cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Hotel Santika Kota Pekalongan Siregar, Rafil Dekwanda; Rabbani, Nauval
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.222

Abstract

ABSTRAKKebakaran menggambarkan masalah yang kerap kali dialami oleh Indonesia dan di kota lainya. Seiring dengan modernisasi kehidupan perkotaan di Kota Pekalongan, peluang terjadinya kebakaran semakin meluas. Gedung-gedung seperti hotel, yang memiliki aktivitas tinggi rentan terhadap risiko kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan sistem proteksi kebakaran yang memadai pada bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pada bangunan dan menilai komponen sistem proteksi kebakaran di Hotel Santika Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan wawancara dan check list untuk mengumpulkan data dari pihak terkait serta observasi untuk mengamati kondisi bangunan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran Hotel Santika Kota Pekalongan dengan nilai kondisi 16,75% (CUKUP) untuk sistem kelengkapan tapak, nilai 23,175% (BAIK) untuk sistem sarana penyelamatan, nilai 23,448% (BAIK) untuk sistem proteksi aktif serta nilai kondisi sistem sarana pasif 22,672% (BAIK). Secara keseluruhan, sistem keselamatan bangunan mendapatkan nilai 86,045% yang menunjukkan nilai kondisi (BAIK) pada bangunan Hotel Santika Kota Pekalongan.Kata kunci: gedung hotel, proteksi kebakaran, sistem proteksi aktif ABSTRACTWith the modernization of urban life in Pekalongan City, the risk of fires has increased. Buildings such as hotels, which have high levels of activity, are particularly vulnerable to fire risks. Therefore, it is essential to provide adequate fire protection systems in these buildings. This study aims to analyze the condition of the building and assess the fire protection system components at Santika Hotel in Pekalongan City. The method used was descriptive qualitative, employing interviews and checklists to collect data from relevant parties, along with observations to evaluate the building's condition. The results show that the implementation of the fire protection system at Hotel Santika Kota Pekalongan has a condition value of 16.75% (ENOUGH) for the site completeness system, 23.175% (GOOD) for the rescue facility system, 23.448% (GOOD) for the active protection system, and 22.672% (GOOD) for the passive facility system. Overall, the building safety system received a score of 86.045%, indicating a condition value of (GOOD) for the Santika Hotel Pekalongan City building.Keywords: hotel building, fire protection, active protection system  
Analisis Tarif Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (Getaci) dengan Metode ATP dan WTP Anggraeni, Reriskiawati; Herman, Herman
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.190

Abstract

ABSTRAKPulau Jawa berperan penting dalam roda perekonomian serta pariwisata. Beberapa destinasi pariwisata dan urgensi masyarakat untuk menempuh perjalanan menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan saat ini dapat diakses melalui rute jalan nasional yang dinilai kurang efisien terkait kemacetan lalu lintas. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan tersebut, maka Badan Pengatur Jalan Tol merencanakan untuk membangun Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap, dengan jarak rute jalan tol sepanjang 206,65 km. Namun, sebelum jalan tol tersebut beroperasi, diperlukan untuk menganalisis tarif rencana berdasarkan preferensi calon pengguna. Untuk mengetahui kemampuan membayar (ATP) dan kesediaan membayar (WTP) calon pengguna rute jalan tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap, maka dilakukan penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan survei terhadap pengguna mobil penumpang yang berlokasi di Rest Area sekitar Jalan Nasional Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung menggunakan metode stated preference. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data tahun 2024.Kata kunci: ATP, WTP, tarif jalan tol ABSTRACTJava Island has an important role in economy and tourism sector. Now, several tourism destinations and the public's urgency to travel to West Java and southern Central Java can be accessed via national road routes which are considered less efficient due to traffic congestion. To solving this congestion problem, the Toll Road Regulatory Agency plans to build the Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap Toll Road, with a toll road route distance of 206.65 km. However, before toll road operates, it is important to analyze planned toll rates based on potential user’s preferences. To determine the ATP and WTP of potential users of the Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap toll road route, therefore this research was carried out. The data collection method is by survey of passenger car users located in the Rest Area around Jalan Nasional, Rancaekek District, Bandung Regency using the stated preference method. The data used in this research is 2024 data.Keywords: ATP, WTP, toll road rates 
Analisis Perilaku Struktur dan Penyebaran Gaya pada Gedung Frame-Tube Khanza, Mirara
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.228

