cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "OnlineFirst" : 17 Documents clear
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika Berbantu Media Audio Visual Kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang Hidayah, Hidayah; Hidayat, Puput Wahyu; Pitra, Dedek Helida
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v.179

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang berdasarkan rendahnya hasil belajar Matematika peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada bulan oktober 2024, yaitu 65,7. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantu media audio visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan inkuiri terbimbing berbantu media audio visual pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dan lembar tes belajar peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model inkuiri terbimbing berbantu media audio visual. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Matematika berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model inkuiri terbimbing. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 65,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 8 peserta didik (53,3%) dan pada siklus 2 adalah 72,7 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 14 peserta didik (93,3%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Matematika. Penerapan model inkuiri terbimbing berbantu media audio visual dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar.
Upaya Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika Menggunkan Model Cooperative Learning Tipe STAD di Kelas IV SDN 74/II Tanah Periuk Nikmatunur, Sholati; Hidayat, Puput Wahyu; Hamzah, Iri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.184

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal yang menunjukkan bahwa proses belajar siswa masih pasif, penelitian tindakan kelas dilakukan dengan siswa kelas IV di SDN 74/II Tanah Periuk. Penyampaian materi oleh guru tidak diterima dengan baik oleh banyak siswa. Siswa mengganggu siswa lain dengan masuk dan keluar dari kelas. Akibatnya, hasil belajar anak-anak menjadi buruk. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar di kelas IV SDN 74/II Tanah Periuk. Penelitian tindakan kelas (CAR) digunakan sebagai metodologi penelitian. Dua siklus penelitian dilakukan, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dua puluh lima siswa kelas IV SDN 74/II Tanah Periuk menjadi subjek penelitian. Penilaian hasil belajar, pencatatan, dan pengamatan merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Soal ujian, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa digunakan sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan pada semester kedua tahun ajaran 2024–2025. Hasil analisis data dari penelitian ini adalah sebagai berikut: “1) rata-rata proses pembelajaran siswa pada siklus I meningkat sebesar 54%, meningkat menjadi 84% pada siklus II; 2) persentase kelengkapan pembelajaran siswa meningkat sebesar 40% pada siklus I, meningkat menjadi 88% pada siklus II; dan 3) hasil pengamatan pengajaran guru meningkat sebesar 80,72% pada siklus I dan 92,30% pada siklus II. Oleh karena itu, penggunaan paradigma pembelajaran STAD dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran siswa kelas IV mata pelajaran matematika di SDN 74/II Tanah Periuk”.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Siswa kelas VI Menggunakan Metode Kooperatif Scramble  SDN 029/II Sungai Mancur Susilawati, Weni; Apdoludin, Apdoludin; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.190

Abstract

By using the Scramble cooperative learning approach, this project seeks to enhance the Natural Sciences and Social Sciences (IPAS) learning process and results for sixth-grade students at SDN 029/II Sungai Mancur. minimal learning achievement just 40% of 20 students met the Learning Objective Competency Criteria (KKTP) and minimal student participation during learning activities serve as the study's backdrop. The planning, execution, observation, and reflection phases make up each of the two cycles of this Classroom Action Research (CAR) project. Twenty sixth-grade students served as the research subjects, and the goal was to apply the Cooperative Scramble approach to IPAS instruction. Learning outcome assessments, recording, and observation were among the methods used to gather data. Both quantitative and qualitative descriptive methodologies were used to analyse the data. The results showed an improvement in both the learning process and outcomes. In terms of process, teacher and student engagement increased from “adequate” in cycle I to “good” in cycle II. Regarding learning outcomes, the average student score increased from 69.4 in cycle I to 82.5 in cycle II, with the percentage of mastery rising from 55% to 90%. The Cooperative Scramble method proved effective in enhancing student activity and understanding of IPAS concepts
Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Contextual Teaching and Learning Kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang Mutiroh, Mutiroh; Megawati, Megawati; Agrita, Tri Wera
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.197

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang dilatarbelakangi observasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai ratarata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada pokok bahasan Bab 3 “Gaya di Sekitar Kita” yaitu 67. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model Contextual Teaching and Learning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning dan lembar tes belajar peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model Contextual Teaching and Learning. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran IPAS berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 67,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 8 peserta didik (53,3%) dan pada siklus 2 adalah 75,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 14 peserta didik (93,3%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran IPAS. Penerapan model CTL dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Quantum Teaching Pada Siswa Kelas IV SDN 12/II Empelu Jumita, Jumita; Megawati, Megawati; Avana, Nurlev
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.132

