Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PARTISIPASI PELATIHAN KURIKULUM 2013 TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENILAIAN AUTENTIK GURU GEOGRAFI Ati, Amniar; Ruhimat, Mamat; Dede, Moh.; Musyawarah, Rahma; Irsan, Laode Muhamad; Saudi, Fitriyani; Hasanah, Nur; Hadini, La Ode; Garusu, Ema Hermawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16793

Abstract

Perubahan sistem penilaian dalam kurikulum 2013 membuat para guru merasa keberatan, karena selama ini sistem penilaian konvensional sudah menjadi budaya dan dianggap gampang dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi pelatihan kurikulum 2013 yang pernah diikuti terhadap pemahaman konsep penilaian autentik guru geografi di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan melibatkan 52 orang guru geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) secara umum, tingkat pemahaman guru geografi terhadap pemahaman konsep penilaian autentik Kurikulum 2013 adalah sedang. Hasil ini masih dikatakan baik karena hanya 5 orang atau sebesar 9,6% guru saja yang berada dalam kategori rendah dari total sampel 52 orang guru geografi; 2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara partisipasi pelatihan Kurikulum 3013 yang pernah di ikuti (X) dengan pemahaman konsep penilaian autentik (Y). Jumlah partisipasi pelatihan Kurikulum 2013 yang pernah di ikuti hanya memberikan pengaruh terhadap pemahaman konsep penilaian autentik guru-guru sebesar 0.048 atau 5%. Untuk mendukung terlaksananya sistem penilaian yang baik dalam proses pembelajaran di sekolah, diperlukan pemahaman guru yang baik tentang konsep penilaian autentik.
The Dynamics of Flow Discharge and Suspension Flow Discharge in Volcano Watershed with Agroforestry Land Cover Hadini, La Ode; Sartohadi, Junun; Setiawan, Muhammad Anggri; Mardiatno, Djati
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 4, No 2 (2021): IN PRESS
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The suspension flow from the upper part of a volcano watershed, which has a very thick soil condition, is sensitive to landuse form. Agroforestry is the dominant landuse form in the volcanic landscape of Indonesia. There is a lack of detailed studies about suspension flow in the upper watershed where agroforestry is the land cover. This research, performed in agroforestry area, covered the correspondence between flow discharge and suspension flow discharge, the time lag of initial rain events and the formation of suspension flow; and the characteristics of the grain size of the suspensions during the flow. The suspension flow was measured at the outlet of a gully in key watershed areas, which yielded a total of 436 suspension data. The measurement analysis was conducted at every rain event in the field and in the laboratory. The crop characteristics in the rain catchment area were recorded in details during the field survey. The characteristics of the channels converging toward the gully system were observed during the field survey. There were three relationship patterns between the peak flow discharge and the peak suspension discharge, namely (1) the peak flow discharge corresponded to the peak suspension discharge, (2) the peak flow discharge preceded the peak suspension discharge, (3) the peak flow discharge occurred after the peak suspension discharge. The average time interval between the rain events and the occurrence of suspension flow was 17.7 minutes. The peak suspension content varied from 0.0016 g/L up to 4.71 g/L with an average of 1.03 g/L. The grain size of the suspension was dominated by 71-76% of clay fraction with an average of 73% at the rising phase and 68-71% of clay fraction with an average of 69% at the falling stage.
EVALUASI SISTEM ZONASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN MENENGAH ATAS DI KOTA KENDARI DENGAN MENGGUNAKAN (SIG) Adin Fitra Irawan; La Ode Hadini; Fitra Saleh; Golok Jaya; Irfan Ido
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 6, No 2 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v6i2.28253

