cover
Contact Name
Alief Saputro
Contact Email
aliefsaputro23@gmail.com
Phone
+6285298349260
Journal Mail Official
lageografia@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus UNM Parang Tambung, Jl. Mallengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
LaGeografiA
ISSN : 14128187     EISSN : 26551284     DOI : https://doi.org/10.35580/lga
LaGeografia adalah open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar. LaGeografia adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun setiap bulan Oktober, Februari, dan Juni. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope seputar Pendidikan Geografi dan Sosial Geografi.
Articles 214 Documents
Pemanfaatan Aplikasi Quizizz dalam Evaluasi Mata Pembelajaran Geografi di Sekolah Marlina, Marlina; Nyompa, Sukri; Muntazarah, Fediyatun
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.74019

Abstract

The evaluation of geography learning can be made more engaging through the use of applications. Utilizing the Quizizz application as an evaluation tool in school-based geography instruction is important, as it serves as an online assessment platform that offers an interactive and enjoyable approach for students to measure their understanding. This study employs a qualitative descriptive method and literature review to explore how to design an application-based evaluation model aimed at enhancing student motivation and learning outcomes. The findings indicate that the use of Quizizz increases student engagement, accelerates the evaluation process, and provides instant feedback. Features such as avatars, themes, and gamification elements like points and leaderboards create a competitive environment that encourages active participation. Moreover, Quizizz supports collaborative geography learning by allowing students to assist each other in comprehending the material. The results demonstrate that this application not only facilitates teachers in conducting assessments but also helps students adapt to digital technology, making it a highly recommended tool in modern education, especially for improving learning outcomes and student interest in geography through engaging features, including visualizations of geospheric phenomena.AbstrakEvaluasi pembelaharan geografi akan lebih menarik dengan pengunaan aplikasi. Pemanfaatan aplikasi Quizizz sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran geografi di sekolah penting untuk sebagai platform evaluasi berbasis online, menawarkan pendekatan interaktif dan menyenangkan bagi siswa untuk mengukur pemahaman mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi literatur untuk mengeksplorasi bagaimana merancang model evaluasi berbasis palikasi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz dapat meningkatkan keterlibatan siswa, mempercepat proses evaluasi, dan memberikan umpan balik langsung. Fitur-fitur menarik seperti avatar, tema, dan elemen gamifikasi seperti poin dan papan skor menciptakan suasana kompetitif yang mendorong partisipasi aktif. Selain itu, Quizizz mendukung pembelajaran geografi yang kolaboratif, memungkinkan siswa untuk saling membantu dalam memahami materi. Temuan menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya mempermudah guru dalam evaluasi, tetapi juga membantu siswa beradaptasi dengan teknologi digital, menjadikannya alat yang sangat direkomendasikan dalam pendidikan modern, terutama dalam meningkatkan hasil belajar dan minat siswa dalam mata pelajaran geografi dengan berbagai fitur menarik termaksud fitur fenomena geosfer yang ditampilkan.
Pemantauan Perubahan Posisi Garis Pantai Patimban untuk Mendukung Perencanaan Kawasan Pesisir Berkelanjutan Putra, Andika Permadi; Nurrohman, Andy Wibawa
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.73901

Abstract

Shoreline monitoring in the Patimban Beach area is needed to understand the phenomenon of sedimentation and abrasion that affect development patterns in coastal areas. The method used to obtain shoreline change data is the Digital Analysis Shoreline System (DSAS), using shoreline position data for several different times. Existing shoreline data is obtained from processing Sentinel 2 satellite imagery that utilizes green and near-infrared channels to separate water bodies and land with the Normalized Difference Water Index (NDWI) algorithm. The results obtained from the DSAS method for Patimban Beach from 2020-2024 are the occurrence of coastal accretion and abrasion. In general, the acceleration of changes in Patimban Beach between 2020-2024 ranges from -35.54 meters per year. From the results of this calculation, it is hoped that it will be a reference for the sustainable development of the Patimban Beach area.AbstrakPemantauan garis Pantai di kawasan Pantai patimban diperlukan untuk memahami fenomena sedimentasi dan abrasi yang berpengaruh terhadap pola Pembangunan di akwasan pesisir. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data perubahan garis Pantai adalah Digital Analysis Shoreline System (DSAS), dengan menggunakan data posisi garis Pantai untuk beberapa waktu yang berbeda. Data garis Pantai eksisiting didapatkan dari pengolahan citra satelit Sentinel 2 yang memanfaatkan kanal hijau dan infrared dekat untuk memisahkan badan air dan daratan dengan algoritma Normalized Difference Water Index (NDWI). Hasil yang didapatkan dari metode DSAS untuk Pantai Patimban dari tahun 2020-2024 adalah terjadinya akresi dan abrasi Pantai. Secara umum, percepatan perubahan Pantai Patimban antara tahun 2020-2024 berkisar antara -35.54 meter per tahun. Dari hasil penghitungan ini, diharapkan jadi acuan untuk Pembangunan kawasan Pantai Patimban yang berkelanjutan. 
Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Model Regresi Linier Berganda Amdah, Misdar
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.67968

