cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
KERAJINAN AKAR BAHAR DI DESA PULAU BALAI KECAMATAN PULAU BANYAK Maghfirah, Ridha; Ismawan, Ismawan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15689

Abstract

Penelitian ini berjudul Kerajinan Akar Bahar di Desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses pembuatan kerajinan akar bahar dan bagaimana perkembangan bentuk dan fungsi kerajinan akar bahar di desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan akar bahar dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana perkembangan bentuk dan fungsi kerajinan akar bahar di desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh singkil, subjek penelitian pengrajin akar bahar dan objek penelitian adalah proses, bentuk, manfaat dan fungsi kerajinan akar bahar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan kerajinan Akar Bahar meliputi beberapa tahapan yaitu: pengelolaan bahan, proses pembuatan bahan, finising. Adapun jenis kerajinan yang dihasilkan meliputi, gelang akar bahar, cincin akar bahar dan bunga akar bahar. Kata Kunci: Akar Bahar, Kerajinan Akar Bahar, Proses Pembuatan
PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SANGGAR ART GALERY FEBI Fitria, Nanda; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15687

Abstract

Penelitian ini berjudul pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi. Mengangkat masalah bagaimana proses pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi dan faktor-faktor yang mempengaruhi sanggar Febi unggul di setiap perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran di sanggar Art Galery Febi, dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi sanggar Art Galery Febi unggul di setiap perlombaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ialah Febi Juwita selaku pemilik sanggar Art Galery Febi dan anak-anak yang mengikuti pembelajaran, objek penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi. Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan mereduksi, display dan verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi berlangsung melalui beberapa bagian, yaitu kegiatan awal dimana pengajar memilah terlebih dahulu peserta didik sesuai kemampuannya, setelah itu peserta didik menyiapkan bahan dan alat, kegiatan inti pengajar yang memilih karya yang akan dibuat oleh peserta didik, namun peserta didik juga boleh memilih sendiri karya yang akan dibuat, evaluasi dan penutup merupakan tahap akhir pengajar menilai karya yang telah dibuat oleh peserta didik, pada kegiatan pembelajaran pengajar menggunakan metode ceramah diawal pembelajaran, metode demontrasi pengajar memberikan contoh kepada peserta didik dan metode latihan praktis. Media yang digunakan berupa media visual. Faktor yang mempengaruhi Art Galery Febi unggul dalam setiap perlombaan mewarnai, terbagi menjadi dua yaitu, faktor internal yang meliputi kecerdasan, bakat, minat, perhatian, dan motivasi serta faktor eksternal yang meliputi keadaan keluarga.Kata kunci: pembelajaran, seni rupa, sanggar Art Galery Febi
PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA SANGGAR APOTEK WAREUNA Ullya, Nailul; Ismawan, Ismawan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15686

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Seni Rupa pada Sanggar Apotek Wareuna. Mengangkat masalah bagaimana pembelajaran pada sanggar Apotek Wareuna dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan sanggar Apotek Wareuna bertahan hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran seni rupa pada sanggar Apotek Wareuna dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan sanggar Apotek Wareuna bertahan hingga sekarang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ialah seluruh pengajar pada sanggar Apotek Wareuna dan peserta didik yang ikut serta dalam pembelajaran seni rupa pada sanggar Apotek Wareuna. Objek pada penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa pada sanggar Apotek Wareuna. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa pada sanggar Apotek Wareuna berlangsung melalui beberapa bagian yaitu kegiatan awal dimana peserta didik menyiapkan alat dan bahan, kegiatan inti peserta didik memilih bahan/karya yang akan dibuat, evaluasi dan penutup yang merupakan tahap akhir pengajar menilai karya yang telah dibuat oleh peserta didik. Pada kegiatan pembelajaran, pengajar menggunakan metode ceramah diawal pembelajaran, metode demonstrasi pengajar memberikan contoh kepada peserta didik dan metode latihan praktik peserta didik membuat sebuah karya secara utuh. Media yang digunakan berupa media visual, audio visual dan benda tiruan. Faktor yang mempengaruhi sanggar Apotek Wareuna tetap bertahan hingga sekarang terbagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: tenaga pengajar, yang berasal dari dunia pendidikan dan praktisi, peserta didik dari berbagai kalangan seperti anak sekolah dan mahasiswa, Materi pembelajaran yang telah direncanakan, bakat dari dalam diri peserta didik, minat dan perhatian peserta didik dalam belajar, dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Faktor eksternal meliputi: keadaan keluarga yang mendukung peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, lingkungan belajar yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan lingkungan masyarakat yang menyambut dengan baik kegiatan pada sanggar Apotek Wareuna.Kata kunci: pembelajaran, seni rupa, faktor sanggar bertahan.
IMPLEMENTASI MODEL PAKEM DALAM PEMBELAJARAN TARI LIKOK PULO DI MTsN 1 BIREUEN Musliana, Cut; Zuriana, Cut; Syai, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15683

