cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENYAKIT DEMAM BERDARAH BAGI WARGA DI DESA KRESEK Irawaty, Enny; Rosdiana, Sabrina Destya; Magfironi, Eny; Rekawati, Agnes
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to data from the Directorate of Prevention and Control of Infectious Diseases, from January to September 2022, there were 87,501 cumulative cases of dengue hemorrhagic fever, with an incidence rate of 31.38/100.00 and a case fatality rate of 0.93%. The Tangerang area recorded 1,322 cases of dengue fever throughout 2022, a significant increase compared to the previous year, which only recorded 224 cases. Data from Puskesmas Kresek for August–December 2022 recorded 9 cases, but in January 2023, there were already 12 cases of dengue fever. This indicates an increase in the incidence of dengue fever. Based on a mini-survey of visitors to Puskesmas Kresek in February 2023, it was found that knowledge about dengue fever was still low. This prompted the Faculty of Medicine of Tarumanagara University’s health service team to educate the public about dengue fever to increase their knowledge so that they can take preventive action and reduce the number of dengue fever cases in the working area of Puskesmas Kresek. The method used in this activity was health education and increasing knowledge, which was assessed by comparing the results of the pre-and post-tests. A total of 34 people participated in this activity, and it was found that there was a 47% increase in knowledge based on the results of the pre-test compared to the post-test. This health service activity has been able to increase participants' knowledge of dengue fever. This increase in knowledge is expected to increase public awareness of dengue fever and prevent the disease. In addition, it can reduce the incidence of dengue fever in the work area of Puskesmas Kresek. Data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dari Januari 2022 hingga September 2022 didapatkan sebanyak 87.501 jumlah kasus kumulatif demam berdarah dengue, dengan incidence rate sebesar 31,38/100.00 dan case fatality rate sebesar 0,93%. Kabupaten Tangerang sepanjang tahun 2022 tercatat sebanyak 1.322 kasus demam berdarah, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya tercatat 224 kasus. Data Puskesmas Kresek bulan Agustus–Desember 2022, total tercatat 9 kasus, namun bulan Januari 2023 sudah terdapat sebanyak 12 kasus demam berdarah. Hal ini menandakan sudah mulai adanya peningkatan kejadian penyakit demam berdarah. Berdasarkan mini survei pada bulan Februari 2023 pada pengunjung Puskesmas Kresek didapatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit demam berdarah masih rendah. Hal ini membuat tim bakti kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit demam berdarah, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan dan menurunkan jumlah kasus demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Kresek. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan peningkatan pengetahuan yang dinilai dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Total sebanyak 34 orang mengikuti kegiatan ini dan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 47% dari hasil pre-test dibandingkan dengan post-test. Kegiatan bakti kesehatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit demam berdarah. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat mengenai penyakit demam berdarah, sehingga mampu mencegah untuk terkena penyakit tersebut. Selain itu, dapat menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah di wilayah kerja Pusksemas Kresek.
PELATIHAN SELF-REGULATED LEARNING PADA SANTRI DI PESANTREN X TANGERANG Wijayanto, Muhammad Rafi; Hastuti, Rahmah
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26109

