Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles
302 Documents
Evaluasi Keterbacaan Tipografi pada Aplikasi E-Book Mobile dalam Kondisi Pencahayaan Berbeda
Khalil Gibran;
Nadia Gea;
Annisa Ginting;
Dinda Sinaga;
Salwa Fadillah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.384
Keterbacaan tipografi merupakan faktor penting dalam pengalaman membaca digital, namun pengaruh kondisi pencahayaan terhadap persepsi keterbacaan pada aplikasi e-book mobile masih belum banyak dikaji secara empiris di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi keterbacaan tipografi pada aplikasi Google Play Books dalam kondisi pencahayaan terang dan gelap, menganalisis perbedaan di antara keduanya, serta mengidentifikasi elemen tipografi yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan membaca. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan instrumen kuesioner daring yang disebarkan kepada 37 responden pembaca umum. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase skor rata-rata, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbacaan tipografi pada kondisi pencahayaan terang berada pada kategori Baik (73,3%), sedangkan pada kondisi gelap berada pada kategori Cukup (64,4%), dengan selisih rata-rata sebesar 8,9%. Elemen ukuran font mencatat perbedaan terbesar antara kedua kondisi (11,4%). Analisis kualitatif mengidentifikasi tiga tema utama keluhan pengguna, yaitu silau layar pada kondisi terang, kelelahan mata akibat kontras berlebihan pada kondisi gelap, serta ukuran font yang terlalu kecil dan spasi yang terlalu rapat. Sebanyak 56,8% responden menyatakan preferensi terhadap dark mode meskipun skor keterbacaan kondisi terang lebih tinggi, yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara keterbacaan objektif dan preferensi subjektif pengguna.
Perancangan Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang Ideal untuk Mendukung Pembelajaran Jaringan di Program Studi PTIK FT Unima
Christopher Juan Theyono;
Mario Tulenan Parinsi;
Arje Cerullo Djamen
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.386
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi fasilitas Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di Program Studi PTIK Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang mengalami kerusakan dan ketertinggalan teknologi sehingga tidak optimal dalam mendukung kegiatan praktikum. Penelitian ini bertujuan merancang laboratorium ideal yang ergonomis dan sesuai standar industri guna memfasilitasi seluruh mata kuliah jaringan. Menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC), penelitian menghasilkan desain logis dan fisik laboratorium berkapasitas 30 mahasiswa dengan arsitektur jaringan model star. Rancangan menerapkan standar IEEE (802.3, 802.1Q, 802.1X, 802.11ax) dan mengintegrasikan teknologi modern seperti fiber optic serta virtualisasi. Hasil validasi simulasi menggunakan Cisco Packet Tracer menunjukkan rancangan mampu menjamin stabilitas, keamanan, dan efisiensi jaringan melalui segmentasi VLAN empat segmen. Penelitian menghasilkan dokumen blueprint komprehensif—meliputi denah laboratorium, topologi jaringan, tabel VLAN/IP, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) senilai Rp 275.400.000, sebagai acuan strategis revitalisasi laboratorium untuk meningkatkan kompetensi teknis dan daya saing lulusan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas IX SMP Nasional Karimbow
Jirenjer Runtunuwu;
Arje Cerullo Djamen;
Verry Ronny Palilingan;
Peggy Veronica Togas
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.387
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kelas IX SMP Negeri Karimbow. Dua puluh siswa dengan standar penguasaan minimal 75 berpartisipasi dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan menggunakan kerangka siklus Kemmis dan McTaggart. Pada setiap tingkat intervensi, hasilnya menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan terukur. Pada pengukuran pertama (pre-test), skor rata-rata adalah 51 dengan tingkat penguasaan hanya 25%. Kemudian meningkat menjadi 72,25 dengan penguasaan 50% selama implementasi Siklus I, dan pada Siklus II, mencapai 83,75 dengan penguasaan klasik penuh 100%. Kumpulan data ini menawarkan bukti empiris bahwa penerapan model PBL sangat mempercepat peningkatan hasil belajar TIK sekaligus mendorong pertumbuhan kapasitas siswa untuk berpikir kritis, kerja tim, dan pemecahan masalah yang metodis.
Perancangan Strategi Integrated Marketing Communications PermataME Saver di Rovers Creative
Ayu Ardiyati Nuraini Joyo Atmojo;
Wahyu Budi Priatna
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.388
Industri perbankan digital saat ini menuntut diferensiasi berbasis kedekatan emosional karena komunikasi pasar yang cenderung homogen dan hanya berfokus pada fitur transaksional. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses konstruksi consumer insight dan penerjemahannya menjadi creative brief dalam perancangan strategi Integrated Marketing Communications (IMC) PermataME Saver oleh Rovers Creative. Berlandaskan kerangka konseptual unspoken truth untuk identifikasi insight dan socially distributed cognition dalam menelaah kolaborasi tim, metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap lima informan kunci lintas fungsi guna mengkaji dinamika perumusan strategi dari riset hingga legitimasi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insight dikonstruksi dari ketegangan psikologis audiens Generasi Z yang mendambakan kemudahan dan peace of mind saat bepergian, yang kemudian dinegosiasikan dengan batasan institusional klien. Proses tersebut menghasilkan proposisi nilai “Bebas Worry” melalui translasi yang sistematis dan tervalidasi secara kolektif. Kesimpulannya, perancangan strategi IMC di agensi kreatif terbukti menjadi proses produksi makna kolektif yang krusial untuk menjembatani kepentingan bisnis klien dengan relevansi emosional konsumen di tengah persaingan industri.
