cover
Contact Name
Dian Eka Indriani
Contact Email
stkip.civicculture@gmail.com
Phone
+6281333212229
Journal Mail Official
dianindrian79@stkippgri-bkl.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Bangkalan Jl. Soekarno Hatta No. 52 Telp/Fax (031) 3092325 Bangkalan Website: http://www.stkippgri-bkl.ac.id
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Published by STKIP PGRI Bangkalan
ISSN : 25799878     EISSN : 25799924     DOI : https://doi.org/10.31597/ccj
The Aim and Scope of the journal Focus and Civic-Culture are to provide Academic and Scientific writings in the field of Citizenship Education; Character building; Social; Culture; Religious of results of research and thinking in the form of articles, supplemental articles, review articles, research notes.
Articles 124 Documents
Survei Aktivitas Dan Kebiasaan Masyarakat Serta Tingkat Resikonya Dalam Menghadapi Wabah COVID-19 Di Indonesia Hidayatullah, Fajar; Setiawan, Fadibah; Megalini, Farida
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 1 Extra (2020): The Effect of Covid 19 in Society
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.354

Abstract

COVID-19 allegedly appeared for the first time in the city of wuhan, but in some discussions there were also those who disagree with this opinion because until now the origin of the virus remained unconfirmed. The transfer of the virus from human to human is very rapid in social groups that are actively engaged. Diligent in maintaining hand hygiene washing it with soap or hand sanitizer is a strategy to prevent the spread of the virus through the touch of a hand because it is suspected that the virus can be spread by contact between both hands with other people or objects that have been exposed to viruses or touches on the face. To measure the validity of the instruments used, the calculation of the reproducibility coefficient and scalability was carried out in this study. Whereas the reliability test used the calculation with Kuder-Richardson20 formula. The Kolmogorov-Smirnov normality test is used to test the normality of data as well as descriptive analysis with a quantitative approach to conclude research. From the results of the study concluded that respondents with habits and high-risk activities are still classified as very little where about 1.5% of 133 respondents or more precisely only 2 respondents included in the category of "high risk". While around 27.07% of the total respondents or more precisely 36 included in the category of "moderate risk". Furthermore it was found that about 71.43% of the total respondents or rather 95 people were included in the "low risk" category. COVID-19 yang diduga muncul pertama kali di kota wuhan namun dalam beberapa bahasan juga ada yang tidak setuju dengan pendapat tersebut karena hingga saat ini asal virus tersebut tetap belum terkonfirmasi dengan valid. Perpindahan virus dari manusia ke manusia sangat cepat terjadi pada kelompok sosial yang aktif berkempul. Rajin menjaga kebersihan tangan mencucinya dengan sabun atau hand sanitizer merupakan strategi pencegahan penyebaran virus melalui sentuhan tangan karena ditengarai virus dapat disebarkan oleh kontak antara kedua tangan dengan orang lain atau benda yang telah terepapar virus ataupun sentuhan pada bagian muka. Untuk mengukur validitas instrumen yang digunakan, penghitungan koefisien reprodusibilitas beserta skalabilitas dilakukan dalam penelitian ini. Sedangkan untuk uji reliabilitas digunakan penghitungan dengan rumus Kuder-Richardson20. Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji normalitas data serta analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menyimpulkan penelitian. Dari hasil penelitian disimpulkan responden dengan kebiasaan dan aktivitas yang beresiko tinggi masih tergolong sangat sedikit dimana sekitar 1,5% dari 133 responden atau lebih tepatnya hanya 2 responden termasuk dalam kategori “resiko tinggi”. Sedangkan sekitar 27,07% dari total responden atau lebih tepatnya 36 termasuk dalam kategori “resiko sedang”. Selanjutnya ditemukan bahwa sekitar 71,43% dari total responden atau lebih tepatnya 95 orang termasuk dalam kategori “resiko rendah”.
Perubahan Karakter Belajar Mahasiswa Di Tengah Pandemik Covid-19: Tinjauan Sosio-Psiko terhadap Perubahan Karakter Belajar Mahasiswa di tengah Pandemik COVID-19, di Kota Sorong, Papua Barat Leuwol, Natasya; Gaspersz, Sherly
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 1 Extra (2020): The Effect of Covid 19 in Society
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.355

