Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH is an open-access journal published by Center for Handicraft and Batik, Ministry of Industry as scientific journal to accommodate current topics related to include materials research and development, production processes, waste treatment management, designs and entrepreneur of handicrafts and batik. Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH publishes communications, articles, and reviews. The first volume of DKB has been published in 1987 and continued until today with 2 (two) issues of publication each year. The number of articles for each issue is 9 (nine) articles. The official language of the journal is Bahasa Indonesia, but manuscripts in English are also welcomed. Manuscript submission and reviewing process is fully conducted through online journal system, using a double-blind review process
Articles
308 Documents
Cover Vol 40 No 1 Juni 2023
DKB, Redaksi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v40i1.8168
Tingkat Ketertarikan Desain Blazer Berbahan Dasar Songket untuk Busana Pesta Remaja Aceh
Nadia, Sarah;
Budiastuti, Emi;
Wening, Sri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v40i2.8174
Songket termasuk kain yang sarat makna bagi masyarakat Aceh, yang jika tidak dimodifikasi dengan lebih menarik sesuai perkembangan zaman, dikhawatirkan akan punah secara perlahan. Salah satu solusinya yaitu dengan menciptakan model fashion terbaru dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adakah perbedaan tingkat ketertarikan antara tiga desain blazer berbahan dasar songket, dan seberapa tinggi tingkat ketertarikan pada desain blazer tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-experimental dengan model one-shot-case studi. Subyek penelitian adalah 150 remaja di kabupaten Bireuen Aceh umur 17 – 22 tahun dengan teknik penentuan sampel menggunakan sampling incidental. Metode pengumpulan data dengan angket dan lembar validasi oleh 3 tim ahli busana. Penemuan dalam penelitian ini yaitu dilakukannya eksperimen terhadap tiga desain blazer menggunakan bahan dasar songket dengan perbedaan dalam segi motif kainnya, warna, dan bentuk. Selanjutnya dilakukannya pengujian dengan uji analisis varians satu arah (One Way Anova) untuk melihat sejauh mana tingkat ketertarikan remaja pada karya terbaru. Berdasarkan hasil perhitungan One Way Anova terhadap data tingkat ketertarikan, diperoleh bahwa P value(sig.) 0,990 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada tingkat ketertarikan yang signifikan antara tiga desain blazer tersebut.
Di Balik Keindahan Batik Gentongan Madura
Bawono, Yudho;
Sarwo Edi, Fandi Rosi;
Salam, Moh. Ishaq Abd
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v40i2.8218
Penelitian ini dilakukan di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengalaman hidup sebagai perajin batik gentongan Madura. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan penelitian menggunakan purposive sampling dan snow ball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan metode hermeunitika. Penelitian ini menemukan: (1) Batik gentongan memiliki keunikan pada segi motif dan cara membuatnya. Proses pewarnaan batik gentongan menggunakan pewarna alami dan media gentong; (2) Ada ritual khusus dan aroma mistis saat membatik; (3) Proses pembuatan batik gentongan yang cukup rumit tidak diimbangi dengan penghasilan yang memadai dari para perajin batik, terutama di masa pandemi Covid-19 ini; (4) Kurang adanya upaya dalam melestarikan batik gentongan dan regenerasi perajin batik gentongan. padahal perajin batik gentongan tinggal 3 orang.
A Preliminary Design of End Effector Stamp Canting for Batik Stamp Automated Production Using Robotic Arm “The Dobot Magician”
Mayusda, Idriwal;
Witonohadi, Amal;
Dewi Akbari, Annisa
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8220
The lack of human resources (HR) hinders batik stamp production in Batik Kembang Mayang studio. At the same time, the high demand for batik must be fulfilled by the studio. This study aims to design an automated batik stamp production using the Robotic Arm “The Dobot Magician” as an alternative to achieving batik demand. The design was initiated by developing and testing a canting stamp tool on the Dobot Magician end effector. The development of canting stamp tool uses Quality Functions Development (QFD) method. The result showed 16 alternative designs of canting stamp tools based on the interpretation of Kembang Mayang Batik studio needs. Then, it is analyzed by Finite Element Analysis methods to get the proposed canting stamp tool design. The selected design of canting stamp tool has 13 attributes of tools specification. It uses polycarbonate material produced by additive manufacturing or 3D printing. Applying in Robotic Arm “Dobot Magician” showed it can produce a stamp batik.
