cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Studi Efektivitas Rumput Laut Eucheuma Cottonii sebagai Solusi Inovatif untuk Mengurangi Kadar Nitrit Air Sungai Arif, Andi Nurul Aulia; Marzuki, Ismail
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.71822

Abstract

Spesies alga tertentu seperti Eucheuma Cottonii mempunyai potensiyang cukup signifikan untuk menurunkan kadar logam dan ion dengan caramenyerap, baik itu dengan kondisi hidup maupun berbentuk sel yang sudahmati (biomassa) (Damayanti, 2016). Oleh sebab itu peneliti inginmelakukan uji coba efisiensi Eucheuma Cottoni sebagai adsorben Ion Non-Logam yaitu Nitrit (NO2-) pada air tawar yang pada penelitian ini difokuskan pada air sungai tercemar. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar Nitrit pada H+1 sebesar 29.42% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.2003 mg/L. H+2 sebesar 71.52% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0808 mg/L. Pada H+3 tidak mengalami penurunan kadar sama sekali. H+4 sebesar 72.06% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0793 mg/L. H+5 sebesar 76.95% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0654 mg/L. H+6 sebesar 80.97% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0540 mg/L. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alga EucheumacCottonii dapat menurunkan kadar Nitrit dalam air sungai baik dalam kondisi hidup maupun dalam bentuk biomassa yang tidak hidup.
Fotodegradasi Zat Warna Methanyl Yellow Menggunakan Komposit Zeolit-TiO2 daya, Nurhidaya; Putri, Suriati Eka; Faika, Sitti
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.64943

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kristalinitas dan morfologi permukaan zeolit-TiO2, serta mengetahui kondisi optimum degradasi zat warna methanyl yellow menggunakan komposit zeolit-TiO2. Hasil penelitian menunjukkan zeolit yang digunakan termasuk fasa modernit dengan mengadopsi sistem kristal ortorombik dan TiO2 yang berhasil terimpregnasi ke dalam zeolit merupakan fasa anatase. Adapun morfologi komposit yang dihasilkan menunjukkan material yang menggumpal dengan dugaan TiO2 yang tersebar secara acak diatas permukaan zeolit. Komposit zeolit-TiO2 mempercepat fotodegradasi zat warna methanyl yellow dengan kondisi optimum pH 5, massa 300 mg dan waktu 150 menit dengan persentase degradasi sebesar 90 ± 0,09. Keberhasilan proses dengan degradasi diamati menggunakan GC-MS dengan mengamati senyawa intermediet yang terbentuk. Dengan demikian, komposit zeolit-TiO2 dapat diaplikasikan sebagai fotokatalis pada pengolahan limbah zat warna di masa akan datang.Kata Kunci: komposit zeolit-TiO2, methanyl yellow, degradasiABSTRACTThis research deeply discussed about the crystallinity and surface morphology of zeolite-TiO2 and determine the optimum conditions for the degradation of methanyl yellow dye using zeolite-TiO2 composites. The research results showed that the zeolite used included the modernite phase by adopting an orthorhombic crystal system and the TiO2 that was successfully impregnated into the zeolite was anatase phase. The morphology of the resulting composite shows a lumpy material with suspected TiO2 distributed randomly on the zeolite surface. The zeolite-TiO2 composite accelerates the photodegradation of methanyl yellow dye with optimum conditions of pH 5, mass of 300 mg and time of 150 minutes with a degradation percentage of 90.71% ± 0.09. The success of the degradation process was observed using GC-MS by observing the intermediate compounds formed. Thus, the zeolite-TiO2 composite can be applied as a photocatalyst in the processing of dye waste in the future.Keywords: zeolite-TiO2 composite, methanyl yellow, degradation
Evaluasi Kinerja Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Terstabilkan dengan Pewarna dari Ekstrak Kulit Buah Solanum melongena L Aisyah, Aisyah; Halisa, Halisa; Ramadani, Kurnia; Firnanelty, Firnanelty; Zahra, Ummi; Nur, Arfiani; Patunrengi, Iswadi Ibrahim
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.73440

