cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
The Recommendation To Hold A Walimah In The View Of The People Of Banjarmasin City Ridwan, Muhammad; Ainah, Nur
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.346

Abstract

Abstract This research examines the views or understanding of the people of Banjarmasin City regarding the implementation of marriage guardians regarding the hadith of the Prophet Muhammad SAW. However, the aim of the research is to find out the actual law for implementing a marriage walimah because the Prophet's Hadith states that it is highly recommended that the walimah be hastened. The main problem in this case is how the public truly understands the hadith of the Prophet which contains recommendations for implementing walimatul 'ursy, whether this walimatul 'ursy must be implemented or is it just a recommendation. In this matter, there are differences of opinion from several sects of imams. In Islamic jurisprudence, walimah can be interpreted specifically and generally. The general meaning of walimah is a celebration event that involves many people. Meanwhile, the specific meaning of walimah or what can be called walimatul 'ursy is the inauguration of a wedding with the aim of informing the public that the bride and groom are legally or officially husband and wife. Keywords: Walimah, Recommended, Community, Banjarmasin   Abstrak Penelitian ini mengkaji mengenai pandangan atau pemahaman masyarakat Kota Banjarmasin terhadap pelakasanaan walimah pernikahan terhadap hadist Nabi Muhammad SAW. Namun, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hukum sebenarnya pelaksaan walimah pernikahan karena pada Hadist Nabi tersebut menyatakan bahwa walimah sangatlah dianjurkan untuk disegerakan. Masalah utama dalam hal ini adalah bagaimana cara masyarakat memahami sebenar-benarnya tentang hadist Nabi yang berisi anjuran untuk melaksanakan walimatul ‘ursy, apakah walimatul ‘ursy ini wajib dilaksanakan atau hanya sekedar anjuran. Dalam hal ini, terdapat perbedaan pendapat dari beberapa imam mazhab. Di dalam fiqih Islam, walimah bisa dimaknai khusus dan umum. Makna umum walimah yaitu acara perayaan yang melibatkan banyak orang. Sedangkan makna walimah secara khusus atau bisa di sebut walimatul ‘ursy adalah peresmian pernikahan dengan tujuan memberitahukan kepada masyarakat bahwa kedua mempelai telah sah atau resmi menjadi suami istri. Kata Kunci: Walimah, Anjuran, Masyarakat, Banjarmasin
Analisis Kriminologis terhadap Kasus Kekerasan Seksual pada Putri Sulung Pinkan Mambo oleh Ayah Tirinya Dr. Hj. Asmak Ul hosnah,SH.MH.; Rendy Riansyah Hidayat; Nur Mutiara Gandasari; Fadhil Fadhlurrahman Putra Ismail
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.357

Abstract

Abstract This journal presents a case study in the field of criminology which discusses the phenomenon of sexual violence experienced by Michelle, the daughter of the famous singer Pinkan Mambo, perpetrated by her stepfather. This research uses a criminological approach to analyze cases of sexual violence. Includes criminological factors that influence the perpetrator, victim and the surrounding environment. This research method uses logical inductive, can be linked to legal sociology, legal anthropology, legal psychology, comparative law, and legal history. The findings from this study reveal the perpetrator's behavioral patterns, the dynamics of sexual violence in the context of this case, as well as the psychological and social impact on the victim. Apart from that, this study also analyzes the motives of the perpetrators and efforts to prevent sexual violence. The results of this analysis provide in-depth insight into the complexity of sexual violence against children in specific cases, enrich our understanding of the factors that influence such incidents, and identify potential improvements in the law enforcement system and the prevention of sexual violence against children in the future. This case study provides an important basis for the development of public policy, continued research, and prevention efforts that are more effective in protecting children from sexual violence. Keywords: Criminology, Sexual Violence Abstrak Jurnal ini menyajikan sebuah studi kasus dalam bidang kriminologi yang membahas fenomena kekerasan seksual yang dialami oleh Michelle, anak dari penyanyi terkenal Pinkan Mambo, yang dilakukan oleh ayah tirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kriminologis untuk menganalisis kasus kekerasan seksual tersebut. Mencakup faktor-faktor kriminologis yang mempengaruhi pelaku, korban, dan lingkungan sekitarnya. Metode penelitian ini memakai induktif logis, bisa dikaitkan dengan sosiologi hukum, antroplogi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum, dan sejarah hukum. Temuan dari studi ini mengungkapkan pola perilaku pelaku, dinamika kekerasan seksual dalam konteks kasus ini, serta dampak psikologis dan sosial pada korban. Selain itu, studi ini juga menganalisis motif pelaku dan upaya pencegahan kekerasan seksual. Hasil analisis ini memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas kekerasan seksual terhadap anak dalam kasus tertentu, memperkaya pemahaman kita tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian semacam itu, dan mengidentifikasi potensi perbaikan dalam sistem penegakan hukum serta pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di masa depan. Studi kasus ini menjadi landasan penting untuk pengembangan kebijakan publik, penelitian lanjutan, dan upaya pencegahan yang lebih efektif dalam melindungi anak-anak dari kekerasan seksual. Kata Kunci: Kriminologi, Kekerasan Seksual
Penerapan Prinsip Syariah dalam Produk Perbankan Syariah Rasyid Rizani; Fahmi Hamdi; Erla Sharfina Permata Noor
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.370

