cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Attoriolong
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Attoriolong diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah FIS UNM. Jurnal Attoriolong memuat tulisan yang terkait dengan Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan. dipublikasikan dua kali dalam setahun, pada bulan Januari dan Agustus
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Kerajaan Balanipa Masa Maraqdia Tokape, 1860-1873 Hasdi, Muhammad Ikhsan
Attoriolong Vol 23, No 2 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi Sejarah Kerajaan Balanipa Pada Masa Pemerintahan Maraqdia Tokape. Pentingnya penelitian ini bertujuan untuk mengenal tokoh daerah yang barang kali kita belum pernah mendengar namanya sebelumnya, sehingga kita menjadi tahu dan bisa mempelajari sejarah dan perjuangan yang dilakukannya, dan sering kali apa yang dilakukan para tokoh local itu tidak berskala kecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pada masa Maraqdia Tokape terjadi perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di Mandar 1870-1873. Dan penulis berharap bahwa apa yang dibahas dan dibahasakan dalam tulisan ini, menjadi ide, gagasan dan spirit bagi anak bangsa untuk terus menumbuhkan budaya literasi dengan membaca, dan menerbitkan karya.
Tradisi Mappalili Ma’rang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, 1980-2023 Penta, Nurhaedah Herman
Attoriolong Vol 23, No 2 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang Tradisi Mappalili Ma’rang di Kabupaten Pangkejene dan kepulauan (1980-2023), Perubahan Tradisi Mappalili Ma’rang, dan Pandangan terhadap Tradisi Mappalili Ma’rang. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti: menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang Tradisi Mappalili Ma’rang di Kabupaten Pangkejene dan kepulauan (1980-2023) sudah dilaksanakan sejak lama oleh masyarakat Ma’rang. Adapun Pinati yang melatarbelakangi tetap dilaksanakannya Tradisi Mappalili yaitu Wa’ Katutu kemudian setelah beliau meninggal diteruskan oleh anaknya Pancana dan setelah beliau meninggal diteruskan oleh anaknya yaitu H. Muharik. (2) Seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi Tradisi Mappalili kemudian mengalami berbagai perubahan dalam pelaksanaannya. Pada tahun 2000 masyarakat ma’rang sudah tidak melakukan proses pembacaan Meong Palo Karellae dan adanya perbedaan kepercayaan antara masyarakat dengan lurah pada saat itu. Pada Tahun 2018 penggunaan kerbau sudah tidak digunakan dikarenakan sudah jarangnya kerbau sehingga diganti menjadi tenaga manusia. Pelaksanaan Tradisi Pada tahun 2021 mulai dihadiri oleh pihak Bupati, keturunan karaeng serta Mantan Maddo (pemimpin adat). Selain itu pelaksanaan Tradisi tahun 2022-2023 dilaksanakan dengan semeriah yang melibatkan guru serta murid di bonto-bonto. (3) Tradisi Mappalili Ma’rang memiliki beberapa pandangan dari masyarakat yang terlibat, tidak terlibat dan ulama terkait tradisi tersebut.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Sejarah Kelas X IPS 1 SMA Negeri 2 Takalar Achmad, Nurfaida
Attoriolong Vol 23, No 2 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana paradigma pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together meningkatkan pembelajaran sejarah pada siswa kelas X IPS I SMA Negeri 2 Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Di SMA Negeri 2 Takalar, jumlah siswa kelas X IPS I tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 36 siswa. Kedua siklus penelitian ini memiliki empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode observasi, penilaian hasil belajar, dan dokumentasi.
Irigasi Pertanian di Desa Tallung Ura Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, 1980-2020. Misnawati, Misnawati
Attoriolong Vol 23, No 2 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1). Bagaimana latar belakang pembangunan irigasi pertanian di Desa Tallung Ura Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, 2). Proses pembangunan irigasi pertanian di Desa Tallung Ura Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, 3). Dampak sosial ekonomi pembangunan irigasi bagi masyarakat di Desa Tallung Ura Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik atau pengumpulan data yang diperoleh melalui studi kepustakaan, studi kearsipan, wawancara, dan observasi. Selanjutnya dilakukan kritik sumber terhadap sumber yang telah dikumpulkan, kemudian diinterpretasi atau diberikan penafsiran terhadap sumber tersebut. Langkah terakhir yaitu historiografi atau penulisan sejarah yang pada akhirnya melahirkan tulisan tentang Irigasi pertanian di Desa Tallung Ura Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang (1980-2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pada tahun 1960 sebelum adanya irigasi di Desa Tallung Ura, kondisi pertanian padi khususnya lahan sawah masih sangat mengandalkan sistem tadah hujan. 2) Pada tahun 1980 dengan harapan pertanian sawah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani, diadakan rapat desa untuk mematangkan rencana pembuatan sarana irigasi dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang memiliki sawah. 3) Dengan adanya irigasi Tallung Ura hasil pertanian yang diperoleh masyarakat menjadi semakin meningkat. Dengan demikian dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa kehidupan ekonomi masyarakat juga menjadi semakin meningkat. adapun dampak sosial dari irigasi Tallung Ura adalah adanya akses jalan tambahan, dan pembagian air yang merata kepada seluruh petak sawah.
