cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 268 Documents
Penerapan Edukasi Kesehatan Digital Melalui Media Whatsapp Pada Orangtua Anak Dengan Gastroenteritis Akut (GEA) Di Ruangan E Bawah RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado Norman Alfiat Talibo; Venesa Abigael Lewier
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f6kfg341

Abstract

  Gastroenteritis Akut (GEA) pada anak dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berisiko menimbulkan dehidrasi serta memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi. Selain kondisi fisiologis anak, pengetahuan orang tua mengenai perawatan GEA juga berperan penting dalam mencegah perburukan kondisi. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menerapkan edukasi kesehatan digital melalui media WhatsApp dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai perawatan anak dengan GEA. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu anak dengan GEA yang dirawat di Ruangan E Bawah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Edukasi kesehatan diberikan kepada orang tua selama tiga hari, yaitu 13–15 Agustus 2026, melalui WhatsApp dengan materi mengenai GEA, tanda dehidrasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi, pemberian cairan rehidrasi oral, perilaku hidup bersih dan sehat, serta tanda bahaya. Evaluasi dilakukan dengan menilai kemampuan orang tua memahami dan menjelaskan kembali materi yang diberikan. Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua, terutama dalam mengenali tanda dehidrasi dan tanda bahaya, memahami pemenuhan cairan dan nutrisi, serta mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika kondisi anak memburuk. Penerapan edukasi kesehatan digital melalui WhatsApp dapat menjadi salah satu alternatif intervensi keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawatan anak dengan GEA, meskipun penerapannya terbatas pada satu kasus dan durasi edukasi yang relatif singkat sehingga hasil belum dapat digeneralisasikan.  
Antibacterial Activity Test of Sunkist Orange (Citrus sinensis) Peel Ethanol Extract against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Pseudomonas aeruginosa Using the Disc Diffusion Method Karini Fau; Fhanny Azzahra Sc Darnil Putri; Gisela Dea Calista; Fakhira Radhwa Putri Tarigan; Edlin Edlin
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4dphvt17

Abstract

Infections caused by Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Pseudomonas aeruginosa remain a major public health burden, and the growing prevalence of antibiotic resistance has driven the search for natural antibacterial alternatives. Sunkist orange (Citrus sinensis) peel, an abundant agro-industrial waste, contains bioactive compounds such as flavonoids, limonene, tannins, and essential oils with reported antibacterial potential. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract of Sunkist orange peel against the three bacteria using the disc diffusion method. A true experimental laboratory design with a completely randomized post-test only control group design was applied. The extract was obtained through maceration with 96% ethanol and tested at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, with Ciprofloxacin as positive control and distilled water as negative control, each in triplicate. Inhibition zone diameters were analyzed descriptively and inferentially using Shapiro-Wilk, Levene's Test, Kruskal-Wallis, and Mann-Whitney U post hoc tests. Results showed that the extract produced inhibition zones at all concentrations, increasing in a dose-dependent manner. The highest mean inhibition was observed against E. coli (17.28 mm at 100%), followed by P. aeruginosa (10.73 mm) and S. aureus (9.92 mm). Kruskal-Wallis tests revealed significant differences among concentration groups for all three bacteria (p < 0.05), confirming a genuine concentration-dependent effect, although all extract concentrations remained significantly weaker than the positive control. These findings support the potential of Sunkist orange peel as a natural antibacterial agent, though further purification and phytochemical quantification are recommended.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Kadar Gula Darah, Berat Badan dan Kadar Leptin Tikus Model Diabetes Melitus Clarissa Clarissa; Ade Indra Mukti; Tommy Rizky Hutagalung; Putri Handayani; Gusbakti Rusip
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8gj2xw63

