cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Artikel Review: Material Komposit sebagai Katalis untuk Fuel Cell Abbas, Gusma Harfiana
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.65361

Abstract

Fuel cell adalah perangkat konversi energi yang mampu mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi elektrokimia. Teknologi ini telah menarik perhatian luas dari para peneliti dan industri karena potensinya sebagai sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan. Pengembangan fuel cell (bahan bakar sel) sebagai sumber energi berkelanjutan telah mendorong penelitian ekstensif untuk menemukan katalis yang efisien dan hemat biaya. Katalis tradisional, seperti material berbasis platinum, meskipun sangat efektif, terhambat oleh biaya tinggi dan ketersediaan terbatas. Material komposit telah muncul sebagai alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang dapat disesuaikan, kinerja katalitik yang lebih baik, dan biaya yang lebih rendah. Artikel review ini membahas kemajuan terkini dalam material komposit sebagai katalis untuk fuel cell, menyoroti perkembangan utama, tantangan, dan arah masa depan. 
Pemanfaatan Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes) sebagai Penghambat Korosi pada Baja Karbon Rendah dalam Larutan HCl 1% Riska, Nur; Putri, Suriati Eka; Sulfikar, Sulfikar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.27697

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penghambat korosi ekstrak daun eceng gondok (Eichornia crassipes) terhadap laju korosi baja karbon rendah dalam media HCl 1% dan efisiensi inhibisinya. Ekstrak daun eceng gondok ditambahkan ke dalam larutan korosif HCl 1% untuk memperlambat proses oksidasi Fe dengan variasi konsentrasi 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm dan direndam selama 2 hari, 4 hari, 6 hari 8 hari dan 10 hari. Ekstrak eceng gondok pekat yang didapatkan sebanyak 10,2577 gram. Uji fitokimia yang dilakukan menghasilkan ekstrak eceng gondok mengandung flavonoid dan alkaloid. Penentuan laju korosi dengan metode weight loss menghasilkan laju korosi paling tinggi dari perendaman hari kedua, keempat, keenam, kedelapan, dan kesepuluh terjadi pada konsentrasi 0 ppm yakni tanpa penambahan inhibitor yaitu 134,169164 mmpy, 136,34689 mmpy, 160,868438 mmpy 217,945218 mmpy, dan 227,77951 mmpy. Sedangkan yang paling rendah laju korosinya terjadi pada konsentrasi 2000 ppm yakni 9,34828694 mmpy, 9,29517167 mmpy, 7,11744574 mmpy, 7,06433047 mmpy, 5,64084132 mmpy. Sedangkan Efisiensi inhibisi yang paling rendah dari waktu perendaman kedua, keempat, keenam, kedelapan, dan kesepuluh terjadi pada konsentrasi 0 ppm yaitu 0%. Sedangkan yang paling tinggi terjadi pada konsentrasi 2000 ppm yakni 93,0324624%, 93,1827035%, 95,5756108%, 96,7586669%, 97,5235519%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak maka laju korosi semakin kecil dan efisiensi inhibisi semakin besar. Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi yang terkandung dalam ekstrak eceng gondok adalah O-H pada bilangan gelombang 3414,00 cm-1, gugus C-H alifatik pada bilangan gelombang 2854,72 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1737,86 cm-1, gugus C=C pada bilangan gelombang 1546,91 cm-1 dan gugus -CO- pada bilangan gelombang 1163,08 cm-1. Sedangkan setelah perendaman pada konsentrasi 2000 ppm gugus fungsi yang terlihat adalah gugus O-H 3446,75 cm-1, gugus C-H alifatik 2927,94 cm-1, gugus C=O 1645,28 cm-1, gugus C=C 1541,12 cm-1 dan gugus -CO- 1026,06 cm-1. Analisis SEM yang dilakukan pada baja tanpa inhibitor terlihat morfologi menjadi lebih kasar dan terdapat banyak celah. Sedangkan dengan adanya penambahan inhibitor 2000 ppm morfologi tidak terlalu kasar dan sedikit celah.Kata kunci: Laju Korosi, Baja Karbon, HCl 1%, Inhibitor, Ekstrak Daun Eceng Gondok ABSTRACTThis research is an experimental research aimed to determine the effect of adding hyacinth leaf extract as inhibitor (Eichornia crassipes) the corrosion rate of low carbon steel in 1% HCl solution and its inhibition efficiency. Hyacinth leaf extract was added to 1% HCl corrosive solution to slow Fe oxidation process with various concentrations of 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm and 2000 ppm and soaked for 2, 4, 6, 8 and 10 days. . The concentrated water hyacinth extract obtained was 10.2577 grams. Phytochemical tests carried out flavonoids and alkaloids. Determination of the corrosion rate using the weight loss method resulted in the highest