cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Penentuan Modulus Resilien Berdasarkan Indirect Tensile Strength (ITS) pada Campuran AC-WC Menggunakan Aspal PG-76 dengan Gradasi KP 14 Tahun 2021 Widianto, Barkah Wahyu; Purwanti, Oka; Triana, Sofyan; Fauziah, Nurul
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.117

Abstract

ABSTRAKPenggunaan aspal PG-76 sengan gradasi KP 14 Tahun 2021 pada campuran AC-WC bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi dan retak. Pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dilakukan untuk menentukan modulus elastisitas campuran berdasarkan tegangan dan regangan. Metode melibatkan pembuatan benda uji Marshall, pengujian volumetrik, serta ITS pada dua kondisi: terkondisi dan tidak terkondisi. Kadar aspal optimum ditentukan sebesar 6%. Hasil menunjukkan nilai ITS pada benda uji terkondisi sebesar 935 kPa (0,94 MPa); sedangkan pada benda uji tidak terkondisi sebesar 1.119 kPa (1,12 MPa). Nilai Tensile Strength Ratio (TSR) mencapai 84%, memenuhi standar KP 14 Tahun 2021. Modulus resilien pada benda uji terkondisi sebesar 733 MPa dan 1.050 MPa pada benda uji tidak terkondisi. Hasil modulus resilien tersebut memiliki potensi penerapan yang baik dalam konstruksi lapisan permukaan fasilitas sisi udara bandara.Kata kunci: modulus resilien, aspal PG-76, kuat tarik tidak langsung, KP 14 Tahun 2021 ABSTRACTThe application of PG-76 asphalt with KP 14 Year 2021 gradation in AC-WC mixtures aims to enhance resistance against deformation and cracking. The Indirect Tensile Strength (ITS) test was conducted to determine the elastic modulus based on stress-strain response. The methodology included Marshall specimen preparation, volumetric testing, and ITS evaluation under conditioned and unconditioned states. The Optimum Asphalt Content (OAC) was determined as 6%. Results showed an ITS value of 935 kPa (0.94 MPa) for conditioned specimens and 1119 kPa (1.12 MPa) for unconditioned specimens. The calculated Tensile Strength Ratio (TSR) reached 84%, meeting KP 14 Year 2021 requirements. Resilient modulus values were found to be 733 MPa for conditioned specimens and 1050 MPa for unconditioned specimens. The result of resilience modulus exhibits strong potential for application in surface layer construction at airside airport facilities.Keywords: resilient modulus, PG-76 asphalt, indirect tensile strength, KP 14 Year 2021 
Analisis Pengaruh Reward Terhadap Produktivitas Pekerja Konstruksi (Studi Kasus: Pekerjaan Pier Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung) Meutia, Rizka Indri; Marenshaputri, Pureza
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.170