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia, sering disertai gangguan regulasi berat badan dan kadar leptin. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan bioaktif antioksidan dan antidiabetes, namun pengaruhnya secara bersamaan terhadap gula darah, berat badan, dan leptin dalam satu model diabetes belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak daun kelor terhadap kadar gula darah puasa, berat badan, dan kadar leptin serum tikus model diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian eksperimental murni dengan rancangan post test only control group design ini menggunakan 20 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi aloksan monohidrat 120 mg/kgBB intraperitoneal, lalu dibagi menjadi empat kelompok (n=5): kontrol (0 mg/kgBB) dan dosis ekstrak 200, 400, serta 600 mg/kgBB peroral. Gula darah diukur hari ke-21, berat badan hari ke-14, dan leptin (ELISA) hari ke-21. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Gula darah menurun bertingkat dan konsisten pada seluruh dosis (F(3,16)=1.409,639; p<0,001; η²=0,996), dengan seluruh pasangan kelompok berbeda bermakna. Kadar leptin menurun bermakna hanya mulai dosis 400 mg/kgBB dibanding kontrol (p=0,029; p=0,010), sedangkan berat badan pada dosis 400 dan 600 mg/kgBB bermakna lebih tinggi dibanding kontrol (p=0,001; p=0,007), mencerminkan tertahannya penurunan berat badan akibat diabetes, bukan penambahan berat badan. Ekstrak daun kelor, khususnya dosis 400 mg/kgBB, menunjukkan efek antidiabetes dan perlindungan metabolik yang bermakna pada model praklinis ini.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI PASEMAT (PAKET EDUKASI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN UNTUK MASYARAKAT) DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Sentot Imam Suprapto; Trio Erdiyanto
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/t6gdb855

Abstract

Keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam mutu pelayanan kesehatan, sementara pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keselamatan pasien masih belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan edukasi yang partisipatif dan mudah diakses untuk meningkatkan literasi kesehatan serta keterlibatan pasien dan keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat mengenai budaya keselamatan pasien, keterampilan komunikasi, perilaku keselamatan sederhana, serta partisipasi aktif selama menggunakan pelayanan kesehatan melalui PASEMAT (Paket Edukasi Budaya Keselamatan Pasien untuk Masyarakat). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di RS Metro Cikupa pada 22 Juli 2026 dengan pendekatan edukatif, partisipatif, pelatihan, simulasi, dan pendampingan. Kegiatan diikuti 88 peserta dalam dua gelombang dan menggunakan modul, buku saku, leaflet, poster, video edukasi, QR Learning, diskusi, simulasi, serta praktik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, respons peserta, serta dokumentasi secara deskriptif. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai budaya keselamatan pasien, identifikasi pasien, komunikasi efektif, penggunaan obat yang aman, pencegahan infeksi dan risiko jatuh, serta peran pasien dan keluarga. Peserta juga menunjukkan peningkatan keberanian bertanya, mengklarifikasi informasi, mengonfirmasi identitas, dan mempraktikkan perilaku keselamatan sederhana. PASEMAT berpotensi menjadi pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat literasi kesehatan, patient engagement, dan budaya keselamatan pasien.
INOVASI MOM CARE: SOLUSI DIGITAL MENURUNKAN RESIKO BABY BLUES PADA IBU NIFAS Meiyana Sinaga; Namiroh Falah Hasibuan; Rostina Afrida Pohan; Sarinah Silalahi
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nbnx1j95

Abstract

Baby blues merupakan gangguan emosional yang sering dialami ibu nifas dan berpotensi berkembang menjadi depresi postpartum apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini. Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan mental pascapersalinan dan keterbatasan akses edukasi menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya baby blues. Pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi kesehatan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan, kesiapan mental, dan deteksi dini gangguan psikologis pada ibu nifas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi Mom Care sebagai solusi digital dalam menurunkan risiko baby blues pada ibu nifas di Puskesmas Gunung Meriah Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Intervensi diberikan melalui aplikasi Mom Care yang memuat edukasi psikologis, skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), monitoring emosi harian, strategi coping, manajemen stres, dan dukungan keluarga. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Penggunaan aplikasi Mom Care meningkatkan pengetahuan ibu nifas dari rata-rata 7,25 menjadi 10,70 (p=0,001) dan meningkatkan kesiapan mental dari 26,35 menjadi 31,40 (p=0,001). Selain itu, terjadi penurunan skor EPDS dari 14,18 menjadi 7,55 (p=0,001). Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan mental yang lebih tinggi serta penurunan skor EPDS yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Aplikasi Mom Care efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mental ibu nifas serta menurunkan risiko baby blues. Inovasi ini berpotensi menjadi media edukasi dan skrining kesehatan mental berbasis digital yang mendukung upaya promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan ibu nifas.    
Efektivitas Repellent Alami dari Ekstrak Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) terhadap Daya Hinggap Nyamuk Aedes aegypti Auni Raisyah Azriel; Erni Yohani Mahtuti; Faisal Faisal
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9x6jzs98

