660, signifikansi = 0,000 < 0,05, dan R² = 0,770. Experiential Marketing menjelaskan 77,0% variasi Minat Kunjung Ulang. Dimensi Feel menjadi stimulus terkuat (TCR 80,45%), sedangkan Referensial merupakan respons tertinggi (TCR 76,67%). Temuan ini membuktikan bahwa kualitas pengalaman langsung pasien merupakan determinan utama loyalitas pasien pengobatan alternatif. ABSTRACT             Indonesia's alternative healthcare sector is experiencing rapid growth, marked by high public trust in non-medical prActices considered more personal, holistic, and affordable. Amid the dominance of the digital marketing era, Sugiono Alternative Medicine Palembang represents a unique phenomenon without any digital marketing platform, this prActice attrActs approximately 15,280 patients per year, with 39% coming from outside the city and province. This study aims to examine the effect of Experiential Marketing on patients' revisit intention at Pengobatan Alternatif Sugiono Palembang. The study employs a descriptive quantitative approach with an associative design, involving 100 respondents selected through purposive sampling from a population of 15,280 patients. Data were collected using a Likert scale questionnaire (1–5) with 20 items for the Experiential Marketing variableand 12 items for the Revisit Intention variable. Analysis included validity, reliability, normality, linearity tests, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination using SPSS. The Grand theory used is the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) by Mehrabian and Russell (1974). Results confirm that Experiential Marketing has a positive and significant effect on Revisit Intention (Y = 2.330 + 0.600X; t = 18.096 > 1.660; Sig. = 0.000; R² = 0.770). Experiential Marketing explains 77.0% of Revisit Intention variance. The Feel dimension is the strongest stimulus (TCR 80.45%), while Referential is the highest response (TCR 76.67%). These findings prove that the quality of patients' direct experience is the primary determinant of loyalty in alternative medicine.
Komunikasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Tanggap Bencana Masyarakat Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pringsewu Naswa Rahmadita; Budhi Waskito; Hanindyalaila Pienrasmi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.430

Abstract

ABSTRAK Bencana banjir yang sering terjadi di Kabupaten Pringsewu menuntut tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang tinggi, di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berperan aktif melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi penanggulangan bencana, yang mencakup komunikator (X1), isi pesan (X2), media (X3), dan karakteristik masyarakat (X4), terhadap perilaku tanggap bencana masyarakat (Y) yang dikaji melalui aspek kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 63 responden yang dipilih melalui simple random sampling dari populasi anggota Destana di tiga desa (Kresnomulyo, Kresnomulyo Barat, dan Yogyakarta Selatan). Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya isi pesan (X2) dan karakteristik masyarakat (X4) yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku tanggap bencana, sedangkan komunikator (X1) dan media (X3) tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel memberikan kontribusi sebesar 65,1% terhadap variasi perilaku tanggap bencana (R²=0,651). Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi kebencanaan lebih ditentukan oleh kejelasan, relevansi, dan daya persuasif isi pesan serta karakteristik internal masyarakat. Implikasi praktis penelitian ini memberikan rekomendasi strategi komunikasi berbasis lokalitas dan kebutuhan masyarakat bagi BPBD Kabupaten Pringsewu. ABSTRACT Flood disasters that frequently occur in Pringsewu Regency demand a high level of community preparedness, with the Regional Disaster Management Agency (BPBD) playing an active role through the Disaster-Resilient Village Program (Destana). This study analyzes the influence of disaster communication, comprising communicator credibility (X1), message content (X2), media (X3), and community characteristics (X4), on community disaster response behavior (Y), assessed through cognitive, affective, conative, and psychomotor aspects. A quantitative approach was employed using Likert-scale questionnaires distributed to 63 respondents selected via simple random sampling from Destana members in three villages (Kresnomulyo, Kresnomulyo Barat, and Yogyakarta Selatan). Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS 25. Results indicate that only message content (X2) and community characteristics (X4) have a significant partial influence on disaster response behavior, while communicator (X1) and media (X3) show no significant effect. Simultaneously, all four variables account for 65.1% of the variance in disaster response behavior (R²=0.651). These findings suggest that the effectiveness of disaster communication is primarily determined by the clarity, relevance, and persuasiveness of message content and the internal characteristics of the community. Practical implications include recommendations for locality-based and community-needs-oriented communication strategies for BPBD Pringsewu Regency.
Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Mempertahankan Eksistensi Merek Pada Media Lokal di Era Digital: Studi Kasus pada Lampung Post Made Nindi Karenita Indiani; Wawan Hernawan; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.431