corrosion rate from immersion on the second, fourth, sixth, eighth, and tenth days occurr at a concentration of 0 ppm, without addition of inhibitors, is 134.169164 mmpy, 136.34689 mmpy, 160.868438 mmpy 217.945218 mmpy, and 227.77951 mmpy. While the lowest corrosion rate occurr at a concentration of 2000 ppm, is 9.34828694 mmpy, 9.29517167 mmpy, 7.11744574 mmpy, 7.06433047 mmpy, 5.64084132 mmpy. Meanwhile, the lowest inhibition efficiency of the second, fourth, sixth, eighth, and tenth immersion time occurr at a concentration of 0 ppm, is 0%. While the highest concentration occurr at 2000 ppm, is 93.0324624%, 93.1827035%, 95.5756108%, 96.7586669%, 97.5235519%. The results showed that the greater the concentration of the extract, the lower the corrosion rate and the greater the inhibition efficiency. FTIR analysis showed that the functional groups contained were O-H at a wave number of 3414.00 cm-1, aliphatic CH group at a wave number of 2854.72 cm-1, a C=O group at a wave number of 1737.86 cm-1, the C=C group at the wave number of 1546.91 cm-1 and the -CO- group at the wave number 1163.08 cm-1. Meanwhile, after immersion at a concentration of 2000 ppm the functional groups seen were OH group 3446.75 cm-1, aliphatic CH group 2927.94 cm-1, C=O group 1645.28 cm-1, C=C group 1541.12 cm -1 and -CO-10 group 1026.06 cm-1. SEM analysis performed on steel without inhibitors shows that the morphology becomes coarser and there are many gaps. Meanwhile, addition of 2000 ppm inhibitor, the morphology is not rough and there are few gaps.Keyword: Corrosion Rate, Carbon Steel, 1% HCl, Inhibitor, Hyacinth Leaf Extract
Systematic Literatur Review: Keterampilan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Kimia Pada Tingkat SMA di Indonesia Allo, Eda Lolo; Pasae, Yoel
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.62514

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif merupakan keterampilan abad 21 yang diperlukan menghadapi tantangan dunia global. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penelitian terdahulu tentang keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajaran kimia SMA di Indonesia. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review merujuk pada Kitchenham dan Charters. Sumber data dari https://sinta.kemdikbud.go.id. Penelusuran artikel pada masing-masing website menggunakan kata kunci berpikir kreatif, creative thinking, kreativitas dan creativity. Hasil penelitian adalah: 1). Publikasi artikel keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajaran kimia di Indonesia termuat pada jurnal SINTA 2 sebanyak tujuh artikel, SINTA 3 tujuh artikel, SINTA 4 tujuh artikel, SINTA 5 dua artikel; 2). Berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik dimana cara yang paling banyak dilakukan adalah mengembangkan LKPD yang didasarkan pada model pembelajaran tertentu; 3). Konten kimia yang menjadi bahan kajian dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif adalah beragam, dengan kajian terbanyak pada konten Asam Basa dan Larutan Penyangga.Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kreatif, Pembelajaran Kimia, SMA.ABSTRACTCreative thinking skills are 21st century skills needed to face the challenges of the global world. This research aims to provide an overview of previous research on creative thinking skills in chemistry learning at high schools in Indonesia. Research using Systematic Literature Review refers to Kitchenham and Charters. Data source from https://sinta.kemdikbud.go.id. Search for articles on each website using the keywords creative thinking, creativity and creativity. The research results are: 1). The publication of articles on creative thinking skills in chemistry learning in Indonesia is contained in the journal SINTA 2 with seven articles, SINTA 3 seven articles, SINTA 4 seven articles, SINTA 5 two articles; 2). Various efforts have been made to develop students' creative thinking skills, where the most common way is to develop student worksheets that are based on certain learning models; 3). The chemical content used as study material in developing creative thinking skills is diverse, with the most studies being Acids-Bases and Buffer Solutions.Keywords: Creative Thinking Skills, Chemistry Learning, High School
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Umbi Belajang Keissi’ (Stephania venosa (Blume) Spreng) Risnawati, Risnawati; Wijaya, Mohammad; Salempa, Pince
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.59543

