cover
Contact Name
Alief Saputro
Contact Email
aliefsaputro23@gmail.com
Phone
+6285298349260
Journal Mail Official
lageografia@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus UNM Parang Tambung, Jl. Mallengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
LaGeografiA
ISSN : 14128187     EISSN : 26551284     DOI : https://doi.org/10.35580/lga
LaGeografia adalah open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar. LaGeografia adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun setiap bulan Oktober, Februari, dan Juni. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope seputar Pendidikan Geografi dan Sosial Geografi.
Articles 214 Documents
Strategi Pengembangan Objek Wisata Hutan Pinus Bulu Tanah di Desa Mattampawalie Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Rahmah, Wde Nur; Maru, Rosmini; Umar, Ramli; Invanni, Ichsan; Sideng, Uca
LaGeografia Vol 22, No 2 (2024): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i2.51528

Abstract

In the context of tourism development, this research explores the potential, management, and development strategies of the Pine Forest Bulu Tanah tourist attraction. Facing challenges related to increasing tourist visits and environmental sustainability, this research aims to address the issue of optimizing the utilization of natural resources owned by the tourist attraction. The method used is descriptive qualitative research, which focuses on describing events in the field with data collection through observation, documentation interviews, and questionnaires. Data analysis uses a descriptive approach and SWOT analysis. The research findings reveal that Pine Forest Bulu Tanah has beautiful natural potential, good accessibility, aesthetic camp facilities, and support from the surrounding community. Recommended development strategies include maximizing the development of tourist attractions, promoting outside the Bone District, and cooperation between the government and the community to preserve the forest. This research contributes to a deeper understanding of the potential and development strategies of natural tourist attractions, as well as providing guidance for stakeholders to improve management and enhance the sustainability of Pine Forest Bulu Tanah tourism.AbstrakDalam konteks pengembangan pariwisata, penelitian ini menghadirkan eksplorasi terhadap potensi, pengelolaan, dan strategi pengembangan dari objek wisata Hutan Pinus Bulu Tanah. Menghadapi tantangan terkait peningkatan kunjungan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan, penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki objek wisata tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang berfokus pada deskripsi peristiwa di lapangan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dokumentasi, dan kuisioner. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Hutan Pinus Bulu Tanah memiliki potensi alam yang indah, aksesibilitas yang baik, fasilitas camp yang estetis, serta dukungan dari masyarakat sekitar. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi maksimalisasi pengembangan objek wisata, promosi di luar wilayah Kabupaten Bone, dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih dalam tentang potensi dan strategi pengembangan objek wisata alam, serta memberikan panduan bagi pihak terkait dalam memperbaiki pengelolaan dan meningkatkan keberlanjutan pariwisata Hutan Pinus Bulu Tanah.
Analisis Statistik Deskriptif Mitigasi Bencana Banjir berdasarkan Data Potensi Desa 2021 Ahadi, Giatma Dwijuna; Ulfah, Syarifatul
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.64637

