cover
Contact Name
Nurrul Helen
Contact Email
nurrul@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281276754141
Journal Mail Official
jalur@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Riau Gedung C Lt. 2, Jl. HR. Soebrantas KM 14.5, Pekanbaru, Riau, 28293
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Architecture, Landscape & Urban Design
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : 30253837     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design adalah jurnal yang dapat diakses secara terbuka, dan jurnal peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarkan artikel terkini dan asli dari akademisi, peneliti dan praktisi dibidang: 1) Arsitektur; 2) Arsitektur Lanskap; 3) Rancang Kota
Articles 29 Documents
Komparasi Arsitektur Tepian Air pada Tepian Bandar Sungai Jantan dan Tepian Jembatan Sungai Siak III Gita Rahmadhani; Luthfika Arfiana; Nurzahwa Dwita Nugraha; Isnaini; Oriana Paramita Dewi; Laili Dwi Annisa
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tepian air merupakan suatu elemen fisik perkotaan yang telah banyak dikembangkan hingga saat ini. Kawasan tepian air dapat berperan sebagai penopang aktivitas masyarakat dengan sarana prasarana pendukung untuk menjalankan aktivitas sosial, ekonomi, dan pariwisata di daerah setempat. Saat ini wilayah tepian air banyak dikembangkan menjadi tempat berwisata dengan plaza dan ruang terbuka publik didalamnya sebagai wujud upaya konservasi yang dilakukan untuk memulihkan dan mengembalikan peranan air di tengah-tengah kehidupan masyarakat kota. Namun, dalam perencanaan pembangunan wilayah tepian air terkadang kerap mengabaikan dan kurang memperhatikan aspek dan elemen apa saja yang diperlukan, sehingga banyaknya kawasan tepian air saat ini yang tidak memiliki sarana prasarana yang mumpuni. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang kajian penerapan aspek dan elemen kawasan tepian air pada studi kasus Tepian Bandar Sungai Jantan dan Tepian Jembatan Sungai Siak III melalui metode komparatif dengan teknik scoring untuk membandingkan aspek perencanaan kawasan tepian air pada kedua studi kasus. Hasil penelitian berupa kesimpulan dari komparasi yang dilakukan terhadap kedua studi kasus untuk menganalisis setiap aspek yang seharusnya terdapat pada pembangunan kawasan tepian air.
Perancangan Hunian Sewa dengan Mengimplementasikan Kriteria Hunian Sehat Pasca Pandemi COVID-19 Adi Eden Hasonangan; Angela Putri Rafiqah; Satria Markus; Nurrul Helen; R. Lisa Suryani
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan pada dunia arsitektur. Desain bangunan perlu beradaptasi dengan perubahan gaya hidup pasca pandemi, terutama hunian. Hunian tidak hanya untuk keluarga, namun juga bagi perantauan seperti mahasiswa atau pekerja yang jauh dari keluarga. Pandemi COVID-19 memberikan tantangan pada arsitek untuk menciptakan ruang yang aman dan sehat bagi penghuni di dalamnya. Artikel ini membahas implementasi desain arsitektur berdasarkan delapan kriteria hunian sehat pasca pandemi pada hunian sewa di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa kajian literatur dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah narasi deskriptif untuk menjelaskan analisis tapak dan kebutuhan ruang. Kajian ini tidak hanya menghasilkan rancangan hunian aman dan sehat, namun juga hunian yang mampu merespon dan beradaptasi saat terjadi pandemi berikutnya. Meskipun begitu, hasil kajian ini memerlukan peningkatan dengan adanya kajian lebih lanjut mengenai preferensi penghuni hunian sewa dan kajian tentang material yang sehat untuk meningkatkan kinerja bangunan.
Identifikasi Elemen dan Pola Ruang pada Taman Tunjuk Ajar Integritas di Kota Pekanbaru Fallah; Rifda Syofiana; Morian Saspriatnadi; Muhammad Rijal; Mira Dharma Susilawaty
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen dan pola ruang dan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kekurangan dan kelebihan terkait penggunaan elemen dan pola ruang pembentuk pada Taman Tunjuk Ajar Integritas di Kota Pekanbaru. Data yang diperoleh pada penelitian ini didapat melalui survei, observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan metode pendekatan yang bersifat kualitatif dan komprehensif. Hasil identifikasi elemen dan pola ruang pada Taman Tunjuk Ajar Integritas dapat disimpulkan terdapat keselarasan antara kondisi tapak dengan penerapan bentuk elemen buatan pada taman. Taman Tunjuk Ajar Integritas didominasi oleh area hijau berupa pohon-pohon dan juga perdu sebagai elemen softscape serta dominasi jalan setapak sebagai sarana yang mawadahi pengunjung untuk beraktivitas pada taman sebagai bagian dari hardscape taman. Fungsi dan konsep pada taman juga memiliki keterkaitan ditandai dengan konsep “Go Green” yang diterapkan pada Taman Tunjuk Ajar Integritas di Kota Pekanbaru. Yang lebih mengedepankan kesan alami sesuai konsep dan fungsi dari area taman ini sebagai area terbuka hijau (RTH).