Abstract

The purpose of this research are to identify and obtain information about, changes in student learning characteristics in the midst of COVID-19 pandemic, using online distance learning systems. The research uses action research procedures in the form of cycles consisting of four stages, namely planning, action, observation and reflection, while the method used is analytical descriptive method, describing the phenomenon of change occur factually, then analyze the phenomenon of change. Respondents for this study were lecturers and students at four universities in Sorong City, with data collection duration of less than 1 month. The results of this research are, there are changes in the character of learning, experienced by students when doing distance learning online, namely mastery of technology is still lacking, the addition of internet quota fees. There is a change in the character of learning experienced by students namely, Intensional changes, positive-active changes, and effective-functional changes. Keywords: Changes in learning character, Students, COVID-19 Pandemic.
Paradigma Bela negara dalam Pendidikan Kewarganegaraan pada Era Pascareformasi Hastangka; Farid, Muhammad
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 (2020): July
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i2.357

Abstract

Paradigma Bela negara menjadi salah satu isu penting dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bela negara setidak hanya dimaknai sebagai upaya dan tindakan tetapi doktrin dan ideologi yang mengarahkan dan mendorong warga negara untuk mengenali peran negara dan partisipasi warga negara dalam kehidupan kewarganegaraan. Proses pengenalan dan pemahaman tentang bela negara dapat dikaji dari peran pendidikan warga negara melalui pendidikan kewarganegaraan yang dilakukan oleh negara kepada warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis paradigma bela negara pada era pascareformasi dalam pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber bahan dari buku teks, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen yang diterbitkan oleh lembaga resmi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis koherensi, interpretasi, dan induktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma bela negara yang berkembang di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan dari konsepsi bela negara untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara berbasis militeristik menuju bela negara pada konstruksi non militeristik mengisi kemerdekaan untuk berperan aktif dalam pembangunan, serta menghadapi berbagai tantangan dari dalam dan luar negeri pada masa kini maupun di masa yang akan datang dengan pendekatan keterlibatan aktif warga negara (civic engagement).
Teror Informasi dan Perilaku Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial di Tengah Pandemi Covid-19 Widodo, Arif
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 1 Extra (2020): The Effect of Covid 19 in Society
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial dikalangan mahasiswa selama pandemi Covid-19. Mahasiswa dijadikan objek penelitian karena dipandang sebagai golongan terdidik. Tingkat intelektual mahasiswa menjadi pembeda dengan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Lokasi penelitian di Universitas Mataram. Mahasiswa yang terpilih sebagai sampel berasal dari program studi pendidikan Sosiologi dan PGSD. Penelitian diawali dengan penentuan topik, pembuatan instrumen, pengumpulan data, tabulasi data, penyajian data, analisis data dan pengambilan kesimpulan. Masalah utama dalam penelitian ini antara lain: bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial di tengah pandemi corona, informasi apa saja yang paling banyak ditemukan, bagaimana mahasiswa menyikapi berita hoax dan komedi parodi, dan media sosial apa yang sering digunakan untuk mengakses informasi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dalam menggunakan media sosial cukup bijak. Mahasiswa tidak mudah menyebarkan informasi sebelum diketahui kebenarannya dan tidak membuat konten yang berisi berita hoax. Informasi yang paling banyak ditemukan di media sosial selama pandemi Covid-19 antara lain: fakta, berita hoax, edukasi dan komedi parodi. Sebagian besar mahasiswa dalam menyikapi berita hoax dan komedi parodi dengan mangabaikan saja. Informasi yang disebarkan ulang berisi fakta dan edukasi. Media sosial yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa adalah WhatsApp, Instagram dan Facebook.
Kemenangan Klebun : Ketahanan Bejingan Terhadap Loyalitas Pemilih Umanailo, M Chairul Basrun; Asmawati, Asmawati; Tawakkal, George Towar Ikbal; Muadi, Sholih
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 (2020): July
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i2.374