Abstract

Ekstrak kulit terong ungu telah banyak dikaji penggunaannya sebagai zat warna pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Konversi foton menjadi energi listrik sangat ditentukan oleh kestabilan zat warna dan semikonduktor TiO2 selama proses absorpsi foton sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah Solanum melongena yang distabilkan tingkat keasamannya sebagai zat warna pada DSSC. Ekstrak zat warna diperoleh melalui maserasi dengan metanol dan selanjutnya dikarakterisasi dengan Uji Fitokimia, Spektroskopi Uv-Vis dan FTIR. DSSC difabrikasi menggunakan zat warna tersebut pada semikonduktor TiO2 yang distabilkan oleh polivinil alkohol. Performa DSSC dievaluasi melalui pengukuran arus dan tegangan pada DSSC di bawah paparan sinar matahari secara langsung.  Hasil pengukuran arus tegangan menunjukkan bahwa ekstrak Solanum melongena yang distabilkan pada  pH 2 dapat meningkatkan nilai konversi energi sebesar 0,71%. Penstabilan semikonduktor TiO2oleh polivinil alkohol tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan nilai konversi. Optimasi lebih lanjut dengan metode lain dan bersama faktor-faktor lainnya diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dan nilai konversi energinya.Ekstrak kulit terong ungu telah banyak dikaji penggunaannya sebagai zat warna pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Konversi foton menjadi energi listrik sangat ditentukan oleh kestabilan zat warna dan semikonduktor TiO2 selama proses absorpsi foton sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah Solanum melongena yang distabilkan tingkat keasamannya sebagai zat warna pada DSSC. Ekstrak zat warna diperoleh melalui maserasi dengan metanol dan selanjutnya dikarakterisasi dengan Uji Fitokimia, Spektroskopi Uv-Vis dan FTIR. DSSC difabrikasi menggunakan zat warna tersebut pada semikonduktor TiO2 yang distabilkan oleh polivinil alkohol. Performa DSSC dievaluasi melalui pengukuran arus dan tegangan pada DSSC di bawah paparan sinar matahari secara langsung.  Hasil pengukuran arus tegangan menunjukkan bahwa ekstrak Solanum melongena yang distabilkan pada  pH 2 dapat meningkatkan nilai konversi energi sebesar 0,71%. Penstabilan semikonduktor TiO2 oleh polivinil alkohol tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan nilai konversi. Optimasi lebih lanjut dengan metode lain dan bersama faktor-faktor lainnya diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dan nilai konversi energinya.
Pengaruh Media Chempuzzle pada Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 4 Maros (Studi pada Materi Pokok Senyawa Hidrokarbon) Sudding, Sudding; Sulastry, Taty; Ramadani, Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.73829

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh media chempuzzle pada model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik Kelas XI MIPA SMA Negeri 4 Maros studi pada materi pokok senyawa hidrokarbon. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 4 Maros yang terdiri dari tujuh kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling, sehingga terpilih kelas XI MIPA 5 sebagai kelompok eksperimen dan XI MIPA 6 sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang homogen tetapi tidak terdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan uji statistik non-parametrik, Mann-Whitney hasilnya pada ∝ = 0,05 diperoleh Zhitung>Ztabel (12,9 >1,64), berarti ada pengaruh media chempuzzle pada model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik Kelas XI MIPA SMA Negeri 4 Maros studi pada materi pokok senyawa hidrokarbon.Kata kunci: chempuzzle, discovery learning, hasil belajar ABSTRACTThis is quasi experiment research that aimed to know the effect of chempuzzle media in discovery learning model toward students' learning outcomes class XI MIPA SMA Negeri 4 Maros study on the subject matter of hydrocarbon compounds. The research design was posttest only control group design. The population of this research was students in class XI MIPA SMA Negeri 4 Maros that consist of seven classes. Sampling was carried by random sampling, so class XI MIPA 5 was selected as the experimental group and XI MIPA 6 as the control group. The results of descriptive analysis showed the average of learning outcomes of experimental group higher than the control group. The results of inferential statistical analysis toward students learning outcomes showed that data on the experimental group and the control group were homogeneous but not normally distributed so hypothesis testing using nonparametric test by Mann-Whitney, the result at ∝ = 0.05 obtained Zcount>Ztable (12.9>1.64), meaning that there is an influence of chempuzzle media in discovery learning model towards students’ learning outcomes class XI MIPA SMA Negeri 4 Maros study on the subject matter of hydrocarbon compounds.Keywords: chempuzzle, discovery learning, learning outcomes
Sintesis dan Karakterisasi Label Pintar Menggunakan Antosianin Ekstrak Daun Jati Sebagai Indikator Kualitas Ikan Bandeng Synthesis and Characterization of Smart Labels Using Teak Leaf Extract Anthocyanins as an Indicator of Milkfish Quality Khalidah, Muti'ah; Hasri, Hasri; Syahrir, Muhammad
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.71463