Penerapan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Nearpod dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI. 3 UPT SMA Negeri 7 Enrekang Istiqamah, Nurul
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas XI.3 UPT SMA Negeri 7 Enrekang  pada Mata Pelajaran Sejarah melalui penerapan media pembelajaran interaktif berbasis Nearpod. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di UPT SMA Negeri 7 Enrekang dengan subjek penelitian peserta didik Kelas XI.3 pada Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 29 orang terdiri dari 20 laki-laki dan 9 perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahapan: perencanaaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: observsi, angket dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerepan media pembelajaran interaktif berbasis Nearpod dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI.3 UPT SMA Negeri 7 Enrekang. Peningkatan motivasi belajar peserta didik dapat dilihat pada tahap pra siklus yang menunjukkan bahwa skor total angket yang diperoleh peserta didik sebanyak 3547 yang menghasilkan nilai rata-rata motivasi belajar peserta didik hanya mencapai 55,56% berada pada kategori rendah. Kemudian pada siklus I menunjukkan bahwa skor total angket yang diperoleh peserta didik sebanyak 4015 yang menghasilkan nilai rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 65,28% berada pada kategori sedang. Dan pada siklus II menunjukkan bahwa skor total angket yang diperoleh peserta didik sebanyak 5202 yang menghasilkan nilai rata-rata motivasi belajar peserta didik meningkat menjadi 81,53% berada pada kategori tinggi, maka peningkatan tersebut sudah mencapai tingkat keberhasilan penelitian sehingga peneliti menyelesaikan penelitian pada siklus II
Tradisi Mangpatindak Bola di Desa Masalle, Kab. Enrekang, 2004-2023 Arifah, Nur
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui latar belakang bagaimana dalam tradisi mangpatindak bola di desa Masalle, Kabupaten Enrekang (2004 - 2023). Serta manfaat dari tradisi mangpatindak bola, dan dampak sosial dari tradisi mangpatindak bola. Fokus penelitian terhadap praktek pelaksanaan tradisi mangpatindak bola,  Makna,  serta dampak sosial dalam tradisi mangpatindak bola di Desa Masalle, Kab. Enrekang (2004-2023) dengan menggunakan metode penelian Kualitatif. Adapun empat tahapan pada metode penelitian Kulitatif yaitu: heuristic, kritik , interpretasi, dan historiografi. Hasil studi menunjukkan bahwa: Latar belakang tradisi mendirikan rumah panggung dapat dilihat dari praktik pelaksanaan tradisi mangpatindak bola: pada  studi kasus tiga rumah panggung yang dimana pada tahun 2004-2023 mengalami perubahan, baik dari bahan bangunan, alat yang digunakan maupun, penyajian makanannya. Perubahan-perubahan tersebut mengikuti seiring dengan perkembangan zaman. Selain dari perubahan perubahan yang terjadi rumah panggung memiliki makana yang terkandung didalamnya seperti kegunaan ruangan rumah, kolom rumah. Sedangakan bagian bawah rumah digunakan untuk tempat tinggal, warung, penyimpanan kendaraan, serta tempat penyimpanan hasil panen. Selain dari paraktek pembuatan rumah dan manfaat dari tradisi mangpatindak bola, juga memiliki dampak dari tradisi mangpatindak bola baik dari dampak positif maupun negatif.
Model Literature Circle Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X.2 di SMA Negeri 20 Bone Safitri, Savira Rahmadani
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Jurusan Pendidikan Sejarah dari masa ketika masih bernaung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Hasanuddin hingga bertransformasi menjadi Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar pada periode 1963–2022.Fokus kajian mencakup latar belakang pendirian, perubahan struktur organisasi dan nomenklatur, perkembangan kurikulum dan sumber daya manusia, serta posisi program studi dalam konteks Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di kawasan Timur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, penelusuran arsip institusi, serta wawancara dengan dosen dan tokoh kunci yang terlibat langsung dalam perjalanan Jurusan/Program Studi Pendidikan Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu hampir enam dekade, Jurusan Pendidikan Sejarah mengalami sedikitnya lima kali perubahan nama dan kedudukan kelembagaan sejalan dengan dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional dan transformasi IKIP Ujung Pandang menjadi Universitas Negeri Makassar. Temuan lain mengindikasikan bahwa Pendidikan Sejarah merupakan salah satu program studi tertua dan ikut berperan sebagai perintis dalam pembentukan Universitas Negeri Makassar, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan guru sejarah serta tenaga ahli di bidang kearsipan, museum, dan lembaga sosial lainnya. Secara keseluruhan, dinamika tersebut memperlihatkan kemampuan adaptasi kelembagaan di tengah perubahan paradigma pendidikan tinggi dan tuntutan profesionalisme guru pada era modern
Implementasi Virtual Tour Museum Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Dalam Meningkatkan Critical Thingking Skill dan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X.1 SMAN 19 Bulukumba Rusdi, Widya Anugrah
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 19 Bulukumba dengan subjek penelitian  kelas X.1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Implementasi Virtual Tour Museum sebagai media pembelajaran sejarah dalam meningkatkan critical thingking skill dan kemampuan  komunikasi siswa.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ; observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif-deskriftif. Persentase pemerolehan capaian pada tahap pra siklus  26,66% untuk kemampuan berpikir kritis dan 18,32% untuk kemampuan komunikasi. Kemudian pada siklus I dengan persentase rata-rata 51,2% untuk kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi 34,44% %. Pada siklus ke II peningkatan kemampuan berpikir krtitis dan kemampuan komunikasi disetiap indikator dengan persentase masing-masing 75,55% maka peningkatan tersebut sudah mencapai tingkat keberhasilan penelitian sehingga peneliti menyelesaiakan penelitian pada siklus II.