Abstract

Pesantren is educational institutions that focus on islamic religious knowledge. Compared to most educational institutions, pesantren implement dormitory systems that requires santri to stay until the end of all learning activities. Pesantren X is a boarding school that adapts its learning system to the current technological advances so that formal education is implemented side by side with islamic religious education. The merger between the two curricula has an impact on the tight schedule of santri learning activities. This Islamic boarding school emphasizes the learning process on memorizing Al-Qur’an, where everyday santri are required to memorize according to predetermined targets. In addition, santri are also required to have good grades in the lessons listed in the curriculum used by this pesantren. One of the main problems with santri is that they use their free time to play and not use it for working on assignments. Often, santri work on assignments while learning in class is in progress. This causes the assignments given by the teacher are often late to be collected. Therefore, self-regulated learning training is needed so that santri able to plan and carry out self-monitoring of the tasks that must be completed. Self-regulated learning training is carried out attractively in a period of 1 day. This activity consists of presentation of material, discussion, and practice of making task planning sheets. This training activity involved 37 male santri who were at the 1st grade level of junior high school. Overall, santri benefit from the activities carried out. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada ilmu agama islam. Berbeda dengan sistem pendidikan pada umumnya, pesantren menerapkan sistem asrama yang mewajibkan santri untuk menetap sampai berakhirnya seluruh kegiatan pembelajaran. Pesantren X merupakan pesantren yang menyesuaikan sistem pembelajarannya dengan perkembangan zaman dan teknologi, sehingga pendidikan formal diterapkan secara berdampingan dengan pendidikan agama islam. Adanya penggabungan antara kedua kurikulum tersebut, berdampak pada padatnya jadwal kegiatan belajar santri. Pesantren ini menekankan proses pembelajarannya pada hafalan Al-Qur’an, di mana setiap harinya santri diharuskan untuk menghafal sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan. Selain itu, santri juga dituntut untuk memiliki nilai yang baik dalam pelajaran yang tercantum pada kurikulum yang digunakan oleh pesantren ini. Salah satu masalah utama yang seringkali terjadi pada santri adalah mereka menggunakan waktu luang untuk bermain dan tidak menggunakannya untuk mengerjakan tugas. Seringkali, santri mengerjakan tugas-tugas pada saat pembelajaran di kelas sedang berlangsung. Hal ini mengakibatkan tugas-tugas yang diberikan guru seringkali telat untuk dikumpulkan. Oleh karena itu, dibutuhkanlah pelatihan self-regulated learning agar santri mampu merencanakan dan melakukan pemantauan diri terhadap tugas-tugas yang wajib untuk diselesaikan. Pelatihan self-regulated learning dilaksanakan secara tatap muka dalam kurun waktu selama 1 hari. Kegiatan ini terdiri dari presentasi materi, diskusi tanya jawab, dan latihan membuat lembar perencanaan tugas. Kegiatan pelatihan ini melibatkan 37 santri laki-laki yang berada pada tingkatan kelas 1 SMP. Secara keseluruhan, santri mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilakukan.
PEMBUATAN INKUBATOR TUKIK UNTUK KONSERVASI PENYU PANTAI PANGUMBAHAN UJUNG GENTENG Octaviani, Sandra; Ghozali, Theresia; Basuki, Widodo Widjaja; Wijayanti, Linda; Sereati, Catherine Olivia
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26110

Abstract

Turtles are protected animals because of the emergency of extinction by a lot of conservation of turtle cultivation to increase its population. It is unavoidable if there are still many population reductions from turtles, one of which comes from the low survival rate of baby turtles called hatchlings. The process of laying eggs for female turtles requires warm beach sand to cover their eggs and this occurs at night when the moon is dark. After about two months the eggs will hatch, and the hatchlings usually go straight to the sea. There are many disturbances experienced by hatchlings to get to the sea such as being kidnapped, being preyed upon, and not even going to the sea. Improvements in conservation facilities are made to provide an incubator which are always kept warm by being provided with a bulb as a heater, a thermostat as a temperature regulator and a humidifier as a humidity regulator. After hatching the eggs are placed in a replacement pond which was built as a hatchling pond for temporary shelter for the newly hatched hatchlings, and the pond is placed in a cleaned hatchery room with the roof replaced with a mild steel frame The result of the upgrade from this facility is that hatchling success has increased to 91%, and newly hatched hatchlings can be closely monitored until they are ready to be released into the sea. It is hoped that the turtle population in the world can be maintained so that our children and grandchildren will be able to see the turtles directly. Penyu merupakan hewan yang dilindungi karena darurat akan kepunahannya. Sudah banyak konservasi budidaya penyu untuk meningkatkan populasi penyu. Tetapi tidak dapat dihindari jika masih banyak pengurangan populasi dari penyu, yang salah satunya berasal dari rendahnya tingkat keberhasilan hidup dari bayi penyu yang disebut tukik. Proses bertelur penyu betina memerlukan pasir pantai yang hangat untuk menutupi telur-telurnya dan hal ini terladi pada malam hari saat bulan gelap. Setelah sekitar dua bulan telur akan menetas dan tukik biasanya langsung berjalan menuju ke laut. Banyak gangguan yang dialami oleh tukik untuk bisa sampai ke laut seperti diculik, dimangsa, dan bahkan tidak menuju ke laut. Peningkatan fasilitas konservasi yang dibuat menyediakan ruang inkubator yang senantiasa dipertahankan hangat dengan diberi bohlam sebagai penghangat, thermostat sebagai pengatur suhu dan humidifier sebagai pengatut kelembaban. Setelah telur menetas ditempatkan di kolam pengganti yang dibangun sebagai kolam tukik untuk penampungan sementara bagi tukik yang baru menetas, dan kolam diletakkan dalam ruang tukik yang sudah dibersihkan dengan atap diganti dengan rangka baja ringan. Hasil dari peningkatan dari fasilitas ini adalah keberhasilan penetasan tukik meningkat menjadi 91 %, dan tukik yang baru menetas dapat diawasi dengan seksama sampai siap dilepas ke laut. Diharapkan populasi penyu yang ada di dunia dapat terjaga hingga anak cucu kita nanti dapat melihat langsung penyu yang ada.
PELATIHAN MENGENAI ACCOUNTANTPRENEUR BAGI SISWA/I SMA KRISTEN YUSUF Wijoyo, Amin; Kurnia, Owen
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26111