Abstract

In 2023, Indonesia's Human Development Index (HDI) reached a score of 72.91, placing it in the high category. However, this score remains below the global average of 73.9. This study aims to analyze the impact of the proportion of informal employment and the completion rate of upper secondary education on HDI improvement in Indonesia. Using multiple linear regression, this research examines the influence of these two variables as independent variables on HDI as the dependent variable. The classical assumption tests, including normality, non-autocorrelation, heteroskedasticity, and multicollinearity, have been satisfied, ensuring the validity of the model used. The results indicate that the proportion of informal employment and the completion rate of upper secondary education have a significant influence on HDI both partially and simultaneously. Specifically, each 1% increase in the proportion of informal employment has the potential to increase HDI by 0.14 points, while a 1% increase in the upper secondary education completion rate can increase HDI by 0.19 points. These findings highlight the importance of expanding access to education and strengthening the formal employment sector to promote human development in Indonesia. AbstrakPada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai skor 72,91, yang menempatkannya dalam kategori tinggi. Namun, skor ini masih berada di bawah rata-rata global sebesar 73,9. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proporsi lapangan kerja informal dan tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas/sederajat terhadap peningkatan IPM di Indonesia. Dengan menggunakan metode regresi linier berganda, penelitian ini memeriksa pengaruh kedua variabel tersebut sebagai peubah independen terhadap IPM sebagai peubah dependen. Uji asumsi klasik, termasuk normalitas, non-autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinieritas, telah dipenuhi, memastikan validitas model yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi lapangan kerja informal dan tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas/sederajat berpengaruh signifikan secara parsial dan simultan terhadap IPM. Secara khusus, setiap peningkatan 1% pada proporsi lapangan kerja informal berpotensi meningkatkan IPM sebesar 0,14 poin, sedangkan peningkatan 1% dalam tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas/sederajat dapat meningkatkan IPM sebesar 0,19 poin. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan akses pendidikan dan memperkuat sektor lapangan kerja formal untuk mendorong pembangunan manusia di Indonesia.
Pemetaan Wisata Alam Berbasis Sistem Informasi Geografi untuk Medukung Pembangunan Wilayah di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Nyompa, Sukri; Arif, Dary Setiawan; Marlina, Marlina; Daud, La Ode Rahman
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.71058

Abstract

Mapping of nature tourism is crucial for providing spatial information and supporting regional development. One way is to map the distribution of tourist areas in Polewali Mandar Regency. The purpose of this study is (1) to describe the potential tourist attractions, (2) to map GIS-based tourist areas for regional development. Explorative descriptive methods are used in this study. Data was collected with observation, interviews, and documentation techniques. The data obtained are analyzed through ways of reducing data, presenting data, and verifying data and data descriptions as research reports. This study shows the results, namely: (1) a map in the form of a thematic map of the potential of tourist objects from spatial data sources in Binuang District, (2) Description of the potential tourist attractions that are seen from the attribute data, namely the existence of tourist facilities, the number of tourists who do visits, as well as efforts to develop attractions in Binuang District. The existence of information on mapping tourist attractions can provide spatial information. The results show that some interesting tourist attraction areas will be very good in supporting tourism in the area, especially in the Binuang District, Polewali Mandar Regency.AbstrakPemetaan wisata alam sangat penting untuk memberikan indormasi spasial dan dapat mendukung pembangunan wilayah. Salah satunya adalah dengan pemetaan sebaran kawasan wisata yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Membuat deskripsi untuk potensi objek wisata yang ada, (2) Memetakan kawasan wisata berbasis SIG untuk pembangunan wilayah. Metode deskriptif eksploratif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui cara mereduksi data, menyajikan data, serta melakukan verifikasi data dan deskripsi data sebagai laporan penelitian. Penelitian ini menunjukkan hasil yaitu: (1) Peta yang berupa peta tematik potensi objek-objek wisata dari sumber data spasial yang ada di Kecamatan Binuang, (2) Deskripsi potensi objek wisata yang terliat dari data attribute yakni keberadaan fasilitas wisata, banyaknya wisatawan yang melakukan kunjungan, serta upaya pengembangan objek wisata di Kecamatan Binuang. Adanya informasi pemetaan objek wisata ini dapat memberikan informasi spasial. Hasilnya yang diketahui bahwa ada beberapa kawasan objek wisata yang menarik akan sangat bagus dalam mendukung wisata di daerah khususnya di kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar.
Analisis Perubahan Garis Pantai Kuri Kabupaten Maros Menggunakan Data Citra Satelit Landsat Tahun 2014-2024 Harianti, Ratri; Malik, Abdul; Mannan, Abdul
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.63852

