cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 279 Documents
Hubungan Beban Kerja Mental dengan Stres Kerja pada Pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu Setyo Dwi Widyastuti; Bayu Sela Priyatna; Diyana Diyana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 2 (2026): Vol 21 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.2.2026.26-31

Abstract

Latar belakang: Stres kerja masih menjadi salah satu masalah yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan penelitian Trisnasari dan Wicaksono menyatakan bahwa angka gangguan mental emosional sebesar 9,8% dan stres kerja yang berakibat fatal sebesar 35%. Berdasarkan data sekunder pada pemeriksaan dan pengujian psikologi karyawan yang dilakukan PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu pada tanggal 01 Oktober 2024 di 22 ruangan kerja/bagian diketahui sebanyak 53 responden yang mengalami stres kategori sedang dan sebanyak 25 responden mengalami stres kategori ringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu dengan sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu memiliki beban kerja mental kategori tinggi dan mengalami stress kerja kategori sedang. Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu dengan p-value = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu. Saran: Perusahaan harus mengimplementasikan program manajemen stres yang komprehensif dengan menyediakan pelatihan keterampilan dalam mengelola stres bagi pekerja, memberikan tuntutan kerja sesuai dengan kemampuan dan kapasitas pekerja, serta meningkatkan dukungan social dan pemberian reward untuk pekerja.
ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN KONSEPTUAL PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN LEPTOSPIROSIS Ika Hidayana; Syamsulhuda Budi Mustofa; Suhartono Suhartono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 2 (2026): Vol 21 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.2.2026.1-6

Abstract

Latar belakang: : Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah tropis. Media promosi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan literasi dan perilaku pencegahan masyarakat terhadap penyakit. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi, distribusi geografis, sumber publikasi, serta struktur konseptual penelitian mengenai health promotion media dalam konteks leptospirosis melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus periode 2019–2026 dengan mengikuti pedoman PRISMA, serta dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan jejaring kata kunci.  Hasil: menunjukkan bahwa tren publikasi bersifat fluktuatif dengan puncak produktivitas pada tahun 2024 dan dominasi kontribusi dari Indonesia. Struktur konseptual penelitian berpusat pada hubungan antara health promotion, knowledge, dan educational media, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masih menjadi luaran utama intervensi. Variabel perubahan perilaku jangka panjang, evaluasi longitudinal, dan integrasi pendekatan One Health masih relatif terbatas dalam literatur. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan pengembangan media promosi kesehatan yang lebih kontekstual, partisipatif, berbasis teknologi, serta berorientasi pada keberlanjutan perubahan perilaku guna mendukung pengendalian leptospirosis secara komprehensif.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Lansia: Analisis Data SKILAS Kabupaten Gresik 2025 Lilik Djuari; Raudia Faridah Humaidy; Shafira Meidyana; Nurul Yulianti; Anik Luthfiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 2 (2026): Vol 21 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.2.2026.7-11

Abstract

Background: The increasing proportion of the elderly population in Indonesia has led to a growing burden of non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia. The Elderly Health Screening Program (Skrining Kesehatan Lansia or SKILAS) is implemented in all community health centers (public primary care service) in Indonesia to enable early detection of NCD risk factors and facilitate timely interventions. Objective: This quantitative descriptive study used a cross-sectional design with secondary data from the 2025 SKILAS program obtained from the Gresik District Health Office. Variables analyzed included demographic characteristics (age, sex), blood pressure, blood glucose, total cholesterol, uric acid, body mass index (BMI), and activities of daily living (ADL) assessment. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. Methods: This quantitative descriptive study used a cross-sectional design with secondary data from the 2025 SKILAS program obtained from the Gresik District Health Office. Variables analyzed included demographic characteristics (age, sex), blood pressure, blood glucose, total cholesterol, uric acid, body mass index (BMI), and activities of daily living (ADL) assessment. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. Results: Among elderly participants screened at 35 community health centers in Gresik, most were aged 60-69 years and predominantly female. The proportion of elderly with blood pressure ≥140/90 mmHg was approximately 40–50%, total cholesterol >200 mg/dL around 30%, and random blood glucose ≥200 mg/dL about 10–15%. Most participants were overweight, and approximately 20% showed a decline in daily activity performance. Conclusion: The screening results indicate a high prevalence of NCD risk factors among the elderly in Gresik District. Strengthening promotive and preventive efforts through nutrition education, increased physical activity, and consistent medical follow-up at community health centers is essential to reduce the risk of chronic complications. Suggestion: Comprehensive non-communicable disease prevention should be implemented through health education, adequate risk-factor management, and continuous clinical monitoring.
Efektifitas Program Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Kadar Hb Siswa Sekolah Muhammadiyah Di Provinsi Aceh: Mix Methode Design Nopa Arlianti; Basri Aramico; Khairul Nurfitra; Daffa Razak
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 2 (2026): Vol 21 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.2.2026.20-25