Efektivitas Penerapan E-Government dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya
Arya Hendrik Pamorja;
Muhammad Yusuf Afriyanoor;
M. Safawi;
Muhammad Ilmi;
Muhammad Haris Alfarizi;
Muhammad Dimas Ardyansya Pratama;
Sri Mujiarti Ulfah;
Nadya Grestyana
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.390
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan e-government dalam pelayanan administrasi kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penerapan e-government melalui aplikasi Sistem Informasi Dukcapil Oloh Itah (SI-DOI) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan bagian dari upaya transformasi digital birokrasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling, meliputi kepala dinas, kepala bidang, staf pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-government di Disdukcapil Kota Palangka Raya cukup efektif dalam meningkatkan kecepatan, kemudahan akses, transparansi, dan kepuasan masyarakat. Namun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, serta keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi informasi.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Negeri 1 Tomohon
Stevani Rumondor;
Rio Metri Abast;
Titof Tulaka
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.391
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Students Teams Achievement Division) terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan Gambar Teknik, pada peserta didik kelas X Jurusan DPIB di SMK Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra ekseperimen (Pre Eksperimental Designs) dengan jenis one group pre test and post test design deskriptif kuantitatif. Mengingat data yang dianalisis bersifat kuantitatif, maka peneliti menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji tingkat kesukaran. Uji normalitas menggunakan rumus Liliefors dan uji homogenitas menggunakan rumus F. Sedangkan uji hipotesisnya menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh 7,6017 dan t table 1,734 dengan taraf sig 5%. Melalui kriteria uji jika thitung > ttabel maka H1 diterima. 7,6017 > 1,734, jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar pada pokok bahasan Gambar Teknik, pada peserta didik kelas X Jurusan DPIB di SMK Negeri 1 Tomohon.
Analisis Etika Profesi Guru Muda terhadap Pembentukan Sikap Hormat Peserta Didik
Diani Nurul Khafidho;
Isna Farahsya;
Nafisah Rizqillah;
Nur Khasanah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.392
ABSTRAK Penelitian ini berawal dari munculnya penurunan rasa hormat siswa terhadap guru di sekolah yang dipengaruhi oleh kemajuan sosial dan digital. Guru-guru muda, sebagai pendidik, memegang peran kunci dalam mengembangkan karakter dan rasa hormat siswa melalui penerapan etika profesi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana etika profesi diterapkan oleh guru muda, mengenali faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi penerapan tersebut, serta menganalisis pengaruhnya terhadap pembentukan rasa hormat siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan meneliti berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan tema penelitian. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa penerapan etika profesi oleh guru muda terlihat dari sikap disiplin, tanggung jawab, keadilan, komunikasi yang efektif, serta keteladanan dalam berinteraksi dengan siswa. Beberapa faktor yang mendukung penerapan etika profesi termasuk pendidikan dan pelatihan terkait etika, kebijakan di sekolah yang mendukung, komunitas praktik, serta penilaian yang berbasis etika. Di sisi lain, faktor yang menjadi penghalang terdiri dari kurangnya kesadaran akan etika, keterbatasan dalam keterampilan, tekanan di tempat kerja, kebijakan pendidikan yang tidak memadai, dan dampak dari kemajuan teknologi. Penerapan etika profesi oleh guru muda berkontribusi positif terhadap penanaman perilaku disiplin, kesopanan, empati, serta rasa hormat siswa di lingkungan sekolah. Dengan demikian, etika profesi guru menjadi dasar yang penting dalam membangun hubungan pendidikan yang positif dan membentuk karakter siswa. ABSTRACT This research stems from the decline in students' respect for teachers in schools, influenced by social and digital advancements. Young teachers, as educators, play a key role in developing students' character and respect through the application of professional ethics. The purpose of this study is to describe how professional ethics is applied by young teachers, identify factors that support and hinder such application, and analyze its influence on the formation of students' respect. The method used in this research is a literature study, by examining various scientific sources such as journals, books, and articles relevant to the research theme. The results of the study revealed that the application of professional ethics by young teachers is evident in attitudes of discipline, responsibility, fairness, effective communication, and role models in interacting with students. Several factors that support the application of professional ethics include ethics education and training, supportive school policies, communities of practice, and ethics-based assessments. On the other hand, factors that act as barriers include a lack of awareness of ethics, limited skills, workplace pressure, inadequate educational policies, and the impact of technological advances. The application of professional ethics by young teachers contributes positively to instilling discipline, politeness, empathy, and respect in students in the school environment. Thus, the professional ethics of teachers become an important basis in building positive educational relationships and shaping students' character.
