cover
Contact Name
Alief Saputro
Contact Email
aliefsaputro23@gmail.com
Phone
+6285298349260
Journal Mail Official
lageografia@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus UNM Parang Tambung, Jl. Mallengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
LaGeografiA
ISSN : 14128187     EISSN : 26551284     DOI : https://doi.org/10.35580/lga
LaGeografia adalah open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar. LaGeografia adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun setiap bulan Oktober, Februari, dan Juni. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope seputar Pendidikan Geografi dan Sosial Geografi.
Articles 214 Documents
Informasi Geospasial Kerawanan Bencana Abrasi di Sulawesi Selatan Sulaiman Zhiddiq; Bakhrani Rauf; Muhammad Yusuf; Maddatuang Maddatuang; Abdul Mannan
LaGeografia Vol 21, No 3 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i3.51200

Abstract

This research is motivated by the pressing need to understand and manage the vulnerability to erosion in the South Sulawesi Province, Indonesia. Given the region's susceptibility to various natural disasters, the primary objective of this study is to analyze the erosion vulnerability using a Geographic Information System (GIS). The research aims to provide a comprehensive overview of the erosion vulnerability patterns in the area and establish a foundation for more effective mitigation measures. The research methodology involves the integration of spatial data, including slope inclination, soil types and structures, landforms, and topography. This analysis yields a profound understanding of the factors influencing erosion levels in various locations. The results indicate that the coastal areas of Western and Eastern South Sulawesi, particularly in Pare-pare City, Pinrang Regency, and parts of Luwu Timur and Wajo Regencies, exhibit high levels of erosion vulnerability. The discussion presents implications from the analysis results and provides context regarding environmental impacts and disaster risks. The conclusion emphasizes the importance of mitigation actions tailored to the characteristics of each identified erosion-prone region. As a recommendation, the study suggests the implementation of policies that integrate environmental aspects and disaster risk reduction to achieve sustainable management in the South Sulawesi Province. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendalam untuk memahami dan mengelola tingkat kerawanan abrasi di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dengan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana alam, fokus penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan abrasi dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG). Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif tentang pola kerawanan abrasi di wilayah tersebut dan menyediakan dasar bagi langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif. Metode penelitian melibatkan integrasi data spasial, termasuk kemiringan lereng, jenis dan struktur tanah, bentuk lahan, dan topografi. Analisis ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat abrasi di berbagai lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Barat dan Timur Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Pare-pare, Kabupaten Pinrang, dan sebagian Kabupaten Luwu Timur dan Wajo, memiliki tingkat kerawanan abrasi yang tinggi. Pemahasan menyajikan implikasi dari hasil analisis dan memberikan konteks terkait dampak lingkungan dan risiko bencana. Kesimpulan menekankan pentingnya tindakan mitigasi yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah yang teridentifikasi sebagai rawan abrasi. Sebagai saran, penelitian ini merekomendasikan implementasi kebijakan yang menggabungkan aspek lingkungan dan pengurangan risiko bencana untuk mencapai pengelolaan yang berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan.
Tingkat Rawan Longsor di Daerah Aliran Sungai Jenelata Sub Das Jeneberang Kabupaten Gowa Nasiah Badwi; Ichsan Invanni
LaGeografia Vol 21, No 3 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i3.53968

Abstract

Various disasters continuously hit Indonesia. This disaster caused loss of life, property, and land damage which had an impact on people's lives. The aim of this research is to describe the level of landslide hazard in the Jenelata watershed, the Jeneberang sub-watershed of Gowa Regency. The methods used are Remote Sensing techniques and Geographic Information Systems (GIS). The research results show that most of the Jenelata watershed area is in the moderate class of landslide hazard level covering an area of 15,581.37 hectares (66.53%). Spread throughout the watershed area, but dominant in the middle to downstream parts. The very high class is spread downstream of the Jenelata Sub-watershed. The variables that determine the level of landslide danger are related, but the dominant ones are rainfall, slope slope, and soil type. In managing land in the Jenelata watershed area, we need to be careful not to increase the landslide disaster class to a vulnerable one. AbstrakIndonesia bertubitubi dilanda berbagai bencana. Bencana tersebut menimbukan kerugian, nyawa, harta benda dan kerusakan lahan yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan tingkat rawan longsor di DAS Jenelata sub DAS Jeneberang Kab Gowa. Metode yang digunakan yaitu teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar wilayah DAS Jenelata berda pada kelas tingkat rawan bencana longsor kelas sedang seluas 15.581,37 Ha (66,53 %). Tersebar seluruh wilayah DAS, namun dominan di bagian tengah hingga hilir. Kelas sangat tinggi tersebar di hilir Sub DAS Jenelata. Variabel yang menentukan tingkat bahaya longsor saling terkait satu sama lain, namun yang dominan yaitu: curah hujan, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Dalam pengelolaan lahan wilayah DAS Jenelata perlu hati-hati jangan memicuh meningkatnya kelas bencana longsor menjadi kelas sangat rawan.
Analisis Kesesuaian Lahan Tanaman Kapas di Kabupaten Muna Ahmad Hidayat; La Ode Hadini
LaGeografia Vol 21, No 3 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i3.46680