Abstract

Abstract: This paper discusses the application of sharia principles in Islamic banking products. The author begins by explaining the laws and regulations relating to Islamic banking. The guidance and supervision of Islamic Banking is supervised by Bank Indonesia as the Central bank, and specifically supervised by the National Sharia Council and Sharia Supervisory Board. In carrying out its operations, it is guided by sharia principles based on the DSN MUI fatwa. Islamic Banking in conducting its business activities is based on Sharia Principles, economic democracy, and prudential principles that do not contain usury, maisir, gharar, haram, and zalim. Business activities include savings and investment. Distributing funds through mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, istisna, ijarah, and alian contracts such as hawalah and kafalah based on sharia principles. It also explains the differences in philosophy, operations, social and organizational aspects between conventional banks and Islamic banks. The writing method used is literature research supported by an empirical normative approach to a case. Keywords: Shariah principles, Islamic Banking products Abstrak: Tulisan ini membahas tentang penerapan prinsip syariah dalam produk perbankan syariah. Penulis mengawalinya dengan menjelaskan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perbankan syariah. Pembinaan dan pengawasan Perbankan Syariah diawasi oleh Bank Indonesia dalam sebagai bank Sentral, dan secara khusus pengawasnnya dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional dan Dewan Pengawas Syariah. Dalam menjalankan operasinya berpedoman kepada prinsip syariah berdasarkan fatwa DSN MUI. Perbankan Syariah dalam melakukan kegiatan usahanya berasaskan Prinsip Syariah, demokrasi ekonomi, dan prinsip kehati-hatian yang tidak mengandung riba, maisir, gharar, haram, dan zalim. Kegiatan usaha meliputi simpanan dan investasi. Menyalurkan dana melalui akad mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, istisna, ijarah, dan akad alian seperti hawalah dan kafalah berdasarkan prinsip syariah. Dijelaskan juga perbedaan falsafah, operasional, aspek sosial dan organisasi antara bank konvensional dengan bank syariah. Metode penulisan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan yang didukung oleh pendekatan normatif empiris terhadap suatu kasus. Kata kunci: Prinsip Syariah, Produk Perbankan Syariah
Perkembangan Hukum dan Kejahatan Siber “Cybercrime” di Indonesia Mohamad Revaldy Fairuzzen; Abil Arya Putra; Akmal Reihan; Lilik Prihatini S.H, M.H
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.372