Abstract

Accounting is an information system that provides stakeholder reports on the economic activities and conditions of the company. The most basic role of accounting in business is its ability to provide various information and answers related to all kinds of financial activities and all financial related data will be recorded in the system. This program contributes to providing additional knowledge about the importance of accounting in entrepreneurship. The delivery of material regarding entrepreneurial accounting was carried out face-to-face at SMA KRISTEN YUSUF. The result of this activity for students is to gain knowledge about how an accountant can become an entrepreneur. The material discussed includes various theories regarding accounting in entrepreneurship along with practice questions to make it easier for them to understand the material provided. After this training, it is hoped that students of SMA Kristen Yusuf will have more provisions in facing further education in college. Akuntansi adalah sistem informasi yang menyediakan laporan pemangku kepentingan tentang aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, Peran akuntansi dalam bisnis yang paling mendasar adalah kemampuannya dalam menyediakan berbagai informasi dan jawaban yang berhubungan dengan segala macam kegiatan keuangan dan segala data terkait keuangan akan tercatat dalam sistem. Program ini berkontribusi untuk memberikan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya akuntansi dalam kewirausahaan. Penyampaian materi mengenai wirausaha dilakukan secara tatap muka di SMA Kristen Yusuf. Hasil dari kegiatan ini bagi siswa/i yaitu mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana seorang akuntan dapat menjadi pengusaha. Materi yang dibahas mencakup berbagai teori mengenai mengenai akuntansi dalam kewirausahaan beserta soal-soal latihan supaya memudahkan mereka memahami materi yang diberikan. Setelah pelatihan ini diharapkan siswa/siswi SMA Kristen Yusuf mempunyai bekal yang lebih dalam menghadapi pendidikan lebih lanjut di perguruan tinggi.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN PUBLIK TERHADAP ANAK ADHD MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Natarezwa, Mohammad Kahmed Ramm; Nurcintame, Nydia Putri; Bongso, Cristine Imelda; Anggela, Khezia; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26124

Abstract

Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) is the most common mental disorder found in children and is capable of affecting development into adulthood with a characteristic pattern of inattention, hyperactivity, and impulsivity (American Psychiatric Association, 2021). The inherent interaction between parents, teachers, and therapists requires them to have good knowledge and understanding to carry out their role as key informants for ADHD children. In Indonesia itself, public knowledge of this phenomenon seems to be lacking due to the uneven distribution of information. The research team decided to conduct a community service activity in the form of a webinar to increase public understanding and awareness of ADHD children by using pre-test and post-test questionnaires to measure the level of knowledge of participants. The measuring tool uses The Questionnaire of ADHD Knowledge developed by See et al., (2021). The number of participants was 35 people, consisting of 5 male participants and 30 female participants. The results of calculations using the Wilcoxon test obtained a Z value of -3.760 with a significance value (2 tailed) of 0.000. It can be concluded that the results have a positive correlation between giving the webinar and increasing the number of correct post-tests on 35 participants, with negative ranks = 6, positive ranks = 28, and ties = 1. ABSTRAK Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan mental yang paling umum ditemukan pada anak-anak dan mampu mempengaruhi perkembangan hingga dewasa dengan pola karakteristik tidak dapat memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas (American Psychiatric Association, 2021). Interaksi yang melekat antara orang tua, guru, dan terapis mengharuskan mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik untuk menjalankan peran sebagai informan kunci anak ADHD. Di Indonesia sendiri, pengetahuan masyarakat terhadap fenomena ini tampaknya masih kurang karena penyebaran informasi yang tidak merata. Tim pelaksana memutuskan untuk melakukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk webinar untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran publik terhadap anak ADHD dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan partisipan. Alat ukur menggunakan The Questionnaire of ADHD Knowledge yang dikembangkan oleh See et al., (2021). Jumlah partisipan yakni 35 orang, terdiri dari 5 partisipan laki-laki dan 30 partisipan perempuan. Hasil perhitungan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -3,760 dengan nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil berkorelasi positif antara pemberian webinar dengan peningkatan jumlah benar post-test pada 35 partisipan, dengan nilai negative ranks = 6, positive ranks = 28, dan ties = 1.
PELATIHAN TENTANG PENGENDALIAN KAS PERUSAHAAN PADA SISWA-SISWI SMA HARAPAN JAYA Hastuti, Rini Tri; Prajogi, Muhammad Bintang; Kho, Christian
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26125