Abstract

Penelitian dengan judul Implementasi Model PAKEM dalam Pembelajaran Tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen mengangkat masalah bagaimana perencanaan Model PAKEM dalam pembelajaran tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen, pelaksanaan Model PAKEM dalam pembelajaran tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen, evaluasi dan hasil pembelajaran tari LIkok Pulo dengan menggunakan model PAKEM di MTsN 1 Bireuen dan hambatan-hambatan dalam pembelajaran tari Likok Pulo dengan menggunakan model PAKEM dan cara mengatasinya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembelajaran tari Likok Pulo serta mengetahui hambatan-hambatan dalam pembelajaran dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembelajaran disiapkan oleh guru. Pelaksanaan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Evaluasi dilakukan dalam bentuk tertulis dan praktek. Aspek penilaian praktik meliputi aspek wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa. Hambatan yang dihadapi adalah kurangnya minat siswa laki-laki, kemampuan guru terbatas, fasilitas masih kurang terutama belum ada kaca di ruang kesenian. Pihak sekolah berusaha mengalokasikan dana dengan meminta guru untuk membuat anggaran. Pengawasan guru terhadap siswa masih kurang. Perlu adanya pelatihan untuk guru agar meningkatkan kualitas mengajar.Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran, PAKEM, Tari Likok Pulo
CANANG KAYU DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Hamdani, Hamdani; Syai, Ahmad; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15684

Abstract

Penelitian berjudul Canang Kayu di Kabupaten Aceh Singkil, mengangkat masalah tentang bagaimana sejarah, proses pembuatan, dan teknik permainan dari alat musik Canang Kayu di Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah alat musik Canang Kayu itu sendiri sebagai subjek utama, kemudian tokoh adat/seniman, dan budayawan yang ada di Aceh Singkil. Sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu meliputi sejarah, proses pembuatan, dan teknik permainan yang ada pada alat musik tradisional Canang Kayu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan, teknik wawancara tidak terstruktur, dan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sejarah awal dari diciptakannya alat musik Canang Kayu adalah untuk hiburan pada waktu senggang ketika saat istirahat setelah bertani padi dimana perkembangan dari awal diciptakan sampai sekarang tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Kedua, proses pembuatan alat musik Canang Kayu meliputi pemilihan bahan dasar yang menggunakan kayu cuping-cuping, teknik pemotongan, teknik pembentukan, dan teknik finishing. Selanjutnya teknik permainan pada alat musik Canang Kayu meliputi posisi badan tegak dengan duduk bersila di atas tanah/lantai, lalu posisi tangan kanan dan kiri memegang stick pemukul, dan teknik pukulan menggunakan pola irama tertentu yang beragam tergantung pada saat kapan atau pada acara apa Canang Kayu itu dimainkan. Susunan konstruksi dari alat musik Canang Kayu dapat dikatakan sepenuhnya berbahan kayu yang terdiri dari bilah canang, kotak resonator, dan stick pemukul.Kata Kunci: musik, alat musik tradisional, canang kayu.
PERKEMBANGAN MOTIF PADA BAJU PENGANTIN DI MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Fadzila, Marliza; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15685

Abstract

Penelitian ini berjudul Perkembangan Motif pada Baju Pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Mengangkat masalah perkembangan motif pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motif pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah Syarifah Hennizar selaku pemiliki Cut Aja Wedding dan Rina selaku pemiliki Rina Queenna, objek penelitian ini adalah baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perkembangan motif pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami, merupakan salah satu bukti nyata bahwa perkembangan yang terjadi pada motif baju pengantin di Meulaboh dapat dilihat dari tampilan motif yang berbeda seperti penambahan motif pada motif yang sudah ada, hal ini dapat kita lihat pada motif pinto aceh, yang mana terdapat beberapa bagian pada motif pinto aceh yang ditambahkan motif baru untuk memperindah motif pinto aceh yang sudah ada, seperti penambahan ukiran daun maupun ukiran batang. Masyarakat sekitar tidak mempermasalahkan perkembangan yang terjadi pada motif yang terdapat pada baju pengantin, hal ini dikarenakan tidak terdapatnya motif-motif yang memilliki arti negatif. Motif itu sendiri merupakan identitas suatu masyarakat sehingga adanya motif sangat penting untuk diterapkan pada baju pengantin. Namun saya berharap agar motif-motif yang sudah ada seperti pinto aceh, uke bate, pucok reubong dan motif Aceh yang lain tetap diterapkan pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, meskipun nantinya ada penambahan motif ragam hias pada motif-motif Aceh tersebut.Kata Kunci: perkembangan, motif, baju pengantin, pasca Tsunami.
MAKNA PELAMINAN KAMAR PENGANTIN SUKU ANEUK JAMEE DI KECAMATAN TAPAKTUAN Septiana, Ardilla; Ramdiana, Ramdiana; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15682