Abstract

Abstrak: Kebutuhan pendidikan yang semakin meningkat seiring dengan jumlah penduduk dan pembangunan yang semakin pesat mengakibatkan pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan  sistem zonasi sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) Mengetahui bagaimana distribusi Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kota Kendari; (2) Mengevaluasi sistem zonasi Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kota Kendari menggunakan Sistem Informasi Geografi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis spasial pada citra dengan cara buffering kemudian dilakukan analisis clip berdasarkan batas kelurahan dan lahan terbangun (permukiman). Hasil dari penelitian ini antara lain: (1) Distribusi Sekolah Menengah Pertama tersebar di seluruh kecamatan dengan sebaran terbanyak pada Kecamatan Puuwatu sebanyak 5 SMP Negeri, dan Sekolah Menengah Atas tersebar di beberapa  kecamatan, dengan kecamatan yang tidak memiliki SMA Negeri yaitu Kecamatan Abeli yang di sebabkan kecamatan tersebut merupakan pemekaran dari Kecamatan Nambo; (2) Evaluasi sistem zonasi dari analisis spasial pada citra menghasilkan luasan  lahan terbangun SMP negeri terbesar terdapat pada Kelurahan Anduonohu dengan luasan 322,48 ha yang termaksud zonasi SMP Negeri 10, SMP Negeri 20, dan SMP Negeri 5, sedangkan luasan lahan terbangun SMA Negeri yang terbesar terdapat pada Kelurahan Rahandouna dengan luasan 222,86 ha yang termaksud zonasi SMA Negeri 2.Kata kunci: Zonasi Sekolah, SIG, Buffer.Abstrak: The increasing need for education along with the population and rapid development has resulted in the government having to issue a school zoning system policy. The aims of this study are to: (1) Find out how the distribution of junior and senior high schools in Kendari City is; (2) Evaluate the zoning system for Junior High Schools and Senior High Schools in Kendari City using the Geographic Information System. The analytical method used is spatial analysis of the image by buffering, then clip analysis is carried out based on the boundaries of the village and built-up land (settlement). The results of this study include: (1) The distribution of junior high schools in all sub-districts with the largest distribution in Puuwatu sub-district as many as 5 state junior high schools, and high school in several districts, with sub-districts that do not have a public high school, namely Abeli sub-district which is located in because the sub-district is a division of the Nambo Sub-district; (2) Evaluation of the zoning system from the spatial analysis of the image produces the areathe largest public junior high school built area is in Anduonohu Village with an area of 322,48 acre which includes the zoning of SMP Negeri 10, SMP Negeri 20, and SMP Negeri 5, while the largest built up land area for State Senior High Schools is located in the Village of Rahandouna with an area of 222,86 acre which includes the zoning of SMA Negeri 2.Keywords: School Zoning, GIS, Buffer.       
IDENTIFIKASI POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN JERUK SIOMPU DI KABUPATEN BUTON SELATAN (STUDI KASUS : DESA WAINDAWULA, KECAMATAN SIOMPU) Rumiani Rumiani; La Ode Hadini; Jufri Karim; Golok Jaya; Fitrani Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 6, No 2 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v6i2.25341

Abstract

Abstrak: Agrowisata didefinisikan sebagai sistem kegiatan terpadu dan terkoordinasi untuk pengembangan pariwisata sekaligus pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi potensi lahan dan sosial ekonomi masyarakat yang dihasilkan dari adanya agrowisata kebun jeruk siompu; (2) mengetahui strategi pengembangan agrowisata kebun jeruk siompu. Metode penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yaitu metode analisis laboratorium, metode kriteria kesesuaian lahan dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini ialah: (1) Terdapat 2 kelas kesesuaian lahan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan Agrowisata Kebun Jeruk Siompu yaitu kelas kesesuaian lahan S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marginal), terdapat subkelas kesesuaian lahan  S2 lp UL (1) seluas 15,756 ha, S2 eh UL (2 dan 5) dengan luas 26,944 ha, S2 rc, eh UL (3 dan 6) dengan luas 7,758 ha, S2 lp, eh UL (4) seluas 32,417 ha, S3 eh UL (7, 8, 9, 10, 11, 12) seluas 126,958, dan kelas tidak dapat dikembangkan yaitu kelas N eh UL (13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20) luas 156,769 ha. Potensi sosial ekonominya terdapat 3 dampak yaitu, dampak terhadap pendapatan masyarakat, kesempatan kerjadan keuntungan; (2) Strategi untuk pengembangan Agrowisatanya, yaitu: strategi pemanfaatan sumberdaya alam, pemanfaatan kualitas lahan yang sesuai, pengurangan faktor pembatas, pengembangan sarana wisata. Kata kunci: Agrowisata, Potensi Lahan, Sosial Ekonomi, Analisis SWOT Abstract: Agrotourism is defined as a system of integrated and coordinated activities for the development of tourism as well as agriculture. This study aims to: (1) identify the potential of land and socio-economic community resulting from the existence of Siompu citrus plantation agro-tourism; (2) know the strategy of agro-tourism development of Siompu citrus plantations. This research method is descriptive analysis method, namely laboratory analysis method, land suitability criteria method and SWOT analysis. The results of this study are: (1) There are 2 land suitability classes that can be used as the basis for the development of Siompu Citrus Gardens Agro-tourism, namely the S2 (moderately appropriate) and S3 (marginally appropriate), there is a land suitability subclass S2 lp UL (1 ) area 15,756 acre, S2 eh UL (2 and 5) area 26,944 acre, S2 rc, uh UL (3 and 6) area 7,758 acre, S2 lp, uh UL (4) area 32,417 acre, S3 uh UL (7, 8 , 9, 10, 11, 12) with an area of 126,958acre, and the class that cannot be developed is class N eh UL (13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20) with an area of 156.769 acre. The socio-economic potential has 3 impacts, namely, the impact on people's income, job opportunities and profits; (2) Strategies for the development of Agro-tourism are: utilizing natural resources, utilizing appropriate land quality, reducing limiting factors, developing tourism facilities. Keywords: Agrotourism, Land Potential, Socio-Economic, SWOT Analysis
Analisis Pemanfaatan Ruang Pada Daerah Resapan Air Di Kecamatan Poasia Kota Kendari Sainur Sainur; Jufri Karim; Ahmad Hidayat; La Ode Hadini; Fitriani Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 7, No 1 (2023): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v7i1.27598