Abstract

ABSTRAKPenelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak metanol umbi dari tumbuhan Belajang Keissi’ (S. venosa (Blume) Spreng) yang berasal dari Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Tahap penelitian terdiri dari preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, pemurnian dan identifikasi dengan Spektrofotometer IR. Hasil uji fitokimia ekstrak metanol umbi S. venosa (Blume) Spreng positif mengandung alkaloid dan flavonoid. Isolat C6 yang di  analisis dengan FTIR diidentifikasi sebagai senyawa alkaloid yang berupa serbuk berwarna putih dengan titik leleh 219℃. Hasil identifikasi dengan Spektrofotometer infamerah menunjukkan adanya gugus N-H, C-N, C-H, C=C, CO2 dan gugus -CH2-. Berdasarkan hasil uji spektrum FTIR menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh merupakan senyawa golongan alkaloid.ABSTRACTThis exploratory research aims to isolate and identify secondary metabolite compounds from tuber methanol extract from the Belajang Keissi' plant (S. venosa (Blume) Spreng) originating from Mambi District, Mamasa Regency, West Sulawesi Province. The research stage consists of sample preparation, extraction, fractionation, purification and identification with IR Spectrophotometer. The phytochemical test results of the methanol extract of S. venosa (Blume) Spreng tubers were positive for containing alkaloids and flavonoids. The C6 isolate analyzed by FTIR was identified as an alkaloid compound in the form of a white powder with a melting point of 219℃. Identification results using an infrared spectrophotometer showed the presence of N-H, C-N, C-H, C=C, CO2 and -CH2- groups. Based on the FTIR spectrum, it shows that the compound obtained is an alkaloid compound.
Studi Penambahan Etanol dalam Mengurangi Keasaman pada Produksi Biosolar Santosa, Helmi Rizqi; Nafiah, Faza Adha; Hendriantoro, Revo Aditya; Prastiwi, Karina Ramadani
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.61580

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penambahan etanol terhadap kualitas dan kuantitas produk dalam konteks industri migas, dengan fokus pada logistik minyak dan gas.. Studi ini memusatkan perhatian pada evaluasi Total Acid Number (TAN) sebagai indikator utama kualitas produk, dengan penambahan etanol ke dalam bahan bakar, khususnya biosolar, sebagai variabel riset. Metode temuan digunakan untuk mengukur TAN, dan hasilnya menunjukkan penurunan yang signifikan dalam nilai TAN setelah penambahan etanol. Penurunan ini mengakibatkan produk memenuhi standar industri yang telah ditetapkan, yaitu TAN kurang dari 0,6. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kandungan etanol dalam biosolar tidak hanya meningkatkan kualitas keseluruhan produk tetapi juga menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Implikasi dari Studi ini mencakup penerapan dalam proses distribusi dan produksi dalam industri migas. Temuan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses secara keseluruhan. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami potensi peningkatan kualitas dan keberlanjutan lingkungan dalam industri migas melalui penambahan etanol. Selain itu, studi ini juga memberikan wawasan baru tentang strategi pengembangan produk yang dapat diterapkan di sektor migas untuk mencapai tujuan lingkungan dan bisnis yang seimbang
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Air Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park) dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil Nisa, Sahratun; Maryono, Maryono; Dini, Iwan
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.60712