Pemanfaatan Daun Ketapang sebagai Pewarna Alam Batik di IKM Batik Bayat
Sarwono, Sarwono;
Rudianto, M.;
Affanti, Tiwi Bina;
Santoso, Ratna Endah;
Hidayat, Sujadi Rahmad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8292
Usaha batik warna alam di Daerah Bayat Klaten terdapat terkendala terkait harga bahan baku, sehingga memengaruhi penetapan harga jual produk. Penelitian diharapkan dapat merekomendasikan alternatif bahan baku warna alam sebagai subtitusi pewarna batik. Tumbuhan yang umum dijumpai di daerah setempat adalah pohon ketapang (Terminalia catappa). Pohon ketapang dimanfaatkan sebagai tanaman penghias atau tanaman peneduh yang banyak tumbuh di negara-negara tropis. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan daun ketapang sebagai bahan pewarna alam ramah lingkungan untuk memperoleh alternatif bahan dan keterjangkauan harga. Menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada perajin batik warna alam di daerah Bayat Klaten. Sampel penelitian adalah daun ketapang secara random sampling yang terbagi menjadi dua jenis yaitu daun ketapang berwarna hijau dan daun ketapang berwarna kemerahan. Penelitian diterapkan pada proses produksi batik cap, dengan proses penelitian meliputi tahapan mordanting; pengecapan; ekstraksi warna; penguncian warna dengan tunjung, kapur dan tawas. Dilakukan pengujian ketahanan warna terhadap pencucian, yang hasilnya dapat direkomendasikan untuk proses produksi batik. Hasil ekstraksi daun ketapang yang diterapkan pada kain batik menghasilkan pewarna yang mengarah ke warna kecoklatan. Daun ketapang dapat menjadi alternatif warna alam berdasarkan penggunaan daun yang dipilih serta dipengaruhi oleh bahan pengunci yang digunakan.
Pembuatan Serbuk Pewarna Alam Kain dari Ekstrak Limbah Kulit Kopi Arabika (Coffea arabica) Dengan Metode Foam-Mat Drying
Husen, Muhammad Aziz;
Amalia, Rizka
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8295
Indonesia merupakah salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dimana kopi menjadi komoditas nomor urut kedua paling banyak diperjualbelikan di dunia. Hal ini menyebabkan limbah kulit kopi arabika melimpah, sehingga kami memanfaatkannya sebagai pewarna alam. Pewarna alam dalam sediaan cair sebelumnya telah banyak hanya saja pewarna tersebut memiliki kekurangan yakni masa simpan yang singkat sehingga dalam penelitian saya kali ini akan membuat pewarna alam dalam bentuk serbuk. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari proses pembuatan serbuk pewarna dari limbah kulit kopi menggunakan metode foam-mat drying dengan mengkaji penambahan maltodekstrin, variabel putih telur dan variasi suhu pengering terhadap kualitas serbuk warna alam yang dihasilkan. Metode foam-mat drying merupakan teknik pengeringan dengan bahan berbentuk cair menggunakan cara pembusaan dimana ditambahkan foam stabilizer dengan suhu yang rendah. Hasil penelitian warna alam kulit kopi terbaik diperoleh pada konsentrasi maltodekstrin 10%, putih telur 25% serta suhu pengering sebesar 80 0C dimana didapatkan serbuk terbaik dengan rendemen 12,036 %, kadar air 5,20%, intensitas cahaya dengan L*(Kecerahan) 16,25, a*(hijau-merah) 14,55 dan b*(biru-kuning) 17,69.