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada tingkat keterlibatan siswa dan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 12/II Empelu pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Pengamatan awal menunjukkan bahwa guru tidak memberikan dukungan yang memadai kepada siswa dalam proses belajar, mengakibatkan pemahaman materi yang rendah dan rasio siswa-guru di bawah Kriteria Kemahiran Minimum (KKTP) sebesar 78. Hal ini menyoroti kebutuhan akan metode pengajaran inovatif dan menjanjikan untuk meningkatkan standar pengajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas Model Pendidikan Kuantum dalam meningkatkan proses dan hasil belajar. Perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi merupakan dua fase dari metode CAR. Sebanyak 13 siswa dari empat kelas di SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan kualitatif terhadap implementasi model dan evaluasi kuantitatif hasil belajar siswa menggunakan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Model Pengajaran Kuantum oleh guru meningkat dari 79% menjadi 91%, proses belajar siswa meningkat dari 65% menjadi 80%, dan hasil belajar kognitif meningkat dari 65% menjadi 81%. Dengan demikian, pendekatan Quantum Teaching efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas IV di SDN 12/II Empelu. Penelitian ini memberikan bukti bahwa inovasi pendidikan dapat secara signifikan meningkatkan prestasi dan kepuasan siswa.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV Di SDN 29/II Sungai Mancur Nugrah, Shinta Selina; Megawati, Megawati; Andriani, Opi
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.153

Abstract

Based on preliminary observations, classroom action research was conducted on fourth-grade students at SDN 29/II Sungai Mancur. The findings indicate that students' scientific learning outcomes are low, as seen by their cognitive learning successes falling short of the school's KKTP of 70.  Whereas students who have been reported to have finished have a percentage of 41.7% in science learning outcomes, those who have not completed have a proportion of 58.3%.  “Thus, the Think Pair Share (TPS) learning approach is the one that can enhance student learning outcomes.  The aim of this study was to ascertain how the Think Pair Share (TPS) Learning model may be applied to enhance the science learning process and outcomes in every cycle.  Classroom Action Research (CAR) is the research methodology employed.  The study was carried out in two cycles, with planning, action implementation, observation, and reflection included in each cycle.  Twelve fourth-grade children from SDN 29/II Sungai Mancur served as the research subjects.  Both qualitative and quantitative data were collected for this investigation”.  qualitative information in the form of student and teacher observation forms.  The proportion of teacher performance observation sheets, the percentage of student learning process observation sheets, and the % of student science learning outcome assessments using the Think Pair Share (TPS) learning model are the sources of quantitative data.  This study's findings include: 1) a 98.9% rating for “the Teacher Performance Process in science learning using the Think Pair Share (TPS) learning model, 2) a 79.1% rating for the Student Learning Process in science learning using the Think Pair Share (TPS) learning model, and 3) an increase in student learning outcomes in cycles I and II”.  Cycle II had a 16.6% increase in the score, with 83.3% of the total falling into the "Very Good" category, up from cycle I's 66.7% "Enough" category.  Applying the Think Pair Share (TPS) learning model can enhance the learning process for students and raise learning outcomes by assisting them in solving difficulties through discussion.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Learning Cycle 5E Di Kelas IV SD Negeri 112/II Purwo Bakti Arisetya, Mutia; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.180

Abstract

Tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang rendah dalam pembelajaran IPAS, di mana interaksi dan partisipasi siswa selama proses belajar sangat minim, menjadi pendorong utama penelitian ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas empat di SD Negeri 112/II Purwo Bakti. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus mencakup dua sesi dengan fase persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 20 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Analisis data menggunakan lembar observasi siswa dan soal ujian untuk mengukur kemajuan siswa, serta lembar observasi guru sebagai acuan untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Siklus 5E. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan 72,2% dalam “observasi guru pada siklus I dengan kategori cukup baik dan peningkatan 94,44% dengan kategori sangat baik. Selain itu, lembar observasi siswa pada siklus I memiliki penilaian 57,5% kategori cukup baik, sedangkan lembar observasi siswa pada siklus II memiliki penilaian 85% kategori baik. Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I, dengan 65% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori memuaskan, dan pada siklus II, 90% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SD Negeri 112/II Purwo Bakti dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Siklus Pembelajaran 5E”.

Page 2 of 2 | Total Record : 17