Abstract

Latar belakang: Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan yang digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat termasuk remaja. Pada usia ini, tubuh mengalami perubahan besar, terdiri dari perubahan komposisi tubuh dan perubahan hormonal yang memengaruhi kebutuhan gizi. Program ABSB memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional. Tujuan Penelitian: Mengevaluasi efektifitas hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan mengukur pengetahuan siswa tentang status gizi, riwayat pengecheckan kadar HB, dan faktor resiko status gizi buruk pada remaja. Metode Penelitian: Mix methode (kuantitatif dengan desain crossectional dan kualitatif eksplanatori). Lokasi penelitian dilakukan di 15 sekolah yang berada dibawah Yayasan Muhammadiyah dan 4 orang informan. Hasil Penelitian: jumlah laki-laki sebanyak 7,9% dan 92,1% perempuan. Dari 33 pernyataan pengetahuan, 21 item (63,6%) diantaranya jawaban sudah sesuai, 10 item (30,3%) jawaban cukup sesuai dan 2 item (0,61%) jawaban kurang sesuai. Berdasarkan hasil pengukuran kadar HB siswa sekolah Muhammadiyah, diperoleh hasil pemeriksaan yang sangat baik, karena rata-rata kadar HB siswa/i sudah memenuhi standar ukuran zat besi remaja. Ditinjau dari hasil indepth interview informan, diketahui bahwa pengetahuan siswa masih kurang baik terkait gizi seimbang, anemi dan pemeriksaan HB. Kesimpulan: Pelaksanaan program lanjutan dari ABSB tidak berjalan sesuai harapan, karena kekurangan pendanaan dan kondisi sekolah sedang di renovasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LAMA RAWAT INAP PASIEN PENYAKIT JANTUNG DI RSUD DR. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN TAHUN 2023 Nafa Anggraini; Siswanto Siswanto; Karera Aryatika
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.1-5

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan kondisi medis yang mempengaruhi struktur dan fungsi jantung. Pada tahun 2023, penyakit jantung koroner menjadi kasus terbanyak di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan 4.062 pasien rawat jalan dan 393 pasien rawat inap. Lama rawat inap dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, komplikasi pasca operasi, penyakit penyerta, dan fraksi ejeksi jantung. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi lama rawat inap pasien penyakit jantung di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tahun 2023. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder dari rekam medis 393 pasien. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Variabel dependen adalah lama rawat inap, sedangkan variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, diagnosa awal, dan jumlah komorbid. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah komorbid dengan lama rawat inap pasien penyakit jantung (p = 0,033; OR = 4,815; CI 95% = 1,138-20,371). Namun, tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, dan diagnosis awal dengan lama rawat inap pasien penyakit jantung. Kesimpulan: Pada penelitian ini hanya variabel jumlah komorbid yang memiliki hubungan signifikan dengan lama rawat inap pasien penyakit jantung. Semakin banyak jumlah komorbiditas yang dimiliki pasien, semakin besar kemungkinan pasien menjalani rawat inap lebih lama.
Persepsi Orang tua Terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (Studi Pada Orang Tua yang Anaknya Mendapatkan Program Makanan Bergizi Gratis) di Kabupaten Kayong Utara Desi Minarsih; Linda Suwarni; Selviana Selviana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.6-12