Abstract

Floods are natural disasters that often cause losses for many people. So, it is necessary to conduct statistical analysis using descriptive methods to mitigate the disaster. This article uses statistical data on village potential in 2021 with the variables Safety Equipment, River Normalization Treatment, and Evacuation Routes. Based on the results of the description of village potential data, the number of villages affected by flood disasters will be 15,366 in 2021. The areas most affected by flooding are in the provinces of Aceh and Central Java, with 1,435 and 1,249 incidents respectively. Descriptive measures show quite extreme distribution results, for example, in the maintenance and normalization variables the average is 770.3, the standard deviation is 1004.69, and the range is 4073. Wide distribution measures indicate that the disaster mitigation variables from Village Potential Data in Indonesia are still not evenly distributed. The ratio of flood events in East Java, Central Java, and West Java to safety equipment mitigation shows a percentage above 50%. There are 16 provinces with a ratio below 40%, the majority in eastern Indonesia. Kalimantan Island shows provinces where river normalization maintenance is still low with a percentage below 50%. Aceh Province, as one of the areas with high flood events, shows a low disaster mitigation ratio of less than 50%. DI Yogyakarta Province and Bali Province are the provinces with the highest disaster mitigation ratios in Indonesia.AbstrakBanjir adalah salah satu bencana alam yang kerap menimbulkan kerugiaan bagi banyak orang. Sehingga, perlu untuk dilakukan analisis dengan metode deskriftif untuk mitigasi bencana. Pada artikel ini menggunakan data statistik potensi desa 2021 dengan variabel Perlengkapan Keselamatan, Perawatan Normalisasi Sungai, dan Jalur Evakuasi. Berdasarkan data potensi desa tentang jumlah desa terdampak bencana banjir sebanyak 15366 pada tahun 2021. Dimana daerah terdampak banjir terbanyak ada di Provinsi Aceh dan Jawa Tengah masing-masing berjumlah 1435 dan 1249 kejadian. Ukuran deskriptif menunjukkan hasil sebaran yang cukup ekstrim, contohnya pada variabel perawatan dan normalisasi rata-rata adalah 770,3 simpangan baku 1004,69 dan range 4073. Ukuran penyebaran yang lebar menunjukkan bahwa variabel mitigasi bencana dari Data Potensi Desa di Indonesia masih belum merata.  Rasio kejadian banjir Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat terhadap mitigasi perlengkapan keselamatan menunjukan persentase diatas 50%. Terdapat 16 provinsi memiliki rasio perbandingan dibawah 40%, mayoritas di Indonesia wilayah timur. Pulau Kalimantan menunjukkan provinsi-provinsi yang perawatan normalisasi sungai masih rendah dengan persentase dibawah 50%. Provinsi Aceh sebagai salah satu daerah kejadian banjir yang tinggi menunjukkan perbandingan rasio mitigasi bencana yang rendah kurang dari 50%. Provinsi DI Yogyakrta dan Provinsi Bali adalah provinsi dengan rasio perbandingan mitigasi bencana tertinggi di Indonesia. 
Analisis Karakteristik Perbandingan Curah Hujan Wilayah Pesisir dan Wilayah Perbukitan Kota Makassar Muhammad Fuad Islami; Nur Fadilla T; Nurul Falah; Fatima Khairunnisa; Nurul Aulya Jamal
LaGeografia Vol 22, No 2 (2024): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i2.59403

Abstract

Makassar City has a monsoonal rainfall pattern with rainfall characteristics at the end and the beginning of the year relatively higher rainfall than at the middle of the year. This study aims to determine the difference in total rainfall in coastal and hill areas, factors that influence that rainfall, and the pattern of the rainfall distribution. The descriptive analysis method is used in this study and the rainfall data was interpolated based on IDW (Inverse Distance Weighted).  The results of the analysis show that in 2021 the total rainfall in the hill area is higher than coastal area in Makassar city. Factors that influence the rainfall intensity are elevation, distance from the sea, mountain range, the difference in temperature between land and sea, and wind direction. Based on the IDW interpolation show that the total rainfall in the coastal area is ≤4120 mm per year and the total rainfall in the hill area is >4420 mm per year. AbstrakKota Makassar memiliki pola curah hujan Monsunal dengan karakteristik pada akhir dan awal tahun yakni curah hujan relatif tinggi, sedangkan pada pertengahan tahun merupakan bulan dengan intensitas curah hujan terendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah curah hujan di wilayah pesisir dan perbukitan, faktor-faktor yang mempengaruhi curah hujan tersebut, dan pola sebaran curah hujan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sebagai metode analisisnya, dengan selanjutnya data curah hujan diintepolasi berbasis IDW (Inverse Distance Weighted). Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa pada tahun 2021 jumlah curah hujan di wilayah perbukitan lebih tinggi dibandingkan pada wilayah pesisir kota Makassar. Faktor yang mempengaruhi intensitas hujan tersebut meliputi elevasi, jarak dari sumber air, perbedaan suhu daratan dan perairan, dan arah angin. Berdasarkan interpolasi IDW, diperoleh bahwa pada daerah oesisir memiliki jumlah curah hujan ≤4120 mm/tahun sedangkan pada daerah perbukitan memiliki jumlah curah hujan >4420 mm/tahun.
Estimasi Abrasi dan Sedimentasi di Pantai Kabupten Maros Badwi, Nasiah; Invanni, Ichsan
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.63225

