cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 268 Documents
Comparison Of The 2D:4D Ratio Between Male And Female Students At Methodist Antiochia Pancurbatu Junior High School Angel Grace Kesya br Sinaga; Tri Lidya Anggraini; Yohani Theresia
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9kqsdn56

Abstract

The 2D:4D ratio (index to ring finger length) is a non-invasive biomarker of prenatal sex hormone exposure, consistently reported to be lower in males than in females. However, data on this ratio among Indonesian adolescents remain limited. This study analyzed the correlation between the 2D:4D ratio and sex among junior high school students at SMP Methodist Antiokhia Pancurbatu. An observational analytic cross-sectional study used total sampling of 394 respondents (198 males, 196 females). Finger lengths were measured with a millimeter ruler, and the ratio was calculated by dividing 2D length by 4D length. Data were tested for normality with the Kolmogorov-Smirnov test and compared between sexes using the Mann-Whitney U test. Mean index and ring finger lengths were 6.56 ± 0.55 cm and 6.46 ± 0.63 cm, with an overall mean 2D:4D ratio of 1.02 ± 0.10. Absolute finger lengths differed significantly between sexes for both the index finger (U = 12539.00; Z = −6.119; p < 0.001) and ring finger (U = 12978.00; Z = −5.714; p < 0.001), with males having longer fingers. However, the 2D:4D ratio did not differ significantly between males (1.018 ± 0.096) and females (1.025 ± 0.099) (U = 18560.00; Z = −0.749; p = 0.454). These findings suggest that absolute finger dimensions reflect clear postnatal sexual dimorphism, whereas the 2D:4D ratio shows only a very small, statistically undetectable difference in this population, likely influenced by measurement precision and sample characteristics.
CORRELATION BETWEEN THE 2D:4D RATIO AND HEIGHT AMONG STUDENTS AT METHODIST ANTIOKHIA PANCURBATU JUNIOR HIGH SCHOOL Gievani Orpha Ladisia Br. Tarigan; Tri Lidya Anggraini; Yohani Theresia
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3jqp4n30

Abstract

Background: An anthropometric measure linked to prenatal sex hormone exposure, the 2D:4D ratio is thought to be related to features of body development. Nevertheless, research on the connection between teenage height and the 2D:4D ratio is still conflicting. Goal: To ascertain the correlation between students' height and the second-to-fourth-digit (2D:4D) ratio at Methodist Antioch Junior High School in Pancurbatu. Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional design involving 394 students selected via total sampling. Measurements were taken of index finger length, ring finger length, and height; the relationship between the second digit to the fourth digit (2D:4D) ratio and height was then analyzed using the Spearman correlation test. Results: The mean second digit to the fourth digit (2D:4D) ratio was 1.02 ± 0.10, and the mean height was 150.05 ± 9.14 cm. No significant relationship was found between the second digit to the fourth digit (2D:4D) ratio and height (ρ = 0.014; p = 0.776). Conversely, the lengths of the index finger (ρ = 0.303; p < 0.001) and ring finger (ρ = 0.217; p < 0.001) reflected a positive relationship with height. Conclusion: There is no significant relationship between the 2D:4D ratio and height among students at Methodist Antiokhia Junior High School, Pancurbatu, although individual finger lengths are positively correlated with height.
Analisis Proses Pengadaan Obat melalui E-Catalogue terhadap Ketersediaan Obat di Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto Tahun 2025 Suci Arianti; Andi Nurzakiah Amin
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vyz7st13

Abstract

Ketersediaan obat yang memadai merupakan penentu utama mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, sedangkan proses pengadaan yang tidak optimal berpotensi menimbulkan kekosongan stok. Kebijakan pengadaan obat melalui katalog elektronik (e-catalogue) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 Tahun 2019 dirancang untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, termasuk di UPT Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto yang pada tahun 2025 mengalami keterlambatan pengadaan hingga menimbulkan kekosongan beberapa jenis obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengadaan obat melalui e-catalogue terhadap ketersediaan obat di Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan sembilan informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas satu informan kunci, dua informan utama, dan enam informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan proses pengadaan diawali penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO), dilanjutkan pemesanan melalui aplikasi Inaproc Versi 6, negosiasi harga dengan penyedia, penerimaan, hingga pencatatan obat. Lead time pengadaan berkisar dua hingga tiga bulan dan pada tahun 2025 mengalami keterlambatan hingga Juni akibat lamanya penyusunan RKO, pergantian akun PPK/KPA di awal tahun, keterbatasan stok sistem, produk turun tayang, serta gangguan server Inaproc. Kondisi ini menyebabkan kekosongan sejumlah obat esensial sehingga sebagian pasien membeli obat di luar Puskesmas atau menerima terapi alternatif. Dapat disimpulkan bahwa proses pengadaan obat melalui e-catalogue memiliki keterkaitan erat dengan ketersediaan obat, sehingga diperlukan perbaikan pada aspek perencanaan, koordinasi administratif, dan keandalan sistem elektronik.
Analisis Implementasi Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) di Puskesmas Purwodiningratan Surakarta Aulia Siti Nur Rahmah; Frieda Ani Noor; Oliva Virvizat Prasastin; Nella Tri Surya; Anggi Putri Aria Gita
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5ytq2z85

