cover
Contact Name
Gudang Pustaka
Contact Email
gudang.pustaka.cendekia@gmail.com
Phone
+6285171098626
Journal Mail Official
gudang.pustaka.cendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Anduring, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30259908     DOI : https://doi.org/10.59435/gjik
Core Subject : Education,
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan (GJIK) adalah bentuk publikasi ilmiah yang menyajikan penelitian, studi, tinjauan, dan inovasi terbaru dalam berbagai aspek kesehatan manusia. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan memajukan pemahaman tentang kesehatan, termasuk diagnosa, penanganan penyakit, pencegahan, promosi kesehatan, kesehatan masyarakat, kedokteran, keperawatan, kebidanan ilmu biomedis, farmasi, gizi, dan berbagai bidang terkait lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 138 Documents
Penanganan Hipertensi Dengan Senam Hipertensi Dan Jus Belimbing Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Masyarakat Septi Qurotu Aini; Rina Puspita Sari; Sherly Putri Yulianto; Septy Mutiara; Virgenia Septiany; Wanda Julia P; Hilmiadiatus salik; Hilyatus Safa’ah; Yusuf Rendy Adi W; Linda; Lulu Eka Nanda
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1670

Abstract

Latar Belakang : Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang diberikan secara holistik (bio, psiko, sosio dan spiritual) serta difokuskan pada kelompok risiko tinggi yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan komunitas sebagai mitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Tekanan darah yang terus meningkat maka dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi suatu penyakit bawaan dari penyakit hipertensi (Moonti, 2022). Tujuan penelitian: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas dengan hipertensi di Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Hasil penelitian: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi setelah dilakukan edukasi kesehatan. Hal ini ditunjukkan melalui hasil post-test yang memperlihatkan bahwa mayoritas peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar tekanan darah normal, faktor risiko hipertensi, gejala umum, serta cara pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Ahmad Yuda; Aisyah Laella Humaeroh; Rina Puspita Sari; Siti Muliah; Siti Makhfiroh; Tia Nurfalyya; Wiwi Damayanti; Siti Rusmiayunita; Zakia Al Jahra; Tri Ananda Rahma Dianti; Siti Kholifah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1671

Abstract

Latar Belakang: Pasien Diabetes Mellitus perlu mengontrol kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi dan mengoptimalkan kualitas hidup. Aktivitas fisik yang dilakukan teratur selama 30 menit 3-4 kali seminggu menjadi bagian penting dari penatalaksanaan diabetes. Senam kaki diabetes merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke kaki dan menurunkan kadar gula darah pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Menggunakan desain studi kasus deskriptif. Subyek: 10 orang pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah Rw 03 Kelurahan Keroncong. Waktu: Implementasi dilakukan 3 kali dalam 1 minggu dengan durasi 30 menit per sesi. Hasil: Sebelum dilakukan senam kaki diabetes didapatkan rata-rata GDS sebesar 232 mg/dl, kemudian setelah dilakukan senam kaki diabetes didapatkan rata-rata GDS sebesar 194 mg/dl. Kesimpulan: Penerapan senam kaki diabetes mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran: Diharapkan bagi penderita diabetes melitus mampu menerapkan latihan senam kaki diabetes secara benar dan teratur.
Implementasi Keperawatan Komunitas: Edukasi Hipertensi Pemberian Jus Semangka Dan Senam Hipertensi Pada Penderita Hipertensi Siti Nuraliza; Rina Puspita Sari; Aan Juliyanti Nurohmah; Ade Ummi Hanik; Alfiani Dwi Julianti; Aliza Fatma Urbaningrum; Amelia Ajeng Ayuningdyah; Cindy Ilmi Nimastin Prahayu Ngestu; Muhamad Ibrohim; Yuli Dwiyanti; Carsilla
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1672