Abstract

Coastline changes are a natural phenomenon that occurs due to various factors, such as ocean currents, waves, wind, and human activities. Monitoring changes in coastlines is essential for the sustainable management of coastal areas. This research aims to analyze changes in the coastline in Kuri, Maros Regency, South Sulawesi, Indonesia, using Landsat satellite image data from 2014 to 2024. The method used in this research is visual interpretation and guided classification of Landsat satellite images. Shoreline changes are analyzed by comparing the position of the shoreline in different years. The research results show that there have been significant coastline changes in the study area during the 2014-2024 period. Analysis shows erosion and accretion along the Kuri coastline. The rate of change in coastlines varies. Factors that influence changes in coastlines in the study area include ocean currents, waves, wind, and human activities such as the development of coastal infrastructure. It is hoped that the results of this research will provide useful information for local governments and other stakeholders in planning and managing the Kuri coastal area sustainably.AbstrakPerubahan garis pantai merupakan fenomena alam yang terjadi akibat berbagai faktor, seperti arus laut, gelombang, angin, dan aktivitas manusia. Pemantauan perubahan garis pantai sangat penting untuk pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Kuri, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia, menggunakan data citra satelit Landsat dari tahun 2014 hingga 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi visual dan klasifikasi terbimbing pada citra satelit Landsat. Perubahan garis pantai dianalisis dengan membandingkan posisi garis pantai pada tahun-tahun yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan garis pantai yang signifikan di wilayah studi selama periode 2014-2024. Analisis menunjukkan adanya erosi dan akresi di sepanjang garis pantai Kuri. Laju perubahan garis pantai bervariasi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai di wilayah studi antara lain arus laut, gelombang, angin, dan aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur pesisir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir Kuri secara berkelanjutan
Innovation in Processing Inorganic Waste into Ecobricks: An Environmentally Friendly Solution in Panciro Village, Bajeng District, Gowa Regency Samputri, Salma; Maru, Rosmini; Nasrul, Nasrul; Aisyah, Nur; Nuryulianti, Nuryulianti; Riska, Riska; Zulkifli, Sofyan; M Nur, Medar; Arfandi, Arfandi
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.74401

Abstract

Panciro Village faces significant problems related to the accumulation of plastic waste that is carelessly dumped in rivers, roadsides, and empty land. This study explores the application of the ecobrick method as an alternative solution to plastic waste. The purpose of this study was to determine the perception of the Panciro Village community regarding waste management with the ecobrick method, evaluate the effectiveness of ecobricks in reducing plastic waste and analyze the challenges and opportunities for implementing ecobricks as an environmentally friendly solution in Panciro Village. This research method uses a descriptive qualitative approach with data collection through observation, interviews and documentation. The results, the population density of Panciro Village contributed to the increase in waste volume. The positive perception of the community towards ecobricks as a better solution than burning or littering, the effectiveness of ecobricks is considered moderate to significant depending on the level of community participation. The main challenges in implementing ecobricks include the process of shredding waste and the lack of public awareness. Ecobricks have economic value if managed properly. This study recommends technological innovations and more efficient methods to facilitate the process of making ecobricks. 
Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan DAS Hulu Jeneberang Pasca Longsor Lahan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa Zhiddiq, Sulaiman
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.74017

