Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles
302 Documents
Pengembangan Website Analisis Keterbacaan dan Penyederhanaan Bahasa pada Teks Pendidikan Berbahasa Indonesia
Yusrida Jelianti Sihite;
Alvin Hafiz;
M. Rois Lukman Damanik;
Khairul Fahmi Sagala;
Anggia Puteri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.396
ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi mendorong transformasi dunia pendidikan melalui penyediaan bahan ajar digital, namun banyak teks pendidikan berbahasa Indonesia masih menggunakan struktur kalimat panjang dan istilah kompleks yang menyulitkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan website EduText Analyzer untuk menganalisis tingkat keterbacaan dan menyederhanakan bahasa pada teks pendidikan secara otomatis. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan rekayasa perangkat lunak berbasis model Agile. Sistem diimplementasikan menggunakan arsitektur web modern dengan frontend React.js/Next.js, backend terintegrasi API Large Language Model (LLM) untuk pemrosesan bahasa alami, serta modul OCR untuk ekstraksi teks dari dokumen dan gambar. Fitur utama meliputi input teks manual dan unggah file, analisis otomatis tingkat keterbacaan (Mudah, Sedang, Sulit) dengan identifikasi kata kompleks beserta penjelasan ganda, serta modul penyederhanaan kalimat akademik. Pengujian sistem dilakukan melalui unit testing, integration testing, system testing, dan user acceptance testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website berhasil berjalan stabil dengan waktu respons rata-rata 3–5 detik untuk teks sepanjang 413 kata, memiliki antarmuka responsif, dan mampu menghasilkan analisis keterbacaan yang akurat serta penyederhanaan teks yang mempertahankan makna asli. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi teknologi NLP berbasis LLM efektif dalam meningkatkan aksesibilitas konten pendidikan. Keterbatasan sistem meliputi ketergantungan pada koneksi internet dan akurasi OCR pada gambar berkualitas rendah, sehingga pengembangan selanjutnya disarankan mencakup optimasi model offline dan integrasi dengan sistem manajemen pembelajaran. ABSTRACT Advances in information technology have driven educational transformation through digital learning materials; however, many Indonesian educational texts still employ complex sentence structures and academic vocabulary that hinder student comprehension. This study aims to develop the EduText Analyzer website to automatically assess readability and simplify language in Indonesian educational texts. The research employs a Research and Development (R&D) method using a software engineering approach based on the Agile model. The system is implemented using a modern web architecture with a React.js/Next.js frontend, a backend integrated with a Large Language Model (LLM) API for natural language processing, and an OCR module for text extraction from documents and images. Key features include manual text input and file upload, automatic readability analysis (Easy, Medium, Hard) with complex word identification and dual explanations, and an academic sentence simplification module. System testing was conducted through unit, integration, system, and user acceptance testing. Results indicate that the website operates stably with an average response time of 3–5 seconds for 413-word texts, features a responsive interface, and accurately generates readability assessments and text simplifications that preserve original meaning. This research demonstrates that integrating LLM-based NLP technology effectively enhances educational content accessibility. System limitations include internet dependency and OCR accuracy on low-quality images, suggesting future development should focus on offline model optimization and learning management system integration.
Tantangan Bahasa Indonesia dalam Ekosistem Kecerdasan Buatan: Kajian Literatur
Natasha Patricia Nainggolan;
Jhon Gabriel Simarmata;
Christian Nicholas Sinaga;
Lastri Putri Silaban;
Anggia Puteri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.397
ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji tantangan Bahasa Indonesia dalam era kecerdasan buatan melalui metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis dan disintesis untuk mengidentifikasi permasalahan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, yaitu keterbatasan dataset berkualitas, dominasi bahasa Inggris dalam pengembangan model AI, kesalahan tata bahasa, penggunaan bahasa gaul dan campur kode, serta bias algoritma yang menyebabkan kurangnya representasi budaya lokal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengembangan dataset lokal yang representatif, penguatan AI berbasis Bahasa Indonesia, peningkatan literasi digital, dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta pengembang teknologi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia agar tetap relevan di era kecerdasan buatan. ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has influenced various aspects of life, including the use of the Indonesian language in digital communication. This study aims to examine the challenges faced by the Indonesian language in the era of artificial intelligence through a descriptive qualitative literature review approach. Data were collected from relevant scientific journals and articles, then analyzed and synthesized to identify major issues. The findings indicate that the Indonesian language faces several challenges, including limited high-quality datasets, the dominance of English in AI model development, grammatical inaccuracies, the widespread use of slang and code-mixing, and algorithmic bias that leads to inadequate representation of local cultures. To address these issues, it is necessary to develop representative local datasets, strengthen Indonesian-based AI systems, improve digital literacy, and foster collaboration among government institutions, academics, and technology developers. This study highlights the importance of preserving and developing the Indonesian language to maintain its relevance in the era of artificial intelligence.