Abstract

ABSTRAKPerancangan gedung bertingkat tinggi pada daerah rawan gempa seperti Indonesia tergolong sulit. Gedung bertingkat tinggi cenderung memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga perlu diperhatikan bagaimana perilaku struktur dan penyebaran gayanya. Meskipun telah banyak tipe bangunan dengan berbagai bentuk gedung bertingkat tinggi yang telah terbangun, perilaku setiap bangunan dapat berbeda, bergantung pada bentuk denah, tipe gedung, maupun tinggi gedung. Bangunan bertingkat yang dianalisis merupakan sistem framed-tube, karena sistem ini masih terbilang jarang untuk bangunan gedung di Indonesia. Model akan didesain menggunakan software ETABS, dengan pengecekan kriteria desain gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perilaku struktur dan penyebaran gaya pada gedung bertingkat frame-tube. Dimana dengan tipe bangunan ini, diketahui bahwa elemen eksterior akan berpengaruh pada elemen interior, pun sebaliknya. Pada akhir penelitian, diketahui bahwa semakin tinggi gedung, semakin besar periode struktur dan simpangan strukturnya. Diketahui pula bahwa pada bangunan frame-tube, elemen eksternal menerima gaya lateral, sedangkan elemen internal menerima gaya gravitasi. Sehingga struktur dengan sistem framed-tube ini dinilai efektif dalam menahan gaya gempa.Kata kunci: perilaku struktur, framed-tube, penyebaran gaya, elemen eksternal, elemen interior ABSTRACTDesigning high-rise buildings in earthquake-prone areas such as Indonesia is difficult. High-rise buildings tend to have high flexibility, so it is necessary to pay attention to how the structure behaves and the distribution of forces. Although many types of buildings with various forms of high-rise buildings have been built, the behavior of each building can be different, depending on the plan form, building type, and building height. The high-rise building analyzed is a framed-tube system, as this system is still relatively rare for buildings in Indonesia. The model will be designed using ETABS software, with earthquake design criteria checking referring to SNI 1726:2019. The main objective of this research is to find out how the structural behavior and force distribution in a frame-tube high-rise building. Where with this type of building, it is known that exterior elements will affect interior elements, and vice versa. At the end of the study, it was found that the higher the building, the greater the structural period and structural deviation. It is also known that in frame-tube buildings, external elements receive lateral forces, while internal elements receive gravitational forces. So, the structure with the framed-tube system is considered effective in resisting earthquake forces.Keywords: structural behaviour, framed-tube, force distribution, external elements, interior elements
Penerapan Building Information Modeling pada Konstruksi Jembatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Syam, Ilham Yadi; Sofyan, Muhammad Septa; Yuswandoro, Mulyadi; Sukandar, Benny Muyana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.11