Abstract

ABSTRAKPembusukan ikan bandeng dapat dideteksi menggunakan label pintar yang mampu menunjukkan mutu dari produk yang dikemas melalui perubahan warna secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik label pintar yang dihasilkan dan mengetahui efektivitas label pintar menggunakan antosianin ekstrak daun jati sebagai indikator kualitas ikan bandeng. Tahap penelitian meliputi ekstraksi daun jati, uji stabilitas antosianin, sintesis dan karakterisasi label pintar, serta uji kualitas ikan bandeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis label pintar memiliki karakteristik berupa lembaran berwarna kuning, penambahan plasticizer PVA berpengaruh terhadap sifat mekanik dan fisik dari label pintar. Nilai laju transmisi uap air yang diperoleh 8,87 g/jam.m2, ketebalan 0,06 mm, elongasi 37,11%, kuat tarik 8,0793 N/mm2, dan kelarutan 75%. Nilai laju transmisi uap air, ketebalan, elongasi, dan kuat tarik yang diperoleh telah memenuhi standar Japan Industrial Standard. Nilai kelarutan belum memenuhi standar Japan Industrial Standard. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, NH2 , C-H, C=C, C-O yang mengindikasikan bahwa semua gugus fungsi tersebut berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan label pintar. Pengaplikasian label pintar sebagai indikator mutu ikan bandeng dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 2  24 jam menujukkan terjadinya perubahan warna pada label pintar akibat pembusukan dari ikan bandeng. Label pintar terbukti efektif sebagai indikator kualitas ikan bandeng. Perubahan warna yang secara signifikan dapat menggambarkan kondisi kesegaran ikan.Kata kunci:  Daun jati, ekstraksi, label pintar, ikan bandeng.ABSTRACTMilkfish spoilage can be detected using smart labels that are able to show the quality of the packaged product through visual color changes. This study aims to determine the characteristics of smart labels produced and determine the effectiveness of smart labels using teak leaf extract anthocyanins as an indicator of milkfish quality. The research stages include teak leaf extraction, anthocyanin stability test, smart label synthesis and characterization, and milkfish quality test. The results showed that the synthesis of smart labels has characteristics in the form of yellow sheets, the addition of PVA plasticizer affects the mechanical and physical properties of smart labels. The value of water vapor transmission rate obtained was 8.87 g/hour.m2, thickness 0.06 mm, elongation 37.11%, tensile strength 8.0793 N/mm2, and solubility 75%. The obtained values of water vapor transmission rate, thickness, elongation, and tensile strength have met the Japan Industrial Standard. The solubility value does not meet the Japan Industrial Standard. The results of FTIR analysis showed the presence of O-H, NH2, C-H, C=C, C-O groups indicating that all these functional groups came from the ingredients used in the manufacture of smart labels. The application of smart labels as an indicator of milkfish quality with storage at room temperature for 2 × 24 hours showed a change in color on smart labels due to decay of milkfish. Smart labels proved to be effective as an indicator of milkfish quality. Significant color changes can describe the freshness of the fish.Keywords:  Teak leaf, extraction, smart labels, milkfish.
Pemanfaatan Buah Tropis Lokal (Pepaya, Buah Naga, Mangga, dan Nanas) dalam Pembuatan Selai Inovatif Berbasis Pektin Alami Husain, Halimah; Jumrah, Elfira; Ilyas, Nita Magfirah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.81094