Abstract

Recently, coastal erosion has become a problem that must be addressed comprehensively. The research objectives are 1. To find out what factors influence abrasion or sedimentation on Maros Regency beaches, 2. To find out efforts to control abrasion on Maros Regency beaches. The sample was determined by purposive sampling. The data analysis used was the Sunamura and Horikawa (1988) model and multilevel linear regression analysis. The results show that most of the beaches of Maros Regency experienced 19,054 meters (78.50%) of sedimentation and only 576 meters (2.13%). This is due to variable measurements in the quiet season. The influencing factors are significant wave height, wavelength, beach bottom slope, and sediment grain diameter, but the most influential is significant wave height. Efforts to control abrasion on Maros Regency beaches are; a community approach and an engineering approach which includes vegetative methods and mechanical methods, as well as a combination of the two. AbstrakAbrasi pantai akhir akhir ini menjadi permasalahan yang harus ditangani secara komprehensif. Adapun tujuan penelitian yaitu : 1. Untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh terhadap abrasi atau sedimentasi di Pantai Kabupaten Maros, 2. untuk mengetahui upaya pengendalian abrasi di pantai Kabupaten Maros. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Analisis data digunakan adalah model Sunamura dan Horikawa (1988) dan analisis regresi linier multivel. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pantai Kabupaten Maros mengalami sedimentasi sepanjang 19.054 meter (78,50%) dan hanya 576 meter (2,13%). Hal itu disebabkan pengukuran variabel pada musim tenang. Adapun faktor yang berpengaruh adalah tinggi gelombang signifikan, panjang gelombang, kemiringan dasar pantai dan diameter butiran sedimen, namun yang paling berpengaruh adalah tinggi gelombang signifikan. Upaya pengendalian abrasi di pantai Kabupaten Maros yaitu ; pendekatan masyarakat, dan pendekatan teknik yang meliputi metode vegetatif dan metode mekanik, serta kombinasi dari keduanya.
Pengelolaan Pengembangan Pariwisata Pantai Randutata Paiton Probolinggo Diharjo, Roby Firmandil; Syamsunardi, Syamsunardi; Syam, Nur
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.61473

Abstract

Tourism is one of the objects that attracts local and international tourists. Tourism has a very high beauty value which is influenced by the ability of good management. Tourism is thought to contribute to the economic sector. This study focuses on the development of tourism management to compete with other tourism sectors. This study aims to manage tourism development to attract the number of tourist visits that affect the income of the local community. This research method is descriptive with a SWOT analysis. SWOT analysis refers to four indicators including; strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Data collection through documentation and interviews. The results of the study indicate the need for a development stage in the cleanliness and layout of the game and service management sectors. Cleanliness that is not yet optimal, especially in the beach area, the placement of the game position that is not yet neatly arranged, and the need for services for visitors that are not yet optimal. The Beauty of the Beach The development of the tourism sector is expected to be a container for aspects of sustainable research development. Tourism is also a means of learning sources for the development of science in the future.AbstrakPariwisata salah satu objek yang menjadi daya tarik wisatawan local maupun internasional. Pariwisata memiliki nilai keindahan sangat tinggi yang di pengaruhi sesuai dengan kemampuan pengelolaan manajemen yang baik. Pariwisata di sinyalir membawa kontribusi bagi sektor perekonomian. Penelitian ini berfokus terhadap pengembangan pengelolaan pariwisata guna bersaing dengan sektor wisata yang lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk pengelolaan pengembangan pariwisata guna menarik jumlah kunjungan wisatawan yang berpengaruh terhadap pendapatan Masyarakat lokal. Metode penelitian ini berupa deskriptif dengan analisis SWOT. Analisis SWOT mengacu kepada empat indiaktor diantaranya; kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman. Pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan perlunya tahap pengembangan di sektor kebersihan dan tata ruang permainan serta manajemen pelayanan. Kebersihan yang belum optimal kususnya area bibir Pantai, pelatakan posisi permaianan yang belum tertata rapi, serta kebutuhan pelayanan bagi pengujung yang belum optimal. Keindahan Pantai Pengembangan sektor wisata diharapkan mampu menjadi wadah terhadap aspek pengembangan penelitian berkelanjutan. Pariwisata juga menjadi sarana sumber pembelajaran bagi perkembangan ilmu di masa yang akan datang.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Course Review Horay Pada Mata Pelajaran Geografi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMAN 1 Lembah Gumanti Safitri, Eggy Ayu; Rianto, Slamet; Tanamir, Momon Dt
LaGeografia Vol 22, No 3 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i3.59506