Abstract

Muna Regency has started trying to make efforts to develop cotton plants based on land suitability analysis as a form of support in increasing the quality and quantity of woven fabrics in Muna Regency. This study aims to (1) determine land suitability for cotton cultivation; (2) knowing what limiting factors influence the suitability of land for cotton cultivation; and (3) knowing the pattern of spatial distribution of land for the development of cotton plants in Muna Regency. The research method applied was a survey with a descriptive method in the form of field data collection, data processing and mapping methods to see how far the distribution of land use and the form of its use was at the research location, while to find out the distribution of land suitability, namely by using the matching method with data sourced from the results soil analysis in laboratory and field survey and map verification. The results of the data analysis show (1) the area of land that is quite suitable (S2) for planting cotton is quite large, namely 4,098.55 ha spread over six sub-districts, while for the S3 class category or marginally suitable it is 69,577.56 ha spread over in all districts in Muna Regency; (2) The dominant limiting factors for class S2 are soil drainage conditions, effective depth of soil and number of dry months, while the limiting factors for S3 are the level of erosion hazard and slope factor which is above 8-15%.AbstrakKabupaten Muna mulai mencoba melakukan upaya pengembangan tanaman kapas berdasarkan analisis kesesuaian lahan sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas kain tenun yang ada di Kabupaten Muna. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesesuaian lahan untuk tanaman kapas; (2) mengetahui faktor-faktor pembatas apa yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman kapas; dan (3) mengetahui pola sebaran spasial lahan untuk pengembangan tanaman kapas di Kabupaten Muna. Metode penelitian yang diterapkan adalah survei dengan metode deskriptif berupa pengumpulan data lapangan, pengolahan data serta metode pemetaan untuk melihat sejauh mana sebaran penggunaan lahan dan bentuk penggunaannya pada lokasi penelitian, sedangkan untuk mengetahui sebaran kesesuaian lahan yakni dengan menggunakan metode matching dengan data yang bersumber dari hasil analisis tanah di laboratorium dan survei lapangan serta verifikasi peta. Hasil analisis data menunjukkan (1) luas lahan yang cukup sesuai (S2) untuk ditanami kapas cukup luas yaitu 4.098,55 ha yang tersebar di enam kecamatan, sedangkan untuk kategori kelas S3 atau sesuai marjinal (marginally suitable) berjumlah 69.577,56 ha yang tersebar di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Muna; (2) Faktor pembatas yang dominan untuk kelas S2 adalah kondisi drainase tanah, kedalaman efektif tanah serta jumlah bulan kering, sedangkan faktor pembatas untuk S3 adalah tingkat bahaya erosi serta faktor kemiringan lereng yang berada diatas 8-15 %. 
Pengaruh Rekrutmen, Kompetensi, dan Kompensasi Pada Kinerja TKSK di Kabupaten Luwu dan Kota Palopo: Perspektif Geografi Sosial Rusmini Barinong; Sherlin Serang; Budianriani Budianriani
LaGeografia Vol 21, No 3 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i3.52189