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh lansia dan dapat memicu munculnya gangguan kardiovaskular. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan tekanan darah adalah senam hipertensi yang dilakukan selama tiga kali pertemuan. Aktivitas fisik ini berfungsi dengan meningkatkan sirkulasi darah serta memperbaiki suplai oksigen ke otot jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Senam Hipertensi dan Jus Semangka terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan responden serta perumusan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Desain ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hipertensi dan jus semangka. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga, tekanan darah sistolik dan diastolik ada perubahan yang signifikan, yang berarti terdapat pengaruh senam hipertensi dan jus semangka terhadap perubahan tekanan darah. Kesimpulan: Implementasi senam hipertensi dan pemberian jus semangka berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan rata-rata sistolik dari 147 mmHg menjadi 133 mmHg dan rata-rata diastolik 89 mmHg menjadi 79 mmHg.
Penerapan Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Masyarakat Satrio Nur Fadhilah; Rina Puspita Sari; Neni Alfidah; Tarkawi; Nisah Khairani; Putri Andini; Putri Anggraeni; Eva Yulia; Selfi Meilani Putri; Sri Diana; Ismi Nur Faizah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1677

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.
Peningkatan Kemampuan Masyarakat Dalam Penanganan Hipertensi Di Dusun Kiara Payung Aisyah Fitria Rahmah; Shinta Ernawati; Rina Puspita Sari; Dewi Retnowati; Audi Nur Salsabila; Dina Nopita
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1679

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada lansia. Pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat dan aktivitas fisik.Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Metode: Studi deskriptif analitik dengan 25 peserta hipertensi, dilakukan selama tiga hari. Senam hipertensi dilakukan 30 menit sesuai pedoman, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah. Hasil: Sebagian besar peserta berusia 42-48 tahun dan perempuan. Senam hipertensi efektif menurunkan tekanan darah, dengan banyak peserta masuk kategori prehipertensi dan normal setelah intervensi. Kesimpulan: Senam hipertensi rutin dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Disarankan pelaksanaan senam secara berkala dan pemantauan tekanan darah untuk mengurangi kasus hipertensi. Saran: Diharapkan bagi penderita Hipertensi mampu menerapkan senam hipertensi secara benar dan teratur.
Implementasi Exercise Intradialisysis Untuk Mengurangi Kram Otot Pada Pasien Yang Sedang Menjalani Hemodialisis Erina Widayanti; Sriyati
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1681

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi di dunia. Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan hilangnya fungsi ginjal untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga ginjal mengalami penurunan secara bertahap dengan menifestasi darah mengalami penumpukan sisa metabolik. Salah satu penanganan agar hemodinamik pasien tetap stabil adalah terapi sementara dengan hemodialisis. Hemodialisis dapat menyebabkan kram otot, oleh karena itu diperlukan latihan intradialytic exercise untuk dapat mencegah serta mengatasi kram selama proses hemodialisa. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan kram otot selama hemodialisa. Metode: penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional) yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan kajian rekam medis pasien. Hasil: dari hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik didapatkan data pasien mengeluh mengalami kram otot selama menjalani hemodialisa. Diagnosa utama keperawatan pada pasien kram otot pada saat menjalani hemodialisa adalah nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit. Pencapaian yang diharapkan pada kasus ini dengan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit dilakukan selama 3 hari, intervensi keperawatan diharapkan masalah keperawatan tersebut teratasi. Kesimpulan: asuhan keperawatan yang terencana dan terintegrasi mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap keberasilan penanganan nyeri akut pada pasien kram otot saat menjalani hemodialisa melalui edukasi dan demonstrasi.
Laporan Kasus Terapi Generalis Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Pada Pasien S Tri Rahayu Nur Jannah; Mamnuah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1683

Abstract

Gangguan jiwa merupakan perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan atau terdistorsi. gejala gangguan jiwa kadang-kadang bisa kembali atau memburuk yang lebih dikenal dengan istilah "kambuh". Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien jiwa dari tahap pengkajian sampai dengan tahap evaluasi. Subjek laporan ini adalah pasien dengan gangguan jiwa dengan diagnosa gangguan persepsi sensori pendengaran. Instrumen yang digunakan dalam asuhan keperawatan ini adalah format ceklist kemampuan pasien dalam terapi generalis (menghardik, bercakap-cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat). Jumlah populasi pada asuhan keperawatan adalah 1 pasien dengan kriteria pasien bersedia menjadi subjek, pasien kooperatif, mau mengikuti kegiatan dan pasien tidak memiliki keterbatasan fisik. Hasil penelitian menunjukan setelah dan sebelum dilakukan intervensi terdapat perbedaan pada pasien halusinasi pendengaran. Setelah dilakukan intervensi terapi generalis (menghardik, bercakap cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat) terjadi peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dan penurunan tanda gejala. Penanganan yang dilakukan menunjukkan tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi serta mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi pasien setelah melakukan terapi yang sudah diajarkan. Saran untuk penelitian lebih lanjut agar melakukan penelitian lebih dari 1 pasien, bina hubungan saling percaya (BHSP) lebih lama dengan pasien, mengkaji permasalahan yang dialami pada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran, serta bisa melakukan pendekatan jangka panjang yang melibatkan dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Risiko Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di Desa Tinabogan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Harman; Abdul Rahman; Benny H. L Situmorang
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1688