Strategi Komunikasi Organisasi Melalui WhatsApp pada Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61
Athaya Shahlazeeba Putri Andrian;
Amiruddin Saleh;
Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.398
ABSTRAK Jurnal ini mengkaji penggunaan WhatsApp dalam komunikasi organisasi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61, kendala yang dihadapi, serta strategi peningkatan kualitas komunikasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara kepada tujuh mahasiswa dari berbagai program studi yang aktif berorganisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp menjadi media komunikasi utama karena praktis, fleksibel, mudah diakses, dan mendukung koordinasi secara cepat serta real-time. WhatsApp digunakan untuk penyampaian informasi rapat, pembagian tugas, koordinasi program kerja, dan diskusi organisasi. Namun, penggunaan WhatsApp juga menimbulkan kendala seperti overload informasi, miskomunikasi, rendahnya respons anggota, banyaknya grup komunikasi, serta kesulitan memahami pesan berbasis teks. Strategi yang dapat diterapkan meliputi penyampaian pesan yang jelas dan terstruktur, penerapan aturan komunikasi grup, peningkatan partisipasi anggota, menciptakan komunikasi yang lebih interaktif, serta pemanfaatan fitur WhatsApp secara optimal. ABSTRACT This journal examines the use of WhatsApp in organizational communication among IPB Vocational School Batch 61 students, the challenges faced, and strategies to improve communication quality. The study used a qualitative method with a phenomenological approach through interviews with seven students from various study programs who are actively involved in organizations. The results show that WhatsApp has become the primary communication medium because it is practical, flexible, easily accessible, and supports fast and real-time coordination. WhatsApp is used for delivering meeting information, task distribution, work program coordination, and organizational discussions. However, the use of WhatsApp also creates challenges such as information overload, miscommunication, low member responses, excessive communication groups, and difficulties in understanding text-based messages. Strategies that can be implemented include delivering clear and structured messages, applying group communication rules, increasing member participation, creating more interactive communication, and optimizing WhatsApp features.
Sistem Monitoring Pengelolaan Sampah Berbasis Website pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Menggunakan Metode Agile Scrum dan Algoritma Decision Tree
Kristofel Santa;
Agnia Paputungan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.400
Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring kinerja TPA berbasis website yang terintegrasi, mampu memantau volume sampah masuk, ritase pengangkutan, kapasitas lahan, kinerja petugas, serta mengklasifikasikan status kinerja TPA secara otomatis. Sistem monitoring berbasis website berfungsi sebagai platform efisien untuk mengumpulkan dan memantau data volume sampah yang masuk ke TPA secara terpusat. Pengembangan sistem menggunakan metode Agile Scrum yang terdiri dari tahapan product backlog, sprint planning, sprint execution, sprint review, sprint retrospective,dan Increment. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode Scrum yang meliputi tahapan product backlog hingga evaluasi akhir setiap iterasi, sehingga menghasilkan produk yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Penerapan metode Scrum dalam pembuatan sistem manajemen sampah berbasis web terbukti meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Untuk mendukung pengambilan keputusan cerdas, penelitian ini mengintegrasikan Algoritma Decision Tree guna mengklasifikasikan tingkat kinerja TPA—apakah berada dalam kategori Baik, Cukup, atau Buruk—berdasarkan variabel-variabel seperti volume sampah harian, persentase kapasitas terisi, jumlah ritase pengangkutan, dan kepatuhan operasional. Metode Decision Tree merupakan metode klasifikasi yang telah banyak digunakan untuk pemecahan masalah klasifikasi, memberikan metode yang cepat dan efektif, serta telah terbukti dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan. Algoritma ini bekerja dengan menghitung nilai entropy dan information gain untuk membangun pohon keputusan secara otomatis dari data historis TPA.