Abstract

The purpose of this training is to help Harapan Jaya high School students understand in depth the science of Accounting which is related to the company's cash control. Accounting subject matter at the high school level is only limited to basic accounting material and focuses more on the preparation and reporting of financial statements. The results of interviews with schools, especially teachers of accounting subjects, we were asked to provide material by taking the scope of the company's internal control. This internal control material has not yet been included in the accounting curriculum, so the teacher asked us to provide the material. Internal control covers all the scope of each transaction and forecast in the financial statements. In this training we take the scope of internal control for cash forecasting. The data used in this training is primary data obtained directly from Harapan Jaya high School such as data from interviews with principals and teachers. As for secondary data obtained from books, journals, internet that support this training. The output of the results of this Community Service is the proceedings of the national seminar as a presenter and also the articles are uploaded to PINTAR as additional outputs. ABSTRAK Tujuan pelatihan ini adalah untuk membantu siswa-siwi SMA Harapan Jaya memahami ilmu Akuntansi secara mendalam yang dikaitkanpengendalian kas perusahaan. Materi pelajaran akuntansi di tingkat SMU hanya terbatas pada materi akuntansi yang bersifat dasar dan lebih berfokus pada penyusunan dan pelaporan laporan keuangan. Hasil interview dengan pihak sekolah khususnya guru mata pelajaran akuntansi, kami diminta untuk memberikan materi dengan mengambil ruang lingkup pengendalian internal perusahaan. Materi pengendalian internal ini belom masuk dalam kurikulum pelajaran akuntansi, sehingga pihak guru meminta kami memberikan materi tersebut. Pengendalian internal meliputi semua ruang lingkup dalam setiap transaksi dan perkiraan dalam laporan keuangan. Dalam pelatihan ini kami mengambil ruang lingkup pengendalian internal untuk perkiraan kas. Data yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu data primer yang diperoleh langsung dari pihak SMA Harapan Jaya seperti data hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, internet yang mendukung pelatihan ini. Luaran dari hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah proceeding seminar nasional sebagai pemakalah dan juga aritkel di muat di PINTAR selaku luaran tambahan.
PELATIHAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KURSI YANG ERGONOMIS MINIMALIS BERBAHAN BESI NAKO BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 7 TANGERANG BANTEN Sukania, I Wayan; Djaha, Rymartin Jonsmith; Hidayat, Michael
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26135