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Kerajinan Tempurung Kelapa di Kota Pontianak (Studi Kakus : IKM Rumah Tempurung Kelapa)
Putra, Yudistira Aditya;
Kurniati, Dewi;
Suharyani, Anita
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8297
Tempurung kelapa merupakan produk sampingan perkebunan dan mempunyai nilai komersial yang rendah, oleh karena itu tempurung kelapa sering ditinggalkan di kebun atau dibuang ke selokan dan saluran air. Akibatnya, praktik ini tidak hanya mengurangi daya tarik estetika tetapi juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Pengolahan tempurung kelapa dapat menghasilkan beragam produk buatan tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tambah pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi kerajinan tangan serta potensi keuntungannya. Penelitian ini menggunakan metode Hayami untuk menganalisis nilai tambah dan rumus × 100 % untuk menghitung profitabilitas usaha. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kerajinan miniatur menghasilkan nilai tambah sebesar Rp366.538 dan rasio nilai tambah terkait sebesar 94%. Seperti halnya kerajinan ini disulap menjadi asbak, dihasilkan nilai tambah sebesar Rp 157.500, dengan rasio nilai tambah sebesar 90%. Selain itu, rasio nilai tambah sebesar 90% menghasilkan tambahan nilai sebesar Rp 190.700 ketika kerajinan tersebut disulap menjadi peralatan dapur. Dan yang tak kalah pentingnya, mengubah kerajinan ini menjadi aksesoris menambah nilainya sebesar Rp 197.648, atau 87%. Analisis lebih lanjut menunjukkan profitabilitas yang diperoleh IKM Rumah Tempurung Kelapa yaitu sebesar 240%.
Identifikasi Pengembangan Usaha Dengan Pendekatan OVOP Pada Produk Kerajinan Bordir Kabupaten Malang
Karnawati, Tin Agustina;
Fathorrahman, Fathorrahman
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8395
Peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan pengembangan potensi daerah melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Pendekatan One Village One Product (OVOP) yang dirancang untuk meningkatkan keunggulan potensi desa, diharapkan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produk kerajinan bordir merupakan salah satu produk lokal unggulan daerah yang memiliki potensi berkembang. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi permasalahan untuk menemukan rumusan model pengembangan usaha dengan pendekatan OVOP pada produk kerajinan bordir di Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama adalah keterbatasan modal, faktor pengetahuan sumber daya manusia, wawasan manajerial dan pemasaran serta relasi bisnis. Pendekatan OVOP pada usulan prototype model pengembangan usaha ini diperlukan pengamatan awal pada ‘need assessment’ untuk memberikan pembinaan lebih lanjut pada segi manajerial, teknis dan softskill dari pihak pemerintah, akademisi dan praktisi atau pakar yang relevan dengan kebutuhan materi pelatihan.
Jarik Bekti Pertiwi: Desain Motif dan Aplikasinya dalam Ritual Gemblang Samin, Bojonegoro, Jawa Timur
Wardoyo, Sugeng;
Wulandari, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8402
This study discusses the design of jarik artifacts used in the Gemblang ritual for the people of Samin Bojonegoro. So far, there has yet to be design research on jarik artifacts for Gemblang ritual facilities. Esensi pitutur luhur Samin became the concept of jarik design. This study aims to make jarik used in the Gemblang ritual as a medium of cultural preservation that strengthens Samin's noble speech. This design uses practice-led research methods, visual metaphors, and vehicle switching. The stages of research are the steps of observation, data collection, data analysis, and presentation of analysis results. The results of the analysis become the concept of designing batik motif designs. The design process involves preparation, imagination, development, and craftmanship steps. The result of the design is in the form of a prototype of Bekti Pertiwi as the cultural identity of the people of S amin Bojonegoro. Jarik Bekti Pertiwi has the primary function of completeness of Samin elders' clothing and is part of the ritual facilities in the Gemblang ritual.
Batik Culture Revitalization Strategy as a National Identity in the Disruption Era
Al-Razi, Muhammad Fakhruddin;
Azhar, Muhammad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8410
Batik is an indigenous Indonesian culture that has been recognized by the world. Apart from being a culture, batik is also the identity of the Indonesian nation because it is a characteristic that distinguishes it from other nations. But along with the times, batik has undergone many societal changes and shifts. This article aims to discuss the shifts that occurred and the challenges of batik as the nation's identity in the era of the Industrial Revolution 4.0. By using qualitative research methods and a literature study approach, this article shows that batik trends in the community have been mixed and even disrupted by contemporary modern trends. The conclusion obtained from this article is the need to revitalize batik as a national identity by digitizing batik to be able to maintain its existence and essence as a national identity in Indonesian society.