cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
hurriahalihasan@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
urwatul@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al Urwatul Wutsqa
ISSN : 27754855     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Al-Urwatul Wutsqa, p-ISSN: 2775-4855, merupakan forum untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa hadir untuk meningkatkan pelaksanaan penelitian di bidang Pendidikan Islam dan menyebarluaskan hasil penelitian tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para cendekiawan dan praktisi pendidikan serta menambah kepustakaan penelitian utama dunia di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa menawarkan cara mudah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
Articles 80 Documents
Manajemen Pendidikan Teori Manajemen Pendidikan Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer Saiyed Mahmuddin Assaqqaf; Muzakkir; Achmad Ichsan Darwis; Sumiati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri evolusi dan perkembangan teori manajemen pendidikan Islam dalam lintasan sejarah, mulai dari periode klasik (abad pertengahan) hingga era kontemporer (masa kini). Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-filosofis untuk menganalisis berbagai literasi primer dan sekunder yang relevan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa teori manajemen pendidikan Islam telah mengalami perkembangan yang dinamis dan kontekstual. Pada periode klasik, konsep manajemen pendidikan lebih bersifat intuitif dan terintegrasi penuh dengan nilai-nilai keislaman, yang tercermin dari praktik kepemimpinan di lembaga-lembaga seperti kuttab, masjid, dan madrasah. Konsep-konsep Kunci seperti al-Imamah (kepemimpinan), al-‘Adl (keadilan), Syura (musyawarah), dan Amanah (tanggung jawab) menjadi landasan utamanya, yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran para filsuf dan cendekiawan Muslim seperti Al-Ghazali dan Al-Mawardi. Periode pertengahan menandai fase formalisasi dan sistematisasi dengan berdirinya lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Nizamiyah, yang membutuhkan struktur organisasi dan manajemen yang lebih kompleks. Sementara itu, pada era kontemporer, teori manajemen pendidikan Islam mengalami proses integrasi dan adaptasi. Teori-teori manajemen modern dari Barat (seperti Manajemen Berbasis Sekolah, Total Quality Management, dan Strategic Management) diadopsi dan disinergikan dengan prinsip-prinsip dan etika Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hal ini melahirkan paradigma manajemen pendidikan yang tidak hanya mengejar efisiensi dan efektivitas duniawi, tetapi juga bermuara pada pencapaian tujuan ukhrawi (falah). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teori manajemen pendidikan Islam bukanlah sebuah entitas yang statis. Ia merupakan sebuah tradisi intelektual yang terus berkembang, merespons perubahan zaman melalui dialog yang kritis dan kreatif antara warisan normatif Islam dengan tuntutan modernitas. Sinergi antara prinsip ilahiah dan ilmu manajemen modern menjadi kunci bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam yang unggul dan relevan di masa depan.
Pendidikan Karakter Anak Ala Luqmanul Hakim Pada Alquran Surah Luqman Ayat 12-19 Mastur
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter Anak Al Luqmanul Hakim pada Alquran Surah Luqman ayat 12-19 merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan nasehat Lumanul Hakim dalam melakukan Pendidikan karakter kepada anak-anaknya. Metode yang digunakan Adalah deskriptif kualitatif dengan pendekata tafsir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap pondasi utama Luqmanul Hakim dalam Pendidikan Anak yang diharapkan dapat dikembangkan dalam Pendidikan Karakter di sekolah maupun perguruan tinggi. Nasehat utama pada penelitian ini ialah, bersyukur kepada Allah, larangan mensyerikatkan Allah, berbuat baik kepada orang tua, teguh pendirian, mawas diri, perintah shalat, amar ma’ruf dan nahi munkar, larangan berlaku sombong, bersahaja dalam berjalan dan lemah lembuh dalam berbicara, penelitian ini berharap menjadi inspirasi guru dalam melakukan Pendidikan karakter di sekolah maupun perguruan tinggi.