Abstract

Abstract: Technological progress and its implementation have always had a wide impact, both in the context of social life, the development of the business world, and in the evolution of Moral, Ethical, and Legal values. Various technologies are considered to have the potential to fundamentally change the paradigm of global life. The growth of multimedia technology, for example, has resulted in significant developments in the field of telecommunications. This includes not only developments in basic communications, but also involves additional technologies that provide more value. Large penetration of the Internet, if not managed wisely, can lead to the emergence of cybercrime, known as cybercrime or cybercrime, which is a further development of computer crime. Criminal offenses in the realm of information technology are a relatively recent phenomenon, especially when compared to conventional crimes. Information technology crime arose along with the information technology revolution and increasingly physically minimal social interaction, being one of the hallmarks of that revolution. The fight against cybercrime by law enforcement is strongly influenced by the existence of legal regulations. There are several legislations related to information technology, in particular crimes related to the internet, which are regulated in national regulations. Keywords: Cybercrime, Technology, Development Abstrak: Kemajuan teknologi beserta implementasinya selalu memiliki dampak yang luas, baik dalam konteks kehidupan sosial, perkembangan dunia bisnis, maupun dalam evolusi nilai-nilai Moral, Etika, dan Hukum. Berbagai teknologi dianggap memiliki potensi untuk mengubah paradigma kehidupan global secara menyeluruh. Pertumbuhan teknologi multimedia, misalnya, telah menghasilkan perkembangan yang signifikan dalam bidang telekomunikasi. Ini tidak hanya mencakup perkembangan dalam komunikasi dasar, tetapi juga melibatkan teknologi tambahan yang memberikan nilai lebih. Penetrasi internet yang besar, jika tidak dikelola dengan bijak, dapat menyebabkan timbulnya kejahatan di dunia maya, dikenal sebagai kejahatan siber atau cyber crime, yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari kejahatan komputer. Tindak pidana dalam ranah teknologi informasi merupakan fenomena relatif baru, terutama jika dibandingkan dengan kejahatan konvensional. Kejahatan teknologi informasi muncul seiring dengan revolusi teknologi informasi dan interaksi sosial yang semakin minim secara fisik, menjadi salah satu ciri khas revolusi tersebut. Penanggulangan kejahatan siber oleh penegak hukum sangat dipengaruhi oleh adanya regulasi hukum. Ada beberapa perundang-undangan yang terkait dengan teknologi informasi, khususnya kejahatan yang terkait dengan internet, yang diatur dalam peraturan nasional. Kata kunci: Cybercrime, Teknologi, Perkembangan
Analisis Kriminologi Terhadap Kasus Pembunuhan (Studi Kasus: Terhadap Naufal Zidan Mahasiswa Universitas Indonesia) Mohamad Revaldy Fairuzzen; Abil Arya Putra; Akmal Reihan; Dr.Hj.Asmak Ul hosnah,SH.MH
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.373

Abstract

Abstract: Criminology is an object of study that examines the meaning of crime from a social perspective. The study of criminal incidents is interesting to analyze from a criminological perspective for several reasons: firstly, criminological studies are expected to explain the extent to which the growth rate of crime is high in society. Second, that legal conflict does not only occur because of the normative factors of law itself, but is also influenced by the presence of triggering factors outside the law, such as poverty, social problems, and so on. On this occasion, researchers used the murder case that happened to Naufal Zidan, who was a student at the University of Indonesia who was killed by his senior. Keywords: Criminology, Murder Abstrak: Kriminologi menjadi fokus studi yang mengeksplorasi makna kejahatan dari perspektif sosial. Analisis kejadian kriminal dari sudut pandang kriminologi menjadi menarik karena beberapa alasan: pertama, studi kriminologi diharapkan dapat menjelaskan sejauh mana tingkat pertumbuhan angka kejahatan di masyarakat. Kedua, pemahaman tentang pelanggaran hukum tidak hanya terkait dengan norma-norma hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kemiskinan, masalah sosial, dan sebagainya. Dalam konteks ini, peneliti memilih untuk menganalisis kasus pembunuhan Naufal Zidan, seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang tewas dibunuh oleh seniornya. Kata kunci: Kriminologi, Pembunuhan
Fenomena Nikah Misyar di Arab Saudi Hasbulloh, Achmad Shobirin
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.378

