cover
Contact Name
Masnia Ningsih
Contact Email
matsnaalmuna@gmail.com
Phone
+6282230702767
Journal Mail Official
matsnaalmuna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jabon Km 0,7 Mojokerto Telp/Fax. (0321) 399474 Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Pawitra Komunika: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora
ISSN : 27229025     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.36815/pawitrakomunika.v6i1
Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini terbit setahun dua kali, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini memuat tulisan hasil penelitian, tinjauan teoritik/konseptual, serta kajian kritis menyangkut fenomena komunikasi dan sosial humaniora. Tujuan penerbitan Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini antara lain untuk memasyarakatkan ilmu komunikasi dan bagi kepentingan pembangunan bangsa. Sasaran penyebarannya ditujukan kepada akademisi, para peneliti, litkayasa, para praktisi bidang komunikasi, bidang sosial humaniora dan masyarakat umum.
Articles 63 Documents
MAKNA KEHIDUPAN DALAM ILUSTRASI QING HAN DI INSTAGRAM: SEBUAH REPRESENTASI VISUAL Majid, Bagas; Ramadhani, Rakhmad Saiful; Hayau Lailin, Moch. Ichdah Asyarin
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i1.3432

Abstract

Kehidupan merupakan perjalanan yang memiliki berbagai rute dan hasil yang berbeda. Setiap pilihan dalam mengambil keputusan, berdampak dalam membentuk identitas serta tujuan manusia. Setiap kejadian atau peristiwa selalu memiliki makna. Terlepas dari peristiwa yang dialami dirasa baik ataupun sebaliknya. Kisah perjalanan hidup ini dapat menjadi inspirasi bagi beberapa orang untuk membuat sebuah karya seperti film, lagu, novel, lukisan dan sejeninsnya. Dalam seni visual, lukisan sering menjadi ekspresi visual dari perjalanan hiudp seseorang. Seperti dalam seni ilustrasi karya Qing Han yang dimana ia mengekspresikan perjalanan hidupnya selama ia berjuang melawan penyakit yang ia derita. Ilustrasi yang ia buat memiliki pesan – pesan yang mendalam serta menginspirasi dan dapat dijadikan bahan refleksi manusia dalam memaknai arti kehidupan dari keberadaan manusia. Karya ilustrasi yang ia buat dapat ditemukan dalam salah satu media sosialnya yaitu Instagram @qinniart. Penilitian tentang representasi makna kehidupan dalam ilustrasi karya Qing Han menggunakan metode kualitatif deskripstif dan menggunakan teori semiotika pictorial Goran Sonesson sebagai dasar serta ikonologi dan ikonografi Erwin Panofsky sebagai pendekatannya. Hasil penelitian representasi makna kehidupan dalam ilustrasi karya Qing Han pada media sosial Instagram menghasilkan lima ketegori dasar yang dapat dijadikan sumber refleksi atau muhasabah diri bagi setiap manusia yang ingin menjalani hidup lebih bermakna serta lebih bijaksana.
PERSEPSI MASYARAKAT TERDAMPAK DI KAWASAN INDUSTRI NIKEL PADA FILM DOKUMENTER ‘BLOODY NICKEL: ILUSI TRANSISI ENERGI’ Estina, Hajar; Ningsih, Masnia; Zusyana Dewi, Ratnaningrum
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i1.3434

Abstract

Hilirisasi nikel merupakan program pemerintah untuk mempercepat transisi energi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Artikel ini membahas bagaimana kebijakan pemerintah memiliki dampak bagi masyarakat yakni dampak negatif bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan industri nikel. Artikel ini juga menganalisis persepsi masyarakat yang terkena dampak industri nikel di wilayah tertentu melalui film dokumenter Bloody Nickel: Ilusi Transisi Energi. Pendekatan yang digunakan didasarkan pada teori analisis wacana kritis Norman Fairclough untuk memahami bagaimana penggambaran industri nikel dalam film mempengaruhi persepsi dan pengalaman masyarakat di sekitar kawasan industri nikel. Menggunakan metode analisis isi sebagai teknik menganalisis isi sebuah film dengan fokus pada narasi visual dan pesan yang disampaikan kepada penonton. Analisis menunjukkan bahwa film tersebut tidak hanya menggambarkan dampak fisik industri nikel, namun juga mengeksplorasi dampak sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan yang dihadapi masyarakat lokal. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan industri dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap permasalahan lingkungan dan sosial yang terkait dengan aktivitas pertambangan, seperti industri nikel
MEMBACA KODE SEMIK PADA KOMIK PORNO MANHWA DI WEBSITE MANGASUSU Dhamar, Mahesa; Ramadhani, Rakhmad Saiful; Hayau Lailin, Moch. Ichdah Asyarin
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i2.3451