Abstract

This study aims to analyze the influence of recruitment, competence, compensation, and responsibility on the performance of Social Welfare Officers (TKSK) in Luwu Regency and Palopo City while determining the most dominant variable. Involving 30 TKSK respondents, the research employed non-parametric statistics and multiple linear regression methods. The results indicate that competence, compensation, and responsibility individually significantly impact the performance of TKSK in both regions. Recruitment, competence, compensation, and responsibility significantly influence TKSK performance, with responsibility emerging as the dominant variable. These variables contribute positively to enhancing TKSK performance, establishing a strong correlation. These findings align with prior research emphasizing the significant influence on employee performance improvement. The study contributes significantly to understanding the factors affecting TKSK performance, with practical implications for policy development and human resource management in social welfare. In conclusion, the research underscores the importance of implementing effective recruitment strategies, enhancing competence, providing fair compensation, and increasing responsibility to improve TKSK performance. Recommendations include a focus on policy development supporting these aspects in both regions.AbstrakPenelitian ini menganalisis pengaruh rekrutmen, kompetensi, kompensasi, dan tanggung jawab terhadap kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kabupaten Luwu dan Kota Palopo, dengan menentukan variabel yang paling dominan. Melibatkan 30 responden TKSK, penelitian menggunakan metode statistik non-parametrik dan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi, kompensasi, dan tanggung jawab secara parsial memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja TKSK di kedua wilayah. Secara bersama-sama, rekrutmen, kompetensi, kompensasi, dan tanggung jawab juga berpengaruh signifikan, dengan tanggung jawab sebagai variabel dominan. Variabel tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja TKSK, dengan hubungan yang kuat. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman faktor-faktor kinerja TKSK, dengan implikasi praktis untuk pengembangan kebijakan dan manajemen sumber daya manusia di bidang kesejahteraan sosial. Kesimpulannya, penelitian menyoroti pentingnya strategi rekrutmen, peningkatan kompetensi, kompensasi yang adil, dan peningkatan tanggung jawab dalam meningkatkan kinerja TKSK, dengan saran untuk fokus pada pengembangan kebijakan yang mendukung aspek-aspek tersebut di kedua wilayah.
Dampak Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Pendidikan Terhadap Masyarakat Patiung, Irene Dian; Nyompa, Sukri; Syarif, Erman; Zhiddiq, Sulaiman; Maddatuang, Maddatuang
LaGeografia Vol 22, No 2 (2024): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i2.52099

Abstract

This study aims to investigate the impact of the implementation of the education zoning system policy on the community in Buntao' sub-district, North Toraja district. The research focus includes 1) The impact of the implementation of the education zoning system on the community, 2) Community efforts in enrolling in schools, and 3) Government measures to overcome the impact of the implementation of the education zoning system. The research method used is descriptive qualitative. The results show that the implementation of the zoning system has positive and negative impacts. Positive impacts include the effectiveness of online registration but it also creates difficulties for students to be admitted to the school of their choice, resulting in a sense of injustice. In addition, the lack of community knowledge about the zoning system led to cheating. Community efforts include population transfer and enrollment through the merit route. The government took measures to address the negative impacts, such as the division of school zones and increased socialization and publication of the zoning mechanism. Other measures included supervision in the data verification process. This research contributes to the understanding of education policy implementation and provides recommendations to improve the effectiveness of the zoning system in the future.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak implementasi kebijakan sistem zonasi pendidikan terhadap masyarakat di Kecamatan Buntao', Kabupaten Toraja Utara. Fokus penelitian mencakup: 1) Dampak penerapan sistem zonasi pendidikan terhadap masyarakat, 2) Upaya masyarakat dalam mendaftar pada sekolah, dan 3) Langkah pemerintah dalam mengatasi dampak implementasi sistem zonasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem zonasi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif meliputi efektivitas pendaftaran online namun juga menimbulkan kesulitan bagi siswa untuk diterima di sekolah pilihan mereka, menghasilkan rasa ketidakadilan. Selain itu, minimnya pengetahuan masyarakat tentang sistem zonasi menyebabkan kecurangan. Upaya masyarakat meliputi perpindahan kependudukan dan pendaftaran melalui jalur prestasi. Pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi dampak negatif, seperti pembagian zona sekolah dan peningkatan sosialisasi serta publikasi mekanisme zonasi. Langkah lain termasuk pengawasan dalam proses verifikasi data. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman terhadap implementasi kebijakan pendidikan dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas sistem zonasi di masa depan.
Mitigasi Bencana pada Area Rentan Banjir di Kabupaten Dharmasraya Ismayani, Nina; Putri, Desi Eka; Febrianto, Hary; Sary, Ayu Kurnia
LaGeografia Vol 23, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.43998