Abstract

Kemenangan Klebun (Kelapa Desa) dalam kontestasi politik lokal di Kabupaten Pamekasan Madura tidak hanya terbatas pada peran Bejingan yang bertindak sebagai makelar suara. Lebih dari itu, loyalitas pemilih menjadi faktor sentral dimana kandidat mendapatkan suara sesuai dengan yang ditargetkan oleh Bejingan. Untuk memberikan pemahaman tentang loyalitas pemilih yang diperjuangkan oleh makelar suara dalam kemenangan kandidat, artikel ini mengeksplorasi bagaimana loyalitas pemilih diperjuangkan oleh Bejingan sebagai makelar suara dalam kemenangan kandidat. Berdasarkan wawancara mendalam dan observasi lapangan di Kabupaten Pamekasan, kami menunjukkan bahwa kesetiaan pemilih dipengaruhi oleh kesepakatan awal yang telah terjalin oleh salah satu Bejingan. Temuan kami menjelaskan bahwa meskipun broker menerima banyak perhatian yang keberadaanya mampu membantu kandidat dalam kemenangan, namun peneliti menemukan bahwa loyalitas pemilih dalam kemenangan kandidat berkontribusi penting. Lebih dari itu, imbalan materi bukan menjadi faktor penentu loyalitas tanpa batas yang dimiliki pemilih dapat dipertahankan. Kontribusi keilmuan artikel ini adalah mendiskusikan perluasan pemilih dengan segala loyalitasnya dalam kemenangan kandidat tidak terbatas pada peran broker.
Kondisi Pengusaha Indonesia Ditengah Pandemi Covid-19: Work From Home Dan Strategi Survive Ilham, IIham
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 1 Extra (2020): The Effect of Covid 19 in Society
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.379

Abstract

The policy of social distancing enforcement to social restrictions (PSBB) is a step traveled by the government as an effort to prevent the spread of Corona Virus Disease (Covid-19) in Indonesia. The call to work from home is then socialized in the community, as the hashtag in the form of an invitation to remain #Dirumahsaja become viral on various social media. The birth of this policy then affect the economic sector that ultimately make the business world to be involved. So in this study will study about the condition of young Indonesian businessmen as well as survive strategy in the middle of the pandemic Covid-19, as for methods used through a qualitative descriptive approach. For informant taken from the young entrepreneurs who are in 30 cities scattered in the region of Indonesia. Data analysis is conducted through three phases of activity; Data reduction ; presentation of data (display data), and Withdrawal of conclusion (verification). In order to obtain data to answer research questions and research purposes, the techniques used are interviews, documentation and literature study. The results of this study showed that the impact of the Covid-19 pandemic against Indonesian young entrepreneurs varies; Still survive, depressed to close the business, switch to open a new business, and develop in the middle of the Covid-19 pandemic. Those who are able to survive and thrive are mostly businesses that run online, primarily the utilization of social media (sosmed) as a means of promotion of products. The strategy of young Indonesian entrepreneurs who successfully summarized to remain survive in the midst of the Covid-19 pandemic, among them; (1) to build a digital marketing channel, (2) maximize the utilization of social media as promotional means, (3) to build networking, (4) Provide good service, (5) Maintain product quality and ensure stay safe from Covid-19, (6) provide discounts to consumers such as free shipping, (7) switching focus by opening the relevant business, and (8) Create a new business plan after the Covid-19 pandemic.
Perjuangan Kaum Disabilitas Dalam Mendapatkan Identitas Kewargaan Naofal Bayu Saputra Dewa; Sulton, Sulton; Asmaroin, Ambiro Puji
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 Extra (2020): September
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i2 Extra.422