Abstract

ABSTRAKProduktivitas dalam pekerjaan konstruksi merupakan ukuran penting untuk menilai sejauh mana sumber daya antara lain pekerja, material, peralatan, dan manajemen dimanfaatkan secara optimal dalam proses pelaksanaan proyek. Selain dipengaruhi oleh aspek teknis, produktivitas juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan psikologis. Salah satu faktor yang ditinjau adalah pemberian reward atau penghargaan terhadap karyawan. Penelitian ini mengkaji pengaruh pemberian reward terhadap produktivitas tenaga kerja konstruksi, dengan mengambil studi kasus pada pekerjaan pembangunan pier di proyek Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung. Dalam upaya mempercepat durasi pekerjaan, pihak pelaksana menerapkan strategi pemberian reward sebagai bentuk motivasi kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa reward memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja. Dengan pemberian reward produktivitas tenaga kerja dalam pekerjaan pier meningkat dari 0,022 pier/hari menjadi 0,04 pier/hari. Selain itu, pemberian reward juga memunculkan pola kerja baru yang mengarah kepada usaha peningkatan produktivitas kerja seperti disiplin memulai kerja lebih pagi dan peningkatan semangat untuk bekerja lembur. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan manajerial yang tidak hanya fokus pada teknis pelaksanaan, tetapi juga memperhatikan aspek penghargaan terhadap tenaga kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja proyek secara keseluruhan.Kata kunci: produktivitas, reward ABSTRACTProductivity in construction work is a crucial measure to assess how effectively resources such as worker, materials, equipment, and management are utilized during project implementation. In addition to being influenced by technical aspects, productivity is also affected by social and psychological factors. One of the factors examined in this study is the provision of reward or incentives to workers. This research investigates the effect of reward systems on the productivity of construction worker, using a case study of pier construction in the Jakarta–Bandung High-Speed Railway project. In an effort to accelerate project duration, the contractor implemented a reward strategy as a motivational approach. The findings indicate that rewards had a positive impact on worker productivity, increasing the rate from 0.022 piers/day to 0.04 piers/day. Additionally, the reward system encouraged new working patterns aimed at improving productivity, such as increased discipline to start work earlier and greater enthusiasm for working overtime. This study highlights the importance of managerial approaches that go beyond technical execution by incorporating recognition and motivation strategies as integral components in enhancing overall project performance.Keywords: productivity, reward
Tinjauan Penjadwalan dan Pengendalian Proyek Melalui Time Schedule pada Proyek Pembangunan Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah Widodo, Eko
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.127

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik dan metode yang digunakan untuk menyusun time schedule yang efektif, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengendalian proyek pada proyek pembangunan Kantor Wilayah Perum BULOG Sulawesi Tengah. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dipilih untuk memberikan pemahaman mendalam tentang teknik penjadwalan dan pengendalian proyek. Fokus utama penelitian adalah analisis time schedule dan pengendalian proyek yang diterapkan. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan time schedule yang terstruktur membantu mengorganisir kegiatan proyek secara lebih efektif, memungkinkan tim untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi hambatan sebelum terjadi. Teknik pengendalian proyek yang baik ditemukan dapat meminimalisir risiko dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Time schedule membantu dalam memonitor progres proyek dan mengidentifikasi area yang memerlukan intervensi. Penerapan time schedule dalam proyek ini juga meningkatkan komunikasi dan kolaborasi tim, efisiensi dan produktivitas, serta kepuasan stakeholder. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi praktik manajemen proyek di masa mendatang.Kata kunci: tinjauan penjadwalan, pengendalian proyek, time schedule, proyek pembangunan ABSTRACTThis study aims to identify the techniques and methods used to compile an effective time schedule, as well as the factors that influence the success of project control in the construction project of the Central Sulawesi Perum BULOG Regional Office. A qualitative approach with a case study method was chosen to provide an in-depth understanding of project scheduling and control techniques. The main focus of the research is the analysis of time schedule and project control applied. Data analysis was conducted using thematic analysis method. The research results show that the use of a structured time schedule helps organize project activities more effectively, allowing teams to identify and address potential obstacles before they occur. Good project control techniques are found to minimize risks and ensure the project runs according to plan. Time schedule helps in monitoring the progress of the project and identifying areas that require intervention.  The implementation of time schedule in this project also improves team communication and collaboration, efficiency and productivity, and stakeholder satisfaction. This study provides valuable insights for future project management practices.Keywords: scheduling review, project control, time schedule, construction projects 
Studi Komparasi Analisis Dinamik Bangunan dengan Dinding Bata Merah dan Bata Ringan Laia, Viencent Cheristian; Pranata, Yosafat Aji
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.176