Abstract

Abstract: This paper explores the practice of misyar marriage in Saudi Arabia, which is a type of marriage that fulfills the conditions and pillars of a valid marriage but releases the groom from certain obligations such as providing maintenance and a place to live for the bride. The most common aspect of misyar marriage is the exemption from the obligation to stay with the bride overnight. The practice of misyar marriage is a controversial issue in Saudi Arabia, with differing opinions among scholars on its permissibility. The author suggests that instead of allowing or forbidding misyar marriage outright, it should be permitted under certain conditions. Currently, misyar marriage is not regulated by the Saudi Arabian government, and the author argues that regulations should be put in place to prevent potential abuse and adultery disguised as misyar marriage. Without proper regulations, there is a concern that the prevalence of misyar marriage could lead to immoral behavior in Saudi Arabia. Keywords: phenomenon, marriage, misyar, Saudi Arabia Abstrak: Tulisan ini mengeksplorasi praktik pernikahan misyar di Arab Saudi, yang merupakan jenis pernikahan yang memenuhi syarat dan rukun pernikahan yang sah namun membebaskan pengantin pria dari kewajiban tertentu seperti memberikan nafkah dan tempat tinggal untuk pengantin wanita. Aspek yang paling umum dari pernikahan misyar adalah pembebasan dari kewajiban untuk menginap bersama pengantin wanita. Praktik pernikahan misyar merupakan isu kontroversial di Arab Saudi, dengan perbedaan pendapat di antara para ulama tentang kebolehannya. Penulis menyarankan bahwa alih-alih mengizinkan atau melarang pernikahan misyar secara langsung, pernikahan misyar seharusnya diizinkan dalam kondisi tertentu. Saat ini, pernikahan misyar tidak diatur oleh pemerintah Arab Saudi, dan penulis berpendapat bahwa peraturan harus dibuat untuk mencegah potensi penyalahgunaan dan perzinahan yang menyamar sebagai pernikahan misyar. Tanpa peraturan yang tepat, ada kekhawatiran bahwa prevalensi pernikahan misyar dapat menyebabkan perilaku tidak bermoral di Arab Saudi. Kata kunci: fenomena, nikah, misyar, Saudi arabia
Normative Analysis of Sheikh Bin Baz's Fatwa On Marriage With The Intention Of Divorce Ahmad Raihan; Gusti Muzainah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.381

Abstract

Abstract Avoiding adultery is often a reason for people to hasten marriage. However, an interesting phenomenon that needs to be studied is "marriage with the intention of divorce," where a man marries a woman with the intention of divorcing her after fulfilling his needs or completing his studies, as a way to avoid adultery. An important concept to analyze in this context is "maslahah mursalah". However, is this kind of marriage justifiable within the framework of the public good and is the fatwa allowing it based on the principles of "maslahah mursalah"? This study used a qualitative approach and found that Sheikh Bin Baz's fatwa permits marriage with the intention of divorce and is not considered a betrayal of the future wife. However, it is important to note that this intention should not be mentioned during the marriage contract and should not be expressed directly to the future wife. In addition, this kind of marriage contradicts the principles of applying "maslahah mursalah" and does not meet the objectives of marriage mentioned in the marriage law and Islamic law (KHI), namely happiness and permanence, and the realization of a sakinah, mawaddah and rahmah household life. Keywords: Marriage, intention, divorce, fatwa, Syeikh Bin Baz, legal objectives, maslahah mursalah Abstrak Menghindari perzinahan sering kali menjadi alasan bagi seseorang untuk mempercepat pernikahan. Namun, fenomena menarik yang perlu diteliti adalah "pernikahan dengan niat cerai," di mana seorang pria menikahi seorang wanita dengan niat untuk menceraikannya setelah memenuhi kebutuhannya atau menyelesaikan studi, sebagai cara untuk menghindari perzinahan. Konsep yang penting untuk dianalisis dalam konteks ini adalah "maslahah mursalah". Namun, apakah pernikahan semacam ini dapat dibenarkan dalam kerangka kemaslahatan umum dan apakah fatwa yang mengizinkannya didasarkan pada prinsip-prinsip "maslahah mursalah"? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menemukan bahwa fatwa Syekh Bin Baz memperbolehkan pernikahan dengan niat cerai dan tidak dianggap sebagai pengkhianatan terhadap calon istri. Namun, penting untuk dicatat bahwa niat ini tidak boleh disebutkan saat akad nikah dan tidak boleh diungkapkan secara langsung kepada calon istri. Selain itu, pernikahan semacam ini bertentangan dengan prinsip-prinsip penerapan "maslahah mursalah" dan tidak memenuhi tujuan perkawinan yang disebutkan dalam undang-undang perkawinan dan hukum Islam (KHI), yaitu kebahagiaan dan keabadian, serta terwujudnya kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kata Kunci : Nikah, Niat, Talak, Fatwa, Syeikh bin Baz, Tujuan Hukum, Maslahah Mursalah.
The Role Of Islamic Religious Education In The Era Of Information And Communication Technology Jimi Harianto
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.393