Abstract

The increasing demand for land has led to extensive land-use conversions. Therefore, this study discusses land use, land-use zoning, and the extent of land-use changes in the upper watershed (DAS) of the Jeneberang River. This research uses Landsat imagery analysis with an overlay method. The data used includes land-use maps from 2003 and 2015, supplemented with field measurements. The results show that there are seven types of land use, with the largest area being open land (1,024.36 ha), and the smallest being lakes (2.82 ha). The smallest reduction in land area occurred in residential areas, with no change (0 ha), primarily located in the western region. Conversely, the largest increase in land use occurred in open land, which expanded by 242.91 ha or 8.81 percent, spreading from the central to the southern region. Meanwhile, the area of residential land use did not change from 2003 to 2015. The dominant change of 242.91 ha in open land has contributed to a lower catchment area and increased surface runoff. Therefore, mitigation is needed through the construction of check dams, even though this may lead to river sedimentation.AbstrakMeningkatnya kebutuhan lahan menyebabkan terjadinya banyak alih fungsi lahan. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang land use,  zonasi land use  dan luasan perubahan land use di DAS hulu utama sungai Jeneberang. Penelitian ini menggunakan analisis citra landsat dengan metode overley. Data yang digunakan adalah peta land use tahun 2003 dan 2015, yang dilengkapi dengan pengukuran lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk land use  terdiri dari tujuh bentuk land use, yakni paling luas adalah  lahan terbuka  seluas 1.024.36 ha, sebaliknya paling sempit adalah  danau seluas 2.82 ha. Selanjutnya pengurangan luas lahan terendah terjadi pada kawasan permukiman yaitu 0 ha yang menyebar pada wilayah bagian Barat. Sebaliknya penambahan luas penggunaan lahan terbesar terjadi pada lahan terbuka yaitu seluas 242.91 ha atau sebesar 8.81 persen yang menyebar pada wilayah tengah ke Selatan. Sementara itu, luas penggunaan lahan permukiman tidak mengalami perubahan dari tahun 2003 ke 2015.  Perubahan dominan seluas 242.91ha di lahan terbuka, penyebab rendahnya chatmen area chatmen area, limpasan permukaan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan mitigasi melalui tindakan pembuatan cekdam walau dapat memicu pendangkalan sungai.
Analisis Kemampuan Berpikir Spasial Peserta Didik Fase E Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sukoharjo Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna; Samsiyah, Ike Fitri; Sriyanti, Sriyanti; Muryani, Chatarina
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.70187

Abstract

Spatial thinking ability is a crucial skill in learning geography, particularly in the material of Basic Concepts of Mapping Science taught in Phase E. This study aims to analyze the spatial thinking ability of SMA Negeri 1 Sukoharjo students, conducted using a mixed-methods approach and an Explanatory Sequential design. The research population was all Phase E students, with a sample of 72 students selected purposively. The results showed that students' spatial thinking ability was mostly in the “medium” category. The spatial hierarchy indicator showed the highest percentage of success (90%), while spatial transition had the lowest percentage (53%). The inhibiting factors include the lack of use of interactive learning media and analytical questions. Suggestions were given to optimize project-based learning, technology integration, and periodic evaluation. This research confirms the importance of contextual learning strategies to improve spatial thinking skills in facing global challenges. AbstrakKemampuan berpikir spasial merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran geografi, terutama pada materi Konsep Dasar Ilmu Pemetaan yang diajarkan di Fase E. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir spasial peserta didik SMA Negeri 1 Sukoharjo, yang dilakukan dengan pendekatan mixed method dan desain Explanatory Sequential. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik Fase E dengan sampel 72 peserta didik yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir spasial peserta didik sebagian besar berada pada kategori “sedang”. Indikator spatial hierarchy menunjukkan persentase keberhasilan tertinggi (90%), sementara spatial transition memiliki persentase terendah (53%). Faktor penghambat mencakup minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif dan soal analitis. Saran diberikan untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi, serta evaluasi berkala. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial dalam menghadapi tantangan global.  
Pengaruh Penyadapan Getah Pinus terhadap Ekonomi Masyarakat: sebuah Tinjauan Geoekonomi di Desa Sasakan Siri, Sartika; Zhiddiq, Sulaiman; Hasriyanti, Hasriyanti; Nyompa, Sukri; Mannan, Abdul
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.66500