Abstract

ABSTRAK Daun tumbuhan sukun (Artocarpus altilis (Park) banyak digunakan untuk pengobatan. Air rebusan daun sukun secara empiris dipercaya dapat mengobati penyakit diabetes dan hipertensi. Daun sukun berpotensi memiliki aktivitas antioksidan untuk mengobati beberapa penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa fenolik dari ekstrak etanol dan air daun sukun, kadar fenolik, serta nilai aktivitas antioksidan (IC50) dari masing-masing metode yang digunakan adalah metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air dan daun sukun mengandung senyawa fenolik berdasarkan pereaksi uji fenolik dari perubahan warna larutan uji dari kuning menjadi hijau. Kadar fenolik ekstrak etanol diperoleh lebih besar 499.5371μg/mL daripada ekstrak air 251.8519 μg/mL. Nilai aktivitas antioksidan (IC50) dari ekstrak etanol daun sukun diperoleh 86.305μg/mL dengan kategori antioksidan kuat, sedangkan ekstrak air 110.623μg/mL dengan kategori antioksidan sedang. Kata kunci: Daun sukun, antioksidan, artocarpus, DPPH.ABSTRACTThe leaves of the breadfruit plant (Artocarpus altilis (Park) are widely used for treatment. Boiled water from breadfruit leaves is empirically believed to be able to treat diabetes and hypertension. Breadfruit leaves have the potential to have antioxidant activity to treat several diseases. This research was conducted to determine the phenolic compound content of the ethanol extract and water of breadfruit leaves, phenolic content, as well as the antioxidant activity value (IC50) of each method used was the maceration method. The results of the study showed that the ethanol and water extracts of breadfruit leaves contained phenolic compounds based on the phenolic test reagent from the color change of the test solution from yellow to green. The phenolic content of the ethanol extract was greater at 499.5371μg/mL than the water extract at 251.8519 μg/mL. The antioxidant activity value (IC50) of the ethanol extract of breadfruit leaves was 86.305μg/mL in the strong antioxidant category, while the water extract was 110.623μg/mL. mL with medium antioxidant category.Keywords: Breadfruit leaves, antioxidants, artocarpus, DPPH.
Fotodegradasi Zat Warna Methanyl Yellow Menggunakan Komposit zeolit-PbO Zakinah, Ilmiati; Side, Sumiati; Putri, Suriati Eka; Pratiwi, Diana Eka; Majid, Ahmad Fudhail
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.62729