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perjuangan kaum disabilitas dalam mendapatkan identitas kewargaan. Politik kewargaan di berikan sebagai sebuah status hukum yang diberikan oleh negarabangsa dengan kajian-kajian ilmu, sosial kewargaan semakin fokus pada bentuk-bentuk kewargaan sosial, kultural dan politik. Dalam konteks seperti itu, maka kewargaan difahami sebagai perjuangan melawan hubungan kekuasaan yang secara politik, ekonomi dan kultural menindas dan mengeksklusi kelompok rakyat tertentu atau diskriminasi. Inti dari perjuangan ini adalah tuntutan akan adanya representasi politik, keadilan sosial dan ekonomi, serta pengakuan kultural. Secara umum tuntutan itu ditujukan kepada negara dan kekuatan dominan lainnya. Strategi untuk memenuhi tuntutan kewargaan dapat berlangsung dengan cara menjaga jarak atau dengan terlibat langsung dengan pemegang kekuasaan hegemonik. Negeri ini secara formal bisa di katakan demokratif, tetapi secara subtansif masih belum dikarenakan banyak kelompok yang terpinggirkan. Kelompok-kelompok yang tertindas dan terpinggirkan merupakan masyarakat dari kalangan sipil dan kerakyatan yang dianggap sebelah mata dan tidak terlihat oleh pemerintah dianggap hanya sebagai kaum lemah seperti halnya, PKL, perempuan, disabilitas, mahasiswa dan kelompok pasca fundamentalis.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang akan mengungkapkan fenomenan secara sistematis pada berbagai temuan dalam penelitian. Penelitian ini fokus membahas bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh kaum disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah Perjuangan Disabilitas Atas Identitas Kewargaannya serta menjelaskan faktor-faktor yang memperngaruhi perjuangan kaum disabilitas atas identitas kewargaannya. Kata Kunci: Perjuangan, Disabilitas, Identitas Kewargaan
Gerakan Aisyiyah Dalam Meneguhkan Identitas Kewargaannya Fitriana, Diyan; Sulton, Sulton; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 Extra (2020): September
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i2 Extra.429

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gerakan kaum wanita yang terhimpun pada organisasi Aisyiyah dalam meneguhkan identitas kewargaannya. Politik kewargaan adalah serangkaian hak–hak kewargaan yang diperjuangkan oleh kelompok sosial yang mengalami eksklusi politik, ekonomi dan kultural dan selalu bersifat politis. Dalam mewujudkan hak-hak kewargaan dapat dilakukan dengan melalui tiga upaya, antara lain yaitu memperjuangkan pengakuan kultural, keadilan sosial dan kesejahteraan, memperjuangkan demokrasi dan representasi politik secara bersinergi. Praktik demokrasi formal di Indonesia yang relatif berhasil ternyata jauh dari cukup untuk menjamin kewargaan yang lebih substantif. Terlebih proses demokrasi yang sedang berjalan menunjukkan tanda-tanda kemandekan, sehingga tidak heran jika demokrasi yang ada hanya memberi keuntungan utamanya bagi kelompok elit oligarki, sembari mendorong perjuangan individu dan kelompok non-oligarki dalam menggunakan tata aturan dan regulasi yang ada untuk menuntut hak-hak kewargaannya. Ada banyak organisasi atau gerakan di Indonesia yang berjuang untuk identitas kolektif mereka. Salah satu organisasi yang menghimpun gerakan-gerakan dalam ranah publik secara kontestan adalah dari kelompok perempuan. Kelompok perempuan pada dasarnya memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam memajukan bangsa Indonesia. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan kelompok perempuan sering kali termarginalkan oleh lingkungan bahkan oleh bangsanya sendiri. Memang eksistensi perempuan telah diakui, tetapi keadaan Indonesia kontemporer masih terbatas dalam mempertahankan kesejahteraan perempuan dan representasi politik terabaikan bagi kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang berusaha mengungkap fenomena secara sistematis dari berbagai kepustakaan . Penelitian ini fokus membahas bagaimana gerakan yang dilakukan oleh Aisyiyah dalam memperjuangkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah Pergerakan Aisyiyah dalam meneguhkan identitas kewargaannya serta menjelaskan faktor-faktor yang memperngaruhi pergerakan Aisyiyah dalam meneguhkan identitas kewargaannya.
Penguatan Civic Literasi Dalam Membentuk Wawasan Kebangsaan Tachyudin, Muhammad; Cahyono , Hadi; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 Extra (2020): September
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i2 Extra.434