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola konsumsi media masyarakat, menciptakan tekanan besar bagi media konvensional termasuk Lampung Post untuk tetap relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Lampung Post dalam mempertahankan eksistensi mereknya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan dari berbagai divisi Lampung Post, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan strategi komunikasi pemasaran dari era konvensional berbasis distribusi fisik dan pendekatan interpersonal menuju strategi multi-platform digital berbasis data. Upaya mempertahankan eksistensi merek dilakukan melalui diversifikasi platform digital, inovasi produk pemasaran, penguatan kredibilitas, dan pengembangan konten multimedia. Efektivitas strategi terlihat dari peningkatan engagement audiens dan kepercayaan klien, meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek kualitas keterlibatan audiens dan integrasi strategi antar divisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksistensi merek di era digital tidak hanya ditentukan oleh kehadiran di berbagai platform, melainkan oleh efektivitas dan konsistensi strategi komunikasi pemasaran dalam membangun hubungan bermakna dengan audiens. ABSTRACT The rapid development of digital technology has significantly changed media consumption patterns, creating enormous pressure on conventional media including Lampung Post to remain relevant in the digital era. This study aims to analyze the marketing communication strategy implemented by Lampung Post in maintaining its brand existence. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews with eight informants from various divisions of Lampung Post, observation, and documentation. The results indicate a significant shift in marketing communication strategy from a conventional era based on physical distribution and interpersonal approaches toward a data-driven, multi-platform digital strategy. Brand existence is maintained through digital platform diversification, marketing product innovation, credibility reinforcement, and multimedia content development. Strategy effectiveness is evidenced by increased audience engagement and client trust, although challenges remain regarding audience engagement quality and cross-divisional strategy integration. This study concludes that brand existence in the digital era is not solely determined by presence across multiple platforms, but by the effectiveness and consistency of marketing communication strategies in building meaningful relationships with audiences.
Studi Literatur: Penerapan Teknik Pengajaran Pedagogik Berbasis Teknologi Informasi Kebri Kein Mopudy Pajung; Trudi Komansilan; Desriani Dachi; Dwi Putri Natalia Sitanggang; Simon Palendokan; Jestin Jernih Ziliwu; Abdi Santo Laia; Aurelia Relsi Patintingan; Novia Saputri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.432

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknik pengajaran pedagogik yang diintegrasikan dengan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), artikel ini menganalisis 15 sumber referensi ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025. Fokus utama kajian mencakup empat variabel utama: (1) kompetensi pedagogik guru, (2) penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT), (3) motivasi pengembangan profesional, serta (4) kendala dan solusi implementasi di lapangan. Kerangka analisis mengacu pada Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang menjadi fondasi integrasi teknologi dalam pembelajaran. Prosedur penelitian dilaksanakan melalui enam tahapan sistematis: identifikasi masalah, pencarian basis data, seleksi literatur, ekstraksi data, analisis tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi pedagogik digital dan kompetensi TPACK secara signifikan meningkatkan efektivitas pengajaran dan profesionalisme guru. Keberhasilan ini sangat bergantung pada tingkat literasi digital pendidik, dukungan infrastruktur TIK, dan motivasi internal untuk berinovasi. Kesimpulannya, penguasaan teknologi informasi merupakan kompetensi esensial bukan sekadar alat bantu yang harus dikuasai pendidik abad ke-21. ABSTRACT This study aims to examine the application of pedagogical teaching techniques integrated with information technology to improve learning quality. Through a Systematic Literature Review (SLR) approach, this article analyzes 15 scientific reference sources published between 2021 and 2025. The main focus covers four variables: (1) teacher pedagogical competence, (2) mastery of information and communication technology (ICT), (3) professional development motivation, and (4) implementation constraints and solutions. The analytical framework refers to the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework. Research procedures were conducted through six systematic stages. Results indicate that integration of digital pedagogy and TPACK competencies significantly enhances teaching effectiveness and teacher professionalism. In conclusion, mastery of information technology is an essential competence not merely a supporting tool that 21st-century educators must master to maximize interactive learning potential.