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat primer menggunakan sistem informasi untuk mendukung pencatatan, pelaporan, pemantauan, dan pengambilan keputusan. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) digunakan dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan skrining penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ASIK di Puskesmas Purwodiningratan Surakarta berdasarkan Teori HOT-Fit (Human, Organization, dan Technology Fit). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pengamatan terhadap enam informan yang terlibat dalam penggunaan ASIK, dengan triangulasi sumber. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa aspek manusia telah mendukung implementasi karena petugas memiliki pengetahuan yang cukup, menerima penggunaan ASIK, dan merasakan manfaatnya bagi pencatatan serta pelaporan. Aspek organisasi didukung arahan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, evaluasi capaian secara berkala, serta koordinasi yang berjalan baik. Aspek teknologi dinilai mudah digunakan, informasinya relatif lengkap, relevan, tepat waktu, dan memiliki pengamanan melalui akun pengguna. Meskipun implementasi ASIK memberikan efisiensi pencatatan, keberlanjutannya membutuhkan penguatan regulasi internal puskesmas, peningkatan stabilitas jaringan, serta pelatihan berjenjang secara terstruktur.
Pengabdian Masyarakat Melalui Kuliah kerja Nyata Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Sampali Menuju Desa Sehat dan Ramah Anak Melalui Program Kebersihan, Literasi, dan Keagamaan Hadijah Nst; Adek Sundari; Fadiyah Gita Puspita; Zaira Nur Ayu; Rafqie Adelani Situmeang; Latifah Annisa
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/16j9ks36

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberdayaan masyarakat Desa Sampali melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PAB menuju terwujudnya Desa Sehat dan Ramah Anak. Permasalahan utama di wilayah penyangga perkotaan ini meliputi pengelolaan sampah yang buruk, penurunan capaian literasi dasar anak, minimnya aktivitas fisik warga, serta potensi perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis partisipatif (participatory approach) yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, guru, orang tua, dan anak-anak. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelaksanaan lima program unggulan. Maghrib Mengaji, Bimbingan Belajar Gratis, Senam Pagi Bersama, Pengadaan Tempat Sampah Pilah, dan Sosialisasi Anti-Bullying memberikan dampak positif yang signifikan. Program Maghrib Mengaji berhasil meningkatkan kedisiplinan ibadah dan karakter religius anak; Bimbingan Belajar Gratis menguatkan literasi dasar (calistung) dan motivasi belajar; Senam Pagi Bersama meningkatkan kebugaran jasmani serta kohesi sosial; Pengadaan Tempat Sampah Pilah mendorong kesadaran ekologis dan mereduksi pembakaran sampah; serta Sosialisasi Anti-Bullying menciptakan iklim sekolah yang aman dan inklusif. Keterpaduan intervensi ekologis, kognitif, dan psikososial ini terbukti efektif menuju Desa Sampali yang sehat, sejahtera, dan ramah anak. 
Pengaruh Edukasi Pencegahan dan Penanganan Diabetes Gestasional Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pante Raya Bener Meriah Tahun 2026 Widya Apriani; Sri Wahyuni.MS
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/k1zczt71

Abstract

Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a glucose intolerance disorder first detected during pregnancy and may lead to various complications for both the mother and the fetus. The low level of knowledge among pregnant women regarding risk factors, prevention, and management of GDM can increase the risk of pregnancy complications. Health education is one of the important strategies to improve pregnant women’s understanding of GDM. This study aimed to analyze the effect of educational interventions on the prevention and management of gestational diabetes on the knowledge level of pregnant women in the working area of Puskesmas Pante Raya in 2026. This study used a quantitative method with a pre-experimental one group pre-test and post-test design. The research sample consisted of 60 pregnant women selected using a purposive sampling technique. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before receiving education, most respondents had moderate and low levels of knowledge. After the educational intervention, there was a significant improvement in the knowledge level of pregnant women. The average knowledge score increased from 62.5 in the pre-test to 85.3 in the post-test, with an increase of 22.8 points. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of educational interventions on the prevention and management of gestational diabetes on the knowledge improvement of pregnant women. The study proved that educational interventions are effective in increasing pregnant women’s knowledge regarding the prevention and management of gestational diabetes, and therefore can be used as a promotive and preventive strategy in antenatal care services at public health centers.
Asuhan Keperawatan pada Ny. Z. A.  G2P2 dengan Pemberian Terapi  Finger Hold Relaxation untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Indikasi Gawat Janin di Ruangan di Bawah RSUP. Prof Dr. R. D Kandou Manado Nurdayanti Safi; Silvia Dewi Maya Sari Riu
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3jgbs257

