cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
hurriahalihasan@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
urwatul@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al Urwatul Wutsqa
ISSN : 27754855     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Al-Urwatul Wutsqa, p-ISSN: 2775-4855, merupakan forum untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa hadir untuk meningkatkan pelaksanaan penelitian di bidang Pendidikan Islam dan menyebarluaskan hasil penelitian tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para cendekiawan dan praktisi pendidikan serta menambah kepustakaan penelitian utama dunia di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa menawarkan cara mudah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
Articles 69 Documents
STUDI KOMPARATIF SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN GOWA DAN BONE DALAM PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH Malli, Rusli; Yahya, Muhammad
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) mengkaji sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Gowa, (2) mengkaji sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Bone, dan (3) membandingkan sistem pemerintahan antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone sekaligus membandingkan sistem pemerintahan otonomi daerah yang dianut Indonesia saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu: (1) survei lokasi dan wawancara, dan (2) studi pustaka yaitu mengumpulkan sejumlah referensi yang membahas sistem pemerintahan pada kedua kerajaan yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone baik dalam bentuk buku maupun dalam bentuk hasil penelitian skripsi, tesis, dan disertasi serta jurnal-jurnal sejarah. Selain itu membaca referensi yang membahas tentang sistem pemeritah daerah sebagai referensi pembanding. Berdasarkan hasil kajian dan analisis maka penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut: (1) sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada awalnya menganut sistem desantralistik karena bate salapang mempunyai hak dan kewenangan mengatur daerahnya atau negerinya masing-masing, sedangkan paccallaya hanya berfungsi sebagai koordinatif. Namun setelah Kerajaan Gowa diperintah oleh Tomanurung sebagai Raja yang bergelar sombaya, maka sistem bate salapang dari penguasai negeri berubah menjadi pengabdi, dan cenderung bersifat sentralistik, (2) sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Bone menganut sistem sentralistik karena mangkau sebagai pucuk pimpinan pemerintahan tidak memberika kuasa kepada adat pitue sebagai pejabat pada tingkat gallarrang atau matoa-matoa pada setiap negeri dan kekuasaan dikendalikan langsung oleh mangkau sebagai raja, dan (3) hasil kajian menyimpulkan bahwa sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada awalnnya identik sistem pemerintahan desantralistik yang kita kenal dengan sistem otonomi daerah saat ini, sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Bone identik dengan sistem pemerintahan sentralistik yang diterapkan pada masa orde baru Kata Kunci: Komparatif; sistem pemerintahan sentaralistik; desentralistik
POTENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Sumiati, Hj; Amiruddin, Andi
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengembangkan potensi bagi guru menjadi keharusan, karena tugasnya adalah mendidik anak didik dengan pengetahuan dan kearifan. Oleh sebab kompetensi guru yang diharapkan oleh anak didik. Secara sederhana guru profesional adalah guru yang mengajar pada mata pelajaran yang menjadi keahliannya, seperti guru pendidikan Agama Islam harus mampu memahami seluruh mata pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan Agama Islam. Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen: “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai bahwa guru haruslah orang yang memiliki insting sebagai pendidik, mengerti dan memahami peserta didik”. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 UU RI nomor 14 tahun 2005, meliptui kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, ompetensi social, kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dengan demikian dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, maka guru harus mempunyai kompetensi dalam diri seorang guru tersebut.Kata Kunci: Kompetensi; Pedagogik; Prestasi Belajar
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB DI ERA PENDEMI MELALUI METODE VIDEO BASE LEARNING SISWA KELAS X IPS SMAIT BAITUSSALAM PRAMBANAN Bella, Shira; Pratama, Bayu Andri
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar bahasa arab melalui metode video base learning siswa kelas X IPS SMAIT Baitussalam Prambanan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMAIT Baitussalam tahun ajaran 2020/2021 sejumlah 20 siswa. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Tahapan penelitian yang dilakukan pada siklus I dan II mencakup 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, tahap pelakasanaan, tahap pengamatan/observasi dan refleksi. Dalam tahap pelaksanaannya penelitian sedikit berbeda karena pembelajaran tidak dilakukan di dalam kelas melainkan siswa dan guru berada di tempat yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I didapatkan nilai rata-rata kelas adalah 60,25 termasuk dalam predikat kurang. Sedangkan hasil pada siklus II didapatkan nilai rata-rata kelas adalah 90,25 termasuk dalam predikat tinggi. Maka, dari hasil penelitian siklus I dan siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan 30%.