Abstract

The low learning outcomes of students in geography subjects are due to students' lack of enthusiasm in the learning process, as well as less conducive learning because it only relies on the teacher so learning becomes unvaried and boring. This study aimed to determine the effect of using the course review horay learning model on geography learning outcomes of class X students at SMAN 1 Lembah Gumanti. This type of research is experimental research with experimental design Quasi Experimental Design with the population is all X grade students totaling 219 people. Data analysis used in this research is a normality test, homogeneity test, and t-test. Based on the results of the study, the average value of the experimental class was 85.81 from the ideal score of 77. While the control class obtained an average score of 72.16 with an ideal score. The results of this research hypothesis test using the independent sample t-test with a t value of 12.370 with a significant level of 5% (0.05), where the results of the research hypothesis test show that the sig. (2-tailed) 0.000 <0.05 so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is an effect of using the course review horay learning model on the learning outcomes of class X students at SMA N 1 Lembah Gumanti.AbstrakRendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi disebabkan kurang antusiasnya siswa dalam proses pembelajaran, serta pembelajaran kurang kondusif karena hanya bertumpu pada guru sehingga pembelajaran menjadi tidak bervariasi dan membosankan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran course review horay terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X di SMAN 1 Lembah Gumanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen Quasi Eksperimental Design dengan populasi adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 219 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji t-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 85,81 dari skor ideal 77. Sedangkan pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata yaitu 72,16 dengan skor ideal. Hasil uji hipotesis penelitian ini dengan menggunakan uji independent sample t-test dengan nilai t sebesar 12.370 dengan taraf signifikan 5% (0.05), dimana pada hasil uji hipotesis penelitian menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran course reviewe horay terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMA N 1 Lembah Gumanti.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Buruh (Nakeke Pa’bagang) Terhadap Perubahan Cuaca Ekstrem Lautan Zhiddiq, Sulaiman; Mannan, Abdul
LaGeografia Vol 23, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i1.67491

Abstract

Extreme weather significantly impacts the socio-economic conditions of fishing communities, prompting the need for adaptive strategies to meet economic needs. This study explores the survival strategies of labor fishermen in Lombang-Lombang, Sinyonyoi Village, Mamuju Regency, particularly during non-fishing periods due to adverse weather. Through surveys and interviews, data were gathered from 20 fishing household heads, known locally as nakeke pa'bagang, focusing on socio-economic aspects and adaptive strategies. Findings reveal economic vulnerability among fishermen who rely on diversified employment and frugal consumption as survival strategies. Most fishermen are of productive age, but limited education restricts stable employment access. Economically, alternative income during non-fishing periods is inadequate for basic needs, especially for larger families. Family involvement in informal work and careful spending are key resilience strategies. The study recommends skills training and entrepreneurship programs to enhance economic resilience during non-fishing seasons and adverse weather conditions.AbstrakCuaca ekstrem berdampak signifikan pada kondisi sosial-ekonomi komunitas nelayan, sehingga diperlukan strategi adaptif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Penelitian ini mengkaji strategi bertahan hidup nelayan buruh di Lombang-Lombang, Desa Sinyonyoi, Kabupaten Mamuju, terutama pada saat tidak melaut akibat cuaca buruk. Fokus penelitian adalah pada aspek sosial-ekonomi serta metode adaptasi, dengan data dikumpulkan dari 20 kepala keluarga nelayan, atau nakeke pa'bagang, melalui survei dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa nelayan mengalami kerentanan ekonomi, sehingga memanfaatkan pekerjaan alternatif dan penghematan konsumsi sebagai upaya bertahan. Mayoritas nelayan berada pada usia produktif, namun keterbatasan pendidikan membatasi akses mereka pada pekerjaan stabil. Pendapatan dari pekerjaan alternatif selama periode tidak melaut belum mencukupi kebutuhan dasar, terutama bagi keluarga besar. Studi ini merekomendasikan pelatihan keterampilan dan program kewirausahaan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nelayan saat tidak melaut atau saat cuaca buruk.
Strategi Pengelolaan Kawasan Objek Wisata Air Terjun Pung Bunga Kabupaten Maros Juanda, Muhammad Faisal; Haris, Nurul Afdal; Bure, Lisye Marselina; Mulyani, Sri
LaGeografia Vol 23, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i1.64189