Abstract

Nyeri akut merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien setelah tindakan sectio caesarea akibat trauma jaringan pada area pembedahan. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menghambat mobilisasi, mengganggu istirahat, dan menurunkan kenyamanan pasien. Penerapan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik finger hold relaxation dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea atas indikasi gawat janin. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Evidence-Based Nursing melalui tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam penerapan ini adalah satu pasien post sectio caesarea di Ruang Rawat Inap Irina D Bawah RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Teknik finger hold relaxation diberikan selama 2 hari dengan frekuensi 2 kali sehari selama 15–20 menit setiap sesi, disertai manajemen nyeri sesuai program terapi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa sebelum intervensi pasien mengalami nyeri dengan skala 6, disertai ekspresi meringis dan sikap protektif. Setelah penerapan selama 2 hari, intensitas nyeri menurun menjadi skala 3. Pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, sikap protektif menurun, dan kemampuan mobilisasi meningkat. Penerapan teknik finger hold relaxation menunjukkan hasil positif dalam membantu menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien post sectio caesarea. Teknik ini dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri.
Perancangan Sistem Penyimpanan Data Pasien Elektronik Menggunakan Microsoft Access Di Klinik Asri Terapi Center Palembang Anna Febyanti; Tresna Fatmawati; Riana Dewi; Ferry Adhinata
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9mgb8p77

Abstract

Klinik Asri Terapi Center Palembang merupakan klinik tumbuh kembang anak yang hingga saat ini masih mengelola dan menyimpan data pasien secara manual, dengan volume kunjungan lebih dari 200 kali per bulan, sehingga pencarian data satu pasien membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit dan berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan serta duplikasi data. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi pengelolaan data pasien yang berjalan, merancang, menghasilkan, dan menguji sistem penyimpanan data pasien elektronik berbasis Microsoft Access di klinik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah rekayasa sistem dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan model pengembangan Waterfall. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif tanpa pengujian statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang terdiri atas Flowchart, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, serta 6 tabel basis data yang saling berelasi, dan diimplementasikan dalam 10 form utama, meliputi Login, Menu Utama, Data Pasien, Rekam Medis, Terapis, Terapi, Kunjungan, User, Laporan, dan Grafik. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan seluruh 12 indikator keberhasilan dinyatakan valid dengan tingkat keberhasilan 100%. Dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan telah berhasil dirancang dan berfungsi sesuai kebutuhan, sehingga layak diterapkan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan data pasien di Klinik Asri Terapi Center Palembang.
Hubungan Waktu Respon Dengan Ketepatan Perawat Dalam Penilaian Triage di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Wilayah Aceh Besar Rina Rina; Setia Budi; Husna Maulida; Linur Steffi Harkensia; Kausar Kausar
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xm06gm60

Abstract

Emergency care is a crucial component of the healthcare system, demanding speed and precision in patient management. A nurse's rapid response time is a key factor in ensuring accurate triage assessment, thereby allowing patients to receive care appropriate to the severity of their condition. This study aimed to determine the relationship between nurses' response times and the accuracy of their triage assessments in the Emergency Departments (ED) of Community Health Centers (Puskesmas) in the Aceh Besar region. A descriptive-analytic design with a cross-sectional approach was employed. The study population consisted of all nurses working in the EDs of seven Community Health Centers in Aceh Besar; a total of 33 respondents were selected using the total sampling technique. Data collection instruments included observation sheets for response time and triage assessment accuracy. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of nurses (19 individuals or 57.6%) demonstrated a rapid response time (<5 minutes), and the majority (21 individuals or 63.6%) demonstrated accurate triage assessment. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.033 (p < 0.05), indicating a significant relationship between response time and triage assessment accuracy. In conclusion, the faster a nurse's response time in handling emergency patients, the higher the accuracy of their triage assessment. Response time is a critical factor in improving the quality of emergency care services at Community Health Centers.
Profil Pasien Katarak Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin Dan Penyakit Penyerta Diabetes Melitus Di Rs Islam Muhammadiyah Sumberrejo Andikha Ardiansah; Herni Suprapti; Nugroho Eko Wirawan Budianto
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ffyhcr82

Abstract

Background: Cataract is an opacity of the eye lens and remains the leading cause of blindness worldwide, including Indonesia. The incidence of cataracts is influenced by various degenerative and systemic risk factors such as age, sex, and diabetes mellitus (DM) comorbidity. Objectives: To determine the profile of cataract patients based on age, sex, and diabetes mellitus comorbidity at RS Islam Muhammadiyah Sumberrejo in 2024. Methods: This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 175 cataract patients at RS Islam Muhammadiyah Sumberrejo in 2024, selected via purposive sampling. Data analysis was performed using descriptive univariate analysis with statistical software. Results: The distribution of cataract patients was dominated by females with 94 patients (53.7%) compared to males with 81 patients (46.3%). Based on age groups, the highest incidence was found in the 51–60 years old range (39.4%), followed by the 61–70 years old group (33.1%). Regarding comorbidities, the majority of patients did not have diabetes mellitus, totaling 143 patients (81.7%), while 32 patients (18.3%) presented with diabetes mellitus comorbidity. Conclusions: The characteristics of cataract patients at RS Islam Muhammadiyah Sumberrejo in 2024 are predominantly female, clustered within the 51–60 age group, and mostly without diabetes mellitus comorbidity.