ANATOMI KURIKULUM Moha, Kamaruddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) mengkaji sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Gowa, (2) mengkaji sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Bone, dan (3) membandingkan sistem pemerintahan antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone sekaligus membandingkan sistem pemerintahan otonomi daerah yang dianut Indonesia saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu: (1) survei lokasi dan wawancara, dan (2) studi pustaka yaitu mengumpulkan sejumlah referensi yang membahas sistem pemerintahan pada kedua kerajaan yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone baik dalam bentuk buku maupun dalam bentuk hasil penelitian skripsi, tesis, dan disertasi serta jurnal-jurnal sejarah. Selain itu membaca referensi yang membahas tentang sistem pemeritah daerah sebagai referensi pembanding. Berdasarkan hasil kajian dan analisis maka penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut: (1) sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada awalnya menganut sistem desantralistik karena bate salapang mempunyai hak dan kewenangan mengatur daerahnya atau negerinya masing-masing, sedangkan paccallaya hanya berfungsi sebagai koordinatif. Namun setelah Kerajaan Gowa diperintah oleh Tomanurung sebagai Raja yang bergelar sombaya, maka sistem bate salapang dari penguasai negeri berubah menjadi pengabdi, dan cenderung bersifat sentralistik, (2) sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Bone menganut sistem sentralistik karena mangkau sebagai pucuk pimpinan pemerintahan tidak memberika kuasa kepada adat pitue sebagai pejabat pada tingkat gallarrang atau matoa-matoa pada setiap negeri dan kekuasaan dikendalikan langsung oleh mangkau sebagai raja, dan (3) hasil kajian menyimpulkan bahwa sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada awalnnya identik sistem pemerintahan desantralistik yang kita kenal dengan sistem otonomi daerah saat ini, sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Bone identik dengan sistem pemerintahan sentralistik yang diterapkan pada masa orde baru Kata Kunci: Komparatif; sistem pemerintahan sentaralistik; desentralistik
HAKIKAT PENDIDIKAN Masang, Azis
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk : (1) mengkaji sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Gowa, (2) mengkaji sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Bone, dan (3) membandingkan sistem pemerintahan antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone sekaligus membandingkan sistem pemerintahan otonomi daerah yang dianut Indonesia saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu: (1) survei lokasi dan wawancara, dan (2) studi pustaka yaitu mengumpulkan sejumlah referensi yang membahas sistem pemerintahan pada kedua kerajaan yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone baik dalam bentuk buku maupun dalam bentuk hasil penelitian skripsi, tesis, dan disertasi serta jurnal-jurnal sejarah. Selain itu membaca referensi yang membahas tentang sistem pemeritah daerah sebagai referensi pembanding. Berdasarkan hasil kajian dan analisis maka penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut: (1) sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada awalnya menganut sistem desantralistik karena bate salapang mempunyai hak dan kewenangan mengatur daerahnya atau negerinya masing-masing, sedangkan paccallaya hanya berfungsi sebagai koordinatif. Namun setelah Kerajaan Gowa diperintah oleh Tomanurung sebagai Raja yang bergelar sombaya, maka sistem bate salapang dari penguasai negeri berubah menjadi pengabdi, dan cenderung bersifat sentralistik, (2) sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Bone menganut sistem sentralistik karena mangkau sebagai pucuk pimpinan pemerintahan tidak memberika kuasa kepada adat pitue sebagai pejabat pada tingkat gallarrang atau matoa-matoa pada setiap negeri dan kekuasaan dikendalikan langsung oleh mangkau sebagai raja, dan (3) hasil kajian menyimpulkan bahwa sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada awalnnya identik sistem pemerintahan desantralistik yang kita kenal dengan sistem otonomi daerah saat ini, sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Bone identik dengan sistem pemerintahan sentralistik yang diterapkan pada masa orde baru Kata Kunci: Komparatif; sistem pemerintahan sentaralistik; desentralistik
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN PERADABAN MANUSIA Abdullah, Ahmad; Ahmad, Hj Atikah
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam memahami tahapan-tahapan pelaksanaan pendidikan Islam, dapat dilihat dari periodisasi pendidikan Islam ini salah satu kajian islam karena terkait dengan peristiwa yang terjadi pada masa lampau dengan berdasarkan pengembangan pendidikan islam dengan menitipberatkan pada kajian kapan terjadi, dimana tempat terjadinya, dan sispa yang menjadi tokohnya. Adapun peradaban manusia, bisa kita melihat sebuah kisah Rasulullah Saw ketika beliau melihat jenazah yahudi lewat, Rasulillah Saw berdiri sebagai wujud penghargaan. Sontak sahabat mengingatkan Rasulullah bahwa jenazah itu adalah yahudi, beliau lalu katakan meskipun yahudi tetapi dia tetaplah manusia: Alaisat nafsan”. Hal inilah yang menunjukkan bahwa Rasulullah telah meletakkan pondasi awal peradaban manusia. Kata Kunci: Pendidikan Islam; peradaban manusia, pembangunan manusia
Tantangan Mengajar E-Learning di Era Pandemik Covid-19 Rusydi, St Rajiah; Fajriwati, A