Abstract

This study aims to analyze the existence of semic codes through the Roland Barthes semiotic approach in Manhwa Comics. The content of the story contained in the comic relates many aspects of pornography. Pornography itself is a negative picture that can cause bad things for the audience. Researchers use qualitative descriptive methods, descriptive itself is a form of presenting data using words or sentences both orally and in writing. The results of this study indicate the existence of semic codes or connotative codes that exist in the content of Manhwa comic stories. Researchers managed to get 37 data related to semic codes or connotative codes. Semic codes obtained by researchers are expressions that refer to things that smell of sexuality or pornography.
REPRESENTASI NILAI NASIONALISME DALAM KARYA FILM PENDEK “NDUDAH KIDUNGE SIMBAH” hermawan, antok; Hayau Lailin, Moch. Ichdah Asyarin
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i2.3452

Abstract

Local films can serve as an effective means of communicating messages, especially in terms of encouraging the spirit of nationalism in the younger generation. One of them is by using short films as a medium. This research takes the object of a short film entitled "Ndudah Kidunge Simbah". The theme presented in this movie brings relevant social issues in society. The uniqueness of this film makes it an interesting object to study, because there is a communication message that the director wants to convey through this work, namely the importance of cultivating the spirit of nationalism to the younger generation The purpose of this study is to determine the representation of the value of nationalism in the short film ndudah kidunge simbah. The type of research used is descriptive qualitative research, using the content analysis method. The results showed that in several scenes of the movie Ndudah Kidunge Simbah, there is a representation of the spirit of nationalism. The message or symbol of nationalism in this film is represented by the red and white flag, national songs and the preservation of regional arts, namely kethoprak. The conclusion of this research is that Indonesian films have great potential as an effective tool to strengthen the spirit of nationalism and build awareness of national identity in the midst of cultural diversity.
KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK LUHUT BINSAR PANJAITAN BERDASARKAN PERSPEKTIF SEMIOTIKA LAGU “ANGGURMAN” Fadli, Hasan; Zusyana Dewi, Ratnaningrum; Ningsih, Masnia
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i2.3453

Abstract

Freedom of speech is one of the most protected human rights. However, in the process it turned out that there were still violations of freedom of expression, especially during the New Order government. Many activists and artists were born who opposed the authoritarian attitude of the New Order through their works. After the fall of the New Order, the Reformation returned to Indonesia's right to freedom of speech. After several years, there have been threats regarding violations of the right to freedom of expression with the emergence of the "rubber" article in the 2008 ITE Law. One of the most recent cases regarding this article is the defamation of Luhut Binsar Panjaitan. Jason Ranti, an artist who is also an activist, is challenging this regulation through his work entitled "Anggurman". Therefore it is appropriate to do research on the defamation case of Luhut Binsar Panjaitan from the perspective of the semiotics of the song "Anggurman". The research method used in this journal is qualitative with analysis Michael Riffaterre's semiotic approach. The result of this research is that this song can really describe the case above because the storyline of this song is the same as this case of defamation.
INTERSUBJEKTIVITAS TREN CEWEK MAMBA DI INSTAGRAM wulan sari, sekar sri; Lailiyah, Fatihatul; Zusyana Dewi, Ratnaningrum
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i2.3454

Abstract

This study discusses the phenomenon of the "cewek mamba" trend that emerged and spread through the Instagram social media platform. This trend associates women's fashion choices with the color black as an identity and a captivating style. Through in-depth interviews with informants, this research explores how women following the "cewek mamba" trend establish relationships and coexist with others through the Instagram social media platform. Informants choose the color black for its comfort, neutrality, and resulting elegant impression. The use of black color inspires others around them, creating a new identity recognized by many. The "cewek mamba" trend has an impact on self-perception and social interactions of the informants. They receive both positive and negative comments regarding their fashion style, but remain unaffected by the negative remarks and maintain confidence in their clothing choices. Wearing the "cewek mamba" outfit is done when engaging in activities outside the home and is shared on the Instagram social media platform to enhance self-existence and attract attention. Through these black garments, the informants acquire a distinctive feature that aids their recognition on social media platforms, especially on Instagram. The results of this research depict how fashion trends can influence social interactions and individual identities in the virtual realm.
Ini KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KOTA MOJOKERTO DENGAN ADANYA KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAMAN BAHARI MAJAPAHIT (TBM): Dampak Yang Disadari, Dampak Yang Tidak Disadari Anggraini, Revi; Muhaimin, Hikmah; Rinayuhani, Tri Ratna
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i2.3530