Abstract

Waterfall attractions and natural bathing are two types of tourism activity currently favored by the community. Pung Bunga Waterfall is located in Maros Regency This research aims to formulate a strategy for managing the Pung Bunga Waterfall tourist attraction area in Maros Regency. The type of research conducted is a mixed method of quantitative and qualitative. Data collection techniques are surveys, observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques using the SWOT method to later produce several alternative strategies in managing the research location. The use of the SWOT analysis method to describe Strengths (Strengths), Weaknesses (Weaknesses), Opportunities (Opportunities), and Threats (Threats). After that, scoring is carried out to determine the strategy that can be used. The results of the research obtained are 4 management strategies including (1) Management of tourist attraction areas in a sustainable and integrated manner by maintaining waterfall attractions as the main tourist attraction. (2) Cooperate with various parties such as the government, private sector, and environmentalists to develop complex, superior, and highly competitive tourist areas. (3) Maintain the sustainability and naturalness of the area by maintaining environmental conditions and educating visitors on the importance of forests and waters to hook visitors who come. (4) Involving the local community in POKDARIWIS and promotion in the context of managing the tourist attraction area.AbstrakObjek wisata air terjun dan permandian alam  adalah salah satu jenis kegiatan pariwisata yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat. Air terjun Pung bunga terdapat di Kabupaten Maros  Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi untuk pengelolaan kawasan objek wisata air terjun Pung Bunga di Kabupaten Maros. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Teknik Pengumpulan data yaitu survei, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis data dengan menggunakan metode SWOT agar nantinya menghasilkan beberapa alternatif strategi dalam pengelolaan lokasi penelitian. Penggunaan metode analisis SWOT agar dapat menguraikan Kekuatan (Strenght), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threat). Setelah itu dilakukan skoring dalam penentuan strategi yang dapat digunakan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu 4 strategi pengelolaan diantaranya (1) Pengelolaan Kawasan Objek wisata secara berkelanjutan dan terpadu dengan mempertahankan atraksi air terjun sebagai objek wisata utama. (2) Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta maupun pemerhati lingkungan untuk mengembangkan kawasan wisata yang kompleks, unggul serta berdaya saing tinggi. (3) Menjaga kelestarian dan kealamian kawasan dengan mempertahankan kondisi lingkungan dan edukasi bagi pengunjung pentingnya hutan dan perairan sehingga mengait pengunjung yang datang. (4) Pelibatan masyarakat setempat dalam POKDARIWIS dan promosi dalam rangka pengelolaan kawasan objek wisata.
Struktur Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove di Teluk Laikang Kabupaten Takalar Arfan, Amal; Rakib, Muhammad; Sanusi, Wahidah
LaGeografia Vol 23, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i1.66701