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi pada anak usia sekolah masih menjadi isu krusial di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang memiliki prevalensi stunting tinggi sebesar 18,3% dan gizi kurang (19,8%). Program Makanan Bergizi Gratis diluncurkan sebagai intervensi untuk meningkatkan asupan gizi dan membentuk kebiasaan makan sehat anak sekolah, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah persepsi orang tua. Persepsi positif dapat meningkatkan partisipasi anak dan kepatuhan terhadap pola makan sehat, sementara persepsi negatif dapat menghambat implementasi program. Tujuan: mengetahui gambaran persepsi orang tua terhadap Program Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kayong Utara. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif cross-sectional pada Juni-Agustus 2025 dengan 353 responden dari 3.015 orang tua siswa penerima Program Makanan Bergizi Gratis di Kayong Utara, dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: orang tua di Kabupaten Kayong Utara memiliki persepsi yang sangat positif terhadap Program Makanan Bergizi Gratis, dengan tingkat dukungan sebesar (86,4%), kesesuaian selera budaya keluarga (78,8%), keamanan dan kerberishan makanan (73,4%), tidak memiliki pantangan budaya yang bertentangan (95,8%). Mayoritas orang tua bersikap netral terhadap manfaat peningkatan kesehatan anak (50,4%) dan pengurangan beban biaya makanan keluarga (45,9%) dan 58,4% orang tua menyatakan program mendorong peningkatan konsumsi sayur dan buah pada anak. Hambatan rendah dengan mayoritas tidak khawatir cita rasa (43,9%), tidak merasa peran berkurang (72,8%), dan tidak kesulitan pemantauan (53,5%). Namun, 49,9% belum melihat perubahan kesehatan fisik anak. Kesimpulan: Persepsi orang tua terhadap Program Makanan Bergizi Gratis sangat positif dengan dukungan tinggi, menandakan sosialisasi dan implementasi program berjalan baik di Kabupaten Kayong Utara
Pengaruh Antara Beban Kerja Terhadap Kinerja Petugas Kesehatan di UPTD Puskesmas Separi III Sherly Mutiara Nor Ibrahim; Dewi Mardahlia; Zulkifli Umar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.29-34

Abstract

Latar belakang: Dalam penelitian yang dilakukan di Puskesmas UPTD Separi III, kinerja tenaga medis yang tercatat sebanyak 22 tenaga medis dapat berpengaruh terhadap penurunan motivasi kerja. Kondisi ini juga dapat menyebabkan peningkatan beban kerja yang tinggi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan motivasi serta strategi yang dapat diterapkan guna meningkatkan kinerja dan kesejahteraan tenaga medis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja petugas medis yang dilakukan di UPTD Puskesmas Separi III. Penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu variabel beban kerja (independen) dan variabel kinerja petugas medis (dependen). Sampel: Penelitian ini memiliki 22 sampel kinerja petugas medis UPTD Puskesmas Separi III. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam pengumpulan data berupa observasi dan pembagian kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis uji validitas, reliabel dan Uji Chi-Square dengan menggunakan perhitungan spss. Hasil:  Hasil analisis menyatakan bahwa beban kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja petugas dengan memiliki nilai p-value 0,432. Hal ini menunjukkan bahwa nilai korelasi yang sangat lemah dan signifikan antar 2 variabel ini menjelaskan bahwa bahwa tidak ada pengaruhnya antara beban kerja terhadap kinerja medis dari hasil uji Chi-Square. Dengan ini disimpulkan bahwa tidak ada keterkaitan antara beban kerja dan kinerja petugas medis.
PERAN DP3AP2KB DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI KOTA KEDIRI Reny Nugraheni; Fatimah El Jawwadiyyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.13-18