Abstract

Abstract In the era of globalization, the role of information and communication technology has become very strategic because it presents a world without borders, distance, space and time, and is effective in increasing productivity and efficiency. The Islamic religious education learning process can obtain information, manipulate, manage and exchange knowledge or exchange information more easily. The integration of ICT in educational programs will play an important role in developing students' thinking and developing skills. Increasing teacher professionalism in ICT activities, especially the use of ICT platforms in PAI classes, in order to improve learning and make the education center a center for creative learning, as well as motivation so that students can understand and motivate themselves in learning PAI. In the educational field, ICT programs aim to familiarize students with common ICT information and tools, including computers. Students are expected to understand the terms used in information and communication technology. Apart from helping students learn, the role of information and communication technology inside Education is very influential for teachers, especially in utilizing opportunities to improve teaching strengths. Keywords: Islamic Religious Education and Information Technology Abstrak Di era globalisasi, peran teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat strategis karena menghadirkan dunia tanpa batas, jarak, ruang dan waktu, serta efektif dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Proses pembelajaran pendidikan agama Islam dapat memperoleh informasi, memanipulasi, mengelola dan bertukar pengetahuan atau bertukar informasi dengan lebih mudah. Integrasi TIK dalam program pendidikan akan memainkan peran penting dalam mengembangkan pemikiran siswa dan mengembangkan keterampilan. Peningkatan profesionalisme guru dalam kegiatan TIK khususnya penggunaan platform TIK di kelas PAI, guna meningkatkan pembelajaran dan menjadikan pusat pendidikan sebagai pusat pembelajaran yang kreatif, serta motivasi agar peserta didik dapat memahami dan memotivasi diri dalam belajar PAI. Dalam bidang pendidikan, program TIK bertujuan untuk membiasakan siswa dengan informasi dan alat TIK yang umum, termasuk komputer. Siswa diharapkan dapat memahami istilah-istilah yang digunakan dalam teknologi informasi dan komunikasi. Selain membantu siswa belajar, peran teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan sangat berpengaruh bagi para guru, terutama dalam memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kemampuan mengajar. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam dan Teknologi Informasi
Akurasi Arah Kiblat Masjid-Masjid di Kabupaten Banjar Rahman Helmi, S.Ag., MSI; H. Badrian, M.Ag.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.439