Perancangan Museum Maritim Kepulauan Riau di Pulau Bintan dengan Pendekatan Arsitektur Tepian Air Andita Nurul Kurniawati Putri; Rijal, Muhammad; Al Husaini, Muhammad Arief
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia diakui sebagai negara maritim oleh UNCLOS sejak 1982, menegaskan mengenai kekuatan dan potensi kemaritiman Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan, memiliki peran penting karena letaknya yang strategis berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. Pulau Bintan memiliki sejarah maritim yang kaya dan menghubungkan erat masyarakat dengan laut sebagai sumber penghidupan dan identitas budaya. Untuk melestarikan warisan tersebut, diperlukan wadah edukasi, pelestarian, dan rekreasi yang belum tersedia dengan baik dan memadai. Museum Maritim hadir sebagai tanggapan potensi Pulau Bintan sebagai daerah pesisir/maritim. Perancangan Museum Maritim bertujuan untuk beberapa hal, 1)mengidentifikasi fasilitas penting, 2)menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tepian air, serta 3)merumuskan konsep desain yang koheren dan selaras. Menggunakan metode historical study (studi sejarah) dengan aspek utama yaitu see, learn, dan preserve (melihat, mempelajari, dan melestarikan). Museum Maritim tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai ruang publik interaktif yang menumbuhkan apresiasi budaya maritim lokal serta meningkatkan daya tarik wisata Pulau Bintan.
Perancangan UMKM Center dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular di Tembilahan Fikri Humaidi; Suryani, R. Lisa; Susilawaty, Mira Dharma
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembilahan sedang mengembangkan industri kerajinan dan makanan lokal yang berpotensi mendorong UMKM. Namun, pengembangannya terhambat oleh banyak pelaku UMKM yang tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk pelatihan, serta tidak memiliki tempat usaha yang layak, terutama bagi mereka yang kekurangan modal untuk menyewa atau membeli ruang usaha. Menurut Bappeda Indragiri Hilir, fasilitas produksi dan ruang pamer masih kurang. Karena itu, diperlukan UMKM Center yang mendukung pertumbuhan usaha serta memperkuat daya saing lokal dan global. Fasilitas ini juga akan meningkatkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi. Pendekatan arsitektur Neo-Vernakular digunakan untuk menjaga identitas lokal dan menyesuaikan dengan konteks budaya setempat, diterapkan dengan penggunaan bentuk bangunan tradisional seperti rumah panggung, atap limasan, material lokal, serta elemen khas melayu. Pendekatan ini memungkinkan bangunan tetap fungsional dan modern, serta selaras dengan iklim tropis dan karakter di Tembilahan
Perancangan Urban Farming Education Center dengan Penerapan Arsitektur Biofilik di Pekanbaru Alfath, Muhammad Reza; Hidayat, Wahyu; Suryani, R. Lisa
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 1 (2025): September, 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekanbaru mengalami peningkatan jumlah penduduk yang signifikan dari tahun ke tahun, yang memicu alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan komersial. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan serta meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Minimnya edukasi dan praktik pertanian di lingkungan perkotaan menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertanian perkotaan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dirancanglah Urban Farming Education Center dengan pendekatan arsitektur biofilik. Pendekatan ini bertujuan mengintegrasikan elemen alami ke dalam desain bangunan guna menciptakan ruang edukatif yang sehat, berkelanjutan, dan memperkuat koneksi manusia dengan alam. Metode perancangan dilakukan melalui analisis kebutuhan ruang, studi tapak, kajian literatur, dan pendekatan konsep biofilik. Hasil rancangan berupa pusat edukasi pertanian perkotaan yang mencakup area demonstrasi urban farming (hidroponik, aquaponik, dan aeroponik), ruang workshop, laboratorium penelitian, serta ruang hijau interaktif yang dirancang dengan prinsip biofilik seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, serta ruang terbuka hijau. Kesimpulannya, penerapan arsitektur biofilik dalam Urban Farming Education Center dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pertanian kota dan menjadi solusi atas tantangan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan di Pekanbaru.
Perancangan Riparian Research Center dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri di Pekanbaru Risky Iman Syahputra; Hidayat, Wahyu; Mashuri
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 1 (2025): September, 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zona riparian di Sungai Siak memiliki peranan penting dalam mempengaruhi keanekaragaman hayati, siklus air, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ekosistem di sini seringkali menjadi korban dari aktivitas yang mengancam pencemaran lingkungan, degradasi lahan dan sebagainya, sehingga memengaruhi kualitas air dan habitat satwa liar. Oleh karena itu aktivitas penelitian, edukasi, restorasi dan pengawasan zona riparian perlu diwadahi dalam Riparian Research Center untuk menunjang pengelolaan dan pemeliharaan serta mampu berperan sebagai stabilitator. Perancangan Riparian Research Center di Pekanbaru ini menggunakan tema arsitektur biomimikri yang berorientasi pada alam dalam gagasan desainnya. Pendekatan ini mendukung fungsi bangunan dalam membangun kedekatan manusia dengan alam. Prinsip pendekatan ini melibatkan replikasi ekosistem lengkap beserta ide-ide dasar yang tampil sebagaimana mestinya. Terdapat lima dimensi skala peniruan potensial tambahan dalam masing-masing tingkatan, yaitu penampilan (bentuk), komposisi (bahan) konstruksi (metode), operasi (proses), atau fungsionalitas. Pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan adalah data primer berupa studi lapangan dan wawancara melalui observasi lapangan dan data sekunder berupa data kualitas air sungai Siak dari jurnal penelitian. Konsep desain bangunan adalah tumbuhan Nypa Fruticans, yaitu tumbuhan yang hidup di sekitar sungai Siak sebagai cerminan eratnya hubungan manusia dengan alam. Penggunaan elemen-elemen alam memberikan dampak yang memunculkan kesadaran peningkatan kualitas kehidupan manusia dan lingkungan.
Perancangan Hotel dengan Pendekatan Arsitektur Tepian Air di Taluk Kuantan, Kuantan Singingi Astri nadira, Nur; Rijal, Muhammad; Saspriatnadi, Morian
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal dengan keanekaragaman wisata dan budaya yang kaya, termasuk Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki potensi pariwisata unggulan, khususnya festival Pacu Jalur yang sangat diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. Lonjakan jumlah wisatawan memunculkan kebutuhan akomodasi yang memadai, namun belum terdapat hotel berbintang di wilayah ini. Oleh karena itu, dirancanglah hotel berbintang tiga di Taluk Kuantan dengan pendekatan Arsitektur Tepian Air. Desain hotel ini mengusung konsep Serenity yang tercermin dari bentuk lengkung massa, pemilihan material alami, serta zonasi yang terintegrasi dengan lanskap tepi sungai. Prinsip arsitektur tepian air diterapkan melalui orientasi bangunan ke arah sungai, area publik yang terbuka, serta integrasi fungsi-fungsi rekreatif yang harmonis dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode Case Study Research untuk mengkaji hotel serupa dan potensi lokal. Hasil rancangan diharapkan mampu menjawab kebutuhan akomodasi dan meningkatkan daya tarik pariwisata Kuantan Singingi secara berkelanjutan.
Perancangan Sentra Pengolahan Coconut Fiber Dengan Penerapan Sustainable Architecture Ahmad Khallaf Waliyullah; Saspriatnadi, Morian; Annisa, Laili Dwi
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indragiri Hilir merupakan penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas lahan 340.720 ha. Sekitar 75% penduduknya bergantung pada perkebunan kelapa. Masyarakat belum memanfaatkan sabut kelapa secara optimal. Untuk mengatasi limbah sabut kelapa, dirancang Sentra Pengolahan Coconut Fiber dengan Pendekatan Arsitektur Sustainable sebagai solusi keberlanjutan olahan limbah sabut kelapa melalui pengolahan, edukasi, dan rekreasi. Arsitektur sustainable bertujuan untuk menciptakan bangunan dan lingkungan binaan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, serta mendukung kesejahteraan manusia dalam jangka panjang. Selain sebagai tempat produksi, bangunan ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan inovasi yang berkontribusi terhadap pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus, strategi gabungan, dan kajian literatur. Dengan adanya perancangan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam pengelolaan limbah sabut kelapa yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi pusat inovasi dan edukasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Perancangan Martial Art Center dengan Pendekatan Bioklimatik di Pekanbaru Mehdi Bazargan; Al Husaini, Muhd Arief; Saspriatnadi, Morian
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 1 (2025): September, 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni bela diri merupakan cabang olahraga yang terus berkembang secara global dan mengalami kemajuan pesat di Provinsi Riau, khususnya pada pencak silat, tinju, dan taekwondo. Namun, setelah dihentikannya Program PPLP pada 2021, fasilitas pembinaan atlet muda menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan perancangan Martial Art Center di Kota Pekanbaru yang mampu mewadahi berbagai cabang seni bela diri dalam satu kawasan terpadu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis studi kasus, dengan fokus pada fungsi ruang dan penerapan prinsip arsitektur bioklimatik. Tahapan perancangan mencakup identifikasi masalah, pengumpulan data, dan perumusan konsep berdasarkan iklim tropis Pekanbaru dan kebutuhan pengguna. Hasil desain menekankan pada ventilasi alami, secondary skin, dan vegetasi untuk menciptakan ruang yang nyaman dan hemat energi. Konsep self-defense dijadikan landasan filosofis dalam perancangan untuk menghasilkan lingkungan yang aman, responsif, dan mendukung performa atlet secara optimal.

Page 2 of 3 | Total Record : 29