cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 268 Documents
Hubungan Kesehatan Mental dengan Tingkat Stres Akademik Pada Mahasiswa di Kota Lhokseumawe Fauzan Saputra; Rizky Mauliza; Amalia Risca; Rika Mursyida; Fitri Hijri Khana; Rifayani Rifayani
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nepab618

Abstract

Academic stress is a significant problem faced by university student and can negatively affect their mental health. This study aimed to analyze the relationship between academic stress levels and mental health among university student in Lhokseumawe City in 2026. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The study population and sample consisted of 100 active students from Faculty of Health, Technology, and Science at Universitas Bumi Persada and the Faculty of Computer and Multimedia at Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Data were collected using the Sel-Reporting Questionnaire (SRQ-20) for mental health and the Perceived cademic Stress Scale (PASS) through Google Forms. The study was conducted at Universitas Bumi Persada and Universitas Islam Kebangsaan Indonesia in May 2026. The results showed that 79%of respondents were at risk of mental health problems, while 79% experienced high levels of academic stress. Bivariate analysis using the Pearson correlation test revealed a significant positive correlation between academic stress and mental health status (r= 0.691; p < 0.001). These findings indicate that higher levels of academic stress are associated with poorer mental health among university students. This study is expected to serve as a reference for educational instituation in developing psychological support programs for students and increasing awareness of the importance of mental health within the academic environment.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Perawat Shift Malam di Ruang Rawat Neonatal Intensive Care Unit Rumah Sakit Barat Selatan Provinsi Aceh
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s295mz09

Abstract

Perawat yang bekerja di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) harus memberikan perawatan intensif pada bayi dengan kondisi kritis. Sistem kerja shift malam sering menyebabkan perubahan ritme sirkadian yang berdampak pada penurunan kualitas tidur perawat. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi konsentrasi, ketahanan fisik, serta keselamatan kerja. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunnya kualitas tidur perawat adalah tingkat stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada perawat shift malam di Ruang NICU Rumah Sakit Barat Selatan Provinsi Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive correlative dengan teknik pengumpulan data adalah total sampling pada 55 perawat. Alat pengumpul data berupa kuesioner dengan dua item yaitu kuesioner tingkat stress DASS (Depression Anxiety Stress) dan kuesioner kualitas tidur PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada perawat (r = 0,333; p = 0,013), dengan kekuatan hubungan lemah dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini semakin tinggi stres yang dialami perawat, semakin buruk kualitas tidur yang dilaporkan. Diharapkan institusi pelayanan memperhatikan kesehatan mental perawat melalui dukungan psikologis dan pengelolaan beban kerja guna meningkatkan kualitas tidur dan kinerja perawat NICU.
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Potensi Diskriminasi Penderita Hiv/Aids Pada Mahasiswa Fkik Uin Alauddin Makassar Murni Ramadhani
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dycsqf92

Abstract

HIV or Human Immunodeficiency Virus, is a virus that attacks the human immune system, thus having an impact on the vulnerability of the patient's body to various other infectious diseases caused by HIV/AIDS. This study aims to analyze the relationship between the level of student knowledge about HIV/AIDS and the potential for discrimination against people living with HIV/AIDS at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population in this study was the 2022 class of FKIK students, totaling 382 individuals, with a sample of 195 respondents. The independent variables in this study are HIV/AIDS knowledge among students and student stigma towards HIV/AIDS, while the dependent variable is student discrimination against HIV/AIDS. Data were collected from January to March 2024 through questionnaires using direct interview methods with FKIK UIN Alauddin Makassar students. The chi-square showed a relationship between knowledge and potential discrimination (p = 0.000), showed no relationship between stigma and potential discrimination (p = 0.941). Multivariate analysis results indicated that the most influential variable on potential discrimination is knowledge, with an OR (0.303). The suggestion from this study is that the institution is expected to improve student understanding related to infectious diseases, particularly HIV/AIDS  
Hubungan Hypertension Self-Management Behaviour dengan Pengendalian Hipertensi di Puskesmas Pajangan Bantul Yogyakarta Alfina Kenza Hana Theresia; Paulus Subiyanto; Dwi Antara Nugraha
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7sw15a45