Struktur Organisasi Pendidikan Islam: Telaah Teologis, Model dan Deskripsi Jabatan Jamaluddin; Mustakim Muhallim; Abd. Rahmat; Sumiati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji landasan teologis, prinsip, model, dan implementasi deskripsi pekerjaan dalam struktur organisasi pendidikan Islam. Permasalahan pokoknya adalah bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat merancang struktur organisasi yang tidak hanya efisien secara manajerial tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai Islam (tauhid, amanah, syura, dan keadilan). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, menganalisis literatur primer dan sekunder terkait manajemen dan teologi organisasi Islam (An-Nahlawi, 1992; Terry, 2019; dan M. Quraish Shihab, 2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi pendidikan Islam memiliki empat model utama: sentralistik (cocok untuk pesantren tradisional), desentralistik (cocok untuk UIN/SIT), fungsional, dan matriks. Temuan utama dari studi ini adalah perlunya integrasi deskripsi pekerjaan (job description) yang spesifik ke dalam struktur, di mana setiap jabatan kunci (Kepala Lembaga, Wakil Kepala) harus menjalankan peran ganda sebagai Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, dan Motivator (EMASLIM) dengan landasan nilai amanah dan profesionalisme (itqan). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan Islam ditentukan oleh struktur yang adaptif terhadap modernitas dan konsisten dalam menjalankan prinsip teologis dalam setiap aspek tata kelolanya.
Sejarah Manajemen Pendidikan Islam dari Masa Awal Islam Hingga Modern Ahsan Taqwim; Wahyuni; Sumiati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas perkembangan historis manajemen pendidikan Islam dari masa awal Islam hingga era modern dengan menelusuri perubahan orientasi, sistem, dan dinamika kelembagaan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perkembangan manajemen pendidikan Islam dari masa Rasulullah Saw., masa klasik dan pertengahan, hingga masa modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis historis yang memetakan perkembangan manajemen pendidikan berdasarkan konteks sosial-politik dan perubahan pemikiran dalam masyarakat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa awal Islam, manajemen pendidikan berpusat pada Masjid Nabawi dengan model pendidikan berbasis keteladanan dan sistem pembelajaran yang holistik. Pada masa klasik, pendidikan Islam berkembang pesat melalui lembaga seperti Bayt al-Hikmah dan Madrasah Nizamiyah dengan dukungan manajemen wakaf dan profesionalisme pengajar. Pada masa pertengahan, terjadi kemunduran akibat lemahnya struktur politik, namun pesantren di Nusantara menjadi pengecualian yang mempertahankan model manajemen pendidikan yang mandiri dan berkelanjutan. Masa modern ditandai dengan reformasi pendidikan oleh para pembaru Islam dan penguatan manajemen berbasis integrasi ilmu, teknologi, dan prinsip Total Quality Management. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen pendidikan Islam selalu mengalami transformasi sesuai tantangan zaman tanpa kehilangan nilai dasar keislamannya.
Pendidikan Islam dan Literasi Keuangan Syariah di Era Digital Hurriah Ali Hasan
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan keuangan digital dan fintech syariah menghadirkan peluang besar bagi perluasan akses dan inklusi keuangan, namun sekaligus memunculkan tantangan serius terkait rendahnya literasi keuangan syariah, pemahaman substantif, dan etika transaksi di ruang digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam membangun literasi keuangan syariah yang bernilai, etis, dan berorientasi pada kemaslahatan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif–eksploratif melalui wawancara mendalam dengan pendidik pendidikan Islam, generasi muda pengguna layanan keuangan digital syariah, serta praktisi literasi keuangan syariah, didukung oleh analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah sebagai lensa normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan fundamental dalam membentuk kerangka berpikir, pemahaman substantif, dan etika keuangan digital, melalui internalisasi nilai tarbiyah, ta‘lim, dan ta’dib. Pendidikan Islam membantu individu membedakan antara kepatuhan syariah formal dan kesesuaian nilai secara substantif, serta mendorong perilaku keuangan digital yang lebih etis, reflektif, dan bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan Islam merupakan prasyarat penting bagi pengembangan literasi keuangan syariah digital yang berkelanjutan dan berorientasi pada keadilan, perlindungan harta, dan kesejahteraan sosial.