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dialami guru dalam proses pengajaran di masa pandemi Covid-19. Sistem pembelajaran online yang harus dilaksanakan oleh para guru, tidak hanya menjadi permaslahan yang cukup berat bagi guru, karena sistem belajar ini masih baru, masih banyak guru yang belum menguasai metode belajar yang penggunaan aplikasi online. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekriptif di mana data dikumpulkan melalui survei online. Sebanyak 64 guru pada tingkat SMP yang telah mengisi angket online yang diberikan, dengan pertanyaan utama mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam melaksanakan pengajaran e-learning, baik dalam penguasaan perangkat elektronik, metode pengajaran dan imbal balik yang diberikan oleh siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.Hasil penelitian menemukan bahwa guru paling banyak yang memanfaatkan aplilkasi whatsapp untuk memberikan materi ajar kepada siswa sekaligus melaksanakan diskusi dan tanya jawab. Kendala yang dihadapi guru selama proses belajar mengajar adalahPermasalahan kuota yang dimiliki oleh siswa, sehingga banyak siswa yang sering tidak mengikuti pembelajaran online. Selain keterbatasan kuota, jaringan internet yang memadai juga menjadi hambatan siswa dalam keaktifan mengikuti proses belajar mengajar. Sementara tanggapan siswa yang ditunjukkan selama proses belajar mengajar berlangsung, menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak dapat bertahan lama mengikuti proses belajar hingga selesai. Selama pembelajaran online berlangsung, siswa sangat mudah dihinggapi kebosanan, sehingga banyak tidak tidak mengikuti pembelajaran sampai jam terakhir. Kata Kunci: Pandemi Covid-19; Pembelajaran online; E-Learning
PANDANGAN GURU TENTANG SAINS DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menelaah sebuah studi yang mengeksplorasi pandangan guru tentang agama dan sains dalam konteks Islam. Penelitian ini menyoroti pertimbangan ontologis dan epistemologis dari cara-cara di mana para guru sains memahami hubungan pelajaran sain dengan mengacu pada kandungan dalam Al-Qur'an yang membahas tentang sains dan ilmu pengetahuan. Studi ini dibangun di atas skema kategorisasi melalui pengumpulan dan analisis data dan untuk mendapatkan interpretasi para guru sains. Teori multigrounded dan kerangka analitis Roth dan Alexander digunakan untuk menafsirkan bagaimana guru mengakomodasi hubungan antara sains dan agama dalam kepercayaan mereka. Temuan menunjukkan bahwa pandangan narasumber tentang hubungan antara sains dan Islam, menegaskan bahwa keyakinan guru pada pemikiran mereka mengenai sains dan Islam. Para guru tidak menganggap tidak ada kontradiksi dalam sains dan Islam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keyakinan agama Islam secara pribadi para guru menunjukkan keselarasan yang baik Kata Kunci: Sains; Alquran; Agama Islam
Kedudukan Israiliyat Sebagai Salah Satu Sumber Tafsir Hamzah, Nur Asia
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Isralliyyat dalam kitab-kitab tafsir al Qur’an merupakan fakta yang tidak dapat dipungkiri, sejak periode pembukuan tafsir al Qur’an sampai sekarang. Banyak kitab tafsir telah dihasilkan oleh para penafsir al Qur’an. Namun di mana sebagian besar kitab tafsir menggunakan Israiliyyat, yang dianggap sebagai unsur-unsur Yahudi dan Nasrani dalam penafsiran al Qur’an. Hal ini terjadi karena orang Yahudi mempunyai pengetahuan keagamaan yang bersumber dari Taurat dan orang Nasrani pun mempunyai pengetahuan keagamaan yang bersumber dari Injil. Cukup banyak orang Yahudi dan Nasrani bernaung di bawah panji-panji Islam sejak Islam lahir, sedang mereka tetap memlihara pengetahuan keagamaannya itu. Proses kehadiran Isra’iliyyat dalam tafsir al Qur’an berasal dari Dialog antara Rasulullah saw. dan Ahli Kitab tentang bukti kebenaran ajaran Rasulullah saw. dan kebenaran ajaran mereka. Selain itu, Isra’iliyyat juga muncul dari masuknya beberapa ulama dari ahli kitab ke dalam Islam, serta adanya Keinginan dari kalangan Muslim ketika itu, untuk mengetahui tentang seluk beluk bangsa yahudi yang pernah berperadaban tinggi. Kata Kunci: Al Quran; Israiliyat; Tafsir
PENGUATAN LITERASI ISLAM DALAM PENDIDIKAN DASAR Himayah, Himayah
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia di era milenual, adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, termasuk pendidikan agama Islam. Sementara pendidikan agama Islam merupakan pendidikan dasar yang memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, karena dengan pendidikan agama dapat membentuk sikap dan perilaku peserta didik. Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu bidang studi yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk menghaluskan nilai rasa, moral, watak dan tingkah laku manusia entitasnya ke depan akan semakin terasa penting seiring dengan akselerasi perkembangan peradaban manusia. Kesiapan langkah preventif atas kemerosotan moralitas islami peserta didik dan problematika Pendidikan Agama Islam di sekolah sekarang ini belum banyak dilakukan rekonstruksi, menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan dalam penguasaan ilmu agama di kalangan generasi muda, baik di sekolah umum, maupun di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan dasar keagamaan Islam melalui literasi Islam, yang harus dimulai di tingkat pendidikan dasar. Penelitian ini adalah kajian kepustakaan yang menganalisis konsep-konsep literasi Islam dalam dalam meningkatkan kemampuan penguasaan ilmu Agama Islam di kalangan pelajar di tingkat pendidikan dasar.Kata Kunci: Literasi Islam; Pendidikan Agama Islam; Pendidikan Dasar