Abstract

ABSTRAKPenggunaan material untuk komponen bangunan sangat bervariasi, khususnya dinding. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi komparasi perilaku bangunan dengan dinding bata merah dan bata ringan akibat beban lateral (gempa). Ruang lingkup penelitian ini adalah perilaku bangunan akibat beban lateral menggunakan analisis respon spektrum, perilaku yang dipelajari adalah deformasi bangunan akibat beban gempa rencana, kondisi bangunan rumah subsidi yang tersebar di beberapa wilayah meliputi lima model rumah yang terletak di lokasi perumahan yang berbeda, denah kelima rumah diadaptasi dari pengamatan bangunan dan gambar kerja saat proses MBKM magang di Ditjen Perumahan yang berkolaborasi pada pengembang kelima rumah. Pembebanan gempa dengan respons spektrum menjadi komponen utama dalam melakukan analisa kemampuan bangunan yang berdeformasi dan pengaruhnya terhadap kekuatan kapasitas struktur. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis pada kelima denah rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda material bata ringan terlihat memiliki pengaruh terhadap perpindahan dan juga deformasi yang lebih besar daripada bata merah. namun berdasarkan analisis izin perpindahan, kapasitas gaya dalam dan juga izin deformasi masih memenuhi untuk keamanannya bagi rumah sederhana.Kata kunci: bata merah, bata ringan, dinding, deformasi, gaya dalam ABSTRACTThe use of materials for building components varies greatly, especially walls. The purpose of this study is to conduct a comparative study of the behavior of buildings with red brick walls and lightweight bricks due to lateral loads (earthquakes). The scope of this study is the behavior of buildings due to lateral loads using spectrum response analysis. The behavior studied is building deformation due to the planned earthquake load, the condition of subsidized housing buildings spread across several regions, including five house models located in different housing locations. The plans for the five houses were adapted from building observations and working drawings during the MBKM internship process at the Directorate General of Housing which collaborated with the developers of the five houses. Earthquake loading with spectrum response is the main component in analyzing the ability of buildings to deform and its effect on the strength of the structural capacity. The conclusion that can be obtained from the results of the analysis of the five different house plans and also different locations, that lightweight brick material appears to have a greater effect on displacement and deformation than red brick. However, based on the analysis of displacement permits, internal force capacity and deformation permits, they still meet the safety requirements for simple houses.Keywords: brick, aerated lightweight brick, walls, displacement, internal force 
Pengaruh Beban Terpusat di Perkerasan Lentur pada Tanah Lempung Lunak dengan Perkuatan Stone Column Wijaya Panjaitan, Pita Uli Artha; Syahril, Syahril; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.134

Abstract

ABSTRAKDaya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi pada tanah lempung lunak beresiko mengalami penurunan yang mengakibatkan rusaknya struktur perkerasan lentur. Metode perbaikan tanah stone column efektif meningkatkan daya dukung, mengurangi penurunan dan mendistribusikan beban secara lebih merata. Meskipun aplikasi stone column telah banyak diteliti, tetapi penelitian mengenai pengaruhnya terhadap perkerasan lentur di bawah beban terpusat masih terbatas. Metode penelitian meliputi mendesain tebal perkerasan lentur dengan metode Manual Desain Perkerasan 2024 dan analisis numerik dengan software PLAXIS 3D. Stone column diameter 0,8 m dan jarak 2,2 m meningkatkan safety factor sebesar 142,67% dan daya dukung sebesar 70,19%, serta mereduksi displacement sebesar 74,67%. Temuan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam merancang perkerasan lentur yang efisien dan berkelanjutan, serta mendukung program strategis pemerintah yang disebabkan oleh meningkatnya pembangunan infrastruktur.Kata kunci: perkerasan lentur, tanah lempung lunak, safety factor, displacement, daya dukung ABSTRACTSoft clay soils' low bearing capacity and high compressibility are at risk of settlement, damaging the flexible pavement structure. The stone column soil improvement method effectively increases bearing capacity, reduces settlement and distributes loads more evenly. Although the application of stone columns has been widely researched, research on their effect on the flexible pavement under centred load is limited. The research method includes designing the thickness of flexible pavement using the Pavement Design Manual 2024 method and numerical analysis with PLAXIS 3D software. Stone columns of 0.8 m diameter and 2.2 m spacing increased the safety factor by 142.67%, bearing capacity by 70.19%, and reduced displacement by 74.67%. The findings of this research can contribute to designing efficient and sustainable flexible pavements and supporting the government's strategic programs caused by increased infrastructure development.Keywords: flexible pavement, soft clay soil, safety factor, displacement, bearing capacity 
Kajian TMB (Trans Metro Bandung) sebagai BRT (Bus Rapid Transit) dalam Tujuan Transportasi Berkelanjutan di Indonesia Daulay, Rasoki Mintana Debara; Herman, Herman
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.188