Abstract

Pernikahan dini adalah perkawinan yang terdaftar atau tidak terdaftar dimana salah satu atau kedua belah pihak yang memiliki umur kurang dari 19 tahun. Rendahnya informasi pada remaja mengenai kesehatan reproduksi adalah salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Studi pendahuluan didapatkan bahwa meningkatnya pernikahan dini yang terjadi di Desa Tinabogan sejak tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan risiko pernikahan dini pada remaja putri di Desa Tinabogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 102 remaja putri di Desa Tinabogan. Sampel diambil secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Hasil penelitian diperoleh dari 50 responden sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (40%), mayoritas responden tidak berisiko melakukan pernikahan dini sebanyak 28 responden (56%). Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji alternatif Pearson didapatkan p-value 0,005 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan risiko pernikahan dini pada remaja putri di Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Saran penelitian ini pemimpin Desa sebaiknya berkolaborasi dengan pelayanan kesehatan setempat dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan dampak pernikahan dini kepada remaja putri.
Asosiasi Usia Dengan Tingkat Aktivitas Fisik pada Mahasiswi Dilia Ananda Pratiwi; Deviana Tristian
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1709

Abstract

Obesitas merupakan sebuah epidemi global karena ekskalasi kasus obesitas di seluruh dunia yang sangat luar biasa. Kelompok usia dengan prevalensi obesitas tertinggi adalah populasi dewasa dan wanita adalah populasi yang lebih rentan daripada pria berdasarkan jenis kelamin. Aktivitas fisik merupakan langkah yang direkomendasikan untuk menanggulangi obesitas, namun populasi dewasa di era modern ini terpapar kehidupan yang nyaman tetapi mengorbankan kebugaran fisik melalui pengurangan aktivitas fisik. Salah satu contoh populasi yang berisiko adalah mahasiswa karena pengaruh kehidupan kampusnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik pada subjek dewasa perempuan yang memiliki latar belakang sebagai mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan jumlah sampel yang teranalisa sebanyak 79 orang yang didapat melalui total purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) sebagai alat ukur tingkat aktivitas fisik. Analisa data yang digunakan dalam analisa bivariat adalah uji Chi-Square dan pada analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan aktifitas fisik mahasiswa di mahasiswa dengan usia ≥20 tahun dengan kemungkinan 2,97 kali lebih besar beraktifitas fisik dibandingkan dengan usia <20tahun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswi
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Pasien Tumor Intra Abdomen Ahmad Ikhlasul Amal; Retno Setyawati; Agustia Abida Mu’awanah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1712

Abstract

Latar Belakang: Tumor abdomen merupakan pembengkakan atau benjolan yang disebabkan oleh neoplasma dan peradangan yang terletak di daerah abdomen sebagai massa abnormal. Nyeri pasca operasi abdomen dapat diatasi dengan strategi manajemen nyeri. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada pasien dengan tumor intraabdomen. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor intraabdomen, meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua pasien laki-laki dewasa yang terdiagnosis tumor intraabdomen. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa data pengkajian nyeri akut menjadi prioritas yang ditangani pada pasien dengan tumor intraabdomen pasca operasi. Pemberian aromaterapi dan relaksasi Benson efektif membantu mengatasi nyeri pasien. Kesimpulan: Evaluasi kondisi pasien pasca intervensi menunjukkan bahwa masalah nyeri teratasi.

Page 10 of 14 | Total Record : 138