Abstract

The increase in the population in Poasia District Has an impact on the expansion of development land. This can affect the reduction in water catchment areas. This study aims to examine the use of space in water catchment areas in Poasia District. The parameters used to determine the condition of water absorption in this study, namely soil permeability, rainfall, land use and slope then processed using the Scoring, OBIA, and Overlay methods. The results of this study include the condition of water catchment in 2017 was dominated by the critical starting category of 2.850,34 acre (66,42%) while in 2021 the water catchment condition is dominated by the natural normal category covering an area of 1.920,554 acre (44,75%). Land use in water catchment areas in Poasia District in 2017-2021 which experienced the highest increase in area was settlements covering an area of 53,61 acre (36,51%) from an area of 670,91 Ha to 617,31 Ha, while land use which occurred the highest reduction in forest area of 68,26 Ha (46,50%) from an area of 2.570,05 Ha to 2.501,79 acre. Keywords: Water Infiltration, Space Utilization, GIS, Catchment area
PELATIHAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS GEOSPASIAL BAGI GURU SMA DI KOTA KENDARI Sitti Kasmiati; La Ode Hadini; Andrias Andrias; Fitriyani Saudi; Ema Hermawati Garusu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15251

Abstract

Secara umum guru-guru geografi masih memiliki keterbatasan pemahaman terhadap beberapa konsep-konsep geografi yang berkaitan dengan pembelajaran berbasis spasial. Informasi hasil diskusi bersama guru, sebagian besar guru SMA di Kota Kendari tidak melaksanakan pembelajaran geografi berbasis geospasial yang memanfaatkan aplikasi sistem informasi geografi. PKM ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami guru dalam pembelajaran geografi berbasis spasial; dan 2) Memberikan Pelatihan Pembelajaran Geografi Berbasis Geospasial Bagi Guru SMA di Kota Kendari yang memanfaatkan aplikasi QGIS. Tim pengajar dari Jurusan Pendidikan Geografi FKIP UHO membagi pengetahuan dan pengalaman kepada para guru geografi yang ada di Kota Kendari dengan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, berupa Pelatihan Pembelajaran Geografi Berbasis Geospasial Bagi Guru SMA di Kota Kendari menggunakan metode Focus Discussion Group dan pendampingan klinis. Melalui PKM dan kegiatan pelatihan hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran geografi berbasis geospasial yang memanfaatkan aplikasi QGIS dapat teratasi, sehingga kinerja para guru dan kualitas pembelajaran meningkat.
Development Potential of Bali Cattle in Baito Sub-district South Konawe Regency Musram Abadi; Restu Libriani; La Ode Nafiu; Hairil H Hadini; Abdul Rizal; G. Gerhana; S. Surahmanto
Chalaza Journal of Animal Husbandry Vol 8, No 1 (2023): Chalaza Journal of Animal Husbandry
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/chalaza.v8i1.1904