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencapai pengendalian tekanan darah yang optimal. Salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi adalah Hypertension Self Management Behaviour, yaitu kemampuan penderita dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Hypertension Self Management Behaviour dengan pengendalian hipertensi di Puskesmas Pajangan Bantul Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional observatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi tanpa komplikasi yang berkunjung ke Puskesmas Pajangan Bantul Yogyakarta selama satu bulan. Jumlah sampel sebanyak 102 responden diambil berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hypertension Self-Management Behaviour dan pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 41–50 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir SMA, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta telah menderita hipertensi selama 1–5 tahun. Sebagian besar responden telah menerapkan Hypertension Self-Management Behaviour dengan kategori sering dan selalu. Namun, sebagian besar responden masih berada pada kategori tekanan darah tidak terkendali. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa seluruh aspek Hypertension Self-Management Behaviour memiliki hubungan yang signifikan dengan pengendalian hipertensi (p < 0,05), dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan rendah hingga sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara Hypertension Self-Management Behaviour dan pengendalian hipertensi. Peningkatan perilaku pengelolaan diri, khususnya dalam aspek integrasi diri, regulasi diri, dan kepatuhan terhadap anjuran, berperan penting dalam mendukung pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi.
Penerapan Aplikasi Oky dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kebersihan Menstruasi Tiara Ramadhani; Agustina; Irma Hamisah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qmnffk90

Abstract

Menstrual hygiene is a crucial aspect of adolescent girls' reproductive health, requiring adequate knowledge to foster appropriate self-care practices. Limited information, social stigma, and a lack of engaging educational materials remain obstacles to improving adolescents' understanding of menstrual hygiene management. This study aimed to determine the impact of using the OKY application on increasing adolescent girls' knowledge regarding menstrual hygiene at SMPN 1 Darul Kamal, Aceh Besar Regency. A quantitative approach with a quasi-experimental, one-group pretest-posttest design was employed. The study sample consisted of 51 female students selected through purposive sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire administered before and after the educational intervention via the OKY application and were subsequently analyzed using the Paired Sample t-test. The results showed that the mean knowledge score increased from 50.10 prior to the intervention to 54.86 following the intervention. Statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p<0.05), indicating a significant difference in knowledge levels before and after using the OKY application. The implementation of the OKY application serves as an effective digital-based reproductive health educational tool, as it provides information in an interactive, easily understandable manner that aligns with the characteristics of adolescents.
HUBUNGAN QUALITY OF LIFE BERDASARKAN WHOQOL BREF DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS RAPPANG Ina Sutrisno; Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky; Dirman Sudarman
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7m771r20

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang juga ditemukan pada kelompok usia produktif dan dapat berkaitan dengan berbagai aspek kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan quality of life berdasarkan WHOQOL-BREF pada masyarakat kelompok usia produktif yang mengalami kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 89 orang responden ditentukan melalui metode purposive sampling. Penilaian kualitas hidup dilakukan dengan instrumen WHOQOL-BREF, sedangkan penetapan hipertensi didasarkan pada hasil pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan menggunakan sphygmomanometer digital. Pengolahan data ditempuh melalui analisis univariat dan bivariat dengan penerapan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α=0,05. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa dari 89 responden, sebanyak 42 orang (47,2%) teridentifikasi mengalami hipertensi, sedangkan 47 orang lainnya (52,8%) tidak mengalami hipertensi. Hasil pengujian juga menunjukkan adanya hubungan bermakna pada domain fisik (p=0,007), psikologis (p=0,030), hubungan sosial (p=0,006), serta lingkungan (p=0,014) dengan kejadian hipertensi. Dengan demikian, seluruh domain quality of life berdasarkan WHOQOL-BREF berhubungan signifikan dengan kejadian kejadian hipertensi pada kelompok masyarakat usia produktif. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pengendalian hipertensi yang memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh. 
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS RAPPANG BERDASARKAN TEORI GEORGE C. EDWARD III Amelia Gaffar; Rahmi Amir; Rini Anggraeny; Henni Kumaladewi Hengky
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rxehpq03