Analisis Strategi Digital Branding Akun Instagram @sekolahvokasiipb dalam Meningkatkan Views dan Engagement Konten
Reno Destrian;
Leonard Dharmawan;
Athaullah Sikumbang
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.393
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi digital branding yang diterapkan pada akun Instagram @sekolahvokasiipb dalam upaya meningkatkan views dan engagement konten. Menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada tim humas Sekolah Vokasi IPB University serta observasi non-partisipan terhadap konten yang dipublikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun tersebut menerapkan strategi konten terencana berbasis content planner bulanan, identitas visual yang konsisten, pendekatan storytelling, serta evaluasi performa secara berkala melalui Instagram Insights. Konten berjenis reels dan carousel menjadi format dominan yang menghasilkan views dan engagement tertinggi. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengelolaan media sosial institusi pendidikan di era digital.
Pemanfaatan Akun Instagram @lifeatasdp sebagai Media Corporate Branding di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
Fauzia Ayu Kamila;
Wahyu Budi Priatna
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.394
ABSTRAK Perkembangan media sosial mendorong perusahaan untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana corporate branding, termasuk dalam membangun citra perusahaan yang lebih personal dan dekat dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan akun Instagram @lifeatasdp sebagai media corporate branding berdasarkan konsep corporate branding dan Excellence Theory dalam membangun citra perusahaan yang lebih personal, komunikatif, dan dekat dengan audiens digital di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi digital, dan wawancara terhadap pengelola akun Instagram @lifeatasdp. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @lifeatasdp dikelola secara sistematis dan strategis dengan menampilkan konten berbasis aktivitas karyawan, budaya kerja, kegiatan internal perusahaan, serta komunikasi interaktif dengan audiens. Penggunaan visual yang konsisten, gaya komunikasi yang santai namun profesional, serta keterlibatan aktif audiens menunjukkan upaya perusahaan dalam membangun citra perusahaan yang modern, adaptif, dan relatable. Selain itu, penerapan komunikasi dua arah melalui interaksi digital mencerminkan penerapan konsep Excellence Theory dalam aktivitas corporate branding perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi perusahaan, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan yang lebih dekat antara perusahaan dan audiens digital. ABSTRACT The development of social media encourages companies to utilize digital platforms as a means of corporate branding, including in building a more personal and closer corporate image to the audience. This study aims to analyze the use of the @lifeatasdp Instagram account as a corporate branding medium based on the concept of corporate branding and Excellence Theory in building a more personal, communicative, and closer corporate image to the digital audience at PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, digital documentation, and interviews with the @lifeatasdp Instagram account manager. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the @lifeatasdp Instagram account is managed systematically and strategically by displaying content based on employee activities, work culture, internal company activities, and interactive communication with the audience. The use of consistent visuals, a relaxed yet professional communication style, and active audience involvement demonstrate the company's efforts in building a modern, adaptive, and relatable corporate image. In addition, the implementation of two-way communication through digital interactions reflects the application of the Excellence Theory concept in the company's corporate branding activities. This research shows that Instagram not only functions as a medium for conveying company information, but also as a means of building closer relationships between companies and digital audiences.
Analisis Komparatif Gaya Bahasa pada Media Berita Online Indonesia: Studi Kasus Kompas, Detik, dan Tribun
Rodo Lemuel Nadeak;
Sevta Triwana Simamora;
M. Faris Al Rafiq;
Andly Sofian Hasugian;
Anggia Puteri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.395
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan gaya bahasa pada tiga media berita online Indonesia, yaitu Kompas, Detik, dan Tribun. Analisis dilakukan terhadap 45 artikel hasil subsampling acak dari total 55 artikel yang dikumpulkan. Penelitian menggunakan pendekatan komputasional dengan tahapan preprocessing teks berupa tokenisasi, penghapusan stopword, normalisasi huruf, dan pembersihan karakter non-alfabet. Enam aspek utama dianalisis, yaitu metrik dasar gaya bahasa, frekuensi penggunaan kata serapan bahasa Inggris, identifikasi kata khas menggunakan metode TF-IDF, visualisasi word cloud, serta deteksi clickbait pada judul berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas memiliki artikel paling panjang dan cenderung lebih formal serta mendalam. Detik memiliki rata-rata kata per kalimat tertinggi dan persentase judul clickbait paling besar, yaitu 33,33%, yang menunjukkan strategi editorial lebih agresif dalam menarik perhatian pembaca. Sementara itu, Tribun memiliki artikel paling ringkas, tetapi menunjukkan penggunaan kata serapan bahasa Inggris tertinggi dengan rasio 1,41%. Analisis TF-IDF dan word cloud memperlihatkan adanya perbedaan kosakata dominan yang mencerminkan fokus tematik masing-masing media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap media memiliki karakteristik linguistik yang khas sesuai dengan target pembaca dan strategi kontennya. Analisis komputasional semacam ini dapat digunakan untuk memahami pola bahasa media digital Indonesia secara lebih objektif dan sistematis.