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan buah tropis lokal pepaya (Carica papaya L.), buah naga (Hylocereus polyrhizus), mangga (Mangifera indica L.), dan nanas (Ananas comosus L.) dalam pembuatan selai inovatif berbasis pektin alami. Buah-buahan tersebut dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta kandungan pektinnya yang berperan penting dalam pembentukan tekstur gel pada produk selai. Metode penelitian meliputi tahapan persiapan bahan, penghalusan, pencampuran dengan gula dan asam, pemanasan, serta pengujian pH dan organoleptik. Pektin, gula, dan asam diketahui menjadi faktor utama yang menentukan kualitas fisik dan sensorik selai, seperti kekentalan, kestabilan gel, warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh buah tropis yang digunakan menghasilkan selai dengan karakteristik organoleptik yang baik. Selai memiliki tekstur lembut, mudah dioles, warna menarik, aroma khas buah yang segar, serta cita rasa manis-asam yang seimbang. Dari keempat jenis buah, masing-masing memberikan keunikan tersendiri terhadap warna dan aroma akhir produk. Kesimpulannya, pemanfaatan buah tropis lokal berpotensi besar dalam menghasilkan produk selai inovatif berbasis pektin alami yang bernilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan, serta dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Indonesia.Kata Kunci: Buah tropis lokal, Selai, Pektin alami, OrganoleptikABSTRACTThis study aims to explore the potential utilization of local tropical fruits papaya (Carica papaya L.), dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), mango (Mangifera indica L.), and pineapple (Ananas comosus L.) in the production of innovative jams based on natural pectin. These fruits were selected due to their abundance in Indonesia and their natural pectin content, which plays a crucial role in the formation of gel texture in jam products. The research method included several stages: preparation of raw materials, blending, mixing with sugar and acid, heating, and testing for pH and organoleptic properties. Pectin, sugar, and acid were identified as the key components determining the physical and sensory qualities of the jam, such as viscosity, gel stability, color, aroma, and taste. The results showed that all tropical fruits used produced jams with favorable organoleptic characteristics. The jams exhibited a soft and spreadable texture, attractive color, fresh fruity aroma, and a balanced sweet-sour taste. Each fruit contributed its own distinctive color and aroma to the final product. In conclusion, the utilization of local tropical fruits has great potential in producing innovative, natural-pectin-based jams that are economically valuable, environmentally friendly, and capable of enhancing the added value of Indonesia’s agricultural products.Keywords: Local tropical fruits, Jam, Natural pectin, organoleptic 
Analisis PAH (Naftalena) pada Daging Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Pelabuhan Paotere, Makassar Sulawesi Selatan Salmia, Salmia; Syahrir, Muhammad; Hasri, Hasri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80294

Abstract

ABSTRAKPolisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) merupakan zat kontaminan organik di lingkungan yang sifatnya beracun, karsinogenik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa PAH (naftalena) pada daging ikan cakalang di Pelabuhan Paotere. Penelitian dilakukan beberapa tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, serta pengukuran kadar senyawa PAH (naftalena) menggunakan GC-MS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar lemak pada sampel 1, sampel 2 dan sampel 3 masing-masing sebesar 6,5%, 5,5% dan 5,7%. Kadar air pada sampel 1, sampel 2, dan sampel 3 masing-masing sebesar 5,3%, 4,9% dan 5,6%, sampel 1 dan 3 ditemukan mengandung senyawa naftalena dengan konsentrasi masing-masing 0,0089 ppm dan 0,0058 ppm, sedangkan pada sampel 2 tidak ditemukan adanya senyawa PAH naftalena. Rata-rata senyawa naftalena yang terkandung pada sampel sebesar 0,0049 ppm, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel ikan cakalang yang diperoleh dari Pelabuhan Paotere tercemar senyawa PAH yaitu naftalena.Kata Kunci: Ikan Cakalang, Naftalena, PAH, Pelabuhan PaotereABSTRACTPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are organic contaminants in the environment that are toxic, carcinogenic, and mutagenic. This study aims to determine the levels of PAH compounds (naphthalene) in skipjack tuna meat in Paotere Port. The study was carried out in several stages, namely sample preparation, extraction, fractionation, and measurement of PAH compound levels (naphthalene) using GC-MS. Based on the results of the study, the fat content in samples 1, 2, and 3 was 6.5%, 5.5%, and 5.7%, respectively. The water content in samples 1, 2, and 3 was 5.3%, 4.9%, and 5,6%, respectively. Samples 1 and 3 were found to contain naphthalene compounds with concentrations of 0.0089 ppm and 0.0058 ppm, respectively, while in sample 2, no naphthalene PAH compounds were found. The average naphthalene compound contained in the sample was 0.0049 ppm, so it can be concluded that the skipjack tuna sample obtained from Paotere Harbor was contaminated with PAH compounds, namely naphthalene.Keywords: Skipjack Tuna, Naphthalene, PAH, Paotere Port
Persepsi Masyarakat terhadap Peningkatan Kualitas Lingkungan dengan Pemanfaatan Limbah Sagu sari, desy nurhasanah; Nururrahmah, Nururrahmah; Humaerah, ST. Aisyah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80483