Sistem Informasi Monitoring BUMDes Berbasis Website pada Dinas PMD Kabupaten Minahasa Menggunakan Metode Waterfall dan Algoritma Linear Search
Kristofel Santa;
Kezya Tjanahu
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.401
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan berbagai unit usaha yang dimiliki oleh desa. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa memiliki tugas untuk melakukan pembinaan, monitoring, dan pengawasan terhadap seluruh BUMDes yang beroperasi di wilayah Kabupaten Minahasa. Namun, proses monitoring yang berjalan masih dilakukan secara manual menggunakan dokumen dan spreadsheet sehingga menimbulkan berbagai kendala seperti kesulitan dalam pencarian data, keterlambatan penyusunan laporan, serta kurang efektifnya proses pengawasan. Sistem ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Monitoring dan Pengawasan BUMDes berbasis website yang dapat membantu Dinas PMD Kabupaten Minahasa dalam mengelola data BUMDes secara terintegrasi. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Selain itu, algoritma Linear Search diterapkan pada fitur pencarian data untuk mempermudah pengguna dalam menemukan informasi BUMDes berdasarkan kata kunci tertentu.
Analisis Isi Film ‘Stephen Curry: Underrated’ dalam Pembentukan Personal Branding Atlet Basket
Daniel Luther Ceivert Korompis;
Melati Mediana Tobing
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.402
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan terukur bagaimana penyajian personal branding Stephen Curry sebagai seorang figur atlet basket dalam film dokumenter ‘Stephen Curry: Underrated’. Konseptualisasi penelitian ini bersandar pada delapan prinsip utama pembentukan personal branding menurut Peter Montoya (2002). Pendekatan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Pengumpulan data dilakukan melalui proses pengkodean (coding) menggunakan lembar kode (coding sheet) oleh dua orang koder independen terhadap 14 unit sampel waktu sepanjang durasi film. Uji kualitas data dihitung menggunakan rumus reliabilitas Holsti dan menghasilkan angka koefisien sebesar 0,734 (73,4%), yang menandakan bahwa instrumen data andal dan konsisten karena berada di atas batas minimum 0,70. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pembentukan personal branding Stephen Curry sebagai figur atlet basket didominasi secara seimbang oleh elemen Spesialisasi (The Law of Specialization) dan Keterlihatan (The Law of Visibility) yang masing-masing memperoleh 16 frekuensi kesepakatan bersama. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa reputasi jangka panjang seorang atlet tidak hanya bergantung pada bakat teknis semata, melainkan dipengaruhi oleh pengelolaan narasi media profesional secara terstruktur oleh pihak ketiga.
Perilaku Komunikasi Siswa dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence pada Kegiatan Akademik
Fikri Alkatiri;
Wawan Hernawan;
Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.403
ABSTRAK Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik siswa semakin meningkat dan mulai memengaruhi pola komunikasi serta perilaku belajar di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku komunikasi siswa dalam pemanfaatan Artificial Intelligence pada kegiatan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Informan penelitian terdiri atas 10 siswa kelas XI FA1 dan 1 guru informatika sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan. Penentuan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan thematic analysis Braun dan Clarke, sedangkan validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dengan guru informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI telah membentuk perilaku komunikasi akademik siswa menjadi lebih digital, cepat, fleksibel, dan pragmatis. AI dimanfaatkan siswa untuk memperoleh informasi, memahami materi, menyelesaikan tugas, hingga mempersiapkan presentasi akademik. Interaksi siswa dengan AI menunjukkan pola komunikasi hybrid yang menggabungkan komunikasi digital dengan komunikasi interpersonal melalui guru dan teman sebaya. Penggunaan AI juga menimbulkan dampak ambivalen, yaitu meningkatkan efisiensi belajar dan kepercayaan diri akademik, namun di sisi lain memunculkan ketergantungan teknologi, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta potensi kecurangan akademik. Sikap siswa terhadap AI cenderung bersifat ambivalen dan conditional acceptance, di mana siswa menerima AI sebagai teknologi pendidikan yang bermanfaat tetapi tetap menghendaki adanya batasan dan regulasi penggunaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga menjadi mediator komunikasi akademik yang memengaruhi transformasi perilaku komunikasi siswa di era digital. ABSTRACT The utilization of Artificial Intelligence (AI) in students’ academic activities has increasingly grown and begun to influence communication patterns and learning behavior in educational environments. This study aims to analyze students’ communication behavior in the utilization of Artificial Intelligence for academic activities. This research employed a qualitative approach using a case study method conducted at SMA Negeri 2 Bandar Lampung. The research informants consisted of 10 students from class XI FA1 and 1 informatics teacher as a supporting informant. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews and non-participant observation. Informants were determined using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data analysis applied Braun and Clarke’s thematic analysis, while data validity was ensured through source triangulation with the informatics teacher. The findings indicate that the use of AI has shaped students’ academic communication behavior into a more digital, fast, flexible, and pragmatic pattern. AI is utilized by students to obtain information, understand learning materials, complete assignments, and prepare academic presentations. Students’ interaction with AI demonstrates a hybrid communication pattern that combines digital communication with interpersonal communication through teachers and peers. The use of AI also produces ambivalent impacts, including increased learning efficiency and academic self-confidence, while simultaneously creating technological dependency, reduced critical thinking skills, and the potential for academic dishonesty. Students’ attitudes toward AI tend to be ambivalent and reflect conditional acceptance, where students accept AI as a beneficial educational technology but still expect limitations and regulations in its use. This study demonstrates that AI functions not only as a learning support tool but also as an academic communication mediator that influences the transformation of students’ communication behavior in the digital era.
Analisis Peran Taman Kota sebagai Ruang Publik dalam Mendukung Interaksi Sosial Masyarakat (Studi Kasus di Taman Kota Cantik Palangka Raya)
Santi Hagai Sihombing;
Nursiami Pakpahan;
Suprayitno
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.404
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi di Taman Kota Cantik Palangka Raya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat interaksi sosial di ruang publik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Kota Cantik Palangka Raya selama 15 hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pengunjung taman, komunitas masyarakat, pedagang di sekitar taman, serta pengelola taman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Kota Cantik memiliki peran penting sebagai ruang publik yang mendukung interaksi sosial masyarakat. Bentuk interaksi sosial yang terjadi meliputi interaksi antarindividu, interaksi individu dengan kelompok, serta interaksi antarkelompok masyarakat. Interaksi tersebut terlihat melalui aktivitas olahraga, rekreasi, kegiatan komunitas, aktivitas keluarga, serta komunikasi antara pengunjung dan pedagang di sekitar taman. Faktor-faktor yang mendorong interaksi sosial meliputi ketersediaan fasilitas taman, lingkungan yang nyaman dan terbuka, lokasi taman yang strategis, serta adanya aktivitas komunitas dan kegiatan bersama. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambat interaksi sosial yaitu kurangnya kesadaran menjaga kebersihan, kondisi fasilitas yang mulai rusak, faktor cuaca, dan kurangnya penerangan pada malam hari.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Taman Kota Cantik Palangka Raya telah berfungsi cukup baik sebagai ruang publik dalam mendukung interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan dan pemeliharaan taman yang berkelanjutan agar fungsi sosial taman dapat berjalan lebih optimal. ABSTRACT This study aims to describe the forms of social interaction occurring in Taman Kota Cantik Palangka Raya and to identify the factors that encourage and hinder social interaction in the public space. This research used a qualitative approach with a descriptive research type. The study was conducted at Taman Kota Cantik Palangka Raya for 15 days. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of park visitors, community groups, vendors around the park area, and park managers selected using purposive sampling techniques.The results showed that Taman Kota Cantik plays an important role as a public space that supports community social interaction. The forms of social interaction found included interactions between individuals, interactions between individuals and groups, and interactions among community groups. These interactions occurred through sports activities, recreation, community activities, family activities, as well as communication between visitors and vendors around the park. Factors encouraging social interaction included the availability of park facilities, a comfortable and open environment, the park’s strategic location, and the presence of community activities and collective events. Meanwhile, factors inhibiting social interaction included a lack of public awareness in maintaining cleanliness, damaged facilities, weather conditions, and inadequate lighting at night. Based on the findings, it can be concluded that Taman Kota Cantik Palangka Raya has functioned quite well as a public space in supporting community social interaction. Therefore, sustainable management and maintenance of the park are needed so that its social function can operate more optimally.
Tipologi Komunikasi Orang Tua-Anak Pasca Perceraian pada Remaja Perempuan
Fanesa Melifika;
Budhi Waskito;
Hanindyalaila Pienrasmi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.405
ABSTRAK Perceraian orang tua tidak hanya mengubah struktur keluarga, tetapi juga membentuk ulang sistem komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman remaja perempuan dalam mengelola komunikasi dengan orang tua setelah perceraian serta merumuskan tipologi komunikasi keluarga pasca perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga remaja perempuan dari keluarga bercerai di sebuah sekolah menengah kejuruan di Pringsewu, Lampung, serta didukung wawancara dengan orang tua/wali dan guru bimbingan konseling. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama, yaitu komunikasi terjaga, komunikasi terbatas, dan komunikasi terputus. Komunikasi terjaga memperlihatkan keberlanjutan akses kepada kedua orang tua, tetapi berisiko menempatkan anak sebagai perantara pesan. Komunikasi terbatas menunjukkan hubungan yang masih ada tetapi cenderung fungsional dan selektif. Komunikasi terputus ditandai minimnya kontak dengan salah satu orang tua, disertai penarikan diri emosional. Temuan ini menegaskan bahwa remaja bukan korban pasif, melainkan pengelola batas privasi dalam perubahan sistem keluarga. ABSTRACT Parental divorce does not only change family structure, but also reorganizes the communication system between parents and children. This study aims to analyze how adolescent girls manage communication with parents after divorce and to formulate a typology of post-divorce family communication. The study employs a qualitative phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews with three adolescent girls from divorced families at a vocational high school in Pringsewu, Lampung, Indonesia, supported by interviews with parents/guardians and a school counselor. The findings indicate three main patterns: maintained communication, limited communication, and disrupted communication. Maintained communication shows continued access to both parents, but may place the child as a message mediator. Limited communication refers to contact that remains available but becomes functional, selective, and emotionally uneven. Disrupted communication is characterized by minimal contact with one parent, emotional withdrawal, and unmet support. The study argues that adolescents are not merely passive victims of divorce, but active managers of privacy boundaries within changing family systems.
Pengembangan Web Gamifikasi dengan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Instalasi Kabel UTP
Yudha Bima Herlambang;
Ramadhan Cakra Wibawa
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.408
ABSTRAK Pembelajaran instalasi kabel UTP, khususnya praktik crimping kabel UTP, masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat fisik serta kurangnya media pembelajaran interaktif yang mendukung eksplorasi mandiri murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas web gamifikasi Cabelista dengan model discovery learning pada materi instalasi kabel UTP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 36 murid kelas X TKJ SMKN 2 Lamongan dengan desain One Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sangat baik dengan persentase validasi ahli pembelajaran sebesar 94,29% dan validasi ahli media sebesar 92,5%. Nilai rata-rata pretest sebesar 53,19 meningkat menjadi 88,83 pada posttest dengan data berdistribusi normal. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi <0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai N-Gain sebesar 0,76 termasuk kategori tinggi. Respon murid menunjukkan tingkat praktikalitas sebesar 79,43% dengan kategori praktis. Dengan demikian, web gamifikasi Cabelista dengan model discovery learning dinyatakan layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid pada materi instalasi kabel UTP. ABSTRACT Learning UTP cable installation, especially UTP cable crimping practice, still faces obstacles in the form of limited physical devices and the lack of interactive learning media that support students' independent exploration. This study aims to develop and determine the feasibility, practicality, and effectiveness of the Cabelista web gamification with the discovery learning model on UTP cable installation material. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 36 students of class X TKJ SMKN 2 Lamongan with a one-group pretest-posttest design. The results showed that the developed media obtained a very good level of feasibility with a percentage of validation from learning experts of 94.29% and validation from media experts of 92.5%. The average pretest score of 53.19 increased to 88.83 in the posttest with normally distributed data. The results of the paired sample t-test showed a significance value of <0.05, so there was a significant difference. The N-Gain value of 0.76 is included in the high category. Student responses showed a practicality level of 79.43%, with the practical category. Thus, the Cabelista gamification website, using the discovery learning model, was deemed feasible, practical, and effective in improving student learning outcomes in UTP cable installation.