Abstract

Latar belakang: Perkawinan anak masih menjadi masalah serius di Kota Kediri, dengan angka dispensasi kawin yang cukup tinggi. Praktik ini berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi remaja putri. DP3AP2KB Kota Kediri telah melaksanakan berbagai program pencegahan, namun efektivitasnya terhadap kesehatan reproduksi belum sepenuhnya terukur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dengan sampel berjumlah 100 remaja putri usia 15–19 tahun yang telah mendapat intervensi dari DP3AP2KB. Dipilih mengunakan sampling insidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis mengunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan DP3AP2KB dalam pencegahan perkawinan anak dengan kesehatan reproduksi remaja putri (p value < 0,05). Dukungan sosial dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah juga berhubungan signifikan terhadap kesehatan reproduksi remaja putri (p value < 0,05). Kesimpulan: Peran DP3AP2KB dan dukungan sosial yang memadai berkontribusi positif terhadap peningkatan kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Kediri. Tujuan: : Menganalisis pengaruh keterlibatan DP3AP2KB dan dukungan sosial terhadap kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Kediri. Hasil: Distribusi responden berdasarkan peran DP3AP2KB dalam pencegahan perkawinan anak menunjukkan bahwa sebanyak 73 responden (70,9%) menilai keterlibatan DP3AP2KB dalam kategori baik. Distribusi responden berdasarkan dukungan sosial menunjukkan bahwa 74 responden (71,8%) mendapatkan dukungan sosial yang baik dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pada variabel kesehatan reproduksi, sebanyak 75 responden (72,8%) memiliki kondisi kesehatan reproduksi yang sehat. Kesimpulan: peran DP3AP2KB dan dukungan sosial yang memadai berkontribusi positif terhadap peningkatan kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Kediri. Saran: Disarankan peningkatan edukasi berkelanjutan dan kolaborasi multisektor dalam upaya pencegahan perkawinan anak.
Kedisiplinan Penggunaan APD dan Efektivitas SMK3 Dalam Pencegahan Kecelakaan Akibat Kerja : Literatur Review Dwiki Bagaskara; Surahma Asti Mulasari; Widodo Hariyono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.19-28

Abstract

Latar belakang : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan disiplin ilmu yang mengkaji prioritas tempat kerja di berbagai industri, pertambangan, pabrik, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya. Menurut ILO, penyakit akibat kerja memengaruhi 160 orang, dan setidaknya satu orang meninggal setiap 15 detik akibat kecelakaan kerja. Indonesia terus mengalami tingkat kematian akibat kecelakaan kerja yang tinggi setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik pekerja mematuhi pedoman penggunaan APD dan seberapa baik manajemen K3 mencegah terjadinya insiden di tempat kerja Metode : Penelitian Literatur Review ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional, yang menyaring dari tiga sumber publikasi yaitu ScienceDirect’ (n= 188), PubMed (n= 11) dan GoogleScholar (n= 5.490). kemudian dilakukan penyaringan berdasarkan kesamaan judul dan variabel yang relevan menjadi 20 jurnal. Hasil : Pencarian tersebut menghasilkan 20 artikel, 8 jurnal membahas tentang kedisiplinan penggunan APD, 12 jurnal membahas tentang efektifitas manajemen K3 dalam melakukan pencegahan kecelakaan akibat kerja Kesimpulan : Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya di tempat kerja dan meminimalkan risiko cedera atau penyakit akibat kerja. Tanpa kedisiplinan, APD tidak akan berfungsi secara maksimal meskipun telah disediakan. Sementara itu, manajemen K3 yang efektif berperan penting dalam menciptakan sistem kerja yang aman, mencegah kecelakaan, serta memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Kombinasi kedisiplinan pekerja dalam menggunakan APD dan manajemen K3 yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan.