cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
hurriahalihasan@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
urwatul@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al Urwatul Wutsqa
ISSN : 27754855     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Al-Urwatul Wutsqa, p-ISSN: 2775-4855, merupakan forum untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa hadir untuk meningkatkan pelaksanaan penelitian di bidang Pendidikan Islam dan menyebarluaskan hasil penelitian tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para cendekiawan dan praktisi pendidikan serta menambah kepustakaan penelitian utama dunia di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa menawarkan cara mudah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
Articles 69 Documents
URGENSI PENDIDIKAN AL-QUR’AN BAGI REMAJA DI ERA DIGITAL Adistian, Adistian; Mansyur, Mansyur
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang Urgensi Pendidikan Al-Qur'an bagi Remaja di Era Digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang urgensi pendidikan Al-Qur'an dan langkah-langkah strategis pendidikan Al-Qur'an bagi remaja di era digital. Penelitian ini merupakan penelitian Library Research atau kajian pustaka. Urgensi pendidikan Al-Qur'an bagi remaja di era digital menekankan pada pemahaman akan pentingnya remaja bertanggung jawab terhadap agamanya, minimal dari perilaku sadar dalam membangun ibadahnya sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah swt. Kedua, dapat mendorong remaja untuk mendapatkan pendidikan dan pembinaan akhlak, minimal interaksi dengan Al-Qur'an dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap isi bacaannya yang dapat mendorong perilaku baik mereka. Ketiga, dapat mendorong remaja untuk menghadapi ujian dan godaan, minimal remaja diharapkan mampu memahami bahwa ujian dan godaan merupakan salah satu cara untuk menguji keimanan dan kesabaran. Langkah-langkah strategis pendidikan Al-Qur'an bagi remaja dapat dilihat dari empat hal, yaitu: pertama, peran orang tua, sekolah dan masyarakat dalam pendidikan Al-Qur'an. Langkah strategisnya adalah di tangan orang tua remaja dapat diarahkan dan dibina kepada perbuatan-perbuatan yang terpuji. Selanjutnya sekolah dapat mengintegrasikan dengan pembelajaran umum dan pendidikan Al-Qur’an. Begitu pula masyarakat dapat memberikan dorongan dan pembinaan kepada remaja yaitu memberikan pendidikan dan dorongan kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan Al-Qur’an. Kedua, adanya pendampingan dan bimbingan secara masif. Langkah strategisnya adalah guru dapat meningkatkan kapasitasnya dalam hal pemahaman pendidikan Al-Qur’an. Begitu pula mengawal remaja dengan kegiatan pendampingan atau kelompok belajar Al-Qur’an sehingga dapat membangun hubungan emosional dengan peserta didik. Ketiga, adanya pengembangan keterampilan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Langkah strategisnya adalah membangun kelas tahsin sebagai penguatan peningkatan kemampuan membaca, serta bagi remaja yang telah menghafal sesuai target dapat memberikan semacam reward sebagai bagian dari tekad dan semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an. Dan yang keempat adalah kecintaan kepada Al-Qur’an. Langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan perlombaan-perlombaan yang berhubungan dengan Al-Qur’an seperti lomba tilawah, tahfidz dan lomba-lomba yang berhubungan dengan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dengan metode kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh pecinta Al-Qur’an. Kata Kunci: Pendidikan, Al-Qur’an dan Remaja
Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan Islam Rivai, Muhammad; Lestari, Laili Tri; Sumiati, Sumiati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan Islam, dengan fokus pada penerapannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di lembaga-lembaga Pendidikan Islam. Permasalahan pokok yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh mana TIK dapat diintegrasikan dalam pendidikan Islam untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi manfaat, tantangan, serta solusi implementasi TIK dalam pendidikan Islam pada lembaga Pendidikan atau sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TIK memberikan kontribusi signifikan dalam mempermudah akses materi pembelajaran, meningkatkan interaksi antara siswa dan guru, serta memperluas jangkauan pendidikan. Namun, masih terdapat tantangan terkait dengan infrastruktur, pelatihan, serta kesadaran penggunaan TIK di kalangan pendidik dan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat berbagai tantangan, pemanfaatan TIK dalam pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, asalkan didukung oleh kebijakan yang tepat serta peningkatan keterampilan penggunaan teknologi di kalangan pendidik dan siswa.Kata kunci: Teknologi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan Islam
Kontribusi Ulama Terhadap Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Nusantara Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perkembangan pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar para ulama yang berperan sebagai pendidik, pemimpin spiritual, intelektual, sekaligus agen transformasi sosial. Sejak abad ke-13, ulama hadir bukan hanya sebagai penyebar ajaran Islam, tetapi juga sebagai perancang sistem pendidikan yang terwujud dalam surau, langgar, dan pesantren. Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang menjadi pusat transmisi ilmu yang melahirkan generasi Muslim berpengetahuan luas. Melalui jaringan keilmuan global dengan pusat-pusat Islam seperti Makkah, Madinah, Kairo, dan Istanbul, para ulama membawa tradisi keilmuan klasik yang dipadukan dengan kearifan lokal. Pada masa kesultanan Islam, tokoh seperti Nuruddin ar-Raniri dan Abdurrauf as-Singkili memperkaya khazanah pendidikan melalui karya monumental dalam fikih, tafsir, dan tasawuf. Sementara pada masa kolonial, ulama seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari melahirkan pembaruan pendidikan dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, sebagai respons terhadap dominasi pendidikan Barat. Kontribusi tersebut berlanjut hingga era modern melalui pendirian perguruan tinggi Islam, pesantren modern, serta gagasan integrasi ilmu oleh pemikir kontemporer. Artikel ini menegaskan bahwa peran ulama tidak hanya menjaga kesinambungan tradisi pendidikan Islam, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan zaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komprehensif lintas periode sejarah yang menyoroti kesinambungan dan transformasi peran ulama. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan sistem pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.
Sejarah Peradaban Islam dan Kontribusinya Terhadap Pendidikan Islam di Asia Tenggara Razaq, Abd Rahim
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara dan kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan Islam. Proses islamisasi di kawasan ini berlangsung sejak abad ke-13, ditandai oleh interaksi perdagangan maritim internasional, dakwah para ulama, serta peran penting jaringan sufi yang mampu mengadaptasikan ajaran Islam dengan tradisi lokal. Pola islamisasi yang damai dan akulturatif tersebut tidak hanya memperkuat kehadiran Islam secara religius, tetapi juga melahirkan peradaban baru dengan ciri khas Asia Tenggara. Salah satu wujud nyata kontribusi peradaban Islam di kawasan ini adalah lahirnya sistem pendidikan Islam. Pendidikan berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu-ilmu keagamaan, media penguatan identitas, serta instrumen pembinaan moral masyarakat. Pada fase awal, pendidikan Islam diwujudkan melalui lembaga tradisional seperti surau, pesantren, dan halaqah di masjid. Lembaga-lembaga ini tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, fiqh, tauhid, dan tasawuf, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya Islam yang membentuk pola pikir masyarakat Muslim. Perkembangan pendidikan Islam semakin kuat pada era kesultanan Islam di Malaka, Aceh, Demak, hingga Ternate-Tidore, di mana ulama lokal dan internasional bekerja sama membangun pusat-pusat keilmuan. Pada masa kolonialisme, pendidikan Islam menghadapi tantangan besar karena sistem pendidikan sekuler kolonial lebih dominan. Namun, kondisi ini justru mendorong lahirnya reformasi pendidikan Islam dengan berdirinya madrasah modern dan organisasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Pasca-kemerdekaan, pendidikan Islam di Asia Tenggara mengalami transformasi signifikan melalui pendirian perguruan tinggi Islam seperti IAIN/UIN di Indonesia dan IIUM di Malaysia. Institusi-institusi ini tidak hanya melestarikan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjawab tantangan modernitas dengan mengembangkan kajian multidisipliner. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peradaban Islam di Asia Tenggara memberikan kontribusi fundamental terhadap pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan relevan dalam membangun masyarakat Muslim yang berilmu dan berperadaban global.
Efektivitas Penggunaan Media Digital Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Arab Mahasiswa Fatmawati; Fatmawati, Fatmawati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca teks berbahasa Arab merupakan salah satu keterampilan dasar yang wajib dimiliki mahasiswa, khususnya di perguruan tinggi Islam. Namun, pembelajaran membaca sering kali menghadapi kendala berupa rendahnya motivasi, keterbatasan kosakata, serta minimnya strategi pedagogis inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media digital interaktif dalam meningkatkan keterampilan membaca teks Arab mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan model pre-test–post-test control group. Sampel penelitian adalah 60 mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen (menggunakan media digital interaktif) dan kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes membaca, kuesioner motivasi, serta observasi keterlibatan belajar. Analisis data dilakukan dengan uji-t dan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca mahasiswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Selain itu, mahasiswa kelompok eksperimen menunjukkan tingkat motivasi dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca teks Arab, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi.
Pedagogi Sirah Nabawiyah Untuk Pembentukan Karakter Kewirausahaan Muslim Hasan, Hurriah Ali
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengembangkan rancangan pedagogi berbasis Sirah Nabawiyah untuk membentuk karakter kewirausahaan Muslim yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi kemaslahatan. Kerangka memadukan empat sifat kenabian—shiddiq, amanah, fathonah, tabligh (SAFT)—dengan kompetensi kewirausahaan (pengenalan peluang, kreasi nilai, ketangguhan, kolaborasi, literasi keuangan, dan etika bisnis). Metodologi yang diusulkan berupa design-based research (DBR) dalam tiga siklus: (1) ko-desain kurikulum dan perangkat ajar berbasis studi kasus sirah, (2) implementasi project-/service-based learning melalui “Pasar Madinah” (simulasi usaha bernilai syariah), dan (3) evaluasi formatif menggunakan rubrik SAFT-Entrepreneurship. Tinjauan pustaka mutakhir tentang pendidikan kewirausahaan, tanggung jawab sosial, dan karakter menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis pengalaman dan nilai untuk meningkatkan hasil belajar dan perilaku etis wirausaha pemula. Artikel menyajikan model konseptual, contoh rencana pembelajaran 6–8 pertemuan, rubrik asesmen, serta rekomendasi implementasi di pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi. Implikasi praktis mencakup integrasi asesmen karakter ke dalam kinerja bisnis mahasiswa, sementara kontribusi teoretisnya adalah penautan eksplisit SAFT dengan kompetensi kewirausahaan kontemporer serta SDGs.
Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Hadis Dalam Membangun Nilai-Nilai Pendidikan Islam Nurdin, Abdul Chaliq; Sulfiana, Sri; Miro, Abbas Baco; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan islam. Merupakan sumber hukum kedua setelah al-qur’an. Oleh karena itu, mendalaminya memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif diantaranya pendekatan filosofis yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, hal ini sangat berpengaruh dalam membangun nilai nilai pedidikan islam di kalangan peserta didik untuk menciptakan manusia yang memilki pemahaman agama yang baik dan berakhlak mulia di tengah tantangan modernitas dan pengaruh globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur yang relevan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendekatan filosofis dalam pemahaman hadis untuk membangun nilai nilai pendidikan islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari pemahaman hadis secara ontologi, epistemologi, dam aksiologi, dengan penerapan filosofis tersebut dalam pembelajran hadis, maka akan memunculkan minat siswa dalam mempelajarinya disebabkan strategi yang relevan dengan perkembangan siswa, sehingga nilai nilai filosofis tersebut dapat nampak dari sikap ontologi berupa integritas, sifat epistemologi berupa kejujuran, dan aksiologi berupa tanggung jawab dan amanah. Oleh karena itu akan menumbuhkan nilai nilai pendidikan islam yang terealisasi dalam kehidupan sehari hari siswa, dan tercipta generasi yg kuat cerdas dan berakhlak mulia.
Desain Microlearning Aqidah untuk Pembelajaran Daring yang Efektif Sahib, Muhammad Amin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menawarkan rancangan komprehensif microlearning untuk mata pelajaran Aqidah pada pembelajaran daring level SMA/MA dan perguruan tinggi keagamaan. Desain menggabungkan prinsip cognitive load theory (CLT), teori pembelajaran multimedia, serta strategi retrieval practice dan spaced learning guna meningkatkan retensi konsep dan transfer nilai. Artikel memaparkan: (1) rasional teoretik microlearning untuk materi konseptual-normatif Aqidah; (2) model pengembangan berbasis ADDIE dengan validasi ahli dan uji coba terbatas; (3) arsitektur modul mikro berdurasi 5–8 menit yang menerapkan prinsip-prinsip multimedia (segmentasi, koherensi, modality, dan signaling); (4) skema penjadwalan bertahap 1–2–7 hari untuk penguatan memori; (5) paket asesmen formatif-sumatif yang memfasilitasi praktik penarikan kembali (kuis rendah-taruhan, exit ticket, refleksi singkat) dan indikator internalisasi nilai. Literatur mutakhir menunjukkan microlearning secara umum berdampak positif pada hasil belajar dan keterlibatan, khususnya pada setting digital dan mobile, selama desainnya mengelola beban kognitif dan menyediakan praktik peninjauan terjadwal. Temuan sistematis juga menguatkan efektivitas retrieval practice dan spaced learning pada peningkatan retensi, yang relevan untuk topik akidah yang menuntut pemahaman konsep serta pembentukan disposisi religius. Blueprint yang diajukan siap diadaptasi oleh guru PAI/dosen Ushuluddin, dan disertai rencana evaluasi (pretest-posttest, CVI ahli, SUS, dan skala usaha mental Paas).
Strategi dan Implementasi Pembaharuan Pendidikan Islam Sari, Lilis Permata; Nurdin, Nasrul; Nurliana; Nurmiani; Rama, Bahaking
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi dan implementasi pembaharuan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan global dan perkembangan zaman. Pendidikan Islam memerlukan transformasi yang menyeluruh mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Strategi pembaharuan yang ditawarkan mencakup rekonstruksi kurikulum, integrasi ilmu agama dan umum, revitalisasi pendidikan karakter, serta pemanfaatan teknologi. Implementasi strategi ini dilakukan melalui perencanaan, pelatihan, evaluasi, serta kolaborasi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat. Makalah ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pembaharuan pendidikan Islam seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, serta kualitas guru yang belum merata, dan menawarkan solusi sistematis. Diharapkan pembaharuan ini melahirkan generasi Muslim yang religius, cerdas, dan kompeten menghadapi era global.