Abstract

This study aims to analyze the development potential of Bali cattle in the Baito District, South Konawe Regency. Respondents in this study were Balinese cattle breeders in Baito District, South Konawe Regency. Determination of respondents in this study was carried out by purposive sampling with a total of 80 respondents so that each village/sub-district was represented by 10 breeders with the criterion of breeders having ≥ 3 Bali cattle. The research variables observed were technical aspects and non-technical aspects. Data analysis used in this study is descriptive analysis, to describe the condition of Bali cattle farms in the Baito District area. The results stated that Baito District of South Konawe Regency has the potential as a Bali cattle development area based on the parameters of the age of productive breeders and the experience of breeders is long enough, semi-intensive maintenance systems and breeding maintenance patterns, normal reproductive activity, types and sources of feed available, and adequate livestock officers, and facilities and infrastructure available.
Pemanfaatan Edible Landscape pada Lahan Berskala Kecil sebagai Solusi Pengurangan Pulau Panas akibat Land Surface Temperature di Kelurahan Wundumbatu Kota Kendari Nurgiantoro; La Ode Hadini; La Ode Agus Salim Mando; Armayanti Aris; Septian Jackrianto; Farid Restu Firmansyah; Hikma Wati
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.592

Abstract

Pemanfaatan edible landscape pada lahan berskala kecil di perkotaan telah dianggap sebagai strategi berkelanjutan dan alternatif untuk menciptakan vegetasi dari pekarangan yang mampu memodifikasi iklim mikro sebagai upaya pengurangan efek pulau panas akibat Land Surface Temperature (LST). Penggunaan konsep edible landscape memiliki potensi untuk menawarkan jasa ekosistem, termasuk mengurangi efek pulau panas. Fokus program kemitraan masyarakat ini yakni pada mitigasi kebencanaan akibat perubahan iklim, dengan tujuan program pengurangan pulau panas melalui rekayasa vegetasi dari tanaman edible. Pencapaian tujuan dilakukan dengan metode edukasi kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD), dan aksi penanaman tanaman edible di lanskap pekarangan mitra sasaran. Hasil pembelajaran menunjukkan adanya tingkat pemahaman masyarakat terkait edible landscape yang didesain dalam lanskap pekarangan. Sedangkan pada aksi penanaman, sebanyak 450 bibit tanaman edible di antaranya mulberry, kelor, chaya, salam, belimbing wuluh, serai, kunyit, dan lengkuas berhasil ditanam di lanskap pekarangan mitra. Hasil monev terhadap pertumbuhan tanaman menunjukkan tanaman edible mampu tumbuh dengan baik dalam lanskap pekarangan mitra sasaran.
Analisis Kesesuaian Lahan Tanaman Kapas di Kabupaten Muna Ahmad Hidayat; La Ode Hadini
LaGeografia Vol 21, No 3 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i3.46680

Abstract

Muna Regency has started trying to make efforts to develop cotton plants based on land suitability analysis as a form of support in increasing the quality and quantity of woven fabrics in Muna Regency. This study aims to (1) determine land suitability for cotton cultivation; (2) knowing what limiting factors influence the suitability of land for cotton cultivation; and (3) knowing the pattern of spatial distribution of land for the development of cotton plants in Muna Regency. The research method applied was a survey with a descriptive method in the form of field data collection, data processing and mapping methods to see how far the distribution of land use and the form of its use was at the research location, while to find out the distribution of land suitability, namely by using the matching method with data sourced from the results soil analysis in laboratory and field survey and map verification. The results of the data analysis show (1) the area of land that is quite suitable (S2) for planting cotton is quite large, namely 4,098.55 ha spread over six sub-districts, while for the S3 class category or marginally suitable it is 69,577.56 ha spread over in all districts in Muna Regency; (2) The dominant limiting factors for class S2 are soil drainage conditions, effective depth of soil and number of dry months, while the limiting factors for S3 are the level of erosion hazard and slope factor which is above 8-15%.AbstrakKabupaten Muna mulai mencoba melakukan upaya pengembangan tanaman kapas berdasarkan analisis kesesuaian lahan sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas kain tenun yang ada di Kabupaten Muna. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesesuaian lahan untuk tanaman kapas; (2) mengetahui faktor-faktor pembatas apa yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman kapas; dan (3) mengetahui pola sebaran spasial lahan untuk pengembangan tanaman kapas di Kabupaten Muna. Metode penelitian yang diterapkan adalah survei dengan metode deskriptif berupa pengumpulan data lapangan, pengolahan data serta metode pemetaan untuk melihat sejauh mana sebaran penggunaan lahan dan bentuk penggunaannya pada lokasi penelitian, sedangkan untuk mengetahui sebaran kesesuaian lahan yakni dengan menggunakan metode matching dengan data yang bersumber dari hasil analisis tanah di laboratorium dan survei lapangan serta verifikasi peta. Hasil analisis data menunjukkan (1) luas lahan yang cukup sesuai (S2) untuk ditanami kapas cukup luas yaitu 4.098,55 ha yang tersebar di enam kecamatan, sedangkan untuk kategori kelas S3 atau sesuai marjinal (marginally suitable) berjumlah 69.577,56 ha yang tersebar di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Muna; (2) Faktor pembatas yang dominan untuk kelas S2 adalah kondisi drainase tanah, kedalaman efektif tanah serta jumlah bulan kering, sedangkan faktor pembatas untuk S3 adalah tingkat bahaya erosi serta faktor kemiringan lereng yang berada diatas 8-15 %. 
Bimbingan Teknis Pembuatan Pakan Ternak Ayam Kampung Super Pada Kelompok Ternak Fatan Farm Kota Kendari Rusli Badaruddin; Natsir Sandiah; Fuji Astuti Auza; Bahtiar Bahtiar; Hairil A. Hadini; La Ode Arsad Sani; Yuni Lestari; La Ode Muh. Munadi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3417