Abstract

ABSTRAKFotodegradasi merupakan proses penguraian senyawa organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan energi foton yang berasal dari sinar UV. Proses fotodegradasi memerlukan fotokatalis yang umumnya merupakan bahan semikonduktor seperti PbO. Pada penelitian ini digunakan zeolit-PbO untuk menjadi katalis dalam mendegradasi zat warna. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum degradasi zat warna methanyl yellow menggunakan komposit zeolit-PbO. Fotodegradasi zat warna methanyl yellow dilakukan dengan variasi pH dan massa komposit. Pengukuran hasil degradasi zat warna methanyl yellow menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 440 nm. Komposit zeolit-PbO mampu mendegradasi zat warna methanyl yellow dengan pH 5, massa optimum 400 mg dengan waktu 150 menit dengan presentase degradasi sebesar 90,17%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposit zeolit-PbO dapat digunakan dalam proses fotodegradasi zat warna methanyl yellow.Kata Kunci: Komposit zeolit-PbO, Methanyl yellow, FotodegradasiABSTRACTPhotodegradation is the process of breaking down organic compounds into simpler compounds with the help of photon energy originating from UV light. The photodegradation process requires a photocatalyst which is generally a semiconductor material such as PbO. In this research, zeolite-PbO was used to act as a catalyst to degrade dyes. This research is an experimental study which aims to determine the optimum conditions for the degradation of methanyl yellow dye using a zeolite-PbO composite. Photodegradation of methanyl yellow dye was carried out by varying the pH and mass of the composite. Measurement of the degradation results of methanyl yellow dye using a UV-Vis Spectrophotometer at a wavelength of 440 nm. The zeolite-PbO composite was able to degrade methanyl yellow dye with a pH of 5, an optimum mass of 400 mg in 150 minutes with a degradation percentage of 90.17%. The results obtained indicate that the zeolite-PbO composite can be used in the photodegradation process of methanyl yellow dye.Keywords: Zeolite-PbO composite, Methanyl yellow, Photodegradation
ANALISIS PERILAKU GERAK ELEKTRON ATOM HIDROGEN MELALAUI SIMULASI KOMPUTER Tawil, Muh
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.58620

Abstract

Simulasi komputer persamaaan Scrodinger pada atom hidrogen bermanfaat untuk memberi gambaran perilaku gerakan partikel elektron pada berbagai bilangan kuantum pada atom hidurogen yang tidak dapat diamati secara eksperimen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji bagaimana karakteristik gerak elektron di dalam atom hidrogen. Hasil peneltian diperoleh gambaran karakteristik posisi keberadaan elektron di dalam atom hidrogen dengan memperhitungkan ketiga variabel, yakni variabel posisi, gerak orbital dan gerak azimut. Implikasi dari hasil kajian ini adalah menujukkan konsep-konsep secara kongkret tentang karakteristik gerak elektron di dalam atom hidrogen, yang selama ini sangat sulit untuk dipahami. Kata kunci : gerak elektron, atom hidrogen, posisi, orbital elektron
Identifikasi Metabolite Sekunder Ekstrak Hexane dari Katumpangan Air (Pilea microphylla (L.) Liebm) Faika, Sitti; Herawati, Netti; Mufidha, Chusnul; Nisai, Khaerun
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.52743

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak n-Hexane Katumpangan Air (Pilea microphylla (L) Liebm.). Sampel penelitian diambil dari Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi dengan maserasi, uji golongan, fraksinasi dengan KKCV dan KKF, dan identifikasi senyawa dengan GC-MS. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan n-heksan kemudian dilakukan uji golongan dengan pereaksi Besi (III) klorida (FeCl3), Dragendroff, Meyer, Serbuk Mg + HCl pekat, HCl 1 N, dan  CH3COOH + H2SO4. Ekstrak n-heksan kemudian di fraksinasi menggunakan kromatografi kolom cair vakum (KKCV) dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan metanol fraksi-fraksi yang dihasilkan dari KKCV kemudian diidentifikasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan perbandingan 3:5:2 (n-heksan:metanol:air). Selanjutnya, fraksi gabungan kemudian diuji menggunakan Kromatografi Kolom Flash (KKF).  Fraksi hasil KKF kemudian diuji menggunakan pereaksi-pereaksi tertentu. Hasil uji menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoid. Dilakukan analisis menggunakan Kromatogram Gas-Massa (GC-MS). Hasil GC-MS menunjukkan keberadaan senyawa Fenol (C6H60) dan 1,2-Benzanedicarboxylic acid, mono (2-ethylhexyl) ester (C6H22O4).Kata Kunci: Identifikasi, Katumpangan Air, Pilea microphylla, FlavanoidABSTRACT                                                                                                  This study aims to identify the secondary metabolites of the n-Hexane Katumpangan Air (Pilea microphylla (L) Liebm.) extract. The research sample was taken from Gowa Regency , south Sulawesi Province. The stages of the research included sample preparation, extraction by maceration, group testing, fractionation by KKCV and KKF, and compound identification by GC-MS. The extraction process was carried out by the maceration method using n-hexane and then a group test was carried out using Iron (III) chloride (FeCl3), Dragendroff, Meyer, Mg powder + concentrated HCl, 1 N HCl, and CH3COOH + H2SO4 reagents. The n-hexane extract was then fractionated using vacuum liquid column chromatography (KKCV) using n-hexane, ethyl acetate, and methanol solvents. The fractions produced from KKCV were then identified using Thin Layer Cromatography (TLC) with a ratio of 3:5:2 (n-hexane:methanol:water). Furthermore, the combined fractions were then tested using Flash Column Chromatography (KKF). The resulting KKF fraction is then tested using certain reagents. The test results showed the presence of flavonoid compounds. Analysis was performed using a Gas-Mass Chromatogram (GC-MS). The GC-MS results indicated the presence of phenolic compounds (C6H60) and 1,2-Benzanecarboxylic acid, mono (2-ethylhexyl) ester (C6H22O4).                                                        Keywords: Identification, Katumpangan Air, Pilea microphylla, Flavanoids
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Batang Dendrophthoe falcata (L.f.) Ettingsh yang Tumbuh pada Kakao Darnitasari, Devy; Herawati, Netti; Sudding, Sudding
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.62444