Integrasi Nilai Pendidikan Islam dalam Pengembangan Sistem Keuangan Syariah Hurriah Ali Hasan
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem keuangan syariah yang pesat dalam dua dekade terakhir belum sepenuhnya diimbangi oleh internalisasi nilai-nilai normatif Islam dalam praktik dan perilaku ekonomi. Dalam banyak kasus, keuangan syariah masih dipahami secara formalistik dan prosedural, sehingga berpotensi melahirkan praktik pseudo-syariah yang menjauh dari tujuan etis dan kemaslahatan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pendidikan Islam dalam mengintegrasikan nilai-nilai etika dan moral ke dalam pengembangan sistem keuangan syariah yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi konseptual–normatif melalui kajian kepustakaan terhadap literatur klasik dan kontemporer, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis isi dan tematik, dengan menjadikan maqāṣid al-sharī‘ah sebagai kerangka integratif dalam menjembatani nilai pendidikan Islam dan praktik keuangan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam—melalui internalisasi nilai tarbiyah, ta‘lim, dan ta’dib—memiliki peran fundamental dalam membentuk literasi, etika, dan perilaku keuangan syariah yang adil, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan. Integrasi nilai pendidikan Islam tidak hanya memperkuat legitimasi moral sistem keuangan syariah, tetapi juga berimplikasi pada pengembangan produk, tata kelola kelembagaan, serta peningkatan kepercayaan dan inklusi keuangan. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam merupakan fondasi strategis bagi pembangunan sistem keuangan syariah yang etis, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika modernisasi dan digitalisasi keuangan.
Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Pengembangan Pribadi, Sosial, Pembelajaran, dan Karir Mahasiswa Andi Amiruddin; Nurul Fajriah; Dhea Ananda
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi merupakan instrumen vital dalam mendukung keberhasilan mahasiswa secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan bimbingan konseling pada empat bidang utama: pribadi, sosial, belajar, dan karier. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara terhadap mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pribadi membantu stabilitas emosi, layanan sosial meningkatkan kemampuan adaptasi, layanan belajar mengoptimalkan prestasi akademik, dan layanan karier memberikan arah kesiapan kerja. Kesimpulannya, integrasi keempat layanan ini secara berkelanjutan mampu meminimalisir hambatan perkembangan mahasiswa di era pendidikan modern.
Transhumanisme dan Krisis Eksistensial: Reorientasi Tujuan Pendidikan Islam Berdasarkan QS. Adz-dzariyat [51]: 56 di Era Society 5.0 Muzakkir; Rosmalina Kemala; Sumiati; Muh Ali Bakri
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Society 5.0 memperkuat konvergensi ruang fisik dan siber sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas manusia melalui kecerdasan buatan, bioteknologi, dan antarmuka manusia-mesin. Dalam kerangka transhumanisme, teknologi tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat, tetapi sebagai sarana untuk melampaui keterbatasan biologis, termasuk penyakit, penuaan, dan kematian. Artikel ini bertujuan menganalisis bias ontologis transhumanisme, menjelaskan bentuk krisis eksistensial yang ditimbulkannya, serta merumuskan reorientasi tujuan pendidikan Islam berdasarkan QS. Adz-Dzariyat [51]: 56. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis filosofis-hermeneutis. Sumber primer meliputi ayat Al-Qur’an dan tafsir kontemporer, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur transhumanisme, eksistensialisme, etika teknologi, dan filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa reduksi manusia menjadi pola informasi, determinisme teknologi, dan desakralisasi kematian berpotensi melemahkan identitas, kehendak bebas, serta orientasi makna. Makna liya‘budun dalam QS. Adz-Dzariyat [51]: 56 menawarkan sauh eksistensial yang menempatkan manusia sebagai ‘abd sekaligus khalifah. Berdasarkan sintesis tersebut, artikel menawarkan empat pilar reorientasi pendidikan Islam, yaitu tauhid eksistensial, integrasi epistemologi tauhid, cyber-adab, dan resiliensi spiritual. Keempatnya diarahkan untuk membentuk manusia yang fasih secara digital, kokoh secara ontologis, bertanggung jawab secara moral, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Tanggung Jawab Negara Vs Otonomi Pesantren: Analisis Kebijakan Pendidikan Islam Di Indonesia Ramlianto; Agil Husain Abdulah; Sumiati; Muh Ali Bakri