Abstract

The knowledge and skills of product design and manufacture are still very minimal experienced by most students of the 7 Tangerang Banten State Vocational High School (SMKN). This is because all students come from public schools. The SMKN 7 curriculum only emphasizes increasing knowledge and insight into attitudes and noble character. The practice given is about dancing skills, making worship facilities and skills in chanting holy songs and similar skills. Discussions with students and teachers produced data on students' needs to increase knowledge, insight and skills, especially designing and manufacturing products through basic welding techniques. Welding skills are needed as a provision for entrepreneurship in the field of welding. The implementation of PKM is carried out in 2 stages, namely the debriefing stage and the practical stage in the welding workshop. The debriefing produces various concepts of Minimalist Ergonomic Chairs according to the specified criteria. The practice is carried out in groups to realize the existing designs. Practical activities provide experience measuring materials, cutting, sanding, grinding, rolling, welding, and painting and teamwork. The output of the training resulted in a concept and prototype design of a Minimalist Ergonomic Chair Made from Nako Iron. Debriefing and practice can increase market research knowledge by 80%, increase 70% in understanding human factors and increase 90% in understanding the stages of product design. Field practice increases experience working in groups by 50% and the ability to use welding shop equipment increases by 50%. All participants were satisfied with the instructor's guide and training materials. In general, skills training activities are called successful. Pengetahuan dan keterampilan perancangan dan pembuatan produk masih sangat minim dialami sebagian besar siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN) 7 Tangerang Banten. Hal ini karena seluruh siswa berasal dari sekolah umum. Kurikulum SMKN 7 hanya menekankan pada peningkatan ilmu dan wawasan sikap dan budi pekerti luhur. Praktik yang diberikan seputar keterampilan menari, membuat sarana ibadah dan keterampilan melantunkan kidung suci dan keterampilan sejenis. Diskusi dengan siswa dan guru menghasilkan data kebutuhan siswa untuk peningkatan ilmu, wawasan dan keterampilan khususnya perancangan dan pembuatan produk melalui teknik pengelasan dasar. Keterampilan mengelas diperlukan sebagai bekal berwirausaha bidang pengelasan. Pelaksanaa PKM dilakukan 2 tahap yaitu tahap pembekalan dan tahap praktik di bengkel las. Pembekalan menghasilkan berbagai konsep Kursi Ergonomis Minimalis sesuai kriteria yang ditentukan. Praktik dilaksanakan secara berkelompok mewujudkan disain yang telah ada. Kegiatan praktik memberikan pengalaman mengukur bahan, memotong, mengampelas, menggerinda, mengerol, mengelas, dan mengecat dan kerja tim. Luaran pelatihan menghasilkan konsep dan Rancangan protptipe Kursi Ergonomis Minimalis Berbahan Besi Nako. Pembekalan dan praktik mampu menambah pengetahuan riset pasar sebesar 80%, peningkatan 70% pada pemahaman faktor manusia dan peningkatan 90% pada pemahaman tahapan perancangan produk. Praktik lapangan menambah pengalaman bekerja berkelompok sebesar 50% dan kemampuan menggunakan peralatan bengkel las meningkat sebesar 50%. Semua peserta puas dengan panduan instruktur dan materi pelatihan. Secara umum kegiatan pelatihan keterampilan disebut berhasil.
PELATIHAN SIKLUS PENJUALAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ACCURATE BAGI SISWA/I SMA TARSISIUS 1 Verawati, Verawati; Valencia, Valencia; Felia Susanto, Marcella
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26137

Abstract

Digitalisasi semakin berkembang dalam setiap aspek, terutama dalam aspek usaha. Hal ini didukung oleh adanya perkembangan teknologi dan internet. Ketika suatu usaha sudah terdigitalisasi, maka kegiatan akuntansi pun akan ikut menyesuaikan. Kegiatan akuntansi akan ikut terdigitalisasi karena fungsi akuntansi merupakan suatu infrastrukur yang mendukung kegiatan usaha, dimana setiap kegiatan usaha perlu mencatat dan menghasilkan laporan keuangannya. Siklus penjualan merupakan suatu siklus dimana suatu usaha mendapatkan pelanggan dan memperoleh pendapatan. Penggunaan software dapat membantu kegiatan dalam siklus penjualan sehingga menjadi lebih efisien dan hemat biaya. Namun, salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan penjualan yang sudah terdigitalisasi adalah kemampuan dari sumber daya manusia yang dimilikinya untuk mengoperasikan perangkat dan teknologi yang ada. Pelatihan siklus penjualan menggunakan software Accurate ini dilakukan dengan tujuan supaya para siswa SMA Tarsisius 1 yang mengambil ekstrakurikuler akuntansi dapat mengetahui langkah-langkah dan cara mengoperasikan software Accurate untuk mendukung kegiatan dalam siklus penjualan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 08 Februari 2023 secara tatap muka di ruang komputer SMA Tarsisius 1. Materi yang disampaikan antara lain mencakup teori mengenai transaksi dalam siklus penjualan dan latihan soal transaksi penjualan yang dipraktekkan langsung penginputannya ke dalam software Accurate. Luaran dari kegiatan PKM ini adalah artikel dalam prosiding.
PELATIHAN MODUL PEMBELIAN SOFTWARE ACCURATE BAGI SISWA SMA TARSISIUS I Sriwati, Sriwati; Laksa Kirana, Alika; Cahyani Putri, Cilvia; Safira, Intan
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26138