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pengendalian secara berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam penanganan hipertensi di UPT Puskesmas Rappang berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program PTM, tenaga kesehatan pelaksana, serta pasien hipertensi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PTM dalam penanganan hipertensi secara umum telah berjalan dengan baik. Komunikasi dilakukan melalui koordinasi antarpetugas, edukasi, dan kegiatan di masyarakat. Sumber daya tenaga kesehatan dan sarana pemeriksaan cukup mendukung, meskipun masih terdapat keterbatasan beberapa jenis obat. Disposisi pelaksana terlihat dari komitmen petugas dalam melaksanakan kegiatan secara rutin, sedangkan struktur birokrasi didukung pembagian tugas, SOP, pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Hambatan utama adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan dan kontrol hipertensi secara rutin.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Self-Efficacy  Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bina Bangsa Getsempena Salsabila Salsabila; Eridha Putra; Mohd. Rizal Fahmi Adha
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/exeqde56

Abstract

Final year students face a heavy academic burden, especially in completing their thesis, which has the potential to reduce self-efficacy. Psychological factors such as emotional state and social support play an important role in maintaining students' confidence in their abilities. This study aims to analyze the influence of emotional and verbal persuasion conditions on the self-efficacy of final year students of the Physical Education Study Program, FKIP University of Bina Bangsa Getsempena. Design quantitative research with a cross-sectional approach. The affordable population is all final year students of Physical Education class of 2022 as many as 108 people, with a sample of 73 respondents taken using purposive sampling techniques. The research instrument used the General Self-efficacy Scale (GSES), Perceived Stress Scale (PSS), and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) questionnaires. Data analysis used the Chi-Square test with a significance level of 5%. The distribution of self-efficacy of respondents was dominated by the medium category (52.1%), but a significant proportion was in the high category (41.1%). The majority of respondents had high verbal persuasion (65.8%) and moderate emotional state (50.7%). Bivariate tests showed a significant relationship between verbal persuasion and self-efficacy (p=0.000) as well as between emotional states and self-efficacy (p=0.001). There is a significant influence between emotional and verbal persuasion on student self-efficacy. Positive verbal support from the environment and the ability to manage emotions have been proven to increase students' self-confidence in completing their final projects. Increased academic assistance and psychological support from study programs is needed to optimize student confidence.
Identifikasi Konsep Diri Remaja Generasi Z di Era Digital Meutia Chaizuran; Eri Riana Pertiwi
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8xrq6y20

Abstract

Konsep diri merupakan gambaran dan penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep diri remaja Generasi Z di era digital menggunakan Tennessee Self Concept Scale (TSCS) berdasarkan lima aspek, yaitu citra tubuh, identitas diri, harga diri, ideal diri, dan peran diri. Penelitian menggunakan desain deskriptif survei pada 104 remaja usia 13–18 tahun yang bersekolah di Sekolah Menengah di Kota Lhokseumawe. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan 73 responden (70%) memiliki konsep diri positif dan 31 responden (30%) memiliki konsep diri negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja mampu memandang, menerima, menghargai, dan menempatkan dirinya secara positif. Disarankan agar remaja meningkatkan penerimaan diri dan literasi digital, sedangkan keluarga dan sekolah memberikan dukungan, komunikasi terbuka, dan pendampingan dalam penggunaan media sosial untuk memperkuat konsep diri yang positif dan realistis. 
Pemeriksaan Skrining Risiko Sindrom Metabolik Pada Mahasiswa Kedokteran Made Wirajaya Kesuma; Febtarini Rahmawati; Novina Aryanti; Masfufatun Masfufatun; Deddy Hartanto
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qtrgzd16

Abstract

Background: Metabolic syndrome is a cluster of metabolic abnormalities including central obesity, hyperglycemia, dyslipidemia, and hypertension. It increases the risk of cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus. Objective: To determine the risk of metabolic syndrome among medical students of Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2025. Methods: A descriptive cross-sectional study was conducted among 30 medical students. Body mass index, waist circumference, blood glucose, and cholesterol levels were assessed. Data were analyzed using descriptive statistics. Results: Most respondents were female (53.3%). Overweight BMI was found in 53.3% of respondents, elevated waist circumference in 36.7%, elevated blood glucose in 16.7%, and elevated cholesterol in 33.3%. Metabolic syndrome risk was identified in 10% of respondents. Conclusion: Most respondents were not at risk of metabolic syndrome. However, the high prevalence of overweight students indicates the importance of early preventive interventions.