Abstract

Budidaya ayam kampung super menawarkan prospek bisnis yang cerah dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis unggas lainnya. Ayam kampung super memiliki keunggulan seperti corak bulu dan fisik yang mirip dengan ayam kampung biasa, masa panen yang relatif singkat, dan harga jual yang stabil dan tinggi karena masih diminati oleh restoran dan rumah makan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ayam kampung super di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Fokus utama adalah memberikan pelatihan teknis dalam pembuatan pakan menggunakan bahan lokal untuk mendukung kesejahteraan peternak dan meningkatkan kualitas produk. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan, dan evaluasi untuk memastikan pemahaman yang tepat dan implementasi yang efektif. Hasilnya menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peternak, yang siap mengimplementasikan pengetahuan baru ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ayam kampung super.
Co-Authors Abdul Rizal Adin Fitra Irawan Ahmad Dzakir Ahmad Fitra Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Amniar Ati Andrias Andrias Armayanti Aris AS Aku, AS Astriana Napirah Ati, Amniar Bahtiar, . Christanto, Nugroho Deki Zulkarnain Djati Mardiatno Djati Mardiatno Eko Kiswanto Ema Hermawati Garusu Fadlan Arapah Bin Arifin Farid Restu Firmansyah Fitra Asgianti Lasahari Fitra Saleh Fitrani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyani Saudi Fitriyani, Saudi Fuji Astuti Auza Fuji Astuty Auza G. Gerhana Garusu, Ema Hermawati Gusti Ngurah Sudarmayasa Harisma Buburanda, Harisma Haslini, Haslini Hasria Hasria, Hasria Hikma Wati Ibrahim, Aris Ida Usman Irfan Ido Irsan, Laode Muhamad Jamal Harimudin Jufri Karim Junun Sartohadi Kasmar Kasmar Katrin Almeisa Khaerul Alaudin L.M Iradat Salihin La Aba La Harudu La Ode Agus Salim Mando La Ode Amaluddin La Ode Amaluddin, La Ode La Ode Arsad Sani La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Restele La Ode Restele La Ode, Nursalam La, Harudu Laode Muhammad Golok Jaya Lasahari, Fitra Asgianti Leni Marlina Lisa Ismayanti M. Anggri Setiawan Mamat Ruhimat, Mamat Moh. Dede Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Anggri Setiawan Munadi Munadi Musdalifa Musdalifa Musram Abadi Natsir Sandiah Nugroho Crhristanto Nur Hasanah NUR HASANAH Nurgiantoro Nurgiantoro Nurgiantoro, Nurgiantoro Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurul Hasanah Patuna, Helpan Ergianto Purba, Joshua Rahma Musyawarah, Rahma Restele, La Ode Restu Libriani Rumiani Rumiani Rusli Badaruddin Sainur Sainur Saudi, Fitriyani Septian Jackrianto Setiawan, Muhammad Anggri Sitti Kasmiati Sitti Kasmiati Sitti Kasmiati Sitti Kasmiati Sitti Kasmiati Solehati, Firda Surahmanto Surdin Surdin, Surdin Tahir, Tahir TAKDIR SAILI W. Kurniawan Yuni Lestari