Abstract

ABSTRAKTransportasi berkelanjutan di Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017, mencerminkan komitmen negara terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Trans Metro Bandung (TMB) sebagai Bus Rapid Transit (BRT) adalah strategi utama untuk mengatasi tantangan mobilitas perkotaan di Kawasan Cekungan Bandung, seperti kemacetan dan polusi udara. Studi ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) untuk mengevaluasi penerimaan dan tantangan sistem TMB, dengan menekankan pentingnya kemitraan yang efektif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan positif terhadap kenyamanan dan keandalan TMB, meskipun masih terdapat permasalahan seperti keterlambatan dan efisiensi sistem pembayaran. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh pemangku kebijakan dalam meningkatkan fasilitas dan layanan TMB serta mendorong transportasi berkelanjutan di Indonesia.Kata kunci: transportasi berkelanjutan, bus rapid transit (BRT), kemitraan untuk SDGs ABSTRACTSustainable transportation in Indonesia, as mandated in Presidential Regulation Number 59 of 2017, reflects the country's commitment to the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 17 on partnerships for sustainable development. Trans Metro Bandung (TMB) as a Bus Rapid Transit (BRT) is the main strategy to overcome urban mobility challenges in the Bandung Basin Area, such as congestion and air pollution. The study uses a mixed-methods approach to evaluate the acceptability and challenges of the TMB system, emphasizing the importance of effective partnerships between government, the private sector, and society. The results of the study show positive acceptance of the convenience and reliability of TMB, although there are still problems such as delays and payment system efficiency. The resulting recommendations are expected to be used by policymakers in improving TMB's facilities and services and encouraging sustainable transportation in Indonesia.Keywords: sustainable transportation, bus rapid transit (BRT), partnerships for SDGs
Hierarchical Risk Assessment on the Construction Project of Base Transceiver Station Nugroho, Widyo; Astarini, Sulfiah Dwi; Prihartanto, Eko
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.145

Abstract

ABSTRAKKonstruksi stasiun pancarima basis menawarkan manfaat substansial, yang meliputi konektivitas ekonomi, perluasan inklusi digital, dan penguatan keberlanjutan bisnis. Namun demikian, hal itu juga menimbulkan spektrum risiko, khususnya di seluruh fase konstruksi. Fase-fase ini terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait yang menghadirkan risiko berbeda yang dapat memengaruhi tujuan proyek. Kegagalan dalam menerapkan kontrol risiko yang memadai dapat mengakibatkan keterlambatan, pembengkakan biaya, ketidakpatuhan terhadap peraturan, kerusakan reputasi, atau bahkan kegagalan proyek secara total. Oleh karena itu, penilaian risiko yang ketat dan terstruktur sangat diperlukan untuk memandu pengambilan keputusan yang tepat dan memastikan keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi stasiun pancarima basis di seluruh siklus hidup proyek. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menggunakan proses hierarki analitik sebagai kerangka kerja pengambilan keputusan untuk mengklasifikasikan dan memprioritaskan risiko proyek secara hierarkis. Analisis tersebut mengungkap bahwa risiko fisik memiliki bobot keseluruhan tertinggi, yang menggarisbawahi kerentanan operasional yang dihadapi selama fase konstruksi.Kata kunci: penilaian risiko, stasiun pancarima basis, proses hierarki analitik ABSTRACTThe construction of base transceiver stations offers substantial benefits, including the promotion of economic connectivity, the expansion of digital inclusion, and the reinforcement of business continuity. Nevertheless, it also introduces a spectrum of risks, particularly throughout the construction phases. These phases comprise multiple interrelated stages, each of which presents distinct risks that can affect project goals. Failure to implement adequate risk controls may result in delays, cost overruns, regulatory non-compliance, reputational damage, or even complete project failure. Therefore, a rigorous and structured risk assessment is indispensable for guiding informed decision-making and ensuring the successful execution of base transceiver stations development project across the entire project lifecycle. To address this challenge, the study employed the analytical hierarchy process as a decision-making framework for classifying and prioritizing project risks in a hierarchical manner. The analysis reveals that physical risks hold the highest overall weight, underscoring the operational vulnerabilities faced during the construction phase.Keywords: risk assessment, base transceiver stations, analytical hierarchy process 
Integrasi Green Marketing dalam Strategi Bisnis Pengembang Rumah Tapak: Identifikasi Parameter Penilaian dan Dampaknya Sugijono, Edwin Jordan Wijanto; Wimala, Mia
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.197