Abstract

ABSTRAKProyek penggantian Jembatan Cisolok dilakukan di ruas Jalan Raya Cisolok yang dimana menghubungan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Sehingga memerlukan penerapan BIM untuk perancangan jadwal dan biaya yang efektif dan efisien agar dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan. Metode penerapan BIM diawali dengan pembuatan model 3D menggunakan software Tekla Structures dengan gambar acuan DED dari konsultan. Model 3D menghasilkan QTO dan gambar 2D yang akan dijadikan shop drawing dalam pelaksanaan di lapangan. Hasil dari QTO digunakan untuk merancang penjadwalan dan RAB yang akan diintegrasikan sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D dengan menggunakan Naviswork.  Animasi dan augmented reality dilakukan dengan bantuan Lumion, Unity 3D dan Vuforia Engine. Hasil pemodelan dari DED menggunakan Tekla Structures menghasilkan model 3D, shop drawing 2D, dan QTO. Hasil QTO digunakan untuk perancangan penjadwalan dan perhitungan RAB. Dari hasil penjadwalan menggunakan Microsoft Project didapat durasi pelaksanaan proyek Jembatan Cisolok 172 hari. Serta, RAB yang didapat dari hasil perhitungan sebesar Rp 8.900.820.032,- (delapan miliar sembilan ratus juta delapan ratus dua puluh ribu tiga puluh dua rupiah). Jadwal dan biaya yang telah dibuat diintegrasikan dengan model 3D sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D; serta animasi metode pelaksanaan dengan format MP4 dan augmented reality.Kata kunci: BIM, DED, model 3D, QTO, penjadwalan, RAB, simulasi 4D dan 5D, Augmented Reality ABSTRACTThe Cisolok Bridge replacement project was carried out on the Cisolok Highway section which connects West Java and Banten Provinces. It requires the application of BIM for effective and efficient schedule and cost design in order to increase work productivity. The BIM application method begins with the creation of a 3D models using Tekla Structures software with a DED reference drawing from the consultant. The 3D models produce QTO and 2D drawings that will be used as shop drawings in the field. The result of the QTO is used to design scheduling and RAB that will be integrated to produces 4D and 5D simulations using Naviswork. Animation and augmented reality are done with the help of Lumion, Unity 3D and Vuforia Engine. The modeling results from DED using Tekla Structures produces 3D models, 2D shop drawing, and QTO. The QTO is used for scheduling design and calculation of RAB. From the scheduling using Microsoft Project, the duration of Cisolok Bridge Project implementation was obtained 172 days. As well as the RAB obtained from the calculation is Rp 8.900.820.032,- (eight billion nine hundred million eight hundred twenty thousand thirty two rupiah). The schedule and cost that have been created are integrated with the 3D models so as to produces 4D and 5D simulations, also an animation of the execution method is made in MP4 format and augmented reality.Keywords: BIM, DED, 3D models, QTO, scheduling, RAB, 4D and 5D Simulations, Augmented Reality 
Penerapan Building Information Modeling pada Konstruksi Jembatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Indra, Fathika Ashila; Purwanto, Hari; Sari, Rizki Yunita
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.201

Abstract

ABSTRAKProyek penggantian Jembatan Cisolok dilakukan di ruas Jalan Raya Cisolok yang dimana menghubungan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Sehingga memerlukan penerapan BIM untuk perancangan jadwal dan biaya yang efektif dan efisien agar dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan. Metode penerapan BIM diawali dengan pembuatan model 3D menggunakan software Tekla Structures dengan gambar acuan DED dari konsultan. Model 3D menghasilkan QTO dan gambar 2D yang akan dijadikan shop drawing dalam pelaksanaan di lapangan. Hasil dari QTO digunakan untuk merancang penjadwalan dan RAB yang akan diintegrasikan sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D dengan menggunakan Naviswork.  Animasi dan augmented reality dilakukan dengan bantuan Lumion, Unity 3D dan Vuforia Engine. Hasil pemodelan dari DED menggunakan Tekla Structures menghasilkan model 3D, shop drawing 2D, dan QTO. Hasil QTO digunakan untuk perancangan penjadwalan dan perhitungan RAB. Dari hasil penjadwalan menggunakan Microsoft Project didapat durasi pelaksanaan proyek Jembatan Cisolok 172 hari. Serta, RAB yang didapat dari hasil perhitungan sebesar Rp 8.900.820.032,- (delapan miliar sembilan ratus juta delapan ratus dua puluh ribu tiga puluh dua rupiah). Jadwal dan biaya yang telah dibuat diintegrasikan dengan model 3D sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D; serta animasi metode pelaksanaan dengan format MP4 dan augmented reality.Kata kunci: BIM, DED, model 3D, QTO, penjadwalan, RAB, simulasi 4D dan 5D, Augmented Reality ABSTRACTThe Cisolok Bridge replacement project was carried out on the Cisolok Highway section which connects West Java and Banten Provinces. It requires the application of BIM for effective and efficient schedule and cost design in order to increase work productivity. The BIM application method begins with the creation of a 3D models using Tekla Structures software with a DED reference drawing from the consultant. The 3D models produce QTO and 2D drawings that will be used as shop drawings in the field. The result of the QTO is used to design scheduling and RAB that will be integrated to produces 4D and 5D simulations using Naviswork. Animation and augmented reality are done with the help of Lumion, Unity 3D and Vuforia Engine. The modeling results from DED using Tekla Structures produces 3D models, 2D shop drawing, and QTO. The QTO is used for scheduling design and calculation of RAB. From the scheduling using Microsoft Project, the duration of Cisolok Bridge Project implementation was obtained 172 days. As well as the RAB obtained from the calculation is Rp 8.900.820.032,- (eight billion nine hundred million eight hundred twenty thousand thirty two rupiah). The schedule and cost that have been created are integrated with the 3D models so as to produces 4D and 5D simulations, also an animation of the execution method is made in MP4 format and augmented reality.Keywords: BIM, DED, 3D models, QTO, scheduling, RAB, 4D and 5D Simulations, Augmented Reality
Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas Struktur Bangunan Gedung Pendidikan pada Salah Satu Institusi Pendidikan di Bandung Akibat Sesar Lembang Salistia, Astri Salistia; Hamdan, Salman Faishal; Somantri, Andri Krisnandi; Febriansya, Aditia
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.159