Abstract

Based on the RTRW of Dharmasraya Regency, the hydrological aspects reveal numerous river basins and relatively gentle slopes, leading to frequent flooding during the rainy season. This study aims to identify flood vulnerability levels in Dharmasraya Regency and develop effective mitigation strategies. Using purposive sampling, data were analyzed descriptively and quantitatively through Overlay and Scoring techniques, categorizing flood vulnerability into three levels: slightly vulnerable (16,037.18 ha), vulnerable (68,982.47 ha), and highly vulnerable (168,920.24 ha). The proposed mitigation strategies include structural approaches such as constructing embankments and evacuation routes, and non-structural approaches like public awareness campaigns and disaster management training. This research contributes to developing more adaptive and context-specific disaster mitigation methods for regions with similar hydrological and topographical characteristics, offering a broader application of mitigation approaches in regional contexts. The findings enrich the literature on natural disaster mitigation in flood-prone areas and guide stakeholders in reducing flood risk in Dharmasraya Regency. AbstrakBerdasarkan RTRW Kabupaten Dharmasraya, aspek hidrologi menunjukkan banyak daerah aliran sungai dan kemiringan landai, menyebabkan banjir sering terjadi selama musim hujan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan banjir di Kabupaten Dharmasraya dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Dengan metode purposive sampling, data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan teknik Overlay dan Skoring, memetakan kerentanan banjir ke dalam tiga kategori: agak rentan (16.037,18 ha), rentan (68.982,47 ha), dan sangat rentan (168.920,24 ha). Strategi mitigasi meliputi pendekatan struktural, seperti pembangunan tanggul dan jalur evakuasi, serta pendekatan non-struktural, seperti penyuluhan dan pelatihan pengelolaan bencana banjir. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode mitigasi bencana yang lebih adaptif dan relevan untuk wilayah dengan karakteristik hidrologi dan topografi serupa, serta menawarkan pendekatan mitigasi yang dapat diterapkan secara luas dalam konteks regional. Temuan ini memperkaya literatur tentang mitigasi bencana alam di daerah rawan banjir dan memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dalam mengurangi risiko banjir di Kabupaten Dharmasraya.
Jaringan Edukasi Negeri dalam Literasi Anak Pelosok menuju Multiliterasi Berbasis Learning Cycle 5 E Siswa MIS Guppi Pattalassang Fatikha Ulyya; Nur Faizah; Muh. Azriel Putra Rizal; Nurul Azizah Azzahrah; Saenal Ashar; Misdar Amdah; Erman Syarif
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.65196

Abstract

 The education gap in Indonesia, which is influenced by geographical factors, hinders access to proper education in remote areas. Through the Community Service Programme (PKM-PM) ‘Jendela Pelosok,’ it is expected to contribute to improving reading literacy for students, especially in remote category schools. This study aims to evaluate the effect of the Learning Cycle 5E learning model in improving students' reading and writing literacy at MIS Guppi Pattallassang, Pao Village, Tombolo Pao Sub-district, Gowa Regency. This study used mixed methods with qualitative-descriptive and quantitative-experimental approaches, as well as a pretest-posttest design. The results showed that the application of Learning Cycle 5E learning model was effective in improving students' literacy. The pretest data showed an average score of 42.50 for writing ability and 43.56 for reading ability before the model was applied. After the application of the Learning Cycle 5E learning model, the posttest data showed an increase in literacy scores to 70. The Learning Cycle 5E learning model consists of five stages: engagement, exploration, explanation, elaboration and evaluation.
Kualitas Perairan di Sekitar Pulau Saugi Desa Mattiro Baji Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara Kabupaten Pangkep Qaiyimah, Dinil; Yanti, Jeddah; Khairisa, Noor Husna
LaGeografia Vol 22, No 2 (2024): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i2.61685

Abstract

Water quality research around Saugi Island, Mattiro Baji Village, North Tuppabiring Liukang District, Pangkep Regency was conducted at 5 measuring and observing points. The purpose of this study is to provide information on the quality of water that can be utilized for development in the Saugi Island fisheries sector. The parameters measured and observed are temperature, salinity, pH, DO, brightness, depth, garbage, and the smell of water. The research results show temperature parameter values ranging from 30-33°C, salinity 30-32 ppt, pH 6, DO 2-4 mg/l, brightness 2-4.32 m, depth 2.07-9.3 m, garbage exists at some point, and all points have natural odors. From the results of calculating water quality using limiting parameters, it yields values of 38%, 50%, 63%, and 88%. Then the water quality of Saugi Island is divided into three categories based on the results of calculating the limiting parameters, which are good, medium, and ugly categories. Only points 1 and point 5 fall into good categories. Points 3 belong to the medium category, while points 2 and 4 belong to the ugly category.AbstrakPenelitian kualitas perairan di sekitar Pulau Saugi, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkep dilakukan di 5 titik pengukuran dan pengamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang kualitas perairan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pada sektor perikanan Pulau Saugi. Adapun parameter yang diukur dan diamati adalah suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, kedalaman, sampah, dan bau perairan. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter suhu berkisar antara 30-33˚C, salinitas 30-32 ppt, pH 6, DO 2-4 mg/l, kecerahan 2-4.32 m, kedalaman 2.07-9.3 m, sampah ada di beberapa titik, dan semua titik memiliki kebauan alami. Dari hasil perhitungan kualitas air dengan menggunakan parameter pembatas, menghasilkan nilai 38%, 50%, 63% dan 88%. Kemudian kualitas perairan Pulau Saugi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan hasil perhitungan parameter pembatas yaitu kategori baik, sedang, dan jelek. Hanya titik 1 dan titik 5 yang termasuk dalam kategori baik. Titik 3 termasuk dalam kategori sedang, sedangkan titik 2 dan 4 termasuk dalam kategori jelek.  
Perbandingan Efektivitas Penggunaan Google Classroom dan Google Meet Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Kartika XX-1 Makassar Nyompa, Sukri; Fitasari, Mila
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.25527