Abstract

Abstract Currently, the Qibla direction of mosques in Banjar Regency is still found to be inaccurate so that the prayer safes must be deviated from the direction of the building. However, a representative study to determine the accuracy of the Qibla direction of these mosques has not been conducted. To get a more comprehensive picture of the accuracy of Qibla direction and to find out the factors that cause the deviation of Qibla direction of mosques in Banjar Regency, it is necessary to conduct research. The measurement of Qibla direction was carried out by calculating the phalactic science using the Viincenty method. The finding of this research is that the accuracy of Qibla direction of mosques in Banjar Regency shows varying levels of accuracy. For the 40 mosques that have been studied, 5 mosques (13%) are highly accurate, 7 mosques (18%) are accurate and 28 mosques (70%) are inaccurate. The factors causing the variation in the accuracy of Qibla direction are the use of a non-standard compass, the use of a compass that has not followed the correct procedure, and the determination of Qibla direction based on the istiwa stick. Keywords: Qibla direction, accuracy, deviation, theodolite Keywords: Islamic Religious Education and Information Technology Abstrak Saat ini masih ditemukan arah kiblat masjid-masjid di Kabupaten Banjar yang kurang akurat sehingga saf salat harus diserongkan dari arah bangunan. Walaupun demikian, penelitian yang refresentatif untuk mengetahui akurasi arah kiblat masjid-masjid tersebut belum dilakukan. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai akurasi arah kiblat dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab deviasi arah kiblat masjid-masjid di Kabupaten Banjar dipandang perlu untuk dilakukan penelitian. Pengukuran arah kiblat dilakukan dengan penghitungan ilmu falak menggunakan metode Viincenty. Temuan penelitian ini adalah akurasi arah kiblat masjid-masjid di Kabupaten Banjar menunjukkan tingkat akurasi yang bervariasi. Untuk 40 masjid yang sudah diteliti, 5 masjid (13%) kategori sangat akurat, 7 masjid (18%) kategori akurat dan 28 masjid (70%) masih kurang akurat. Faktor-faktor penyebab bervariasinya keakuratan arah kiblat adalah penggunaan kompas yang tidak standar, penggunaan kompas yang belum mengikuti prosedur yang benar, dan penentuan arah kiblat berdasarkan tongkat istiwa. Kata Kunci: arah kiblat, akurasi, deviasi, theodolit
Maraknya Permohonan Pengesahan Perkawinan di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Gusti Muzainah; Miftah Faridh
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.440

Abstract

Abstract Banjarmasin as a metropolitan city is characterized by a dense population, development of the city center, economy, education, access to technology and information as well as the availability of various infrastructure and entertainment facilities. Progress on these various sides should be directly proportional to the level of obedience to the law, the one is the obligation to register a marriage officially. However, based on data from 2015 until 2019, that there is an increase in applications for marriage isbat at the Banjarmasin City Religious Court. This means, there are still many unregistered marriages. This study aims to determine how the phenomenon of marriage isbat in the city of Banjarmasin as a metropolitan city and the factors. The method of this study is used empirical/field research, and the approach of this study is used the sociology and anthropology of law. The results of this study was indicated that: 1) the phenomenon of marriage isbat in the city of Banjarmasin is dominated by the lower class with economic problems and low education; 2) The most dominant factor is the legal culture of the community that views religious law (classical fiqh) as sufficient of validity criteria in the marriage. Therefore, they consider that the marriage isbat can be proposed at any time as a solution to their unregistered marriage. Keywords: phenomenon, marriage isbat, metropolitan Abstrak Banjarmasin sebagai salah satu kota metropolitan yang ditandai dengan padatnya jumlah penduduk, perkembangan pusat kota, ekonomi, pendidikan, akses teknologi dan informasi serta ketersediaan berbagai infrastruktur dan sarana hiburan. Kemajuan di berbagai sisi tersebut seyogyanya berbanding lurus dengan tingkat ketaatan terhadap hukum, salah satunya kewajiban mencatatkan pernikahan secara resmi. Akan tetapi, berdasarkan data tahun 2015 hingga 2019, terlihat adanya peningkatan pengajuan isbat nikah di Pengadilan Agama Kota Banjarmasin. Ini artinya, masih banyak terdapat pernikahan yang tidak tercatat.Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana fenomena isbat nikah yang terjadi di kota Banjarmasin sebagai salah satu kota metropolitan dan faktor-faktor yang menyebabkan maraknya hal tersebut. metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris/field research, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum dan antropologi hukum.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) fenomena isbat nikah di kota Banjarmasin didominasi oleh kalangan lower class yang memiliki problematika ekonomi dan renfdahnya pendidikan; 2) faktor paling dominan disebabkan budaya hukum masyarakat yang memandang hukum agama (fikih klasik) sudah cukup memenuhi kriteria keabsahan pernikahan mereka. Akibatnya, mereka menganggap bahwa isbat nikah bisa saja sewaktu-waktu diajukan sebagai solusi pernikahan mereka yang tidak tercatat tersebut. Kata kunci: fenomena, isbat nikah, metropolitan

Page 10 of 55 | Total Record : 550