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dari masyarakat dan selama berabad-abad memiliki otonomi dalam mengelola sistem pendidikan, kurikulum, serta otoritas keilmuan yang berpusat pada kiai. Namun, dinamika kebijakan pendidikan nasional, khususnya setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, menghadirkan relasi baru antara negara dan pesantren yang memunculkan dialektika antara tanggung jawab negara dalam menjamin mutu pendidikan dengan upaya mempertahankan otonomi pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa antara negara dan pesantren dalam kebijakan pendidikan Islam di Indonesia, mengkaji pergeseran otoritas dalam Tri Sentra Pendidikan Islam kontemporer, serta merumuskan model hubungan yang ideal antara negara dan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis kebijakan (critical policy analysis). Data diperoleh dari dokumen kebijakan, terutama Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori relasi kuasa Michel Foucault dan didukung konsep hegemoni Antonio Gramsci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan negara telah memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi terhadap pesantren melalui perlindungan hukum, pendanaan, serta integrasi ke dalam sistem pendidikan nasional. Namun demikian, kebijakan tersebut juga menghadirkan mekanisme standardisasi, akreditasi, dan birokratisasi yang berpotensi menggeser sebagian otoritas kharismatik kiai menuju otoritas rasional-legal negara. Oleh karena itu, diperlukan paradigma kemitraan yang egaliter, di mana negara menjalankan fungsi fasilitatif dan penjaminan mutu tanpa mengintervensi independensi epistemologis serta kekhasan tradisi keilmuan pesantren sebagai bagian dari Tri Sentra Pendidikan Islam.
Rekonstruksi Pembelajaran Berdiferensiasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Kognisi Qur'ani dan Neurosains: Model SAFA Rasihun; Irsyadah Ibrahim; Sumiati; Muh Ali Bakri
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih sering dipraktikkan dengan mengelompokkan peserta didik ke dalam tipe visual, auditori, atau kinestetik. Praktik tersebut bermasalah karena hipotesis pencocokan gaya belajar tidak memperoleh dukungan empiris yang memadai dan berpotensi membatasi pengalaman belajar peserta didik. Artikel ini bertujuan merekonstruksi diferensiasi pembelajaran PAI melalui dialog antara QS. An-Nahl [16]: 78, psikologi kognitif, dan neurosains pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kepustakaan kualitatif dengan pendekatan integratif-konseptual. Sumber primer meliputi ayat Al-Qur'an, karya tafsir, dan literatur psikologi Islam; sedangkan sumber sekunder berupa artikel peer-reviewed tentang gaya belajar, integrasi multisensori, pembelajaran multimedia, dan diferensiasi. Data dianalisis melalui pembacaan tekstual, pengodean tematik, perbandingan antarperspektif, dan sintesis model. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan. Pertama, preferensi modalitas perlu dibedakan dari klaim bahwa hasil belajar meningkat ketika metode mengajar dicocokkan dengan label VAK. Kedua, QS. An-Nahl [16]: 78 menggambarkan arsitektur kognisi yang integratif melalui as-sam', al-abshar, dan al-af'idah dengan orientasi syukur. Ketiga, sintesis kedua perspektif menghasilkan Model SAFA: Sam' sebagai penerimaan-dialog, Abshar sebagai observasi-representasi, Fu'ad sebagai integrasi makna dan penilaian moral-spiritual, serta Amal sebagai aktualisasi pengetahuan. Model ini mengarahkan diferensiasi pada variasi representasi, dukungan, aktivitas, dan produk belajar tanpa pelabelan tetap. Artikel menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI yang evidence-informed sekaligus berorientasi wahyu perlu bersifat multimodal, reflektif, kontekstual, dan transformatif.