Abstract

ABSTRAKIndustri konstruksi sebagai kontributor utama emisi gas rumah kaca maka pengembang perumahan bertanggung jawab mendukung program pemerintah net zero emission (NZE) pada tahun 2060. Pengembang berperan penting untuk menghasilkan dan memasarkan hunian yang ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Selain berkontribusi terhadap program NZE, konsep green marketing yang muncul beberapa tahun belakangan ini juga bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hunian ramah lingkungan. Namun sampai saat ini, belum ada instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pengembang dalam menerapkan konsep green marketing tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter penilaian green marketing khususnya bagi pengembang hunian rumah tapak karena pengembang yang ramah lingkungan akan menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Kajian literatur, observasi, dan wawancara semi-terstruktur dengan 15 pengembang kecil dan besar di Kota Bandung dan DKI Jakarta dilakukan untuk mendapatkan parameter penilaian green marketing. Empat aspek green P yakni green product, green price, green place, green promotion, bersamaan dengan 15 parameter penelitian di dalamnya berhasil diidentifikasi sebagai hasil peneliitian ini.Kata kunci: parameter, green marketing, pengembang, rumah tapak ABSTRACTThe construction industry, a significant source of greenhouse gas emissions, necessitates that housing developers support the government's net zero emission (NZE) initiative by 2060. Developers are essential in the creation and promotion of sustainable housing for the Indonesian populace. Alongside its contribution to the NZE program, the emerging idea of green marketing seeks to promote and enhance public understanding of the significance of ecologically sustainable housing. Until recently, no instrument has existed to evaluate developers' performance in executing the green marketing concept. This study seeks to delineate the evaluation criteria of green marketing specifically for residential property developers, as eco-conscious developers are likely to offer sustainable products. A literature research, observations, and semi-structured interviews with 15 small and large developers in Bandung and DKI Jakarta were performed to gather parameters for evaluating green marketing. This study effectively identified four components of the green P: green product, green pricing, green place, and green promotion, along with 15 associated research criteria.Keywords: parameter, green marketing, developer, landed housing 
Kajian Eksperimental Sambungan Geser Tunggal Kayu Sengon Terhadap Variasi Pengencang Nurrensyah, Delinaismie; Diredja, Nessa Valiantine; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.108