Abstract

ABSTRAKSebuah gedung pendidikan di suatu Institusi di Bandung merupakan salah satu gedung tua yang berumur hampir mencapai umur rencana gedung, yaitu 50 tahun. Pada saat perencanaannya, gedung ini didesain dengan menggunakan perarturan yang berlaku pada saat itu. Seiring perkembangan peraturan dalam konstruksi di Indonesia, peraturan tersebut diperbarui menjadi peraturan dan standar yang mutakhir. Berdasarkan SNI 1726-2019, Gedung ini termasuk kategori situs dekat sesar karena berjarak sekitar 8,6 km dari Sesar Lembang yang aktif dengan potensi gempa mencapai 6,596 Mw.  Sehingga perlu dievaluasi berdasarkan peraturan SNI 1726-2019. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, analisa dan evaluasi terdapat 9,73% balok yang tidak memenuhi persyaratan kapasitas lentur, 2,51% balok yang tidak memenuhi persyaratan kapasitas geser dan 56,3% kolom yang tidak memenuhi kapasitas aksial lentur. Kemudian elemen struktur tersebut akan didesain perkuatannya dengan menggunakan fiber reinforced polymer untuk balok dan concrete jacketing untuk kolom. Perkuatan lentur dan geser balok menggunakan tiga tipe CFRP dengan rentang lapisan sebanyak 1 sampai 3 lapis. Sedangkan untuk kolom dilakukan penebalan dimensi sebesar 200 mm dengan penambahan tulangan baru sebanyak 8D22 dan D10-100. Sedangkan untuk struktur bawah, setelah dilakukan evaluasi dengan peraturan baru dan akibat dari peningkatan kapasitas pada struktur atas, fondasi eksisting memenuhi persyaratan sehingga tidak perlu untuk dilakukan perkuatan.Kata kunci: concrete jacketing, FRP, sesar Lembang ABSTRACKAn educational building in one of Institution in Bandung which is almost the age of the building's design, namely 50 years. The building was designed PPIUG 1983 and PPTGIUG 1983 regulations. The regulations of the construction in Indonesia were developed, so these regulations have been updated with the latest regulations or Indonesia National Standards. Based on the results of testing, analysis and evaluation, there were 9,73% of beams that did not meet the bending capacity requirements and 2,51% of beams that did not meet the shear capacity requirements and 56,3% of columns that did not meet the axial and bending capacity requirements. And then the structural element will be designed to be strengthened using fiber reinforced polymer for beams and concrete jacketing for columns. The bending and shear strengthening of the beam uses three types of CFRP, from 1 to 3 layers. The dimensions of the columns were thickened by 200 mm with adding the new bar reinforcement of 8D22 and D10-100. Meanwhile, for the lower structure, after evaluation with the new regulations and the results of the post-capacity increase in the upper structure, existing foundations meet the requirements so there is no need for structure strengthening.Keywords: concrete jacketing, FRP, Lembang fault 
Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Café di Kabupaten Bandung dengan Time History Berdasarkan FEMA 356 Siadari, Fanny Sara; Desimaliana, Erma; Arifin, Altie Santika
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.211

Abstract

Pengaruh Kuat Tekan Beton dengan Penambahan Abu Batu pada Agregat dari Sungai Laklo’o Kabupaten Liquica Dili Timor Leste Correia, Jose S.; Anggitasari, Inge
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.23

Abstract

ABSTRAKBeton semen Portland adalah jenis beton yang terbuat dari semen, kerikil dan pasir. Abu batu adalah material yang digunakan untuk membangun agregat buatan. Keunggulan abu batu dibandingkan pasir adalah ukuran butirannya yang relatif kecil, yang memungkinkan digunakan Penggunaan filler pada campuran beton berfungsi untuk menciptakan permukaan yang rata dan seragam, sehingga tidak perlu dilakukan pengayakan. Pada penelitian ini, campuran beton ditambahkan abu batu sebesar nol, tiga puluh, enam puluh, dan seratus persen dari berat pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal dan beton dengan abu batu 30% memenuhi umur. Beton dengan abu batu 60% dan 100% tidak memenuhi rencana umur dan tidak disarankan untuk digunakan dalam proyek konstruksi. Beton dengan abu batu 30% memenuhi kriteria proporsi bahan pengisi. Beton dengan abu batu 60% dan 100% tidak memenuhi kekuatan yang direncanakan karena kekurangan agregat halus yang berfungsi untuk mengisi rongga. Akibatnya, beton dengan pasir sebanyak 70% masih dapat mengisi rongga.Kata kunci: beton, kuat tekan beton, abu batu ABSTRACTPortland cement concrete is a type of concrete made from cement, gravel and sand. Stone ash is a material used to build artificial aggregates. The advantage of stone ash over sand is its relatively small grain size, which allows it to be used. The use of fillers in concrete mixes serves to create a flat and uniform surface, eliminating the need for sieving. In this study, stone ash was added to the concrete mix at zero, thirty, sixty, and one hundred percent of the sand weight. The results showed that normal concrete and concrete with 30% stone ash met the age. Concrete with 60% and 100% stone ash did not meet the age plan and is not recommended for use in construction projects. Concrete with 30% stone ash meets the criteria for the proportion of filler material. Concrete with 60% and 100% stone ash did not meet the planned strength due to the lack of fine aggregate to fill the voids. As a result, concrete with 70% sand can still fill the voids.Keywords: concrete, concrete compressive strength, stone ash 
Studi Perbandingan Kinerja Struktur Atas Girder Jembatan Beton Bertulang Menggunakan Perkuatan Prategang Eksternal Tipe Double King Pose terhadap Pre-Cast I Girder Suryawinata, Monika Putri Rizkita; Widyaningsih, Euneke
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.76