Abstract

ABSTRAKPenelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etil asetat batang D. falcata. Sampel diperoleh dari Desa Cendana, Kec. Burau, Kab Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu maserasi dengan metanol, partisi dengan etil asetat, fraksinasi, pemurnian dan identifikasi. Dari hasil penelitian diperoleh dua isolat murni (A dan B) berbentuk serbuk berwarna putih, titik leleh 258,6 dan 264,5, kedua isolat positif terhadap pereaksi FeCl3. Beberapa data spektrum FTIR pada isolat A menunjukkan bilangan gelombang (cm-1) yakni: beberapa serapan daerah 1024,20; 1053,13; 1072,42 (C-O); 1643,35 (C=C konjugasi); 1456,26 (C=C aromatik); 2960,73; 2933,73; 2883,58; 2866,22 (C-H); 3406,29 (OH). Sedangkan pada isolat B menunjukkan bilangan gelombang (cm-1) yakni: beberapa serapan daerah 1024,20; 1072,42 (C-O); 1643,35 (C=C alkena konjugasi); 1456,26 (C=C aromatik); 2960,73; 2933,73; 2868,15 (C-H); 3402,43 (OH). Berdasarkan hasil uji serta data spektrum FTIR, kedua isolat yang diperoleh diduga merupakan senyawa golongan flavonoid.Kata kunci : Isolasi, Kakao, D. falcata (L.f.) Ettingsh, flavonoid, Metabolit Sekunder. ABSTRACTThis exploration research aim to isolate and identify the secondary metabolite compound contained in the etil acetate extract stem parasite D. falcata. Sample were obtained from Cendana village, Burau district, East Luwu Sub District, South Sulawesi. This research consists of several stages, they were maseration with methanol, partition with etil acetate, fractionation, purification and identification. The result were two pure isolates (A and B) in white powder shape, with the melting point are 258,6 dan 264,5, both isolates positive FeCl3 reagent. Datas spectrum of FTIR for isolate A showed several wave number (cm-1): 1024,20; 1053,13; 1072,42 (C-O); 1643,35 (C=C conjugated); 1456,26 (C=C aromatic); 2960,73; 2933,73; 2883,58; 2866,22 (C-H); 3406,29 (OH). And for isolate B showed several wave number (cm-1): 1024,20; 1072,42 (C-O); 1643,35 (C=C alkene conjugated); 1456,26 (C=C aromatic); 2960,73; 2933,73; 2868,15 (C-H); 3402,43 (OH). Based on the test reagent and FTIR spectral datas, both isolates are flavonoid compounds.Key word : Isolation, Cocoa, D. falcata (L.f.) Ettingsh, flavonoid, Secondary     Metabolites.