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan repellent sintetik dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai repellent. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas repellent ekstrak lidah mertua terhadap daya hinggap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menggunakan metode eksperimen nyata dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan kontrol positif dengan 9 kali pengulangan, sehingga dilakukan total 27 kali pengujian menggunakan 270 ekor nyamuk. Pengujian meliputi daya lekat, daya sebar, dan efektivitas daya hinggap. Hasil menunjukkan daya lekat sebesar 16,3–25,6 detik dan daya sebar sebesar 5,1–7,1 cm, yang memenuhi acuan daya lekat lebih dari 4 detik dan daya sebar sekitar 5–7 cm. Daya hinggap sebesar 3,5% pada konsentrasi 25%, 2,3% pada 50%, dan 0,5% pada 75%, sedangkan kontrol positif sebesar 0,2%. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antarkelompok (p=0,000). Uji Tukey HSD menunjukkan konsentrasi 75% tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p=0,659). Secara statistik, konsentrasi 75% memberikan daya tolak tertinggi sebesar 99,5% dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif sebesar 99,8%. Peningkatan konsentrasi ekstrak berkaitan dengan penurunan daya hinggap nyamuk, sehingga konsentrasi 75% menunjukkan efektivitas yang mendekati kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak lidah mertua berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif repellent alami untuk pencegahan demam berdarah.
THE EFFECTIVENESS OF DISASTER EMERGENCY RESPONSE TRAINING ON FAMILY FIRST AID SKILLS IN EMERGENCY SITUATIONS IN AN EARTHQUAKE-PRONE COMMUNITY Atika Zahara; Mahruri Saputra; Intan Kemala Sari
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/p6f3cz74

Abstract

Earthquakes can create emergency situations requiring rapid and accurate first aid. Families act as initial responders before healthcare professionals arrive; therefore, first aid skills need to be strengthened through structured training. This study aimed to analyze the effectiveness of disaster emergency response training on the first aid skills of families in the earthquake-prone area of ​​Mesjid Raya District. A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed. Thirty-five respondents from Perumnas Neuheun, Ujung Batee Village, were selected using consecutive sampling. The intervention comprised education, demonstrations, and emergency response simulations. Data were collected using a first aid skills questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test. Prior to the intervention, 37.1% of respondents possessed moderate-level skills, while 62.9% possessed good-level skills. Following the intervention, all respondents (100%) achieved the "good" category. The mean skill score increased from 26.80 to 29.71. The Wilcoxon test results indicated a significant improvement (Z = -4.253; p < 0.001). Disaster emergency response training is effective in enhancing family first aid skills. Training programs incorporating education, demonstrations, and simulations can be implemented to strengthen family preparedness in earthquake-prone regions.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN HIV/AIDS PADA MAHASISWA KEBIDANAN UNIVERSITAS BINA BANGSA GETSEMPENA Nurhasri; Gadis Halizasia; Ully Muzakir
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e5vf1382

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Mahasiswa sebagai kelompok remaja dan dewasa muda memiliki risiko terhadap paparan informasi maupun perilaku yang berkaitan dengan penularan HIV/AIDS sehingga membutuhkan pemahaman yang baik mengenai penyakit tersebut. Media sosial menjadi salah satu sumber informasi kesehatan yang banyak digunakan, namun kualitas informasi yang tersedia belum selalu terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman HIV/AIDS pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Bina Bangsa Getsempena. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 23–27 Juni 2026 dengan populasi 171 mahasiswa dan sampel 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan tingkat pemahaman HIV/AIDS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media sosial kategori tinggi sebesar 56,7%, sedangkan tingkat pemahaman HIV/AIDS terbanyak berada pada kategori cukup sebesar 40,0%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan media sosial terhadap pemahaman HIV/AIDS. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan apabila didukung informasi yang akurat dan kredibel.