Abstract

ABSTRAKSagu adalah salah satu sumber pangan dan sumber pendapatan utama masyarakat di Tana Luwu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.  Pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional dan berkelompok di Kecamatan Telluwanua.  Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan sagu belum diolah dan dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran persepsi masyarakat dalam mengolah limbah yang bersumber dari pengolahan sagu menjadi biogas.  Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dengan menggunakan 50 orang responden yang dipilih secara Simple Random Sampling. Data dianalisis untuk mendapatkan gambaran umum karakteristik sosial ekonomi masyarakat menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi.  Persepsi masyarakat diperoleh dari penilaian tingkatan persepsi menggunakan rataan skor dengan rentang skala, sedangkan hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat dianalisis dengan uji Korelasi Rank Spearman menggunakan SPSS 16.0.  Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa persepsi masyarakat masih ragu-ragu dengan skor rata-rata setiap aspek penilaian berada pada rentang skala 2,92 – 3,09; untuk memanfaatkan dan mengolah limbah pengolahan sagu, sedangkan karakteristik sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat untuk sebagian besar variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang lemah.Kata Kunci: Limbah sagu, Pengolahan sagu, Biogas, Persepsi masyarakatABSTRACTSago is one of the main sources of food and income for the people of Tana Luwu, and is inseparable from their daily lives. Sago processing is still carried out traditionally and in groups in the Telluwanua District. The waste produced from the sago processing process has not been processed and utilized by the community, which can cause environmental damage. The purpose of this study was to determine and obtain an overview of the community's perception of processing waste from sago processing into biogas. This study was a survey that collected data through structured interviews using a questionnaire with 50 respondents selected using simple random sampling. The data were analyzed to obtain an overview of the socioeconomic characteristics of the community using descriptive statistics in the form of frequencies. The community's perceptions were obtained from the assessment of perception levels using average scores on a scale, while the relationship between socioeconomic characteristics and community perceptions was analyzed using the Spearman's rank correlation test using SPSS 16.0. The results of the study show that community perceptions are still uncertain, with the average score for each aspect of the assessment ranging from 2.92 to 3.09 for the utilization and processing of sago waste, while the socioeconomic characteristics and community perceptions for most variables have a significant relationship with a weak level of closeness.Keywords: Sago waste, Sago processing, Biogas, Public perception
Identifikasi Senyawa Flavonoid Pada Ekstrak Metanol Seledri (Apium Graveolens L) Dan Uji Toksisitas Terhadap Artemia Salina Leach Rismanto, Nur Azisah; Pratiwi, Diana Eka; Dini, Iwan
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.59122

Abstract

ABSTRAKDaun seledri merupakan tanaman yang dapat dikonsumsi sebagai sayuran, sehingga ditemukan berbagai senyawa aktif yang terdapat dalam daun dan batang. Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan terdapat pada semua bagian tumbuhan terutama bagian daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kadar senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak metanol seledri (Apium Graveolens L) menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, dan untuk mengetahui toksisitas akut (LC50) ekstrak metanol seledri terhadap larva Artemia Salina Leach dengan metode BSLT. Sampel penelitian diambil dari kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi Selatan. Tahap penelitian ini meliputi preparasi sampel, ekstraksi, identifikasi, dan uji toksisitas. Ekstrak seledri diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol yang kemudian diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengujian secara kualitatif dan kuantitatif ekstrak seledri mengandung senyawa flavonoid dengan kadar pada daun seledri sebesar 0.8236 sedangkan pada batang seledri sebesar 0.1788. Pengujian toksisitas ekstrak seledri terhadap Artemia Salina Leach diperoleh LC50 pada batang seledri sebesar 275.42ppm sedangkan pada daun seledri sebesar 1109.17ppm. Dari nilai LC50 yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol batang seledri memiliki sifat toksik terhadap larva yang ditandai dengan perolehan nilai LC50 <1000ppm sedangkan pada esktrak metanol daun seledri memiliki sifat praktis tidak toksik terhadap larva yang ditandai dengan perolehan nilai LC50 >1000ppm.Kata Kunci: Seledri, Toksisitas, Metode BSLT, FlavonoidABSTRACTCelery leaves are a plant that can be consumed as a vegetable, so various active compounds are found in the leaves and stems. Flavonoids are a typical content of green plants and are found in all parts of the plant, especially the leaves. This research aims to determine the content and levels of flavonoid compounds found in the methanol extract of celery (Apium Graveolens L) using a UV-Vis Spectrophotometer, and to determine acute toxicity (LC50) celery methanol extract against Artemia Salina Leach larvae using the BSLT method. The research sample was taken from Gowa district, South Sulawesi province. This research stage includes sample preparation, extraction, identification and toxicity testing. Celery extract was obtained by maceration using methanol solvent which was then tested qualitatively and quantitatively. Qualitative and quantitative test results of celery extract contain flavonoid compounds with levels in celery leaves of 0.8236 while in celery stems it is 0.1788. Testing the toxicity of celery extract against Artemia Salina Leach obtained LC50 on celery stems of 275.42ppm while on celery leaves it was 1109.17ppm. From the LC50 value obtained, it can be concluded that the methanol extract of celery stems has toxic properties to larvae, which is indicated by the LC50 value <1000ppm, while the methanol extract of celery leaves has practically non-toxic properties to larvae, which is indicated by the LC50 value >1000ppm.Keywords: Celery, Toxicity, BSLT Method, Flavonoids
Analisis Perbandingan Kadar NPK dan Rasio C/N Pada Limbah Air Cucian Beras Putih, Beras Hitam dan Beras Merah Sebelum dan Setelah Fermentasi As'ad, Muhammad; Wijaya, Mohammad; Sulfikar, Sulfikar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80940