Abstract

Penelitian ini berjudul Makna Pelaminan Kamar Pengantin Suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan, mengankat masalah bagaimana fungsi dan makna simbolik pelaminan kamar pengantin suku Anauk Jamee. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan fungsi dan makna simbolik pelaminan kamar pengantin suku Aneuk Jamee di kecamatan Tapaktuan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Semiotika, jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Subjek penelitian ini ialah suku Aneuk Jamee dan objek penelitian ialah kamar pengantin suku Aneuk Jamee. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, fungsi keseluruhan dari pelaminan kamar pengantin ialah tempat pelaksanaan ritual adat pernikahan suku Aneuk Jamee dan di kamar itulah mempelai wanita akan melepaskan keperwanannya untuk dipersembahkan kepada sang suami. Makna simbolik yang terdapat di pelaminan kamar pengantin suku Aneuk Jamee di kecamatan Tapaktuan ialah (1) Labah Mangirok (lebah hinggap) yang bermaknakan seorang raja dan rakyat yang saling tolong-menolong, (2) Banta Gadang Tagak (bantal besar berdiri) bermaknakan seorang perempuan yang akan melahirkan keturunan, (3) Meracu dan Tapak diibaratkan seorang raja dan ratu, (4) Kipas Berwarna Warni yang memiliki tiga warna yaitu kuning, merah, dan hijau, (5) Banta Basusun (bantal bersusun) bermakna empat pihak delapan kaum, (6) Tilam Pandak adalah tempat duduk pengantin yang diumpamakan sebagai singgasana kehormatan untuk pengantin yang disandingkan di pelaminan, (7) Renda Putih yang bermaknakan suatu kesucian, (8) Langik-langik (langit-langit), (9) Buah Butun Kuning di Bangku yang berjumlah lima ruas mengartikan rukun islam ada lima perkara, (10) Pancuang Soa Kelambu (kelambu tujuh lapis) bagian utama yang terdapat pada pelaminan kamar pengantin, Bii (kening kelambu) maknanya kesucian hati suami istri dalam menjalankan bahtera rumah tangga, (11) Seprai Berlapis Tujuh, (12) Sampang Kain berfungsi tempat penyampangan kain yang dibawa oleh mempelai laki-laki, (13) Tikar Jajakan. Selain itu properti yang juga terdapat di kamar pengantin yaitu Ceurano (tempat sirih), Tuduang saji (tudung saji). Pelaminan Kamar Pengantin Suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan hanya dapat digunakan oleh perempuan yang bisa menjaga kehormatannya.Kata Kunci: Fungsi, makna simbolik, pelaminan kamar pengantin, Suku Aneuk Jame
PEMBELAJARAN TARI RATOH JAROE DAN TARI LIKOK PULO DI SANGGAR POCUT BAREN BANDA ACEH Arifani, Rizka; Hartati, Tengku; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15296

Abstract

Penelitian ini berjudul Proses Pembelajaran Tari Ratoh Jaroe dan Tari Likok Pulo di Sanggar Pocut Baren Banda Aceh, bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo di sanggar Pocut Baren Banda Aceh, dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini bertempat di sanggar Pocut Baren MAN Model Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu, kegiatan pra instruksional meliputi kegiatan awal dan kegiatan inti. Kegiatan instruksional meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan evaluasi tindak lanjut. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode latihan atau latihan praktik. Faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu yang sedang belajar, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis. Sedangkan faktor ekstrern adalah faktor yang terdapat di luar diri individu yang sedang belajar, meliputi keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat.Kata Kunci : Pembelajaran, Tari Ratoh Jaroe, Likok Pulo
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 DARUL IMARAH Sari, Putri Maurina; Zuriana, Cut; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15293

Abstract

Penelitian dengan judul Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah mengangkat masalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya dan apa saja kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pantomim pada Siswa Kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Darul Imarah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah khusunya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kendala-kendala yang dihadapi guru Seni Budaya yaitu berasal dari siswa, kurangnya sarana dan prasarana, reverensi yang kurang, dan kemampuan guru yang terbatas. Sedangkan kendala yang dihadapi siswa yaitu kurangnya minat belajar, sarana dan prasarana yang tidak mendukung dan tidak adanya dukungan dari orang tua siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Pantomim.
BASIC STICKING SNARE DRUM PADA BATTERY LINE DRUM CORPS UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rahmayana, Rahmayana; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15294

Abstract

Penelitian yang berjudul Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala dan apa saja kendala yang dialami pelatih selama proses latihan Basic sticking Snare Drum. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala dan mendeskripsikan kendala yang dialami pelatih selama proses latihan berlangsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pelatih dan alumni pemain snare drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala meliputi pengenalan alat, cara memegang stick, basic sticking, dan rudiment. Kendalanya adalah sulit menyamakan posisi tangan kanan dan kiri sesuai dengan teknik tradisional grip, sulit menyatukan ketukan ketika melakukan rudiment pada setiap pemain, sulit mengontrol tangan kanan dan kiri, serta kurangnya kedisiplinan pemain saat proses latihan berlangsung.Kata kunci: basic sticking, snare drum, Battery Line Drum Corps