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan sambungan geser tunggal pada kayu sengon (Paraserianthes falcataria) menggunakan tiga jenis pengencang berbeda, yaitu baut, paku, dan sekrup. Kayu sengon dipilih karena merupakan jenis kayu ringan yang banyak digunakan dalam konstruksi ringan serta memiliki harga yang terjangkau. Dimensi elemen kayu yang digunakan adalah 15 mm (tebal), 10 mm (lebar), dan 50 mm (panjang), dengan diameter pengencang masing-masing Dbaut = 3 mm; Dsekrup = 2,7 mm; dan Dpaku = 2 mm. Pengujian dilakukan berdasarkan acuan SNI 7973:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio antara kapasitas eksperimental dan empiris adalah 1,265 untuk sambungan dengan baut; 1,664 untuk paku; dan 1,24 untuk sekrup. Temuan ini mengindikasikan bahwa sambungan kayu dengan pengencang yang diuji memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan perhitungan empiris, sehingga menegaskan pentingnya pengujian eksperimental dalam validasi desain sambungan kayu.Kata kunci: sambungan geser tunggal, kayu sengon, variasi pengencang, eksperimentalABSTRACTThis study aims to evaluate the strength of single shear connection in sengon wood (Paraserianthes falcataria) using three different types of fasteners: bolts, nails, and screws. Sengon wood was selected due to its lightweight characteristics and widespread use in light construction, as well as its affordability. The wood specimens had dimensions of 15 mm (thickness), 10 mm (width), and 50 mm (length), with fastener diameters of 3 mm for bolts, 2.7 mm for screws, and 2 mm for nails. The experimental tests were conducted in accordance with SNI 7973:2013. The results showed that the ratio between experimental and empirical capacities was 1.265 for bolts, 1.664 for nails, and 1.24 for screws. These findings indicate that wood joints with the tested fasteners exhibit higher strength than predicted empirically, highlighting the importance of experimental testing in validating wood connection designs.Keywords: single shear connection, sengon wood, fastener variation, experimental  
Integrasi Building Information Modelling (BIM) dan Internet of Things (IoT) dalam Analisis dan Pengendalian Risiko Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada Proyek Gedung Bertingkat Tinggi Putra, Wudi Darul; Junaid, Annisa
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.271

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan konstruksi pada proyek gedung bertingkat tinggi serta mengembangkan strategi pengendalian risiko melalui integrasi Building Information Modelling (BIM) dan Internet of Things (IoT) dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Metode penelitian mencakup studi literatur, survei kuesioner, dan analisis deskriptif untuk menentukan tingkat risiko. Data diperoleh dari RQ1 dan RQ2 hasil penelitian sebelumnya, yang menemukan 73 variabel risiko pada tahap pelaksanaan proyek, terdiri dari 31 risiko kecil, 40 risiko sedang, dan 2 risiko besar. BIM digunakan untuk memodelkan risiko secara visual dalam lingkungan 3D, sementara IoT memungkinkan monitoring kondisi lapangan secara real-time. Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas SMKK, meminimalkan kecelakaan kerja, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Data risiko diolah menggunakan analisis deskriptif dan dipetakan ke dalam BIM, sedangkan sensor IoT digunakan untuk pemantauan real-time terhadap variabel keselamatan seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kondisi peralatan, dan aktivitas pekerja.Kata kunci: BIM, IoT, SMKK, Manajemen Risiko, Gedung Bertingkat Tinggi ABSTRACTThe research aims to identify and analyze construction accident risks in high-rise building projects and to develop risk control strategies through the integration of Building Information Modelling (BIM) and the Internet of Things (IoT) in the implementation of Construction Safety Management Systems (CSMS). The research methods include literature review, questionnaire surveys, and descriptive analysis to determine the risk levels. Data is obtained from RQ1 and RQ2 of previous studies, which identified 73 risk variables in the project execution phase, consisting of 31 minor risks, 40 moderate risks, and 2 major risks. BIM is used to visually model risks in a 3D environment, while IoT enables real-time monitoring of field conditions. The integration of these technologies is expected to enhance the effectiveness of CSMS, minimize work accidents, and support data-driven decision-making. Risk data is processed using descriptive analysis and mapped into BIM, whereas IoT sensors are used for real-time monitoring of safety variables such as the use of Personal Protective Equipment (PPE), equipment conditions, and worker activities.Keywords: BIM, IoT, CSMS, Risk Management, High-Rise Building