Abstract

This study aims to examine the structure of mangrove forest vegetation composition in Laikang Bay, Takalar Regency. The sampling technique used purposive sampling. The sampling technique used purposive sampling. Data collection techniques were carried out by means of observation, survey, and documentation. The data analysis technique performed is the analysis of the structure and composition of mangrove forests which include Density, Relative Density, Frequency, Relative Frequency, Dominance, Relative Dominance, Important Value Index, and Diversity Index. The results showed that the types of mangroves at the research site were Sonneratia alba, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba, Avicennia marina. The measurement results show that the condition of tree-level mangrove density at point 1 amounted to 1333 ind/ha, point 2 amounted to 2050 ind/ha, and point 3 amounted to 2950 ind/ha in good condition with very tight criteria. The frequency of mangrove species classified as almost can be found at each point of the plot and dominance with the lowest basal area of 603.19 cm2 of Bruguiera gymnorrhiza and the largest is 7655.27 cm2 of Rhizopora mucronata. The highest Index of Importance at all points is found in the type of Rhizopora mucronata.  The Diversity Index of the entire research location shows a medium-to-low level of uniformity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang struktur komposisi vegetasi hutan mangrove di Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, survei dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis struktur dan komposisi hutan mangrove yang diantaranya  Kerapatan, Kerapatan Relatif, Frekuensi, Frekuensi Relatif, Dominansi, Dominansi Relatif, Indeks Nilai Penting dan Indeks Keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Jenis Mangrove pada lokasi penelitian  Sonneratia alba, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba, Avicennia marina. Hasil pengukuran menunjukan bahwa kondisi kerapatan mangrove tingkat pohon pada titik 1 sebesar 1333 ind/ha, titik 2 sebesar 2050 ind/ha dan titik 3 sebesar 2950 ind/ha dalam kondisi baik dengan kriteria sangat rapat. Frekuensi jenis mangrove yang tergolong hampir dapat ditemukan di setiap titik plot dan dominansi dengan basal area terendah sebesar 603.19 cm2 dari jenis Bruguiera gymnorrhiza dan yang terbesar adalah 7655.27 cm2 dari Rhizopora mucronata. Indeksi Nilai Penting tertinggi di seluruh titik terdapat pada jenis Rhizopora mucronata.  Indeks Keseragaman keseluruhan lokasi penelitian menunjukan tingkat keseragaman sedang-hingga rendah.
Analisis Spasial Ancaman Kekeringan di Provinsi Banten: Studi untuk Perencanaan Wilayah Berkelanjutan Rahman, Fathin Aulia
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.72442

Abstract

Banten Province is one of the regions in Indonesia that has been significantly affected by the increasing frequency and intensity of hydrometeorological disasters. This study aims to map the hazards of hydrometeorological disasters in Banten Province, with a particular focus on drought hazards, which are often overlooked yet have widespread impacts. Using spatial analysis with Geographic Information Systems (GIS), this research collects and analyzes secondary data from various credible sources such as BNPB, BIG, BMKG, and Landsat 8 satellite imagery. Drought hazard maps were produced through overlay analysis and scoring of relevant parameters, including land use, slope gradient, soil type, rainfall, and distance to rivers. The spatial analysis results indicate that the majority of Banten (over 89%) falls within moderate to high drought hazard levels, with urban areas and dryland agriculture showing significant vulnerability. This study recommends strict water resource management, agricultural diversification, local capacity strengthening, and multisectoral collaboration as strategic measures to achieve sustainable and adaptive spatial planning in response to drought risks in Banten Province.AbstrakProvinsi Banten merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mengalami dampak signifikan dari peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bahaya bencana hidrometeorologi di Provinsi Banten, dengan fokus khusus pada bahaya kekeringan yang seringkali terabaikan namun memiliki dampak luas. Menggunakan analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber kredibel seperti BNPB, BIG, BMKG, dan citra satelit Landsat 8. Peta kekeringan dihasilkan melalui analisis overlaying dan penskoran parameter relevan, yaitu; penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, dan jarak dengan sungai. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Banten (lebih dari 89%) berada pada tingkat bahaya kekeringan sedang hingga tinggi, dengan wilayah perkotaan dan pertanian lahan kering menunjukkan kerentanan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan manajemen sumber daya air yang ketat, diversifikasi pertanian, penguatan kapasitas lokal, dan kerjasama multisektor sebagai langkah strategis dalam mewujudkan perencanaan wilayah yang berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko kekeringan di Provinsi Banten.