Abstract

Penelitian ini mengkaji manfaat civic literacy dalam membentuk wawasan kebangsaan guna menjadikan warga Negara yang baik (good citizen) dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai nilai nilai Pancasila. Tentunya dalam penelitian ini peneliti ingin memastikan bahwa penguatan civic literacy memang sangat di perlukan dalam mengantisipasi dampak arus globalisasi yang bisa kapan saja memberikan efek tidak baik terhadap warga masyarakat Indonesia. Krisisnya wawasan kebangsaan juga menjadikan pola hidup yang bisa membuat perilaku kurang baik dalam berbanga dan bernegara, tentunya upaya yang harus segera dibenahi ialah dengan meningkatkan kualitas literasi masyarakat kita. Metode yang digunakan yaitu studi kepustakaan, dimana hasil dari pembahasan merupakan analisa kajian teori dari berbagai literature, untuk mengolah teori dan kajian penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Hasil penelitian membuktikan bahwa dalam perannya civic literacy mempunyai peran dalam memingkatkan kualitas bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa.
Peran Kelompok Teman Sebaya dalam Upaya Pembentukan Moral Siswa di Kabupaten Ponorogo Alviyan, Artha; Mahardhani, Ardhana Januar; Utami , Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 Extra (2020): September
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i2 Extra.439

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran kelompok teman sebaya dalam pembentukan moral siswa di Kabupaten Ponorogo. Fokus dalam tulisan ini adalah melihat peran kelompok teman sebaya pada lingkup pendidikan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau remaja. Tulisan ini menggunakan metode kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan banyak informasi dan dokumentasi tentang peran kelompok teman sebaya sebagai pembentuk moral siswa pada masa remaja. Dalam konteks seperti itu, teman sebaya dipahami sebagai salah satu sumber informasi yang cukup signifikan dalam membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku pada siswa remaja. Dari hasil informasi yang telah dikoleksi oleh peneliti dapat diperoleh kesimpulan bahwa urgensi moral pada remaja di Kabupaten Ponorogo membuktikan bahwa pembentukan moral yang positif dengan memaksimalkan peran teman sebayanya sangatlah perlu dilakukan. Pembentukan moral merupakan suatu tindakan untuk membimbing dan melembagakan nilai-nilai moral. Hal ini dilihat dari beberapa informasi yang telah peneliti dapat dari beberapa hasil penelitian bahwasannya sebagian besar waktu remaja atau siswa dihabiskan untuk berhubungan atau bergaul dengan teman-teman sebaya mereka. Dalam perkembangan sosio emosional, melalui interaksi sebayalah anak-anak belajar bagaimana berinteraksi dalam hubungan yang simetris dan timbal balik. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pembentukan moral siswa baik negatif maupun positif sangat bergantung terhadap pergaulan teman sebaya. Ini dikarenakan seringnya siswa berinteraksi dengan teman sebaya dilingkungan sekolah dan masyarakat sehingga siswa cenderung mengikuti tindakan yang dilakukan oleh teman sebayanya.

Page 7 of 13 | Total Record : 124