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi eksperimen eksploratif yang bertujuan: (i) mengukur kadar NPK dan rasio C/N pada air cucian beras putih, hitam, dan merah; (ii) menilai pengaruh fermentasi terhadap parameter tersebut; serta (iii) mengevaluasi potensi air cucian beras sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Analisis dilakukan menggunakan metode mikro-Kjeldahl untuk nitrogen, spektrofotometri untuk fosfor, fotometri nyala untuk kalium, dan Walkley–Black untuk C-organik. Kadar NPK (%) air cucian beras putih, hitam, dan merah berturut-turut adalah: putih 0,14; 1,25; 0,02; hitam 0,14; 0,03; 0,04; merah 0,14; 0,44; 0,09. Rasio C/N berturut-turut sebesar 17,42; 2,14; 10,71. Fermentasi pada air cucian beras putih meningkatkan N sekitar 3,43 kali, P sebesar 24,8%, dan K sekitar 4,5 kali, serta menurunkan rasio C/N dari 17,42 menjadi 4. Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi memodifikasi komposisi hara dan menurunkan rasio C/N, meskipun kadar NPK absolut masih relatif rendah. Sebagai studi eksploratif tanpa replikasi dan uji statistik, hasil awal ini bersifat indikatif namun konsisten dengan hipotesis bahwa air cucian beras berpotensi dimanfaatkan sebagai POC sederhana dan lebih bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dibanding air biasa. Selanjutnya disarankan standardisasi kondisi fermentasi, replikasi dengan uji statistik, validasi pada beras hitam dan merah, uji hayati pada tanaman indikator, serta fortifikasi dengan bahan organik kaya hara atau bioaktivator untuk mencapai kualitas POC yang memenuhi standar praktik budidaya. Kata Kunci: Air cucian Beras, NPK, rasio C/N, fermentasi, Pupuk Organik cair ABSTRACTThis exploratory experimental study quantified macronutrient content and C/N ratios in rice-washing water from white, black, and red rice; assessed the effect of fermentation; and evaluated its potential as a feedstock for liquid organic fertilizer. Nitrogen was determined by micro-Kjeldahl, phosphorus by spectrophotometry, potassium by flame photometry, and organic carbon by the Walkley–Black method. The NPK contents (%) of white, black, and red rice-washing water were, respectively: white 0.14; 1.25; 0.02; black 0.14; 0.03; 0.04; red 0.14; 0.44; 0.09. The corresponding C/N ratios were 17.42; 2.14; and 10.71. Fermentation of white rice-washing water increased N by approximately 3.43-fold, P by 24.8%, and K by approximately 4.5-fold, while decreasing the C/N ratio from 17.42 to 4. These results indicate that fermentation can modify nutrient composition and lower the C/N ratio although absolute NPK levels remain comparatively low. As an exploratory study without replication or statistical testing, the findings are preliminary but support the feasibility of using rice-washing water as a simple liquid organic fertilizer with greater plant-growth benefits than plain water. Further work should standardize fermentation conditions, include replicated experiments with statistical analysis, validate effects in black and red rice-washing water, conduct plant bioassays, and explore fortification with nutrient-rich organics or bioactivators to approach agronomic standards.Keywords: Rice washing water; fermentation; NPK (nitrogen, phosphorus, potassium); C/N ratio; liquid organic fertilizer