Abstract

This research is motivated by the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 80 of 2019 concerning the acceleration of economic development in the Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Bromo-Tengger-Semeru, and Wilis Circular and Southern Cross regions. To support this regulation, the Mojokerto City Government seeks to develop Tourism Attractions (DTW) which are regulated in the Mojokerto City PERDA Number 7 of 2021 concerning the 2018-2023 Regional Medium-Term Development Plan. This tourism development includes Majapahit Maritime Park (TBM), Mojopahit ship restaurant, PLUT, IKM Center, and road access to tourist sites. The purpose of this study is to analyze the socio-economic impact of the Majapahit Maritime Park (TBM) development policy on the community in Blooto Village, Mojokerto City. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The result is that the impact of the Majapahit Marine Park (TBM) development policy causes physical changes that have an impact on the social and economic aspects of the community. In the social aspect, there is a change in community behavior as well as an increase in the economy seen from buying and selling activities by the local community, which has been predicted due to this tourist attraction.
PESAN KRISIS IKLIM DALAM TEKS MUSIKAL KARYA HINDIA (ANALISIS WACANA KRITIS DALAM SEGMEN WAWANCARA LIAR PART IV) Wangi, Gayatri Mawar; Ningsih, Masnia; Hayau Lailin, Moch. Ichdah Asyarin
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 5 No 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v5i1.3799

Abstract

Krisis iklim adalah kondisi di mana terjadi perubahan signifikan dalam pola iklim global, disebabkan oleh aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Fenomena ini menyebabkan berbagai dampak yang merusak lingkungan, ekonomi, dan sosial di seluruh dunia. Menjadi jelas bahwa krisis iklim bukan hanya ancaman di masa depan, tetapi juga merupakan kenyataan yang dihadapi dunia saat ini. Dengan meningkatnya suhu global dan intensitas fenomena cuaca ekstrem, tindakan kolektif yang terkoordinasi diperlukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim di seluruh dunia. Melihat krisis iklim yang semakin parah, lahirlah karya Hindia yang berjudul “Wawancara Liar Part IV”. Melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana Hindia mewacanakan krisis iklim yang sedang terjadi di Indonesia. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis wacana kritis, yakni prosedur penelitian dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data dengan menggunakan pendekatan yang lebih subyektif terhadap objek yang diteliti. Analisis wacana krits yang digunakan dalam penelitian ini adalah milik Norman Fairclough yang terdiri dari dimensi teks, praktik wacana dan praktik sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu ini mewacanakan pentingnya waktu dan urgensi untuk mengambil tindakan terhadap krisis iklim, serta memikirkan dampak dari keterlambatan dalam merespons krisis iklim.
INOVASI PELAYANAN PUBLIK DARURAT MELALUI CALL CENTER 112: PERAN STRATEGIS DISKOMINFO KABUPATEN MOJOKERTO Hosan, Elfawa; Wijaya, Dian; Suprapto, Suprapto
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v6i1.3925

Abstract

Call Center 112 merupakan inovasi di bidang pelayanan publik darurat yang bertujuan untuk meningkatkan responsivitas pemerintah dalam menangani keadaan darurat. Diskominfo Kabupaten Mojokerto memainkan peran strategis dalam memastikan keberhasilan layanan ini melalui pengelolaan teknologi, pelatihan sumber daya manusia, dan sosialisasi kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Diskominfo dalam pengelolaan Call Center 112 serta dampaknya terhadap pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun layanan ini telah meningkatkan efektivitas penanganan darurat, masih terdapat kendala dalam aspek sosialisasi dan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terpencil. Artikel ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pemanfaatan Call Center 112 melalui perluasan jaringan telekomunikasi dan peningkatan pelatihan operator.
ESKAPISME DIGITAL DAN KETIDAKPUASAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL TERHADAP REALITAS DUNIA KERJA: STUDI SENTIMEN PADA TREN ‘KABUR AJA DULU’ Qibtiah, Mariatul; Kamalia, Aulia; Andriani, Merry Dwi; Pramesti, Nasywa Shafana; Nuruzzahra, Nuruzzahra; Febrianie, Rossa; Maulina, Novaria; Setyastuti, Yuanita
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v6i1.3964

Abstract

ABSTRAK Sejak bulan Januari sampai dengan April tahun 2025, tren #KaburAjaDulu menjadi ruang ekspresi yang kuat di media sosial dalam menyuarakan keresahan terhadap realitas dunia kerja. Ini menandakan bahwa tren tersebut bukan hanya ekspresi individual, tetapi juga mencerminkan keresahan kolektif terhadap sistem kerja yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis representasi perilaku eskapisme digital sebagai bentuk ketidakpuasan pengguna media sosial terhadap dunia kerja melalui tren #KaburAjaDulu. Menggunakan pendekatan analisis isi sentimen kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui Brand24. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen negatif sebesar 55% dibandingkan sentimen positif 45%, dengan volume penyebutan mencapai 2309 dan jangkauan media sosial hingga 52 juta. Dominasi sentimen negatif ini mencerminkan tingginya tingkat ketidakpuasan kerja yang terekspresi secara publik, menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai saluran bagi individu untuk menyuarakan frustrasi dan mencari dukungan kolektif atas kondisi kerja yang tidak memuaskan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tren #KaburAjaDulu secara jelas menggambarkan ketidakpuasan pengguna media sosial terhadap realitas dunia kerja yang tercermin dalam perilaku eskapisme digital.