Implementasi Program Satap di SDN 76 Tengapadange dan SMP Satap Negeri Tengapadange, 2009-2023 Melani, Melani
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan latar belakang didirikannya SMP SATAP Negeri Tengapadange, perkembangan SMP SATAP Negeri Tengapadange serta seberapa banyak lulusan SDN 76 Tengapadange yang melanjutkan pendidikan ke SMP SATAP Negeri Tengapadange selama periode 2009-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode sejarah dengan tahapan kerja yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini mengambil lokasi di SDN 76 Tengapadange dan SMP SATAP Negeri Tengapadange. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, staf kesiswaan, siswa, alumni, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP SATAP Negeri Tengapadange yang didirikan pada tanggal 1 Mei 2009 sebagai upaya pemerintah Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan akses pendidikan, terutama bagi lulusan SDN 76 Tengapadange. SMP SATAP Negeri Tengapadange juga berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan lanjutan bagi lulusan SDN 76 Tengapadange dan sekolah sekitar. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa sekitar 80% siswanya berasal dari SDN 76 Tengapadange. Sekolah ini membantu mengurangi angka putus sekolah dengan mempermudah akses ke jenjang SMP Negeri. Namun, lebih dari separuh lulusan SDN 76 Tengapadange (53,85%) memilih melanjutkan pendidikannya di luar SMP SATAP Negeri Tengapadange, seperti di MTs DDI Tengapadange karena salah satu alasannya dorongan orang tua untuk memperdalam pendidikan agama. Meskipun program SATAP di SMP SATAP Negeri Tengapadange berhasil menarik siswa, sekolah ini belum menjadi pilihan utama seluruh siswa lulusan SDN 76 Tengapadange.
Interaksi Agama dan Budaya Lokal: Analisis Sejarah Sosial Atas Kehadiran GKII di Tana Toraja Datu P, Stefanny
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah kehadiran dan perkembangan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Tana Toraja sejak tahun 1955 hingga 2024 serta menganalisis dampak sosial-keagamaan yang ditimbulkannya dalam kehidupan masyarakat setempat. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika pertumbuhan gereja dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Toraja yang memiliki tradisi adat yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi; kritik sumber untuk menilai keabsahan data; interpretasi terhadap fakta sejarah; serta historiografi dalam bentuk penulisan narasi ilmiah yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran GKII di Tana Toraja diawali oleh pelayanan Pdt. M.B. Mongan di Lembang Madandan pada tahun 1955. Selanjutnya GKII mengalami perkembangan yang signifikan, ditandai dengan bertambahnya jumlah jemaat dan perluasan wilayah pelayanan hingga mencapai 33 gereja dan pos pelayanan di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara. Perkembangan tersebut memberikan dampak sosial-keagamaan berupa penguatan solidaritas jemaat, peningkatan pelayanan diakonia, serta kontribusi di bidang pendidikan melalui pendirian Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Ge’tengan. Selain itu, kehadiran GKII juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, dalam proses perkembangannya GKII juga dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan tenaga pelayan serta dinamika hubungan dengan budaya lokal. Dalam konteks ini, GKII perlu menghadapi dinamika hubungan dengan budaya lokal, khususnya dalam menentukan sikap yang kontekstual dan bijaksana terhadap ritual-ritual adat Toraja seperti Ma’badong, Ma’nene’, dan Ma’pakande Tomate. Oleh karena itu, gereja perlu mengembangkan pola pelayanan yang adaptif dan kontekstual agar tetap relevan dengan dinamika sosial serta budaya masyarakat Toraja. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa GKII memiliki peran penting dalam membentuk dinamika sosial-keagamaan masyarakat Toraja melalui pendekatan pelayanan yang mampu merespons realitas budaya lokal secara bijaksana.