Abstract

Banyak perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi informasi untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. Hal ini tentunya akan berdampak pula pada pencatatan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan. Namun, pelajaran akuntansi yang diberikan pada sekolah menengah atas (SMA), salah satunya SMA Tarsisius I, hanya berfokus pada pencatatan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan secara manual. Dengan demikian, murid SMA saat ini memerlukan tambahan pengetahuan mengenai bagaimana cara pengoperasian software akuntansi. Di Indonesia, Accurate merupakan salah satu software akuntansi yang banyak digunakan, terutama oleh perusahaan kecil dan menengah yang merupakan target pasar dari software Accurate. Oleh karena keterbatasan waktu, maka pelatihan ini hanya membahas mengenai pengoperasian modul pembelian menggunakan software Accurate. Mitra dari kegiatan ini adalah SMA Tarsisius I. Peserta pelatihan ini merupakan siswa kelas X, kelas XI, dan kelas XII yang tergabung dalam ekstrakurikuler akuntansi. Pelatihan dilaksanakan dengan cara memberikan pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab, dan diakhiri dengan kuis. Materi pelatihan ini membahas mengenai cara menginput permintaan pembelian, pesanan pembelian, penerimaan barang, faktur pembelian, retur pembelian, dan pelunasan pembelian serta cara menampilkan laporan-laporan yang terkait dengan transaksi pembelian. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik pada bulan Januari 2023 di SMA Tarsisius I. Setelah mengikuti pelatihan ini dan dari hasil kuis yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan dapat mengoperasikan modul pembelian software Accurate secara mandiri. Oleh sebab itu, diharapkan agar pelatihan ini dapat terus dilakukan dimasa yang akan datang.
PENERAPAN PELATIHAN PENINGKATAN KEJUJURAN, PERCAYA DIRI DAN KEPEDULIAN KEPADA ANAK PANTI ASUHAN X Romansa, Chintya; Cristina Ivanka, Nadine; Basaria, Debora
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26139

Abstract

Pelatihan ini dirancang dengan tujuan meningkatkan sifat kejujuran, kepedulian dan rasa percaya diri pada anak panti asuhan X. Panti asuhan X sebagai mitra mengeluhkan bahwa terdapat 15 anak usia 8 - 15 tahun menampilkan perilaku berbohong, mencuri, tidak acuh, melanggar peraturan, dan tidak percaya diri. Maka dari itu, penulis dan tim merancang program pelatihan sebagai bagian dari kegiatan MBKM untuk dapat membantu mitra yaitu panti X dalam meningkatkan kejujuran, kepercayaan diri dan kepedulian pada anak panti X. Sebelum melakukan kegiatan pelatihan, penulis dan tim lebih dulu melakukan pengumpulan data untuk mengetahui kondisi dari anak-anak di panti (pretest). Setelah itu dilakukan psikoedukasi berupa pelatihan yang mengambil bentuk mini seminar dan juga permainan yang meliputi topik berkaitan dengan kejujuran, percaya diri, dan peduli. Setelah itu dilakukan posttest untuk mengetahui hasil kegiatan pelatihan. Didapatkan hasil terdapat peningkatan kejujuran, kepedulian dan sikap percaya diri pada anak panti asuhan X. Hal ini ditandai adanya peningkatan pada ketiga aspek yaitu kejujuran, kepedulian, dan kepercayaan diri. Sebelum diberikan pelatihan hasil rata-rata kejujuran 2.68 setelah diberi pelatihan terjadi peningkatan sebesar 0.15 menjadi 2.83. Hasil rata-rata percaya diri dari 2.5 terjadi peningkatan sebesar 0.19 sehingga menjadi 2.69. Kemudian peduli dari 2.46 terjadi kenaikan sebesar 0.05 menjadi 2.51.