Abstract

Pine resin tapping is a potential economic activity that contributes to increasing rural household income. This study aims to: (1) examine the economic condition of the community before and after engaging in resin tapping, and (2) analyze the impact of resin tapping on the community's economy. A descriptive quantitative method was used, with a sample of 40 respondents who consistently engage in resin tapping. Data were collected through observation, interviews using questionnaires, and documentation. The results show that before engaging in resin tapping, all respondents were in the medium economic category. After the activity, 22.5% remained in the medium category and 77.5% shifted to the high economic category. No respondents were in the low category before or after tapping. A paired sample t-test showed that the calculated t-value was greater than the critical t-value, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (Ho). This indicates that pine resin tapping in Sasakan Village has a significant positive impact on the community's economy. It is recommended that resin tapping activities continue to be supported through training and improved market access to enhance their contribution to community welfare.AbstrakPenyadapan getah pinus merupakan kegiatan ekonomi potensial dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan setelah melakukan penyadapan, serta (2) menganalisis pengaruh penyadapan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 40 responden yang aktif melakukan penyadapan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyadapan, seluruh responden berada dalam kategori ekonomi sedang. Setelah penyadapan, 22,5% berada dalam kategori ekonomi sedang dan 77,5% meningkat ke kategori ekonomi tinggi. Tidak ada responden yang berada dalam kategori rendah sebelum maupun sesudah penyadapan. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa t-hitung ≥ t-tabel, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Ini membuktikan bahwa penyadapan getah pinus di Desa Sasakan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Disarankan agar kegiatan penyadapan terus didukung melalui pelatihan dan akses pasar yang lebih baik, guna memperkuat kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Analisis Potensi Rawan Kekeringan Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Badwi, Nasiah
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.67074

Abstract

Drought conditions are a major problem worldwide, as many regions face severe and prolonged water shortages. Climate change is a global phenomenon, one of which is the increase in the frequency and intensity of extreme weather events and the creation of droughts. The purpose of this study is to explain the potential for drought in Gowa Regency. Remote sensing and geographic information systems are used in this research method. In this study, 7 parameters were used that affect drought potential, including: rainfall, land use, vegetation density, distance from the river, soil type, slope, and place height. The results of the study illustrate that there are 5 classes of drought potential in Gowa Regency, namely: non-vulnerable, low, medium, high, and very high classes. Most of them are prone to high-class drought covering an area of 101,285.47 Ha (56.13 percent), spread across all sub-districts in Gowa Regency, followed by a very high class of 41,845.33 Ha (23.19 percent), spread around the Bili-Bili Dam to the west. The class is not prone to drought with an area of only 98.32 hectares (0.05 percent) spread in Tombolopao and Tompobulu. The determining factor is a combination of all variables, but the most dominant ones are rainfall, land use, slope, and place height.AbstrakKondisi kekeringan merupakan masalah besar di seluruh dunia karena banyak wilayah menghadapi kekurangan air yang parah dan berkepanjangan. Perubahan iklim merupakan fenomena global, salah satunya adalah peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrim serta terciptanya kekeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan potensi rawan kekeringan yang terjadi di Kabupaten Gowa. Penginderaan jauh dan sistem informasi geografis digunakan dalam metode penelitian ini. Dalam penilitian ini digunakan 7 parameter yang mempengaruhi potensi kekeringan, meliputi: curah hujan, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, jarak dari sungai, jenis tanah, kemiringan lereng, dan ketinggian tempat. Hasil penelitian menggambarkan terdapat 5 kelas potensi rawan kekeringan di Kabupaten Gowa yaitu: kelas tidak rawan, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sebagian besar berada pada rawan kekeringan kelas tinggi seluas 101.285,47 Ha(56,13 persen), tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa, kemudian diikuti kelas sangat tinggi seluas 41.845,33 Ha (23,19 persen), tersebar di sekitar Bendungan Bili-Bili ke arah barat. Kelas tidak rawan kekeringan hanya seluas 98,32 Ha(0,05 persen) tersebar di Tombolopao dan Tompobulu. Adapun faktor yang menentukan yaitu kombinasi dari seluruh variabel, namun yang paling dominan adalah curah hujan,  penggunaan lahan, kemiringan, dan ketinggian tempat.