Abstract

The purpose of this study was to determine the comparison of the effectiveness of using Google Classroom and Google Meet on student learning outcomes in geography subjects. The method used was a quasi-experiment, with a pretest-posttest control group design. The population of this study was all students of class X SMA Kartika XX-1 Makassar, with a sample of two classes, namely class X MIA 4 and X MIA 5. The data from this study were obtained using a multiple choice test instrument of 20 questions conducted at the pretest time before the learning process, and posttest after the learning process was carried out. From the results of the study obtained an n-gain score of 27.84% which is included in the ineffective category in classes that use Google Classroom, while the n-gain score for classes that use Google Meet is 54.56% including in the less effective category. From the results of hypothesis testing, the sig. (2 tailed) of 0.04 where the value is <0.05 which means H0 is rejected. Based on this, it can be concluded that there is a significant difference in effectiveness between classes that use Google Classroom and classes that use Google Meet on student learning outcomes in geography subjects. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan google classroom dan google meet terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Adapun metode yang digunakan adalah quasi experiment, dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Kartika XX-1 Makassar, dengan sampel sebanyak dua kelas, yaitu kelas X MIA 4 dan X MIA 5. Data hasil penelitian ini diperoleh menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal yang dilakukan pada waktu pretest sebelum proses pembelajaran, dan posttest setelah proses pembelajaran dilaksanakan. Dari hasil penelitian diperoleh n-gain skor sebesar 27,84% yang termasuk dalam kategori tidak efektif pada kelas yang menggunakan google classroom, sedangkan n-gain skor untuk kelas yang menggunakan google meet sebesar 54,56% termasuk dalam kategori kurang efektif. Dari hasil uji hipotesis diperoleh hasil nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,04 dimana nilainya < 0,05 yang artinya H0 ditolak. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara kelas yang menggunakan google classroom dengan kelas yang menggunakan google meet terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi.
Analisis Spasial Arahan Fungsi Kawasan Hutan Di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Ramadhani, Bulan Suci
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.62515

Abstract

The issue of land and its use is still a problem related to the development of an area. Land use and utilization must be adjusted to its function to maintain sustainability and prevent environmental damage. This study aims to determine the direction of the spatial function of forest areas in Pohuwato Regency. The research method used is a tiered quantitative analysis with scoring and overlay analysis techniques. The scoring and weighting guidelines refer to the Minister of Public Works Number 41 regulation of 2007. The thematic maps used in this study are slope maps, rainfall maps, and soil type maps. The results of scoring and overlay analysis show that the direction of the function of the forest area in Pohuwato Regency, namely the area with a protective function has an area of 214866.11 Ha (49.43%), the buffer area has an area of 1511918.76 Ha (34.95%), while the cultivation area has an area of 67887.34 Ha (15.61%). Further studies are needed on the suitability of forest area function directives with land use to ensure proper land use, reduce negative impacts on the environment, and support sustainable development efforts.AbstrakIsu mengenai lahan dan pemanfaatannya masih menjadi persoalan kaitannya dengan perkembangan suatu Kawasan. Penggunaan dan pemanfaatan lahan harus disesuaikan dengan fungsinya guna menjaga kelestarian dan mencegah terjadi kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan fungsi kawasan hutan secara spasial di Kabupaten Pohuwato. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kuantitatif berjenjang dengan teknik analisis berupa skoring dan overlay. Pedoman skoring dan pembobotan mengacu pada peraturan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41 Tahun 2007. Peta tematik yang digunakan pada penelitian ini berupa peta kelerengan, peta curah hujan dan peta jenis tanah. Hasil analisis skoring dan overlay menunjukkan bahwa arahan fungsi Kawasan hutan di Kabupaten Pohuwato yaitu Kawasan dengan fungsi lindung memiliki luas 214866,11 Ha (49,43%), Kawasan penyangga memiliki luas 1511918,76 Ha (34,95%), sedangkan Kawasan budidaya memiliki luas 67887,34 Ha (15,61%). Perlu kajian lebih lanjut mengenai kesesuaian arahan fungsi kawasan hutan dengan penggunaan lahan untuk memastikan penggunaan lahan yang tepat, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta mendukung upaya pembangunan berkelanjutan.