Abstract

ABSTRAKJembatan Cikeruh merupakan jalan umum yang kerap dilalui oleh kendaraan pribadi, umum, dan juga berat. Dari waktu ke waktu jumlah kendaraan yang melewati jembatan ini semakin meningkat, sehingga menyebabkan terjadinya keretakan karena beban yang tersalurkan semakin besar dan juga jarak antara jembatan dengan muka air banjir terlalu dekat. Oleh karena itu, penelitian ini akan dibandingkan tipe struktur yang sama bentang dapat diperpanjang yaitu tipe beton bertulang menggunakan prategang eksternal atau harus melakukan rekonstruksi penuh pada jembatan yaitu mengganti tipe girder menjadi PCI Girder untuk mendapatkan hasil jembatan yang lebih efektif. Hasil yang didapatkan nilai rasio kapasitas untuk jembatan PCI Girder memenuhi syarat izin yaitu < 1, hasil analisis lendutan untuk jembatan beton bertulang dengan prategang eksternal dan jembatan PCI Girder memenuhi syarat izin yaitu < 0,035 m; dan berat girder didapatkan untuk jembatan beton bertulang sebesar 3241,22 kN dan berat girder untuk PCI girder sebesar 3032,88 kN. Apabila struktur jembatan tersebut ingin diperpanjang menjadi 28 m maka harus dilakukan rekonstruksi penuh atau mengganti tipe girder jembatan menjadi tipe PCI Girder jika ditinjau dari nilai rasio kapasitas, nilai lendutan, dan berat girder sendiri.Kata kunci: Jembatan PCI Girder, Prategang Eksternal, Jembatan Girder Beton Bertulang, Lendutan, Rasio Kapasitas, Berat Girder ABSTRACTThe Cikeruh Bridge is a public road that is often passed by private vehicles, public transportation and also heavy vehicles. From time to time the number of vehicles passing through this bridge is increasing, causing cracks to occur because the load being distributed is getting bigger and also the distance between the bridge and the flood water surface is too close, this supports the bridge being extended. Therefore, this research will compare whether with the same type of structure the span can be extended, the reinforced concrete type using external prestressing or whether a full reconstruction of the bridge must be carried out, also changing the girder type to PCI Girder to get a bridge that is effective. The results obtained by the capacity ratio value for the PCI Girder bridge is < 1, the results of the deflection analysis for the reinforced concrete bridge with external prestressing and the PCI Girder bridge is < 0.035 m, and the girder’s weight for the reinforced concrete bridge is 3,241.22 kN and the for the PCI girder is 3,032.88 kN. If the bridge structure is to be extended to 28 m, a full reconstruction must be carried out or the bridge girder type changed to PCI Girder type if viewed from the capacity ratio, deflection and girder’s weight itself.Keywords: PCI Girder Bridge, External Prestressing, Reinforced Concrete Girder Bridge, Deflection, Capacity Ratio, Girder Weight
Kajian Kapasitas Daya Dukung Spun Pile yang Dipengaruhi Tahanan Friksi Negatif dan Lapis Likuifaksi Studi Kasus Jembatan Serangan dengan Program Ensoft Darmawan, Raffly Muhammad; Ikhya, Ikhya; Sandwiaji, Mufidhiansyah Fahmi
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.31

Abstract

ABSTRAKFondasi spun pile merupakan salah satu jenis fondasi yang sudah sangat populer, terutama untuk struktur jembatan. Pada perencanaan suatu fondasi tiang sangat penting dilakukan analisis daya dukung untuk memastikan bahwa fondasi tersebut mampu menahan beban struktur diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fondasi spun pile menggunakan perhitungan analitik dengan alat bantu program Ensoft. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan pengaruh tahanan friksi negatif dan lapisan yang berpotensi likuifaksi serta meninjau fixity point. Hasil analisis daya dukung berupa kapasitas aksial, kapasitas lateral, dan kapasitas momen yang akan dibandingkan dengan gaya yang diperoleh dari data pembebanan Jembatan Serangan diharapkan mendapatkan nilai kritis yang melebihi angka 1 sehingga diperoleh jumlah tiang yang optimum. Pada variasi tahanan friksi negatif dan lapisan yang berpotensi likuifaksi diperoleh nilai ratio perbandingan antara kapasitas dengan gaya yang bekerja sebesar 1,58 untuk aksial; 1,17 untuk lateral; 1,25 untuk momen; dengan jumlah tiang sebanyak 90 buah dipengaruhi kondisi layan dan gempa.Kata kunci: daya dukung, ensoft, likuifaksi, spun pile, tahanan friksi negatif ABSTRACTSpun pile foundation is a popular deep foundation type, mainly for the construction of bridge. For designing a pile foundation, it is important to analyze the bearing capacity to ensure that the foundation is able to restrain the structure load. The objective of this paper is to analyze spun pile foundation using analytical model in Ensoft software. The analysis was done by using the resistance of negative skin friction and the layer that has the potential for liquefaction with observing the fixity point. The results of the carrying capacity analysis in the form of axial capacity, lateral capacity, and moment capacity that will be compared to the force obtained from the attack bridge loading data are expected to get a critical value that exceeds the number 1 so that the optimum number of poles are obtained. In the variation of negative friction resistance and potentially liquefaction layers obtained a ratio of comparison between capacity with working force of 1.58 for axial, 1.17 for lateral, 1.25 for moment, with the number of poles as many as 90 pieces affected by service conditions and earthquakes.Keywords: bearing capacity, ensoft, liquefaction, spun pile, negative skin friction